Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13380

Tiga Bulan Lampu Jalan Tak Berfungsi

0

batampos.co.id – Warga mengeluhkan kondisi lampu jalan yang sudah tidak berfungsi selama tiga bulan di Jalan Lintas Barat, Simpang Buyu, Kecamatan Teluk Bintan. Akibatnya seringnya terjadi kecelakaan yang disebabkan karena tidak adanya penerangan jalan di malam hari.

“Sering kecelakaan di sini (Bintan Buyu, red). Lampu jalan pada rusak semua dan belum ada yang diperbaiki sampai sekarang,” kata salah satu warga Bintan Buyu, Anton, 31, kepada Batam Pos, Kamis (27/4).

Anton mengatakan kerusakan lampu jalan ini, tentunya sangat berdampak bagi masyarakat sekitar yang kesulitan melintasi jalan yang merupakan akses utama yang harus dilewati, terutama pada malam hari.

“Kami sudah pernah keluhkan kerusakan ini ke Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Bintan, tapi belum juga ada tanggapan untuk diperbaiki,” ungkapnya.

Menurutnya ada sekitar 10 lebih lampu jalan yang rusak dan belum diperbaiki hingga saat ini. Dimana lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga.

“Padahal kalau kita bayar tagihan listrik kan sudah masuk juga disitu pajak penerangan lampu jalan sekian persennya. Tapi kenyataannya kita sudah bayar namun hasilnya juga gak bisa dinikmati. Berarti sia-sia dong,” terangnya.

Anton berharap Pemkab Bintan bisa segera memperbaiki kerusakan yang terjadi terhadap lampu jalan tersebut. Setidaknya dengan adanya perbaikan tentu akan dapat mengurangi tingkat kecelakaan yang kerap terjadi di wilayah Bintan Buyu.

“Semoga pemerintah daerah bisa secepatnya memperbaiki lampu jalan ini. Biar masyarakat disini bisa menikmati penerangan jalan yang semestinya didapat,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Teluk Bintan Asun Aini, mengakui permasalahan lampu jalan tersebut memang sudah lama dikeluhan oleh masyarakat, namun untuk penyelesaiannya masih terkendala dengan status aset jalan yang merupakan milik Pemerintah Pusat, sehingga perbaikan belum bisa dilakukan sampai saat ini.

“Iya benar, banyak yang ngeluh karena lampu jalan itu mati semua. Tapi kita belum bisa berbuat apa-apa. Kendalanya karena jalan itu bukan aset pemerintah daerah, namun punya pusat. Dan kami sudah masukan keluhan itu ke Musrembang Kabupaten Bintan, tapi kita belum juga dapat gambaran sampai sekarang,” terangnya.

Asun menjelaskan Pemkab Bintan, bisa saja memperbaiki lampu jalan tersebut, namun kalau dikaji sesuai peraturannya, tentu akan menyalahi aturan yang ada, karena melakukan perbaikan ataupun membangun sesuatu di lokasi yang peruntukkannya bukan milik pemerintah daerah.

“Bisa saja diperbaiki jalan itu sekarang, tapi nantinya akan jadi masalah kedepannya, karena itu adalah aset pusat. Mungkin kedepannya kalau Pemerintah Provinsi mau memberikan izin secara tertulis untuk melakukan perbaikan, bisa jadi bisa. Namun kita lihat saja nanti perkembangannya gimana,” imbuhnya. (cr20)

Angga Takjub Melihat Kepiawaian Warga Binaan

0
Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga (kanan) menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba pada peringatan Isra Mikraj di Rutan Tanjungpinang, Rabu (26/4). f Humas DPRD Kota Tanjungpinang

batampos.co.id – Momentum Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1438 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi Wakil Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga. Pasalnya Ia berkesempatan memperingati Isra Mikraj bersama warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas I Tanjungpinang, Rabu (26/4) lalu.

