Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13384

10 Kecamatan dapat Sertifikat Gratis

0

 

Petani Kelurahan Gunung Lengkuas sedang menggarap lahannya untuk ditanami cabai, beberapa waktu lalu. Tahun ini Pemkab Bintan menggratiskan pembuatan sertifikat lahan masyarakat Bintan untuk pertanian. F.harry/batampos

batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Sekda Bintan, Adi Prihantara mengatakan tahun ini Pemkab Bintan akan menerbitkan sertifikat tanah milik masyarakat di 10 kecamatan secara cuma-cuma alias gratis. Sebab beban biaya penerbitan sertifikat tanah itu ditanggung sepenuhnya oleh APBD Bintan.

“Kami akan melakukan pendataan dulu sebelum menerbitkan sertifikat tanah itu. Sehingga bantuan penerbitan sertifikat gratis ini bisa tepat sasaran,” ujar Adi ketika dikonfirmasi, kemarin.

Penerbitan sertifikat gratis ini, kata Adi diselenggarakan melalui Program Operasi Daerah Agraria (Proda) Bintan 2017. Dimana kegiatan program ini meliputi adjudikasi, pendaftaraan tanah sampai penerbitan sertifikat yang dilakukan secara masal dariJanuari-Desember.

Program ini juga, lanjut Adi sebagai bentuk dan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bintan. Khususnya bagi golongan ekonomi lemah sampai dengan menengah.

“Proda ini akan memberikan legalitas kepemilkan lahan masing-masing masyarakat. Semuanya gratis dari pendataan sampai penerbitan. Yang penting kepemilikan tanahnya jelas asal dan usulnya,” bebernya.

Ditanya biaya yang dialokasikan untuk merealisasikan program itu, Adi mengaku Pemkab Bintan akan mengucurkan dana sebesar Rp 550.000.000 untuk pensertifikatan 600 persil lahan milik masyarakat.

Sedangkan untuk pelaksanaannya, sambung Adi akan dilakukan secara terpadu. Namun masing-masing orang diberikan hak untuk mengusulkan penerbitan sertifikat diatas lahannya seluas 0-2 Hektare (Ha). Baik itu lahan pertanian maupun rumah sendiri.

“Kami harapkan satu orang ajukan lahan satu persil. Jadi 600 orang bisa nikmati program ini dan proses administrasi penerbitan sertifikatnya juga cepat selesai. Diharapkan program ini mampu menyeselaikan secara tuntas sengketa tanah yang bersifat strategis,” ungkapnya. (ary)

 

Ribuan Pekerja dan Pelajar Semarakkan Peringatan Hari Katini

0
Peserta dari Departemen BD PT BRC sedang menunjukkan aksinya di atas catwalk, Pujasera Lagoi, Kawasan Pariwisata Lagoi. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Ribuan pekerja dari departemen dan resort di Kawasan Pariwisata Lagoi memadati Area Pujasera Lagoi, Rabu (26/4). Mereka antusias menyaksikan berbagai acara yang ditaja PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) bersempena peringatan Hari Kartini Srikandi Indonesia.

Agenda tahunan yang mengusung tema “Mewujudkan Kebersamaan Dalam Seni dan Kreativitas” ini melombakan berbagai cabang. Mulai dari perlombaan karnaval, kostum tradisional terbaik, fashion show, tarian tradisional dan modern, aerobik, dance kreasi, baca puisi, kupas nanas dengan kostum daster khusus pria, dan pemilihan Miss Lagoi 2017.

Turut hadir dalam acara ini, Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab, GM Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana, Senior Manager GA PT BRC, Sjamsumar Hadianto, HRD Manager PT BRC, Wahyu Febrianto, Manager BD PT BRC, Lidia Endang Sumartini, Manager Operasional PT BRC, Ahmad Yani, dan Administrasi Manager PT BRC, Edi Martha.

Kemudian juga dihadiri Departemen Admin Mix, FIN, HRD, BD, EHD, ETD, FSD, FTD, SEC, UOD, Yayasan TB, Himla dan Koperasi Wira Arta serta Manajemen Nirwana Gardens, Indorent dan Holiday Villa Pantai Indah serta siswa dari KB, TK, SD, dan SMP Tunas Bangsa dan mahasiswa Centre Tourisem Education SBTI Lagoi.

