Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13373

Jadwalkan untuk Hadiri Dieng Culture Festival 2017

0

Dieng Culture Festival (DCF) 2017 akan digelar 4-6 Agustus 2017. Masih ada waktu untuk merencanakan wisata ke sana.

“Banyak yang baru dalam gelaran DCF tahun ini. Kami siapkan banyak kejutan. Silakan agendakan hadir di Dieng pada Jumat-Minggu di pekan pertama bulan Agustus,” ujar Ketua Panitia DCF Alif Fauzi di kediamannya Dieng (26/4).

Menteri Pariwisata Arief Yahya sudah menetapkan Dieng sebagai KSPN. Selain itu ada Borobudur, Kep Karimunjawa dan Sangiran.

Alif menambahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Kulon sebagai pemrakarsa sekaligus penyelenggara DCF terus mematangkan persiapan DCF 2017. Pendekatan-pendekatan terhadap pengisi acara dari luar Dieng maupun konsolidasi internal di kepanitiaan. Para pengisi dari Dieng Kulon juga mulai melakukan latihan-latihan untuk pentas.

Alif yang juga ketua Pokdarwis Dieng Kulon lantas menyebutkan hal-hal baru dalam pelaksanaan DCF 2017 ini. Dia menyebut dalam DCF selalu ada “festival dalam festival”. Dan untuk festival dalam DCF 2017 adalah Festival Caping Gunung. Festival ini melibatkan pengunjung untuk aktif.

“Bagi pengunjung yang membeli tiket bersuvenir, maka kami bagi 1 caping dan 1 kuas. Lalu kami sediakan cat warna-warni. Silakan suvenir caping tersebut dihias. Yang terbaik akan mendapatkan apresiasi dari kami,” terang Alif.

Yang juga baru dalam DCF 2017 ini adalah pergelaran Sendratari Rambut Gembel yang dimainkan oleh warga Dieng. Sendratari Rambut Gembel ini bekerja sama dengan ISI Surakarta. Berdurasi sekitar 1 jam. “Untuk yang pertama ini 50% pemain lokal 50% pemain dari ISI. Ke depannya, semoga bisa seluruhnya warga Dieng,” tambah pemilik Acasia Homestay ini.

Hal yang baru lagi dalam DCF 2017 adalah seminar atau workshop. Seminar ini diberi tajuk “Kongkow Budaya.” Membincangkan persoalan-persoalan budaya dan pariwisata di Dieng.

foto: 3.bp.blogspot.com

Sedangkan kejutan yang dihadirkan menyangkut artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan. Panitia DCF berkomitmen untuk tidak mem-publish siapa artis yang akan tampil dalam DCF ini. Hal yang sama juga dilakukan pada tahun lalu. Hingga hari H tak ada yang tahu kalau Anji Drive yang tampil. Pemilik Almond Homestay yang ditempati Anji pun tidak tahu.

“Untuk tahun ini pun kami simpan rapat-rapat artis yang akan tampil dalam Jazz Atas Awan 2017. Kami ingin orang hadir ke DCF bukan karena artisnya, bukan mengejar artisnya. Tapi ke Dieng karena DCF dan mendapat kejutan suguhan artis kelas atas,” ujar Alif yang didampingi sekretaris panitia DCF.

Menurut Alif, Kementerian Pariwisata juga akan memberi kejutan dengan membantu menghadirkan artis penyanyi jazz. Siapa yang hadir, juga masih rahasia. “Kalau mau terkejut-kejut agendakan saja ke Dieng pada tanggal 4-6 Agustus itu,” lagi-lagi Alif berpromosi.

Selain yang diuraikan di atas, Dieng Culture Festival 2017 dengan tema The Spirit of Culture berisikan sejumlah acara. Di antaranya Ritual Cukur Rambut Gembel, Akustik Atas Awan, Kirab Budaya, Parade Kesenian, Pesta Lampion, Ekspo UKM dan Purwaceng.
Lokasi kegiatan semuanya di seputaran Komplek Candi Arjuna, Dieng Banjarnegara. DCF ini sudah menjadi agenda tahunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara. (*)

Wali Manggung di Batam, sebuah Cara Sedot Wisman Singapura dan Malaysia

0

Grup Band Wali di Sumatra Convention Centre, Batam, 29 April 2017.

