Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13396

Mengelola Pariwisata pun Perlu Disiplin

0

Disiplin, menadi bagian dari pengembangan pariwisata. Menpar Arief Yahya menekankan pentingnya disiplin itu.

Acuannya ialah 14 pilar TTCI Travel and Tourism Competitiveness Index yang dipotret oleh World Economic Forum (WEF) yang bermarkas di Geneva.

“Memang, daya saing pariwisata dunia itu dikeluarkan tiap 2 tahun sekali. Tapi memperbaiki 14 pilar dan 4 sub indeks itu harus dilakukan terus-menerus!” kata Menteri Arief saat Rapim di depan para Eselon I dan II di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta itu.

Selain itu, TTCI itu sebenarnya pintu yang baik untuk membangn spirit “Indonesia Incorporated.” Semangat gotong royong, kompak, solid, dari semua kementerian dan lembaga serta Pemda, untuk maju bersama dalam kebersamaan. Karena pariwisata itu tidak bisa berdiri sendiri, harus integrated, saling support.

Satu kegiatan di Banten, oleh Kabid Profil Pasar Pariwisata Nusantara Ganda Sumantri didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati ini cukup menarik. Yakni Workshop Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Pariwisata, untuk Tanjung Lesung.

Pembukaan Workshop itu ditandai dengan pemukulan rampak beduk di Hotel Ratu, Banten, 20-22 April 2017. “Gunakan global standart, agar kita bisa berkompetisi di level global,” ujar Menpar Arief.

“Kemenpar melakukan sebuah penilaian terhadap kesiapan daya saing dari 10 destinasi prioritas pariwisata di Indonesia secara kuantitatif. Workshop ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada pihak terkait, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan industri pariwisata harus berjuang untuk meningkatkan Indeks Daya Saing Kepariwisataan Nasional, khususnya Propinsi Banten,” papar Ganda Sumantri dalam sambutannya.

Acara Worshop yang dibuka dengan penampilan apik dari Sanggar Reksa Budaya yang membawakan Tari Warnane Banten ini dihadiri 53 peserta dari perwakilan pemprov Banten, Pemkab dan SKpd serta Provinsi Jatim, Kabupaten Probolinggo dan DI Yogyakarta.

Hari pertama, sebagai pembicaranya adalah Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Kebijakan Publik Riant Nugroho. Materi yang dipaparkan bertema Kebijakan Indeks Daya Saing Pariwisata.

Keesokan harinya, dua narasumber yang sangat kompeten di bidanganya tampil sebagai pembicara yaitu PIC Tanjung Lesung Ida Irawati yang akan memberikan gambaran strategi percepatan 10 Destinasi Prioritas. Kemudian dilanjutkan Pakar Kosultan TCI Mark Plus, Inc, Jacky Mussry yang akan memberikan dua paparan sekaligus, tentang Strategi Pamasaran Pariwisata dan Sosialiasi Hasil Tourism Compettitiveness Index.

“Dengan dua hari ini, diharapkan bisa tersusun Action Plan Pemprov Banten untuk meningkatkan keunggulan indeks daya saing sesuai KSPN Tanjung Lesung agar mempunyai portfolio keunggulan dan memiliki karakter tersendiri,” harap Ganda Sumantri.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Hariyanto mengatakan, rencananya workshop ini akan digelar di tiga tempat yang semuanya menghadirkan perwakilan seluruh 10 Bali Baru.

“Tanjung Lesung mendapatkan kesempatan pertama untuk menggelar workshop ini dengan mengundang Borobudur dan Bromo,” ujar Esthy.

Untuk sesi kedua akan dilaksanakan di Tanjung Kelayang dengan mengundang pihak Kepulauan Seribu dan Danau Toba pada tanggal 4-6 Mei 2017. Dan yang ketiga adalah Labuan Bajo mengundang Morotai, Wakatobi dan Mandalika akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 Mei 2017.

“Untuk acara perdana di Banten, kami gelar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada pihak terkait, ada destinasi prioritas di Banten yakni Tanjung Lesung,” ungkap Esthy yang juga diamini Hariyanto.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menambahkan, Banten akan terus berupaya membenahi destinasi-destinasi yang ada di wilayahnya. Workshop ini dianggap penting demi memasarkan apa yang ada di Banten keseluruhannya.

“Bali sudah ditetapkan sebagai destinasi terbaik di dunia. kita bangga. Insya Allah, Banten akan sampai disana, tentu dengan semangat kita. Dengan workshop ini dapat tercapai untuk memberikan wawasan kepada kita untuk merancang strategi pemasaran yang disebut destinasi. Ilmu ini, Insya Allah akan memberikan manfaat yang sangat besar sekali buat Tanjung Lesung dan Banten,” kata Eneng Nurcahyati.

