Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13422

Dishub Batam Sediakan Jaringan Internet di Bus Trans Batam

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam sudah bisa menikmati fasilitas internet nirkabel (WiFi) gratis saat menumpang bus trans Batam. Namun sayangnya, layanan ini masih dibatasi untuk 4 unit bus trans Batam rute Sekupang-Batamcenter atau sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan awal April lalu pihaknya sudah mengandeng provider XL dalam memberi layanan wifi gratis. Sehingga selama perjalanan dengan trans Batam para penumpang bisa mengakses apapun dengan wifi gratis yang telah tersedia.

“Awal April ini kita sudah mulai lengkapi empat bus dengan WiFi. Ini untuk tahap awal, mudah-mudahan kedepannya semua trans Batam dapat difasilitasi,” kata Yusfa di Batamcenter, Selasa (18/4).

Dikatakan Yusfa, koneksi internet sudah menjadi kebutuhan hampir semua masyarakat. Maka sebagai peningkatan pelayanan ke pelanggan, Dinas Perhubungan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam menyediakan fasilitas internet di bus.

“Layananan ini free dengan kapasitas 30 GB per bulan. Jadi bisa download atau browsing apapun selama perjalanan,” beber Yusfa.

Penumpang menaiki bus Trans Batam di halte Putri Hijau, Batuaji.
F Dalil Harahap/Batam Pos

Kedepannya, menurut Yusfa pihaknya juga akan mendesain halte sehingga terlihat menarik. Tak hanya menarik, halte-halte itu juga akan memberi informasi mengenai destinasi-destinasi pasriwisata yang ada di Batam.

“Jadi yang berkunjung ke Batam tak bingung lagi. Mereka bisa lihat informasi di halte. Bahkan halte tersebut bisa digunakan sebagai tempat selfie karena akan kita desain menarik,” jelas Yusfa.

Sementara, Area Sales Manager SME area Kepri, Zulkarnain Yudi menambahkan XL sangat mendukung visi Pemerintah Kota Batam yang ingin mewujudkan Batam smart city.

“Penumpang bisa internetan dengan wifi gratis yang kita sediakan yang didukung jaringan XL 4G LTE. Dijamin perjalanan makin nyaman,” ujarnya.(she)

Polda Kepri Berlakukan Tilang Elektronik

0

batampos.co.id – Polda Kepri berlakukan E-Tilang mulai Selasa (18/4), sistim ini memungkinkan para pelanggar lalu lintas tak menghadiri sidang tindak pidana ringan (Tipiring) setiap Jumat. Sistim ini juga menghindarkan terjadinya pungli saat pelanggaran lalu lintas.

“Dendanya itu ditransfer melalui bank,” kata Wadirlantas Polda Kepri AKBP Widiyanto, Selasa (18/4).

Secara umum ia menjabarkan proses E-Tilang tersebut. Saat di jalan terjadi pelanggaran lalulintas, petugas kepolisian menilang pengendara itu. Pengendara tak lagi diberikan surat tilang, untuk menghadiri sidang Tipiring.

Polisi memasukan kesalahan-kesalahan pengendara dalam aplikasi khusus E-Tilang. Dari aplikasi ini akan keluar besaran tilang yang harus dibayar pengendara. Setelah itu pengendara diminta untuk menyetorkan sejumlah uang ke bank yang sudah ditunjuk, untuk membayar denda tilang. Dan kembali lagi ke petugas kepolisian menujukan bukti pembayaran.

Setelah si pengendara bisa kembali beraktivitas lagi. “Dan tak perlu ikut sidang, jadi dendanya sudah dititipkan,” ucap Widiyanto.

Namun besaran pasti denda itu, kata Widi tetap ditentukan oleh hakim. Hanya saat sidang si pengendara diwakilkan saja, agar tak menganggu aktivitas mereka. “Kalau ternyata putusan hakim dendanya lebih rendah, maka uang denda pengendara akan dikembalikan ke rekening saat transfer denda,” ujarnya.

Widiyanto menegaskan lagi bahwa besaran denda saat penilangan hanya berupa penaksiran saja. “Denda sebenarnya tetap hakim yang menentukan,” tuturnya.

ilustrasi

Walau E-Tilang diberlakukan, Widiyanto berharap masyarkat agar tetap mematuhi peraturan lalulintas. Karena aturan ini dibuat untuk melindungi masyarkat dari segala hal macam bahaya saat berkendara.