General Manager (GM) Administrasi PT BRC, Aditya Laksamana mengatakan acara ini sengaja digelar untuk mengingatkan kembali sebuah sejarah pahlawan wanita di Indonesia kepada semua kalangan. Dimana sosok RA Kartini inilah yang menggagas sebuah kebebasan ataupun kemerdekaan para wanita untuk tetap eksis di dunia luar.

“Ini bukti istimewanya Indonesia. Sekarang wanita bisa eksis atau bebas meluahkan ide dan pendapatnya demi sesuatu yang diinginkan,” ujarnya.

Sementara itu, HRD Manager PT BRC, Wahyu Febrianto mengatakan acara peringatan Hari Kartini di Kawasan Pariwisata Lagoi sudah menjadi agenda rutin tahunan. Namun ditahun ini acara yang dikemas sedikit berbeda dari sebelumnya.

“Kalau tahun lalu lebih banyak permainan. Kalau sekarang kami buat lebih banyak hiburannya. Sehingga tak hanya pekerja saja yang menikmatinya melainkan masyarakat maupun wisatawan bisa ikut serta menyemarakkannya,” katanya.

Banyaknya hiburan yang disuguhkan, kata Wahyu sesuai dengan tema yang diusung. Karena pekerja dan pelajar maupun mahasiswa di kawasan ini memliki potensi dan kreativitas yang unggul disegala bidang. Baik bakat di bidang akedemisi, kesenian, keterampilan, olahraga maupun bakat menjadi model.

Bahkan, lanjut Wahyu dengan unggulnya potensi yang dimiliki pelajar Tunas Bangsa dan mahasiswa CTE SBTI ini mampu bersaing dengan daerah lainnya. Mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

“Jadi selain mampu menghibur para penonton. Acara ini juga sebagai wadah menyalurkan bakat, minat dan kreativitas para pelajar dan mahasiswa,” jelasnya.

Wahyu berharap kegiatan ini dapat meningkatkan serta mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan dan silahturahmi antara semua pihak. Baik dari kalangan sesama pelajar, karyawan dan pimpinan perusahaan di Kawasan Pariwisata Lagoi ini. (ary)

Ini Penjelasan Kepala BP Batam Terkait Investasi, Dualisme dan Lahan

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro, keberatan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan yang menyebut pelayanan BP Batam berjalan lamban dan semakin buruk. Namun Hatanto mengaku tidak mau ambil pusing karena investasi di Batam tidak hanya tergantung dari Singapura.

Hatanto Reksodiputro. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

”Investasi kita tidak bergantung dari Singapura. Kami selalu mengundang (investor dari) seluruh dunia,” kata Hatanto usai acara perayaan HUT ke-17 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Hotel Indonesia Kempinsky, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Hatanto mengklaim, penilaian tersebut bertolak belakang dengan fakta di lapangan.

”Sejak setahun (terakhir) tidak ada kemunduran sama sekali, selalu ada perkembangan,” katanya.

Namun, jika pihak Singapura merasa perizinan di BP Batam tidak memuaskan, Hatanto mempersilakan Singapura memilih daerah lain untuk investasi. Menurut dia, investasi itu merupakan keputusan dari perusahaan atau pemodal.

”Jadi yang memutuskan untuk investasi itu pemilik modal, bukan negara,” katanya.

Hatanto mengakui, berdasarkan data BP Batam, sampai saat ini Singapura memang menjadi investor terbesar di Batam sejak Otorita Batam (OB) berdiri hingga sekarang berganti nama menjadi BP Batam. Nilainya sekitar 26 persen dari total investasi asing di Batam.

Tetapi, kata Hatanto, dalam 15 tahun terakhir Singapura tidak lagi menanamkan modalnya di Indonesia, khususnya di Batam. Informasi itu diungkapkan oleh Singapore Chinese Chamber of Commerce Industry yang merupakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)-nya Singapura.

