Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13425

DPRD Batam Senang Sekolah Duoble Shift Dihapus

0

batampos.co.id – Ketua Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari, menyambut baik rencana penghapusan sistem sekolah dua shift. Namun menurut Riky, sistem ini muncul bukan semata-mata karena timpangnya jumlah anak usia sekolah dengan ruang kelas yang tersedia.

Politikus PKS ini menilai, membeludaknya jumlah siswa di sekolah negeri terjadi karena Disdik Batam tak melibatkan sekolah swasta saat penerimaan siswa baru. Menurut dia, ada kesan sekolah negeri ingin menampung sebanyak-banyaknya siswa. Padahal masih banyak sekolah swasta yang justru kekurangan siswa setiap tahun ajaran baru.

“Sekolah negeri itu ibarat sampan yang memaksakan semua penumpang boleh masuk. Akhirnya tenggelam sampan itu,” kata Riky, Jumat (14/4).

Karenanya, Riky berharap Dinas Pendidikan Kota Batam melibatkan sekolah swasta setiap penerimaan siswa baru. Caranya, setiap sekolah swasta penerima dana bantuan operasional sekolah (BOS) wajib ikut menampung siswa bina lingkungan dan siswa kurang mampu.

Dengan sistem ini, Riky yakin sistem sekolah dua shif bisa diminimalisir. Dia menyebut, saat ini hampir 99 persen sekolah swasta di Batam mendapat dana BOS dan dana insentif guru dari APBD Kota Batam. Bahkan Riky mengklaim, insentif untuk guru swasta di Batam merupakan yang terbesar di Indonesia.

Ketika sudah menerima dan aBOS dan insentif dari APBD, sekolah swasta harus memberikan kontribusi membantu program wajib belajar. Caranya dengan memberikan pembebasan biaya SPP dan uang pangkal bagi siswa bina lingkungan dan siswa tidak mampu.

“Sekolah Hidayatullah salah satu sekolah swasta yang telah menerapkan. Ini bisa jadi contoh sekolah swasta lainnya,” tuturnya.

Guna mewujudkan sitem tersebut, Komisi IV berencana merevisi Perda Nomor 4 tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan yang memuat tentang kewajiban kotribusi sekolah swasta penerima dana BOS. Nantinya akan dibuat semacam klausul dan masuk dalam pengawasan dan evaluasi Dinas Pendidikan. Jadi sekolah swasta penerima dana BOS juga harus melaporkan berapa persen anak tak mampu dan anak bina lingkungan yang ditampungnya.

“Ditampung dimaksud ialah membebaskan uang pangkal dan SPP tadi. Dan nanti bila ada sekolah yang tidak melaksanakan ini, kita anggap mereka sudah mampu. Ke depan kita rekomendasikan ke Kemendigbud untuk tidak menerima bantuan BOS lagi,” tegasnya.

Rencana penghapusan sistem sekolah dua sesi ini juga disambut baik pihak sekolah. Apalagi jika Kemendikbud benar-benar membantu membanggun sekolah baru di Batam.

ilustrasi Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

“Bagus sebenarnya, jadi pemerataan pendidikan itu ada,” kata Mujid Juma, Kepala SMA Negeri 8 Batam yang kini menerapkan sistem dua sesi.

Namun Mujid mengatakan, wacana penghapusan sistem dua sesi ini bisa menimbulkan gejolak baru. Seperti di SMAN 8 Batam sendiri. Sebagai sekolah unggulan yang berdiri di kawasan padat penduduk, SMAN 8 Batam selalu kebanjiran siswa baru setiap tahun. Jika sistem dua shift dihapus, maka dia memastikan akan banyak siswa yang tak tertampung.

Dia menagatakan, saat ini di SMAN 8 Batam terdapat 44 rombongan belajar. Sementara ruang kelas yang tersedia hanya 26 ruang, ini belum termasuk alih fungsi laboratorium yang diajdikan ruang belajar. “Kalau sama laboratorium jadi 34 ruang belajar, jadi 10  yang kurang,” kata dia. (cr17/rng/cr13/jpg/cr18)

80 Persen Sekolah di Batam Terapkan Sistem Dua Sesi

0

batampos.co.id – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghapus sistem sekolah dua shift tak bisa diberlakukan di Batam. Sebab saat ini sekitar 80 persen sekolah negeri di Batam menerapkan sistem belajar dua sesi karena terbatasnya ruang kelas.

