Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13392

Kabar Gembira, Insentif Kader Posyandu Naik

0

batampos.co.id – Tunjangan insentif kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan Kader Kelurahan Siaga Kota Batam naik. Dari yang sebelumnya Rp 175 ribu menjadi Rp 250 ribu perbulannya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan honor untuk para kader Posyandu di Kota Batam akan naik. Namun kenaikan itu dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.

“Mengapa bertahap, karena anggaran kami terbatas,” kata Rudi saat memberi kata sambutan dalam kegiatan temu ramah Kader Posyandu se-Kota Batam di Bengkong, Sabtu (22/4).

Penambahan honor tersebut merupakan komitmen pemerintah Kota Batam dalam hal peningkatan pelayanan. Dengan harapan kader-kader posyandu bisa bekerja lebih baik lagi dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan kenaikan ini saya harap kader Posyandu bisa lebih semangat, sehingga masyarakat bisa merasakan pelayanan yang lebih baik,” terang Rudi.

Menurut dia, sebelumnya kader Posyandu hanya menerima Rp 175 ribu perbulan. Kini para kader mendapat Rp 250 ribu setiap bulannya. Namun penerimaan sentitiv dilakukan tiga kali sebulan.

Warga desa Setokok, Barelang, memenuhi Posyandu Anggrek I. Warga di sana sangat antusias membawa Balitanya untuk mendapatkan pelayanan di Posyandu tersebut. Foto: Immanuel Sebayang/ Batam Pos

“Dibayar langsung melalui rekening pribadi masing-masing. Dan Saya harap posyandu bisa berperan lebih aktif, terutama dalam membantu program pemerintah,” imbuh Rudi.

Sementara itu, Ketua Panitia Hasyimah mengatakan di Batam terdapat 3313 kader posyandu dan kader kelurahan. Tugas kader-kader adalah membantu pemerintah dalam hal kesehatan masyarakat. Apalagi Posyandu merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang bersumber dari sumber daya masyarakat.

“Kader harus mampu melayani dan mengabdi kepada masyarakat dilingkungannya,” ujar Hasyimah yang juga Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam ini. (she)

Masyarakat Jarang Ketemu Pecahan Uang Baru

0
Model menunjukkan uang pecahan saat peluncuran di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia resmi meluncurkan uang baru sehingga masyarakat dapat menukar uang lamanya maksimal sebesar Rp3.800.000 dengan 100 lembar per pecahan di sejumlah gerai penukaran uang Bank Indonesia di seluruh Indonesia.–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Peredaran uang pecahan rupiah baru di Kepri khususnya Batam tidak begitu dirasakan masyarakat. Banyak dari masyarakat yang belum pernah mendapatkan pecahan uang baru tersebut. Padahal, uang sebanyak Rp 78 miliar itu sudah disebar sejak Desember 2016 lalu.

Asri misalnya, warga Tiban yang juga merupakan karyawan swasta diarea Batamcenter belum pernah melihat secara langsung pecahan uang rupiah baru. Ia hanya melihat uang tersebut di siaran TV hingga media sosial.

“Katanya banyak disebar, kok saya tak pernah dapat ya?. Tahunya ada uang baru dari TV dan status teman-teman di facebook saat uang itu keluar,” terang Asri, Sabtu (22/4).

Menurut Asri, beberapa bulan lalu temannya pernah menawari untuk dirinya menukar uang lama dengan baru. Namun karena kesibukan bekerja, ia pun tak begitu menghiraukan tawaran tersebut.

“Pernah ditawari sih, cuma tak saya hiraukan. Tahu-tahu sampai sekarang saya tak pernah lihat uang itu,” ungkap Asri lagi.

Hal senada juga dikatakan Nasri pedagang di kawasan Bengkong. Ia mengaku hanya beberapa kali menemukan uang pecahan baru. Selebihnya ia hanya mendapat pecahan uang rupiah lama.

“Pernah dapat beberapa kali, pecahan seribu dan dua ribu. Awalnya saya pikir uang palsu, tapi dijelaskan itu asli. Ya saya percaya saja, tapi sekarang tak ada lagi yang belanja pakai uang itu,” jelasnya.

Kepala BI Kepri, Gusti Raisal Eka Putra sempat mengatakan Bank Indonesia telah menyiapkan Rp78 miliar uang baru untuk diedarkan hingga penghujung tahun 2016 di Kepri. Besaran uang itu merupakan jatah yang ditetapkan langsung BI pusat.

Uang baru emisi tahun edar (TE) 2016, yang diedarkan, diantaranya, ada juga pecahan uang logam selain uang kertas. Uang pecahan baru itu, ada Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000 dan Rp1.000. Sementara untuk uang rupiah logam terdiri dari pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200 dan Rp100. (she)

Bule pun Ikut Berebut Tumpeng

0

So delicious. I like it (enak sekali, saya suka),” ujar Sofie, asal Montreal saat ditanya mengenai makanan yang diicipinya.

