Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13369

Siap-siap Hadir pada Festival Pesona Mandeh

0

Pembaca, catat ya,… Kementerian Pariwisata (kemenpar) bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bakal menggelar Festival Pesona Mandeh (FPM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 4-7 Mei 2017 di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat Raseno Arya mengatakan, persiapan FPM 2017 sudah 98 persen, promosi pra event juga gencar dilakukakan sebelum event berlangsung. Untuk mencapai kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai 20 ribu orang.

“Target 20 ribu di event perdana kami optimis tercapai, berbagai persiapan sudah kita kerjakan, baik pada saat pembukaan hingga penutupan sudah disiapkan secara matang di lapangan, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, seperti komunitas, pegiat pariwisata, warga setempat dan rekan-rekan media massa cetak dan elektronik,” ujar Esthy.

Apa yang seru di Festival Pesona Mandeh 2017? Berbagai kegiatan akan hadir pada festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini, terang Raseno, lebih lanjut ia mengatakan akan menampilkan beberapa kegiatan seperti festival kuliner, seni tradisi dan festival rabab serta lomba foto bawah air.

“Dalam event yang dipusatkan di kawasan Mandeh ini nantinya juga diadakan festival rabab yang akan memecahkan rekor MURI dengan peserta terbanyak, lalu ada Mandeh Joy Sailing, lomba perahu tradisional dan atraksi diving. Tidak hanya itu, Kegiatan pendukung FPM lainnya yang tidak kalah seru adalah pembukaan dan penutupan dihadiri artis ibu kota, para motor, eksebisi jump cliff, dan jet ski,” ujar Esthy yang diamini Raseno.

“Pada tanggal 5 Mei nanti, juga akan ada parede yang seru, sekitar 250 perahu tradisonal dengan bermacam corak dan ragamnya melintasi seputaran kawasan Mandeh yang sangat menakjubkan,” ujar Raseno.

Masalah aksestabilitas, tambah Raseno jadi perhatian tersendiri, untuk menuju kawasan Mandeh dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari Kota Padang. “Sudah terselesaikan pembebasan lahan sekitar kawasan Mandeh yang nantinya akan bangun jalan, tinggal pemrov dan pemkab yang selanjutnya memperbaiki infrastruktur jalan, agar jalan menuju Mandeh bagus, sehingga jarak tempuh dari kota Padang bisa memakan waktu cukup 40 menit,” Raseno yang juga berdarah Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Pessel, Zefnihan mengatakan, FPM ini merupakan sebuah media promosi dan memperlihatkan kesiapan kawasan Mandeh kepada wisatawan untuk dikunjungi. Masyarakat di Mandeh juga bersiap dalam menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional.

Masyarakat Mandeh juga telah diajak bersiap menyambut para wisatawan yang datang dengan menyiapkan hidangan dan pelayanan berstandar internasional. “Untuk festival kuliner kita menghadirkan 50 stand kuliner yang menyajikan beragama kuliner enak khas Ranah Minang. Pembukaan akan ada hiburan artis ibu kota diiringi pesta kembang api,” ujar Zefnihan.

Tidak hanya itu, Zefnihan menambahkan, FPM ini merupakan ajang promosi wisata bersama Kemenpar bersama Pemkab Pessel. Selain melibatkan komunitas, masyarakat dan pegiat wisata serta stakeholder, even ini juga akan diikuti sekitar 60 travel agent yang akan diajak berlayar dan melihat dari dekat potensi wisata di Mandeh.

“Sebelumnya kami juga sudah selenggarakan Familiarization Trip (Fam Trip) yang diikuti sekitar 60 travel agent sehingga mereka bisa melihat langsung dan membuat paket wisata untuk dijual ke wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan begitu, diharapkan ke depan berefek pada peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” katanya..(*)

 

Kedapatan Narkoba Langsung Diberhentikan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan menindak tegas oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang nakal terutama pegawai yang telah terbukti mengkonsumsi narkoba.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, saat ini telah memerintahkan sekda untuk menindaklanjuti mengenai hukuman bagi oknum yang tersandung kasus tersebut. Pasalnya selama ini dirinya mengaku belum mendapatkan laporan mengenai sangsi tegas yang telah diberikan kepada pegawai nakal.