Senyum yang khas terlihat ketika dirinya melangkah masuk ke lokasi kegiatan yang berada di dalam Rutan tersebut. Dengan ramah, Angga menyapa warga binaan yang sudah duduk rapi di kursi-kursi yang sudah disediakan oleh panitia. Ia datang tidak sendiri, karena turut hadir bersamanya adalah Wakil Walikota Tanjungpinang,

Syahrul dan Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Mimy Betty. Politisi Partai Golkar terserbut, begitu takjub ketika melihat penampilan warga binaan yang punya kepiawaian dalam bermain kompang dan hafalan ilmu tajwid. Dikesempatan yang istimewa tersebut, ada berbagai perlombaan yang digelar oleh panitia.

Diantaranya Lomba Tahfizh Qur’an, Sholat Jenazah, Tartil Qur’an, Azan, Kaltum, Cerdas cermat dan Teka teki Islami, kegiatan ini untuk memotivasi warga binaan untuk lebih giat lagi melakukan kegiatan keagamaan.

“Kita apresiatif, karena Rutan Tanjungpinang sudah melakukan pembinaan dengan baik. Sehingga warga binaan yang ada, bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Angga.

Pemuda yang merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang itu, berharap sekembalinya warga binaan ini ke tengah-tengah masyarakat sudah bisa berubah dan menjadi lebih baik lagi. Menurutnya, anggap saja hukuman yang dijalani adalah masa merecovry diri.

“Tiada yang bisa mengubah diri seseorang, melainkan dirinya sendiri. Mari sama-sama kita mengevaluasi, sehingga bisa menjadi lebih lagi kedepannya,” paparnya.

Alumnus Universitas Negeri Riau (UNRI) tersebut juga mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Diakuinya, manusia tempat salah dan khilaf. Namun demikian, kealfaan yang terjadi bisa diperbaiki, kekhilafan yang dibuat jangan sampai diulangi.

“Kita harus punya komitmen dengan diri sendiri. Untuk itu, tanamkan dalam sanubari, selepas ini harus menjadi lebih baik lagi,” tutup Angga.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Ronny Widiyatmoko mengatakan, salah satu tugas lembaga permasyarakatan adalah memberi pembinaan keperibadian kepada warga binaan.

Menurutnya, aspek pembinaan tersebut adalah memberi kesempatan kepada warga binaan untuk beribadah yang seluas-luasnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya.

Sedangkan dengan kegiatan ini, ia mengharapkan, warga binaan agar dapat merubah sikap dan perilaku, yang dahulu melanggar hukum bisa menyadari dan kedepan lebih baik dari pada hari ini.

“Tujuannya adalah memberi perawatan rohani kepada mereka. Memberi bekal rohani kepada mereka, agar mereka bisa mengubah sikap, perilaku, yang kemarin melanggar hukum bisa sadar,” ujar Rony. (jpg)

Nakhoda Kapal MV SSC, Dihukum Tiga Bulan

0
Tan Poh Hui Ricky, nakhoda kapal MV Seven Seas Conqueress, tersenyum usai mengikuti sidang atas kasus yang menjeratnya, F Osias De/batampos.

batampos.co.id – Tan Poh Hui Ricky, nakhoda kapal MV Seven Seas Conqueress, berkewarganegaraan Singapura, yang diamankan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, karena melanggar undang-undang Keimigrasian, memancing di perairan Tanjungberakit, hanya divonis tiga bulan bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (25/4) malam.

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai oleh Jhonson Sirait, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana karena tidak memenuhi ketentuan alat pelayaran dan masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi, sebagimana dakwaan kesatu subsider dan dakwaan kedua subsider.

“Untuk itu, selain menghukum terdakwa selama tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan. Terdakwa juga di denda sebesar Rp 5 juta subsider dua bulan penjara. Sedangkan kapal dikembalikan kepada pemiliknya,”ujar hakim.