Sofie ialah salah satu turis yang menikmati tumpeng dalam Upacara Adat Merti Tumpeng Robyong Kampung Wisata Dewa Bronto, Sabtu (22/4/2017).

Tidak hanya Sofie, wisatawan dari Kanada dan Belanda itu duduk mengitari tumpeng dan mengambil nasi serta lauknya.

Sofie yang berprofesi sebagai perawat lagi liburan. Setelah dari Jogja, Sofie dan kawan-kawan akan mengunjungi Boroobudur, Bali, dan Labuhan Bajo. Dia merasa senang bisa mengikuti prosesi Merti Tumpeng Robyong yang menyajikan sejumlah atraksi seni.

Upacara adat yang rutin digelar setiap tahun di bantaran Kali Code ini diawali dengan kirab.  Serombongan perempuan dengan tumpengnya serta Gunungan hasil bumi diarak keliling kampung, diiringi bergada. Arak-arakan dimulai dari kantor Kecamatan Mergangsan menuju panggung di pinggir Kali  Code.

Di panggung ini, berbagai pertunjukan seni digelar.  Mulai dari drumb band anak-anak, tarian dolanan anak, tari edan-edanan dan sebagainya. Sembari menunggu iringan kirab datang, pembukaan Merti Tumpeng Robyong pun dilakukan. Suparno, mewakili PJs Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja pun memberikan sambutan dan membuka acara yang berlangsung dua hari ini.

“Saya dengar ada kerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk mengembangkan kampung wisata ini lebih maju, lebih kondang. Jika sudah seperti itu jangan sampai yang ada di wilayah ini tidak siap. Acara yang sudah dipromosikan hingga ke seluruh Indonesia bahkan dunia ini harus bisa  rutin dan terus dipertahankan,” pesannya.

foto: waktoe

Usai dibuka, tumpeng yang sudah ditata di sepanjang jalan pinggir sungai dan di atas panggung didoakan dan dinikmati bersama. Siapapun yang hadir bebas memilih menu yang ada. Mau tumpeng nasi kuning atau nasi putih. “Ini wujud syukur atas nikmat dan anugerah dari Tuhan. Mari kita nikmati bersama,” ujar Marsudi, Ketua Kampung Wisata Dewa Bronto.

Makan bersama atau dahar kembul pun berlangsung seru. Gelaran adat yang berfungsi menjaga kebersamaan ini pun begitu dirasakan. Warga Brontokusuman dan sekitarnya, seperti Lowanu dan tamu lain berbaur menjadi satu. Sembari menikmati tumpeng, atraksi budaya di tengah kali dimulai. Seorang Resi Sungai berdoa dengan tetembangan Jawa. Dan prosesi diakhiri dengan menebar bibit ikan di Sungai Code yang mengalir di kawasan Kampung Wisata Dewa Bronto.

Mengangkat tema “Raja Melawan Arus” atraksi ini bermakna bahwa pemimpin seharusnya bisa menjadi tokoh yang selalu memberi contoh dan mengajak semua warga untuk ‘melawan arus’ dengan sikap dan tindak tanduk  menolak budaya atau perilaku yang tidak pantas atau tidak baik.

Atraksi doa sang resi di Kali Code yang mengalir cukup deras ini menjadi puncak acara siang itu. Malam harinya acara dilanjut dengan Pasar Seni dan pentas Seni. Minggu (23/4) ada Pasar Seni dan mancing bersama.

Menpar Arief Yahya menilai aktivitas budaya yang bernuansa tradisi seperti ini sebenarnya menjadi atraksi yang punya daya pikat tinggi. Joglosemar kaya dan kental akan tradisi turun temurun ini.

“Di Calender of Events sebaiknya muncul, untuk dipromosikan lebih masif ke mancanegara,” kata Arief Yahya.

Pasar Eropa, kata dia, tertarik dengan nuansa tradisi seperti ini. “Budaya itu berlaku hukum, semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata Arief Yahya. (*)

Kemenpar Ingin Wisata Lombok Barat Dikenal

0

Mekaki Marathon yang dihelat 30 April 2017 di kawasan Teluk Mekaki, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ada empat kategori yang akan dilombakan di Mekaki Marathon. Keempatnya adalah full marathon, half marathon, 10K dan 5K. Mekaki Marathon nantinya juga akan diramaikan oleh beberapa publik figur, seperti Chicco Jerikho, Wulan Guritno, Julia Estelle, Fajar “Alexa”, Shalom Razade, Lukman Sardi, sutradara Robby Ertanto. Sementara, para tokoh yang juga akan berlari dan juga meramaikan Mekaki Marathon antara lain Menpora Imam Nahrowi, Gubernur Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengungkap, Kementerian Pariwisata saat ini terus memberikan perhatian untuk pengembangan wisata di daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Lombok.

