Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13382

Kampanyekan Gerakan Hidup Sehat

0
Sejumlah warga mengikuti senam sehat dalam rangka Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (26/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Indeks Kesehatan Masyarakat (IKM) menjadi paramater keberhasilan pembangunan daerah. Menyadari pentingnya kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) yang disejalankan dengan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Hotel CK, Tanjungpinang, Selasa (25/4) malam.

“Gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, menjadi penyebab menurunnya IKM. Tingkat kematian di Kepri bukan saja terjadi karena penyakit menular, tetapi penyakit tidak menular juga tinggi,” ujar Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Rizal Rinaldi.

Dikatakannya, kependulian untuk menjaga gaya hidup sehat harus dimulai dari kelurga. Yakni dengan menjaga pola makan, dan melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sehari. Menurutnya, Germas merupakan gerakan perubahan untuk mengkampanyekan hidup sehat. Secara khusus harapannya adalah untuk menurunkan beban penyakit menular dan tidak menular.

“Gerakan hidup harus kita rancang secara sistematis ditengah-tengah keluarga. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membudayakan prilaku hidup sehat, lingkungan bersih. Sehingga produktivitas masyarakat akan meningkat,” tutup Rizal Rinaldi.

Sementara itu, Asisten I Pemprov Kepri, Raja Ariza yang mewakili Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan, mainset sekarang ini yang harus dirubah. Yakni mencegah lebih baik dari mengobati. Menurutnya, pelayanan dirumah sakit sejauh ini sudah baik.

“Kita harus bisa memberikan dokterin ditengah-tengah keluarga, bahwa mencegah itu lebih baik dari mengobati,” ujar Raja Ariza.

Selain menggelar Rakortek dan kampanye Germas, Dinkes Kepri juga melaksanakan senam sehat di pelantaran Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (26/4) pagi kemarin. Selain diikuti masyarakat Tanjungpinang, kegiatan tersebut juga diikuti oleh seluruh peserta Rakortek yang berasal dari tujuh kabupaten/kota dan sejumlah Puskesmas yang ada di Kabupaten/Kota. Masyarakat terlihat sangat antusias mengingkuti program senam sehat ini.(jpg)

Pajak Air Permukaan Disinyalir Bocor

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yakni melalui revisi Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang pajak daerah.

“Kita sudah petakan potensi-potensi yang bisa menjadi amunisi tambahan bagi peningkatan PAD Provinsi Kepri di 2018 mendatang,” ujar Anggota Pansus revisi Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah dan Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang pajak daerah, Irwansyah, Rabu (26/4) di Tanjungpinang.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kepri tersebut mengatakan, proses perubahan Perda ini diharapkan selesai awal Mei mendatang. Disebutkannya, ada beberapa sektor yang menjadi fokus untuk mendapatkan PAD tambahan. Yakni pajak progresif kendraan bermotor.

Mantan Anggota DPRD Kota Batam tersebut menjelaskan, masyarakat dikenakan pajak adalah mereka yang memiliki lebih dari satu kendraan bermotor. Sedangkan besaran persenatasenya masih dalam didiskusikan. Khusus untuk sepeda motor adalah yang diatas 250 cc keatas.

“Selain itu menambah PAD, kebijakan ini untuk membatasi jumlah kendaraan. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya kemacetan,” papar Irwansyah.

Legislator Dapil Batam tersebut juga mengatakan, selain itu adalah menerapkan kebijakan langsung balik nama ketika dilakukan penjualan kendraan. Kemudian untuk retrebusi diharapkan dari sektor labuh jangkar, dan ship to ship. Selanjutnya adalah sektor kelautan dan perikanan, yakni penerapkan pajak bagi kapal-kapal diatas 5 GT, pabrik es, dan reklamasi. Ditambahkannya, di bidang Pekerjaan Umum adalah pajak laboratorium dan kendraan berat.

“Dari bidang ketenagakerjaan, Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). IMTA Potensinya cukup besar di Kepri. Sejauh ini menghasilkan, harus dioptimalkan,” paparnya lagi.

Jadwalkan RDP dengan ATB-BP Batam Sementara itu, terkait beralihnya kewenangan dari Kabupaten/Kota ke Provinsi memberikan ruang gerak bagi Pemprov untuk menggenjot potensi yang ada. Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah mencium ada yang tidak beres dengan setoran pajak air permukaan yang dilakukan Adya Tirta Batam (ATB) ke BP Batam.