Menanggapi putusan yang dijatuhi majelis hakim. Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya langsung menyatakan menerima. Hal senada, juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra, yang menangani perkara tersebut.

Seperti diketahui, terdakwa sendiri diamankan tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, di perairan Utara Tanjung Sading, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan atau pada koordinat 01017-000 U – 104024-705 T, karena masuk dan berlayar di perairan Indonesia.
Saat diperiksa, terdakwa Tan Poh Hui Ricky yang merupakan WN Singapura dan nakhoda MV Seven Seas Conqueress (SSC) melayarkan kapalnya tidak sesuai dengan UU Pelayaran RI, serta melakukan pelanggaran UU Keimigrasian Indonesia.(ias)

Tarif Listrik Batam Ikut TDL Nasional

0

batampos.co.id – Tak kunjung tuntasnya persoalan Tarif Listrik Batam (TLB) menjadi perhatian PLN Pusat. Saat ini, sedang dilakukan kajian tarif listrik di Batam disesuaikan dengan Tarif Dasar Listrik (TDL) Nasional. Kebijakan tersebut dibuat untuk menjaga stabilitas Batam ke depan.

“Sudah ada penjajakan dari PLN Pusat untuk mengambil alih pembahasan TLB. Menurut saya ini lebih baik, daripada persoalan ini terus berlarut-larut,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, Kamis (27/4) di Kantor DPRDKepri, Tanjungpinang.

Menurut Rudy, adanya aksi protes sejumlah masyarakat Batam, pasca kenaikan yang ditetapkan gubernur bisa mengganggu stabilitas Batam kedepan. Masih kata Rudy, kalau benar PLN Pusat yang mengambil alih, tentu beban pembahasan ini akan diselesaikan oleh pusat.

“Artinya hanya persoalan tarif saja yang dilebur. Untuk manajeman tetap dibawah kendali bright PLN Batam,” papar Legislator Dapil Tanjungpinang tersebut. Masih kata Rudy, kebijakan tersebut bisa saja terjadi, yakni dengan melihat kemampuan PLN Batam. Karena harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Pembina Ikatan Tionghoa Muda (ITM) tersebut menjelaskan, ada sisi baiknya apabila mengikuti TDL Nasional.

“Masyarakat yang kurang mampu bisa mendapatkan subsdi langsung dari negara. Karena selama ini subsidi ditanggung oleh usaha dan industri,” jelas politisi Hanura tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon membenarkan adanya wacana tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut terjadi apabila pembahasan revisi TLB deadlock atau tidak menemukan solusi terbaiknya. Masih kata Amjon, keputusan yang dibuat sudah merupakan sangat bijak.

“Masyarakat bisa menilai, apakah keputusan yang dibuat sekarang realistik atau tidak. Tentu akan lebih membebankan, kalau mengikuti TDL.

Menurut Amjon, pihaknya saat ini terus berupaya untuk mencari solusi terbaik. Karena persentase kenaikan adalah untuk kepentingan bersama. Yakni jaminan adanya pelayanan listrik yang baik bagi masyarakat. Apalagi sekarang ini, listrik adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan.

“Apabila kita paksakan merubah TLB, kemudian kondisi PLN tidak menjanjikan. Tentu yang dikorban adalah pelayanan kepada masyarakat,” papar Amjon.(jpg)

Koarmabar Latihan Perang di Laut Natuna

0
Sejumlah Kapal Perang tiba di Laut Natuna. F. Dispen Lantamal untuk Batam Pos

batampos.co.id – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) TNI AL menggelar latihan perang di laut Natuna, Kepri, mulai (25/4) hingga (30/4). Latihan perang dengan sandi “Latihan Siaga Tempur Koarmabar 2017” itu untuk menguji kemampuan tempur sistem senjata Koarmabar dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Panglima Koarmabar, Laksda TNI Aan Kurnia mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Koarmabar, Pangkalan Angkatan Laut, maupun pangkalan utama Angkatan Laut.

