batampos.co.id – Presiden ketiga RI yang juga mantan Ketua Otorita Batam (OB), BJ Habibie, meminta pengusaha di Batam tidak banyak mengeluh menghadapi dinamika kebijakan dan kondisi ekonomi global yang tengah lesu saat ini.
Menurut dia, pelaku usaha dan pemerintah harus sama-sama memikirkan solusi atas setiap persoalan yang dianggap menghambat kegiatan bisnis.
Di hadapan para pengusaha Batam, Habibie mengatakan saat ini para pengusaha sudah banyak diuntungkan karena berbagai sarana dan infrastruktur yang telah dibangun. Dia kemudian menceritakan bagaimana sulitnya awal-awal pengembangan Pulau Batam menjadi kawasan industri, saat dirinya menjadi Ketua OB (sekarang BP Batam, red) pada awal 1978.
“Penghuni Batam itu dulu kancil dan ular piton. Isinya hutan, nothing,” kata Habibie dalam diskusi bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri dan pengusaha dari asosiasi lainnya di Hotel Harris Batamcentre, Jumat (28/4) sore.
Habibie menceritakan, awal membangun Pulau Batam sangat berat karena pemerintah pusat tidak menyertakan modal yang cukup. Sehingga Indonesia terpaksa harus meminjam dana dari Intergovernmental Group On Indonesia (IGGI) dengan pengembalian bertahap selama 30 tahun.
Bahkan PT Pertamina yang berkantor di Batam saat itu ikut sibuk membangun jalan, hotel, dan fasilitas umum lainnya untuk membantu Otorita Batam. “Ketika kehabisan dana, mereka gadaikan surat berharga ke Eropa,” katanya.
Karenanya, warga dan pengusaha Batam harus banyak bersyukur karena saat ini mereka tinggal menikmati fasilitas yang telah dibangun di masa lampau.
Dalam kesempatan itu Habibie juga menyinggung persoalan-persoalan yang melibatkan negara tetangga. Menurut dia, itu merupakan bagian dari dinamikan pengembangan kawasan ekonomi yang kadang tak bisa lepas dari kepentingan politik antarnegara.
“Wajar itu. Di Amerika dan Eropa juga sering terjadi,” terangnya.
Terkait kelesuan ekonomi akibat resesi keuangan dunia saat ini, Habibie juga berpesan supaya pengusaha ikut memikirkan solusinya. Ketimbang terus mengeluh dan menyalahkan kebijakan pemerintah.
“Masalah-masalah tersebut wajar. Semuanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari,” ungkap Habibie.
Pengusaha se-Kota Batam juga diminta untuk mampu bersinergi dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Tiap masyarakat punya hak untuk ditingkatkan kualitas hidupnya. Dan harus merata,” bebernya.
Nasihat Habibie ini disampaikan menanggapi keluhan para pengusaha Batam terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat pimpinan baru Badan Pengusahaan (BP) Batam. (leo/cr13)
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menjadi saksi pernikahan masal yang digelar BP3KB Tanjungpinang di Ballroom Hotel Bintan Plaza, Jumat (28/4).F.Humas Pemko Tanjungpinang.
batampos.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (DP3KB) Tanjungpinang menikahkan 14 pasangan secara masal di Ballroom Hotel Bintan Plaza, Jumat (28/4).
Bedasarkan data DP3KB, pasangan yang mendaftarkan diri untuk mengikuti nikah masal sebanyak 25 sejoli. Namun yang lulus verifikasi persyaratannya hanya 14 sejoli sedangkan 12 sejoli lainnya tidak dapat mengikutinya.
14 sejoli yang dinikahkan secara masal ini berasal dari Kelurahan Bukit Cermin satu pasang, Kelurahan Tanjung Ayun satu pasang, Kelurahan Pinang Kencana satu pasang, Kelurahan Senggarang satu pasang, Kelurahan Kota Piring satu pasang, Kelurahan Tanjungunggat dua pasang, Kelurahan Batu 10 dua pasang, dan Kelurahan Kampung Bugis lima pasang.
Kepala DP3KB Tanjungpinang, Ahmad Yani mengatakan nikah masal ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan dinasnya. Namun tahun ini pasangan yang dinikahkan tidak terlalu banyak karena terbentur masalah persyaratan.
“Memang 25 sijoli yang daftar. Tapi kami hanya nikahkan 14 sejoli saja secara masal. Selebihnya gagal lulus verifikasi akibat tak bisa menunjukkan berkas-berkasnya,” ujar Yani.
Sebagai bentuk kepedulian Pemko Tanjungpinang kepada masyarakatnya dan mencegah agar masalah yang tak diinginkan terjadi. Kata Yani, dinasnya memfasilitasi untuk menikahkan mereka secara masal. Sedangkan yang menikahkan mereka dilakukan oleh KUA masing-masing kelurahan.