Selain itu, perusahaan di Batam yang dibuka atas nama Singapura tidak semuanya merupakan milik investor asal Negeri Singa itu. Akan tetapi Singapura hanya merupakan tempat kantor utama perusahaan asing tersebut. Mereka berkantor di Singapura, tetapi pabriknya di Batam.
”Contohnya Black Magic. Namun saya yakin jika bisa bangun Batam, maka kantor utamanya bisa ditarik ke Batam,” jelasnya.

Terkait pernyataan Menlu Singapura itu, Hatanto bahkan menantang Singapura untuk membuktikan pernyataan itu dengan data. ”Silahkan cari, pasti tak ada kemunduran,” tegasnya.

Menurut dia, penilaian kualitas pelayanan BP Batam tidak bisa diukur dari banyaknya perusahaan asing yang hengkang dari Batam. Sebab tutupnya sejumlah perusahaan luar negeri di Batam sudah terjadi sejak 2013 lalu.

Selain itu, kata dia, tutupnya perusahaan asing di dalam negeri, khususnya Batam, lebih dikarenakan dampak ekonomi global yang lesu. Bukan karena buruknya pelayanan di BP Batam.

Meski begitu, lanjut Hatanto, pihaknya tidak tinggal diam sambil menunggu kondisi ekonomi dunia pulih. Melainkan terus membuat kebijakan yang bisa menstabilkan kondisi ekonomi dan iklim investasi di dalam negeri, terutama di Batam.

Untuk itu, Hatanto meminta semua pihak, termasuk Singapura, untuk tidak membuat penilaian negatif tanpa didukung data dan fakta. ”Saya memang tak banyak omong, tapi yang lain ngomong secara umum seenaknya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan kegelisahannya terkait stigma buruk yang disematkan ke jajaran pimpinan baru BP Batam. Stigma tersebut adalah tidak ada kepastian hukum di Batam.

”Ada stigma ketidakpastian hukum yang sebenarnya dari dulu sudah ada, namun disematkan ke kami. Ya kami tak mau,” tegasnya.

Sehingga untuk membenahi ketidakpastian hukum itu, pihaknya menerapkan aturan main untuk menjamin kepastian hukum.

Menurut Hatanto, setelah mereka melangkahkan kaki di Batam, semua sudah pasti dan jelas. ”Yang tidak pasti adalah lahan-lahan terlantar,” katanya lagi.

Jika pemodal asing datang, maka Hatanto mengaku bingung. Kebingungan tersebut karena ternyata memang tidak ada lagi lahan yang bisa dialokasikan. Lahan yang ada seluas kurang lebih 900 hektare tidak akan cukup, apalagi titik-titik lahan tersebut tidak merata.

”Jika keluar dari kawasan industri, maka ternyata banyak lahan menjadi terlantar karena dipegang oleh orang yang tidak pasti juga,” bebernya.
Pria nomor satu BP Batam ini juga menyayangkan bahwa ketidakpastian hukum selalu dianggap buah dari dualisme.

”Dualisme itu bukan salah BP Batam. Kan ada Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, silakan uji materi ke sana, kami ini hanya pelaksana,” ujarnya.

Ia juga geram dengan oknum-oknum yang menyerang dirinya secara personal di media sosial. ”Kita di sini hanya bicara institusi bukan pribadi. Jangan nyasar kemana-mana,” imbuhnya.

Ke depannya pihaknya akan membuat tatanan yang jelas mengenai Batam. ”Kasihan masyarakat diombang-ambing,” kata Hatanto. (leo)

Berkas Slamet Selesai, Asep Tunggu Pemeriksaan Jaksa

0

batampos.co.id – Kejaksaan menyatakan berkas kasus tersangka pungutan liar (Pungli) Pasar Bintancenter, Tanjungpinang lengkap, dan bisa dilanjutkan ke tahap penyerahan tersangka beserta barang bukti. Sementara tersangka kedua yakni Direktur BUMD Tanjungpinang Asep Nana Suryana berkasnya masih dalam pemeriksaan pihak kejaksaan.

“Tahap IInya sedang dipersiapkan,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Rabu (26/4).

