Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 13378

Gaji Ratusan Karyawan Perusda Belum Dibayar

0
Wakil Bupati Natu Ngesti Yuni Suprapti membawas persoalan perusda bersama DPRD, Kamis (12/5). Aulia Rahman/batampos.

batampos.co.id – Kondisi keuangan Perusahaan Daerah sejak tahun 2016 lalu yang terseok-seok tidak hanya merumahkan ratusan karyawan. Namun hingga saat ini Perusda belum memenuhi kewajiban membayarkan pasangon karyawan yang dirumahkan.

Pelaksanan Direktur Utama (Dirut) Perusda Natuna Ilham Kauli mengatakan, persoalan Perusda dalam kondisi keuangan yang sudah kolaps masih besar. Tidak hanya membenah manajemen yang tidak sehat. Namun piutang pasangan karyawan yang cukup besar belum dilunasi.

“Ada ratusan karyawan yang di PHK, karena Perusahaan sudah tidak mampu lagi menggaji. Sejak program subsidi listrik yang dikelola Perusda dicabut. Memang langkah mengurangi jumlah karyawan sangat berat, tetapi sangat penting. Mereka juga tidak dibayarkan gaji,” kata Ilham kemarin.

Ilham mengatakan, tidak hanya pasangan karyawan yang belum dilunasi. Namun sisa gaji mereka sebelum di PHK juga belum dibayarkan Perusahaan. Bahkan saat ini pun Direksi dan karyawan Perusda belum diberikan gaji.

“Pesangon karyawan ada miliaran yang harus dilunasi. Dan itu tanggung jawab perusahaan. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, tetapi tidak bisa dibebankan dari APBD,” kata Ilham.

Menurut Ilham, salah satu solusi melunasi hutang pesangon karyawan adalah melalui penjualan aset Perusda. Mudah-mudahan dengan ditunjuk Dirut defenitif nanti, dapat membuat kebijakan yang tepat dan trobosan menyehatkan kembali Perusda yang sudah kolaps.

“Persoalannya, aset produktif sekarang hanya pasar yang dikelola Perusda. Punya kapal tangkap tapi belum berdayakan,” ujar Ilham.(arn)

Pemkab Siapkan Anggaran Rp32 Miliar

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq meletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Islamic Center di Kundur, beberapa waktu lalu.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun tahun ini menyiapkan anggaran puluhan miliar, baik yang bersumber dari APBN dan APBD. Sebagian besar anggaran yang disiapkan tersebut untuk membangun jalan aspal baru, peningjkatan jalan lama sampai dengan membangun Islamic Center di Kundur.

”Tahun ini, memang ada proyek-proyek startegis yang dianggarkan menggunakan APBD dan APBN, khususnya dari dana alokasi khusus (DAK). Baik itu di ibukota Kabupaten Karimun atau di luar yang besarannya Rp 32 miliar,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karimun, Zulfan kepada Batam Pos, Sabtu (13/5).

Untuk tahun ini, untuk membangun jalan aspal baru ada di dua daerah. Yakni, di Kecamatan Moro disiapkan anggaran Rp18 miliar. Kemudian, juga di Kecamatan Tebing. Tepatnya di jalan masuk menuju ke Markas Brimob Kompi 4 Den A Pelopor Polda Kepri yang terletak di Teluk Lekop yang panjangnya sekitar 800 meter dengan anggaran Rp4 miliar. Termasuk juga lanjutan peningkatan Jalan Poros sebelagh kiri dabn kanan jalan sepanjang 1 km sebesar Rp10 miliar.

‘Untuk pembangunan Islamic Center dilakukan dengan menggunakan sistim tahun jamak. Untuk tahun ini dianggarkan Rp4 miliar. Diperkirakan, dalam dua tahun Insya Allah bisa selesai seluruhnya,” papar Zulfan.

Disingung tentang pembangunan jalan aspal baru untuk Kecamatan Belat dan Ungar, Zulfan menyebutkan, memang di dua kecamatan tersebut belum mempunyai jalan aspal.

