Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13370

Pemerintah Siapkan Percepatan Pengembangan Labuan Bajo

0

Pemerintah berupaya pembenahan destinasi wisata Labuan Bajo dengan penyusunan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah memberikan sejumlah masukan untuk randangan Perpres itu.

Nantinya, rancangan Perpres BOP Labuan Bajo akan segera dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri.

“Rakor tingkat menteri menunggu kepulangan Menko Maritim (Luhut B Panjaitan, red) dari Amerika Serikat,” ujar Shana Fatina selaku person in charge (PIC) Labuan Bajo, Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar.

Namun, tak harus menunggu Perpres terbit untuk mengembangkan Labuan Bajo. Demi menyedot wisatawan mancanegara (wisman) ke Labuan Bajo, destinasi yang menggunakan komodo sebagai branding itu terus berbenah untuk memperbaiki aksesibilitas.

Rencananya, Bandara Komodo di Labuan Bajo akan dikelola langsung oleh PT Angkasa Pura I. Namun, hal itu masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan.

Nantinya, Bandara Komodo akan berstatus international airport. Dengan demikian pesawat-pesawat dari luar negeri bisa langsung landing di bandara yang berlokasi di Batu Cermin, Manggarai Barat itu.

Shafa -panggilan akrab Shana- mengatakan, saat ini sudah ada pembicaraan terkait penerbangan internasional dari Darwin, Australia ke Labuan Bajo. Selain itu, ada pula penjajakan penerbangan  internasional dari Dili, Timor Leste ke Kupang dan Labuan Bajo.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan sudah mulai mendekati perusahaan penerbangan. “Ini sebagai tindak lanjut kerja sama diplomatik trilateral RI-Timor Leste-Australia, yang dapat dimanfaatkan untuk konektivitas Labuan Bajo,” sambung Shafa.

Selain itu, upaya lain dalam membenahi destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sedang dipercepat pada adalah menyiapkan marina PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Groundbreaking proyek marina sudah dilakukan pada 20 April lalu yang dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Manggarai Barat Agustinus C.Dula.

Sedangkan target soft launching marina adalah Agustus 2018. Upaya membangun marina sempat terhambat relokasi tempat pelelangan ikan. “Pembongkaran TPI lama baru dilakukan setelah TPI baru siap,” tutur Shana.

Namun, sudah ada jaminan bahwa TPI baru nanti benar-benar menjadi lokasi atraksi. Sebab, TPI baru didesain sebagai pasar ikan modern yang diadopsidari konsep Fish Market Tsukiji, Tokyo.

Pelabuhan Labuan Bajo. Kemenhub akan membangun pelabuhan khusus pariwisata di Labuan Bajo yang memungkinkan kapal layar (yacht) maupun kapal pesiar berlabuh. Foto: kemenpar/FB

“Penggunaan lahan TPI masih dalam proses negosiasi pemda, DPRD dan ASDP. Sedangkan amdal Marina masih dalam proses,” sebut Shafa.

Yang juga menjadi perhatian Kemenpar adalah penyiapan amenitas. Shafa menuturkan, Tim Asistensi Kemenpar berupaya menggenjot jumlah kamar hotel berbintang lima. “Syarat marina internasional adalah ada hotel berbintang lima dengan jumlah kamar minimal 180 unit,” paparnya.

Di samping itu, ada pula upaya menambah jumlah homestay. Data terakhir menunjukkan pengajuan izin homestay mencapai 315 unit kamar. “Ini meliputi homestay renovasi kamar dan pembangunan vila baru,” katanya.

Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya juga menghitung hal detail lainnya. Yakni ketersediaan bahan bakar minyak di Labuan Bajo. Hal itu seiring meningkatnya kebutuhan akan kapal wisata dan generator listrik.

“Jumlah speedboat tahun 2014 hanya delapan unit, kini meningkat menjadi 30 unit,” kata Shafa.

Karenanya rekomendasi Kemenpar adalah penambahan depo dan pasokan BBM. “Sudah ada koordinasi dengan Satgas di Kementerian Koordinator Kemaritiman untuk membahas soal itu,” sebutnya.

Hal lain yang disinggung Shafa dalam pengembangan Labuan Bajo adalah penanganan sampah dan penyediaan air bersih. Pemerintah memang punya perhatian serius tentang penanganan sampah di lokasi-lokasi destinasi wisata unggulan. “Hal ini juga sudah dikoordinasikan dengan Kemenko Maritim,” kata Shafa.

Sedangkan untuk penyediaan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah turun tangan. Kementerian yang dipimpin Basuki Hadimulyono itu berencana menyumbangkan kapal untuk memasok air bersih.

“Kapasitasnya 50 meter kubik untuk memasok air bersih di desa-desa di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo,” pungkasnya. (*)

Thai Lion Air akan Layani Penerbangan Thailand – Solo

0

Menpar Arief Yahya, minta Thai Lion Air buka rute Don Muang Thailand – Adi Sumarmo Solo. Permintaan itu disanggupi.

“Saya minta Thai Lion Air terbang dari Bangkok atau secundary city di Thailand ke kota-kota kedua, seperti Solo. Kebetulan, slotnya masih terbuka untuk internatination fight,” pinta Menlar Arief Yahya di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok, Thailand, 26 April 2017.

Permintaan itu pun langsung disanggupi Darsito Hendroseputro. Dia akan segera mengurus slot, baik di Don Mueang International Airport Bangkok, maupun Bandar Adi Sumarmo Solo. “Destinasi utamanya Borobudur, dan bisa eksplore Joglosemar,” jelas Arief Yahya.