“Dengan latihan ini, para prajurit dapat melaksanakan tugas utamanya serta dapat meningkatkan kerja sama taktis antar unsur Koarmabar dalam melaksanakan aksi tempur laut,”ujar Aan, melalui rilis yang diterima Batam Pos.

Dikatakan Aan, latihan perang yang digelar ini merupakan yang terbesar karena melibatkan sejumlah kapal perang berbagai jenis diantaranya, perusak kawal rudal (PKR), delapan kapal perang jenis kapal cepat rudal, dua kapal perang jenis penyapu ranjau dan sembilan kapal perang jenis patrol combat.

“Selain itu, ada juga kapal perang jenis angkut tank type frosch (ATF), kapal perang jenis landing platform dock (LPD), kemudian kapal tunda (TD) serta pesawat udara jenis Cassa, KRI Banda Aceh-593, KRI Teluk Sibolga-536, KRI Diponegoro-365, KRI Kapitan Pattimura-371 dan KRI Sutedi Senoputra-378,”kata Aan.

Diterangkan Aan, diambilnya laut Natuna sebagai lokasi untuk latihan tersebut. Karena Natuna, merupakan lokasi yang sangat strategis. Sebab latihan yang dilaksanakan tersebut melibatkan unsur 20 unit kapal perang, empat pesawat udara dan 1000 personel.

“Latihan yang digelar ini dengan menggunakan Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) tercanggih yang dimiliki TNI AL saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV, Mayor Laut (KH) Josdy Damopoli, menambahkan, latihan latihan tersebut melibatkan prajurit yang ada di Lantamal I, II, III, IV dan XII, termasuk satkat, Satran, Fasharkan, Satkamla.

“Latihan ini juga untuk menjaga dan meningkatkan kemampuan prajurit yang ada di kapal, pesawat dan pangkalan,”kata Josdy.

Sementara itu, sambung Josdy, khusus untuk Lantamal IV Tanjungpinang, mengikuti latihan beberapa materi yang sebelumnya telah diajarkan diantaranya dasar peperangan elektronik, sunrase Sunderland navigasi, hukum internasional, Raid report surface dan dan sab surface.

“Ada juga, raid report air yang diikuti oleh personel dari Satuan Kapal Ranjau (Satran),Satuan Kapal Cepat (Satkat),Fasharkan yang ada di Tanjung Uban dan Satkamla Lantamal IV,”pungkasnya.(ias)

Gubernur Minta Petunjuk KASN

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menegaskan pihaknya sudah melayangkan pertanyaan tertulis ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Yakni terkait rekomendasi KASN atas hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Prtama di lingkungan Pemprov Kepri. Karena dirinya tidak ingin gegabah dalam melakukan perombakan kabinet.

“Kita tidak bisa sembarangan melakukan perombakan kabinet (OPD, red). Karena semua sudah ada posisinya masing-masing. Makanya kita minta petunjuk KASN,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media disela-sela Peringatan Isra Mikraj di Gedung Daerah,Tanjungpinang, Rabu (26/4) malam lalu.

Disinggung apakah perubahan nilai yang dilakukan oleh Pansel atas intervensinya. Mengenai hal itu, dengan tegas Gubernur Nurdin mengatakan dirinya tidak pernah melakukan intervensi. Apalagi sekarang ini merupakan era bebas dan terbuka.

“Sekarang ini sudah era transparasi publik. Yang jelas proses yang kita lakukan adalah untuk mencari terbaik diantara yang baik,” tegas Gubernur.

Mantan Bupati Karimun tersebut menegaskan, pihaknya siap melaksanakan tuntunan KASN. Apabila memang ada prosedur yang salah atau dilanggar. Karena sebelum proses dan ditengah perjalan selalu berkoordinasi dengan KASN. Diakuinya, kekeliruan bisa saja terjadi.

“Kalau memang ada yang salah tentu harus diperbaiki. Kita berharap KASN juga memberikan solusi, sehingga tidak menggangu pekerjaan yang sudah dibuat,” papar Nurdin.