Dari datanya, lanjut Yani beragam masalah yang dialami mereka sehingga mengikuti pernikahan ini. Mulai dari menikah tak resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) atau nikah sirih dan tak memiliki biaya untuk melaksanakan pernikahan.
“Apabila ada yang mau nikah tapi tak ada biaya atau belum resmi bisa hubungi kami. Pasti akan kami fasilitasi,” bebernya.
Sementara itu, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan kegiatan ini juga sebagai upaya pemerintah menekan angka pernikahan sirih di Tanjungpinang. Kemudian juga membantu meringankan beban bagi pasangan yang tak memiliki biaya menikah.
“Dari 2013 sampai sekarang sudah 64 pasangan yang kami fasilitasi untuk menikah. Jadi bagi yang mau ikutan bisa mendaftarkan diri tapi pelaksanaannya tahun depan,” akunya.
Sebenarnya, kata Lis ada 12 pasangan lagi yang mau mengikuti nikah masal ini. Tetapi mereka tak mampu menunjukan bukti-buktinya seperti surat perceraian dan indetitas kependudukan.
Diharapkan Lis pasangan yang sudah dinikahkan secara masal mampu menjalani bahtera rumah tangga dengan baik. Kemudian dihimbau agar setiap pasangan tidak melakukan tindak kekerasan apapun.
“Semoga dengan pernikahan ini mampu meningkatkan kesejahteraan hidup pasangan. Kemudian menjadi keluarga yang bahagia,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – BJ Habibie pioner pengembangan Pulau Batam mengaku telah mendengar apa yang terjadi di Batam, dualisme kewenangan antara BP Batam dengan Pemko Batam.
Mengenai masalah itu Habibie mengajak untuk melihat pada sejarah pengembangan Pulau Batam.
Pria berusia 81 tahun ini pun berkisah, pengembangan Pulau Batam ialah ide dari Pak Harto yang kala itu menjabat sebagai Presiden RI.
“Saya ditugas untuk mengembangkan Pulau Batam supaya maju berkembang seperti Singapura,” Habibie memulai kisahnya.
Awalnya pengembangan Pulau batam dilakukan oleh Pertamina yang saat itu memiliki dana berlimpah.
Sebab ada sesuatu hal pemerintah membentuk tim khusus yang memutuskan Pertamina untuk back to basic. Kembali fokus pada urusan bisnisnya, perminyakan.
Selanjutnya Presiden Soeharto memanggil BJ Habibie untuk mengembangkan pulau seluas 415 kilometer persegi ini.
Habibie pun menyanggupi.
Awal 1970-an itu tiada apa – apa di Batam. “Nothing,” ujar Habibie di hadapan wartawan yang menemuinya di Turi Beach Resort, Nongsa, Batam, Jumat (28/4/2017).
Terkait dengan kondisi Batam saat ini, Habibie telah memiliki ide agar Batam bisa terlepas dari belenggu yang lama mengganggu.
batampos.co.id – Polsek Bandara Hang Nadim Batam mengamankan WNA Malaysia berinisal Aj,52 saat sedang mengkoordinir kedatangan tiga WNI dari Jakarta yang akan bekerja secara ilegal ke Dubai, UEA, pada Kamis (27/4).
“Benar, sudah kami serahkan ke Polresta Barelang,” kata Kapolsek Bandara Hang Nadim, Iptu Betty, Jumat (28/4).
Dari penuturan Betty, kejadian bermula informasi di dapatnya dari masyarakat. Lalu ditugaskan Bripka Ronal Sitorus melakukan pengawasan di sekitaran terminal kedatangan dan area parkir Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Saat berada di area parkiran kedatangan bandara, Betty mengatakan anggotanya melihat empat orang dengan gerak gerik mencurigakan. Ke empatnya berjalan menuju sebuah Taxi yang sudah menunggu mereka.
Lalu anggota Polsek Bandara menghampiri ke empatnya, dan menanyakan identitas mereka. Karena jawaban mereka yang mencurigakan, dan Aj memperlihatkan identitas sebagai WNA Malaysia.
“Anggota membawa ke empatnya ke kantor, untuk diminta keterangan lebih lanjut,” tuturnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Kantor Polsek Bandara. Tiga perempuan yang bersama Aj, memiliki paspor dengan tujuan untuk menuju ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Suarni, Eliza dan Sunarti, mengatakan ke polisi, mereka akan bekerja di Dubai.
“Tapi tidak langsung, mereka terbang melalui Malaysia nantinya,” ucap Betty.
Betty mengatakan Aj, diduga merupakan sindikat jaringan penyaluran TKI ilegal luar negeri. Dimana mereka merekrut langsung para TKI, mejemput, lalu menyeberangkan ke luar negeri. Mengenai peran Aj, Betty mengatakan pihaknya masih belum mengetahui rinciannya.
“Masih kami dalami, tapi dia (Aj) mengatakan ke kami dia hanya menjemput dan mengantar ketiga gadis tersebut ke Malaysia,” tuturnya.