Aturan ini dibuat untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas. “Tetap perhatikan tata cara berlalu-lintas yang baik dan benar,” ujarnya.

Dan untuk petugas kepolisian, ia juga meminta untuk bertindak bertugas sesuai dengan SOP yang ada. Sehingga dapat mengamalkan cita-cita Kapolri, polisi bersih dari KKN. (ska)

Kasus Oknum BPN Tinggal Menunggu Putusan Kejaksaan

0

batampos.co.id – Polda Kepri telah menyelesaikan pemeriksaan kasus dugaan korupsi Kasi BPN Kota Batam Bambang Supriyadi, pada beberapa waktu lalu. Kelanjutan kasus korupsi yang awalnya merugikan negara sebesar Rp 1,5 miliar, masih menunggu putusan dari kejaksaan. Apakah berkas kasus ini dinyatakan lengkap atau masih perlu perbaikan.

“Pemeriksaan saksi ahli (tambahan,red) dari perpajakan sudah,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto, Selasa (18/4).

Mengenai kapan berkas kasus ini dinyatakan lengkap. Budi mengatakan bahwa hal ini masih dalam proses. “Lagi menuju ke sana,” ungkanya.

Pemeriksaan saksi ahli tambahan ini, berdasarkan hasil gelar perkara yang diadakan KPK, Kejaksaan dan Polda Kepri. Dimana ketiga institusi ini sepakat, perlunya meminta keterangan ahli dalam bidang perpajakan. Saksi ahli perpajakan ini, sesuai kesepakatan bersama ditentukan oleh KPK. Namun untuk materi pertanyaan ke saksi ahli ditentukan oleh pihak kepolisian dan kejaksaan.

Selesainya pemeriksaan saksi ahli ini, pihak kepolisian menunggu arahan dari kejaksaan. Sebab diterima atau tidak berkas tersebut, berdasarkan pemeriksaan dari kejaksaan. “Kami masih menunggu proses (untuk p21 berkas,red),” ungkap Budi.

Kasus korupsi di BPN Kota Batam ini, mencuat setelah pihak kepolisian menerima adanya informasi dugaan Kasi BPN Kota Batam Bambang Supriyadi menilap uang Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)  hasil setoran dari PT Karimun Pinang Jaya sebesar Rp 1,5 miliar.

Penyetoran uang tersebut terjadi pada tahun lalu. Dan polisi mulai mengendus hal tersebut. Setelah menemukan cukup bukti dan keterangan dari para saksi. Pada Oktober 2016, subdit tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri menetapkan Bambang sebagai tersangka korupsi BPHTB.

Bambang S kepala seksi hak dan pendaftaran tanah menunjukkan berkas Rayo permohonan online di kantor Badan Pertanahan Nasional Sekupang. F. Johannes Saragih/Batam Pos

Pada beberapa waktu lalu,  Budi mengatakan bahwa kasus ini bisa dibilang modus kasus korupsi yang cukup langka. Dimana biasanya korupsi dilakukan dengan melakukan “mark up” barang, atau anggaran.

“Kalau ini, uang harusnya jadi milik negara. Tapi dikorupsi, sehingga negera menjadi rugi,” ungkapnya

Walaupun setelah penetepan tersangka Bambang, ia mengembalikan uang diduga hasil korupsi BPHBTB tersebut. Namun hal ini tak membuat pihak kepolisian menghentikan pemeriksaan dan penyelidikan sampai kasus ini bergulir hingga saat ini. (ska)

Seni Menjadi Orangtua Hebat

0
Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam memberikan cenderamata berupa buku kepada Ketua GOW Bintan, Herdawati Dalmasri usai membuka seminar Parenting Skill di Hotel Hermes Agro Resort, Selasa (18/4). F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam resmi membuka seminar Parenting Skill yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kabupaten Bintan (DP3KB), yang bekerjasama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bintan di Hotel Hermes Agro Resort, Selasa (18/4).

Seminar yang mengusung tema ‘Seni menjadi orang tua hebat membentuk anak tangguh’ ini diikuti 90 peserta dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Bintan.