“Kita tidak bisa, karena double shift itu alternatif,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin, Jumat (14/4).

Bahkan, kata Muslim, ada beberapa sekolah yang membagi jam belajarnya dalam tiga sesi. Seperti SDN 005 dan SDN 006 Seibeduk.

“Mau tidak mau harus kami lakukan, karena desakan dari orangtua murid juga. Harusnya mereka sadar, daya tampung sekolah negeri terbatas,” keluhnya.

Menurut Muslim, kondisi ini terjadi karena tingginya pertambahan jumlah anak usia sekolah. Angka tersebut tak sebanding dengan jumlah ruang kelas yang tersedia.

Situasi ini menjadi dilema bagi Dinas Pendidikan. Jika tidak ditampung, banyak anak yang akan kehilangan kesempatan belajar meski usianya sudah memenuhi syarat. Namun jika dipaksakan, makan konsekuensinya akan terjadi kekurangan ruang kelas. Sehingga sistem belajar dua sesi menjadi satu-satunya solusi saat ini.

“Setiap tahun dua hingga tiga ribu pertumbuhan anak usia sekolah, sedangkan bangunan sekolah tidak (sebanding dengan jumlah itu),” ujar pria kelahiran 12 April 1958 ini.

Selain karena tingginya pertumbuhan penduduk usia sekolah, membeludaknya siswa di sekolah negeri ini karena sebagian besar orang tua memaksakan anaknya masuk sekolah negeri. Hal ini dikarenakan konsep sekolah murah, bahkan gratis, di sekolah pemerintah.

Padahal, kata Muslim, banyak orang tua siswa yang sebenarnya mampu menyekolahkan anak mereka di sekolah swasta. “Semua mengaku tidak mampu, hal ini terlihat dari proses penerimaan siswa baru,” ujar Muslim.

Muslim mengakui, sistem belajar dua sesi memang tidak efektif. Karena selain tidak kondusif, jam belajar siswa juga relatif lebih singkat.

ilustrasi

Namun jika sistem ini dihapuskan, makan dia memastikan setiap tahunnya akan ada ribuan anak-anak usia sekolah yang tak bisa sekolah. Kecuali jika mereka mau masuk ke sekolah swasta. Meski begitu, ia tak bisa menjamin sekolah swasta bakal mampu menampung semua anak usia sekolah yang tak tertampun di sekolah pemerintah.

“Ini berat, maka dari itu double shift tetap menjadi solusi hingga saat ini,” jelasnya.

Pria kelahiran Rempangcate, Batam, ini mengaku sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Kemendikbud. Kata dia, pihak kementerian memaklumi persoalan ini karena Batam merupakan daerah industri.

“Sudah pernah dibicarakan, dan mereka memaklumi,” sebutnya.

Mengenai bantuan pembangunan gedung sekolah yang ditawarkan Kemendikbud, Muslim juga menyebut hal itu tidak akan mudah. Sebab masalah yang dihadapi Batam saat ini bukan pada kekurangan anggaran, melainkan ketiadaan lahan untuk membangu sekolah.

“Inilah permasalahan yang tengah dihadapi Batam. Bangun sekolah tidak harus nunggu dari pusat, asalkan lahan ada kami bisa bangun,” ucapnya.

Meski begitu, Muslim mengaku sangat mendukung rencana dan kebijakan Kemendikbud itu. Menurut dia, Pemko Batam harus merespon tawaran itu dengan menyediakan lahan. Sehingga akan semakin banyak sekolah yang akan dibangun di Batam, baik oleh pemerintah pusat maupun oleh Pemko Batam.

“Alhamdulillah, setidaknya pusat menawarkan solusi,” kata pria yang sudah 10 tahun menjadi kepala Dinas Pendidikan Kota Batam ini. (cr17/rng/cr13/jpg/cr18)

Wisatawan Serbu Vihara Patung Seribu

0
Libur panjang di akhir pekan ini banyak pelancong dari luar kota yang mendatangi Vihara Patung Seribu di Tanjungpinang. F. Fara

batampos.co.id – Libur akhir pekan panjang cukup menarik dihabiskan di Tanjungpinang. Setidaknya begitu pendapat para pelancong yang mulai berdatangan ke ibu kota provinsi ini, Jumat (14/4) kemarin. Sejumlah destinasi mendadak dipenuhi wisatawan. Tapi tidak ada yang lebih riuh dari Vihara Patung Seribu di kawasan kilometer 15.