Permintaan itu ia sampaikan pada sela-sela WTTC (World Travel and Tourism Council), 25-27 April 2017. Mantan Dirut PT Telkom itu berkesempatan bertemu dengan Managing Director Thai Lion Air Mentari Co Ltd, Captain Darsito Hendroseputro.

Lanjutan Rakornas I tahun 2017 Kemenpar soal defisit 2 juta seats capacity, sedikit demi sedikit terurai satu-satu. Sebelumnya masih 4 juta kekurangan kapasitas tempat duduk untuk memperoleh tambahan.

“Dengan menata kembali slot di Bandara Ngurah Rai, bisa menambah pergerakan dan jumlah ssats capacity,” jelas Arief.

Tenaga Ahli Bidang Connectivity Robert Waloni menambahkan, pasar Thailand itu cukup gemuk.

“Hitungan saya, kalau cuma 2 flight sehari dengan nerrow body, masih kurang, untuk terbang kr Solo. Destinasinya banyak, slotnya masih tersedia, dan kapasitas bandara juga cukup besar,” kata Rober Waloni.

Selain itu, lanjut Robert, tidak lama lagi Bandara Ahmad Yani Semarang jadi, sehingga ada alternatif untuk nge-RON atau Remind Over Night di sana. Terminal dan appronnya akan semakin besar, luas dan lebih friendly bagi tourism. “Dan, bisa running lebih cepat, tahun ini sudah bisa menambah penerbangan langsung ke Solo, Jawa Tengah,” ungkapnya.

Menpar Arief menambahkan, Thailand ini bisa dijadikan tempat untuk menjaring ikan di kolam tetangga. Strategi marketing yang dilakukan di Singapore, yang setahun didatangi oleh 15,5 juta turis mancanegara, ditambah 1,5 ekspatriat yang berada di Singapore.

“Thailand ini ada 30 juta wisatawan mancanegara, 10 jutanya atau sepertiganya sendiri dari China. Dan penerbangan hahya 3 jam ke Jakarta, mungkin 4 jam ke Bali, sehingga bagi travellers masih tergolong jarak medium, sangat ideal,” kata Arief Yahya..

Captain Darsito Hendroseputro pun langsung berkoodinasi dengan bos Lion Group, Rusdi Kirana. Dan, langsung menyetujui permintaan Menpar Arief Yahya itu. “Kami mohon dibantu dengan slot,” sebut Darsito yang merasakan bahwa slot itu seperti nyawanya airlines.

Hitungan Darsito juga masuk. Terutama pasar Tiongkok yang menurutnya sangat gendut, dan sedang punya duit. Dia mencatat ada trend baru wisatawan China, mereka suka travelling di lebih dari satu negara, dan lebih dari satu kota. “Selama ini mereka hanya ke Thailand, sudah! Sekarang banyak yang ingin ke Thailand lanjut ke kota atau negara lain,” ungkap Darsito.

Dia mencontohkan, tiap hari lebih dati 100 orang yang dia angkut dari Don Mueang Bangkok ke Singapore. “Nah, dengan promosi destinasi yang bagus, maka juga akan mudah dibawa ke Solo Joglosemar. Nanti kita joint promotion untuk menjual paketnya dari China, dan kami punya banyak travel agent yang kuat di sana,” papar Darsito.

Menteri Pariwisata Breakfast Meeting dgn Managing Director Thai Lion Air Mentari Co Ltd, Bapak Darsito Hendroseputro. Bangkok, (26/04/2017)

Point lagi, spending orang Tiongkok di Bangkok itu cukup besar. Hitungan Darsito sampai lebih dari USD 200 per hari. “Volume besar, pasar gemuk, dan belanjanya cukup royal! Itu potensi yang bisa kita garap dengan baik. Kami terbang  dari 12 kota di China ke Thailand,” ungkap pria yang asli Semarang itu.

Dari 10 juta wisatawan Tiongkok yang terbang Thailand itu, Darsito optimis bisa merebut 10 persen pasar atau 1 juta passangers. “Kami sekarang mengoperasikan 26 pesawat dalam 4 tahun, dan akan menambah 2 lagi, total tahun 2017 ini menjadi 28 pesawat,” ungkap Darsito yang mengaku Thai Lion Air atau anak perusahaan Lion Air itu sudah dinobatkan sebagai the fastest growing airlines di Thailand.

Dia sangat bersemangat, dan agresif untuk menggarap pasar China dari Thailand. Selain juga mempromosikan untuk pasar Thailand sendiri yang punya kemiripan budaya dengan Jawa Tengah. Sama-sama punya budaya, punya karya budaya peninggalan nenek moyang yang sudah ratusan tahun, seperti candi-candi itu.

Breakfast Meeting Menpar Pariwisata dengan Capten Darsito, Managing Director Thai Lion Air Mentari Co Ltd itu cukup produktif. Solo akan segera diterbangi wisatawan asal Thailand dan China. Karena itu dia meminta agar Kota Solo dan Joglosemar sudah mulai bersiap-siap dengan atraksinya. “3A Atraksi Akses Amenitas itu harus dipikirkan betul, agar potensi yang bagus bisa menghasilkan revenue yang bagus pula,” sebut Arief Yahya.

Jalan dari Solo ke Borobudur bisa melalui 2 rute. Pertama Solo-Boyolali-Ketep-Magelang-Borobudur. Kedua, Solo-Jogja-Magelang. Setelah meeting itu, Menpar Arief Yahya bertemu khusus dengan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul.