“Kita tidak ada tawar-menawar terkait narkoba. Sebaiknya, kalau dia PNS ajukan surat pemberhentian. Kalau dia PTT, jangan di perpanjang lagi kontrak kerjanya, “ungkap Haris kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut Haris, jika hal ini tidak ditindak tegas dan dibiarkan, dirinya khawatir akan berdampak pada aparatur lainnya untuk berbuat yang sama. Untuk itu, Dia meminta kepada para pegawai masih mau bekerja segera hentikan tindakan itu. “Kalau masih ada, bertaubatlah. Sebab, jika itu sudah mendarah daging fatal akibatnya,” papar Haris.

Pada kesempatan itu dirinya juga meminta kepada Polres Anambas untuk dapat memberantas peredaran narkoba di Anambas sampai keakar-akarnya. “Tidak hanya dari kita, keinginan Pak Kapolres juga sama seperti kita,” ungkapnya.

Perang terhadap narkoba bukan kali ini saja digalakkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Beberapa waktu lalu, bagi ASN yang ingin menduduki jabatan eselon diwajibkan menjalani tes narkoba. Hal ini untuk memastikan bahwasanya pejabat esselon di Anambas harus bebas narkoba.

Sementara itu Kapolres Anambas AKBP Junoto, mengakui jika pihaknya juga memiliki misi yang sama dengan pemerintah daerah yakni konsen terhadap penanganan narkoba. “Tunggu saja ekspos dari kami,” kata Kapolres Anambas, AKBP.Junoto SIK kepada sejumlah awak media sambil tersenyum di Mako Polres Anambas, Rabu (27/4). (sya)

Rakor untuk Menyamakan Visi Sustainable Tourism Development

0
ilustrasi

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatukan pandangan tentang Sustainable Tourism Development.

Caranya, dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penerapan Program Pengembangan Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development) bersama 34 Dinas Pariwisata Provinsi, 20 dinas pariwisata Kabupaten/Kota di Hotel Alila, jakarta, Rabu 26 April 2017. Dalam rakor ini juga diluncurkan logo Pariwisata Berkelanjutan Indonesia.

“Rakor ini untuk sosialisasi Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Juga ada penandatanganan komitmen pembangunan pariwisata berkelanjutan, fasilitator dan lokal partner pariwisata berkelanjutan,” ujar Ketua Pokja Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kemenpar, I Gede Ardika, Jumat (28/4).

Ardika menjelaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Program pengembangan berkelanjutan Indonesia ini selaras dengan program sustainable development goals dunia.

“Keberagaman dan pemeliharaan lingkungan harus menjadi modal utama pembangunan pariwisata Indonesia. Sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan memperhatikan hal tersebut,” kata Ardika.

Pada Rakor ini, telah disepakati rencana aksi bahwa daerah harus menyiapkan dan menyusun Sustainable Tourism Strategy dan Master Plan. Destinasi pariwisata harus siap menjadi laboratorium pariwisata berkelanjutan.

“Selain itu perlu diinisiasi pembentukan Sustainable Club tempat di mana para stakeholder berbagi pengalaman dalam membangun destinasi berkelanjutan,” jelas Ardika.

Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata Kemenpar, Frans Teguh menjelaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan memiliki tiga program utama, yaitu sustainable tourism destination, sustainable tourism observatory, dan sustainable tourism certification.

“Pedoman ini telah diturunkan dalam sebuah panduan teknis yang menjadi pedoman dalam sertifikasi. Dengan kesiapan dokumen ini dan dewan juri yang telah terbentuk, Kemenpar siap menyelenggarakan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) perdana pada tahun 2017,” jelas Frans.

Frans menambahkan, ISTA sangat selaras dengan ASEAN Tourism Sustainable Award (ASTA) yang akan diselenggarakan pada tahun 2018. Semua destinasi diharapkan dapat berpartisipasi dalam ajang penghargaan ini sebagai wujud semangat destinasi meningkatkan kualitasnya. ISTA dapat diakses melalui website Kemenpar dan Indonesia.Travel.