“Dari pajak yang diterima, ada bagian yang harusnya didapat oleh Pemprov Kepri. Karena ini menyangkut soal kewenangan daerah,” ujar Irwansyah.

Menurut Irwansyah, selama itu Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah kesulitan untuk melakukan penagihan pajak tersebut. Bahkan persentase pajaknya juga tidak jelas berapa nilainya.

Ditegaskannya, untuk menuntaskan persoalan ini, DPRD Kepri akan menjadwalkan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan ATB-BP Batam.

“Minggu depan kita akan jawdalkan RDP tersebut. Karena potensi dari pajak air permukaan sangat besar. Berapapun nilainya, sangat berguna bagi pembangunan daerah,” tegas Irwansyah.

Ditambahkannya, sektor terakhir yang menjadi harapkan bagi bertambahnya pundi-pundi PAD Kepri adalah melalui aset daerah yang ada. Yakni seperti Asrama Haji yang di Tanjungpinang. Karena selama ini dikelola oleh Yayasan, sehingga pendapatan yang ada tidak masuk ke kas daerah.

“Karena sudah menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tentu harus kita laksanakan. Sejauh ini, PAD Kepri baru Rp1,1 triliun. Mudah-mudahan di 2018 mendatang bisa menjadi Rp2 triliun,” tutup Irwansyah.(jpg)

Ketua Pansel JPTP Buang Badan

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Arif Fadilah yang merupakan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemprov Kepri, terkait dengan masalah rekomendasi KASN, enggan dirinya yang dipersalahkan dalam persoalan ini.

Ditegaskannya, dirinya sudah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD-SDM) Pemprov Kepri untuk berkoordinasi dengan KASN.

“Saya sudah perintahkan BKD untuk berkoordinasi, kalau memang kita salah. Tentu harus kita perbaiki sesuai dengan rekomendasi KASN,” ujar Arif di Gedung DPRD Kepri, Selasa (25/4) lalu.

Disinggung apakah kekeliruan yang terjadi merupakan kebijakannya sebagai Ketua Pansel ataupun ada intervensi dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang menginginkan pejabat tertentu untuk lolos diposisi yang telah disiapkan. Mengenai hal itu, Arif mengklaim proses yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

“Tidak ada intervensi dari Pak Gubernur. Karena proses yang ada sudah sesuai dengan peraturan yang ada. KASN tentu punya pandangan tersendiri, sehingga mengeluarkan rekomendasi,” jelas Mantan Sekda Karimun tersebut.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua mengatakan rekomendasi yang dikeluarkan KASN adalah pukulan telak bagi Pansel JPTP Kepri yang dipimpin oleh Eko Prasojo. Menurut Rudy, ada lima rekomendasi penting yang harus segera dilaksanakan oleh gubernur.

“Jika memang kinerja Pansel sudah benar, harusnya mereka memberikan klarifikasi, atas terbitnya rekomendasi KASN,” ujar Rudy.

Masih kata Rudy, pihaknya yakin kalau Pansel JPTP Kepri adalah para pakar diberbagai bidang. Ditegaskannya, adanya rekomendasi KASN merupakan sesuatu yang memalukan. Tentu ini menjadi preseden buruk bagi Pansel.

“Kalau tidak ada penegasakan dari Pansel, bisa diindikasikan apa yang menjadi catatan KASN kenyataanya adalah benar,” tegas Rudy.

Legislator dapil Tanjungpinang itu menyebutkan, ada lima rekomendasi yang dikeluarkan KASN. Pertama adalah soal adanya pejabat eselon II yang duduk distaf ahli dari lingkar kejaksaan. Pejabat tersebut belum memenuhi syarat dan ketentuan untuk duduk pada posisi tersebut. Sehingga harus dibatalkan.

Kemudian yang kedua adalah, melakukan evaluasi kembali terhadap posisi Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung dan posisi Kepala Badan Ketahanan Pangan. Karena ditinjau dari hasil seleksi belum memenuhi.

“Ketiga adalah memberikan teguran kepada Pansel. Keempat mengevaluasi hasil Pansel. Dan kelima memberikan teguran dan evaluasi posisi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Karena kompetensinya diragukan,” tutup Rudy. (jpg)

KASN Minta Pemprov Laksanakan Rekomendasi

0

batampos.co.id – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) siap bertindak, apabila Pemprov Kepri tidak mengindahkan rekomendasi yang sudah dikeluarkan KASN pada tanggal 17 Maret lalu. Karena sampai saat ini, belum ada klarifikasi yang dilakukan Pemprov Kepri ke KASN.

