Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13388

Tarif Listrik Naik, Warga Batam Minta Surat Tidak Mampu

0

batampos.co.id – Naik tarif listrik Batam tidak hanya memunculkan protes warga. Di Kelurahan Seilangkai, Sagulung bahkan warga meminta surat keterangan tidak mampu membayar tagihan listrik dari kelurahan.

”Mau tidak mau saya harus keluarkan, apakah berlaku atau tidak itu urusan nanti,” kata Lurah Seilangkai, Chandra.

Menurut Chandra, kenaikan tarif listrik Batam sangat berdampak pada masyarakat kelas bawah. Apalagi kondisi sekarang ekonomi yang sedang lesu. Hampir setiap hari ia menerima keluhan terkait masalah ini di kelurahan berpenduduk 40 ribu jiwa itu. ”Di Sagulung dan Batuaji banyak yang dulu kerja di galangan kapal, kini galangan kapal tutup. Mereka sangat terdampak terkait ini,” terangnya.

Bahkan, menurut dia, ada masyarakat yang menyampaikan agar tarif tidak naik sekaligus, namun dibuat bertahap per tahun. ”Kalau proyek pemerintah bisa multiyears, kenapa tarif listrik tidak?” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi RT dan RW (FKTW) Kota Batam Yusuf meminta penetapan tarif listrik yang mencapai 45 persen ditinjau kembali. Dia mengaku RT RW tahu betul keluhan dan keadaan masyarakat.
”Kami RT RW  curahan hati masyarakat paling bawah, tolong tinjau kenaikan tarif ini,” harap Yusuf. Ia juga mengaku hampir setiap hari menerima keluhan warga ihwal naiknya tarif listrik ini. ”Selalu ada yang datang menyampaikan masalah ini. Intinya mereka keberatan dengan kenaikan ini.” katanya.

Ia berharap jika memang ada kenaikan, harusnya pihak terkait dapat menjelaskan secara detail alasan kenapa tarif listrik harus naik. ”Supaya kami bisa juga jelaskan ke masyarakat,” katanya. (cr13)

Rio Tenggelam di Pantai Trikora

0

batampos.co.id – Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungpinang, beserta anggota Polsek Gunung Kijang, masih melakukan pencarian terhadap jenazah Rio Ardianto 24, warga Kampung Sidomulyo, Tanjungpinang, yang terjatuh dari kelong dan tenggelam di perairan Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Minggu (23/4) lalu.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Abdul Hamid mengatakan pencarian masih terus dilakukan dengan menurunkan satu tim rescue (penyelamat) tim SAR yang berjumlah delapan orang.

“Jenazah belum ditemukan. Kami masih lakukan pencarian terus dihari yang ketiga ini,” ungkap Abdul, di Pantai Trikora, Selasa (25/4).

Fokus pencarian lanjutnya masih dilakukan diseputaran lokasi yang berdekatan dengan tempat kejadian perkara (TKP), dengan menggunakan perahu karet.

Abdul mengakui dalam pencarian ini, tim masih mengalami berbagai kesulitan yang dihadapi yang disebabkan tingginya gelombang pasang laut di perairan Trikora, serta cuaca buruk yang kerap terjadi di Bintan.

“Kami terus berusaha mencari. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan,” ungkapnya. Diketahui korban ini dikabarkan terjatuh pada saat sedang memancing bersama dengan abang kandungnya, disalah satu Kelong yang ada di Pantai Trikora, sekitar pukul 19.30 WIB.

“Berdasarkan pengakuan abngnya yang disampaikan orang tuanya kemarin, Rio itu terpeleset, sehingga terjatuh. Sempat dicari tapi tak kelihatan lagi,” jelas Yusran Munir, Kepala Desa Malang Rapat, di Pantai Trikora, Selasa (25/4).

Yusran menuturkan dari pengakuan orang tuanya, Rio ada mengidap penyakit ayan yang dideritanya sejak masih duduk dibangku SMP. “Namun belum bisa dipastikan apakah penyebab jatuh itu karena penyakit yang dideritanya atau tidak. Sebab orang tuanya bilang anaknya sudah lama sembuh,” sebutnya.