Esthy mengutip kata-kata Menpar Arief Yahya, bahwa wisata olahraga atau sport tourism diyakini bisa jadi ajang promosi Indonesia kepada para wisnus maupun mancanegara. Pasalnya, beberapa acara wisata olahraga di Indonesia telah banyak diselenggarakan di berbagai daerah untuk mempromosikan daerah.

“Sport tourism ini cukup potensial. Trennya terus meningkat, semakin banyak acara sport tourism yang diselenggarakan di banyak destinasi wisata di Tanah Air,” kata Esthy saat konferensi pers terkait Mekaki Marathon 2017 di kawasan Senayan, Jumat (21/4).

Roseno menambahkan, setiap daerah di Indonesia memiliki daya pikat masing-masing, dan semuanya bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. “Event Mekaki Marathon ini terobosan positif untuk mengembangkan wisata Lombok Barat. Kita harapkan ini dapat mendorong ekonomi daerah bisa berkembang,” kata Raseno.

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan, event yang digarap dengan apik oleh tim Tempo Media ini akan memberikan pengalaman berbeda bagi para pesertanya. Selain beradu cepat, para pelari nantinya bakal dimanjakan dengan pesona keindahan pemandangan di kawasan Teluk Mekaki.

Peserta akan melewati hutan, perkampungan, pinggiran pantai dengan gili-gili yang berjejer, serta perbukitan. Setelah kelelahan berlari, peserta Mekaki Marathon akan disambut indahnya Teluk Mekaki di garis finish.

“Lombok Barat punya banyak potensi wisatanya, tidak hanya Senggigi. Nanti peserta juga akan melewati beberapa spot wisata seperti Sekotong,” ujar Fauzan.

Kuota peserta yang disediakan panitia sebanyak 2.000 pelari. Saat ini kuota sudah terpenuhi. Namun, Fauzan mengungkapkan antusias masih tinggi karena masih banyak yang mendaftarkan diri.

“Pesertanya sudah mencapai yang ditargetkan yaitu 2000 peserta. Kita belum memutuskan unyuk menambahnya meski pendaftaf masih terus berdatangan. Ini bukti kalau masyarakat Indonesia sudah melek marathon,” ungkap Fauzan.

Akbar yang mewakili DnD Race Management selaku panitia menjelaskan, selain didukung Kemenpar dan Bank BRI, event Mekaki Marathon ini juga bekerjasama dengan maskapai Citilink dan hotel-hotel besar di Lombok Barat.

“Jadi peserta tidak perlu khawatir untuk akomodasi. Ada banyak pilihan dengan harga yang spesial. Selain itu, peserta tidak perlu kawatir menuju lokasi, karena akan disediakan fasilitas penjemputan gratis untuk seluruh peserta. Titik penjemputan ada di Mataram, Senggigi, Lembar dan Sekotong,” tutup Akbar. (*)

Catat, Bali Blues Festival 2017, 26 Mei

0

Pengelola kawasan wisata nasional Nusa Dua, Indonesia Tourism Developmen Corporation (ITDC) akan kembali menggelar Bali Blues Festival 2017, 26 hingga 27 Mei  2017 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan kabar dari panitia bahwa akan ada beberapa musisi andal yang sudah mengkonfirmasi bakal hadir di acara tersebut yakni, Gugun Blues Shelter dengan menampilkan musisi Jazz Indonesia Indra Lesmana, The Six Strings, Reuni Krakatau, band Bali Cazy Horse, gitaris Bali Wayan Balawan, dan musisi Indonesia Gilang Ramadhan.

“Kemungkinan artisnya akan bertambah dan akan menghebohkan Nusa Dua Bali. Ini juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara di acara sebelum-sebelumnya,” ujar pria yang biasa disapa Agung itu.

Seperti diketahui, Musik Blues adalah genre musik yang berasal dari masyarakat Afrika-Amerika dan lahir sekitar akhir abad ke-19. Yang menarik adalah para pecinta blues ini biasanya memiliki kepribadian dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

Agung menjelaskan, di pelaksanaan tahun lalu, pengunjung even musik di Selatan Bali ini sekitar 3.000-5.000 orang yang hadir dan mayoritas wisatawan mancanegara. Hal ini tentu tak berlebihan mengingat semakin matangnya masyarakat dalam hal seni, membuat musik blues makin populer.

“Yang hadir selain pengunjung umum, penyelenggara juga sukses mendatangkan para tamu hotel yang jumlahnya mencapai ribuan orang, serta komunitas pecinta blues,” kata Agung Yuniartha.

Segmen umur musik blues nyaris tanpa batasan. Jika dulu musik blues hanya untuk kalangan dewasa dengan kematangan jiwa, kini blues pun digemari kalangan muda. Tempat acara pun sangat seksi untuk disambangi. Deburan ombak Pulau Peninsula di kawasan ITDC yang tak begitu keras, sepinya suara bising kendaraan menjadi jaminan pecinta blues menikmati konser blues ini.