Di vihara yang baru beberapa waktu lalu diresmikan Gubernur Nurdin ini sudah ramai sejak pagi. Parkiran mobil dan motor juga terlihat sejak dibuka sekitar pukul 09.00 WIB. Semakin siang semakin ramai orang yang datang. Beberapa datang berdua, tidak sedikit yang bersama keluarga.

Siti Fatimah, misalnya. Ibu empat anak ini datang bersama suami dan anak-anaknya dari Batam. “Kami sewa mobil dan keliling Tanjungpinang. Ke Vihara Patung Seribu ini juga tahu dari Instagram,” kata Siti pada Batam Pos.

Mendatangi Tanjungpinang sebenarnya adalah hal biasa bagi Siti. Tetapi ketika putri sulungnya memberi tahu soal vihara ini, ia berdiskusi dengan suaminya agar dapat berlibur ke Tanjungpinang. Terlebih anak-anaknya juga belum pernah melihat vihara yang kini boleh dikata sebagai destinasi utama wisata di Tanjungpinang ini.

“Anak-anak langsung antusias diajak berlibur ke sini. Besok baru kami mau ke Trikora,” ucap perempuan yang seorang pegawai negeri di Batam ini.

Pelancong yang menyerbu Vihara Patung Seribu bukan hanya dari Batam, tapi bahkan ada beberapa dari jauh luar kota. Andika dan Eva, adalah pasangan suami istri yang datang dari Surabaya. Kebetulan, mereka diundang oleh kolega kerjanya di Tanjungpinang untuk menghabiskan libur panjang.

“Terus diajak ke sini. Tempatnya bagus dan bersih,” kata Eva diamini Andika.

Roni, juru parkir di kawasan Vihara Patung Seribu menuturkan puncak kunjungan akan terjadi pada Sabtu atau Minggu sebagai akhir dari libur panjang pada pekan ini. Biasanya, tak putus-putus kendaraan para wisatawan datang hingga petang.

“Kalau besok pasti kerja keras kami,” kelakarnya. (aya)

Goyang Lidah pada Pesona Kuliner NTB di Mandalika

0
Plecing Kangkung
foto: http://lombokmandalika.co.id

Perhelatan “Kuliner Tradisional Nusa Tenggara Barat” terlaksana sukses menggoyang para pengunjung yang hadir ke salah satu destinasi prioritas Kemenpar, Mandalika, 13 April 2017.

“Meriah dan ramai, semua menikmati hidangan, karena acara ini dikombinasi dengan pentas dangdut Juwita Bahar, dan semua ikut bergoyang,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang juga didampingi Kasubid Spa dan Kuliner Kemenpar Suheriyah.

Wanita yang akrab dipanggil Erry itu menjelaskan, acara yang digelar di Kawasan Bukit Mandalika, Pantai Kuta Lombok itu dikombinasikan dengan berbagai acara. “Kami kombinasikan dengan mengambil moment acara pemberian hadiah pemenang etape 1 Tour De Lombok Mandalika, yang pesertanya terdiri dari 21 negara termasuk Indonesia dengan 1500 pesepeda. Kita tebarkan nikmatnya kuliner kepada semua peserta,” ujar Ery.

Lokasi yang memiliki luas garis pantai sepanjang 7200 meter di Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah NTB itu mempromosikan Kuliner Lombok Mandalika disamping 15 stand kuliner khas Lombok, diadakan pula hiburan dari artis penyanyi. Ery memaparkan, berbicara tentang Kuliner Tradisional, Lombok tidak usah diragukan lagi, “Ayam Taliwang” sudah sangat terkenal diseantero nusantara kelezatannya, yaitu olahan ayam kampungmuda yang disajikan bersama plecing kangkung.

“Apalagi kangkung Lombok berbeda dengan kangkung biasa, memiliki batang dan ranting panjang besar, dengan daun yang lebih hijau dan lebar. Kuliner Lombok lainnya dengan bahan ayam lainnya yaitu “Ayam Rarang” dengan olahan bumbu khas Lombok Timur mungkin belum banyak diketahui orang, yang lezatnya tidak kalah dengan ayam taliwang,” jelas wanita berhijab itu.