”Tahun ini belum dialokasikan anggaran untuk kedua kecamatan tersebut. Kemungkinan pada tahun mendatang baru bisa dianggarkan. Yang terpenting, ketika pemerintah akan membangun jalan aspal baru ini harus ada kerja sama dari seluruh masyarakat,” jelas Zulfan. (san)

Ekonomi Batam Lesu, Pendapatan Pajak pun Loyo

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Masih lesunya perekonomiaan masyarakat diduga menjadi salah satu faktor rendahnya kesadaran membayar pajak di Batam. Hal itu dapat dilihat dari capaian pendapatan sektor pajak dan retribusi ditriwulan pertama hanya 15 persen.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Batam, Raja Azmansyah mengakui target pendapatan dari sektor pajak dan retribusi pada bulan pertama belum tercapai. Namun, pada triwulan kedua, ia optimis target pendapatan dari pajak dan retribusi akan tercapai.

“Triwulan pertama memang masih rendah hanya 15 persen. Tapi akan kita kejar pada triwulan selanjutnya,” kata Raja di Batamcenter, Sabtu (13/5) sore.

Dikatakannya, lemahnya pendapatan sektor pajak dan retribusi diduga terjadi karena beberapa faktor. Lemahnya kondisi ekonomi diduga turut menjadi penghambat capaian. Padahal pihaknya telah mempermudah akses pembayaran pajak lewat online.

“Kondisi ekonomi. Kalau untuk sistem pembayaran pajak malah lebih mudah karena sudah online. Apalagi kita sudah bekerjasama dengan beberapa bank,” terang Raja.

Bahkan, menurut dia, bank bjb kembali menambah alat perekam data atau taping box. Dimana alat tersebut berfungsi mengirim data transaksi secara langsung ke server Dispenda.

“Bank bjb menambah 50 taping box lagi, kemarin mereka sudah ada 10. Sedangkan bank riau sudah ada 50 taping box. Jadi total keseluruhaan alat yang ada di dua bank sudah 110,” imbuh Raja.

Dengan adanya penambahaan alat untuk pembayaran pajak online, ia berharap pendapatan dari sektor pajak dan retribusi bisa meningkat. Meski kondisi ekonomi di Batam masih lesu.

“Harapan kita pasti ada. Mudah-mudahan bisa tercapai sesuai target Rp 800 miliar,” harapnya.(she)

Para Pecinta Fotografi, Ada Tantangan Nih, Underwater Photo Contest 2017

0

Suka fotografi? Suka berbura tantangan berupa lomba foto. Ini ada tantangan yang menggabungkan ketrampilan fotografi, dan menyelam.

Memotret keindangan bawah laut Morotai.

Morotai yang sudah menjadi destinasi prioritas atau 10 Bali Baru mulai  memamerkan keindahannya ke dunia. Khususnya bawah lautnya yang khas dan penuh cerita sejarah, untuk membuktikan ada surga tersembunyi di Morotai. Kegiatan ini akan digelar Morotai Underwater Photo Contest 2017 pada 15-19 Mei mendatang.

“Event lomba foto bawah laut ini dimaksudkan sebagai upaya untuk menjaga, melindungi terumbu karang dan biota laut lainnya sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan keindahan alam bawah laut Morotai. Selain itu juga sebagai tantangan bagi penyelam karena terdapat pula berbagai jenis sisa-sisa peninggalan peralatan Perang Dunia II yang ada di bawah laut sekitar perairan Morotai,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Morotai, Toni Hangewa, Sabtu (13/5).

Toni menjelaskan, untuk mengikuti lomba ini tidak dipungut biaya alias gratis. Lokasi kegiatan akan dipusatkan di perairan Morotai Selatan. Menurutnya, di sebelelah selatan Morotai adalah yang terbaik pemandangannya. Dive site lomba foto akan dibagi menjadi tiga, yang masing-masing terdapat dua spot diving.

“Ini sama sekali tidak ada biaya pendaftaran, gratis. Dive sitenya ada tiga. Site A ada Wreck WWII Wawama dan Tanjung Liku, Site B ada Mitita Shark Point dan White Sand Island. Sementata Site C ada Koloray dan Dodola,” ujar Toni.

Sementara untuk kategori terbagi menjadi tiga, yakni Open DSLR, Compact Macro dan Compact Wide Angle. Open DSLR untuk semua jenis kamera DSLR.

“Dapat menggunakan semua aksesoris fotografi bawah air yang diizinkan untuk digunakan dalam kategori ini. Di kategori ini digabungkan antara Foto Wide Angle dan Macro,” kata Toni.