“Melalui ISTA, mutu destinasi akan diklasifikasikan dalam warna Hijau, Biru, Kuning, dan Merah. Hijau merupakan nilai tertinggi dan diikuti warna lainnya. Penilaian ISTA akan sangat terbuka dan transparan. Destinasi yang terbaik akan diajukan untuk ikut serta dalam ASTA,” papar Frans.

Pelaksanaan kegiatan ini akan dikolaborasikan dengan Green Hotel Award dan Anugerah Homestay. Kategori penghargaan, di antaranya Kategori Umum, Kategori Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Kategori Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Kategori Pelestarian Budaya Bagi Masyarakat dan Pengunjung, dan Kategori Pelestarian Lingkungan.

Frans menjelaskan, ISTA dirancang sebagai alat untuk merecognisi dan mendorong penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan oleh destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia. Di antaranya, mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk-produk pariwisata berkelanjutan, partisipasi dan kerjasama sektor publik maupun swasta, dan ajang promosi serta branding bagi destinasi pariwisata baik di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka peningkatan kunjungan wisatawan.

“Secara garis besar, keempat kriteria dimaksud adalah pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung, dan pelestarian lingkungan,” pungkas Frans.

Menteri Pariwisata (menpar) Arief Yahya menyebutkan, Indonesia memiliki penilaian yang bagus terkait sustainable tourism. Bahkan, kata dia, Indonesia menempati peringkat kedua setelah China dalam hal dimaksud, seperti diungkapkan pada pembukaan PATA Travel Mart 2016. Prestasi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi daerah di destinasi untuk terus menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Bicara pariwisata, tidak hanya tentang destinasi melainkan juga pengembangan infrastruktur secara keseluruhan dan berkelanjutan. United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan pariwisata berkelanjutan secara sederhana sebagai pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat,” jelas mantan Dirut PT Telkom ini.

Praktek manajemen dan pedoman pembangunan pariwisata berkelanjutan dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktifitas pariwisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk pariwisata massal dan berbagai jenis kegiatan pariwisata lainnya.

“Untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang, maka keseimbangan antar prinsip-prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan harus dibangun dengan baik,” kata menpar Arief Yahya. (*)

Kemenpar Gelar Misi Pemasaran di Tokyo dan Sendai

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melirik Jepang sebagai target pasar pariwisata.

Tahun 2016 kunjungan wisatawan mancanegara asal Jepang turun dari 528 ribu orang menjadi 513 ribu orang. Kemenpar ingin mengembalikan angka ini menjadi pertumbuhan positif.

Promosi akan dilakukan di dua kota sekaligus, yakni Tokyo pada 16 Mei dan Sendai pada 18 Mei 2017. Dalam promosi nanti akan mengundang buyers di Jepang, dan seller dari Indonesia sebanyak 12 Travel Agent yang mayoritas dari Bali dan beberapa dari Sulawesi Utara (Sulut).

“Nantinya akan ada business to business (B2B) meeting agar tercipta kerja sama bisnis sehingga meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Hasil dari kegiatan ini akan dipublikasikan di media Jepang sehingga org tertarik membeli paket-paket harga khusus,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Vinsenius Jemadu, Kamis (27/4).

Pitana menambahkan, Selain promosi lewat kegiatan misi penjualan, fam trip, festival, dan pameran, Wonderful Indonesia juga promosi di media seperti Google, Lonely Planet, NatGeo, CNN. Pasang iklan di stasiun kereta dan bandara yang ada di Jepang.

“Pasar Jepang itu sangat seksi. Apabila kita mengundang wisman Jepang ke Indonesia, bukan hanya soal jumlah saja. Lebih dari itu, akan tercipta dan terbuka kesempatan usaha di berbagai bidang nantinya. Upaya ini untuk membuka mata masyarakat Jepang tentang pariwisata Indonesia. Promosi Wonderful Indonesia di Jepang, diharapkan meningkatkan minat masyarakat Jepang berwisata ke destinasi wisata unggulan Bali and beyond di Tanah Air,” ungkap Pitana.