Tempat penyelenggaraan Bali Blues Festival ini terletak di tempat yang benar-benar spesial. Pihak ITDC bercita-cita menjadikan even blues ini menjadi yang terbaik dan terbesar.

“Kami tentu semua ingin menjadikan Bali ini sebagai magnet musik blues Tanah Air. Kami ingin menjadikan festival ini sebagai ajang blues terbesar. Bali layak punya even terbaik dunia. Karena Bali adalah pulau terbaik dunia,” ujar Agung.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi konser musik yang dilaksanakan secara konsisten dari tahun ke tahun dan kualitasnya semakin meningkat.

“Semakin sering konser berlevel internasional digelar, maka itu akan semakin membuiat daerah tersebut juga mendunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Ekosistem pariwisata di Bali, kata Arief Yahya, sudah sangat kondusif. Itulah mengapa Bali menjadi pilihan travellers di TripAdvisor sebagai destinasi nomor 1 dunia, mengalahkan London, Paris, New York, Milan, Barcelona, Tokyo dan destinasi wisata lain di dunia. “Maka event internasional akan semakin menguatkan positioning Bali dalam peta pariwisata dunia,” kata Arief Yahya. (*)

Pesona Halo Sultra 2017

0

Pesona Halo Sultra 2017 dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 27 April 2017, di Kendari, Sulawesi Tenggara bersempena dengan memperingati HUT ke-53 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, Ibukota Kendari ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggara event yang dikemas dalam acara yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 itu.

“Kami mengapresiasi Pemprov Sultra dan Pemkot Kendari yang konsisten menggelar acara yang ke-10 ini. Event ini awalnya bernama Kemilau Sulawesi Tenggara dengan kegiatan utama adalah Pertunjukan Karya Budaya Etnik Sulawesi Tenggara,” ujar Esthy.

Banyaknya event di Sultra, lanjut Esthy, memberi dampak perekonomian yang tinggi bagi masyarakat. Dia mengutip statemen Menpar Arief Yahya, Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Joko Widodo, bahwa pariwisata adalah core economy Indonesia. Pariwisata memberi multiplying effect yang besar, hingga 170%.

Karena itu, kata Esthy, –yang lagi-lagi merujuk pada kalimat Menpar Arief–, daerah harus pintar-pintar menentukan portofolio utamanya. Karena itu menentukan alokasi sumber daya dan budgeting. Kalau sudah menempatkan pariwisata sebagai arah pembangujaj daerah, maka siapkan sebagian besar sumber dayanya untuk mewujudkan destinasi yang berkelas dunia.

Esthy menambahkan, semakin banyak event maka pendapatan perkapita daerah akan semakin bagus.

“Tahun lalu pariwisata Sultra bertumbuh 19,5%, dikunjungi 22.380 wisatawan yang terdiri dari 15.668 wisnus dan 6.712 wisman,” ujar wanita berhijab itu.

Deputi Esthy juga memaparkan, penyelenggaraan Halo Sultra telah dilaksanakan dibeberapa kota antara lain Baubau, Muna, Kolaka Timur dan Kolaka. Dengan menggelar acara tersebut, imbuh Esthy, membawa dampak yang cukup baik untuk mendorong Kabupaten atau Kota mengaktifkan kembali event-event pariwisata dan menginisiasi event baru bagi pengembangan pariwisata di daerah.

“Harus terus berinovasi,” kata Esthy.

Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenpar yang telah menetapkan salah satu wilayahnya yakni Wakatobi menjadi salah satu destinasi prioritas Kemenpar.

foto: amabeltravel

“Penetapan Wakatobi menjadi momentum yang sangat baik dan strategis. Ini harus segera kita manfaatkan, karena moment seperti ini tidak terulang dua kali, saat ini pemerintahan sedang dalam klimaks memberikan perhatian pada sektor pariwisata, kita harus siap untuk menyambut karena ini adalah untuk masa depan Sulawesi Tenggara pada umumnya dan tentu untuk kemajuan pariwisata Indonesia, kita harus siap di semua lini,” ujar Nur Alam.

Sedikit tentang Halo Sultra, tahun 2008 Hallo Sutra ini bernama

“Kemilau Sulawesi Tenggara” saat itu Gubernur Nur Alam baru menjabat selama 2 bulan. Atas inisiasinya, jajaran Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pariwisata menjadikan momentum hari jadi Provinsi Sulawesi Tenggara setiap tanggal 27 April dikemas dalam sebuah event pariwisata.

Tidak hanya itu, lanjut Gubernur, Pemprov menginginkan agar kemajemukan budaya masyarakat Sulawesi Tenggara menjadi kekuatan dalam pengembangan kepariwisataan di daerah. Kata “Halo” dalam Halo Sultra sendiri diambil dari kata Haluoleo (Raja Konawe), sosok ini adalah Sultan Murhum di Kerajaan Buton Dan Raja Lakilaponto Dikerajaan Muna.