Kemenpar telah menetapkan 10 Bali Baru yakni Danau Toba (Sumut), Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

Penyusunan Indeks Daya Saing 10 Destinasi Bali Baru ini didapat melalui survey dan mengacu pada Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. (*)

 

Distribusi Obat Kembali Normal

0

batampos.co.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna dr Faisal mengatàkan, saat ini belanja obat di RSUD sudah aman. Distributor tidak lagi dibebankan pajak ganda.

Kementerian Keuangan katanya, sudah membuat peraturan melalui Dirjen pajak. Selama ini belanja obat di Natuna dibeban pajak ganda, baik dì bea cukai Batam maupun setoran pajak di pemerintah daerah.

“Persoalan pajak ganda belanja obat sudah ada solusi. Pajak hanya dibebankan di bea cukai Batam. Karena lewat Batam, jadi daerah tidak lagi pungut pajak dari belanja obat distributor,” ujar Faisal kemarin.

Dikatakan Faisal, belanja obat dan barang habis pakai di RSUD Natuna per tahun mencapai Rp 10 miliar dengan rata-rata 2 ribu kunjungan pasien per bulan.

“Sebelum ada fatwa Kementerian Keuangan ini, belanja obatnya sedikit-sedikit. Kalau sekarang sudah aman, distributor pun tidak keberatan lagi,” ujar Faisaĺ.

Sebelumnya, pengadaan obat-obatan di RSUD dan  Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengalami kendala karena terjadinya pungutan pajak ganda kepada distritributor, baik dari Pemerintah Daerah maupun Bea Cukai Batam.

Sementara dalam distribusi obat, diatur berdasarkan zona. Di Kepri, pengiriman jalur Batam. Sehingga Pemerintah Daerah meminta fatwa keberatan kepada Dirjen pajak terkait pungutan pajak ganda.(arn)

15 Events Spektakuler sepanjang 2017 Persembahan Wakatobi untuk Anda

0

Wakatobi siapkan Calender of Event. Kalender pariwisata di Wakatobi itu diluncurkan Menteri Pariwisata Arief Yahya di Balairung Soesilo Sudarman, Kantor Kementrian Pariwisata, Kamis (20/4).

Dia didampingi Gubernur Sulawesi Utara H. Nur Alam dan Bupati Kabupaten Wakatobi H Arhawi. Wakatobi yang sudah ditetapkan sebagai 10 Bali Baru ini bakal menggelar 15 event spektakuler sepanjang sisa tahun 2017 ini.

“Setelah ditetapkan Presiden Joko Widodo menjadi 10 destinasi prioritas, Kabupaten Wakatobi ini akan kita jadikan sebagai destinasi utama kelas dunia, terutama wisata baharinya yang sudah di anugerahkan memiliki potensi bawah laut yang kaya akan terumbu karang itu,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief yang mengenakan udeng khas Wakatobi mengatakan, untuk event di Wakatobi, sudah banyak kemajuan dari banyaknya event yang sudah ada di tahun sebelumnya. tahun sebelumnya hanya memiliki satu sampai empat evnt saja.

“Saya berikan contoh kabupaten yang memiliki event terbaik, yaitu Solo dan Banyuwangi. Mereka membuat calender of event, yang berani mereka luncurkan dalam kurun waktu setahun sebelumnya, dan itu fixed schedule. Sekarang sedang saya pelajari statistik semakin banyak event itu maka pendapatan perkapita kedua kota itu semakin bagus. Berikutnya mohon dicarikan top 3 event-nya,” ujar Mantan Dirut PT Telkom ini.

Untuk Wakatobi, Menpar Arief Yahya meminta pemerintah setempat menyediakan lahan 300 hektare, yang nantinya akan dijadikan Badan Otorita Pariwisata seperti Nusa Dua Bali.

“Kita minta itu akan dibangun yang sudah jadi seperti Nusa Dua, Bali. Nusa Dua memiliki lahan 350 hektar, Wakatobi kalau di Indonesia saingannya adalah Labuhan Bajo dan Raja Ampat, itulah kelasnya Wakatobi. Atraksinya harus kelas dunia,” terang Arief Yahya.

Bila sudah ditetapkan sebagai destinasi 10 Bali Baru atau destinasi kelas dunia, lanjut Menpar Arief Yahya, Bandara Matohara juga harus dijadikan bandara Internasional.