Sebelumnya, Kemenpar bersama 10 operator diving mengikuti kegiatan Marine Diving Fair, yang dilaksanakan di Tokyo, Jepang dan One World Festival 2017 yang digelar di Kansai TV Ogimachi Square, Osaka, Jepang.

“Kami serius mengejar target wisman asal Jepang. Pada 2017 ini, Kementerian Pariwisata membidik 762.000 wisman dari Jepang untuk mensupport proyeksi total 15 juta wisman pada 2017,” kata Vinsensius.

Vinsensius menjelaskan, Bali masih jadi destinasi utama untuk promosi. Namun Indonesia terus memperkenalkan destinasi lain seperti 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 10 Destinasi Branding misalnya Labuan Bajo, Lombok, dan Bandung

“Patut diperhatikan bahwa kedekatan latar belakang sejarah antara Jepang dengan Indonesia adalah suatu peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di pasar Jepang,” tukas Vinsensius.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Jepang memang stagnan dalam dua tahun terakhir. Jumlah inbound ke Indonesia tidak terlalu melonjak naik. Berbeda dengan China yang sangat agreasif dan saat ini sudah mengalahkan Singapore, Malaysia dan Australia di posisi terbesar. “Tapi kita tidak boleh putus asa untuk menarik wisatawan mancanegara dari Asia Pasifik, termasuk di dalamnya Jepang,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Jarak tempuh Jepang-Indonesia juga tidak terlampau jauh, termasuk jarak menengah yang bisa diterbangi 7-8 jam saja. Tidak lebih dari itu, sehingga untuk traveling, perjalanan selama itu tidak terlalu melelahkan. “Karena itu, kami optimis, bisa mendapatkan jumlah wisman yang lebih banyak lagi,” jelas Menpar Arief Yahya.

Untuk informasi, rerata tinggal wisman Jepang di Indonesia selama 6 hari, dengan rerata pengeluaran USD 1.138. Sementara penggunaan akomodasi hotel berbintang sebanyak 74%. Selama ini, wisatawan asal Jepang mengaku mendapat informasi pariwisata Indonesia dari  word of mouth yang menacapai 47%. (*)

 

Fasilitasi Turis Korsel, Korean Airlines Group Terbang ke Manado dan Lombok

0

Maskapai Jin Air bakal terbang ke Lombok, NTB, salah satu destinasi prioritas yang didorong Kemenpar sebagai Bali Baru itu.

Lombok yang memiliki Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno itu memang memikat dari sisi manapun juga. Lombok punya karakter destinasi yang lengkap. Punya Rinjani, punya kaldera di atas gunung, punya hutan yang hijau, punya sawah ladang yang airnya bagus, punya pantai, antar pulau, sampai kecantilan bawah laut.

Dewan Direksi Korean Airlines Group (KAG) juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkait penerbangan langsung (direct flight) dari Seoul ke Manado.

Pertemuan Pemprov Sulut dengan Korean Airlines Group itu disaksikan Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincensius Jemadu, Pelaksana Tugas Kadis Pariwisata Daniel Mewengkang, Koordinator Satgas Pariwisata Sulawesi Utara Dino Gobel, Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Sulut Voura Kumendong serta pejabat lainnya.

“Telah ada pertemuan antara direksi Korean Air, Jin Air dan Hanjin Travel terkait dengan rencana ini. Rencananya, penerbangan pertama dari Seoul ke Manado dilakukan 26 Juni 2017. Kami memberikan garansi keamanan serta potensi pariwisata kepada Korean Airlines Group apabila penerbangan itu terealisasi,” kata Wakil Gubernur Steven Kandouw di Manado, Jumat (28/4/2017).

Wagub Steven menjelaskan, penerbangan langsung dari Seoul ke Manado, termasuk penerbangan murah karena lebih dekat bila dibandingkan dengan rute sebelumnya yang harus ke Jakarta dan melanjutkan penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi Manado. Wagub Steven optimistis apabila penerbangan dari Korea Selatan ke Manado terealisasi akan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan rakyat Sulut.