Sedangkan kategori Compact Macro, untuk jenis kamera Compact yang tidak bisa diganti lensanya. Tetapi dapat menggunakan semua aksesoris Fotografi Bawah Air.

“Untuk kategori Compact Wide Angle juga sama. Jenis kamera Compact adalah jenis kamera yang tidak bisa diganti lensanya. Tetapi dapat menggunakan semua aksesoris Fotografi Bawah Air,” kata Toni.

Selain pendaftaran peserta tidak di pungut biaya (gartis), panitia juga akan menyediakan hadiah uang dan hiburan.

“Foto yang dinilai adalah semua foto yang masuk sebelum batas waktu yang di tentukan. Penilaian Foto dari beberapa faktor meliputi Ketajaman Gambar, Komposisi, Keunikan gambar dan Objek dan Kealamian (natural) objek gambar. Foto yang masuk ke panitia digunakan untuk promosi dan publikasi,” ujar Toni.

Lomba foto bawah laut ini merupakan rangkaian dari Wonderful Morotai Islands Festival yang  akan berlangsung selama enam bulan dari Mei hingga Oktober 2017 ini menampilkan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

“Tujuannya, kegiatan ini untuk mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) ke Morotai, Maluku Utara (Malut),” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Bahari Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Florida Pardosi.

Untuk saat ini destinasi Morotai menurutnya belum bisa maksimal menjaring wisman. Tahun ini, Morotai ditargetkan mendatangkan 11 ribu wisman, sementara targetnya hingga 2019 sebanyak 500.

“Kegiatan event ini menargetkan kunjungan 135 wisman dan 540 wisnus ke Morotai. Morotai baru bisa mendatangkan wisman 11 ribu. Kunjungan wisatawan ini sangat berarti bagi pariwisata Malut,” kata Esthy.

Pulau Morotai ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Menpar Arief Yahya sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas atau sebagai  “Bali Baru”. Saat ini dilakukan percepatan pembangunan dalam menjadikan Morotasi sebagai destinasi kelas dunia dengan mengandalkan pada potensi alam, budaya, dan wisata buatan manusia serta didukung oleh unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas yang memadai.

“Tapi jangan khawatir, pembangunan di Morotai terus berjalan. Apabila bandaranya sudah bisa dilandasi pesawat besar, kunjungan wisman akan naik drastis. Kita lihat contoh Bandara Silangit untuk Danau Toba, begitu ditetapkan jadi bandara internasional, kunjungan wismannya melesat naik,” ujarnya.

Gesa Penggunaan Pelabuhan Dompak

0
Jamhur Ismail. F.Jailani/batampos.

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai menggesa penggunaan pelabuhan di Pulau Dompak. Apalagi pelabuhan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat itu telah rampung. Kalaupun ada perbaikan, hanya perbaikan kecil saja.

“Apa yang sekiranya masih mengganjal, segera selesaikan. Jangan ditunggu lebih lama lagi. Ini sudah tiga tahun selesai dan dibiarkan mangkrak,” kata Anggota DPRD Kepri, Asep Nurdin, Minggu (14/5).

Dikatakannya, dengan beroperasinya pelabuhan Dompak, tentunya akan mengurangi beban pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) sebagai satu- satunya pelabuhan penumpang yang ada di ibukota Kepri Tanjungpinang ini.

Selain itu, saat ini pelabuham SBP tengah dilakukan renovasi menyeluruh dan informasi yang terima, bahwa pihak Pelindo Tanjungpinang dalam pengerjaannya memakan waktu lebih dari dua tahun kedepan. Sebab, pengerjaannya dilakukan secara bertahap, karena pelabuhan tersebut tetap beroperasi.

“Pelabuhan Dompak secara fisik sudah hampir siap, dan tidak akan memakan waktu lama penyelesaianya. Dishub Kepri harus menjemput bola dengan mendesak Kemenhub segera mengucurkan anggarannya untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Sebentar lagi akan memasuki bulan suci puasa, dan nantinya dipertengahan bulan puasa akan mulai ada peningkatan jumlah penumpang yang akan mudik. Bila pelabuhan belum siap maka akan terjadi penumpukan penumpang dan ini harus diantisipasi.