Disinggung terkait adanya pernyataan Staf Khusus Pemprov Kepri, Ahars Sulaiman yang menyebutkan adanya pergeseran yang akan dilakukan untuk 10 jabatan eselon II. Gubernur dengan tegas membantah hal itu. Meskipun demikian, ia menyebutkan evaluasi tetap dilakukan.

“Memang ada beberapa pertimbangan kedepan, yakni kinerja kepala OPD, tidak tersandung hukum. Rekomendasi tetap menjadi pegangan,” jelasnya.

Menurut Nurdin, KASN bukan hanya mengeluarkan rekomendasi untuk Pemprov Kepri saja. Tetapi juga ada beberapa daerah lainnya. Ditambahkannya, untuk tahap awal ini, konfirmasi disampaikan secara tertulis. Kedepan kalau kurang puas dengan penjelasan KASN, tentu bisa berkoordinasi langsung ke sana.

“Surat sudah kita kirim ke KASN sekitar dua pekan yang lalu. Mudah-mudahan ada jawaban secepatnya, sehingga persoalan ini cepat selesai. Dan tidak mengganggu rencana kerja yang sudah dibuat,” tutup Gubernur Nurdin.

Sementara itu, Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri, Arif Fadilah yang merupakan Sekda Kepri juga berdalih tidak mengetahui adanya rencana perombakan kabinet tersebut. Dikatakannya, belum ada rapat khusus untuk membahas persoalan ini.

“Memang informasi dari mana? Saya tidak tahu ada rapat untuk membahas perombakan kabinet. Yang jelas kita menunggu petunjuk KASN,” ujar Arif di lokasi yang sama.

Seperti diketahui, ada lima rekomendasi yang dikeluarkan KASN. Pertama adalah soal adanya pejabat eselon II yang duduk distaf ahli dari lingkar kejaksaan. Pejabat tersebut belum memenuhi syarat dan ketentuan untuk duduk pada posisi tersebut. Sehingga harus dibatalkan.

Kemudian yang kedua, melakukan evaluasi kembali terhadap posisi Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung dan posisi Kepala Badan Ketahanan Pangan. Karena ditinjau dari hasil seleksi belum memenuhi. Ketiga adalah memberikan teguran kepada Pansel. Selanjutnya keempat mengevaluasi hasil Pansel. Dan kelima memberikan teguran dan evaluasi posisi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Karena kompetensinya diragukan.(jpg)

Tim Saber Pungli Periksa Pelabuhan Tanjungbalai Karimun

0

batampos.co.id – Kapolresta Barelang AKBP Hengki menyatakan, penyelidikan kasus OTT dua oknum pegawai PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) terus berlanjut. Bahkan, saat ini Tim Saber Pungli telah menyasar ke pelabuhan lainnya seperti pelabuhan di Tanjungbalai Karimun.

“Anggota Tim Saber Pungli ini sudah ada yang ke Karimun untuk melakukan pemeriksaan terkait penangkapan kemarin,” kata Hengki.

Dilanjutkan Hengki, alasan pemeriksaan ke pelabuhan di Tanjungbalai Karimun itu karena kapal yang berlayar dari punggur menuju ke Tanjungbalai Karimun. Tim Saber Pungli menilai, tidak menutup kemungkinan praktik pungli juga terjadi di pelabuhan lainnya.

“Bagaimana hasil pemeriksaan disana, nanti akan kita jelaskan,” katanya.

Hengki menambahkan, saat ini ia belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus OTT ini. Meskipun beberapa waktu yang lalu kedua oknum pegawai ini mengaku bahwa ada setoran setiap bulannya kepada atasan mereka.