Menpar Arief Yahya. Foto: kemenpar

“Pak gubernur tak perlu khawatir masalah airport. Airport di sana wajib kelas dunia. Saya berikan contoh apa yang kita bangun misalkan di Danau Toba yang memiliki Bandara Silangit akan menjadi bandara internasional pada September ini. Lalu sebentar lagi Labuan Bajo juga akan menjadi bandara internasional,” ucap pria asal Banyuwangi ini.

Gubernur Sulawesi Tenggara H. Nur Alam lantas menyanggupi keinginan Menpar Arief untuk menyediakan lahan untuk dijadikan lokasi pariwisata seperti di Nusa Dua, Bali.

“Kita sudah disiapkan dan sudah kita sampaikan ke masyarakat, mereka sangat mengerti. Semoga akhir tahun ini sudah tersedia. Saat ini baru 70 hektare yang baru terpenuhi. Sementara Pak Menteri meminta 300 hektare,” ujarnya.

Nur Alam juga menyampaikan, bahwa tagline “Surga di Bawah Laut” ini adalah kebangkitan pertama pembangunan pariwisata di Wakatobi. “Surga Di bawah laut harus berlanjut menjadi Surga di Atas Laut, ketika kita berupaya melanjutkan pembangunan Wakatobi ke arah Surga di Atas Laut itulah, saya menyebutkan kita memasuki era kebangkitan kedua pembangunan pariwisata di Wakatobi,” papar Nur Alam.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Wakatobi H Arhawi menjelaskan, wilayah Wakatobi menjadi destinasi yang kaya dengan potensi pariwisata bahari. Wakatobi di anugerahkan sebagai produk pada keindahan alam bawah laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

“Tidak salah Menteri Pariwisata menetapkan Wakatobi sebagai destinasi bahari kelas dunia. Waktobi memiliki 750 spesies terumbu karang di antara 850 spesies karang yang ada di dunia, serta memiliki 942 spesies ikan yang teridentifikasi. Wakatobi juga memiliki karang tunggal terpanjang di dunia yang menjadikan Wakatobi destinasi selam internasional,” Jelas Arhawi

Tidak hanya itu, Bupati Arhawi dengan penuh semangat memaparkan, Kabupaten Wakatobi bersinar sebagai perwujudan semangat kebersamaan dan komitmen pembangunan dari seluruh masyarakat Wakatobi.

“Kita ingin menjadikan Wakatobi sebagai kabupaten maritim yang sejahtera dan berdaya saing dengan titik berat pembangunan pada tiga sektor pembangunan yaitu meliputi sektor pariwisata sektor kelautan dan perikanan serta perdagangan antar pulau,” ujarnya.

Untuk infermasi, kegiatan dalam CoE Wakatobi 2017 dimulai pada Januari 2017, kemudian dilanjutkan pada April ini dengan menggelar event HUT Masyarakat Kecamatan Wangi Wangi Selatan (15-20 April 2017); Wowine (Perempuan) Festival (17-20 Mei 2017); Festival Pulau Tomia (28-30 Juni 2017) sebagai festival berbasis pulau; Kunjungan Kapal Pesiar “Celedonian Sky (13 Juli 2017) yang menunjukkan Wakatobi sebagai jalur wisata cruise.

Event Wonderful Sail 2017 berlangsung pada 10-13 Agustus 2017. Kegiatan sail di Wakatobi ke-9 ini akan diikuti sekitar 50 kapal sail yang berlabuh di Water Front City Pulau Wangi Wangi; Festival Sampea Liya (28-30 Agustus 2017) merupakan festival budaya masyarakat Liya; Festival Barata Kahedupa (15-18 September 2017) sebagai Festival Kebudayaan Masyarakat Pulau Kaledupa.

Pada event Wakatobi Wave tanggal 19-22 Oktober 2017 merupakan puncak dari kegiatan festival di Wakatobi dan event ini masuk dalam kalender pariwisata nasional. “Kami berharap bapak Presiden Joko Widodo dapat hadir dalam even Wakatobi Wave, yang 6 bulan lagi akan digelar,” ujarnya. (*)

 

 

Keajaiban di Banten

0

Ssstt… Banten memiliki 7 keajaiban atau 7 Wonders of Banten.

Keajaiban inilah yang menjadi andalan para sellers di ajang Banten Travel Mart (BTM) 2017 yang dihelat di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten 19-21 April 2017.

“Banten punya 7 Wonders yang sudah banyak dikenal. Masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini, sehingga menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan,” jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty, Kamis (20/4).