Yusran menambahkan saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan, dengan melibatkan seluruh pihak, mulai dari kepolisian, tim Sar Tanjungpinang, perangkat desa, dan masyarakat setempat. “Mudah-mudahan bisa ditemukan secepatnya. Kasihan lihat orangtuanya yang terus berharap bisa segera menemukan puteranya itu,” imbuhnya. (cr20)

Saat Sidang, Ruslan Bantah Punya 49.930 Pil Ekstasi

0
Sidang terdakwa Ruslan dalam perkara narkotika beragendakan pemeriksaan saksi di PN Batam, Selasa (25/4/2017). Foto:Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Perkara narkotika yang menjerat Ruslan bin Jais berlanjut ke sidang beragendakan pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (25/4/2017). Terdakwa membantah sebagai pemilik ekstasi 49.930 butir.

Jaksa penuntut umum (JPU) Yogi Nugraha menghadirkan empat saksi penangkap dari Polresta Barelang. Keempatnya menjelaskan kronologi penangkapan terdakwa di Pantai Stres Batuampar, Desember 2016 lalu.
Saksi mengatakan, pihaknya mendapat informasi akan terjadi transaksi narkotika di tempat tersebut. “Kami langsung menuju TKP dan melihat terdakwa sesuai ciri-ciri yang dimaksud,” ujar saksi dihadapan majelis hakim yang dipimpin Endi.

Tampak terdakwa menenteng dua kantong plastik yang setelah diperiksa berisikan puluhan ribu ekstasi. Tepatnya, 49.930 butir ekstasi dengan berat 17.096 gram. “Barang bukti tersebut merupakan titipan Mohan (DPO) di Malaysia yang diberikan ke terdakwa melalui orang suruhan Mohan,” lanjut saksi lainnya.

Para saksi juga memaparkan terdakwa dijanjikan upah RM 1.000 atau sekira Rp 3 juta, jika barang titipan itu dijemput pembeli. “Terdakwa belum tahu kemana ekstasi itu akan diserahkan. Menunggu arahan dari Mohan,” terang saksi.

Dari keterangan saksi-saksi itu, terdakwa membantahnya. Ia mengatakan, saat itu dalam kondisi mabuk dan berjalan di pinggiran Pantai Stres. “Tangan saya kosong, tidak ada membawa suatu benda apapun,” jelasnya.
Terdakwa menambahkan, ia didatangi para saksi lalu dibawa ke tempat yang tak jauh dari posisinya berdiri saat itu. “Di sana ada dua kantong plastik, mereka suruh saya pegang dan saya langsung difoto,” papar terdakwa.

Sambungnya lagi, ia diminta untuk mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya. Bahkan terdakwa sempat ditutupi matanya dengan lakban agar tidak tahu kemana ia dibawa.

“Saya hanya dengar suara mereka yang berbicara lewat telepon bahwa kami sudah dekat ke Tanjungriau. Kemudian saya disuruh turun dari mobil, dan tak lama kami berangkat lagi menuju Polresta Barelang,” ungkap terdakwa.

Pengakuan terdakwa itu sontak mengundang perhatian pengunjung. Namun para saksi menyebutkan keterangan terdakwa itu tidak benar. “Dia berbohong yang mulia,” ucap saksi.

Usai mendengar keterangan saksi dan tanggapan terdakwa, majelis hakim kembali menjadwalkan persidangan Ruslan bin Jais pekan depan. (nji)

Empat Bulan, Imigrasi Batam Tolak 251 Pemohon Paspor

0

batampos.co.id – Sejak 1 Januari hingga 20 April 2017, Kantor Imigrasi Kelas I Batam telah menolak 251 permohonan pembuatan paspor. Penolakan ini karena pemohon diduga sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

“Penolakan itu kita lakukan untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan bekerja ke luar negeri dengan cara non prosedural,” ujar Kepala Kantor Kelas I Khusus Batam, Teguh Prayitno, Selasa (25/4) siang.