Menpar Arief Yahya langsung meminta Menpar Kobkarn slot untuk menambah slot dari Don Mueang Bangkok atau secondary city di Thailand ke Solo. “Baik, kami akan bantu, untuk mendapatkan slot itu,” terang Kobkarn. (*)

 

Thailand Belajar Go Digital ke Menpar Arief Yahya

0

Menpar RI Arief Yahya dan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul bertemu bilateral di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok, 26 April 2017, tepatnya pada sela-sela sela-sela forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit 2017, yang digulirkan di Bangkok, Thailand, 25-27 April 2017 ini.

Menteri Kopkarn merekonfirmasi kembali soal Go Digital dan Visa Fasilitation yang dibilang “inovatif” oleh Sekjen UNWTO Taleb Rifai, hari sebelumnya 25 April 2017.

“Terus terang, kami mau belajar go digital dan e-visa itu. Kami benar-benar 0.1 untuk digital, kami ingin mendengar langsung, apa sih sebenarnya itu,” ujar Menteri Kobkarn membuka perbincangan.

Buru-buru Arief Yahya menyebut, bukan e-visa, bukan electronic visa yang dia maksud. Tapi Mobile Positioning Data (MPD). Metode baru dalam mendeteksi wisatawan mancanegara di kawasan crossborder dan bisa dikembangkan ke semua pintu masuk kedatangan. “Prinsipnya pergerakan orang, sama dengan pergerakan phone cell,” sebut Menpar Arief yang memang ahli digital itu.

Menteri Kopkarn pun semakin penasaran. Dia saling melihat dua orang staf di kiri dan kanannya. Semua nomor asing, yang masuk ke wilayah coverage, sudah pasti terdeteksi di Big Data. Mesin akan mencatat secara otomatis selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 52 minggu setahun nok stop. Sudah di-exercise di Indonesia, sudah diterapkan di beberapa negara Eropa, sudah diakui UNWTO dan margin erornya sangat kecil.

“Yang terpenting dari MPD adalah data customers, atau wisatawan yang masuk. Kita sebagai penyedia jasa pariwisata, semakin tahu apa yang dicari, apa yang disukai, kapan mereka searching, sehingga materi promosi dan timingnya bisa presisi dan tepat di mention ke wisatawan yang bersangkutan,” jelas Arief Yahya.

Program digital kedua, yang menarik Menteri Kobkarn adalah Online Travel Agent, semacam AirBnB.Com. Yang cukup “meresahkan” industri perhotelan di seluruh dunia. Mereka sering disebut “unregistered accomodation”, karena transaksinya secara online, dengan aplikasi yang mudah didownload di appstore.


Menpar melakukan pertemuan bilateral dgn Menpar & Olahraga Thailand pada sela-sela WTTC 17th Global Summit di Centara Grand, Bangkok, Thailand.

Di Indonesia, Menpar Arief Yahya meluncurkan konsep Digital Market Place, yang dikenal dengan ITX. Indonesia Tourism Xchange, untuk mewadahi semua industri pariwisata di tanah air. Terutama yang terkait langsung dengan 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. “Termasuk di dalamnya homestay desa wisata, karena ada 70 ribu desa di Indonesia yang bisa disentuh dengan pariwisata,” kata dia.

Menteri Kopkarn pun semakin tertarik dengan ide-ide digital itu. Dia juga menyadari, bahwa future customers adalah anak-anak muda yang search and share dengan mobile digital. Ketika travellers sudah berubah gaya hidup dan kebiasaan berwisata, maka penyedia jasa kepariwisataan pun harus berubah pula. “Mohon izin, kami akan belajar dari Pak Menteri Arief dan akan mengirimkan orang ke Jakarta,” sebutnya.

Selain soal digital, kedua menteri bersepakat beberapa hal. Pertama, membuka rute penerbangan baru dari Don Mueang Bangkok atau kota kedua di Thailand, ke beberapa kota kedua lain di Indonesia. Yang pertama, dan slots nya cukup adalah Solo, Jawa Tengah.

“Kami akan segera tindak lanjuti, ke industri penerbangan, Bangkok Airways,” jelas Menteri Kobkarn.

Arief Yahya pun menyebut salah satunya Thai Lion Air, salah satu operator maskapai yang terdaftar di Thailand yang sudah menyatakan ketertarikannya. “Kami juga akan bantu slot di Solo, untuk maskapai dari Thailand yang hendak terbang kensana,” ujar Arief.

Kedua, Menteri Kobkarn juga akan mendorong marina di Phuket untuk segera bergabung dalam inisiatif triangle, Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara. Dia juga setuju, Sail Sabang 2017 bukan Desember 2017 nanti sebagai kick off menuju yacht race atau regata selanjutnya untuk tiga negara dalam satu paket destinasi.

Ketiga, kedua menteri sepakat menggarap pasar Timur Tengah bersama, dalam joint promotion di berbagai event. Arief Yahya menjelaskan soal jumlah wisata religi, umrah dan haji itu lebih dari 2 juta orang Indonesia ke Timur Tengah.

“Rata-rata airlines nya kosong ketika balik ke Indonesia. Nah, ini bisa dikombinasi baliknya membawa wisatawan untuk destinasi Indonesia-Thailand,” gagasan Arief Yahya yang disetujui Kobkarn.

Lebih jauh, Thailand adalah “rival profesional” Indonesia. Thailand adalah Bali nya Indonesia di ASEAN. Mereka sudah benar-benar hidup, atmosfer pariwisatanya dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi dengan bagus.