Kata Ery, NTB dijuluki bumi sejuta sapi, maka banyak makanan dengan bahan olahan daging sapi, seperti yang paling terkenal adalah “Sate Rembiga” disajikan mirip dengan sate Maranggi namun tentunya dengan citarasa berbeda. Sate tanpa bumbu kacang ini memiliki citarasa yang khas.

“Sate lainnya adalah “Sate Balayak” yang juga berbahan daging sapi disajikan bersama lontong berbahan beras ketan. Semua ada di acara ini,” ujar Ery. Menteri Pariwisata Arief Yahya terus memantau dan mengamati detail promosi pariwisata nusantara dengan segala  terobosan terbarunya untuk mensosialisasikan program Pesona Indonesia.

Salah satunya kampanye Pesona Indonesia melalui wisata kuliner di 10 destinasi wisataprioritas yang telah ditetapkan, salah satunya adalah Mandalika Nusa Tenggara Barat. Selain itu kawasan Mandalika yang sudah ditetapkan sebagai KEK pariwisata juga sedang dikebut untuk menjadi Amenitas dan Atraksi baru.

“Kalau akses, atraksi dan amenitas sudah hebat tinggal dipromosikan di mancanegara. Harus berkelas international,” kata Menpar Arief.

Seperti diketahui, Kemenpar mentargetkan kunjungan Wisman sampai th, 2019 sebanyak 20 juta dan pergerakan Wisnus 265 juta. Sekedar gambaran kunjungan wisatawan nusantara ke Lombok terus meningkat usai dinobatkannya Lombok sebagai The Best Halal Destination Award 2015 dan The Best Halal Honeymoon 2015 di Abudabi.

Ini menguntungkan bagi Nusa Tenggara Barat karena membuat banyak orang yang mulai melirik Lombok sebagai destinasi baru.

Data yang ada di Kementerian Pariwisata, menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) di NTB terus meningkat, dari tahun ketahun. Pada tahun 2013 mencapai 2,49 jta wisnus, kemudian pada tahun 2014 jumlah kunjungan wisnus ke NTB meningkat menjadi 2,51 juta wisnus, dan tahun 2015 kembali naik menjadi 3,01 juta orang. (*)

Satu Keluarga Keracunan Makan Jamur

0

 

dr Akmal sedang memeriksa kondisi Deden, yang terbaring lemas, di RSUD Bintan, akibat keracunan makan, Jumat (14/4). F. Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Satu keluarga di Kampung Rejo, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kijang, Bintan Timur, Akibat mengalami keracunan makanan usai menyantap jamur segar masakan sang nenek, Kamis (13/4), sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketiga korban yang dilarikan tersebut diantaranya, Deden, 14, Rony, 12, dan Muhyadi 80.

Salah satu korban keracunan Deden, mengaku setelah memakan jamur yang ditumis sang nenek kepalanya tiba-tiba pusing, lalu muntah-muntah, dan pingsan.

“Nggak tahu, habis makan jamur itu tiba-tiba kepalaku sakit sekali. Padahal jamur itu sering aku makan,” ungkapnya saat ditemui di ruang perawatan anak, di RSUD Kijang, Jumat (14/4).

Deden menjelaskan jamur segar yang dimasak oleh nenek itu, awalnya dibawa pulang oleh kakeknya Muhyadi, dari kebun. Tak ada firasat apapun kalau jamur itu beracun. Nenek pun langsung memasaknya untuk dikonsumsi bersama.

“Setelah ditumis nenek, kami langsung makan jamur itu. Tapi tidak sekaligus. Ganti-gantian,” tuturnya.

“Habis memakan jamur barat buatan nenek itu, kira-kira satu jam kemudian mata terasa berat. Kepala juga pusing, dan badan tiba-tiba lemas. Bahkan Adik, dan kakek juga merasakan hal yang sama,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala RSUD Kijang Benni Anthoni melalui dokter jaga bagian UGD, dr Akmal menjelaskan ketiga pasien yang dirawat saat ini kondisinya sudah membaik.

Pemeriksaan intensif juga sudah dilakukan, mulai dari pengecekan darah, hingga gilas lambung untuk mengeluarkan semua yang sudah dimakan pada saat itu. Sehingga dampak dari racun yang ada didalam tubuh tersebut dapat diminimalisir.