“Musik itu universal. Dan kebetulan, Wali punya basis fans yang besar di Singapura dan Malaysia. Itu sebabnya kami goda di area Kepri yang 3A-nya relatif sudah kuat. Wali untuk bisa  sebanyak mungkin wisman di wilayah perbatasan,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Pria peraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 tersebut memang sudah sering membuktikan keampuhan musik di wilayah perbatasan. Di Atambua, Kemenpar sukses mendatangkan ribuan wisman Timor Leste setelah memboyong mantan vokalis band Cokelat, Kikan.

Papua juga ikutan heboh setelah Kemenpar memboyong Steven Jam. Sementara di Aruk, Kalimantan Barat, lautan manusia ‘tumpah’ di wilayah perbatasan setelah Kemenpar mendatangkan Linda Moy. Sanggau juga sama. Lapangan Komplek Sabang Merah yang berkapasitas 15.000 orang penuh sesak didatangi warga Kuching, Serawak, Malaysia, setelah Kemenpar mendatangkan Siti Badriah.

Pada festival lainnya di Batam, hasilnya juga sama. Saat peryaan Hari Ibu di Singapura pada 2016 silam, Hetty Koes Endang yang diboyong Kemenpar sukses mendatangkan 635 warga Singapura ke Batam. Ratusan warga ini sampai rela menyewa dua kapal ferry dan 20 bus hanya untuk menyaksikan pertunjukan musik pelantun lagu “Tak Ingin Sendiri” itu.

“Untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal dan musik adalah salah satu jawabannya. Kekuatan musik sangat dahsyat. Apalagi yang datang band papan atas Indonesia yang lagu-lagunya sering diputar di radio-radio Singapura dan Malaysia,” ujar Arief.

Hal itu ikut diamini Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti. Saat didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri, Esthy menjelaskan, dipilihnya Wali Band merupakan hasil analisa dan survei yang sangat matang. Siapa yang tidak kenal dengan tembang-tembang hits Wali? Dari mulai Dik, Cari Jodoh, Jodi, Tomat (Tobat Maksiat), Aku Bukan Bang Thoyib, hingga Baik Baik Sayang, sudah sering merajai tangga musik di Singapura dan Malaysia. Saking hitsnya, album keempat Wali yang bertajuk ‘Doain Ya Penonton’ dirilis di dua negara, Malaysia, dan Singapura.

Ditambah lagi, prestasinya sudah seabrek jumlahnya. Dari mulai Penghargaan 13 th AMI Awards untuk I-Ring Terbanyak tahun 2010, SCTV Music Award untuk Lagu Paling Ngetop tahun 2010, Penghargaan 15 th TELKOMSEL untuk The Best Artist Of Digital Music 2009-2010, hingga Penghargaan Museum Rekor Dunia-Indonesia atas rekor Perolehan RBT terbanyak dalam waktu 4 bulan pada Maret 2010, sudah berhasil disambar Wali.

“Wali memang sudah sangat dikenal di Malaysia dan Singapura. Itu bisa menjadi starting point untuk menumbuhkan gairah pariwisata ke border area,” jelas Esthy yang ikut diamini Gayatri.

Di event crossborder ini, Esthy tidak bekerja sendirian. Selain tim Kementerian Pariwisata, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Singapore dan Sahar Travel Singapore, juga ikut membantu terlaksananya even tersebut.

“Kalau tahun lalu bisa mendatangkan 635 wisman Singapura, di edisi 2017 bidikannya naik jadi 900 wisman. Dukungan band Wali ini bisa menjadi endorser untuk menarik orang-orang  Melayu Singapore datang ke Batam,” timpal Sulaiman Shehdek, VITO Singapura.

Kalimantan Utara Pilih Slank sebagai Duta Wisata

0

Pemprov Kaltara untuk menjadikannya grup musik Slank sebagai duta pariwisata.