Selain Tanjung Lesung, para buyers di BTM 2017 terlihat penasaran dengan 7 Wonders of Banten yang sudah terkenal di dunia maya. Untuk itu, para sellers pun terlihat sibuk menjelaskan paket-paket wisata di 7 Wonders of Banten.

Kepala Dinas Budaya Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menjelaskan, nama 7 Wonders of Banten tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuat penilaian tersebut. Penamaan itu muncul dari kalangan traveller sendiri.

“Nama itu bukan kami yang memunculkan, tapi muncul dengan sendirinya dari para wisatan. Karena sudah terlanjur dikenal begitu, kami tinggal menggenjot promosinya,” kata Eneng.

7 Wonders of Banten antara lain,

  1. Banten Lama,
  2. Taman Nasional Ujung Kulon,
  3. Pulau Sangiang,
  4. Suku Baduy,
  5. Pulau Umang,
  6. Gunung Krakatau,
  7. Rawadano.

Situs sejarah Banten Lama merupakan sisa kejayaan Kerajaan Islam Banten pada Abad ke-16.

Situs sejarah Banten Lama ini terletak di kecamatan Kasemen, kota Serang, Banten.

Di kawasan situs sejarah tersebut diantaranya kita dapat mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lamayang, Keraton Surosowan, Masjid Agung, Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara, Istana Kaibon, dan Pelabuhan Krangantu.

“Para pecinta wisata sejarah dan religi akan puas sekali di Banten Lama. Karena semua berada dalam satu kawasan,” tambah Eneng.

Taman Nasional Ujung Kulon yang terdiri dari Pulau Peucang, Panaitan, Handeuleum, Taman Jaya dan Gunung Honje Utara merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka Badak Jawa atau dikenal Badak Bercula Satu dan satwa langka lainnya.

“Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO,” jelas Eneng.

Pulau Sangiang adalah Taman Wisata Alam yang terletak di Selat Sunda 10 Km dari Pantai Anyer. Pulau Sangiang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang menyukai wisata bahari.

“Keindahan alam dan pantai berpasir putih serta gugusan terumbu karang yang dihiasi ikan berwarna-warni merupakan obyek wisata utama di Pulau Sangiang. Ini surganya pecinta wisata bahari,” lanjut Eneng.

Keberadaan Suku Baduy dan Cisusang juga jadi daya tarik tersendiri. Suku Baduy yang bermukim di areal seluas 5.101 ha di Desa Kanekes, Leuwidamar atau sekitar 38 km dari Rangkasbitung, kota kabupaten Lebak. Masyarakat Baduy memiliki hukum adat yang sangat kuat dengan sistim pemerintahan sendiri yaitu pemerintahan adat Baduy dengan kepala pemerintahan disebut Puun yang jumlahnya ada tiga yaitu: Puun Cikeusik, Cikertawarna dan Cibeo.

“Kalau suku Cisungsang dikenal masyarakat adatnya yang masih teguh mempertahankan adat-istiadat pra-Islamnya. Tidak seperti suku Baduy, masyarakat adat Cisungsang relatif lebih terbuka dengan kemajuan teknologi,” ungkap Eneng.

Jika mendengar gunung Krakatau, tentunya sebagian kita tahu bahwa dahulu gunung Krakatau pernah meletus dan merupakan salah satu letusan gunung berapi terdahsyat di dunia. Konon suara letusan gunung Krakatau mencapai radius 4.500 km dari titik pusat ledakan dan terdengar oleh seperdelapan penduduk bumi.

“Di Gunung Krakatau kita bisa menikmati berbagai kegiatan, seperti treking anak gunung dengan pemandangan luar biasa, dan juga bisa snorkling dengan pemandangan bawah laut penuh terumbu karang dan ikan hias yang menawan,” beber Eneng.

Pulau Umang berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung, destinasi wisata ini patut dikunjungi bila ke Banten. Pulau Umang memiliki pasir putih dan air yang biru jernih, ombaknya pun relatif tenang.

“Pulau Umang sangat cocok dijadikan destinasi wisata keluarga. Terumbu karangnya sangat menarik jika diabadikan di dalam kamera,” kata Eneng.

Rawadano ini berlokasi di Desa Luwuk yang menjadi bagian dari Gunung Sari. Rawadano banyak digunakan masyarakat Banten dengan menaiki perahu dan berpetualang di seluruh area. Anda akan mendapatkan pengalaman unik yang belum banyak dijamah orang di sana.

“Suasananya mungkin sama dengan danau pada umumnya, hanya saja keasrian lokasi sekitarnya masih sangat terjaga. Anda bisa menggunakan perahu nelayan untuk berpetualang di rawa,” tutup Eneng.