Dijelaskan Teguh, alasan penolakan itu dikarenakan pemohon tidak bisa memberikan keterangan yang jelas terkait tujuannya ke luar negeri. Adapun keterangan itu didapatkan petugas Imigrasi saat melakukan tes wawancara kepada pemohon. “Pada saat diwawancara, rata-rata pemohon itu memberikan keterangan yang tidak benar,” katanya.

Sebagai bentuk pencegahan terhadap WNI yang akan bekerja di luar negeri dengan cara non prosedural, Imigrasi Batam juga melakukan pencekalan pada saat mereka hendak berangkat ke luar negeri melalui pelabuhan internasional. “Penolakan di pelabuhan itu sebanyak 129 orang. Paspor mereka kita sita dengan memberikan STP (Surat Tanda Penerimaan),” jelasnya.

Selain itu, Imigrasi Batam juga melakukan pencekalan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang hendak masuk ke Indonesia melalui Batam. Sepanjang empat bulan selama tahun 2017 ini, sebanyak 156 WNA juga ditolak untuk masuk ke Indonesia.

“Alasan penolakan terhadap WNA itu, karena tidak memiliki izin masuk ke negara lain, tidak memiliki tiket kembali pulang ke negara asal, tidak memiliki tujuan selama di Indonesia, serta tidak sopan terhadap petugas,” terangnya.

Untuk alasan prilaku tidak sopan, salah satunya terhadap WNA asal Singapura. Saat hendak masuk ke Batam, WNA berjenis kelamin laki-laki itu dalam keadaan mabuk minuman keras. Ia pun kemudian dikembalikan ke Singapura pada keesokan harinya.

“Dia masuk melalui Pelabuhan Nongsa. Akhirnya kita lakukan pemulangan terhadapnya. Berhubung dia waktu itu masuk ke Batam dengan menggunkan last ferry, jadi keesokanya baru kita pulangkan. Jadi menjelang pagi, dia tidur di kapal menunggu keberangkatan besoknya,” jelas Teguh.

Selain penolakan, Imigrasi juga diberikan wewenang oleh undang-undang untuk melakukan pengawasan terhadap WNA yang berada di Indoneia. Adapun hasil dari pengawasan Imigrasi selama kurang lebih empat bulan ini, sebanyak 114 orang WNA telah diberikan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK). “Tindakan administratif itu berupa pendeportasian. Mereka berasal dari berbagai negara,” imbuhnya. (cr1)

Perlu Solusi Terbaik pada Sistem Keimigrasian Antara Belu dan Timor Leste

0

Timor Leste  melarang Eskpatriat yang ada di negara tetangga itu untuk menyebrang langsung ke Indonesia, meskipun sudah ada Bebas Visa Kunjungan (BVK) ke Indonesia.

Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan membantu mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalahnya. Karena inilah kendala di perbatasan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

“Ini merupakan pembicaraan goverment to goverment. Kami langsung akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negri (Kemlu) agar segera melobi untuk dirubah regulasi milik Timor Leste tersebut terkait dengan pergerakan wisatawan mancanegara di perbatasan,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Sekadar informasi, Bupati Belu NTT Willybrodus Lay didampingi Kepala Dinas Pariwisata Belu Johanes Prihatin mengatakan, ada regulasi internal milik Timor Leste yang melarang ekspatriat (warga negara asing yang ada di Timor Leste) untuk menyebrang langsung melalui perbatasan Indonesia dan NTT melalui jalar darat.

Hal ini, menurut Willybrodus Lay, sangat merugikan Indonesia karena banyak sekali Wisman yang statusnya ekspatriat tersebut yang ingin ke Indonesia. “Jumlahnya juga sangat banyak, sekitar 15 ribu orang. Bahkan beberapa orang ada yang sudah komitmen untuk berinvestasi di Atambua. Jadi selama ini, jika mereka mau ke Indonesia, harus lapor dulu ke perwakilannya di Bali, dan harus ke Denpasar dulu. Ini terlalu rumit padahal kita bebas Visa,” ujar Bupati yang biasa disapa Willy itu.

Apalagi, Menpar Arief Yahya punya taktik “Menjaring di Kolam Tetangga” seperti yang diterapkan di Singapore. Mempromosikan Wonderful Indonesia itu tidak hanya untuk Singaporean-nya, tetapi juga 15.5 juta wisman yang masuk Singapore setiap tahunnya.