“Kita tidak bisa bayangkan kondisi pelabuhan SBP saat memasuki hari raya Idul Fitri nanti. Sebab, penumpang akan membludak sementara kondisi pelabuhan belum siap diperbaiki,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri Jamhur Ismail mengatakan, terkait penyelesaian pelabuhan Dompak, Pemprov Kepri telah berusaha meminta Kemenhub untuk segera melanjutkan menyelesaikannya. Sebab, pelabuhan itu sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami sudah berusaha meminta Kemenhub untuk melanjutkan pelabuhan yang terbengkali itu, selain kondisi saat ini sudah memprihatikan sebab banyak yang rusak. Dan apabila dibiarian akan lebih parah,” terangnya.

Di tahun ini Kemenhub tidak mengaggarkan biaya perbaikan lantara masih ada permasalahan aset pelabuhan Dompak yang tarik-ulur, dimana kemenhub menginginkan aset itu tetap milik mereka, sedangkan Kepri mengingnkan aset itu menjadi milik Kepri.

“Selain itu terkait kewenangan pengelolaan pelabuhan masih dalam pembahasan. Namun, Pak Gubernur mengharapkan pengelolaan diberikan ke Pemprov Kepri sehingga akan ada pemasukan PAD kedaerah,” katanya. (aya)

Semarak Festival Pesona Bahari Pulau Kelapa Dua

0

Sabtu (13/5/2017), masyarakat nelayan Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulaun Seribu Utara, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta punya gawe.

Mereka menghelat Pesta Laut yang digelar sebagai bentuk syukur penduduk pesisir laut atau masyarakat yang menggantungkan penghasilannya dari laut dengan mengadakan syukuran di atas perahu nelayan.

Puncak acara Pesta Laut yang ditandai dengan pembacaan doa di dua dermaga sandar Pulau Kelapa Dua. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan madua sipulung, duduk bersila bersama sambil menyantap hidangan yang telah disediakan

“Tradisi ini adalah bentuk kebersamaan, tidak ada beda antara pejabat dengan masyarakat. Semua duduk sama rata, bersila, tidak ada bangku atau kursi. Semua menjadi setara dihadapan sang pencipta,” kata H. Amir, sesepuh sekaligus ketua Panitia Festival Pesona Bahari Pulau Kelapa Dua.

Usai bersantap bersama, dilanjutkan dengan aksi saling siram-menyiram air laut antar ratusan warga nelayan. Warga nelayan baik tua mapun muda, pria maupun wanita, juga anak anak dengan menggunakan kapal-kapal kayu begitu antusias saling siram dengan menggunakan ember maupun plastik yang terisi air untuk membasahi warga yang berada di kapal lainnya.

Selain di atas kapal nelayan, Aksi siram menyiram air juga dilakukan di daratan. Warga yang berada di sekitar dermaga juga tak mau ketinggalan untuk menyiram siapa saja yang lewat di depan mereka, termasuk seluruh undangan yang hadir.

“Ini memang menjadi tradisi sejak nenek moyang kami, aksi siram menyiram ini sebagai tanda berbagi keceriaan setelah setahun penuh kita mendapatkan rejeki dari hasil melaut. Tidak ada rasa marah saat disiram air, tanda kita semua bersyukur,” katanya.

Apresiasi tinggi ditunjukkan Asisten Ekbang Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Arief Wibowo yang berharap, kegiatan Pesta Laut merupakan tradisi tahunan masyarakat nelayan Pulau Kelapa Dua yang telah berlangsung sejak 20 tahun lalu ini.

“Dukungan Kemenpar membuat kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan menjadi makna dari Pesta Laut itu sendiri yakni sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT setelah selama satu tahun mengeruk hasil kekayaan laut berupa ikan,” katanya.

Menanggapi hal ini, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Kasubdit Promosi Wisata Pantai dan Pesisir Kemenpar I Nyoman Wija Sudiantara, menyatakan, Kemenpar memang sangat mendukung kegiatan di daerah yang telah ditetapkan menjadi destinasi 10 Bali baru ini.

Dia berharap agar pada tahun-tahun mendatang event ini dikemas lebih baik lagi dengan menggelar sejumlah acara pendukung. Menpar Arief Yahya punya rumus pre event, on event dan post event dalam mengemas promosi di media. Lalu strategi medianya harus convergence, dengan paid media, own media, social media dan endorser media.