Menurut Anggota KASN, Nuraida Mokhsen mengatakan rekomendasi yang dikeluarkan KASN atas hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemprov Kepri adalah peringatan dini bagi Pemprov Kepri. Apabila tidak dilaksanakan, maka menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Cepat atau lambat mereka (Pemprov Kepri,red) akan melaksanakannya. Karena rekomendasi KASN sifatnya mengikat dan ditembusi ke BPK,” ujar Nuraida Mokhsen menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (26/4).

Perempuan yang pernah duduk sebagai pejabat di lingkungan Pemprov Kepri tersebut menegaskan, apabila tidak dilaksanakan dan jadi temuan BPK. Konsekuensinya adalah proses seleksi sebelum berpotensi dibatalkan. Atas dasar itu, Pemprov Kepri diharapkan dapat menghormati dan melaksanakan rekomendasi tersebut

“Sebelum BPK bertindak, Pemprov Kepri diharapkan segera memperbaiki kesalahan yang ada. Kalau tetap berdiri dengan keputusan yang dibuat, tentu ada konsekuensinya,” tutup Nuraidai Mokhsen. (jpg)

Imigrasi Batam Hanya Melayani 300 Pemohon Paspor Tiap Hari

0

batampos.co.id- Permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam setiap harinya terus membeludak. Tak jarang warga harus pulang dengan rasa kecewa karena tidak terlayani. Padahal mereka sudah antre.

“Saya pikir antrenya sudah bekurang, ternyata tetap sama. Sudah sebulan ini mau urus paspor, tapi tak jadi-jadi,” ujar Liani, warga Sagulung di kantor Imigrasi, Rabu (26/4/2017).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam Teguh Prayitno mengaku pihaknya tak bisa melayani jumlah pemohonan paspor setiap harinya. Apalagi sudah ada kuota yang ditetapkan pusat berkisar 300 permohonan per hari.

“Bisa dilihat seperti apa antrenya setiap hari. Padahal untuk Batam sudah ditetapkan kuota antara 250 sampai 300 permohonan sehari,” kata Teguh yang dihubungi kemarin.

Karena itu, untuk meningkatkan pelayanan pihaknya berencana membuka Unit Layanan Paspor (ULP). Tujuannya mempermudah warga dalam pengurusan paspor, karena hanya dikhususkan untuk permohonan pembuatan paspor.

“Mengatasi permasalahan ini kita berencana membuka ULP. Kantornya terpisah dari Kantor Imigrasi sekarang, namun masih di bawah naungan kita,” terang Teguh.

Kebutuhan ULP di Batam sudah sangat mendesak dan harus disegerakan. Karena kondisi permohonan paspor yang terus meningkat. Apalagi saat ini, sistem pembuatan paspor online sedang bermasalah.

“ULP ini sangat perlu. Dan kondisi seperti ini sudah kita beritahu ke pusat,” beber Teguh.

Di sisi lain, Teguh menyadari pembangunan Kantor ULP membutuhkan anggaran yang cukup besar. Apalagi melihat keterbatasan anggaran yang dimiliki pihaknya. Karena untuk membangun ULP, pihaknya harus menyiapkan banyak anggaran, seperti lahan, bangunan hingga perangkat pembuatan paspor.

“Izin sudah kami urus, tapi anggaran terbatas. Biaya pembangunan ini tak murah, bisa miliaran. Belum memikirkan tempat yang harus mudah dijangkau masyarakat,” ungkap Teguh.

Meski begitu, ia yakin pembangunan ULP bisa disegerakan. Apalagi dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa dibangun, sehingga mempermudah layanan untuk masyarakat,” sebut Teguh. (she)

Meski Status Tersangka, Yusran Masih Aktif Bertugas

0

batampos.co.id – Meskipun status Kepala Desa Malang Rapat, Yusran Munir, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, atas kasus dugaan penyalagunaan dana desa sebesar Rp 300 juta, namun hal tersebut tidak berdampak terhadap jabatan yang diembannya saat ini.

Hingga saat ini Yusran masih tetap aktif menjabat sebagai kepala Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.

“Kades Yusran masih aktif melakukan tugasnya. Belum ada di kasih sanksi, karena kami juga belum terima surat resmi dari Kajari Pinang, yang menyatakan dia (Yusran, red) ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bintan Ronny Kartika, di Monumen Relief Antam, Kijang, Bintan Timur, Rabu (26/4).