Untuk menyambut kedatangan turis-turis asal Kosel nanti, lanjut Wagub Steven, Pemerintah provinsi akan menyiapkan fasilitas pendukung lainnya termasuk melatih penguasaan bahasa Korea Selatan kepada aparat kepolisian, anak-anak serta pemandu wisata.

foto: businesstraveller.com

“Kami akan memberikan kenyamanan kepada setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Manado termasuk dari Korea Selatan. Fasilitas lainnya juga akan kami persiapkan, seperti pemandu wisata yang bisa berbahasa Korea,” ujar Wagub Steven.

Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana didampingi Asdep Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Vincensius Jemadu mengatakan, upaya Kemenpar yang kerap mendatangkan artis Korsel mengunjungi destinasi wisata Indonesia terbukti efektif manarik minat warga Korsel untuk turut berwisata ke Indonesia.

“Pertemuan membahas penerbangan langsung Korean Airlines Group ke Manado ini dilatar belakangi makin meningkatnya animo keinginan warga Korsel mengunjungi Indonesia. Mereka kerap melihat berita-berita artis Korsel yang sedang liburan ke Indonesia. Selain itu, juga pernah ada syuting acara reality show Korea yang melibatkan artis-artis terkenal di destinasi wisata kita,” ujar pria yang biasa disapa VJ itu.

Vincensius mengungkapkan, reality show populer Korsel, “Law of the Jungle” sempat mengambil lokasi syuting di Kota Manado pada akhir November hingga awal Desember kemarin. Jin (BTS), Cheng Xiao (Cosmic Girls), Sungyeol (INFINITE), Gong Myung (5usprise), Kangnam (M.I.B), Kyungri (Nine Muses), Sol Bi, Kim Min Seok, Yoon Da Hoon, Sleepy (Untouchable), Kang Tae Oh, Yoon Jung Soo, dan Kim Young-chul, adalah deretan selebritas yang turut serta dalam reality show tersebut.

“Hal tersebut memberikan dampak yang besar terhadap pariwisata Indonesia. Karena itu, ke depan akan terus memboyong selebritas Korea lainnya untuk syuting di sejumlah destinasi unggulan tanah air agar warga Korea makin berminat berkunjung ke Indonesia,” kata VJ.

Vincensius mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Seoul Broadcasting System agar mereka kembali syuting sinetron maupun reality show dengan keindahan latar belakang Danau Toba, Pulau Komodo atau Mandeh Sumatera Barat. “Semoga bisa terelisasi dan berdampak hebat untuk ketiga daerah tersebut dan pariwisata Indonesia. Ini kami lakukan setelah kami sukses melakukan di Manado,” katanya. (*)

Danrem 033 Wira Pratama Kunjungi Kundur

0
Danrem 033 WP Brigjen Fachri tengah bersama Camat Kundur Barat Anjitrisno saat berkunjung ke Kundur Barat Kamis kemarin. F.Anjitrisno untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Komandan Resort Militer (Danrem) 033 Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, berkunjung ke Kundur, Kamis (27/4) kemarin. Kedatangan Fachri untuk memantau persiapan pelaksanaan pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kepri yang dipusatkan di Tanjungberlian, Kundur Utara pada 8 Mei mendatang.

Danramil 0317 Kundur Mayor Czi Slamet Wahyudi membenarkan kunjungan Danrem 033 Wira Pratama ke Pulau Kundur. Lebih lanjut dikatakan kehadiran Danrem 033 WP Brigjen TNI Fachri ke Pulau Kundur guna meninjau lokasi yang bakal dijadikan tempat baksos. Kunjungan kali ini sekaligus bersilaturahmi dengan unsur pimpinan kecamatan Kundur, Kundur Utara dan Kundur Barat.

“Persiapan terus dilakukan dan kami siap menyelenggarakan baksos pencanangan kampung KB kesehatan tingkat provinsi Kepri yang dipusatkan di lapangan sepakbola Kundur Utara. Dalam hal ini diharapkan peran aktif seluruh masyarakat untuk menyukseskan kegiatan tersebut kegiatan ini juga akan dihadiri gubernur Kepri dan Pangdam I Bukit Barisan,” tegas Slamet.