Kata Willy, selama ini Indonesia tidak pernah mempersulit Timor Leste untuk datang. Begitu juga sebaliknya, ekspatriat yang ada di Indonesia dengan mudahnya bisa lewat Indonesia ke Timor Leste. “Jika regulasi itu dicabut, selain masyarakat Timor Leste yang saat ini semakin banyak yang datang ke Atambua, para ekspatriat juga banyak yang ingin menikmati festival dan alam Atambua kita, bahkan berinvestasi,” kata Willy.

Seperti diketahui, ada tiga pintu darat perbatasan yang bisa dilewati Timor Leste menuju NTT atau ibukota Belu, Atambua. Ketiga pintu itu adalah Mota Ain, Wini dan Mota Masin. Bahkan, ketiga pintu tersebut sudah megah dan mengalami pembangunan di era Presiden Joko Widodo. Contohnya saja Mota Masin. Imigrasi, bea cukai dan semua perangkat perbatasan di bangun megah di sebelah perbatasan Timor Leste.

Fasilitas AC di setiap ruangan, gapura bertuliskan Indonesia yang mewah, penukaran uang untuk Wisman dari Bank Mandiri serta fasilitas jalan yang sudah bagus dari perbatasan hingga Atambua.

“Kini kalau dari Timor Leste ke Atambua bisa ditempuh hanya dengan waktu 30 menit, kalau dulu ber jam-jam. Sangat berpotensi Wisman Timor Leste untuk datang ke tanah air kita, apalagi kita sudah punya banyak agenda festival yang kami buat untuk menyambut mereka,” ujar Johannes. (*)

 

WTTC Global Summit, Panggung Wonderful Indonesia

0
Menpar Arief Yahya

Sekjen UNWTO – United National World Tourism Organization Taleb Rifai yang memimpin Ministrial Dialogue itu secara khusus meminta Menpar Arief Yahya untuk bertestimoni kisah sukses mengembangkan Wonderful Indonesia.

Kesempatan itu datang pada saat Forum World Travel & Tourism Council (WTTC) Global Summit, 26-27 April 2017 di Thailand.

Menpar Arief pun memaparkan key success factorsnya di Hyatt Hotel Erawan, Bangkok, Thailand di hadapan para menteri pariwisata, dan private sector itu. Di hadapan private sector CEO’s investment and partnerships for Sustainable Tourism Development itu, Mantan Dirut PT Telkom itu berkisah.

Dalam sesi WTTC-United Nation World Tourism Organization (UNWTO) Ministerial Dialogue,  Selasa (25/4), Arief membeberkan pariwisata Indonesia terkini. Menurutnya, peran CEO Commitment atau keberpihakan Presiden Joko Widodo untuk sektor pariwisata itu paling penting.

“Apalagi Presiden Joko Widodo telah  menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan. Maka seluruh Kementerian dan Lembaga mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata, terutama di sepuluh destinasi yang biasa kami sebut dengan istilah  Sepuluh Bali Baru,” ujar Arief di forum itu.

Di forum yang dihadiri para chief executive officer (CEO) perusahaan investasi dan kemitraan untuk program pengembangan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism development (STD) itu Arief sekaligus mengucapkan terima kasih lada The World Bank.

“Tiga dari 10 destinasi wisata unggulan di Indonesia, yakni Danau Toba, Borobudur dan Mandalika, disupport pembiayaan infrastrukturnya oleh World Bank. Terima kasih World Bank,” sebut Arief Yahya.

Menteri Arief yang asli Banyuwangi ini pun membanggakan kepedulian Presiden Jokowi pada pariwisata. Sebab, Presiden Jokowi terus mendorong upaya untuk memoles destinasi wisata unggulan di Indonesia. Presiden sendiri yang mengendors pariwisata sehingga menjadi sektor unggulan, selain infrastruktur, pangan, energi, dan maritime.

“Untungnya kami punya presiden yang peduli pada turisme. Presiden menempatkan turisme sebagai leading sector sehingga semuanya menjadi jauh lebih mudah, lebih cepat dan lebih baik,” tegasnya.