Ya, siapa yang tidak kenal Band Slank? Grup band yang beranggotakan  Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar) itu dinobatkansebagai duta wisata pada saat peringatan HUT ke 4 Kalimantan Utara (Kaltara).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esty Reko Astuti mengapresiasi Slank yang dijadikan endorses bagi pariwisata di Kaltara.

“Kita harus mengakui, jika brand kita itu belum kuat, maka harus dibantu endorser yang lebih kuat dari brand tersebut untuk membantu mempromosikannya,” ujar Esthy di Jakarta.

Esthy juga berharap, jika pariwisata di Kaltara akan terus berkembang dengan pesat.

“Ini akan berjalan dengan cepat, ketika strategi medianya benar lalu digabungkan dengan endorser yang potensial. Ketika mereka berkunjung, selain ada medsos, media konvensional dan own media lakan memberitakan, sehingga semua sektor tadi akan berjalan,” ujarnya.

Asisten Bidang Ekonomi Pemprov Kaltara, Syaiful Herman dalam keterangan persnya mengatakan, Keberadaan Slank di Tanjung Selor Kabupaten Bulungan memberikan hiburan kepada masyarakat di daerah itu dalam rangka memperingati HUT Kaltara yang ke-4.

“Grup band Slank telah memberikan hiburan yang cukup meriah kepada masyarakat Kaltara yang pentas di Lapangan Agathis Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan,” katanya, Kamis (27/4).

Ia menegaskan, Kaltara membutuhkan energi untuk mengejar ketertinggalan, maka peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan termasuk grup musik seperti Slank. Berkaitan dengan didaulatnya menjadi duta pariwisata. “Pemprov Kaltara sangat mengharapkan didapuknya Slank menjadi duta pariwisata, sektor pariwisata Kaltara dapat terangkat,” ucap Syaiful Herman.

Tidak hanya menyuarakan lagu-lagu bernuansa politik, Slank juga sangan peduli dengan keindahan potensi pariwisata di Indonesia. Seperti diketahui, beberapa judul lagu Slank juga mengangkat tentang potensi pariwisata di Indonesia seperti; Tepi Campuhan, Bali Bagus, Lembah Baliem, Indonesia WoW. Pada kesempatan itu, Slank mendapatkan piagam penghargaan yang diserahkan istri Gubernur Kaltara, Rita Ratina Irianto Lambrie.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, jika pertunjukkan musik itu sangat efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat, terutama untuk menularkan semangat nasionalisme yang kuat terhadap penikmatnya.

“Slank sebagai messenger bukan sekedar musicians, karena Slank adalah sebuah komunitas yang  sejak dulu sangat peduli terhadap isu sosial yang dituangkan melalui musik. Slank memiliki pengaruh kuat untuk mengajak masyarakat terutama kaum muda agar peduli terhadap keragaman seni dan wisata di Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Rennaldy Protono, Siswa SMK Ciptakan Aplikasi Wisata Belitung

0
foto: bwsuitebelitung.com

Siswa kelas XI SMKN 1 Tanjungpandan, Bangka Belitung,  Rennaldy Protono, berinovasi menciptakan aplikasi android “Wisata Belitung”.

Aplikasi Wisata Belitung ini rencananya akan diikutkan pada ajang pemeran nasional tingkat SMK “Pameran Inovasi Produk SMK” di Solo, 14 Mei 2017. Di Solo nanti, Rannaldy akan hadir mewakili Bangka Belitung.

“Tampilan aplikasi ini sederhana, terdapat empat content aplikasi seperti destinasi wisata, hotel, restoran dan travel. Aplikasi ini akan memudahkan wisatawan menuju objek wisata yang ada di Bangka Belitung. Semua dapat dilihat di aplikasi ini,” kata remaja kelahiran 3 September 1999 ini.

Pada aplikasi android pertama yang dibuatnya ini, Rennaldy memilih monumen perjuangan Tugu Lima Pahlawan yang berada di pusat kota Tanjungpandan sebagai icon aplikasi Wisata Belitung.