Agar 7 Wonders itu betul-betul menjadi destinasi kelas dunia, Arief Yahya Menpar menyarankan agar diurus 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitas nya secara seimbang.

“Karena itulah, komitmen masing-masing kepala daerah sangat penting, porsinya 50% penentu kesuksesan,” kata Arief Yahya. (*)

Ya, BUMN Dukung Industri Pariwisata Indonesia

0

Tidak diragukan lagi, BUMN Indonesia siap untuk mengembangkan pariwisata tanah air.

Penegasan dilakukan saat jajaran perusahaan plat merah itu merayakan ulang tahun dan memperingati Hari Kartini, Jumat (21/4/17) di Candi Prambanan, Jogjakarta.

Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah menegaskan seluruh BUMN berkumpul di Jogjakarta sekaligus untuk menggelar kegiatan kemanusiaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

CSR ini dilakukan di sejumlah bidang, antara lain pembangunan Balai Ekonomi Desa atau Balkondes. Edwin Hidayat menyatakan, Balkondes ini mengintegrasikan kegiatan dan potensi ekonomi daerah dengan sistem kepariwisataan milik BUMN berikut pemasaran serta pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

“Rencana ada 20 di sekitar Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Jadi masyarakat kita ajak pertama kali ketika kita membuka tempat pariwisata. Saat kita mengundang orang untuk berwisata menikmati keindahan alam dan peninggalan sejarah, maka yang pertama kali disiapkan bukan bangunan tapi masyarakatnya,” lanjutnya.

Balkondes merupakan etalase perekonomian di daerah, ruang untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi. Dengan Balkondes, diharapkan masyarakat menjadi “pelaku” industri pariwisata dan menikmati dampak positif nya.

Menpar Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada spirit “Indonesia Incorporated” Kementerian BUMN. Balkondes itu salah satunya didedikasikan untuk mensupport homestay desa wisata. “Itu top three prioritas utama program kerja Kemenpar 2017, yakni Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata,” jelas Arief Yahya.

Arief Yahya yang Mantan Dirut Telkom itu memang merasa, Kemenpar sendiri tidak akan bisa membangun kepariwisataan dengN sempurna. Karena sangat terkait dengan kementerian, lembaga dan pemda, yang belum tentu mereka mendukung penuh 24 karat. “Karena itu, kami berterima kasih pada Kementerian BUMN yang konkret,” kata dia.

Kehadiran jajaran BUMN itu membuat Prambanan terlihat berbeda. Setidaknya yang terlihat di lapangan Garuda Mandala Prambanan. Reratus orang terlihat mengenakan busana tradisional gaya Jogja berupa surjan dan kebaya.

Jajaran direksi, komisaris dan karyawan 28 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumplek blek di Candi Prambanan. Pagi hingga malam hari.

Edwin Hidayat Abdullah mengatakan peringatan hari Kartini menjadi momentum meneladani pemikiran Kartini yang memperluas peran perempuan di Indonesia, termasuk di badan BUMN. “Di kita, jangankan direksi dan dirut, menterinya-pun di BUMN dijabat wanita. Ini bentuk nyata kita mendorong wanita ikut serta membangun negara,” kata Edwin.

Mengangkat tema ‘Sinergi BUMN Hadir untuk Negeri, Menuju Indonesia Digdaya’, kegiatan kemanusiaan BUMN juga mencakup bersih-bersih Candi Prambanan dan workshop.

Edwin Hidayat Abdullah bertindak sebagai Pembina Upacara, dengan Komandan Upacara Anne Roosfianti dari Kantor Pusat PT Taspen (Persero).

Upacara tersebut juga melibatkan para istri pemimpin BUMN, PAUD Islam Pelangi Anak, Jogjakarta, dan sebanyak 200 orang siswa SMK Analis Kesehatan dan Farmasi Nasional, Kota Surakarta.

Dengan latar belakang Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu yang terbesar di Indonesia, upacara berlangsung khidmat.

Diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para Pahlawan, pembacaan riwayat hidup dan sejarah Raden Ajeng Kartini, dan diakhiri permainan alat musik angklung dengan judul lagu Ibu Kita Kartini.

Pada kesempatan itu juga digelar lokakarya atau workshop dengan tiga sessi, dengan tema “Peran Sinergi BUMN Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”, “Sinergi BUMN Infrastuktur Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”, “Pentingnya memahami konsumen dalam Sinergi dan Branding BUMN untuk memenangkan kompetisi bisnis”.