Arief tak mau sekadar mengumbar klaim. Ia lantas menyodorkan bukti. Guna memudahkan wisatawan mancanegara masuk Indonesia, pemerintah Indonesia telah menyediakan fasilitas bebas visa. “Kami sekarang memfasilitasi 169 negara sebagai penerima bebas visa,” ujarnya, yang semula hanya 25 negara, yang Bebas Visa Kunjungan (BVK) itu.

Menurut Arief, imbas kebijakan itu sangat terasa. “Tahun pertana, sejak pemberlakuan Bebas Visa Kunjungan itu, umlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia naik dramatik, 20 persen,” akunya, yang membuat seluruh audience terdiam.

Kebijakan BVK itu, sejatinya bermula dari saran para petinggi UNWTO saat Menpar Arief buka-bukaan mempresentasikan kondisi pariwisata Indonesia. Terutama dengan target double, dari 9,3 juta 2014, harus melompat ke 20 juta di 2019. Salah satu pointnya adalah Visa Fasilitation itu.

Hampir semua sarannya dijalankan, termasuk harus mengkalibrasi dengan 14 pilar TTCI – Travel Tourism Competitiveness Index yang diformulasi World Economic Forum (WEF) itu. “Point pertama: Go Digital! Menggunakan teknologi digital untuk percepatan pembangujan kepariwisataan Indonesia!” jelas Arief yanh berkali-kali dipuji Sekjen UNWTO Taleb Rifai itu.

Sejak di ITB Berlin bulan lalu, Arief Yahya diundang secara khusus oleh Minister of Tourism and Sport Thailand Kobkarn Wattanavrangkul untuk hadir di Bangkok ini. Dia bahkan datang sendiri ke Pavilion Wonderful Indonesia di pameran industri pariwisata terbesar dunia itu.

Karena itu, baik Menteri Kobkarn maupun Permanent Secretary Thailand Pongpanu Svetarundra yang hadir di acara itu mengucapkan terima kasih pada Menpar Arief yang hadir dan menjadi pemapar success story pariwisata Indonesia. (*)

Wisata Religi Dzikir Akbar Masjid Agung Tasikmalaya

0
foto: mapio

“Setiap pergerakan orang akan terjadi pergerakan ekonomi, pergerakan barang dan jasa,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Oleh karenanya events tertentu, tidak akan luput dari perhatian Menpar Arief Yahya.

Pun juga acara Dzikir Akbar dalam rangka Peringatan Isra dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Agung Tasikmalaya. Kegiatan wisata religi ini menggerakkan banyak orang menuju ke Tasikmalaya.

Karena itu, Kemenpar pun mensupport kegiatan bertema wisata religi ini. Promosi Wisata Religi itu  digelar Sabtu 24 April 2017 ini dihadiri tokoh-tokoh tasawuf di wilayah Jawa Barat.

“Endorsernya ada Syeikh Mursid Muhammad Abdul Gaos Syaeful Maslul Al Qodiri Anaqsabandi Al Kamil Muqamil. Prof. Dr. Manarul Hidayat (Rois Syuriah PBNU), menghadirkan penceramah muda Dr. KH. Irvan Zidny Sekretaris PBNU DKI Jakarta,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Personal Kemenpar Wawan Gunawan.

Esthy mengatakan, acara tersebut mengambil tema kegiatan Menggagungkan Kemulyaan Nabi Muhammad SAW untuk kejayaan Agama dan negara, untuk ketahanan NKRI, dan perdamaian menuju peradaban dunia. Acara ini dihadiri ribuan jamaah. Termasuk para pejabat pemda Tasik dan para Kyai tokoh agama dan santri,  jamaah dari berbagai pelosok di tanah air seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Lampung, Palembang dan Madura.

Kemenpar mengapresiasi seluruh pihak yang menyelenggarakan Dzikir Akbar tersebut. Menurut Wawan Gunawan, Tasikmalaya telah lama dikenal sebagai salah satu wilayah dengan nilai agama yang kuat. Bukan hanya di Indonesia, namun mencanegara. “Dzikir akbar adalah wisata religi yang menentramkan dan nenyejukan hati. Pesona Indonesia juga memberi kesejukan bagi mereka yang berwisata,” ujar Wawan Gunawan.