“Tetap dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah setempat, Kemenpar mendukung dan memberikan bantuan agar kegiatan berjalan lancar dan nuansanya tidak hilang,” ujar Esthy.

Syukuran laut ini juga diisi dengan kegiatan parade kapal nelayan. Para nelayan telah menghiasi kapal menggunakan kertas warna dan memasang umbul-umbul dari kain panjang bercorak batik. Selain itu, di kapal juga dihiasi berbagai makanan pokok nelayan yang dijadikan bekal saat menangkap ikan.

“Letusan petasan menandai bergeraknya puluhan perahu hias nelayan ini mengitari Pulau Kelapa dan Pulau Kelapa Dua. Ini acara menarik dan harus dilestarikan,” kata Nyoman. (*)

Deputi Malaysia Puji Akselerasi Kemenpar

0

Kapal Phinisi berdiri megah menghiasi booth Indonesia pada Malaysia International Dive Expo (MIDE) 2017.

Menpar Arief Yahya memang sudah menetapkan standart paviliun pameran yang berskala besar.

“Harus menggunakan desain Kapal Phinisi, karena itu menjadi identitas Indonesia yang sudah mendunia. Dan harus keren, jangan pernah tampil kalau hanya memalukan Indonesia,” kata Arief Yahya.

Karena pariwisata itu menjual image, kesan, impression. Sedangkan pameran adalah membuat kesan. PR ing itu promise atau janji produk kepada customers. Ketika produk sudah sesuai dengan janji, maka akan menghasilkan reputation. “Nah, kalau sudah tampil di mancanegara, kita harus juara!” jelas Arief Yahya.

Bertempat di Dewan Tun. Razak Hall 1, Putra World Trade Centre, yang dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 14 Mei 2017 itu dinilai bukti akselerasi cepat Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Wajar jika sepanjang 2016, Wonderful Indonesia juara 46 kali event dari 22 negara. Sebuah reputasi yang konsisten terjaga, dan tidak pernah henti untuk juara.

“Kemenangan itu direncanakan, dan atraksi Indonesia itu secara alamiah memang sudah indah, hebat dan juara dunia!” kata dia.

“Sungguh sangat terasa percepatan yang dilakukan Kemenpar, saya menyaksikan sendiri sebelumnya berada di luar industri dan kini sudah berada di dalam bisnis industri diving, semua action Kemenpar terasa dan penampilan khusus untuk pameran booth Indonesia kini berwibawa,” ujar Salah Satu Petinggi Industri Dive Indonesia, Julio Cicero.

Wanita yang juga bermukim di Malaysia itu bangga sebagai orang Indonesia yang ada di Malaysia, karena Booth Indonesia dengan ikon Kapal Phinisinya berada di depan persis di pintu masuk. “Terpampang besar dan paling besar dan panjang, bahkan mengalahkan Philipina yang juga ikut tampil di Malaysia ini,” kata wanita berhijab itu.

Kemenpar tampil dengan 20 industri. Bahkan ada 11 industri lainnya yang tampil di luar booth resmi Kemenpar. Paviliun Indonesia berada di Hall 1 Dewan Tun Razak, PWTC No. Booth 901-910 (90 sqm). Pameran yang diusung oleh Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar itu membawa industri-industri potensial yang sudah punya jam terbang di urusan alam bawah laut.

Deputi Minister of Ministry of Tourism and Culture Malaysia YB Datuk Mas Ermieyati Binti Samsudin juga menyampaikan apresiasinya untuk Indonesia. Kata dia, pameran terbesar di Malaysia itu kini boothnya semakin penuh dan diisi oleh Indonesia. “Terima kasih Indonesia, Wow puluhan Industri dibawa pemerintah Indonesia ke acara kita ini, berikan tepuk tangan untuk Indonesia,” ujar Ermieyati disambut tepuk tangan meriah dalam sambutan resminya.

Guna menjaga kualitas pameran, Kemenpar juga dikawal ketat oleh Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari (TPPWB) yang diwakiliki oleh Ketua Bidang III Wisata Bawah Air TPPWB Cipto Aji Gunawan dan Sekretaris TPPWB Ratna Suranti. Tidak jarang Cipto dan Ratna memberikan saran, kritik, masukan membangun, kepada industri dan semua elemen terkait Kemenpar selain juga berpromosi memberikan presentasi kepada para pengunjung yang datang ke acara tersebut.