Lebih lanjut dikatakan selain baksos pencanangan kampung KB kesehatan bekerjsama dengan BKKBN Provinsi Kepri juga akan digelar pengobatan gratis. Selain itu juga ada pelayanan KB kesehatan gratis, bantuan kepada penyandang difabel, serta berbagai kegiatan yang lain. Kegiatan ini dalam rangka hari kesatuan PKK ke 45 dan bulan bhakti gotong-royong masyarakat serta dalam rangka TNI manunggal KB Kesehatan. (ims)

PLN Bangkitkan Listrik 10 Mega Watt untuk Morotai

0

Sesungguhnya pariwisata membutuhkan satu kebutuhan dasar, energi!

Tanpa listrik, industri tidak akan hidup sustainable. Destinasi prioritas Morotai siap-siap menjadi terang benderang. Pasalnya, PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik di Pulau Morotai. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto WS mengatakan, pembangkit yang akan dibangun di KEK Morotai bertenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 10 Mega Watt (MW). PLTMG ini ditargetkan beroperasi pada 2019 mendatang.

“Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut. Pembangkit ini akan dikembangkan oleh salah satu pengembang di KEK Morotai,” ujar Haryanto.

Haryanto menjelaskan, sampai dengan saat ini, proses pembangunan PLTMG di KEK Morotai ini baru sampai proses pembebasan lahan. Di KEK Morotai sendiri, saat ini kebutuhan atau beban listrik yang tercatat oleh PLN baru sekitar 2,5 MW. “Namun, perkembangan kawasan tersebut diprediksi akan membutuhkan semakin besar pasokan,” kata.

Menurut Haryanto, biaya pembangunan pembangkit di Desa Juanga, Morotai Selatan ini diambil dari dana internal PLN. Saat ini, PLN juga sudah mengantongi beberapa perizinan terkait lokasi dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid 350 KW di Desa Wawama, Morotai Selatan, Selasa (5/4). PLTS ini akan mendukung PLT Diesel Daruba.

Sesuai dengan komitmen sebelumnya, saat ini pemerintah sedang merealisasikan penyediaan listrik sebesar 35 ribu Megawatt (MW). Sebanyak 25% dari target tersebut, atau sekitar 8.800 MW, diupayakan dari energi terbarukan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif rencana pembangunan PLTG ini. Menurutnya, Morotai memiliki potensi sektor unggulan yang bisa dioptimalkan lagi selain pariwisata yakni kelautan, perikanan dan industri pengolahan.

Morotai sebagai daerah terdepan yang langsung memghadap ke pasifik, perlu energi listrik. “Semuanya ini membutuhkan pasokan listrik. Contoh kecil, apabila Morotai bisa mengembangkan sektor pariwisata dan perikanan saja, Morotai bisa maju perekonomiannya,” kata Menpar Arief Yahya.

Dengan adanya pasokan listrik, lanjut Menpar Arief Yahya, para investor tidak akan ragu lagi turut membangun destinasi Morotai. Karena selama ini, yang menjadi kendala pembangunan infrastruktur adalah pasokan listrik dan air bersih.

“Dengan bertambahnya pasokan listrik, pembangunan-pembangunan amenitas seperti hotel, resort, dan homestay akan bisa lebih cepat lagi. Apalagi bandaranya sudah dalam proses menjadi bandara internasional,” tutup Menpar Arief Yahya. (*)

PT Saipem Dapat Proyek Senilai Rp 6 T

0

batampos.co.id – PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) kembali mendapatkan proyek yang nilainya mencapai 450 juta Dolar Amerika atau sekitar Rp 6 triliun yang merupakan proyek dari BP Tangguh untuk pembuatan peralatan pengeboran gas di Indonesia.

“Beberapa hari lalu, pihak PT SIKB mengundang kita untuk peresmian proyek tersebut. Lamanya pengerjaan proyek nantinya membutuhkan waktu selama 14 bulan atau sampai dengan tahun depan. Jenis pekerjaan yang akan dikerjakan oleh perusahaan asal Italia tersebut hampir sama dengan pekerjaan sebelumnya,yakni seperti peralatan Jangkrik,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Sularno, Jumat (28/4).