“Sejak tahun 2009, Kami resmi merubah nama event ini menjadi Halo Sultra, Dinas Pariwisata Provinsi bersama stakeholder terkait melakukan evaluasi pelaksanaan event setiap tahun untuk mengembangkan event ini sehingga memiliki dampak bagi pengembangan kepariwisataan di daerah,” katanya.

Pada event Halo Sultra kali ini, Pemprov akan menamipilkan Pameran Wisata & Produk Unggulan yang berada di Tugu Religi dari tanggal 23-27 April. Bagi anda yang suka fashion, jangan lewatkan Sultra Tenun Karnaval yang diikuti 2545 peserta pada 24 April. Tidak hanya  itu saja, beragam kuliner khas Sulawesi Tenggara juga akan di jajakan pada tanggal 27 April dalam acara Food Festival. Pada tanggal yang sama, Pemilihan Duta Wisata Sulawesi Tenggara juga ikut menghiasi rangakaian HUT Sultra ini.

Bagi anda yang suka dengan pertunjukan budaya, Pagelaran Seni Etnik dan Budaya Sulawesi Tenggara juga turut menyemarakan dari tanggal 23-27 April. Event yang berlangsung selama lima hari ini melibatkan partisipasi 6.747 orang dengan target kunjungan 100 ribu orang. (*)

Aceh Kenalkan Diri pada Dunia melalui Sabang Marine Festival III

0

Sabang Marine Festival (SMF) III di Arena Sabang Fair resmi dibuka, Jumat (21/4).

Pembukaan SMF III ini diawali dengan atraksi drumben dari SMP Negeri II Kota Sabang, dan ditutup dengan atraksi para layang bermotor yang terbang mengitari arena Sabang Fair, tempat pembukaan Sabang Marine Festival digelar.

Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari Kemenpar Asep Muhammad mengatakan, para wisatawan domestik dan internasional pasti terpukau ketika menyaksikan aquarium raksasa di kepalauan Sabang yang dihuni jutaan biota laut ini.

“Para wisatawan akan menyaksikan aquarium raksasa ciptaan Allah SWT yang dihuni jutaan biota laut dipastikan senang berwisata ke Sabang. Sabang dikenal dengan underwater world-nya dan tempat ideal untuk melakukan aktivitas diving dan snorkeling,” kata Asep.

Kemenpar berharap, semua pihak berperan aktif dalam mempromosikan industri pariwisata Sabang ke dunia Internasional. Pada tahun ini, jumlah kunjungan yacht ke Sabang akan terus meningkat.

“SMF 2017 ini bisa dijadikan sebagai pemanasan bagi Kota Sabang guna menyongsong perhelatan akbar, dimana pada tanggal 2 Desember, kota ini akan menjadi pusat perhatian dunia dengan akan diselenggarakannya rangkaian kegiatan dan puncak acara Sail Sabang 2017 yang akan dihadiri oleh Bapak Presiden RI dan para menteri kabinet kerja, para duta besar, tamu-tamu mancanegara serta para yachters,” ujarnya.

Karena itu, Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Bahari berharap masyarakat setempat berperan aktif ikut menjaga serta memelihara terumbu karang yang ada di bawah laut Pulau Weh.

Menurutnya, prinsip dalam dunia wisata alam yang berbasis bahari, semakin dilestarikan, maka dengan sendirinya kunjungan wisatawan akan meningkat dan bermuaranya pada kesejahteraan terhadap pelaku industri pariwisata itu sendiri dan masyarakat secara umum.

“Masyarakat harus menjaga biota laut Sabang dan jangan sampai rusak, alam dan ekosistemnya, karena itu akan berpengaruh pada pariwisata dan juga berimbas pada perekonomian daerah juga,” ujarnya.

Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan SMF III, dan mempromosikan industri pariwisata Sabang kepada komunitas yachters dunia. Para pelayar dunia tersebut berasal dari New Zealand, Jepang, Belanda, Australia, Philipina, Amerika Serikat, Denmark, Inggris, Kanada Thailand, Swiss dan Spanyol.

“Syukur Alhamdulillah pada acara Sabang Marine Festival ke-III ini kunjungan kapal yacht ke Sabang terus meningkat dan kita berharap para pelayar dunia ini mempromosikan potensi wisata bahari Sabang ke dunia internasional serta komunitas yacht dunia,” kata Reza.

Reza mengungkapkan, kunjungan Kapal Yacht pada SMF ke-III ini meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, sebanyak 26 kapal layar dan 10 lagi sedang dalam perjalanan menuju Sabang. Sedangkan tahun 2016 sebanyak 20 kapal yacht, lalu pada tuhun 2015 hanya 17 kapal yacht yang berkunjung ke Sabang.

Kegiatan ini dimulai dari tanggal 19 hingga 23 April 2017, diawali dengan chek in yang melibatkan Karantina, Bea dan Cukai, Imigrasi serta KSOP (CQIP) dalam satu Tim Pelayanan Satu Atap. Hal itu dilaksanakan untuk mempercepat perolehan perizinan dengan pelayanan terbaik yang hanya makan waktu hanya satu jam.