Ke-28 yang terlibat dalam kegiatan CSR dan berulang tahun periode Februari-April 2017 tersebut antara lain PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Perum Jasa Tirta 1, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Bukit Asam (Persero) Tbk., PT Hutama Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero), PT Indra Karya (Persero), PT Kawasan Industri Makassar (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).
Selanjutnya, Perum Perhutani, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), PT Virama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero), PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Taspen (Persero). (*)

Penaga Belum Berikan Laporan Dana Desa 2016

0
batampos.co.id – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan, Ronny Kartika menjelaskan terkait permasalahan persyaratan administrasi yang belum dilengkapi untuk penyaluran dana desa tahap satu di Kabupaten Bintan, disebabkan masih adanya satu desa yang belum memberikan laporan hasil realisasi penyerapan dan capaian penggunaan dana desa pada periode tahun 2016, yakni Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan.
“Ada satu desa yang laporan APBDesnya belum diberikan ke Dinas PMD. Kami masih tunggu hasilnya untuk melengkapi salah satu persyaratan penyaluran dana desa tahap 1,” ungkap Ronny, Jumat (21/4).
Meskipun demikian, lanjut Ronny, secepatnya pihaknya akan segera melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan, agar penyaluran dana desa tahap 1 di Kabupaten Bintan, bisa segera terealisasi.
“Kami terus menggenjot Desa Penaga agar laporannya cepat
diselesaikan. Sebab keterlambatan laporan ini akan berdampak pada pengucuran dana desa yang akan semakin lama dicairkan, dan tentunya menyebabkan pembangunan desa juga terhambat,” terangnya.
Sementara itu kata Ronny, terkait dengan ketentuan persyaratan
lainnya, pihaknya mengklaim sudah semuanya lengkap seperti
penetapan APBDes, Peraturan Bupati (Perbup) tentang rincian dana desa perdesa, dan lainnya.
“Alhamdullilah semuanya sudah siap, mulai dari perbupnya sudah dibuat dan sudah disahkan oleh Bupati Bintan. APBDesnya juga sudah, serta sistem pengawasannya, agar dana desa ini bisa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan, sehingga kemajuan pembangunan desa bisa cepat terlaksana,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Kanwil Ditjen Perbedaharaan Kepri Heru Pudya Nugroho, mengatakan proses penyaluran dana desa (Dandes) 2017 di Provinsi Kepri untuk tahap pertama ini, tidak berjalan dengan mulus. Lantaran bermasalahnya persyaratan administrasi yang belum dilengkapi. Salah satunya Kabupaten Bintan.
“Boleh dikatakan proses penyaluran dana tahap I di Kepri sedikit
terkendala. Karena ada beberapa Kabupaten yang belum menerima kuncuran lunak tersebut,” ujarnya menjawab pertanyaan media di Tanjungpinang, Kamis (20/4) lalu.
Ditanya apa penyebab tertundanya penyaluran dana di Bintan, Heru mengatakan ketentuan yang harus dilengkapi, seperti penetapan APBDes, Peraturan Bupati (Perbup) tentang rincian dana desa perdesa. Kemudian penyampaian realisasi penyerapan dan pencapaian pengguna dana desa tahun yang lalu.
“Bagi Kabupaten yang belum mendapatkan kucuran dana desa tahap awal ini diberikan waktu melengkapinya sampai 24 Juli mendatang,” imbuh Heru. (cr20)

Nunggak PBB delapan Tahun, Kaget Tagihan Bengkak

0

batampos.co.id – Sukedi enggan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp 940.794 bukan lantaran tak taat pajak. Warga RT 003 RW01 Dwi Sartika Kelurahan Tanjungbatu Kota ini mengaku tak memiliki lahan seluas 200 meter sebagaimana disebutkan dalam tagihan PBB. Apalagi tunggakan PBB nya sampai delapan tahun lamanya terhitung sejak 2008 hingga 2016.

Sukedi mengaku memiliki tanggungan PBB. Tapi tiap tahun PBB tersebut selalu dibayarnya. “Makanya saya yakin yang ini bukan tagihan pajak saya,” ujar Sukedi.

Setiap tahunnya, Sukedi mengaku membayar PBB sesuai dengan luas tanah dan bangunan yang ditempatinya sebesar Rp 50 ribu lebih.

“Kami akan sampaikan masalah tagihan janggal ini ke Dinas Pendapatan UPTD Kundur,” terang Sukedi.

Sukedi juga mengaku jika surat tagihan pajak daerah salah alamat selalu diterimanya tiap tahun. Lantaran merasa tak memiliki tanah dan bangunan, Sukedi tak membayarnya.