Melalui Dzikir Akbar diharapkan bisa ikut mendukung pembangunan dan perekonomian di Tasikmalaya. Melalui dampak ganda seperti kedatangan wisatawan, roda bisnis dan lainnya. Dzikir Akbar ini juga menjadi ajang promosi Wisata Religi yang dicanangkan Kemenpar.

Pria yang juga Dalang Wayang Ajen itu mengatakan, dari sekian banyak keanekaragaman wisata di Indonesia, masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan yaitu Wisata Religi.

Ini menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia. Wisata Religi Dzikir Akbar dalam rangka mendukung program pemerintah dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya untuk mewujudkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan peradaban dunia melalui semangat dan spiritualitas Islam yang penuh kedamaian.

“Ini sesuai dengan keinginan Pak Menteri Arief Yahya. Wisata Religi di Banten, di Rembang, Ambarawa, dan wisata religi napak tilas Wali Songo. Beliau pernah mengatakan wisata religi itu sangat potensial karena dapat meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat khususnya di lokasi  tempat penyelenggaraan wisata religi tersebut,” ujar Wawan.(*)

Pak Jokowi Menikmati Air Mancur Menari di Purwakarta

0

Selasa (25/4) malam, orang nomor satu di Republik ini Presiden Jokowi menyempatkan diri singgah di Taman Air Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat.

Ikon baru pariwisata Jabar, dengan julukan air mancur menari yang terbesar di Asia Tenggara itu. Sebelum kembali ke Jakarta, setelah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dia sempatkan menonton pertunjukan meskipun hanya 10 menit.

Tiba pukul 19.25 WIB, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sempat menyaksikan pertunjukan water fountain yang bikin penasaran banyak orang itu.

Pukul 19.35 WIB, Presiden dan rombongan meninggalkan Taman Air Sri Baduga Purwakarta untuk melanjutkan perjalanan menuju kediamannya.

Seperti diketahui, air mancur yang dihias warna warni cahaya itu diresmikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Sabtu (18/2/2017) lalu. Air Mancur Taman Sri Baduga itu berada di tengah kota, di kawasan Situ Buleud dan sukses menjadi destinasi favorit masyarakat.

Setiap malam minggu, selalu tampil dan gratis bagi siapa saja yang menontonnya. Kapasitas tempat duduknya, 5000 orang per pertunjukan, melingkar di tepian kolam raksasa itu.

“Taman ini dioperasikan tiap malam minggu pada jam-jam pertunjukan pukul 19.30 dan 21.00. Fasilitas ini dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup serta kebahagian masyarakat,” kata Menpar Arief Yahya.

Sisi lain air mancur ini, menurut Arief Yahya, sebagai atraksi untuk menarik kunjungan wisatawan. Tekad Pemkab Purwakarta yang dipimpin Bupati Dedi Mulyadi ini adalah untuk meningkatkan unsur 3 A (Atraksi, Amenities, dan Aksesibilitas) akan membuahkan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke daerah ini.

Di berbagai forum, Menpar Arief menjelaskan 50% sukses pariwisata daerah itu berasal dari CEO Commitment. Keseriusan, keberpihakan, dan kejelasan pimpinan daerahnya, dalam mengurus pariwisata. (*)

Catat, Batam Jazz and Fashion, Hadir pada 13 dan 14 Mei Mendatang

0

Pembaca catat ya…. Batam Jazz and Fashion (Bajafash) akan hadir kembali di tahun 2017 tanggal 13 dan 14 Mei di Radisson Golf & Convention Center Batam.

“Bajafash 2017 merupakan kolaborasi antara musik dan fashion, sesuai dengan temanya, Batam Jazz and Fashion. Selain itu, nantinya akan ada talkshow menarik dan make up demo,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Batam Yusfa Hendri, Selasa (25/4).

Di hari pertama tanggal 13 Mei 2017, akan diadakan dua talkshow dengan tema berbeda, make up demo dan designer runway exhibition. Selain itu, akan ada performance dari band lokal yang akan memeriahkan acara. Acara akan dimulai pukul 1 siang.