Baetty mengatakan pihaknya mengamankan barang bukti berupa 4 buah buku Paspor, 3 buah tas ransel milik korban dan 1 buah ponsel milik Aj.
“Tentang jaringan Aj, kami serahkan ke Polresta Barelang untuk pendalaman,” ujarnya. (ska)
Pemerintah berupaya pembenahan destinasi wisata Labuan Bajo dengan penyusunan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah memberikan sejumlah masukan untuk randangan Perpres itu.
Nantinya, rancangan Perpres BOP Labuan Bajo akan segera dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menteri.
“Rakor tingkat menteri menunggu kepulangan Menko Maritim (Luhut B Panjaitan, red) dari Amerika Serikat,” ujar Shana Fatina selaku person in charge (PIC) Labuan Bajo, Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar.
Namun, tak harus menunggu Perpres terbit untuk mengembangkan Labuan Bajo. Demi menyedot wisatawan mancanegara (wisman) ke Labuan Bajo, destinasi yang menggunakan komodo sebagai branding itu terus berbenah untuk memperbaiki aksesibilitas.
Rencananya, Bandara Komodo di Labuan Bajo akan dikelola langsung oleh PT Angkasa Pura I. Namun, hal itu masih menunggu persetujuan Kementerian Perhubungan.
Nantinya, Bandara Komodo akan berstatus international airport. Dengan demikian pesawat-pesawat dari luar negeri bisa langsung landing di bandara yang berlokasi di Batu Cermin, Manggarai Barat itu.
Shafa -panggilan akrab Shana- mengatakan, saat ini sudah ada pembicaraan terkait penerbangan internasional dari Darwin, Australia ke Labuan Bajo. Selain itu, ada pula penjajakan penerbangan internasional dari Dili, Timor Leste ke Kupang dan Labuan Bajo.
Untuk itu, Kementerian Perhubungan sudah mulai mendekati perusahaan penerbangan. “Ini sebagai tindak lanjut kerja sama diplomatik trilateral RI-Timor Leste-Australia, yang dapat dimanfaatkan untuk konektivitas Labuan Bajo,” sambung Shafa.
Selain itu, upaya lain dalam membenahi destinasi wisata yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu sedang dipercepat pada adalah menyiapkan marina PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Groundbreaking proyek marina sudah dilakukan pada 20 April lalu yang dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Bupati Manggarai Barat Agustinus C.Dula.
Sedangkan target soft launching marina adalah Agustus 2018. Upaya membangun marina sempat terhambat relokasi tempat pelelangan ikan. “Pembongkaran TPI lama baru dilakukan setelah TPI baru siap,” tutur Shana.
Namun, sudah ada jaminan bahwa TPI baru nanti benar-benar menjadi lokasi atraksi. Sebab, TPI baru didesain sebagai pasar ikan modern yang diadopsidari konsep Fish Market Tsukiji, Tokyo.
Pelabuhan Labuan Bajo. Kemenhub akan membangun pelabuhan khusus pariwisata di Labuan Bajo yang memungkinkan kapal layar (yacht) maupun kapal pesiar berlabuh. Foto: kemenpar/FB
“Penggunaan lahan TPI masih dalam proses negosiasi pemda, DPRD dan ASDP. Sedangkan amdal Marina masih dalam proses,” sebut Shafa.
Yang juga menjadi perhatian Kemenpar adalah penyiapan amenitas. Shafa menuturkan, Tim Asistensi Kemenpar berupaya menggenjot jumlah kamar hotel berbintang lima. “Syarat marina internasional adalah ada hotel berbintang lima dengan jumlah kamar minimal 180 unit,” paparnya.
Di samping itu, ada pula upaya menambah jumlah homestay. Data terakhir menunjukkan pengajuan izin homestay mencapai 315 unit kamar. “Ini meliputi homestay renovasi kamar dan pembangunan vila baru,” katanya.
Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya juga menghitung hal detail lainnya. Yakni ketersediaan bahan bakar minyak di Labuan Bajo. Hal itu seiring meningkatnya kebutuhan akan kapal wisata dan generator listrik.
“Jumlah speedboat tahun 2014 hanya delapan unit, kini meningkat menjadi 30 unit,” kata Shafa.
Karenanya rekomendasi Kemenpar adalah penambahan depo dan pasokan BBM. “Sudah ada koordinasi dengan Satgas di Kementerian Koordinator Kemaritiman untuk membahas soal itu,” sebutnya.
Hal lain yang disinggung Shafa dalam pengembangan Labuan Bajo adalah penanganan sampah dan penyediaan air bersih. Pemerintah memang punya perhatian serius tentang penanganan sampah di lokasi-lokasi destinasi wisata unggulan. “Hal ini juga sudah dikoordinasikan dengan Kemenko Maritim,” kata Shafa.