Remaja yang berpengalaman membuat sistem aplikasi penerimaan siswa baru dan perpustakaan SMKN 1 Tanjungpandan itu optimistis karyanya ini akan bermanfaat bagi industri pariwisata. Apalagi, Tanjung Kelayang yang ada di Bangka Belitung sudah menjadi destinasi wisata prioritas dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

“Aplikasi ini masih terus dikembangkan atau disempurnakan. Saya yakin ini akan bermanfaat bagi wisatawan yang datang ke Bangka Belitung,” pungkas Rennaldy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya senang dengan action nyata yang telah dilakukan Rennaldy tadi. Menurutnya, mendigitalkan pariwisata sudah merupakan suatu keharusan.

Menpar Arief Yahya sejak Rakornas Oktober 2016  menggelindingkan ide program Go Digital Be The Best. Seperti bola salju yang membesar, menggulung dan mempengaruhi apa saja yang ada di sekelilingnya.

Sampai sampai Menteri Pariwisata Thailand Kopkarn Wattanavrangkul minta sesi khusus belajar “go digital” nya Arief Yahya. Bahkan Sekjen UNWTO Taleb Rifai, “dewanya” pariwisata dunia, meminta Mantan Dirut PT Telkom itu untuk berbagi ilmu, berbagi solusi, menjadi narasumber di berbagai seminar pariwisata dunia.

“Gaya hidup wisatawan berubah. Mulai dari mencari dan melihat-lihat informasi (look), kemudian memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay), semua sudah via digital. Jangan lupa, 70% wisman melakukan search and share menggunakan media digital,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Ini Pesan Habibie untuk Pemangku Kepentingan di Batam

0

batampos.co.id – Presiden ketiga Republik Indonesia yang juga mantan Ketua Otorita Batam (OB), BJ Habibie, menyayangkan masih banyaknya perdebatan antarpemangku kebijakan di Batam. Menurut dia, situasi ini justru akan merugikan iklim investasi di Batam.

Kata Habibie, semua pihak-khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam-harus sama-sama memikirkan bagaimana Batam semakin maju. Untuk itu, daripada sibuk berdebat, Habibie mengajak semua pihak memperbanyak peran dan sumbangsihnya untuk pembangunan Batam di semua sektor.

”Waktu kita sama-sama 24 jam. Pertanyaannya, kita apakan 24 jam itu? Kalau ngomong saja, debat saja, kapan selesainya,” kata Habibie saat menyambangi kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Batam di Batamcenter, Kamis (27/4/2017).

Habibie mengingatkan penting dan strategisnya posisi Batam bagi Indonesia. Sejak awal dikembangkan, Batam dirancang sebagai ujung tombak pembangunan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi.

”Batam itu ujung tombak pembangunan Indonesia,” kata dia.

Semangat membangun Batam sebagai lokomotif ekonomi dalam negeri ini sudah ia usung sejak ditunjuk Presiden Soeharto sebagai Ketua OB. ”Saya bilang ke Soeharto, kalau (Batam) hanya jadi gudang saya tak mau. Kalau mau kembangkan Batam, ya harus setara Singapura,” kenang dia.

Untuk itu, secara khusus dia meminta ke Soeharto agar difasilitasi untuk bertemu dengan perdana Menteri Singapura kala itu, Lee Kuan Yew, guna membicarakan rencana pembangunan Batam. Dalam pertemuan tersebut Singapura berharap agar Habibie tidak membangun kawasan perjudian kasino di Batam

”Rudi (nama kecil Habibie, red), kamu bisa buat apa saja di Batam, asal jangan perjudian,” ucapnya menirukan pesan Lee Kuan Yew.

Habibie lantas mempertanyakan harapan tersebut. Lee Kuan Yew kemudian menjawab. ”Kalau Anda buat perjudian, saya susah. Karena warga saya sebagian besar Cina, mereka kalau sekali main judi main terus,” ucap dia, kembali menirukan percakapannya dengan Lee Kuan Yew saat itu.

Tanpa berpikir panjang, Habibie lantas mengiyakan permintaan Lee Kuan Yew. Menurut Habibie, dalam mengembangkan Batam juga harus bersinergi dengan negara tetangga. Bukan malah sebaliknya, menabur permusuhan.