“Pada saat kami melakukan gilas lambung, memang ada kotoran berwarna hitam yang keluar. Mungkin itu lah jamur yang dimakan mereka. Tapi dari ketiga yang dirawat disini (RSUD, red) Deden yang paling parah dan memang harus dirawat intensif, karena sempat pitam namun tak sampai pingsan,” jelasnya.

dr Akmal menambahkan ketiga korban keracunan ini diperkirakan sudah bisa pulang besok (hari ini, red), karena harus memulihkan dulu kondisi tubuh yang masih lemas, akibat efek dari racun tersebut.

“Besok mungkin mereka semua sudah bisa pulang. Saat ini masih dirawat disini untuk mendapatkan infus dulu, biar daya tahan tubuhnya kuat lagi,” imbuhnya

Diketahui jamur segar yang dimakan oleh Deden dan keluarganya itu biasa sering disebut jamur barat. Jamur ini biasa ditemukan di bawah semak atau bekas kayu mati. Paling sering ditemukan saat musim hujan. (cr20)

 

Empat Hari Air PDAM Tak Jalan

0
Pipa milik PDAM Tirta Kepri bocor di Jalan Bridgen Katamso, Batu 3, Tanjungpinang. Diduga akibat pipa bocor tersebut air bersih tak tersuplay ke rumah warga selama empat hari. F. Batampos.

batampos.co.id – Warga Batu 3 Jalan Bridgen Katamso, Gang Tembesu mengeluhkan buruknya pelayanan yang diberikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri. Sebab sudah empat hari penyelupaian air bersih dari perpipaan ke rumah warga terhenti. Sehingga warga terpaksa membeli air dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Pelayanan yang diberikan PDAM kurang memuaskan. Karena selama empat hari air tak jalan ke rumah kami. Maka kami terpaksa beli air diluar untuk memenuhi kebutuhan dapur dan mandi,” ujar Warga Batu 3, Intan ketika dikonfirmasi, Jumat (14/4).

Dikatakan Intan, dia sudah lima tahun menjadi langganan tetap PDAM. Selama berlanganan dia selalu membayar biaya jasa penggunaan air tepat waktu. Namun air yang disuplay PDAM kerumahnya sering tersendat-sendat bahkan terhenti selama berhari-hari.

Tidak hanya itu saja, kata Intan air yang disuplay melalui perpipaan juga kurang deras. Kemudian kondisi airnya terkadang berwarna menguning. Sehingga air tersebut tak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur melainkan hanya sekedar untuk mandi dan mencuci.

“Kami harapkan PDAM dapat meningkatkan pelayanan kepada warga khususnya pelanggan lama. Karena warga sudah mempercayai PDAM sebagai perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan air bagi pelanggannya,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kepri, Abdul Kholik mengatakan dirinya tidak mengatahui adanya permasalahan terhentinya penyuplaian air bersih di Gang Tembesu. Sebab dia belum menerima laporan terkait keluhan warga dari petugas dilapangan.

“Saya belum terima laporan itu. Nanti saya suruh anggota cek ke Gang Tembesu,” katanya.

Ditanya pipa bocor yang mengakibatkan terhentinya penyuplaian air ke rumah warga, Abdul Kholik mengaku belum bisa memastikan sebab dan akibatnya air tak tersuplay dari perpipaan ke rumah warga. Namun dia berjanji masalah suplay air ini akan diselesaikan secepatnya.

“Saya belum tau. Jika ada pipa bocor pasti akan kita tangani. Anggota saya nanti yang turun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan masalah itu,” ungkapnya. (ary)

6.000 Pelari dari Indonesia dan Mancanegara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2017

0

Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2017 akan berlangsung pada 23 April mendatang.

Acara kelas dunia yang start dan finish di kawasan Candi Prambanan ini diikuti 6.000 peserta dari Indonesia dan Mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Ir Aris Riyanta MSi mengatakan, event sport tourism yang dilaksanakan di kawasan cagar budaya dan heritage ini diyakini akan mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

“Kegiatan tersebut juga bisa mempromosikan wisata Jogjakarta secara umum. Harapannya, kegiatan ini mendongkrak wisatawan yang datang pada bulan April ini, antara 20-30 persen. Termasuk wisatawan mancanegara juga,” kata Aris, Jumat (14/4).