Sedangkan untuk penyediaan air bersih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah turun tangan. Kementerian yang dipimpin Basuki Hadimulyono itu berencana menyumbangkan kapal untuk memasok air bersih.
“Kapasitasnya 50 meter kubik untuk memasok air bersih di desa-desa di pulau-pulau sekitar Labuan Bajo,” pungkasnya. (*)
Menpar Arief Yahya, minta Thai Lion Air buka rute Don Muang Thailand – Adi Sumarmo Solo. Permintaan itu disanggupi.
“Saya minta Thai Lion Air terbang dari Bangkok atau secundary city di Thailand ke kota-kota kedua, seperti Solo. Kebetulan, slotnya masih terbuka untuk internatination fight,” pinta Menlar Arief Yahya di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok, Thailand, 26 April 2017.
Permintaan itu pun langsung disanggupi Darsito Hendroseputro. Dia akan segera mengurus slot, baik di Don Mueang International Airport Bangkok, maupun Bandar Adi Sumarmo Solo. “Destinasi utamanya Borobudur, dan bisa eksplore Joglosemar,” jelas Arief Yahya.
Permintaan itu ia sampaikan pada sela-sela WTTC (World Travel and Tourism Council), 25-27 April 2017. Mantan Dirut PT Telkom itu berkesempatan bertemu dengan Managing Director Thai Lion Air Mentari Co Ltd, Captain Darsito Hendroseputro.
Lanjutan Rakornas I tahun 2017 Kemenpar soal defisit 2 juta seats capacity, sedikit demi sedikit terurai satu-satu. Sebelumnya masih 4 juta kekurangan kapasitas tempat duduk untuk memperoleh tambahan.
“Dengan menata kembali slot di Bandara Ngurah Rai, bisa menambah pergerakan dan jumlah ssats capacity,” jelas Arief.
Tenaga Ahli Bidang Connectivity Robert Waloni menambahkan, pasar Thailand itu cukup gemuk.
“Hitungan saya, kalau cuma 2 flight sehari dengan nerrow body, masih kurang, untuk terbang kr Solo. Destinasinya banyak, slotnya masih tersedia, dan kapasitas bandara juga cukup besar,” kata Rober Waloni.
Selain itu, lanjut Robert, tidak lama lagi Bandara Ahmad Yani Semarang jadi, sehingga ada alternatif untuk nge-RON atau Remind Over Night di sana. Terminal dan appronnya akan semakin besar, luas dan lebih friendly bagi tourism. “Dan, bisa running lebih cepat, tahun ini sudah bisa menambah penerbangan langsung ke Solo, Jawa Tengah,” ungkapnya.
Menpar Arief menambahkan, Thailand ini bisa dijadikan tempat untuk menjaring ikan di kolam tetangga. Strategi marketing yang dilakukan di Singapore, yang setahun didatangi oleh 15,5 juta turis mancanegara, ditambah 1,5 ekspatriat yang berada di Singapore.
“Thailand ini ada 30 juta wisatawan mancanegara, 10 jutanya atau sepertiganya sendiri dari China. Dan penerbangan hahya 3 jam ke Jakarta, mungkin 4 jam ke Bali, sehingga bagi travellers masih tergolong jarak medium, sangat ideal,” kata Arief Yahya..
Captain Darsito Hendroseputro pun langsung berkoodinasi dengan bos Lion Group, Rusdi Kirana. Dan, langsung menyetujui permintaan Menpar Arief Yahya itu. “Kami mohon dibantu dengan slot,” sebut Darsito yang merasakan bahwa slot itu seperti nyawanya airlines.
Hitungan Darsito juga masuk. Terutama pasar Tiongkok yang menurutnya sangat gendut, dan sedang punya duit. Dia mencatat ada trend baru wisatawan China, mereka suka travelling di lebih dari satu negara, dan lebih dari satu kota. “Selama ini mereka hanya ke Thailand, sudah! Sekarang banyak yang ingin ke Thailand lanjut ke kota atau negara lain,” ungkap Darsito.
Dia mencontohkan, tiap hari lebih dati 100 orang yang dia angkut dari Don Mueang Bangkok ke Singapore. “Nah, dengan promosi destinasi yang bagus, maka juga akan mudah dibawa ke Solo Joglosemar. Nanti kita joint promotion untuk menjual paketnya dari China, dan kami punya banyak travel agent yang kuat di sana,” papar Darsito.
Menteri Pariwisata Breakfast Meeting dgn Managing Director Thai Lion Air Mentari Co Ltd, Bapak Darsito Hendroseputro. Bangkok, (26/04/2017)
Point lagi, spending orang Tiongkok di Bangkok itu cukup besar. Hitungan Darsito sampai lebih dari USD 200 per hari. “Volume besar, pasar gemuk, dan belanjanya cukup royal! Itu potensi yang bisa kita garap dengan baik. Kami terbang dari 12 kota di China ke Thailand,” ungkap pria yang asli Semarang itu.