Hadir pada acara pembukaan, Gubernur Aceh yang diwakili Assisten II PemProv Aceh, Syaiba Ibrahim, Mewakili Kapolda Aceh, Dir Polair Polda Aceh, Kepala BPKS Fauzi Husen, Kadis Budpar Provinsi Aceh,  dan sejumlah pejabat teras lainnya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Presiden Joko Widodo sudah menempatkan pariwisata dan maritim menjadi sektor prioritas. Selain pangan, energi dan infrastruktur.

“Events pariwisata yang bertema bahari semakin banyak dan beragam. Termasuk Festival ini menuju ke Sail Sabang 2017. Sekali merengkih dayung, dua tiga pulau terlampaui,” kata Arief Yahya. (*)

Investor China Siapkan Dana Rp 13 Triliun untuk Kembangkan Destinasi Morotai

0

Chairman PT Jababeka Darmono mengungkapkan, dua minggu lalu telah ditandatangi Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu pemain terbesar dari China dalam bidang travel and tourism yang punya 60 hotel bintang di China.

“Mereka berkomitmen akan membangun 300 kamar hotel dalam tempo 1 tahun dan 100 villa di atas tanah seluas 100 hektare untuk pemulaan. Mereka ini terkenal mendatangkan banyak turis asal China ke seluruh dunia,” ujar Darmono dalam Calender of Event Wonderful Morotai Island Festival (CoE WMIF) 2017 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenpar, Jumat (21/4).

“Juli nanti mudah-mudahan bisa sudah ada pencanangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di morotai,” kata Darmono.

Darmono menambahkan, investasi yang diadakan pada tahap pertama kurang lebih USD 100 juta atau setara Rp 1,3 triliun. Mereka berjanji akan bertahap menaikkan hingga menjadi USD 1 miliar atau setara Rp 13 triliun.

“Tentu, semua akan berjalan lancar kalau proyek pertama ini mereka merasa disambut dengan baik, didukung sepenuhnya, dan sukses mendatangkan wisman ke Morotai,” tambah Darmono.

Keindahan Tanjung Gorango di Morotai. Foto: istimewa

Sementara, Kemenpar dan Lemenhub telah memberikan komitmen bahwa bandara akan djperbaiki. Runway atau landas pacu akan diperpanjang dan dilebarkan untuk memenuhi standar pesawat 730 yang bisa membawa 130 penumpang.

“Maka juga diperlukan bandara ini menjadi bandara internasional sehingga turis gak perlu mampir dulu ke Manado karena akan menghambat jumlah pengunjung yang lebih banyak,” pungkas Darmono.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku gembira mendapat kabar ini. Dirinya mengatakan, kabar MoU ini jauh lebih penting daripada pidatonya saat itu. “Kalau tahu begini saya tidak perlu pidato lagi. Karena kabar MoU itu lebih menggembirakan. Dengan begini Morotai akan segera benar-benar menjadi deatinasi kelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief mengungkapkan, saat ini destinasi Morotai memang masih lemah dalam banyak hal. Menurutnya, Morotai tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan keindahan alamnya atau wisata baharinya saja.

“Kalau hanya mengandalakan wisata alam atai baharinya itu kurang. Harus diperkuat 3A-nya. Morotai mulai membenahi aksesbilitasnya dengan mengupayakan bandaranya menjadi bandara internasional, pembangunan homestay-nya juga sudah berjalan. Dan terakhir Atraksinya harus diperbanyak yang kelas dunianya,” jelas Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, percepatan pembangunan Morotai juga dalam upaya menjadikan Morotai sebagai destinasi kelas dunia dengan mengandalkan pada potensi alam, budaya, dan wisata buatan manusia serta didukung oleh unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas yang memadai.

“Sebagai destinasi prioritas, target kunjungan wisman ke Morotai tahun ini sebanyak 11 ribu, ditargetkan akan meningkat menjadi 500 ribu pada 2019,” tutup Menpar Arief Yahya. (*)

Mancing di Morotai Tak Sekadar Dapatkan Ikan

0

Menpar Arief Yahya meresmikan Calender of Events Wonderful Morotai Island Festival (CoE WMIF) 2017 , Jumat malam, (21/4/2017).

Menpar Arief Yahya didampingi Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) Muhammad Natsir Thaib, mengikuti peluncuran itu. CoE WMIF 2017 itu  akan berlangsung selama enam bulan dari Mei hingga Oktober 2017.

Morotai menampilkan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made). Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaran WMIF 2017 itu.

“Tujuannya, mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) ke Morotai, Maluku Utara (Malut),” kata Arief Yahya.