“Kita juga belajar banyak dari Thailand, kita sudah jauh ketinggalan dari Thailand,” ungkap Arief Yahya. (*)

 

Segitiga Yacht and Cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket

0
ilustrasi. Foto: kemenpar/twitter

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Deputy Minister of Tourism and Culture Malaysia Mrs. Datuk Mas Ermieyati Samsudin terlihat saling nyaman, saling cerita, dan ujungnya saling support. Pariwisata tidak mengenal batas-batas teritori negara. Pariwisata itu borderless.

Keduanya pun naik ke panggung menyaksikan MoU Signing on Marine Tourism Triangle Cooperation Langkawi – Phuket – Sabang.

“Kami ingin membangun segitiga yacht and cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas sailing,” kata Menpar Arief Yahya di Bangkok, 26 April 2017.

Tujuannya, setelah Sail Sabang 2017, bulan Desember nanti, ada bisnis marine tourisme yang mengkoneksi toga marina dan port itu. “Sehingga Sail Sabang tidak berhenti di event Sail Sabanya. Tapi diikuti dengan bisnis nya agar sustainable,” paparnya.

Pihak-pihak yang menandatangani MoU tersebut antara lain: Halim Mazmin Berhad and Sabang Free Trade Zone and Free Port Authority on Cooperation in Fishery, Port and Tourism.

Lalu, Mr. Fauzie Husei, CEO of Sabang Autohoriy Free Trade Zone, Mr. Firman Abdul Shukor, Halim Mazmin Berhad – Malaysia. Dan Mrs. Marieke Derks, Organizer Sail Thailand Rellies on behalf SM Tachting SDN – Malaysia.

Mereka sepakat untuk mempromosikan bersama Triangular Sailing Passage, antara  Langkawi, Phuket and Sabang. Phuket sendiri, akan menyusul untuk sign MoU. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul saat bertemu Menpar Arief Yahya di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok.

“Kami akan pastikan dalam waktu cepat. Di Phuket ada 4 marina. Kami akan segera tindak lanjuti,” jelas Kobkarn Wattanavrangkul. Dia mengakui, regulasi di yacht itu berbeda-beda di setiap negara, karena itu mungkin butuh sedikit waktu untuk menyelesaikan urusan itu.

Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Indroyono Soesilo yang memberi sambutan setelah penandatanganan MoU itu memutar video Sail Sabang 2017. Dia mengajak para yachters dari Langkawi maupun Phuket untuk meramaikan kegiatan tahunan yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo itu.

“Kami sadar, Indonesia adalah pemain baru di Marine Tourism, terutama di yacht dan super yacht saling ini. Karena itu kami akan belajar dari Malaysia Langkawi dan Thailand Phuket,” kata Indroyono Soesilo.

Penandatanganan itu dilakukan di tengah-tengah forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit 2017, yang digulirkan di Bangkok, Thailand, 25-27 April 2017 ini. (*)

Ide Brilian Menpar untuk Pariwisata ASEAN

0

Menteri Pariwisata Arief Yahya melontarkan gagasan yang masuk nalar pada  WTTC 17th Global Summit di Centara Grand, Bangkok, Thailand. Menurutnya, kedekatan di antara negara-negara Asia Tenggara menjadi faktor penting untuk maju bersama di sektor pariwisata. Data 2015 menunjukkan 42% travellers yang datang di semua negara ASEAN itu berasal dari negara-negara ASEAN juga. Sisanya, 36% dari Asia.

“Kekuatan regional itu bisa menjadi competitives advantage bagi ASEAN. Kalau kuta kumpulkan semua kelebihan ASEAN, maka akan kuat dan bisa bersaing dengan Eropa, Great China, Timur Tengah dan Amerika utara, yang sama-sama menjual punya kekuatan regional,” ujar Arief.

Menurut Arief mencontohkan Singapore yang menjadi hub country.

“Misalnya Singapura, dia punya maskapai penerbangan dan manajemen transportasi, maka negara Asia Tenggara bisa menjadikan Singapore Airlines sebagai regional airlines nya,” kata Arief.

“Sebaliknya Singapore tidak kuat di nature and  cultural resources. Wisatawan bisa terbang ke  Singapore lalu diantar ke destinasi di Indonesia, juga bisa menyeberang lewat laut,” ungkap Arief yang tidak terlalu risau dengan cara itu.

Sehingga atraksi dapat kelas dunia, akses juga kelas dunia, amenitasnya juga bisa dibangun oleh private sector.

Arief menyatakan hal itu saat menjadi pembicara diskusi bertema “Freedom to Travel-Can ASEAN Countries lead The Way?” pada hari kedua ajang The Global Summit World Travel and Tourism Council (WTTC) 2017 di Bangkok, Kamis (27/4).

Menurutnya, orientasi promosi pariwisata negara-negara ASEAN memang perlu difokuskan pada sesama negara di Asia tenggara.

Arief Yahya sependapat dengan Kobkarn Thailand, bahwa pariwisata itu borderless, tidak mengenal batas-batas teritorial. Pariwisata itu hubungan antar manusia. People to people relationship.

“Karena itu Indonesia membebas visakan 169 negara selama setahun ini,” kata Menteri Arief.

Hasil studi UNWTO menjelaskan, bebas visa kunjungan (BVK) itu menaikkan 20-25% kedatangan wisatawan. Angka di Indonesia juga 19% lebih, kalau dibulatkan 20% di tahun 2016.