Dari 10 juta wisatawan Tiongkok yang terbang Thailand itu, Darsito optimis bisa merebut 10 persen pasar atau 1 juta passangers. “Kami sekarang mengoperasikan 26 pesawat dalam 4 tahun, dan akan menambah 2 lagi, total tahun 2017 ini menjadi 28 pesawat,” ungkap Darsito yang mengaku Thai Lion Air atau anak perusahaan Lion Air itu sudah dinobatkan sebagai the fastest growing airlines di Thailand.
Dia sangat bersemangat, dan agresif untuk menggarap pasar China dari Thailand. Selain juga mempromosikan untuk pasar Thailand sendiri yang punya kemiripan budaya dengan Jawa Tengah. Sama-sama punya budaya, punya karya budaya peninggalan nenek moyang yang sudah ratusan tahun, seperti candi-candi itu.
Breakfast Meeting Menpar Pariwisata dengan Capten Darsito, Managing Director Thai Lion Air Mentari Co Ltd itu cukup produktif. Solo akan segera diterbangi wisatawan asal Thailand dan China. Karena itu dia meminta agar Kota Solo dan Joglosemar sudah mulai bersiap-siap dengan atraksinya. “3A Atraksi Akses Amenitas itu harus dipikirkan betul, agar potensi yang bagus bisa menghasilkan revenue yang bagus pula,” sebut Arief Yahya.
Jalan dari Solo ke Borobudur bisa melalui 2 rute. Pertama Solo-Boyolali-Ketep-Magelang-Borobudur. Kedua, Solo-Jogja-Magelang. Setelah meeting itu, Menpar Arief Yahya bertemu khusus dengan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul.
Menpar Arief Yahya langsung meminta Menpar Kobkarn slot untuk menambah slot dari Don Mueang Bangkok atau secondary city di Thailand ke Solo. “Baik, kami akan bantu, untuk mendapatkan slot itu,” terang Kobkarn. (*)
Menpar RI Arief Yahya dan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul bertemu bilateral di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok, 26 April 2017, tepatnya pada sela-sela sela-sela forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit 2017, yang digulirkan di Bangkok, Thailand, 25-27 April 2017 ini.
Menteri Kopkarn merekonfirmasi kembali soal Go Digital dan Visa Fasilitation yang dibilang “inovatif” oleh Sekjen UNWTO Taleb Rifai, hari sebelumnya 25 April 2017.
“Terus terang, kami mau belajar go digital dan e-visa itu. Kami benar-benar 0.1 untuk digital, kami ingin mendengar langsung, apa sih sebenarnya itu,” ujar Menteri Kobkarn membuka perbincangan.
Buru-buru Arief Yahya menyebut, bukan e-visa, bukan electronic visa yang dia maksud. Tapi Mobile Positioning Data (MPD). Metode baru dalam mendeteksi wisatawan mancanegara di kawasan crossborder dan bisa dikembangkan ke semua pintu masuk kedatangan. “Prinsipnya pergerakan orang, sama dengan pergerakan phone cell,” sebut Menpar Arief yang memang ahli digital itu.
Menteri Kopkarn pun semakin penasaran. Dia saling melihat dua orang staf di kiri dan kanannya. Semua nomor asing, yang masuk ke wilayah coverage, sudah pasti terdeteksi di Big Data. Mesin akan mencatat secara otomatis selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 52 minggu setahun nok stop. Sudah di-exercise di Indonesia, sudah diterapkan di beberapa negara Eropa, sudah diakui UNWTO dan margin erornya sangat kecil.
“Yang terpenting dari MPD adalah data customers, atau wisatawan yang masuk. Kita sebagai penyedia jasa pariwisata, semakin tahu apa yang dicari, apa yang disukai, kapan mereka searching, sehingga materi promosi dan timingnya bisa presisi dan tepat di mention ke wisatawan yang bersangkutan,” jelas Arief Yahya.
Program digital kedua, yang menarik Menteri Kobkarn adalah Online Travel Agent, semacam AirBnB.Com. Yang cukup “meresahkan” industri perhotelan di seluruh dunia. Mereka sering disebut “unregistered accomodation”, karena transaksinya secara online, dengan aplikasi yang mudah didownload di appstore.
Menpar melakukan pertemuan bilateral dgn Menpar & Olahraga Thailand pada sela-sela WTTC 17th Global Summit di Centara Grand, Bangkok, Thailand.
Di Indonesia, Menpar Arief Yahya meluncurkan konsep Digital Market Place, yang dikenal dengan ITX. Indonesia Tourism Xchange, untuk mewadahi semua industri pariwisata di tanah air. Terutama yang terkait langsung dengan 3A, Atraksi, Akses, Amenitas. “Termasuk di dalamnya homestay desa wisata, karena ada 70 ribu desa di Indonesia yang bisa disentuh dengan pariwisata,” kata dia.