Saat ditanyakan kapan kejaksaan menyatakan berkas karyawan BUMD Tanjungpinang lengkap dan tak perlu direvisi. Erlangga mengatakan pada Selasa (25/4) kejaksaan sudah mengirimkan surat, menerima berkas itu dan dinyatakan lengkap.

Mengenai tersangka kedua yakni Asep Nana Suryana, kata Erlangga pihak kepolisian masih menunggu petunjuk dari kejaksaan. “Belum, masih dalam penelitian kejaksaan,” tuturnya.

Kasus Pungli ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan Polda Kepri pada 17 Februari lalu. Saat itu diamankan satu orang tersangka, Slamet karena diduga memungut uang sewa kios pasar Bintancenter melebihi ketentuan yang ada. Dimana pungutan kios ini diminta pada kisaran Rp 8-15 juta. Sehingga hal ini sangat memberatkan para pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

Pada saat penangkapan diamankan uang sebanyak Rp36.716.900. Setelah itu pihak kepolisian melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Dari pengakuan Slamet, didapat keterangan uang hasil pungli sempat diserahkan ke salah seorang petinggi BUMD. Penyelidikan dilakukan, didapat nama Asep Nana Suryana selaku Direktur BUMD. Polisi pun melakukan pemeriksaan selama dua hari terhadap Asep. Tak berapa lama setelah pemeriksaan pihak kepolisian menaikkan status Asep dari saksi menjadi tersangka. (ska)

BKPM Ajak Investor Investasi Pariwisata di Indonesia

0

2nd Indonesia Investment Forum di Kuala Lumpur, Selasa (26/4) lalu membuka mata calon investor terhadap potensi wisata Indonesia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menawarkan banyak skema investasi di pariwisata.

Ketua Pokja Percepatan Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Thaib memaparkan skema itu di hadapan 100 calon investor potensial.

Dia mengatakan, acara tersebut sudah diapkan dengan rapi oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Hiram tampil mewakili Kemenpar yang sedang gencar membuka cakrawala baru dalam bisnis pariwisata.

“Kami memaparkan materi Tourism Development Investment Opportunity in Indonesia dihadapan 100 investor yang potensial. Alhamdulillah acara berlangsung lancar, kami berharap memberikan hasil optimal berupa investasi di kawasan pariwisata Indonesia,” kata dia usai acara.

Hiram menambahkan, kegiatan ini sebenarnya dilaksanakan untuk kedua kalinya dan berlangsung setiap tahun. Ini kelanjutan dari acara BKPM Investment Regional Forum di Bali tahun lalu yang juga dihadiri oleh Menpar Arief Yahya dan Ketua BKPM Thomas Lembong.

Hadir juga memberikan paparan Arie Prasetyo (Dirut BOPD.Toba ), Edwin (Direktur Pengembangan usaha KEK PT ITDC), Fachrully ( Dirut KEK PT Banten West Java Tanjung Lesung ), Alan Ye ( GM KEK PT Jababeka Morotai ), Berry Darmaputra ( Direktur Pengembangan usaha KEK Tanjung Kelayang ), Andre Darmono ( Kawasan Industri Kendal ), Rusmin Lawin (Direktur KEK Sei Mangke ), Johanes Mardjuki ( Managing Director Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate / JIIPE ). Acara dibuka oleh Andreano Erwin Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Ricky Kusmayadi ( Diector of IIPC Indonesian Investment Promotion Centre Singapore mewakili Ketua BKPM). Hiram menambahkan, BKPM dan Kemenpar terus proaktif memasarkan potensi investasi di sektor Pariwisata dan infrastruktur pendukungnya.

Di sektor pariwisata, investasi adalah ujung tombak baru dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal. “Sektor pariwisata dan ini yang tidak kalah pentingnya yakni infrastruktur pendukung, yang bisa  menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik,” kata dia.

Menurut dia, peluang usaha yang muncul dari infrastruktur pendukung harus dimanfaatkan oleh investor secara optimal. “Prospek sektor ini sangat besar bila melihat data-data yang ada. Pertumbuhan investasi terus berkembang. Kita akan genjot terus dari tahun ke tahun,” kata Hiram.