Ronny, menjelaskan apabila dikaji melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 82 tahun 2015, terkait tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.

Seharusnya dilakukan pemberhentian sementara terhadap Kades yang bermasalah dengan hukum tersebut.

Sambil menunggu hasil dari keputusan atas kasusnya, tentu juga harus dilakukan pergantian pejabat sementara, hingga ada penetapan terhadap Kades baru yang sah.

Namun dalam realisasi pemberhentian sementara itu, lanjut Ronny, tentu harus didukung dengan adanya surat resmi dari Kajari Tanjungpinang, sehingga bisa langsung diproses, hingga penetapan keputusan akhir oleh Bupati Bintan.

“Kami masih tunggu suratnya. Kalau sudah keluar, mungkin segera diproses untuk pemberhentiannya,” terangnya.

Ronny juga menambahkan kasus yang dialami oleh salah satu Kades di Bintan, ini tentunya menjadi pelajaran bagi seluruh Kades yang lainnya, agar ke depannya dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan anggaran yang ada.

Untuk itu, kata Ronny, pihaknya berencana segera melakukan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, dan Tim Saber Pungli untuk memberikan penyuluhan kepada seluruh kepala desa yang ada di Bintan, sehingga kedepannya tidak terulang lagi penyalagunaan dana desa, seperti yang terjadi di Bintan. (cr20)

Hendriyanto Juara 1 Lomba TTG

0
Plt Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara, memberikan piala kepada Herdiyanto yang berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara 1 dalam ajang lomba Tekhnologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Bintan Tahun 2017, di Monumen Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (26/4). F. Humas Pemkab Bintan

batampos.co.id – Hendriyanto juara 1 lomba Tekhnologi Tepat Guna (TTG) Kabupaten Bintan Tahun 2017, dengan menghasilkan karya terbaik, yakni pemanfaatan limbah bulu ayam untuk pertanian, di Monumen Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (26/4).

Prestasi yang membanggakan dari karya pelajar SMK Negeri 1 Bintan, ini menjadi pilihan terbaik bagi para juri.

Dimana peserta ini mampu menghasilkan sesuatu yang terbuat dari bahan yang sederhana, namun memiliki manfaat yang sangat besar untuk pertanian.

“Dari 10 peserta yang ikut, semuanya sangat kreatif dan hasil karyanya juga bagus-bagus. Kami sangat apresiasi karya mereka,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bintan Ronny Kartika, Rabu (26/4).

Ronny, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya dalam mengenalkan kreatifitas dan inovasi terhadap anak-anak Kabupaten Bintan, dalam menciptakan tekhnologi tepat guna yang berbahan murah meriah namun bisa diunggulkan dan bermanfaat di masyarakat.

Seperti halnya produk Alarm Motor Maling yang hanya mengeluarkan biaya Rp 46.000, namun memberikan manfaat untuk memperkecil tingkat kerawanan terhadap pencurian sepeda motor.

Menurutnya hasil dari Lomba Tekhnologi Tepat Guna (TTG) merupakan suatu langkah maju dan bersejarah, karena untuk pertama kalinya menampilkan potensi kreasi anak-anak Kabupaten Bintan, dengan menampilkan produk kreatif yang memiliki keunikan tersendiri.

“Ini akan menjadi langkah awal, dimana harapan kedepannya output yang dihasilkan mudah-mudahan mampu meningkatkan potensi lokal, serta mampu dilirik oleh investor,” jelasnya.

Ia menambahkan ke-3 pemenang dalam lomba ini, nantinya akan mewakili Kabupaten Bintan, untuk mengikuti ajang yang sama di tingkat Provinsi Kepri, yang digelar pada tanggal 17 Mei 2017 mendatang, di Kota Batam.

Plt Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara, yang melihat langsung presentasi merasa kagum dimana dirinya menegaskan langkah ini harus diapresiasi guna memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi khalayak ramai.

“Kreatifitas dan inovasi yang harus terus ditingkatkan,” terangnya.

Sementara itu, saat ditemui Hendriyanto, mengaku tak pernah menyangka bisa menjadi pemenang dalam lomba ini.

“Gak nyangka bisa menang. Padahal semua peserta hebat-hebat. Hasil karyanya juga bagus,” ungkapnya.

Ia menuturkan dengan raihan prestasi ini tentunya juga akan menjadi motivasi baginya untuk bisa mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi lagi.