Para peserta nantinya akan dibekali dengan kemampuan dan pengetahuan berkenaan dengan psikologi anak dan jiwa sosial anak.

Dalmasri, mengatakan orang tua seharusnya perlu dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan (skill) yang mumpuni sejak dini.

Menurutnya dengan pembekalan dari pengetahuan tersebut merupakan langkah yang efektif untuk mengiringi perkembangan anak, mulai dari balita. Sehingga tumbuh kembang sang anak dapat dipantau dengan baik.

“Peran orang tua harus lebih ditingkatkan lagi untuk membina anak-anak di tengah perkembangan teknologi saat ini,” ungkapnya.

Apalagi saat ini, lanjutnya banyak informasi terkait jeratan kasus hukum yang menimpa anak-anak, seperti kasus narkoba, pergaulan bebas, kekerasan dalam rumah tangga, dan lainnya. Untuk itu perlu langkah antisipasi dalam hal tersebu.

Dalmasri juga berpesan kepada orang tua untuk tidak terlalu memanjakan sang anak.

“Boleh menuruti keinginan anak, tapi sebagai orang tua tetap harus di kontrol,” pintanya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bintan, Herdawati Dalmasri menyebutkan maraknya kasus kriminal yang melanda di kalangan anak-anak dan remaja saat ini, tentunya akan dapat dibentengi melalui peran orang tua yang dimulai sejak anak berada pada usia dini.

“Orang tua merupakan garda terdepan dalam pengawasan pergaulan anak. Mudah-mudahan dengan hasil dari seminar ini, nantinya akan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Acara ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Bintan, serta beberapa unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bintan. (cr20)

Drainase Tersumbat Sampah, Jalan S Parman Terendam Banjir

0

batampos.co.id – Ruas jalan S Parman, Seibeduk kembali terendam banjir saat hujan, Rabu (18/4) kemarin. Banjir hampir merata di sepanjang jalan S Parman mulai dari simpang kampung Bagan hingga di depan perumahan Nusa Indah, Seibeduk.

Titik banjir yang paling parah terlihat di sepanjang jalan dari simpang Mangsang hingga ke simpang Kampung Bagan. Banjir setinggi 30 centimeter cukup merepotkan pengendara.

Pantauan di lapangan, banjir yang selalu terjadi setiap hujan itu disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase utama di jalan tersebut. Drainase di lokasi jalan tersebut cukup lebar sekitar enam meter dan dalam sekitar tiga meter.

Namun demikian drainase tersebut tak berfungsi normal sebab bagian dasar drainase umumnya sudah tertimbun tanah dan sampah dengan ketinggian mencapai stengah dalamnya drainase. Saat hujan turun air yang mengalir dari jalan atau pemukiman warga tak tertampung dalam drainase tersebut karena sudah cukup dangkal. Imbasnya jalan raya jadi sasaran luapan air drainase tersebut.

Warga Tanjungpiayu menunjukkan menunjukkan sampah yang menumpuk di drainase Jalan Suparman, Seibeduk, Selasa (18/4). F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Sudah lama kondisinya seperti ini. Jarang dibersihkan makanya hujan dikit saja sudah banjir jalan ini,” ujar Said, warga Perumnas Seibeduk, kemarin.

Kondisi tersebut diperparah lagi dengan kebiasaan warga yang buang sampah ke lokasi drainase. Sampah-sampah yang terbawa arus banjir memperburuk kondisi drainase sebab tersumbat di beberapa titik drainase yang dilintasi pipa air.

Seperti yang terlihat di depan Perumnas Tanjungpiayu, tumpukan sampah yang tersangkut pada lintasan pipa air cukup banyak dan panjang. Imbasnya aliran air di drainase jadi terhambat. Sampah yang terbawa arus itu umumnya sampah plastik dan botol minuman.

Camat Seibeduk Science Taufik Riyadi, belum bisa memberikan komentar. Saat dikonfirmas Taufik mengaku masih sibuk. (eja)

Siswa SMP di Batam Tewas Diamuk Massa

0

batampos.co.id – Tua Purnama siswa kelas 3 salah satu SMP di Seibeduk, Kota Batam tewas diamuk massa di perumahan Nusa Indah,  Tanjungpiayu, Seibeduk, Selasa (18/4) pagi.