”Kita harus pandai-pandai kerja sama, tentu dalam konteks saling membutuhkan,” katanya.

Selain kerja sama dengan negara tetangga, Habibie juga mengingatkan pentingnya persatuan dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat maupun antarwarga. ”Tidak bisa kita bilang Batam ini milik suku A atau suku B. Batam milik kita, milik bangsa Indonesia,” katanya.

Untuk itu, agar sumbangsih Batam bagi Indonesia tetap terjaga, dia berharap seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat dapat berkontribusi nyata bagi Batam.

Dalam kesempatan itu dia berpesan, setiap orang harus menanamkan dalam dirinya agar berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara, tidak terkecuali warga Batam. ”Saya tidak pernah rencanakan jadi ketua Otorita Batam maupun Presiden. Dulu saya hanya ingin berbuat sesuatu untuk bangsa ini,” kenangnya.

Tokoh kelahiran Pare-pare, Sulawesi selatan, ini juga mengajak agar generasi muda punya cita-cita yang tinggi dalam pembangunan. Dengan demikian, semua pihak akan memikirkan apa hal terbaik yang bisa diberikan kepada bangsa ini.

BJ Habibie juga menggelar pertemuan tertutup dengan para pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam di lantai delapan kantor BP Batam, Kamis (27/4) sore. Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, mengatakan dalam pertemuan itu Habibie menyampaikan beberapa pesannya tentang pembangunan Batam.

”Harapan beliau, membangun Batam ini (harus) sesuai tujuan awal. Ini sekarang yang dibangun,” kata Gusmardi, kemarin.

Selebihnya, dalam pertemuan yang digelar mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB tersebut, BJ Habibie lebih banyak bercerita tentang masa-masa awal pembangunan Batam. ”Nostalgia. Cerita-cerita lama bagaimana Batam ini dulu dibangun,” kata Gusmardi.

Usai pertemuan di lantai delapan itu, Habibie bertemu dengan ratusan pegawai BP Batam di lantai tiga gedung BP Batam. Dalam pertemuan itu dia memang tak banyak menyinggung isu-isu ekonomi di Batam. Dia hanya mengenang Batam saat ia menjadi Ketua Otorita Batam pada 1978 hingga Maret 1998. ”(Kantor BP Batam) ini kami yang bangun,” ucap Habibie di depan ratusan pegawai BP Batam.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengenang Batam saat itu masih berupa hutan dan hanya dihuni 6 ribu jiwa, yang sebagian besar adalah nelayan. ”Sekarang sudah banyak, 1,3 juta orang,” ujarnya.

Kepada pegawai, dia berharap terus meningkatkan kinerja. Dia percaya, kepemimpinan Hatanto Reksodiputro dapat lebih baik jika dilakukan dengan semangat membangun dan mengerahkan seluruh potensi.

”Hatanto harus lebih dari saya dan saya yakin beliau lebih baik dari saya. Mari kerja keras tak kenal lelah, lakukan secara profesional,” harapnya. (cr13)

Bangun Dua Jalan Lingkar, Pemko Ajukan Dana Rp 300 M ke Pusat

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam telah mengajukan anggaran sebesar Rp 300 miliar kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pembangunan dua jalan lingkar (ring road) di Batam.

Kedua jalan itu akan menghubungkan Patam Lestari, Sekupang ke kawasan Jodoh serta Batamcenter menuju bandara atau SMAN 3 Batam. “Ring road Sekupang-Nagoya 4 kilometer, dan Batamcenter- Bandara 6,7 kilometer,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, Kamis (27/4/2017).

Dia menjelaskan, untuk ring road Batamcenter-Bandara tengah menunggu ketersediaan anggaran dari pusat. Untuk Detail Engineering Desain (DED) telah selesai dan tim dari pusat sudah turun meninjau lokasi. “Mereka sudah setuju, tinggal menunggu dana saja,” ujarnya.

Proyek multi years ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang terjebak kepadatan arus lalu lintas, terutama di waktu-waktu sibuk seperti berangkat dan pulang kerja. Sedangkan untuk jalan lingkar yang nantinya menghubungkan Patam Lestari, Sekupang dengan Jodoh, Nagoya masih menunggu APBD-P untuk pembuatan DED.