Menpar Arief Yahya

“Tahun ini, ada 49 negara yang akan diturunkan  dari bebas visa ke visa on arrival, sesuai janji kami ke parlemen,” ungkap Arief Yahya.

Pembicara lain dalam diskusi yang dipandu Linda Yueh itu adalah Menteri Pariwisata Filipina Wanda Teo dan Regional Director ICAO Asia & Pacific Office Arun Misha. Sedangkan tampil sebagai pembicara kunci adalah Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul.

Dalam diskusi itu Arief juga menyatakan optimismenya bahwa pengembangan ASEAN sebagai destinasi wisata tunggal bukan hal mustahil.

“Jika negara-negara ASEAN bisa bersama-sama, maka kami akan memiliki ASEAN sebagai single destination,” tegasnya.

Lantas, bagaimana caranya? Arief menuturkan, upaya pertama yang bisa ditempuh adalah melalui harmonisasi sesama negara ASEAN. “Dimulai dari sumber daya manusianya,” sebutnya.

Selain itu, upaya menjadikan ASEAN sebagai destinasi tunggal juga sangat memungkinkan karena komitmen di antara negara-negara anggotanya.

“Kami memiliki mutual recognition arrangement atau MRA di antara negara-negara ASEAN,” katanya.

Mantan direktur PT Telkom Indonesia itu menambahkan, ketika sesama negara ASEAN sudah satu visi maka upaya maju bersama di sektor pariwisata bisa lebih mudah. “Dalam pengembangan pariwisata akan lebih mudah menjadikan ASEAN sebagai single destination dalam satu wilayah sebagaimana Eropa,” tuturnya.

Meski demikian Arief juga tak menampik kendala di negara-negara berkembang, terutama masalah infrastruktur dan kemudahan berbisnis. Peraih gelar master dari Surrey University di Inggris itu lantas mencontohkan Indonesia yang getol membangun infrastruktur, tetapi terkendala pendanaan.

“Kemampuan pemerintah membiayai infrastruktur hanya 30 persen,” tuturnya.

Karenanya, Indonesia juga membutuhkan investor asing untuk masuk di bidang infrastruktur. Hanya saja, katanya, upaya menggaet investasi juga bukannya tanpa hambatan.

“Kendala bagi investasi adalah regulasi,” sebutnya.

Arief menuturkan, indeks tingkat kemudahan berbisnis atau ease doing business di negara-negara berkembang memang sangat rendah. Hal yang sering menyulitkan investor adalah masalah perizinan.

Karenanya Arief menegaskan, Pemerintah Indonesia terus membenahi pelayanan di bidang perizinan. Harapannya investasi asing di bidang infrastruktur pun bisa mengalir kencang.

“Jadi kami harus memperbaiki tingkat kemudahan berbisnis. Kami harus membenahi regulasi terlebih dahulu untuk memudahkan investasi di bidang infrastruktur. Kami menyadari bahwa tidak mudah memperoleh izin di negara-negara berkembang. Karenanya  kami butuh dukungan agar level ease doing business semakin baik dan mudah,” pungkasnya. (*)

Jadwalkan untuk Hadiri Dieng Culture Festival 2017

0

Dieng Culture Festival (DCF) 2017 akan digelar 4-6 Agustus 2017. Masih ada waktu untuk merencanakan wisata ke sana.

“Banyak yang baru dalam gelaran DCF tahun ini. Kami siapkan banyak kejutan. Silakan agendakan hadir di Dieng pada Jumat-Minggu di pekan pertama bulan Agustus,” ujar Ketua Panitia DCF Alif Fauzi di kediamannya Dieng (26/4).

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah menetapkan Dieng sebagai KSPN. Selain itu ada Borobudur, Kep Karimunjawa dan Sangiran.

Alif menambahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Kulon sebagai pemrakarsa sekaligus penyelenggara DCF terus mematangkan persiapan DCF 2017. Pendekatan-pendekatan terhadap pengisi acara dari luar Dieng maupun konsolidasi internal di kepanitiaan. Para pengisi dari Dieng Kulon juga mulai melakukan latihan-latihan untuk pentas.

Alif yang juga ketua Pokdarwis Dieng Kulon lantas menyebutkan hal-hal baru dalam pelaksanaan DCF 2017 ini. Dia menyebut dalam DCF selalu ada “festival dalam festival”. Dan untuk festival dalam DCF 2017 adalah Festival Caping Gunung. Festival ini melibatkan pengunjung untuk aktif.

“Bagi pengunjung yang membeli tiket bersuvenir, maka kami bagi 1 caping dan 1 kuas. Lalu kami sediakan cat warna-warni. Silakan suvenir caping tersebut dihias. Yang terbaik akan mendapatkan apresiasi dari kami,” terang Alif.

Yang juga baru dalam DCF 2017 ini adalah pergelaran Sendratari Rambut Gembel yang dimainkan oleh warga Dieng. Sendratari Rambut Gembel ini bekerja sama dengan ISI Surakarta. Berdurasi sekitar 1 jam. “Untuk yang pertama ini 50% pemain lokal 50% pemain dari ISI. Ke depannya, semoga bisa seluruhnya warga Dieng,” tambah pemilik Acasia Homestay ini.