“Apakah ada keterlibatan pihak yang lainnya? kita belum tau. Bedasarkan pengakuannya kemarin ada yang terlibat, tapi itu harus kita buktikan lagi,” imbuhnya. (cr1)

Taekwondoin UTI Pro Pertahankan Tradisi Emas di WATA Open

0
Taekwondoin UTI Pro saat meraih empat emas di World Action Taekwondo Association WATA Open Championship 2017 di Sakai City, Osaka Jepang. Foto: Yongki untuk Batam Pos

batampos.co.id – Taekwondoin UTI Pro kembali mengukir prestasi gemilang di Ajang Internasional World Action Taekwondo Association WATA Open Championship 2017 di Sakai City, Osaka Jepang 21-23 April 2017.

Tim UTI Pro dibawah komando Manajer Tim Alfian Alfeus Bangun meraih 4 medali emas. “Ini hasil yang sangat menggembirakan, empat emas berhasil diraih taekwondoin binaan UTI Pro,” kata Alfian, Kamis (27/4).

Menurut Alfian, ajang World Action Taekwondo Association WATA, merupakan event yang cukup bergengsi dan diikuti 17 Negara . “Event ini cukup diminati, terbukti 17 negara hadir ikut berpartisipasi di event ini,” ungkap Alfian.

Keempat keping medali emas itu masing-masing dihasilkan di kategori Kyorugi. Adapun peraih emas di bagian putra yakni Herlambang Agus Parluhutan, Aprilliandy Fransiorendy dan Nuri Revani Siregar di bagian putri. Sementara satu medali emas lainnya dipersembahkan Siti Aulia Rahma F di kategori Pomsae.

Pelatih Satriyo Rahadhani mengaku cukup puas dengan penampilan atlit UTI Pro di event yang cukup bergengsi ini. “Mereka tampil all out dan tidak demam panggung mengingat jam terbang mereka di kompetisi Internasional sudah cukup tinggi ,” Ujar Taekwondoin Nasional yang tampil di Olimpiade Athena 2004.

Pembina YUTI dan UTI Pro, Grand Master Lioe Nam Khiong menilai, sukses yang dicapai taekwondoin UTI Pro di Osaka ini merupakan cerminan hasil pembinaan yang diterapkan di UTI Pro Training Centre. “Kami tidak pernah putus dalam menerapkan pembinaan secara terpusat dan berkesinambungan,” kata Grand Master Lioe Nam Khiong.

Lioe Nam Khiong juga merencanakan untuk melakukan try out ke sejumlah event Internasional lainnya sebagai bagian program pembinaan berkesinambungan di UTI Pro. “ini hasil yang bagus karena empat atlet yang diturunkan semuanya meraih emas,” tutup Lioe Nam Khiong. (iwa)

Dalmasri Kunjungi Rumah Singgah di Singkawang

0
Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam (tengah), foto bersama warga Bintan yang berada di rumah singgah Kecamatan Tambelan di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (25/4) lalu.

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melakukan kunjungan ke rumah singgah tambelan yang berada di jalan Raya Pasar Sedau nomor 1, Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (25/4) lalu.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi warga Bintan yang ada di Singkawang. Kegiatan kunjungan ke rumah singgah milik Pemkab Bintan, ini merupakan kunjungan kedua yang dilakukan di era pemerintahan Apri-Dalmasri. Setelah sebelumnya sudah melakukan kunjungan ke Rumah Bahagia Bintan, di Jakarta pada bulan Maret lalu.

Erna salah satu pengurus Rumah Singgah Tambelan di Singkawang, mengatakan saat ini pihaknya telah menerima sekitar 16 warga Tambelan yang sedang sakit dan menjalani pengobatan di Singkawang.

“Rumah singgah ini memiliki 9 kamar dan 1 mobil operasional yang dapat digunakan untuk warga Bintan saat berada di singkawang,” katanya.

Dalam kunjungan ini, Dalmasri juga menemui beberapa warga Bintan dan berdialog bersama dengan pengurus rumah singgah, terkait fasilitas dan kondisi yang dirasakan warga Bintan, di Singkawang.