Yumasnur memperkirakan, pembangunan fisik jalan lingkar ini akan dimulai pada awal tahun 2019 mendatang. “Prosesnya cukup panjang, selain menyelesaikan DED, juga harus ada kajian lingkungan yang nanti akan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam,” jelas Yumasnur.

Dia berharap rencana ini bisa disetujui pemerintah pusat, dan anggaran yang dibutuhkan tersedia. “Kita sangat bergantung dari anggaran pusat, karena PAD kita sendiri tidak sanggup menangani dua proyek ini. Kalau kita yang handel semua bisa membutuhkan waktu hingga puluhan tahun,” ungkap Yumasnur. (cr17)

Sriwijaya Buka Rute Baru, Makassar ke Semarang PP

0

Sriwijaya dengan membuka rute baru yakni rute Makassar ke Semarang PP.

Rute baru ini merupakan penerbangan langsung dan akan dilayani satu kali setiap hari mulai 28 April 2017 mendatang. Hadirnya rute baru Sriwijaya Air ini nantinya akan memberikan kemudahan dan mempersingkat waktu perjalanan seluruh pelanggan karena tidak perlu singgah atau berhenti di kota lainnya terlebih dahulu.

Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono mengatakan, hadirnya rute baru ini dalam rangka memberikan pelayanan terbaiknya kepada para pelanggan yang hendak melakukan perjalanan dari Makassar ke Semarang maupun sebaliknya.

“Dengan beroperasinya rute baru ini maka jumlah layanan penerbangan dari Makassar maupun Semarang bertambah,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (26/4).

Sementara itu, Agus memaparkan, hingga saat ini Sriwijaya Air tercatat memiliki 19 destinasi yang diterbangkan dari Makassar. Destinasi yang dimaksud yakni Makassar menuju Semarang, Denpasar, Banjarmasin, Jakarta, Surabaya, Palu, Gorontalo, Ternate, Sorong, Kendari, Ambon, Biak, Jayapura, Luwuk, Balikpapan, Manokwari, Timika, Merauke dan Yogyakarta. Sedangkan untuk layanan penerbangan Sriwijaya Air dari Semarang yakni menuju Makassar, Surabaya dan Jakarta.

Maskapai Sriwijaya bukannya tanpa alasan menambahkan rute baru ini. Agus menjelaskan jika arus perjalanan antara dua kota tersebut cukup tinggi. Disatu sisi, berkembangnya Semarang sebagai destinasi wisata dan perannya sebagai salah satu kota pelajar di Indonesia, cukup banyak mengundang perhatian dan diminati oleh para akademisi maupun wisatawan asal Makassar dan sekitarnya.

“Begitu juga untuk arus sebaliknya, jumlah pekerja asal Semarang yang mencari nafkah di Makassar maupun beberapa kota lain di bagian timur Indonesia terhitung cukup banyak,” ucap Agus.

Diresmikannya rute baru Makassar Semarang PP milik Sriwijaya Air, tambah Agus, diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan ekonomi nasional dan industri pariwisata, serta menjadi tonggak bagi arus orang dan barang di Indonesia.

“Penerbangan dari Semarang ke Makassar memiliki jaringan penerbangan lanjutan ke berbagai destinasi Sriwijaya Air yang ada di tanah Papua maupun wilayah timur lainnya. Dengan demikian, jarak dari Semarang ke bagian paling ujung Indonesia menjadi lebih dekat,” ujar Agus lagi.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya yang sedang melakukan kunjungan kerja di Bangkok dan Phuket, mengapresiasi pembukaan rute baru Semarang-Makassar dari Maskapai Sriwijaya Air.

Apa yang dilakukan Sriwijaya ialah bagian dari spirit Indonesia Incorporated yang disuarakan Menpar Arief Yahya.