“Adanya tim percepatan yang dibuat oleh pemerintah, membuat kami termotivasi, ini momentum kami untuk semakin semangat,” ujar Julio yang mengaku mendapatkan 8 pax dan RM 8 Ribu  di transaksi hari pertama MIDE 2017.

Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani didampingi Kepala Bidang Pameran Dusep Mulya selalu menekankan kepada timnya agar merekap semua angka dan perkiraan pendapatan agar semua berjalan terdata dan terhitung potensi wisatawan mancanegara.

Dalam pameran tersebut, imbuh Dusep, dari sisi finansial pun mendapatkan progress yang baik. Transaksi di hari  pertama pameran alam bawah laut terbesar di Malaysia itu adalah yang potensial Rp 2.237.760.000 dan transaksi realnya adalah Rp 64.566.000. Dari transaksi yang potensial, ada 232 pax, sementara yang real ada 17 pax. Rata-rata yang real pengunjung memilih destinasi Aceh, Manado, dan Bali.

Ketua Bidang III Wisata Bawah Air TPPWB Cipto Aji Gunawan yang juga didampingi Sekretaris TPPWB Ratna Suranti berharap kepada semua industri dive harus memiliki SDM yang profesional, menghormati aturan dan standard operasional untuk wisata alam bawah laut, dan tentunya menyambut wisatawan dengan profesional.

“Sambil kita terus berharap dan mendorong agar banyak penerbangan yang terkoneksi ke destinasi-destinasi yang memiliki potensi alam bawah laut,” kata pria yang biasa disapa Cipto.

Cipto menambahkan, saat ini ada tiga Hub bandara sebagai tempat transit ke tempat-tempat destinasi unggulan alam bawah laut, yakni Manado, Bali dan Makassar. Jika dari Bandara di Makassar bisa langsung ke Raja Ampat, Ambon dan Wakatobi, jika dari Bali bisa ke Labuan Bajo dan Alor dan sebagainya, jika ke Manado bisa ke Raja Ampat, Gorontalo dan Lembeh.

“Namun dari Malaysia belum ada penerbangan langsung ke Manado, jika ada penerbangan langsung ke Manado maka akan semakin mudah wisman ke seluruh destinasi unggulan alam bawah laut kita, ini terus dijajaki oleh Kementerian dan semoga ada maskapai yang mau,” ujar Cipto.

Pria asli Pekalongan itu juga berharap kepada pihak terkait harus ada tindakan tegas kepada pihak-pihak yang merusak terumbu karang, harus ada efek jera kepada nelayan yang mencari ikan dengan menggunakan Bom Ikan, dan tentunya adalah sadar lingkungan di setiap destinasi alam bawah laut kita.

“Sumber daya manusia di tempat destinasi juga harus terus ditingkatkan karena itu yang akan membuat wisatawan nyaman dan puas, setelah ada penerbangan langsung, terumbu karang dan pantai kita bersih, SDM kita siap, maka kita akan jadi raja alam bawah laut di belahan dunia manapun,” katanya.

12 Agenda Pariwisata Keren Persembahan Kabupaten Raja Ampat

0

Destinasi wisata Raja Ampat menyiapkan 12 Calender of Event yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati menuturkan, rangkaian agenda wisata tahun ini dipastikan akan lebih berwarna. Salah satunya agenda olahraga seperti triathlon dan Kejurnas Motorprix 2017.

“Kami masih memiliki 12 festival menarik sampai akhir tahun ini. Ada beberapa festival unggulan seperti  festival tambur. Rencananya kita melibatkan 1.000 peserta dan 1.000 tambur, kita juga akan melakukan triathlon,” ujar Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, Minggu (14/5).

Semua disiapkan dengan perencanaan matang. Standar yang diusung juga berpatokan pada citarasa dunia.

“Kita persiapkan untuk event internasional karena Raja Ampat ini tidak lagi main-main. Promosinya harus internasional. Kita juga minta bantuan media untuk mempromosikan,” ucapnya.

Yang paing dekat, Kerjunas Motorprix Region V yang dihelat 19-21 Mei 2017, dilanjutkan Ramadhan Fair pada 1-24 Juni 2017, kemudian ada Festival Suling Tambur yang digelar 13-15 Juli 2017. Selanjutnya Festival Handycraft pada 28-30 Juli 2017, kemudian Merah Putih Raja Ampat dihelat 15-17 Agustus 2017, disambung Festival Gemar Makan Ikan 25-26 Agustus.