Hal yang baru lagi dalam DCF 2017 adalah seminar atau workshop. Seminar ini diberi tajuk “Kongkow Budaya.” Membincangkan persoalan-persoalan budaya dan pariwisata di Dieng.

foto: 3.bp.blogspot.com

Sedangkan kejutan yang dihadirkan menyangkut artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan. Panitia DCF berkomitmen untuk tidak mem-publish siapa artis yang akan tampil dalam DCF ini. Hal yang sama juga dilakukan pada tahun lalu. Hingga hari H tak ada yang tahu kalau Anji Drive yang tampil. Pemilik Almond Homestay yang ditempati Anji pun tidak tahu.

“Untuk tahun ini pun kami simpan rapat-rapat artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan 2017. Kami ingin orang hadir ke DCF bukan karena artisnya, bukan mengejar artisnya. Tapi ke Dieng karena DCF dan mendapat kejutan suguhan artis kelas atas,” ujar Alif yang didampingi sekretaris panitia DCF.

Menurut Alif, Kementerian Pariwisata juga akan memberi kejutan dengan membantu menghadirkan artis penyanyi jazz. Siapa yang hadir, juga masih rahasia. “Kalau mau terkejut-kejut agendakan saja ke Dieng pada tanggal 4-6 Agustus itu,” lagi-lagi Alif berpromosi.

Selain yang diuraikan di atas, Dieng Culture Festival 2017 dengan tema The Spirit of Culture berisikan sejumlah acara. Di antaranya Ritual Cukur Rambut Gembel, Akustik Atas Awan, Kirab Budaya, Parade Kesenian, Pesta Lampion, Ekspo UKM dan Purwaceng.
Lokasi kegiatan semuanya di seputaran Komplek Candi Arjuna, Dieng Banjarnegara. DCF ini sudah menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. (*)

Wali Manggung di Batam, sebuah Cara Sedot Wisman Singapura dan Malaysia

0

Grup Band Wali di Sumatra Convention Centre, Batam, 29 April 2017.

“Musik itu universal. Dan kebetulan, Wali punya basis fans yang besar di Singapura dan Malaysia. Itu sebabnya kami goda di area Kepri yang 3A-nya relatif sudah kuat. Wali untuk bisa  sebanyak mungkin wisman di wilayah perbatasan,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Pria peraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 tersebut memang sudah sering membuktikan keampuhan musik di wilayah perbatasan. Di Atambua, Kemenpar sukses mendatangkan ribuan wisman Timor Leste setelah memboyong mantan vokalis band Cokelat, Kikan.

Papua juga ikutan heboh setelah Kemenpar memboyong Steven Jam. Sementara di Aruk, Kalimantan Barat, lautan manusia ‘tumpah’ di wilayah perbatasan setelah Kemenpar mendatangkan Linda Moy. Sanggau juga sama. Lapangan Komplek Sabang Merah yang berkapasitas 15.000 orang penuh sesak didatangi warga Kuching, Serawak, Malaysia, setelah Kemenpar mendatangkan Siti Badriah.

Pada festival lainnya di Batam, hasilnya juga sama. Saat peryaan Hari Ibu di Singapura pada 2016 silam, Hetty Koes Endang yang diboyong Kemenpar sukses mendatangkan 635 warga Singapura ke Batam. Ratusan warga ini sampai rela menyewa dua kapal ferry dan 20 bus hanya untuk menyaksikan pertunjukan musik pelantun lagu “Tak Ingin Sendiri” itu.

“Untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal dan musik adalah salah satu jawabannya. Kekuatan musik sangat dahsyat. Apalagi yang datang band papan atas Indonesia yang lagu-lagunya sering diputar di radio-radio Singapura dan Malaysia,” ujar Arief.

Hal itu ikut diamini Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti. Saat didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri, Esthy menjelaskan, dipilihnya Wali Band merupakan hasil analisa dan survei yang sangat matang. Siapa yang tidak kenal dengan tembang-tembang hits Wali? Dari mulai Dik, Cari Jodoh, Jodi, Tomat (Tobat Maksiat), Aku Bukan Bang Thoyib, hingga Baik Baik Sayang, sudah sering merajai tangga musik di Singapura dan Malaysia. Saking hitsnya, album keempat Wali yang bertajuk ‘Doain Ya Penonton’ dirilis di dua negara, Malaysia, dan Singapura.

Ditambah lagi, prestasinya sudah seabrek jumlahnya. Dari mulai Penghargaan 13 th AMI Awards untuk I-Ring Terbanyak tahun 2010, SCTV Music Award untuk Lagu Paling Ngetop tahun 2010, Penghargaan 15 th TELKOMSEL untuk The Best Artist Of Digital Music 2009-2010, hingga Penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia atas rekor Perolehan RBT terbanyak dalam waktu 4 bulan pada Maret 2010, sudah berhasil disambar Wali.

“Wali memang sudah sangat dikenal di Malaysia dan Singapura. Itu bisa menjadi starting point untuk menumbuhkan gairah pariwisata ke border area,” jelas Esthy yang ikut diamini Gayatri.

Di event crossborder ini, Esthy tidak bekerja sendirian. Selain tim Kementerian Pariwisata, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapore dan Sahar Travel Singapore, juga ikut membantu terlaksananya even tersebut.

“Kalau tahun lalu bisa mendatangkan 635 wisman Singapura, di edisi 2017 bidikannya naik jadi 900 wisman. Dukungan band Wali ini bisa menjadi endorser untuk menarik orang-orang  Melayu Singapore datang ke Batam,” timpal Sulaiman Shehdek, VITO Singapura.

Kalimantan Utara Pilih Slank sebagai Duta Wisata

0

Pemprov Kaltara untuk menjadikannya grup musik Slank sebagai duta pariwisata.