Di kesempatan terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan bahwa sektor pariwisata adalah alat yang paling cepat, murah dan mudah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa, PDB serta menciptakan lapangan kerja.

Menteri Pariwisata mengemukakan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia. “Secara umum sektor pariwisata tumbuh 10,3%, di atas ASEAN yang tumbuh 5,1% dan dunia di level 4,4%,” jelasnya.

Terkait dengan infrastruktur pendukung, infrastruktur dasar, yang juga dikenal dengan JALI yaitu Jalan, air, listrik dan internet, saat ini sudah menjadi basic need. Pemerintah bertugas menfasilitasi investasi JALI.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong,  mengatakan, bahwa BKPM akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata.

“Presiden Jokowi menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta di tahun 2019 tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi,” ujarnya.

Selama lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata pada total realisasi investasi berada di level 2,2% atau Rp 51,2 triliun. Dari data BKPM tahun 2016 investasi sektor pariwisata PMDN mencapai Rp 2,2T, sementara PMA Rp 12,8 triliun, sehingga total investasi sektor pariwisata Rp 15,0 triliun.(*)

 

Pungut Retribusi Secara Liar, Juru Parkir Didenda Rp 500 Ribu

0

batampos.co.id – Ahmad Tohirin dan Diswar, dua tukang parkir yang memungut retribusi secara liar di Jalan Asia Afrika, Vihara patung 1000, Kecamatan Tanjungpinang Timur, dihukum dengan denda sebesar Rp 500 ribu subsider tiga hari, oleh hakim tunggal dalam sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (26/4).

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal, Guntur Kurniawan, didampingi panitera pengganti, Ulfa Heni, dihadiri oleh kedua juru parkir yang duduk di kursi pesakitan dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Tanjungpinang, dinyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar tata cara perizinan tempat khusus parkir untuk badan usaha, melanggar pasal 5 junto pasal 47 peraturan daerah nomor 4 tahun 2016 Pemko Tanjungpinang, tentang distribusi parkir.

“Atas perbuatannya yang melanggar undang-undang. Kedua terdakwa dihukum denda sebesar Rp 500 ribu subsider tiga hari penjara,”ujar Guntur.

Atas putusan yang dijatuhi majelis hakim, kedua terdakwa mengaku tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut dan menerima denda yang dijatuhi majelis hakim.

Sementara itu, PPNS Satpol PP Kota Tanjungpinang, Dian Asmara Siregar, mengatakan kedua juru parkir liar tersebut diamankan pihaknya berawal dari informasi masyarakat yang memberitahu bahwa adanya pungutan liar yang dilakukan juru parkir di Kilometer 14 dekat Vihara patung 1000.

“Kami terima informasi dari Jumat (21/4) lalu. Makanya kami selidiki dan kami amankan juru parkir itu,”pungkasnya.(ias).

Desa Fatubesi Berhias Menggoda Warga Timor Leste

0

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu Nusa Tenggara Timur semakin yakin, hanya sektor pariwisata yang akan memperkuat ekonomi dan sosial masyarakatnya.

Mereka mulai mempersiapkan desa wisata Fatubesi untuk menjaring wisatawan mancanegara (Wisman) di Crossborder, Atambua.

“Budaya negara tetangga Timor Leste dengan Atambua sangat dekat dan sama. Banyak ritual budaya yang mereka lakukan bersama, terutama di desa Fatubesi ini, kita akan membuat banyak acara budaya di sana, akan berbondong-bondong mereka datang ke desa itu,” ujar Bupati Belu Willybrodus Lay didampingi Kepala Dinas Pariwisata Belu Johannes Prihatin.

Bupati yang biasa disapa Willy ini mengatakan, Fatubesi merupakan desa yang paling dekat dengan perbatasan, jaraknya hanya sekitar 2 KM dari Timor Leste. Desa ini berada di Kecamatan Nanaet Dubesi.

“Ada acara adat, acara keluarga, acara desa, yang masih menjadi daya tarik rakyat Timor Leste,” jelasnya.