Tidak hanya itu, pada 7 September 2017 juga ada Festival Pesona Salawati, semantara Festival Pesona Waigeo diadakan pada 28-30 September 2017, kemudian Festival Bahari Raja Ampat nanti 18-21 Oktober 2017.

Berikutnya Festival Pesona Misool pada 8-10 November 2017, disambung Turnamen Sepak Bola Piala Raja pada 23-30 November 2017, dan terakhir Festival Semarak Tahun Baru pada 30-31 Desember 2017.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat mengakui masih terus berupaya untuk menekan biaya perjalanan menuju Raja Ampat. Bagi sebagian wisatawan, biaya perjalanan adalah faktor yang berpengaruh paling besar.

“Setelah didukung penerbangan Wings Air kami jadi sangat terbantu. Aksesnya bisa dicapai lewat udara dan laut. Kalau dilihat potensinya drastis sekali,” ucap Abdul.

Untuk biaya perjalanan ke Raja Ampat dari Jakarta (PP), tiket pesawat maskapai Batik Air dari Bandara Soekarno-Hatta hingga Bandara Marinda di Raja Ampat sekitar Rp 5 juta dengan maskapai Batik Air. Tiket itu berlaku weekdays dan weekend. Sebelum sampai Raja Ampat, Anda akan pindah pesawat menggunakan Wings Air yang lebih kecil jenis ATR di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Kemudian, biaya penginapan di Raja Ampat untuk kamar kelas homestay dan hotel melati sekitar Rp 400.000 hingga Rp 550.000 per harinya. Untuk resort lebih mahal lagi karena dapat wilayah di pinggir pantai.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan, pariwisata adalah cara yang paling cepat, mudah dan murah, untuk menghasilkan devisa, PDB serta tenaga kerja. Karena itu Kemenpar menetapkan tiga prioritas dalam melakukan percepatan.

“Jadi sudah betul, Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati menjadikan sektor pariwisata sebagai backbone ekonomi daerah ke depan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar menambahkan, jika ingin sukses 50% kuncinya ada di CEO Commitment, atau komitmen kepala daerahnya. Keseriusan dari Bupati, Walikota, atau Gubernurnya untuk membangun pariwisatanya. Dia mencontohkan, Banyuwangi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas, sekarang maju pesat dan pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Arief Yahya juga mencontohkan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, yang membuat Manado hebat. Juga Bupati Banyuwangi Azwar Anas, yang membangun pariwisata di ujung timur Jawa itu.

“Raja Ampat potensinya luar biasa, juara dunia, atraksinya oke. Tinggal memikirkan akses dan amenitas, agar standar dunia,” jelas Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya yang sudah pernah di Waisei bersama Presiden Joko Widodo pada 31 Desember 2015 lalu itu pasti akan mendukung daerah yang sungguh-sungguh akan membangun destinasinya.

Ini pula yang membuat Tim Kemenpar diterjunkan untuk Go Digital di Papua. Dari Samsriyono Nugroho, Stafsus Menpar Bidang IT, Don Kardono Stafsus Menpar Bidang Media dan Komunikasi, dan Rizki Handayani Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah ASEAN, semua diterjunkan ke Papua. (*)

Anambas Pecahkan Rekor Dunia

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbaur dengan pejabat dan masyarakat saat acara Festival Padang Melang di Kabupaten Anambas, Sabtu (13/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batampos.

batampos.co.id – Andre Purwandono selaku representative MURI mengatakan, pelepasan tukik yang disejalankan dengan Festival Padang Melang mendapat rekor Muri tingkat Nasional dengan jumlah tukik yang dilepaskan sebanyak 4109 ekor. Rekor ini telah mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Provinsi Maluku dengan jumlah tukik yang dilepas sebanyak 3047 ekor beberapa tahun lalu.

Menurutnya bukan hanya memecahkan rekor secara nasional tapi pelepasan Tukik yang dilakukan Anambas sudah bertaraf dunia.