“Terimakasih saya ucapkan untuk semuanya. Ini akan saya jadikan motivasi, agar bisa meraih prestasi yang lebih membanggakan lagi untuk ajang selanjutnya,” imbuhnya (cr20)

Engku Putri Mulai Dipenuhi Karangan Bunga untuk Ahok Djarot

0

Tak hanya Jakarta, warga Batam juga memberikan apresiasi mereka kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wagub DKI Syaiful Djarot melalui karangan bunga.

Karangan bunga ini mulai dibentangkan di depan kantor Walikota Batam di jalan Engku Putri, Batamcenter sejak pagi tadi (26/4/2017).

Pantauan batampos.co.id, papan bunga itu terdiri dari berbagai ukuran baik yang sedang hingga besar yang diberikan secara pribadi maupun organisasi.

Ada tulisan God Bless You Ahok Djarot, Ahok Djarot Ale Rasa Beta Rasa dan ungkapan apresiasi serta terimakasih lainnya. (spt)

PKK Gunung Kijang Juara I Lomba Masak

0
Plt Sekda Bintan, Adi Prihantara (kanan) memberikan piala kepada Camat Gunung Kijang, Satridha yang berhasil meraih juara 1 dalam ajang lomba masak gemar ikan dan lomba cipta menu 2017 di Lapangan Relief Antam Kijang, Rabu (26/4). F. Humas Pemkab Bintan.

batampos.co.id – Tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Gunung Kijang, berhasil meraih juara I untuk kedua kalinya, dalam ajang Lomba Masak Gemar Ikan dan Lomba Cipta Menu (B2SA) Tingkat Kabupaten Bintan, Tahun 2017, yang diselenggarakan di Lapangan Relief Antam Kijang, Selasa (26/4).

Atas prestasi yang membanggakan tersebut, tim PKK Kecamatan Gunung Kijang, berhak kembali mewakili Kabupaten Bintan, untuk mengikuti ajang yang sama ditingkat Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh PKK Kabupaten Bintan, bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Bintan, serta Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, ini diikuti oleh 10 tim penggerak PKK kecamatan se-Kabupaten Bintan, dimana dari masing-masing kecamatan diwakili satu tim yang terdiri dari dua orang.

Ditangan ibu-ibu Tim penggerak PKK, ini ikan diolah menjadi kreasi yang menggoda lidah yang disulap menjadi hidangan keluarga, seperti ikan patin gulung saos kedelai, risoles ikan kulit cumi, serta menu balita mangkok ikan krim sup bayam udang.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi, mengatakan lomba ini merupakan ajang untuk memotivasi ibu-ibu hebat dalam memasak, meskipun memiliki karir di luar rumah.

”Ini adalah ajang untuk menyalurkan bakat dan potensi para ibu dalam mengolah ikan menjadi aneka menu dalam kesehariannya, serta mempromosikan makanan ikan pada masyarakat luas,” ungkapnya, di Monumen Relief Antam, Kijang, Bintan Timur, Rabu (26/4).

Wanita yang akrab disapa Deby, ini menuturkan melalui lomba ini tentunya juga dapat mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, melalui gerakan gemar makan ikan. Dimana sekaligus juga mengajak masyarakat akan kesadaran nilai gizi ikan dan mendorong kreatifitas yang berbasis pada Sumber Daya Lokal.

Di samping itu secara tidak langsung juga akan dapat membantu mengangkat penghasilan dari para nelayan. ”Saya berharap selepas mengikuti lomba ini ibu-ibu bisa saling bertukar resep untuk kemudian diterapkan dalam memasak menu ikanuntuk keluarga,” terangnya.

Lomba gemar masak ikan yang mengusung tema ‘dengan membudayakan gerakan makan ikan serta memanfaatkan sumber daya pangan lokal dalam Cipta Menu Makanan, keluarga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat sebagai upaya mewujudkan Bintan Gemilang’ ini dibuka langsung oleh Plt Sekda Kabupaten Bintan, Adi Prihantara.

Adi berharap dengan digelarnya kegiatan lomba ini dapat meningkatkan produktifitas masyarakat untuk menciptakan kreasi memasak menu terbaru, dengan tetap mengandalkan ciri khas dari produk lokal di Bintan.

“Mudah-mudahan ke depannya semua masyarakat di Bintan, dapat melakukan hidup sehat, dengan mengkonsumsi makanan yang dibuat sendiri dengan mengandalkan ikan yang menjadi hasil utama di Kabupaten Bintan,” terangnya.