“Tema talkshow hari pertama adalah ‘From Indonesia to the World: How local Indie Bands can make it abroad’ dengan speakers dari Lightcraft dan Ikkubaru. Tema yang menarik untuk yang mempunyai band dan ingin melebarkan sayap ke luar negeri dari band indie yang berpengalaman,” ungkap Yusfa.

Lightcraft merupakan sebuah band indie yang berasal dari Jakarta dan memulai perjalanan dari tahun 2004 ketika mereka masih mengenyam pendidikan di Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan keunikan mereka “melancholy-wrapped anthemic sound”.

“Mereka telah merilis 6 buah album indie dan terakhir rilis pada November 2016. Mereka juga telah tour beberapa Negara di Asia dan Amerika,” tambah Yusfa.

Sementara, tema talkshow kedua adalah “How to Promote Music and Fashion by Digital Marketing” yang akan dibawakan oleh Fingerfast Laboratory yang berdiri sejak tahun 2002.

Di hari kedua, Bajafash 2017 akan menampilkan performance dari beberapa musisi jazz dalam negeri dan internasional. Mereka adalah Sheila Majid, Asian Rhythm Project, Geliga, Lightcraft, Soukma, dan Ikkubaru.

“Selain itu, pada pukul 4 sore akan ada Designer Main Stage Runway. Koreografi akan digarap oleh koreografer terkenal Sys Sakri,” pungkas Yusfa.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementrian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan, Bajafash 2017, diharapkan dapat menjadi magnet pariwisata yang menarik lebih banyak wisatawan Nusantara hingga mancanegara untuk mengunjungi Great Batam.

“Ilmu Pentahelix yang digagas Pak Menteri Arief Yahya, mengkombinasi antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, bisnis, komunitas dan juga media perlu bersinergi untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Musik jazz bisa menjadi jembatan untuk mempromosikan pariwisata,” ujar Esthy.

Lebih khusus, tambah Esthy, dengan musik ini, diharapkan dapat mengangkat Batam menjadi lebih dikenal hingga mancanegara. “Karena keberadaan festival jazz bisa menjadi barometer suatu destinasi wisata untuk lebih populer,” kata dia.

Menurut Esthy, Menpar Arief Yahya menyebut Batam Bintan akan banyak digeber dengan berbagai event untuk menggaet pasar Singapore dan Malaysia. Kepri secara geografis memiliki kedekatan dengan Singapore, dan akses menuju Batam Bintan terbilang sangat pendek.

Bajafash 2017 yang telah menjadi agenda tahunan Kota Batam ini memiliki daya tarik wisata tersendiri dan pelengkap keindahkan Great Batam. Pihak penyelenggara pun telah berkerjasama dengan pihak hotel dan travel untuk memberikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung. “Mudah-mudahan jazz ini menjadi salah satu atraksi yang menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam,” pungkasnya. (*)

#GenPiSukaKuliner Cara GenPI Jateng Guncang Dunia Maya

0

Setelah launching GenPi Jateng (Komunitas anak-anak muda  digital), Semarang Great Sale (SmarGres) 2017 dan #LiveInBejalen yang berkibar jadi trending topic, Selasa (25/4), giliran #GenPiSukaKuliner yang naik daun dan jadi trending topic di linimasa Twitter.

Selasa (25/4), netizen tanpa diminta, kompak bergerilya di dunia maya mempromosikan kuliner Indonesia lewat hashtag #GenPiSukaKuliner. Tentu, salah satunya mengambil tema itu karena ada kegiatan Bimbingan Teknis (BimTek) wisata kuliner oleh Asdep Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar di bawah Ahmad Lokot Enda, di Kota Lumpia Semarang.

Hingga Selasa siang (25/4), #GenPiSukaKuliner menempati posisi tiga besar daftar trending topic Twitter se-Indonesia.

“Itu murni kekuatan kreativitas. Anak-anak muda Netizen itu dunianya ya di kreatif seperti ini. Mereka pun bisa mengajak sesama berbagai penjuru Nusantara untuk kompak memperbincangkan #GenPiSukaKuliner. Sukses! Salam Pesona Indonesia!” kata Menteri Arief Yahya, Selasa (25/4) yang sedang berada di Bangkok, Thailand.