Aris mengungkapkan, MJM 2017 melombakan empat kategori dan diikuti 6.210 peserta. Yakni, full marathon (42,2 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), kategori 10 kilometer dan 5 kilometer, serta kategori Mandiri Community Challenge yang mengadu 5 komunitas lari se-Indonesia sejauh 42 kilometer dan 5 komunitas yang berlari sejauh 21 kilometer.

Dari jumlah total pelari, kategori full marathon diikuti 1.075 pelari, half marathon sebanyak 1.660 pelari, 10 kilometer sebanyak 1.535 pelari, dan 1.940 pelari memilih 5 kilometer.

“Animo peserta cukup tinggi, dalam tiga minggu sudah menerima 6 ribuan dari 5 ribu yang ditargetkan. Peserta ada dari Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, China, Thailand dan beberapa orang Eropa. Peserta akan melintasi 13 desa di DIY serta 3 objek wisata. Yakni, Candi Prambanan, Plaosan, Monumen Taruna. Total hadiah yang disediakan sebesar Rp 783 juta,” jelas Aris.

Wisata olahraga atau sport tourism diyakini bisa jadi ajang promosi Indonesia kepada para wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pasalnya, beberapa acara wisata olahraga di Indonesia telah banyak diselenggarakan di berbagai daerah untuk mempromosikan daerah.

“Sport tourism ini cukup potensial. Trennya terus meningkat, semakin banyak acara sport tourism yang diselenggarakan di banyak destinasi wisata di tanah air,” kata Menoar Arief Yahya melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty

Esthy memberikan contoh wisata olahraga yang memberikan efek keramaian yang luar biasa seperti Jakarta Marathon, Tour de Bintan, dan juga Tour de Ijen. Ia mengatakan para peserta yang terlibat dalam wisata olahraga tersebut berpotensi untuk mengajak rekan dan juga keluarga untuk datang dan berwisata ke Indonesia.

“Misalnya, Tour de Singkarak, mereka (peserta) dapat tinggal 5-7 hari sebelum acara. Sekali datang bisa bawa keluarga dan mencapai 10 orang. Diharapkan terjadi hal yang sama pada MJM 2017 ini,” lanjutnya.

Indonesia sendiri memiliki faktor-faktor yang menjadi daya tarik promosi bagi wisatawan untuk datang berwisata. Faktor-faktor tersebut, lanjut Esthy, yakni budaya, alam, dan wisata buatan seperti wisata olahraga.

“Prosentasenya budaya 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen. Kita harap prosentase (wisata buatan) terus meningkat,” kata Esthy. (*)

Dinas Kelautan Alokasikan Dana untuk 10 UPT

0
Petugas UPT sedang mengecek kondisi terumbu karang di Perairan Tambelan, beberapa waktu lalu. F. DKP Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bintan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 206.732.200 untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 10 kecamatan. Dana yang dikucurkan melalui APBD Bintan itu diperuntukan operasional pelayanan bidang kelautan dan perikanan dimasing-masing UPT selama setahun.

“Agar pelayanan 10 UPT Kecamatan berjalan lancar dan sukses. Serta kinerja petugas UPT semakin meningkat, kami akan mengucurkan dana sebesar Rp 206.732.200 untuk setahun,” ujar Kepala DKP Bintan, Fachrimsyah ketika dikonfirmasi, Jumat (14/4).

10 UPT Kecamatan, kata Fachrim sebagai perpanjangan tangan DKP dalam memberikan pelayanan dan penanganan masalah kelautan dan perikanan disetiap kecamatan. Melalui UPT tersebut juga seluruh kawasan konservasi perairan, ekosistem laut serta keamanan laut dapat terjaga, terawasi dan terlestarikan.

Namun untuk peningkatan pelayanan dan penanganan masalah kelautan dan perikanan, lanjut Fachrim butuh dukungan anggaran. Sebab tanpa anggaran program yang digaungkan DKP disetiap UPT akan mendek atau tak berjalan. Bahkan kinerja petugas dimasing-masing UPT hanya berjalan ditempat alias melempem.