Menteri Kopkarn pun semakin tertarik dengan ide-ide digital itu. Dia juga menyadari, bahwa future customers adalah anak-anak muda yang search and share dengan mobile digital. Ketika travellers sudah berubah gaya hidup dan kebiasaan berwisata, maka penyedia jasa kepariwisataan pun harus berubah pula. “Mohon izin, kami akan belajar dari Pak Menteri Arief dan akan mengirimkan orang ke Jakarta,” sebutnya.
Selain soal digital, kedua menteri bersepakat beberapa hal. Pertama, membuka rute penerbangan baru dari Don Mueang Bangkok atau kota kedua di Thailand, ke beberapa kota kedua lain di Indonesia. Yang pertama, dan slots nya cukup adalah Solo, Jawa Tengah.
“Kami akan segera tindak lanjuti, ke industri penerbangan, Bangkok Airways,” jelas Menteri Kobkarn.
Arief Yahya pun menyebut salah satunya Thai Lion Air, salah satu operator maskapai yang terdaftar di Thailand yang sudah menyatakan ketertarikannya. “Kami juga akan bantu slot di Solo, untuk maskapai dari Thailand yang hendak terbang kensana,” ujar Arief.
Kedua, Menteri Kobkarn juga akan mendorong marina di Phuket untuk segera bergabung dalam inisiatif triangle, Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara. Dia juga setuju, Sail Sabang 2017 bukan Desember 2017 nanti sebagai kick off menuju yacht race atau regata selanjutnya untuk tiga negara dalam satu paket destinasi.
Ketiga, kedua menteri sepakat menggarap pasar Timur Tengah bersama, dalam joint promotion di berbagai event. Arief Yahya menjelaskan soal jumlah wisata religi, umrah dan haji itu lebih dari 2 juta orang Indonesia ke Timur Tengah.
“Rata-rata airlines nya kosong ketika balik ke Indonesia. Nah, ini bisa dikombinasi baliknya membawa wisatawan untuk destinasi Indonesia-Thailand,” gagasan Arief Yahya yang disetujui Kobkarn.
Lebih jauh, Thailand adalah “rival profesional” Indonesia. Thailand adalah Bali nya Indonesia di ASEAN. Mereka sudah benar-benar hidup, atmosfer pariwisatanya dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi dengan bagus.
“Kita juga belajar banyak dari Thailand, kita sudah jauh ketinggalan dari Thailand,” ungkap Arief Yahya. (*)
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Deputy Minister of Tourism and Culture Malaysia Mrs. Datuk Mas Ermieyati Samsudin terlihat saling nyaman, saling cerita, dan ujungnya saling support. Pariwisata tidak mengenal batas-batas teritori negara. Pariwisata itu borderless.
Keduanya pun naik ke panggung menyaksikan MoU Signing on Marine Tourism Triangle Cooperation Langkawi – Phuket – Sabang.
“Kami ingin membangun segitiga yacht and cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas sailing,” kata Menpar Arief Yahya di Bangkok, 26 April 2017.
Tujuannya, setelah Sail Sabang 2017, bulan Desember nanti, ada bisnis marine tourisme yang mengkoneksi toga marina dan port itu. “Sehingga Sail Sabang tidak berhenti di event Sail Sabanya. Tapi diikuti dengan bisnis nya agar sustainable,” paparnya.
Pihak-pihak yang menandatangani MoU tersebut antara lain: Halim Mazmin Berhad and Sabang Free Trade Zone and Free Port Authority on Cooperation in Fishery, Port and Tourism.
Lalu, Mr. Fauzie Husei, CEO of Sabang Autohoriy Free Trade Zone, Mr. Firman Abdul Shukor, Halim Mazmin Berhad – Malaysia. Dan Mrs. Marieke Derks, Organizer Sail Thailand Rellies on behalf SM Tachting SDN – Malaysia.
Mereka sepakat untuk mempromosikan bersama Triangular Sailing Passage, antara Langkawi, Phuket and Sabang. Phuket sendiri, akan menyusul untuk sign MoU. Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul saat bertemu Menpar Arief Yahya di Centara Grand Hotel and Convention Center, Bangkok.
“Kami akan pastikan dalam waktu cepat. Di Phuket ada 4 marina. Kami akan segera tindak lanjuti,” jelas Kobkarn Wattanavrangkul. Dia mengakui, regulasi di yacht itu berbeda-beda di setiap negara, karena itu mungkin butuh sedikit waktu untuk menyelesaikan urusan itu.
Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Indroyono Soesilo yang memberi sambutan setelah penandatanganan MoU itu memutar video Sail Sabang 2017. Dia mengajak para yachters dari Langkawi maupun Phuket untuk meramaikan kegiatan tahunan yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo itu.
“Kami sadar, Indonesia adalah pemain baru di Marine Tourism, terutama di yacht dan super yacht saling ini. Karena itu kami akan belajar dari Malaysia Langkawi dan Thailand Phuket,” kata Indroyono Soesilo.