Bocah 16 tahun itu diduga mencuri 10 ekor burung Love Bird dan Kenari milik Syarwin warga perumahan Nusa Indah bersama dua rekan sebayanya, sekitar pukul 04.00 WIB.

Tua sempat dilarikan ke rumah sakit Camantha Sahidiya Mukakuning (RSCM) namun nyawanya tak tertolong, dia menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 07.00 WIB.

Putra pertama pasangan Satoto dan Ramos Maksasai warga perumahan Piayu Residen itu tewas diduga kuat karena terlambat mendapat perawatan medis sebab informasi yang diterima sebelum dibawa ke RSCM, Tua sempat diikat warga di dalam lingkungan perumahan tersebut.

“Sampai di sini sekitar pukul 07.00 WIB, tak lama kemudian meninggal dia,” ujar petugas medis di RSCM, kemarin.

Saat diantar ke RSCM, kondisi Tua sudah cukup kritis dengan luka serius di bagian kepala dan dada. Namun menurut keterangan medis di RSCM, meninggalnya bocah tersebut karena benturan di bagian dada.

“Kepala memang banyak luka, tapi fatalnya itu di bagian dadah,” ujar petugas medis itu lagi.

Aksi penganiayaan yang berujung pada kematian Tua itu bermula dari kekesalan warga atas ulah Tua bersama dua rekannya yang belum diketahui identitas yang diduga hendak mencuri burung Love Bird milik Syarwin.

Ketiganya masuk ke dalam perumahan tersebut dari bagian belakang perumahan. Rumah Syarwin yang berada persis  di blok paling belakang atau berbatasan langsung dengan jalan Bukit Kemuning cukup mudah untuk dijangkau Tua dan rekan-rekannya.

Ketiganya sudah masuk ke teras rumah Syarwin dan 10 ekor burung Love Bird dan Kenari yang dikurung dalam beberapa sangkar dan digantung diatas tiang penyangga teras sudah berhasil diambil ketiga bocah itu. Namun saat mencoba bawa keluar, aksi mereka dipergoki oleh sang pemilik burung.

“Sudah habis diambil burung saya. Saya tahu (kehadiran tiga bocah itu) karena dengar pintu teras bunyi saat mereka mau keluar,” ujar Syarwin, kemarin.

Keluarga dan warga menggotong jenazah Tua Purnama dari kamar mayat RSCM untuk dimasukkan ke dalam abulance, Selasa (18/4). Tua Purnama tewas dikeroyok massa akibat diduga mencuri burung. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Melihat ada tamu tak diundang itu, Syarwin langsung tariak maling dan berusaha mengejar ketiga bocah itu. Tariakan maling mengagetkan warga sekitar. Warga juga berbondong-bondong mengejar ketiga pelaku itu.

“Satu dari dua (pelaku) yang lari itu saya lihat bawa senjata tajam,” ujar Syarwin.

Dua pelaku duluan kabur lolos dari kepungan warga, mereka kabur ke arah belakang perumahan itu menuju sepeda motor mereka yang parkir jalan Bukit Kemuning.

“Nah yang satu ini jatuh dia saat dikejar warga, makanya dapat,” ujar Syarwin lagi.

Saat mengamankan Tua itu, warga kata Syarwin tidak langsung pukul. Warga sempat introgasi, namun Tua diinformasikan melawan dan mengelak atas tuduhan itu. Warga akhirnya tersulut emosi sebab selama ini ayam dan burung peliharaan warga di sana kerap hilang. Diapun diamuk massa hingga kritis.

Dalam kondisi sekarat bersimbah darah Tua juga sempat diikat pakai kawat di dalam komplek perumahan tersebut. Sebelum dibawa ke rumah sakit, Tua terlebih dahulu diantar ke Mapolsek Seibeduk, namun karena kondisi kritis, polisi bersama warga akhirnya membawa Tua ke RSCM.

Kapolsek Seibeduk AKP Rizani mengatakan, untuk menyelidikan kasus kematian Tua itu, pihaknya sudah memanggail dan memerikasa enam orang saksi termasuk Syarwin sang pemilik burung.

“Kasus pencurian juga tetap kami dalami, dua pelaku lain (kawan Tua) sedang kami cari tahu, dan untuk kasus penganiayaan yang mengakibatan anak ini meninggal kami juga sedang dalami,” ujar Rizani.

Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut jenazah Tua juga dibawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam untuk diotopsi.

“Keluarganya tak terima dengan kejadian ini, makanya jenazah anak itu akan diotopsi untuk melanjutkan proses penyelidikan,” kata Rizani.

Enam saksi yang diperiksa tersebut diantaranya adalah pemilik burung, ketua RW, Sekuriti Perumahan dan tiga warga lainnya.

“Belum ada tersangka, semua masih menjadi saksi. Kami masih dalami lagi untuk tahu siapa-siapa saja yang memukul korban tersebut,” ujar Rizani.

Dengan adanya kejadian tersebut Rizani cukup menyesalkan tindakan warga yang memassai Tua hingga tewas.

“Apapun ceritanya main hakim sendiri tak dibenarkan. Apa gunanya polisi dan hukum kalau masyarakat ambil tindakan sendiri seperti ini. Kalau sudah begini masyarakat (yang memassai korban) juga akan berhadapan dengan hukum. Menghilangkan nyawa orang itu pidana murni,” ujar Rizani.

Sementara itu di kamar jenazah RSCM tempat jenazah Tua disemayamkan sebelum dibawa ke RSUD, Satoto dan Ramos Maksasai orangtua serta Deka adik Tua tampak setia menemani jenazah Tua. Tangis pilu ketiganya cukup menyayat hati siapa saja yang berada di sekitar kamar jenazah itu.

“Abang, kenapa kamu begini. Apa yang salah denganmu bang. Ya Allah bangunkan anakku. Mama baru pulang kerja, abang bangun pulang kita bang,” ujar Ramos dalam tangisan.

Tangisan dan panggilan serupa juga keluar dari Deka. Deka cukup histeris kala melihat kepala abangnya penuh dengan luka bekas pukulan. “Abang jangan tinggalin Deka bang. Bangun bang,” tariak Deka.

Sementara Satoto ayah Tua, tak banyak bersuara namun air matanya tak berhenti menetes.

“Dia masih kelas 3 SMP, tapi sudah sebulan tak sekolah dia karena mau pindah ke kampung. Saya sudah ambil surat pindahnya. Anak-anak umur begini paling ikut-ikutan. Kalaupun dia salah kan ada polisi, kenapa harus dipukul sampai mati begini,” kata Satoto.

Untuk itu Satoto bertekad kasus kematian putra pertamanya itu juga akan diselesaikan secara hukum.

“Ini pembunuhan namanya dan itu tidak dibenarkan hukum. Ini harus diproses,” ujarnya lagi.

Sejumlah anggota keluarga Satoto lainnya juga berpendapat yang sama. Mereka akan berjuang bersama Satoto untuk mengungkap siapa-siapa saja yang memukul Tua hingga tewas seperti itu. (eja)

Uang Duka Bagi Warga Kurang Mampu

0
Apri Sujadi. F.Choky/batampos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan bantuan sosial (bansos) berupa uang duka bagi masyarakat kurang mampu, yang pembayarannya terhitung 1 Januari hingga 31 Desember mendatang.

“Bagi penerima warga pra sejahtera yang telah meninggal dunia, silahkan diusulkan namanya,” ujar politisi Demokrat ini di Kantor Bupati Bintan, Selasa (18/4).

Dikatakan Apri, kebijakan bansos uang duka bagi masyarakat tidak mampu yang terkena musibah sampai meninggal dunia tersebut berdasarkan SK Bupati Bintan nomor 204/III/2017, tanggal 6 Maret 2017 yang bersumber dari APBD Bintan tahun anggaran 2017.

Apri menjelaskan, program tersebut untuk meringankan beban bagi ahli waris, utamanya yang sudah ditinggal sanak keluarganya yang meninggal dunia.

“Ini bentuk kepedulian kami (Pemkab Bintan,red) kepada masyarakat,” ungkapnya.

Apri merinci beberapa kriteria yang tidak termasuk mendapatkan dana santunan diantaranya, apabila masyarakat yang meninggal dunia diakibatkan bunuh diri, akibat menggunakan narkotika, minuman keras, melakukan huru hara, tawuran, terkena radiasi, nontaminasi dan radio aktif, bencana alam.