“Kami berharap Dinas Pendapatan dan pihak kelurahan mengecek kembali ke lapangan sehingga tak salah alamat,” kata Sukedi. (ims)

Color KasmaRun 2017 Sukses Gaet Peserta dari Negara Tetangga

0

Event Color KasmaRUN 2017 yang digelar hari ini, 22 April 2017 dipastikan lebih ramai dari tahun sebelumnya.

Group General Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab mengatakan, tahun ini, yang sudah mendaftar mencapai 1.200 peserta dimana 30 persen diantaranya datang dari negara tetangga.

“Sekitar 1.200 warga dari berbagai kabupaten dan kota telah mendaftarkan diri untuk mengikuti acara ini. Kalau lihat animo, bisa menjadi 1500 peserta. Dan 30 persennya sekitar 300-400 orang datang dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia,” kata Wahab saat dihubungi, Jumat (21/4).

Wahab menjelaskan, acara ini sudah digelar PT BRC sejak 2015. Agenda sport tourism tahunan ini mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara. Sehingga dijadikan salah satu program andalan pariwisata di Kabupaten Bintan maupun Provinsi Kepri.

“Kita sudah berpengalaman dengan event ini dan event-event besar lainnya. Acara ini terbukti bisa menarik wisatawan mancanegara khususnya dalam bentuk keluarga. Karena acara ini temanya fun,” jelas Wahab.

Selain itu, lanjut Wahab, KasmaRUN yang dihelat di Areal Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong ini juga terbukti memberikan dampak positif bagi pelaku industri pariwisata seperti hotel dan transportasi.

“Semua kena dampak positifnya. Hotel-hotel di sekitar acara penuh, penyewaan mobil ramai, dan transportasi penyeberangan juga menjadi sibuk,” papar Wahab.

Wahab mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi penuh dengan pihak perhotelan dan transportasi. Khusus transportasi, jumlah armada kapal ferry dan kapal cepat akan diperbanyak untuk memudahkan para penyeberang baik dari Riau maupun dari Sungapura.

“Hotel-hotel sudah penuh, kita juga berkoordinasi dengan pengusaha-pengusaha homestay. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, kami minta armada kapal diperbanyak agar pengunjung yang datang tidak terlalu lama menunggu,” pungkas Wahab.

Kementerian Pariwisata yang ikut mendukung event unik ini pun ikutan happy. Selain fun dan menyehatkan, agenda ini ternyata memberi dampak ekonomi yang luar biasa bagi wilayah perbatasan.

“Kegiatan seperti ini tidak hanya mengajak orang untuk hidup sehat, tetapi juga membuat mereka bahagia. Ekspektasi kami adalah bisa menciptakan senyum di wajah para peserta, karena keindahan Bintan dan uniknya acara,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Asdep Segmen Pasar Personal Kemenpar Hendry Noviardi.

Esthy mengatakan, Menpar Arief Yahya mentargetkan 4 juta wisman di crossborder. Jika Kepri dan Riau dimasukkan. Tetapi jika tidak pun, Kepri adalah tambang potensial mendulang wisman, karena jarak dan waktu tempuhnya dekat.

“Kami berusaha kemas paket dengan event menarik sehingga wisatawan dari seberang bisa kita tarik. Sejauh ini dengan atraksi senjatanya. Dan untuk meningkatkan kekuatan destinasi wisatanya, kita coba kemas dalam suatu event sport tourism, budaya, dan pagelaran musik, pungkas Esthy. (*)

SDM Pariwisata Sumut Harus Disiapkan

0

Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), data kunjungan wisman ke Sumut terjadi penurunan dari 2014 (270.837) ke tahun 2015 (229.288) menurut tiga pintu masuk di daerah itu. Kemudian mulai ada kenaikan lagi pada 2016 menjadi 230 ribu lebih.

Untuk itu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendukung upaya pemerintah mengembalikan kejayaan pariwisata di Sumatra Utara. Utamanya wisatawan mancanegara yang datang ke Danau Toba, Brastagi dan destinasi lainnya.

“Mungkin karena itu pemerintah ingin mengembalikan lagi kejayaan parawisata di Sumut,” ujar Saleh saat dikonfirmasi pada Jumat (21/4).

Pada prinsipnya, politikus asal Sumut ini mendukung pengembangan pariwisata di Indonesia. Naiknya kunjungan wisatawan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Juga, dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Persis dengan apa yang selalu disampaikan Menpar Arief Yahya, dan data World Bank. Pariwisata adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk mendapatkan devisa, menaikkan PDB dan tenaga kerja.