Ya, siapa yang tidak kenal Band Slank? Grup band yang beranggotakan  Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar) itu dinobatkansebagai duta wisata pada saat peringatan HUT ke 4 Kalimantan Utara (Kaltara).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esty Reko Astuti mengapresiasi Slank yang dijadikan endorses bagi pariwisata di Kaltara.

“Kita harus mengakui, jika brand kita itu belum kuat, maka harus dibantu endorser yang lebih kuat dari brand tersebut untuk membantu mempromosikannya,” ujar Esthy di Jakarta.

Esthy juga berharap, jika pariwisata di Kaltara akan terus berkembang dengan pesat.

“Ini akan berjalan dengan cepat, ketika strategi medianya benar lalu digabungkan dengan endorser yang potensial. Ketika mereka berkunjung, selain ada medsos, media konvensional dan own media lakan memberitakan, sehingga semua sektor tadi akan berjalan,” ujarnya.

Asisten Bidang Ekonomi Pemprov Kaltara, Syaiful Herman dalam keterangan persnya mengatakan, Keberadaan Slank di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan memberikan hiburan kepada masyarakat di daerah itu dalam rangka memperingati HUT Kaltara yang ke-4.

“Grup band Slank telah memberikan hiburan yang cukup meriah kepada masyarakat Kaltara yang pentas di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan,” katanya, Kamis (27/4).

Ia menegaskan, Kaltara membutuhkan energi untuk mengejar ketertinggalan, maka peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan termasuk grup musik seperti Slank. Berkaitan dengan didaulatnya menjadi duta pariwisata. “Pemprov Kaltara sangat mengharapkan didapuknya Slank menjadi duta pariwisata, sektor pariwisata Kaltara dapat terangkat,” ucap Syaiful Herman.

Tidak hanya menyuarakan lagu-lagu bernuansa politik, Slank juga sangan peduli dengan keindahan potensi pariwisata di Indonesia. Seperti diketahui, beberapa judul lagu Slank juga mengangkat tentang potensi pariwisata di Indonesia seperti; Tepi Campuhan, Bali Bagus, Lembah Baliem, Indonesia WoW. Pada kesempatan itu, Slank mendapatkan piagam penghargaan yang diserahkan istri Gubernur Kaltara, Rita Ratina Irianto Lambrie.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, jika pertunjukkan musik itu sangat efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat, terutama untuk menularkan semangat nasionalisme yang kuat terhadap penikmatnya.

“Slank sebagai messenger bukan sekedar musicians, karena Slank adalah sebuah komunitas yang  sejak dulu sangat peduli terhadap isu sosial yang dituangkan melalui musik. Slank memiliki pengaruh kuat untuk mengajak masyarakat terutama kaum muda agar peduli terhadap keragaman seni dan wisata di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Rennaldy Protono, Siswa SMK Ciptakan Aplikasi Wisata Belitung

0
foto: bwsuitebelitung.com

Siswa kelas XI SMKN 1 Tanjungpandan, Bangka Belitung,  Rennaldy Protono, berinovasi menciptakan aplikasi android “Wisata Belitung”.

Aplikasi Wisata Belitung ini rencananya akan diikutkan pada ajang pemeran nasional tingkat SMK “Pameran Inovasi Produk SMK” di Solo, 14 Mei 2017. Di Solo nanti, Rannaldy akan hadir mewakili Bangka Belitung.

“Tampilan aplikasi ini sederhana, terdapat empat content aplikasi seperti destinasi wisata, hotel, restoran dan travel. Aplikasi ini akan memudahkan wisatawan menuju objek wisata yang ada di Bangka Belitung. Semua dapat dilihat di aplikasi ini,” kata remaja kelahiran 3 September 1999 ini.

Pada aplikasi android pertama yang dibuatnya ini, Rennaldy memilih monumen perjuangan Tugu Lima Pahlawan yang berada di pusat kota Tanjungpandan sebagai icon aplikasi Wisata Belitung.

Remaja yang berpengalaman membuat sistem aplikasi penerimaan siswa baru dan perpustakaan SMKN 1 Tanjungpandan itu optimistis karyanya ini akan bermanfaat bagi industri pariwisata. Apalagi, Tanjung Kelayang yang ada di Bangka Belitung sudah menjadi destinasi wisata prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

“Aplikasi ini masih terus dikembangkan atau disempurnakan. Saya yakin ini akan bermanfaat bagi wisatawan yang datang ke Bangka Belitung,” pungkas Rennaldy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya senang dengan action nyata yang telah dilakukan Rennaldy tadi. Menurutnya, mendigitalkan pariwisata sudah merupakan suatu keharusan.

Menpar Arief Yahya sejak Rakornas Oktober 2016  menggelindingkan ide program Go Digital Be The Best. Seperti bola salju yang membesar, menggulung dan mempengaruhi apa saja yang ada di sekelilingnya.

Sampai sampai Menteri Pariwisata Thailand Kopkarn Wattanavrangkul minta sesi khusus belajar “go digital” nya Arief Yahya. Bahkan Sekjen UNWTO Taleb Rifai, “dewanya” pariwisata dunia, meminta Mantan Dirut PT Telkom itu untuk berbagi ilmu, berbagi solusi, menjadi narasumber di berbagai seminar pariwisata dunia.