“Kebijakan bebas Visa Kunjungan (BVK) membuat mereka mudah ke Indonesia,” ujar Willy. Dia menjelaskan, di era Presiden Joko Widodo ini semua infrastuktur di perbatasan sudah mengalami perkembangan yang signifikan. Khusus untuk desa Fatubesi tersebut, sudah ada lampu, aliran listrik, sudah ada jalan, dan sudah ada struktur pengurus desa yang lengkap.

“Hanya tinggal dibuat settingan desa wisata yang menjadi indah, lengkap dengan semua fasilitas agar wisatawan betah berlama-lama di desa tersebut, kami sudah lakukan beberapa perbaikan, dan sudah mempersiapkan tim untuk mengurusi ini,” ujar Willy.

Untuk digitalisasi, Kota Atambua dan seluruh Kabupaten Belu juga sudah siap dengan jaringan selular. Telkomsel 4G siap melayani wisatawan yang menyambangi Atambua.

“Ada beberapa festival yang tahun lalu sukses membuat mereka berbondong-bondong datang, itu akan kami buat lagi di tahun 2017. Kita akan jadikan Atambua Kota Festival, kita akan jadikan ini sebuah branding yang tidak pernah terlupakan bagi Rakyat Timor Leste,” ujarnya.

Untuk urusan destinasi alam, tidak ada yang mengalahkan Padang Fulan Fehan. Dengan cuaca yang dingin, bukit di atas gunung itu tidak dimiliki Timor Leste. “Mereka laut punya, tapi kalau keindahan Fulah Fehan, hanya kita yang punya, untuk desa Fatubesi semuanya kami siapkan di tahun 2017 ini, dan kami sudah berkoordinasi dengan sesepuh desa untuk mensukseskan program desa wisata Fatubesi,” ujar Kadispar Johannes.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Kabupaten Belu yang secara geografis berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dinilai memiliki daya tarik tersendiri dan sangat strategis untuk pengembangan pembangunan pariwisata. Sejak Kemenpar menghidupkan crossborder, area sejak 2016, wilayah perbatasan menjadi deatinasi yang lumayan bagus.

Bahkan, sampai 3,6 persen dari total angka kunjungan wisman.

“Belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder,” ungkap Menpar Arief Yahya. Tahun ini, 2017, crossborder area juga menjadi target perolehan wisman. Karena itu, berbagai event digelar untuk menghidupkan wilayah perbatasan dengan berbagai festival. (*)

 

Simpan 7000 Butir Happy Five, Romelan Diciduk Polisi

0
Kapolresta BArelang AKBP Hengki menunjukan barang bukti pil happy five milik Romelan saat ekspos di Mapolres Barelang pagi tadi (26/4/2017). Foto: Egi Idriansyah/Batam Pos

 

batampos.co.id – Jajaran Polresta Barelang dan Polsek Lubukbaja meringkus seorang bandar narkoba bernama Romelan bin Ahmad Sudarman,32, di tempat tinggalnya Komplek Pasar Angkasa, Nagoya sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (25/4/2017).

Di tempat tinggal Romelan yang berada tepat di Blok V Nomor 3 itu, polisi menemukan sebanyak 7000 butir pil merk Dextro Metorpham atau Happy Five.

Menurut Kapolresta BArelang AKBP Hengki, 3000 butir diantaranya disimpan didalam tiga botol air mineral yakni per botolnya diisi 1000 butir.

Kemudian 4000 butir lainnya disimpan dam kantong plastik.

Di kediaman Romelan polisi ikut menyita uang tunai sebanyak Rp 457.000.(cr1/spt)

Kemenpar Gelar Asistensi Penthahelix di Belitung

0
foto: bwsuitebelitung.com

Bangka Belitung, salah satu dari 10 Bali Baru yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo itu akan menjadi tuang rumah kegiatan Asistensi MICE (MICE – Meetings, Inventions, Conferences, dan Exhibitions) tanggal 26 hingga 28 April 2019, mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Penguatan Jejaring Kemenpar Hidayat mengatakan, acara ini dilaksanakan bagian dari komitmen Kemenpar untuk terus mengembangkan 10 Bali Baru.