Besaran santuan meninggal dunia kecelakaan maupun santunan meninggal dunia biasa dibagi beberapa kategori usia, yakni usia 0 sampai 5 tahun Rp 500 ribu, 6 sampai 17 tahun sebesar Rp 750 ribu, sedangkan usia diatas 17 tahun mendapat santunan Rp 1,5 juta.

Persyaratannya sambung Apri, akte dan surat keterangan kematian dari Dinas Kependudukan dan kades atau lurah, KTP yang bersangkutan, surat keterangan domisili diketahui camat, Kartu Keluarga (KK), surat keterangan ahli waris, surat laporan dari kepolisian atau surat keterangan dari Rumah Sakit bila meninggal dunia akibat kecelakaan.

“Bagi anak yang baru lahir, cukup surat keterangan lahir dari bidan. Khusus warga Bintan yang meninggal dunia diluar wilayah Kabupaten Bintan, dapat melampiri surat keterangan lurah atau kades, mengetahui camat setempat,” imbaunya. (cca)

Kades Malang Rapat Tersangka Bumdes Rp 1,7 Miliar

0

batampos.co.id – Yusron, Kepala Desa (Kades) Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjungpinang, atas dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun 2016 sebesar Rp 1,7 miliar dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Penetapan sebagai tersangka terhadap yang bersangkutan dilakukan Senin (17/4), setelah tim penyidik menemukan adanya kerugian negara berdasarkan audit yang dilakukan BPKP, Aparat Pemeriksa Internal Pemerintahan (APIP).

Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi, melalui Kasipidsus, Benny Siswanto, mengatakan meski telah menyematkan status tersangka kepada Kades Malang Rapat tersebut. Pihaknya, belum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Sekarang belum kami panggil. Secepatnya, akan kami layangkan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk diperiksa sebagai tersangka,”ujar Beny, Selasa (18/4).

Dikatakan Benny, dari hasil pemeriksaan. Taksiran nilai kerugian negara senilai Rp 300 juta tersebut. Didapati pihaknya, dari kegiatan fisik dan non fisik yang dilaksanakanKades tersebut.

“Itu kami peroleh dari hasil audit BPKP Provinsi Kepri, APIP dan di internal tim penyidik Pidsus,”kata Benny.

Diterangkan Beny, jika dalam proses penyidikan yang masih berlangsung ini didapati adanya keterlibatan pihak lain. Maka tim penyidik juga tidak akan segan menyematkan status tersangka terhadap orang itu.

“Memang sekarang baru satu tersangka. Namun, tidak tertutup kemungkinan ada orang yang juga terlibat jika ditemukan bukti lainnya,” sebut Beny.

Sementara saat ditanya modus dugaan korupsi ADD BUMdes Yang dilakukan Kades Malang Rapat tersebut. Beny enggan berkomentar lebih jauh. Ia hanya menyebutkan penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti yakni formil dan materil.

“Tersangka dijerat Pasal y2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”pungkas Beny.(ias)

Menpar Arief Yahya Acungi Jempol terhadap Angkasa Pura II

0

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaludin akan memberikan kemudahan dan insentif kepada maskapai yang membuka rute baru dan melakukan RON atau parkir inap pesawat tidak lagi di Bandara Soekarno Hatta. Melainkan diarahkan ke kota lain di bawah AP II.

“Masa sih, pada saat sore hari sekitar pukul 5 sore mereka sudah RON. Bagaimana caranya saya bisa masukan traffic pessenger baru? Kita akan berikan insentif kepada maskapai yang melakukan RON tidak di bandara Soetta dan Halim Perdanakusumah,” tutur Awaluddin.

Menpar Arief Yahya betul-betul puas dengan rencana kerja dan implementasi program “Indonesia Incorporated” Angkasa Pura II. Paparan Dirut Muhammad Awaluddin di Kantor AP II, Kompleks Bandara Soekarho Hatta itu dikasih dua jempol.

“Lulus dengan cum laude!” sebut Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menyimak utuh presentasi itu.

“Presentasinya bagus! Dari corporate level, bisnis level strategi, sampai dengan fungsional level, sempurna. Dari sisi operasional, strategi marketing dan implementasinya excellent,” puji Menpar Arief Yahya kepada Dirut AP II, Muhammad Awaluddin, di depan pulihan wartawan di Tangerang, Senin (17/4).