“Gaya hidup wisatawan berubah. Mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay), semua sudah via digital. Jangan lupa, 70% wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Ini Pesan Habibie untuk Pemangku Kepentingan di Batam

0

batampos.co.id – Presiden ketiga Republik Indonesia yang juga mantan Ketua Otorita Batam (OB), BJ Habibie, menyayangkan masih banyaknya perdebatan antarpemangku kebijakan di Batam. Menurut dia, situasi ini justru akan merugikan iklim investasi di Batam.

Kata Habibie, semua pihak-khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam-harus sama-sama memikirkan bagaimana Batam semakin maju. Untuk itu, daripada sibuk berdebat, Habibie mengajak semua pihak memperbanyak peran dan sumbangsihnya untuk pembangunan Batam di semua sektor.

”Waktu kita sama-sama 24 jam. Pertanyaannya, kita apakan 24 jam itu? Kalau ngomong saja, debat saja, kapan selesainya,” kata Habibie saat menyambangi kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Batam di Batamcenter, Kamis (27/4/2017).

Habibie mengingatkan penting dan strategisnya posisi Batam bagi Indonesia. Sejak awal dikembangkan, Batam dirancang sebagai ujung tombak pembangunan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi.

”Batam itu ujung tombak pembangunan Indonesia,” kata dia.

Semangat membangun Batam sebagai lokomotif ekonomi dalam negeri ini sudah ia usung sejak ditunjuk Presiden Soeharto sebagai Ketua OB. ”Saya bilang ke Soeharto, kalau (Batam) hanya jadi gudang saya tak mau. Kalau mau kembangkan Batam, ya harus setara Singapura,” kenang dia.

Untuk itu, secara khusus dia meminta ke Soeharto agar difasilitasi untuk bertemu dengan perdana Menteri Singapura kala itu, Lee Kuan Yew, guna membicarakan rencana pembangunan Batam. Dalam pertemuan tersebut Singapura berharap agar Habibie tidak membangun kawasan perjudian kasino di Batam

”Rudi (nama kecil Habibie, red), kamu bisa buat apa saja di Batam, asal jangan perjudian,” ucapnya menirukan pesan Lee Kuan Yew.

Habibie lantas mempertanyakan harapan tersebut. Lee Kuan Yew kemudian menjawab. ”Kalau Anda buat perjudian, saya susah. Karena warga saya sebagian besar Cina, mereka kalau sekali main judi main terus,” ucap dia, kembali menirukan percakapannya dengan Lee Kuan Yew saat itu.

Tanpa berpikir panjang, Habibie lantas mengiyakan permintaan Lee Kuan Yew. Menurut Habibie, dalam mengembangkan Batam juga harus bersinergi dengan negara tetangga. Bukan malah sebaliknya, menabur permusuhan.

”Kita harus pandai-pandai kerja sama, tentu dalam konteks saling membutuhkan,” katanya.

Selain kerja sama dengan negara tetangga, Habibie juga mengingatkan pentingnya persatuan dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat maupun antarwarga. ”Tidak bisa kita bilang Batam ini milik suku A atau suku B. Batam milik kita, milik bangsa Indonesia,” katanya.

Untuk itu, agar sumbangsih Batam bagi Indonesia tetap terjaga, dia berharap seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat dapat berkontribusi nyata bagi Batam.

Dalam kesempatan itu dia berpesan, setiap orang harus menanamkan dalam dirinya agar berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara, tidak terkecuali warga Batam. ”Saya tidak pernah rencanakan jadi ketua Otorita Batam maupun Presiden. Dulu saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk bangsa ini,” kenangnya.

Tokoh kelahiran Pare-pare, Sulawesi selatan, ini juga mengajak agar generasi muda punya cita-cita yang tinggi dalam pembangunan. Dengan demikian, semua pihak akan memikirkan apa hal terbaik yang bisa diberikan kepada bangsa ini.

BJ Habibie juga menggelar pertemuan tertutup dengan para pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di lantai delapan kantor BP Batam, Kamis (27/4) sore. Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, mengatakan dalam pertemuan itu Habibie menyampaikan beberapa pesannya tentang pembangunan Batam.

”Harapan beliau, membangun Batam ini (harus) sesuai tujuan awal. Ini sekarang yang dibangun,” kata Gusmardi, kemarin.

Selebihnya, dalam pertemuan yang digelar mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB tersebut, BJ Habibie lebih banyak bercerita tentang masa-masa awal pembangunan Batam. ”Nostalgia. Cerita-cerita lama bagaimana Batam ini dulu dibangun,” kata Gusmardi.

Usai pertemuan di lantai delapan itu, Habibie bertemu dengan ratusan pegawai BP Batam di lantai tiga gedung BP Batam. Dalam pertemuan itu dia memang tak banyak menyinggung isu-isu ekonomi di Batam. Dia hanya mengenang Batam saat ia menjadi Ketua Otorita Batam pada 1978 hingga Maret 1998. ”(Kantor BP Batam) ini kami yang bangun,” ucap Habibie di depan ratusan pegawai BP Batam.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengenang Batam saat itu masih berupa hutan dan hanya dihuni 6 ribu jiwa, yang sebagian besar adalah nelayan. ”Sekarang sudah banyak, 1,3 juta orang,” ujarnya.

Kepada pegawai, dia berharap terus meningkatkan kinerja. Dia percaya, kepemimpinan Hatanto Reksodiputro dapat lebih baik jika dilakukan dengan semangat membangun dan mengerahkan seluruh potensi.

”Hatanto harus lebih dari saya dan saya yakin beliau lebih baik dari saya. Mari kerja keras tak kenal lelah, lakukan secara profesional,” harapnya. (cr13)