Selain melaksanakan lomba, dalam kegiatan ini Pemkab Bintan, juga melepas 24 orang Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Bintan, yang siap akan berlaga di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, dalam ajang Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS).

“Saya harapkan agar kontingen yang berangkat ke Aceh bukan saja berlaga, namun juga bisa belajar tentang bagaimana mengembangkan produktifitas, serta mampu menunjukkan potensi Kabupaten Bintan, sesungguhnya,” imbuhnya. (cr20)

 

 

Ini Kata Habibie Tentang Batam Saat Ini

0
Manatn Presiden RI BJ Habibie mendapat pengawalan ketat saat melewati kerumunan warga yang ingin bersalaman dan berfoto usai nonton film di Studio XXI Megamall Batamcenter, Rabu (26/4/2017). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Presiden ketiga Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie mengingatkan semua pihak di Batam agar bersinergi membangun Batam. Semua hambatan harus dihilangkan.

”Mari bersinergi positif, supaya ekonomi Batam menjadi lebih baik lagi,” ujarnya saat berkunjung ke Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito, Nongsa, Rabu (26/4/2017).

Habibie pun menceritakan kisah pertama kali ia membangun Batam. Sebagai perintis, ia paham betul kesulitan yang dihadapi. Batam harus bisa tumbuh menjadi kawasan yang maju karena berhadapan langsung dengan negara maju Singapura.

”Saya masih di Jerman ketika Pak Harto menelepon langsung meminta saya kembali ke Indonesia,” ucapnya.

Habibie pun kembali ke Indonesia. Tak lama kemudian, ia ditugasi oleh Presiden kedua RI, Soeharto, untuk mengembangkan Pulau Batam. Tujuannya, agar Batam bisa tumbuh menjadi kawasan baru yang maju. Apalagi negara tetangga Singapura juga terus tumbuh pesat.

”Pak Harto bilang ke saya, Singapura bisa berkembang lebih baik, kenapa tidak dengan Batam,” katanya.

Hal inilah mendasari cikal bakal Batam yang sekarang. Suharto pun memberikan BJ Habibie proposal rancangan pembangunan Batam. Tapi rancangan tersebut ditolak.

”Saya bilang, kalau bapak mau saya membangun Batam. Biar saya buat dengan cara saya,” ucap Habibie menirukan saat dirinya bertemu Soeharto.

Karena begitu percayanya pada Habibie, Soeharto menyerahkan sepenuhnya aturan pembangunan Batam kepada pemilik IQ 200 itu. ”Saat saya masuk itu, Batam hanya berpenduduk 6 ribu orang,” tuturnya.

Dari sana mulailah Habibie membangun Batam. Merancang, mengonsep, dan merencanakan pembangunan untuk masa-masa yang akan datang. Ia mengatakan saat membangun Batam, dirinya menjalin hubungan positif dengan siapa saja.

”Termasuk Singapura, saya diperbolehkan bangun apa saja waktu itu. Tapi ada pengecualian, judi tidak boleh,” ujarnya.

Habibie pun melihat Batam saat ini jauh lebih maju dari saat ia merintis.

Melihat Batam saat ini, dia berpesan agar jangan takut menghadapi berbagai masalah, supaya terus maju dan menghadapi masalah yang ada. Tapi bila maju menghadapi masalah, harus bijak dalam menyelesaikannya. ”Hal itu harus diperjuangkan,” ucapnya.

Habibie mengatakan saat membangun Batam, ia dibantu oleh orang-orang yang mau berkarya dan memiliki semangat juang yang tinggi.
”Adik ipar saya (Soedarsono Darmosoewito, red) yang menjadi wakil saya. Saat saya bolak balik Indonesia-Jerman, adik saya (Ibu Sri Soedarsono) selalu memiliki semangat sosial yang tinggi,” katanya.
”Dan pengusaha muda yang energik pada waktu itu, Pak Kris Wiluan,” tuturnya.

Seluruh yang hadir mendengarkan dengan seksama pesan yang disampaikan oleh Habibie. Tak hanya bercerita tentang Batam, ia juga mengungkapkan keheranan negara lain dengan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan adat istiadat, namun bisa bersatu.

Seluruh undangan di RS Soedarsono Darmosoewito takjub mendengarkan hal-hal yang disampaikannya. Setelah memberikan sambutannya, Habibie bersama rombongan meninjau seluruh ruangan di RS  Soedarsono Darmosoewito. (ska)