Dari rencana beaar AP II itu, Menpar Arief Yahya berharap akan ada perubahan yang signifikan dari pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini.

“Kita akan meng-attract 100 juta penumpang tahun ini. 80% domestik dan kita harapkan sekitar 20%-nya itu wisman, karena target kita untuk Wisman butuh 4 juta seats untuk tahun ini. Sehingga total menjadi 15 juta wisman,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar menggambarkan, umumnya usaha penerbangan dengan membuka rute baru itu mengalami proses sulit. Berdarah-darah dulu. Karena itu ada masa inkubasi, tidak langsung memperoleh 100% load factor. Karena itu Arief Yahya setuju dengan pola insentif yang digagas AP II kepada airlines yang mau membuka jalur baru itu.

“Kita gotong royong! AP II sebagai airport operator memberikan keringanan landing fee, dan membantu promosi free melalui semua media ruang dan luar ruang di bandara. Kemenpar juga akan membantu joint promotion untuk mendapatkan load factor yang makin banyak. Airlines juga terbang dari Originasi baru dan atau Destinasi baru,” kata Arief Yahya.

Dia setuju dengan Awaluddin, bahwa supply meng-create demand! Ketika airport dan Kemenpar mendorong slot baru, destinasi baru, maka pasar akan mengikuti. Karena itu mengawali program itu harus gotong royong.

“Ketika load-nya tidak sampai 100%, jangan semua biaya itu dibebankan kepada Airlines. Tetapi pihak airport dan Kemenpar yang mengurusi program itu juga harus ikut sama-sama gotong royong memberikan insentif kepada Airlines yang membuka rute-rute baru,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaludin,  saat ini rata-rata 149 maskapai yang saat ini melakukan RON di bandara Soetta, solusi yang ditawarkan Awaludiin, RON dilakukan di 12 bandara di Indonesia yang di kelola AP II. Dengan begitu akan mendorong terbentuknya trafic baru.

“Solusinya, pertama pihak maskapai pasti butuh cost untuk memasarkan traffic passenger, dan mereka juga butuh biaya operasi untuk melakukan landing fee, parking fee, aviobridge fee yang berbayar ke Angkasa Pura II. Untuk itu kita mempunyai program, jika itu terlaksana biaya extend operasioal bandara kita gratiskan. Misal bandara umumnya sampai jam 21.00, apabila ada pesawat datang dari jam tersebut, biaya operasionalnya kami yang tanggung. Dan program tersebut kami sudah menyurati ke pihak maskapai,” ungkap Awaluddin.

Perlu diketahui, kapasitas kursi international flights di bawah naungan AP II sebesar 19,5 juta pada tahun 2016. Ternyata hanya efektif mendatangkan 9 juta wisman, dimana wisman tersebut datang melalui transportasi udara atau 75% dari total wisman sebesar 12 juta pada 2016.

Dari total seat capacity of international flight tahun 2016, AP II memberikan kontribusi sebesar 62,6%, yaitu sebesar 12,2 juta. Sedangkan jumlah wisman yang melalui bandara AP II mempunyai kontribusi sebesar 33,3% dari total wisman Indonesia melalui transportasi udara.

AP II saat ini mengoperasikan 13 bandara, dimana 10 bandaranya sudah menjadi bandara internasional. Tiga lainnya seperti Silangit di Danau Toba, Sultan Taha di Jambi, Depati Amir di Pangkal Pinang yang dalam proses pengembangan menjadi bandara internasional. AP II sendiri juga sudah melakukan sistem ‘Go Digital’ sebagai bentuk pelayanannya di bandara yang mereka kelola.

Program ‘Go Digital’ yang digagas Awaluddin itu untuk mempercepat dan memberikan pelayanan bagi para penumpang, baik saat melakukan check in hingga mengetahui estimasi kedatangan barang dari bagasi yang sering menjadi keluhan penumpang.

“Kita sudah meluncurkan aplikasi Indonesia Airport, akan terus disempurnakan fitur-fiturnya. Karena ini tidak hanya AP II, tapi juga bergantung pada kesiapan institusi lain, seperti Airlines dan Air Navigation. Awal Semester 2 Kami targetkan lengkap, sehingga go digital di AP II berjalan,” jelasnya.