Sementara itu Kadisnaker Karimun, Azmi Yuliansyah mengatakan, pihaknya senang mengetahui PT SIKB kembali mendapatkan proyek pekerjaan. Sehingga dampaknya akan memberikan peluang kerja.

“Hanya saja, memang jumlah pekerja yang dibutuhkan PT Saipem untuk mengerjakan proyek BP Tangguh ini tak banyak seperti pekerjaan terdahulu,” ujar Azmi.

Hasil komunikasi yang dilakukan Disnaker, lanjut Azmi, dengan perusahaan bahwa jumlah pekerja yang dibnutuhkan sekitar 400 orang. Perusahaan akan memanfaatkan pekerja yang ada sekarang yang jumlahnya masih ada 4 ribu orang. terdiri dari 2 ribu orang di PT Saipem sendiri dan sisaianya berasal dari bneberapa perusahaan sub kontraktor. Meski demikian, dia meminta kepada perusahaan untuk mendahukukan tenaga kerja lokal.

”Selain tenaga kerja lokal dari Karimun yang harus diutamakan oleh PT Saipem, diharapkan juga mereka pernmah diberhentikan karena habis kontrak dapat direkrut kembali. Dengan demikian, tenaga kerja lokal kita juga mempunyai peran dalam ikut serta mensukseskan pekerjaan di perusahaan tersebut. Di samping itu, pengangguran juga dapat berkurang,” ungakp Azmi. (san)

Pemkab Siapkan Kota Pintar Berbasis IT

0
M Firmansyah. F. Tri/batampos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, belum lama ini mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kepri saat memperingati Hari Otonomi Daerah XXI di kantor Gubernur Kepri Dompak Tanjungpinang. Yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, bahwa Pemkab Karimun berhasil memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

”Sebagai penunjang pelayanan publik kita saat ini telah mempersiapkan smart city atau kota pintar yang berbasis Teknologi Informasi kepada masyarakat. Agar pelayann publik dapat diproses lebih cepat dan tepat waktu, sehingga bisa mengurang biaya pengeluaran bagi masyarakat nantinya,” kata Sekretaris Daerah Karimun M Firmansyah, kemarin (28/4).

Menurutnya, saat upacara Hari Otonomi Daerah ke-21 mengatakan, konsep “smart city” berbasis teknologi bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh informasi secara mudah, cepat dan tepat tentang prosedur pelayanan publik yang disediakan pemerintah.

“Selain untuk pelayanan publik lebih cepat, juga memberikan edukasi kepada masyarakat supaya bisa menggunakan teknologi digital yang serba online. Dan aparatur atau petugas juga bersih dari pungutan liar,” katanya.

Masih kata Firmansyah lagi, otonomi daerah merupakan sebuah kebijakan Pemerintah Pusat untuk memberikan pelayanan publik lebih cepat di setiap Pemerintah Daerah/Kota yang ada di seluruh Indonesia. Dengan peningkatan kinerja aparatur pemerintah di daerah sehingga mampu mewujudkan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien.

“Zaman sekarang semua serba digitalisasi. Dan sudah menjadi kebutuhan masyarakat umum termasuk dalam meningkatkan pelayanan publik di Pemerintahan. Seperti, pengurusan perizinan maupun yang lainnya,” terang Firmansyah. (tri)

Tiga Pilar Utama Pariwisata demi Mencapai Target 15 Juta Turis

0

Mengambil tema Bersama “PHRI Kita Sukseskan Visit Wonderful Indonesia 2018”, Rapat Kerja Nasional II (Rakernas II) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Neptunus Ballroom Golden Tulip Hotel Banjarmasin, Kalimantan Selatan resmi dibuka.

Rakernas yang digelar sampai Kamis (27/4/2017) ini membahas isu-isu terkini yang berkembang di industri pariwisata di Indonesia. Pada hari pertama dibahas keterkaitan tiga pilar utama pariwisata yaitu

  • atraksi atau objek wisata itu sendiri,
  • infrastruktur interkoneksi,
  • akomodasi.

Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan,  ketiga hal tersebut harus bisa terpenuhi untuk membantu mencapai target 15 juta wisatawan ke Indonesia di tahun 2017.