Penandatanganan itu dilakukan di tengah-tengah forum World Travel and Tourism Council (WTTC) Global Summit 2017, yang digulirkan di Bangkok, Thailand, 25-27 April 2017 ini. (*)
Menteri Pariwisata Arief Yahya melontarkan gagasan yang masuk nalar pada WTTC 17th Global Summit di Centara Grand, Bangkok, Thailand. Menurutnya, kedekatan di antara negara-negara Asia Tenggara menjadi faktor penting untuk maju bersama di sektor pariwisata. Data 2015 menunjukkan 42% travellers yang datang di semua negara ASEAN itu berasal dari negara-negara ASEAN juga. Sisanya, 36% dari Asia.
“Kekuatan regional itu bisa menjadi competitives advantage bagi ASEAN. Kalau kuta kumpulkan semua kelebihan ASEAN, maka akan kuat dan bisa bersaing dengan Eropa, Great China, Timur Tengah dan Amerika utara, yang sama-sama menjual punya kekuatan regional,” ujar Arief.
Menurut Arief mencontohkan Singapore yang menjadi hub country.
“Misalnya Singapura, dia punya maskapai penerbangan dan manajemen transportasi, maka negara Asia Tenggara bisa menjadikan Singapore Airlines sebagai regional airlines nya,” kata Arief.
“Sebaliknya Singapore tidak kuat di nature and cultural resources. Wisatawan bisa terbang ke Singapore lalu diantar ke destinasi di Indonesia, juga bisa menyeberang lewat laut,” ungkap Arief yang tidak terlalu risau dengan cara itu.
Sehingga atraksi dapat kelas dunia, akses juga kelas dunia, amenitasnya juga bisa dibangun oleh private sector.
Arief menyatakan hal itu saat menjadi pembicara diskusi bertema “Freedom to Travel-Can ASEAN Countries lead The Way?” pada hari kedua ajang The Global Summit World Travel and Tourism Council (WTTC) 2017 di Bangkok, Kamis (27/4).
Menurutnya, orientasi promosi pariwisata negara-negara ASEAN memang perlu difokuskan pada sesama negara di Asia tenggara.
Arief Yahya sependapat dengan Kobkarn Thailand, bahwa pariwisata itu borderless, tidak mengenal batas-batas teritorial. Pariwisata itu hubungan antar manusia. People to people relationship.
“Karena itu Indonesia membebas visakan 169 negara selama setahun ini,” kata Menteri Arief.
Hasil studi UNWTO menjelaskan, bebas visa kunjungan (BVK) itu menaikkan 20-25% kedatangan wisatawan. Angka di Indonesia juga 19% lebih, kalau dibulatkan 20% di tahun 2016.
Menpar Arief Yahya
“Tahun ini, ada 49 negara yang akan diturunkan dari bebas visa ke visa on arrival, sesuai janji kami ke parlemen,” ungkap Arief Yahya.
Pembicara lain dalam diskusi yang dipandu Linda Yueh itu adalah Menteri Pariwisata Filipina Wanda Teo dan Regional Director ICAO Asia & Pacific Office Arun Misha. Sedangkan tampil sebagai pembicara kunci adalah Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Kobkarn Wattanavrangkul.
Dalam diskusi itu Arief juga menyatakan optimismenya bahwa pengembangan ASEAN sebagai destinasi wisata tunggal bukan hal mustahil.
“Jika negara-negara ASEAN bisa bersama-sama, maka kami akan memiliki ASEAN sebagai single destination,” tegasnya.
Lantas, bagaimana caranya? Arief menuturkan, upaya pertama yang bisa ditempuh adalah melalui harmonisasi sesama negara ASEAN. “Dimulai dari sumber daya manusianya,” sebutnya.
Selain itu, upaya menjadikan ASEAN sebagai destinasi tunggal juga sangat memungkinkan karena komitmen di antara negara-negara anggotanya.
“Kami memiliki mutual recognition arrangement atau MRA di antara negara-negara ASEAN,” katanya.
Mantan direktur PT Telkom Indonesia itu menambahkan, ketika sesama negara ASEAN sudah satu visi maka upaya maju bersama di sektor pariwisata bisa lebih mudah. “Dalam pengembangan pariwisata akan lebih mudah menjadikan ASEAN sebagai single destination dalam satu wilayah sebagaimana Eropa,” tuturnya.
Meski demikian Arief juga tak menampik kendala di negara-negara berkembang, terutama masalah infrastruktur dan kemudahan berbisnis. Peraih gelar master dari Surrey University di Inggris itu lantas mencontohkan Indonesia yang getol membangun infrastruktur, tetapi terkendala pendanaan.
“Kemampuan pemerintah membiayai infrastruktur hanya 30 persen,” tuturnya.