Menangani 100 juta pengguna jasa transportasi udara di terminal AP II itu harus beda dengan ketika masih puluhan ribu orang. Beda pendekatan, beda cara, dan beda strategi. “Tidak mungkin tanpa digital!” tuturnya.

Customers tidak peduli, bandara dikelola dengan cara apapun, mau menjadi smart airport, digital airport, atau apapun. Yang mereka pikirkan adalah nyaman, cepat, mudah, menunggu bagasi tidak boleh lebih 10 menit. “Karena itu, AP II pun harus turun tangan membantu ground handling seperti bagasi, yang sebenarnya itu tugas masing-masing airlines,” katanya.

Sama dengan tourism, airport operator pun harus Go Digital. Sejak check in penumpang yang sudah digital sebanyak 88%, memesan tiket pesawat 92% dengan cara digital. “Ini persis seperti yang sedang dijalani Kemenpar,” sebut Awal.

Manajemen bagasi, kata dia, itu hal yang paling kritis, karena bersentuhan dengan customers-nya Airlines. “Kami terus mencari cara agar  pelayanan bagasi tidak mencapai 10 menit. Dan kami sudah memasang kamera agar bisa memantau bagasi kita dan bisa mencari tahu kapan terakhir bagasi datang,¡± terang Awaluddin.

Awaluddin berharap, dengan program ‘Go Digital’ AP II melalui mobile apps-nya Indonesia Airport, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang yang ada di bandara. Itu juga meminimalisasi kesalahan pada saat menggunakan jasa transportasi udara.

Bahkan soal delay time, kata Awal, AP II juga harus ikut memikirkan solusi sistemiknya, sehingga bisa meminimalisasi berbagai alasan penundaan.

“Apakah kita bisa? Jawabannya harus bisa! Buat mereka sederhana, mereka ingin nyaman di bandara, ontime, bagasi cepat, nyaman dan tidak ribet. Apakah kita mampu mengelola jutaan orang jika tidak menggunakan digital” pungkas Awaluddin. (*)

 

Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik

0
Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan bersama PLN membersihkan pohon tumbang. F. Osias De/batampos

batampos.co.id – Hujan deras disertai angin kencang, yang melanda Tanjungpinang sekitar dua jam, sejak pukul 12.00 WIB hingga 13.30 WIB. Membuat satu buah pohon besar di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Kilometer Delapan atas, tumbang.

Akibatnya, kabel listrik di kawasan tersebut putus dan tiga wilayah seperti Dompak, Hang Lekir dan Jalan Karya mengalami pemadaman sementara.

Tumbangnya pohon tersebut tak hanya menyebabkan gangguan listrik. Nyaris salah satu rumah warga yakni Yanti, 37, juga tertimpa dan juga membahayakan pengguna jalan dikawasan tersebut. Bahkan, arus lalu lintas juga sempat terganggu karena pohon tersebut melintang ditengah jalan.

Pantauan dilapangan, petugas PLN dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemko Tanjungpinang pun langsung turun ke lokasi untuk membersihkan dan memotong pohon yang tumbang tersebut.

“Tadi ada api dari kabel listrik yang dihantam pohon itu. Cuma suaranya macam ada yang disambar petir,”ujar Yanti, saat ditemui dirumahnya.

Dikatakan Yanti, ia awalnya tidak mengira adanya pohon tumbang. Ia mengetahui ketika mendengar suara pohon rubuh dan melihat pengendara tidak bisa melintas

“Saya pikir tiang listrik disambar petir. Untungnya tak ada pengendara yang tertimpa pohon tumbang itu,”katanya.

Terpisah, Supervisor teknik PLN Bintan Centre, Afyul, mengatakan akibat pohon tumbang yang memutuskan kabel listrik tersebut. Ada delapan pun isolator dan dua kabel mengalami kerusakan. Pihaknya pun membutuhkan waktu cukup lama untuk memperbaikinya.

“Dampak dari pohon tumbang yang memutuskan kabel listrik. Wilayah Hang Lekir, Jalan Karya, dan sekitar Dompak mengalami gangguan pemadaman. Mudah-mudahan setelah melakukan perbaikan listrik langsung menyala,”pungkasnya.(ias)