“Pariwisata itu punya prospek paling cerah. Karenanya program prioritas Kemenpar harus didukung. Khusus air connectivity, saya juga berharap, Sriwijaya terus mengemabangkan banyak rute terutama di 10 destinasi prioritas,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dalam teori manapun, Menteri asal Banyuwangi ini menjelaskan, jika air connectivity atau jembatan udara memang sangat krusial. Sangat urgent untuk disentuh. Faktanya, 75% wisatawan masuk ke tanah air dengan airlines. Lalu 24% dengan penyeberangan, dan 1% di perbatasan.

“Kecuali Batam dan Bintan yang ada Kepri, semua wisman masuk lewat udara. Langkahnya sudah tepat. Perbanyak direct flight ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya 10 Bali Baru,” katanya. (*)

 

Tikam Ketua RW, Andi Dituntut 3 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Terdakwa Andi Iswandi dituntut tiga tahun penjara atas perkara penikaman yang dilakukannya ke ketua RW 05 Bengkong, Bustanul, Desember 2016 lalu.

Jaksa penuntut umum (JPU) Rosmarlina mengatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar hukum sesuai pasal 351 ayat (2) KUHP. “Terdakwa melakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka-luka berat,” ujarnya, dihadapan majelis hakim yang dipimpin Syahrial, Kamis (27/4).

Diketahui, terdakwa yang merupakan warga di sekitar fasilitas umum (fasum) Bengkong Kolam ini, terlibat cekcok dengan korban tentang pengelolaan air minum. Terdakwa menolak rencana dari ketua RW-nya itu, hingga terjadi perdebatan.

Tak lama kemudian, terdakwa terbawa emosi dan mengeluarkan pisau dari pinggangnya lalu menikam leher (kanan) korban. Korban yang sudah bersimbah darah berusaha melarikan diri namun terdakwa terus mengejar dengan tangan kanan yang masih memegang pisau miliknya.

Karena terjadi di depan umum, warga segera menyelamatkan korban yang langsung dilarikan ke RS Budi Kemuliaan. Setelah penikaman itu, terdakwa langsung menyerahkan diri ke pihak berwajib untuk di proses lebih lanjut.

Terhadap tututan JPU, terdakwa yang didampigi dua penasehat hukumnya itu akan mengajukan pembelaan secara tertulis. “Izinkan saya membela diri secara tertulis yang mulia,” pinta terdakwa.

Majelis hakim kembali menjadwalkan persidangan terdakwa Andi Iswandi dengan agenda pembelaan (pledoi), pekan depan. (nji)

Inacraft 2017, Ajang Bergandengan Tangan Antara Pariwisata dengan Usahawan Souvenir

0

Kementerian Pariwisata menggelar seminar pada ajang INACRAFT 2017.

Tema seminar itu ialah Identity of Traditional Craft  & Local WIsdom, In Modern Lifestyle.

Wirausahawan, UKM, anggota AHPADA, BPD/BPC ASEPHI, pekerja seni, pengamat handicraft hingga akademisi, semua diajak bergotong royong membangun pariwisata.

“Iya, semua kami ajak sama-sama membangun pariwisata. Handicraft domainnya memang ada di Kementerian KUKM. Tapi saat sudah mulai dipamerkan, dikomersialisasi, dan dipromosikan untuk memperkuat destinasi wisata, sudah menjadi tugas dan wilayah Kemenpar. Dua-duanya harus saling support karena pariwisata menjadi core business Indonesia,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Kamis (28/4).

Dan kebetulan, kata kunci pariwisata adalah penyumbang PDB, Devisa dan lapangan kerja yang paling mudah, murah dan cepat.

PDB  pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Kedua, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan trend naik sampai 6,9%, jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan.

Ketiga, devisa pariwisata USD 1 Juta, menghasilkan PDB USD 1,7 Juta atau 170%. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya.

Bahkan sampai urusan tenaga kerja, sektor Pariwisata juga terlihat sangat oke. Saat ini sumbangsihnya menyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau sebesar 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun.

“Itu sebabnya semua lini kami ajak bergotong royong membangun pariwisata. Pak menteri sering menyebutnya sebagai Indonesia Incorporated,” ungkapnya.