Lantas apa yang membuat #GenPiSukaKuliner jadi sontak ngehits? Ada even istimewa apa sehingga kuliner jadi bahan perbincangan di dunia maya? Bimtek Wisata Kuliner Kemenpar yang dijadikan momment, 25-26 April 2017. “Di setiap kegiatan di daerah, kami akan libatkan sahabat-sahabat Genpi,” tambah Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi.

GenPI Jateng bisa menjadi contoh yang bagus dan konkret peran C (community) dalam Pentahrlix, ABCGM. Academician, Business, Community, Government, Media. GenPI adalah komunitas, yang sifat keanggotaannya volenteer.

“Akan lebih banyak kota yang punya GenPI, dan mensupport aktivitas pariwisata di kota tersebut,” jelas Don.

Kebetulan, di saat yang sama Kota Semarang juga sedang menggelar event lomba masak yang dihadiri Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Menpar yang lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Program Doktoral Unpad Bandung itu berharap setiap event selalu menjadi bahan perbincangan publik, untuk menjadikan pariwisata sebagai nafas semua kalangan.

“Yang dibutuhkan adalah kreasi, seperti halnya mempromosikan destinasi waktu di GMT 2016 silam. Orang mengejar ke Indonesia hanya untuk 2-3 menit GMT saja. Ini juga tak jauh beda. Kasih panduan orang agar mau mencicipi dahsyatnya kuliner Nusantara di Semarang,” jelasnya.

Mulai dari akun fanspage dan website, retweeters, original tweets, most popular, highest impact, dan top photografers, semua kompak mempromosikan #GenPiSukaKuliner. Kombinasi antara caption, promosi dan foto, yang kompak digaungkan netizen itulah yang menjadikan #GenPiSukaKuliner menjadi trending topic.

“Ramai di medsos itu bisa menjadi indikator, bahwa kegiatan ini meluas. Teruskan sampai betul-betul mempengaruhi publik untuk berwisata kuliner di Semarang,” jelas Arief Yahya yang asli Banyuwangi itu.

Shafigh Pahlevi Lontoh, Koordinator GenPi Jateng, juga terperanjat melihat respons di lapangan yang sangat kuat. Dari sejumlah isu kuat seperti Ahok, Pertamina dam DGITM, netizen ternyata ikut aktif mempromosikan Bimtek dan kuliner Semarang.

“Ini event ketiga yang sukses menjadi trending topic. Yang pertama launching  #GenPiJateng. Setelah itu #smggreatsale2017 dan #sarungan merajai jagat media sosial Twitter. Kemudian disusul #LiveInBejalen yang jadi trending topic. Dan sekarang #GenPiSukaKuliner. Kita maksimalkan potensi anggota kita melalui medsos Twitter dan Instagram,” ucap Shafigh Pahlevi Lontoh, Koordinator GenPi Jateng.

Tagar #GenPiSukaKuliner dibuat secara natural. sampai pukul 13.00 WIB, taggar tersebut masih bercokol diposisi ke-3 trending topic Indonesia,” ujar Shafigh.

Pihaknya selalu mencari tema-tema unik dan kekinian agar membuat warga di dunia maya penasaran dan mencari tahu.

“Pertama di cek dulu apakah sudah ada yang memakai hashtag tersebut. Biasanya kita buat yang lucu-lucu dan yang kekinian supaya bisa diterima dan bikin penasaran netizen,” ujarnya.

Tidak Hanya Itu, GenPi Jateng yang terbentuk dua bulan lalu, juga membuat pemilihan taggar yang umum. Sehingga bisa digunakan GenPi yang ada di Indonesia.

“Pemilihan tagar kunci utamanya. Cuitan kita bisa menjadi trending. Kita juga menginformasikan ke teman-teman GenPi lain untuk ikut berpartisipasi menggunakan tagar tersebut untuk di repost sehingga bisa menjadi pembicaraan banyak orang di medsos,” tambahnya.. (*)