Rumah singgah yang sudah ada sejak 2 tahun lalu ini berada di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Bintan, yang diketahui masih dalam kondisi baik secara fisik maupun pengelolaannya.

Dalmasri Syam, mengucapkan terima kasih kepada ikatan warga Tambelan yang telah merawat rumah singgah dengan baik. Politisi partai Golkar ini mengatakan saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan telah melaksanakan program Kesehatan Gratis ditahun 2017.

“Program kesehatan gratis ini dapat digunakan masyarakat Bintan untuk mendapatkan fasilitas kesehatan diseluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Bintan dan RSUD Bintan,” jelasnya.

“Saya menghimbau agar fasilitas rumah singgah ini hanya boleh digunakan oleh warga Bintan, terutama yang memiliki urusan penting. Seperti menjalani pengobatan atau mengantar anaknya yang ingin bersekolah di Singkawang,” jelasnya.

Sementara itu, Yamin salah satu tokoh tambelan di Singkawang mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati yang telah datang menjenguk dan melihat langsung kondisi warga yang berada di Singkawang.

“Semoga Pemkab Bintan selalu memperhatikan kondisi kami yang ada di sini,” harapannya. Kegiatan kunjungan kali ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Bintan dr. Gama Isnaeni, Kabid Pelayanan Kesehatan dr. Royhan Siregar dan Kasi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Dewi Damayanti. (cr20)

Puting Beliung Robohkan Astaka STQ di Masjid Agung

0

batampos.co.id – Angin puting beliung merobohkan astaka untuk pelaksanakan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XI tingkat Kabupaten Natuna yang dibuat di halaman masjid Agung Natuna , Kamis (27/4).

Tidak hanya bangunan astaka, tenda-tenda yang sudah terpasang untuk para undangan pada kegiatan STQ terlihat rata dan tiang-patah. Bahkan menurut saksi mata, kursi- kursi berterbangan saat angin menghantam kawasan masjid agung yang disertai hujan deras.

Kejadian mengerikan itu tidak berlangsung lama. Namun cukup membuat kerusakan cukup parah dan menumbangkan pohon di sekitar area masjid agung. Bahkan hujan lebat dan angin kencang sekitar 20 menit tersebut merusakkan dua rumah yang tidak jauh
dikawasan masjid agung.

Marleni, seorang Staf di Dinas Perhubungan Pemkab Natuna mengaku, kejadian sangat cepat dan mendadak. Ia bersama rekan-rekan lainnya berhamburan keluar dari tenda Pos Dishub yang berada di samping masjid Agung.

“Kami semua menyelamatkan diri. Anginnya sangat kencang. Kami berusaha nyari pegangan. Tenda kami roboh semua,” ujar Marleni.

Tidak hanya merusakan banguan astaka, peralatan soun sistem dan penerangan STQ juga rusak setelah terhempas angin puting beliung.

“Peralatan sound sistem rusak semua. Karena ada yang terjatuh dan kemasukan air,” ujar Buyung seraya menggulung kabel.

Beberapa keramik-keramik dinding di gapura depan Mesjid Agung Natuna pun terlepas dan berserakan. Sementar kerusakan juga dialami pedagang yang mendirikan kios-kios dagangannya diarea masjid agung.

“Pedagang kios sekitar area masjid agung banyak berlarian menyelamatkan diri, ketika atap kios mereka berterbangan,” sebut Omi seorang pegawai Pemda Natuna.

Belum diketahui kerugian materil yang di sebabkan kejadian tersebut. Namun tidak dipastikan tidak terdapat korban jiwa. Sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Natuna terlihat meninjau astaka STQ di masjid agung yang sudah porak poranda.

“Pelaksanaan STQ tidak akan tertunda, karena bisa dilaksanakan didalam masjid. Bangunan astaka peruntukan utamanya untuk penutupan nantinya,” ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemkab Natuna, Kartina Riauwita.(arn)