Tanggapan peserta seminar? Sangat positif. Muhammad Romi Oktabirawa misalnya. Pengrajin sekaligus pengusaha batik tulis asal Pekalongan itu mengaku siap membangun pariwisata lewat usaha batiknya.

“Batik itu punya literasi cerita-cerita budaya, kisah atau mitos pembuatannya. Ini yang akan kami bangun. Kekuatannya ada di story telling. Ini bisa jadi senjata pamungkas bila dikolaborasikan dengan pariwisata,” ungkapnya.

Romi menilai story line itu penting sebagai content materi promosi. Banyak contoh destinasi yang awalnya bukan apa-apa, tidak banyak dikenal, tetapi tiba-tiba meldak setelah dieksplorasi dan dibuat ceritanya dengan baik.

“Bali dengan ciri khas budaya dalam wisatanya, Belitung dengan Laskar Pelangi, New Zealand dengan Lord of The Ringnya, Jeju Island Korea dengan ceritanya, semua bisa dikenal karena punya story telling yang kuat. Ini yang ingin saya bangun di Pekalongan,” jelas dia.

Okke Rajasa juga sama. Istri mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu mengaku siap mendukung mendukung pariwisata Indonesia lewat Citra Tenun Indonesia (CTI).

“Pariwisata pasti kami support. Tenun tradisional Indonesia yang dipadu padankan dengan kain batik punya nilai ekonomis yang tinggi dan banyak diminati oleh berbagai kalangan, termasuk wisatawan,” ungkapnya.

Menpar Arief Yahya ikut mengapresiasi dukungan berbagai kalangan tadi. Indonesia, menurut dia kuat fashion batiknya, tangguh di handicraftnya. Dan hal itu, sudah diperkenalkan melalui festival dan carnaval yang sudah punya karakter, seperti Jember sebagai pionir dan Banyuwangi dengan ethno-nya.

“Industri batik dan handicraft adalah industri kreatif yang sudah lama hidup dan berkembang di Indonesia,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Arief Yahya mengingatkan agar promosinya dilakukan dengan baik dan lebih gencar, agar bisa mengundang wisatawan mancanegara dan nusantara.

“Kalau perlu dorong INACRAFT ke level Asia, bahkan dunia. Skalanya dibuat global agar bisa mengundang wisatawan mancanegara dan nusantara,” sebut Arief Yahya. (*)

Tanjungpinang Kirim 16 Qori dan Qoriah

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan akan mengirimkan 16 qori dan qoriah terbaiknya untuk mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) 2017 Tingkat Kepri. Mereka semua akan dilatih terlebih dahulu agar lebih fokus bertanding dalam perlombaan bergengsi tersebut.

“Sebelum kita kirim. Mereka akan ikuti training center dari 23 April sampai 2 Mei mendatang di Hotel Sunrise City Tanjungpinang,” ujar Lis ketika diwawancarai, Kamis (27/4).

Melalui training center ini, kata Lis mampu meningkatkan kemampuan dan keahlian membaca Alquran, memantapkan kaedah Alquran, dan menguatkan mental para peserta. Sehingga keikutsertaan mereka juga mampu mewujudkan rasa kecintaannya terhadap Alquran.

Sedangkan cabang yang akan diikuti peserta, lanjut Lis yaitu Tartil Alquran, Tilawah anak golongan putra dan putri, Tilawah dewasa golongan putra dan putri, Hafis Alquran golongan 1 juss, 10 juz, 20 juz dan 30 juz serta Tafsir Bahasa Arab dan kompang.

“Mereka harus bisa membaca Alquran mengikuti kaedah melafaskannya dan dilantukan dengan suara merdu, indah serta penuh irama. Dengan begitu isi kandungan Alquran dapat dipahami,” bebernya.

Lis berharap para peserta yang dikirm harus sudah siap baik kemampuan dan mentalnya. Kemudian juga dapat mengharumkan Kota Tanjungpinang ditingkat Kepri dengan meraih prestasi ditiga cabang yang diikuti.

“Tampilah lebih baik dari tahun sebelumnya dan buatlah nama daerah ini harum ditingkat Kepri bahkan nasional,” ungkapnya. (ary)