Karenanya, Indonesia juga membutuhkan investor asing untuk masuk di bidang infrastruktur. Hanya saja, katanya, upaya menggaet investasi juga bukannya tanpa hambatan.
“Kendala bagi investasi adalah regulasi,” sebutnya.
Arief menuturkan, indeks tingkat kemudahan berbisnis atau ease doing business di negara-negara berkembang memang sangat rendah. Hal yang sering menyulitkan investor adalah masalah perizinan.
Karenanya Arief menegaskan, Pemerintah Indonesia terus membenahi pelayanan di bidang perizinan. Harapannya investasi asing di bidang infrastruktur pun bisa mengalir kencang.
“Jadi kami harus memperbaiki tingkat kemudahan berbisnis. Kami harus membenahi regulasi terlebih dahulu untuk memudahkan investasi di bidang infrastruktur. Kami menyadari bahwa tidak mudah memperoleh izin di negara-negara berkembang. Karenanya kami butuh dukungan agar level ease doing business semakin baik dan mudah,” pungkasnya. (*)
Dieng Culture Festival (DCF) 2017 akan digelar 4-6 Agustus 2017. Masih ada waktu untuk merencanakan wisata ke sana.
“Banyak yang baru dalam gelaran DCF tahun ini. Kami siapkan banyak kejutan. Silakan agendakan hadir di Dieng pada Jumat-Minggu di pekan pertama bulan Agustus,” ujar Ketua Panitia DCF Alif Fauzi di kediamannya Dieng (26/4).
Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah menetapkan Dieng sebagai KSPN. Selain itu ada Borobudur, Kep Karimunjawa dan Sangiran.
Alif menambahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Kulon sebagai pemrakarsa sekaligus penyelenggara DCF terus mematangkan persiapan DCF 2017. Pendekatan-pendekatan terhadap pengisi acara dari luar Dieng maupun konsolidasi internal di kepanitiaan. Para pengisi dari Dieng Kulon juga mulai melakukan latihan-latihan untuk pentas.
Alif yang juga ketua Pokdarwis Dieng Kulon lantas menyebutkan hal-hal baru dalam pelaksanaan DCF 2017 ini. Dia menyebut dalam DCF selalu ada “festival dalam festival”. Dan untuk festival dalam DCF 2017 adalah Festival Caping Gunung. Festival ini melibatkan pengunjung untuk aktif.
“Bagi pengunjung yang membeli tiket bersuvenir, maka kami bagi 1 caping dan 1 kuas. Lalu kami sediakan cat warna-warni. Silakan suvenir caping tersebut dihias. Yang terbaik akan mendapatkan apresiasi dari kami,” terang Alif.
Yang juga baru dalam DCF 2017 ini adalah pergelaran Sendratari Rambut Gembel yang dimainkan oleh warga Dieng. Sendratari Rambut Gembel ini bekerja sama dengan ISI Surakarta. Berdurasi sekitar 1 jam. “Untuk yang pertama ini 50% pemain lokal 50% pemain dari ISI. Ke depannya, semoga bisa seluruhnya warga Dieng,” tambah pemilik Acasia Homestay ini.
Hal yang baru lagi dalam DCF 2017 adalah seminar atau workshop. Seminar ini diberi tajuk “Kongkow Budaya.” Membincangkan persoalan-persoalan budaya dan pariwisata di Dieng.
foto: 3.bp.blogspot.com
Sedangkan kejutan yang dihadirkan menyangkut artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan. Panitia DCF berkomitmen untuk tidak mem-publish siapa artis yang akan tampil dalam DCF ini. Hal yang sama juga dilakukan pada tahun lalu. Hingga hari H tak ada yang tahu kalau Anji Drive yang tampil. Pemilik Almond Homestay yang ditempati Anji pun tidak tahu.
“Untuk tahun ini pun kami simpan rapat-rapat artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan 2017. Kami ingin orang hadir ke DCF bukan karena artisnya, bukan mengejar artisnya. Tapi ke Dieng karena DCF dan mendapat kejutan suguhan artis kelas atas,” ujar Alif yang didampingi sekretaris panitia DCF.
Menurut Alif, Kementerian Pariwisata juga akan memberi kejutan dengan membantu menghadirkan artis penyanyi jazz. Siapa yang hadir, juga masih rahasia. “Kalau mau terkejut-kejut agendakan saja ke Dieng pada tanggal 4-6 Agustus itu,” lagi-lagi Alif berpromosi.
Selain yang diuraikan di atas, Dieng Culture Festival 2017 dengan tema The Spirit of Culture berisikan sejumlah acara. Di antaranya Ritual Cukur Rambut Gembel, Akustik Atas Awan, Kirab Budaya, Parade Kesenian, Pesta Lampion, Ekspo UKM dan Purwaceng.
Lokasi kegiatan semuanya di seputaran Komplek Candi Arjuna, Dieng Banjarnegara. DCF ini sudah menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. (*)