“Kita menyadari Morotai ini masih lemah dalam 3 A (Amenitas, Aksesbilitas, dan Atraksi). Atraksinya tahun ini punya enam. Ini harus dipilih salah satu untuk dijadikan kelas dunia. Saya senang yang dipilih event mancingnya, karena bila memilih atraksi bawah lautnya harus hati-hati karena banyak saingannya,” kata Menpar Arief Yahya dalam sambutannya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, untuk saat ini destinasi Morotai belum bisa maksimal menjaring wisman. Tahun ini, Morotai ditargetkan mendatangkan 11 ribu wisman, sementara targetnya hingga 2019 sebanyak 500.

“Kegiatan event ini menargetkan kunjungan 135 wisman dan 540 wisnus ke Morotai. Morotai baru bisa mendatangkan wisman 11 ribu. Kunjungan wisatawan ini sangat berarti bagi pariwisata Malut,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menambahkan, Pulau Morotai ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas atau sebagai “Bali Baru”. Saat ini dilakukan percepatan pembangunan dalam menjadikan Morotasi sebagai destinasi kelas dunia dengan mengandalkan pada potensi alam, budaya, dan wisata buatan manusia serta didukung oleh unsur atraksi, amenitas, dan aksesibilitas yang memadai.

“Tapi jangan khawatir, pembangunan di Morotai terus berjalan. Apabila bandarnya sudah bisa dilandasi pesawat besar, kunjungan wisman akan naik drastis. Kita lihat contoh Bandara Silangit untuk Danau Toba, begitu ditetapkan jadi bandara internasional, kunjungan wismannya melesat naik,” ungkap Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, kegiatan WMIF 2017 merupakan upaya untuk meningkatkan unsur atraksi sedangkan percepatan pembangunan amenitas dan aksesibilitas saat ini tengah berlangsung dan melibatkan instansi terkait. Dia memaparkan bahwa kemajuan unsur aksesibitas sudah dirasakan wisatawan, dimana bila pada awal triwulan 1/2016 tidak ada penerbangan regular ke Morotai, sekarang sudah penerbangan dua kali per hari dengan kapasitas 72 tempat duduk.

“Begitu pula unsur amenitas, Morotai memiliki 24 cottages dan tahun ini akan dibangun 100 homestay desa wisata,” ujar Arief Yahya.

foto: pulaumorotaikab.go.id

Wakil Gubernur Malut Muhammad Natsir Thaib mengatakan, Pemerintah Kabupaten Morotai menetapkan event Wonderful Morotai Island Festival atau Festival Pesona Morotai sebagai event tahunan yang diluncurkan oleh Menpar Arif Yahya pada Juni tahun lalu. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan gelar perdana event WMIF dengan menggelar event Fishing Morotai dan Festival Budaya Bahari pada Oktober 2016.

“Bersyukur morotai menjadi salah satu jajaran kepulauan yang menjadi perhatian pemerintah pusat untuk pengembangan segala potensi yang dimilikinya. Launching CoE WMIF 2017 ini sekaligus untuk menetapkan Wonderful Morotai Island Festival sebagai branding pariwisata Morotai,” kata Natsir.

Natsir menjelaakan, keelokan pulau Morotai mulai dari lautan pantai yang eksotis sampai kisah sejarah PD II menjadikan Morotai layak menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Posisi pulau Morotai sangat strategis karena di utara Morotai diapit negara Jepang, Korea, China, Taiwan, Filipina. Di barat ada Singapura dan negara ASEAN. Di selatan ada Australia dan Selandia Baru. Di timur ada republik kepulauan pelau dan negara-negara kepulauan di Pasifik,” ungkap Natsir.

Kondisi ini, lanjut Natsir, menyebabkan Morotai seperti sebuah mutiara di bibir pasifik yang menawarkan keindahan dalam berwisata. Destinasi wisata ini akan lebih bergejolak jika ada peran investor yang masuk dan membangun amenitas di pulau Morotai.

“Aksesibilitas dan fasilitas publik terus dibangun pemerintah untuk menghidupkan Morotai sebagai destinasi kelas dunia. Morotai Islands Festival 2017 merupakan satu upaya untuk mendorong pembangunan percepatan destinasi pariwisata di kawasan timur Indonesia, khususnya di Malut. Untuk itu, atas nama Pemprov Malut dan Pemkab Morotai berterima kasih dan apresiasi kepada pemerintah pusat atas terselenggaranya kegiatan ini,” tutup Natsir.

WMIF 2017 dimeriahkan enam event unggulan.

Pertama, lomba foto bawah laut (underwater) yang berlangsung di Perairan Morotai Selatan pada 15-19 Mei 2017. Event ini dimaksudkan untuk menjaga serta melindungi terumbu karang dan biota laut lainnya. Selain itu sebagai ajang untuk memperkenalkan keindahan alam bawah laut Morotai serta tantangan bagi penyelam dalam mengeksplorasi berbagai jenis sisa-sisa peninggalan peralatan Perang Dunia II yang ada sekitar perairan Morotai. Ditargetkan event ini akan dikunjungi 25 wisman dan 100 wisnus.