Namun demikian, Saleh Partaonan Daulay menilai perbaikan infrastruktur di daerah tujuan wisata harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. Termasuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait pengembangan wisata.

ilustrasi

“Kalau masyarakatnya tidak welcome, tidak ramah, tidak menjaga kebersihan, orang akan malas berkunjung. Wisatawan itu datang itu biasanya mau mencari ketenangan dan kenyamanan,” ulas Saleh, mengingatkan masyarakat Sumut agar bisa menjadi tuan rumah yang baik.

Dalam konteks itu, dia mendukung program pendidikan vokasional yang digalakkan pemerintah. Sasaran program itu bisa diprioritaskan di daerah-daerah tujuan wisata.

“Diharapkan, pendidikan vokasional itu dapat menaikkan SDM di tempat-tempat itu. Kalau menunggu mereka sekolah formal, butuh waktu lama,” pungkasnya. (*)

Krui Pro 2017 di Lampung Panggung untuk Nishi Keijiro

0
foto: worldsurfleague.com

Nishi Keijiro Juara Surfing Internasional Krui Pro 2017 yang diselenggarakan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat.

Surfer asal Jepang ini menjadi juara dalam ajang Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing Competition kategori pria. Sedangkan di kategori wanita, Lucy Callister asal Australia keluar sebagai pemenang.

Berkat ajang ini Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat makin mendunia. Hamparan keindahan pantai di pesisir barat ini kini bukan lagi lokasi wisata, tetapi telah menjelma menjadi surga para surfer atau peselancar internasional.

Pesisir Barat itu terpilih menghelat Kejuaraan Surfing berskala internasional, Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing Competition.

Kompetisi ini terselenggara berkat sinergi apik antara Pemda Lampung, Barat, Kementrian Pariwisata dan World Surf League serta Asian Surfing Championship serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Kementrian Pariwisata Indonesia (Kemenpar) antusias dengan gelaran selancar bertaraf internasional ini. Terlebih, untuk pertama kali Kab. Pesisir Barat menggelar hajatan olahraga menantang ombak ini. Bahkan, Kab. Pesisir Barat menjadi salah satu seri kejuaraan selancar dunia ini.

Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar, Ratna Suranti menjelaskan, kejuaraan surfing ini menjadi pintu gerbang pariwisata di Provinsi Lampung. Bukan cuma di Lampung, kejuaraan selancar dunia ini membuka akses pariwisata di Indonesia, mengingat 5 dari 40 seri WSL berlokasi di Indonesia.

Nama Kab. Pesisir Barat semakin mendunia, karena akan rutin menjadi salah satu seri kejuaraan selancar dunia WSL.

“Kejuaraan ini pantas mendapatkan dukungan penuh karena dari sekitar 40 series diselenggarakan oleh WSL, 5 lokasi berada di Indonesia. Respons kejuaraan Selancar ini sangat bagus, maka dengan mengkembangkan konsep 3A-nya Menpar Arief Yahya–Akses, Atraksi, dan Amenitas—, secara otomatis pebisnis akan mengembangkan destinasi Lampung Selatan,” papar Ratna.

Liga selancar dunia, WSL Q 1000 ini sudah memiliki nama di dunia. Ajang ini menurut Ratna sebagai promosi ‘gratis’ destinasi periwisata di seluruh dunia. Terutama pantai-pantai dengan potensi ombak tinggi.

“Secara otomatis daya tarik pantai di destinasi tersembunyi di seluruh Indonesia membuat peselancar dunia mengetahui sehingga pantai pantai yang berombak besar dan tinggi ini akan ramai oleh peselancar seluruh dunia,” dia mengungkapkan.

Agar terus mendapat kepercayaan menggelar event ini, Presiden ASC, Tipi Jabrix meminta masyarakat setempat untuk menjaga kondisi pantai.

“Sehingga wisatawan dan para surfer akan berdatangan lebih banyak lagi,” ujar Tipi.

Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal menegaskan komitmen membangun sektor pariwisata di lokasi tersebut. “Kami percaya, Pesisir Barat memiliki masa depan cerah dengan semua potensi wisata,” kata dia.

Melalui kejuaraan selancar dunia ini, Agus berharap Kab. Pesisir Barat bisa menghelat cabang selancar pada Asian Games XVIII 2018. Krui dan Cimaja menjadi dua kandidat utama venue surfing Asian Games.

Perhelatan Krui Pro 2017 WSL QS1000 Surfing Competition berlangsung 15-19 April 2017. Sebanyak 17 peselancar asing dari Australia, Amerika Serikat, Brazil, Selandia Baru, Yunani, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Filipina dan dan tuar rumah Indonesia ambil bagian di ajang ini. (*)