Seperti diketahui, 10 Bali Baru tersebut adalah  Danau Toba (Sumut), Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu, dan Kota Tua (DKI Jakarta). Lainnya adalah Candi Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

“Ini adalah bagian dari percepatan, untuk merealisasikan target Wisman dan Wisnus. Semua unsur penthahelix di Bangka Belitung kita kumpulkan di acara ini,” ujar Esthy.

Wanita berhijab itu memaparkan, undangan yang akan hadir di acara tersebut adalah, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Bappeda Kabupaten Belitung, Asososiasi Pariwisata, para pengelola objek wisata dan venue MICE di Bangka Belitung, akademisi yang terkait di bidang pariwisata khususnya MICE, Media, mahasiswa dan mahasiswi yang terkait dengan bidang studi pariwisata khususnya MICE, tokoh masyarakat dan Duta Wisata.

Menurut Esthy, sesuai acuan undang-undang, Industri MICE juga sebagai bagian dari Usaha Pariwisata. Hal tersebut ditegaskan dalam UU No.10/2009 tentang Kepariwisataan; Dimana pada pasal 14 (1) Usaha pariwisata meliputi, antara lain: (h) penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran.

Esthy mengatakan, dalam penjelasan Pasal 14 ayat 1 Huruf (h) yang dimaksud dengan “Usaha penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran,” adalah usaha yang memberikan jasa bagi suatu pertemuan sekelompok orang, menyelenggarakan perjalanan bagi karyawan dan mitra usaha sebagai imbalan atas prestasinya, serta menyelenggarakan pameran dalam rangka menyebarluaskan informasi dan promosi suatu barang dan jasa yang berskala nasional, regional, dan internasional.

“Oleh karena itu kami akan berkonsentrasi menggarap destinasi MICE, terutama di 10 Bali Baru” ujarnya. Hidayat menambahkan, MICE itu market-nya besar atau size-nya besar, spread atau spendingnya besar, dan sustainabilitasnya juga besar.

Kata Hidayat, sekarang adalah momentum sektor MICE untuk mengukir sejarah di pariwisata. Dan gambarannya sudah terlihat jelas sejak 2016. Hampir seluruh primadona devisa negara terjun bebas. Minyak dan gas bumi, batu bara, serta minyak kelapa sawit, sedang meredup. Sementara industri pariwisata nasional justru melompat tinggi dan membawa efek domino yang menggerakkan beragam bidang ekonomi.

“Banyak pihak mulai melirik destinasi MICE di Indonesia. Punya alam yang indah, dan paket yang menarik dengan kombinasi aktivitas MICE dan tourism,” ujar Hidayat.

Menteri Pariwisata Arief yahya mengatakan, MICE termasuk menggerakkan roda ekonomi. MICE jadi makin terlihat seksi lantaran jumlah pesertanya banyak, partisipannya adalah decision marker, length of stay-nya panjang, media coverage-nya luas dan spendingnya sangat tinggi. (*)

 

Garuda Indonesia Boyongan ke Terminal 3 Ultimate, per 1 Mei

0
Salah satu sudut terminal 3 ultimate Bandara Soetta. Sumber Foto: lapakfjbku.com

Terhitung mulai 1 Mei mendatang, penerbangan internasional Garuda Indonesia akan pindah ke terminal baru. Dari Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta (SHIA) ke Terminal 3 Ultimate.

Garuda Indonesia sebenarnya sudah menggunakan Terminal 3 Ultimate sejak Agustus 2016 untuk penerbangan domestik. Namun, mulai 1 Mei 2017 pukul 00.00, seluruh penerbangan internasional maskapai pembawa flag carrier itu akan dilayani di Terminal 3 Ultimate.

Pindah terminal ini, sudah disampaikan Menpar Arief Yahya saat Roadshow ke AP II lalu. Setelah itu, anggota SkyTeam juga akan berpindah ke Terminal 3 yang acap disebut Tourism Airport atau Gerbang Pariwisata Indonesia itu.

“Mulai 1 Mei 2017,  penerbangan Internasional Garuda Indonesia akan pindah dari Terminal 2 ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin.