Kedua, Festival Pante yang dikemas dalam beberapa kegiatan di antaranya Lomba Timba Laor, Lomba Renang, Lomba Perahu Hias, Lomba Katinting, dan Lomba Renang Tradisional yang akan berlangsung di Morotasi Selatan pada 3-6 Mei 2017. Target kegiatan ini sebanyak 20 wisman dan 80 wisnus.

Ketiga, festival musik dan tari tradisional yang dikemas dalam beberapa kegiatan lomba musik, Yangere, Musik Bambu Tada (Hitadi), Lomba Masamper, Lomba Tarian Tide-Tide, dan Lomba Tarian Cakaleleber. Kegiatan berlangsung di Morotai Selatan pada 8-12 Agustus 2017.

Keempat, Fishing Morotai sebagai lomba mancing berskala internasional yang berlangsung di perairan Morotai pada 25-27 Agustus 2017. Targetnya diikuti 25 wisman dan 100 wisnus.

Kelima, Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai dalam rangka memperingati HUT RI berlangsung di Morotai Selatan pada 14-15 Agustus 2017. Targetnya 20 wisman dan 80 wisnus.

Keenam, Morotai Beach Run, kegiatan marathon yang diikuti peserta dari dalam negeri dan mancanegara yang berlangsung di Morotai Utara pada 26-27 Oktober 2017. Target pengunjung 25 wisman dan 100 wisnus. (*)

Menangkan Persaingan Global Harus dengan Standar Global

0

Geliat perekonomian di lokasi wisata Wakatobi membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serius membina SDM-SDM pariwisata berkelas internasional.

Deputi Kelembagaan Kemenpar, Ahman Sya melakukan perjanjian kerja sama (MoU) dengan Direktur Poltekpar Makassar, Muhadjir membangun SDM pariwisata di Wakatobi.

Ahman menjelaskan, Kemenpar akan mempercepat penyiapan dan pengadaan SDM pariwisata handal di Wakatobi, melalui kegiatan pelatihan dasar SDM pariwisata, gerakan sadar wisata dan sertifikasi kompetensi SDM pariwisata.

Dalam keterangan pers di Gedung Sapta Pesona, Gedung Kemenpar, Kamis, (20/4) kemarin, Ahman meminta Kab. Wakatobi mengoptimalkan kesempatan ini. Mempercepat pertumbuhan SDM pariwisata berkualitas menjadi tujuan utama di samping membangun infrastruktur.

Langkah membina dan mempersiapkan SDM  ini penting, mengingat Menteri Pariwisata, Arief Yahya telah menetapkan Wakatobi sebagai destinasi wista bahari kelas dunia. Terlebih, Wakatobi masuk dalam daftar 10 destinasi prioritas Indonesia dari Presiden Joko Widodo.

Guna membangun tenaga pariwisata terampil, pihak terkait akan menggandeng Kementrian Kelautan dan Perikanan membangun Akademi Komunitas Pariwisata. Akademi ini akan terintegrasi dengan Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan milik KKP.

“Rencana ke depan, Akademi ini menjadi Sekolah Tinggi Perikanan dan Pariwisata, ucap Ahman.

Penerimaan mahasiswa baru akan mulai tahun akademik 2017/2018, dengan jumlah  peserta didik angkatan pertama sebanyak 75 orang untuk  jenjang D-1 dan D-2 dengan program studi berbasis ekowisata atau wisata bahari, sesuai dengan potensi wisata bahari Wakatobi.

Pemda Sulawesi Tenggara memberi usulan agar Akademi itu nanti membuka  program studi perhotelan. Ahman melanjutkan, pemda setempat sedang mengkaji rencana ini.

Para lulusan Akademi itu nanti bisa langsung terjun ke lapangan. Kemenpar menunggu para alumni untuk mengisi dan mengabdikan diri pada berbagai sektor parawisata di Kabupaten Wakatobi.

Mengenai tenaga pengajar, Ahman Sya menjelaskan, bila Kemenpar sudah menyiapkan dosen dan kurikulum. Para pengajar tersebut berasal dari perguruan tinggi milik Kemenpar terdekat  (Poltekpar Makassar.

“Kami juga telah memiliki hasil rekruitmen penyetaraan dari industri melalui proses Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sesuai pedoman dari Kemristek Dikti,” katanya.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kerjasama antara Kemenpar dan Poltekpar Makassar untuk mencetak SDM profesional untuk pengembangan potensi pariwisata di Wakatobi.

“Representasi Pentahelix (ABGCM), Akademisi, Bisnis, Government, Community, dan Media harus dipakai untuk memajukan pariwisata,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

Mantan Dirut Telkom ini juga mengatakan, sejak bertugas  di PT Telkom dia  komitmen membangun investasi SDM.

“Sangat penting untuk win the future customers (memuaskan konsumen di masa mendatang). Karena itu sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan.”

Mentri lulusan Surrey University,  Inggris ini berpesan, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau  Kompetensi selevel ASEAN.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” kata Menpar Arief Yahya menambahkan. (*)