“Perkembangan wisata akan lebih baik, begitu juga pengelolan destinasi wisata akan terangsang pembenahannya. Infrastruktur juga diharap akan lebih bagus, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menumbuhkan kesadaran wisata bagi masyarakat terutama di sekitar destinasi wisata,” kata Hariyadi dalam sambutannya.

Hariyadi menambahkan, PHRI optimistis mampu memenuhi target pemerintah untuk mendapatkan 20 juta wisatawan asing dan target devisa sebesar Rp 240 triliun.

“Target tersebut memang tinggi, namun realistis untuk bisa kami capai bersama. Mengingat, masih sangat terbuka peluang untuk meraihnya,” papar Haryadi.

Hariyadi menjelaskan, Thailand yang meraih kunjungan wisatawan sebesar 29,5 juta orang dan Malaysia dengan jumlah kunjungan wisatawan 25 juta orang. Sedangkan Indonesia baru meraih 12 juta orang.

foto: metrobali.com

“Kita punya keunggulan jumlah dan keanekargaman destinasi wisata yang merupakan terbesar di ASEAN. Jumlah armada udara kita lebih dari 500 unit, ini juga terbesar di ASEAN. Tidak hanya itu, jumlah kamar hotel kita juga terbesar di ASEAN sebanyak 507.200 unit dengan jumlah hotel 18.353 unit,” papar Haryadi.

Pariwisata, lanjut Haryadi, harus bisa mendukung rencana pembangunan Pemerintah yang Indonesia sentris. Yaitu tidak hanya terpusat di Pulau Jawa tapi juga mulai dari daerah-daerah, begitu juga di Industri pariwisata.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementrian Pariwisata Dadang Rizki Ratman mengatakan, untuk perkembangan pariwisata Indonesia, semua pihak wajib bekerjasama, termasuk PHRI. Saat ini, standar pelayanan harus global.

“Produk pariwisata Indonesia sudah bagus, tetapi pengelolaanny masih lemah. Secara konsep semua daerah di Indonesia semua harus terhubung, tetapi siapkah daerah didatangi wisatawan mancanegara dengan standar pelayanan dan pengelolaan berkualitas?” kata Dadang.

Menurutnya, dengan seringnya event-event bertaraf nasional dan internasional digelar di daerah, maka dengan sendirinya tingkat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara akan meningkat, hal ini berimbas pada akupansi hotel akan makin tinggi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat menggelar rakernas. Dia menuturkan, ada tiga hal yang akan membuat Indonesia mampu unggul dari negara lain dalam bidang pariwisata, yaitu 3 S, Spirit, Smart, Solid.

Menurut Menpar Arief, strategi tanpa semangat tentu akan tidak maksimal. Ini bisa dicontoh dari Thailand yang begitu bersemangat dalam memenangkan peperangan dalam konteks industri pariwisata.

“Mereka hebat sekali. Dari mulai rajanya sampai cleaning service mereka, kalau bicara pariwisata itu hebat luar biasa,” ujar Arief.

Selain itu, hal kedua adalah solid. Ini juga terlihat di Thailand dimana berbagai pihak, mulai dari maskapai, perhimpunan hotel dan restoran (PHRI) hingga paket wisatanya bersatu. “Jadi, PHRI dengan pemerintah dan bisnis harus bersatu, solid, kalau mau menang bersaing,” kata dia.

Yang terakhir, yang perlu diperhatikan jika ingin menang dalam persaingan industri pariwisata yaitu kecepatan atau speed. “Kelemahan bangsa adalah terlalu lelet. Malaysia lebih kecil dari Indonesia tapi kita kalah dari mereka. Kita kalah dari Thailand yang lebih kecil. Bahkan kita kalah dari Singapura yang lebih kecil,” papar Arief.

Acara ini selain dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementrian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, hadir pula Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Agus Santoso, Staf Ahli dari Pemerintah Provinsi Kalsel H M Hawari mewakili Gubernur Kalsel, Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi Sukamdani, Ketua PHRI Kalsel Dodot Wahyudin, perwakilan dari Kepolisan dan TNI. (*)