“Sudah kita putuskan dan koordinasi dengan pimpinan, maka rekor Muri yang diberikan kepada Anambas dalam melakukan pelepasan tukik sebanyak 4109 dengan gelar meraih rekor Muri Dunia” kata Andre Purwandono kepada seluruh pengunjung yang hadir dan disambut tepuk tangan yang meriah.

Untuk menghitung tukik yang ada pihaknya membutuhkan waktu selama tiga jam. Sebelumnya Anambas menyiapkan 5000 tukik, tapi banyak yang mengalami stres, sebagian mengalami kematian. Akhirnya kita hitung yang tersedia saja,” jelasnya.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, mengaku bangga dengan rekor yang telah diraih oleh anambas. Nurdin, mengatakan, acara akbar semacam ini cukup menarik dan pelepasan tukik yang dilaksanakan oleh Anambas adalah pertama kali dilakukan di wilayah Kepri pada umumnya. Ia memastikan Pantai Padang Melang akan dijadikan pariwisata yang bertaraf internaaional.

“Saya bangga Anambas bisa melaksanakan acara ini dalam rangka meningkatkan pariwisata dan bisa meraih rekor MURI dunia. Saya pastikan pantai padang melang ini akan dijadikan tempat wisata bertaraf internasional, saya katakan dari hati kepada seluruh
masyarakat Anambas, khususnya di Kecamatan Jemaja,” kata Nurdin Basirun selaku Gubernur Kepri ketika menyampaikan pidatonya dihadapan ribuan masyarakat yang hadir di acara festival padang melang tersebut,” Minggu (14/5).

Menurutnya, kegiatan seperti ini harus sering dilakukan dan baik untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Ia juga beraharap kepada masyarakat agar dapat menjaga keindahan laut, pantai, terumbu karang, hutan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kedepannya ia juga berjanji akan melakukan penataan terhadap pemukiman penduduk yang berada di pantai.

Rumah penduduk yang berada dipantai harus ditata dengan baik. Seluruh rumah harus memiliki tempat penampung pembuangan najis. Hal ini dilakukan untuk menjaga keindahan laut. “Pemda harus menyediakan tempat sampah di setiap sudut kota dan itu wajib dilakukan dalam rangka menjamin kebersihan kepada wisatawan,” ungkapnya.

“Kita harus memberi jaminan kebersihan kepada wisatawan. Kita akan bantu menata pemukiman penduduk yang berada dipantai maupun di laut,” jelasnya. (sya)

Ramadhani Ditemukan Tewas Tenggelam

0
Petugas mengevakuasi korban tenggelam di RSUD Tanjungpinang, Minggu (14/5). F. Osias/batampos

batampos.co.id – Ramdhani, 14, salah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjungpinang, anak keempat pasangan suami istri Demam dan Nayah, tenggelam di perairan Tanjung Lanjut, Minggu (14/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Ia pun ditemukan tewas setelah ditemukan beberapa jam pencarian.

Informasi yang dihimpun, tenggelamnya korban berawal saat ia berenang bersama tiga temannya. Setelah beberapa menit berenang, temannya kemudian naik ke darat. Namun, korban saat itu tidak nampak ikut naik ke laut.

Masih informasi di lapangan, korban ditemukan tim SAR gabungan sekitar 5 mill dari tempat awal tengelam setelah tiga jam melakukan pencarian. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia.

Pantauan di lapangan, tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Tanjungpinang, Tagana Kota Tanjungpinang dan Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungpinang, turun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban dengan menurunkan belasan personel dan perahu karet untuk melakukan pencarian.

Salah seorang anggota Tagana Tanjungpinang, M Tahir, yang menemukan korban, mengatakan jasad korban ditemukan tersangkut kayu di dasar laut. Saat ditemukan korban tidak bernyawa.

“Saya yang menyelam tadi, kerah bajunya sangkut dikayu,”ujar Tahir saat ditemui di RSUD Ahmad Thabib Tanjungpinang.

Dikatakan Tahir, setelah menemukan jasad korban. Tim SAR gabungan pun langsung membawa korban ke RSUD.

”Tadi pencarian dengan menggunakan tiga perahu karet. Korban tadi langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD),” katanya.

Sementara itu, keluarga korban yang datang ke RSUD tak kuasa menahan tangis melihat kondisi korban yang terbaring kaku. Keluarga korban juga terlihat syok melihat kondisi korban yang sudah meninggal dunia.(ias)