Dia memerinci, untuk penumpang first class, business class, dan pemegang GarudaMiles Platinum dipersilakan menggunakan Gate 1 pada area keberangkatan. Sedangkan untuk penumpang kelas ekonomi agar menggunakan Gate 2 pada area keberangkatan.

Menurut Awaluddin, area check in Garuda Indonesia menempati area Island A. Untuk penumpang first class, business class dan pemegang GarudaMiles Platinum agar melakukan check in di Island A, konter nomor 1-13 atau konter premium Garuda Indonesia.

“Untuk penumpang economy class lainnya agar check in di Island A, konter nomor 14-26,” sebut mantan direktur di Telkom itu.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, bagi para calon penumpang yang membawa bagasi berukuran besar atau oversize agar melakukan check in di Island A dan menuju konter OOG yang berada di antara Island C dan D. “Bersebelahan dengan lokasi OOG domestik,” sebutnya.

Khusus untuk konter check-in penerbangan internasional akan ditutup 60 menit sebelum waktu keberangkatan.

“Perhatikan waktu keberangkatan agar terhindar dari keterlambatan atau tertinggal pesawat,” pinta Awaluddin.

PT AP II juga menerapkan keamanan ekstra di Bandara 3 Ultimate. Selain pemeriksaan keamanan di pintu masuk menjelang check in, ada pula security check point jelang area ruang tunggu keberangkatan.

“Tersedia jalur pemeriksaan kemanan SkyPriority bagi penumpang first class, business class dan paltinum di sisi paling kanan,” katanya.

Sedangkan untuk area pemeriksaan imigrasi berada setelah pemeriksaan keamana kedua. Di area pemeriksaan imigrasi sini ada dua sistem yang diterapkan bagi penumpang warga negara Indonesia.

“Bagi penumpang WNI dapat menggunakan self-service counter atau pemeriksaan manual oleh petugas,” tuturnya.

Setelah melewati area pemeriksaan imigrasi, penumpang berada di area boarding lounge dan business class lounge. Bagi penumpang first class, business class dan pemegang GarudaMiles Platinum diarahkan turun menggunakan eskalator sisi kanan atau lift menuju lounge di Lantai Mezzanine.

“Penumpang economy class dapat turun menuju ke boarding lounge dengan menggunakan eskalator di sisi kiri  menuju ke Lantai 1 area boarding lounge,” kata Awaluddin menjelaskan.

Yang juga perlu diperhatikan penumpang internasional Garuda Indonesia di Terminal 3 Ultimate adalah gate. Saat ini Terminal 3 Internasional hanya mengoperasikan 6 gate, yaitu Gate 5 sampai dengan Gate 10. “Jadi mohon memeriksa boarding pass sesuai penerbangan,” pinta Awaluddin.

Dia mewanti-wanti para penumpang untuk memperhatikan waktu boarding. Sebab, Terminal 3 Ultimate memiliki area boarding lounge yang luas dan  terbuka.

Selain itu, jumlah papan pengumuman untuk boarding juga masih terbatas. “Maka penumpang disarankan duduk di area gate sesuai nomor penerbangan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana dengan penumpang internasional Garuda yang baru tiba di Terminal 3? Para penumpang yang keluar dari pesawat akan diarahkan ke area pemeriksaan imigrasi. “Tersedia self-service counter atau menggunakan manual counter dengan pemeriksaan oleh petugas,” sebut Awaluddin.

Selanjutnya, penumpang menuju area pengambilan bagasi yang menyediakan enam conveyor belt. “Pastikan anda berada di conveyor belt sesuai nomor penerbangan. Selanjutnya keluar melalui area pemeriksaan Bea dan Cukai sebelum menuju keluar area kedatangan,” tuturnya.

Bagi penumpang yang menggunakan fasilitas penjemputan dengan kendaraan pribadi bisa keluar dari area bea cukai  melalui gedung parkir A pada area internasional yang berada di sebelah kanan sisi gedung terminal. Lokasi penjemputan ideal berada di lobi lantai 3.

“Sedangkan untuk pengguna moda transportasi umum bisa menggunakan bus di depan Gate 1-2, atau taksi di Gate 2-5 terminal kedatangan,” ujar Awaluddin. (**)