“Semoga saja dengan anggaran yang kita berikan mampu mendorong dan memotivasi kinerja petugas setiap UPT lebih meningkat. Sehingga masalah kelautan dan perikanan yang terjadi dapat ditangani dengan baik,” bebernya.

Ditanya rincian aliran pengalokasian dana untuk masing-masing UPT, Fachrim menjelaskan untuk operasional pelayanan UPT Bintan Timur (Bintim) dikucurkan sebesar Rp 26.341.100 dan kucuran dana untuk UPT Gunung Kijang dan Teluk Sebong Rp 30.341.100.

Berikutnya, sambung Fachrim kucuran dana untuk UPT Tambelan sebesar Rp 29.910.000 dan UPT Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam (SKL) sebesar Rp 30.341.100. Kemudian untuk UPT Mantang sebesar Rp 29.728.900, UPT Toapaya dan Teluk Bintan sebesar Rp 30.341.100 serta untuk UPT Bintan Pesisir Rp 29.728.900.

“Memang kucuran dana itu sangat kecil dan tak sebanding dengan permasalahan yang terjadi dimasing-masing wilayah. Namun diharapkannya dengan dana itu mampu mewujudkan wilayah Bintan tetap aman dan nyaman,” ungkapnya. (ary)

Anggota ASITA dari 34 Provinsi Berkumpul di Tanjung Lesung, Banten

0
foto: akolodnerphotography.com

Anggota Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) dari 34 provinsi akan berkumpul pada gelaran Banten Travel Mart yang pertama kali diselenggarakan di Tanjung Lesung Beach Resort pada 19-21 April 2017.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung pergelaran ini.

Acara yang digagas ASITA Banten ini akan jadi pertemuan antara Travel Agen/Tour Operator, Hotel dan pengelola obyek wisata khususnya Banten (sebagai seller) dan para buyers dari berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri.

“Kami akan cari momentum debut yang baik di Banten Travel Mart ini, semoga transaksinya akan mendatangkan banyak kesepakatan. Ajang promosi ini sangat efektif untuk mempertemukan antara pelaku industri pariwisata,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Hendri Karnoza Asdep Bisnis dan Pemerintah Kemenpar, Jumat (14/4/2017).

Menpar Arief Yahya, melalui Deputi Esthy Reko Astuty memaparkan, Provinsi Banten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.

“Kami akan bantu untuk promosi pariwisata di Banten karena semua pihak harus berpartisipasi dari mulai eksekutif dan legislatif, antara buyers dan sellers nanti juga harus bisa mendapatkan banyak transaksi di Tanjung Lesung, imbasnya Tanjung Lesung semakin mendunia,” katanya.

Ketua ASITA Banten Mukhlis Ikhsor Gatot mengatakan, Banten Travel Mart akan menjafi kegiatan tahunan. Menurutnya, Provinsi Banten tidak hanya dikenal karena keindahan wisata alamnya, ternyata Banten juga dikenal dengan wisata budaya dan religinya, karena Banten memiliki kearifan lokal budaya dan religi yang kuat.

“Banten memiliki segalanya. Ratusan buyers dan sellers sudah mengkonfirmasi hadir, datanya masih kami godok hingga tanggal pelaksanaan nanti,” ujar Mukhlis.

Mukhlis manambahkan, sejak ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai 10 destinasi prioritas pemerintah, diharapkan Banten Travel Mart bisa meningkatkan 100% kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Banten pada tahun ini.

“Jurusnya, melalui kerjasama antara pelaku bisnis dalam dan luar negeri. Ini bisa meningkatkan peran industri wisata untuk kesejahteraan masyarakat Banten,” ujarnya.

Untuk diketahui, di Banten, tidak hanya destinasi wisata saja yang indah, masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini. Hal ini bisa menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung Selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan.

Sedemikian eksotisnya Banten, sehingga banyak yang membuat penilaian berdasarkan keunikan dan popularitasnya. Bahkan, sempat populer istilah Tujuh Keajaiban Banten (7 Wonders of Banten) di kalangan netizen.

“Akan tetapi tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali membuat penilaian tersebut, dan penilaian itu pun tidak diperbaharui,” pungkas Mukhlis. (*)

Sampah Ganggu Wisata Lombok, 3 Menteri Cari Solusi

0


Kamis, 13 April 2017 lalu, tiga menteri juga sibuk mencari solusi soal sampah di Bali. Mereka itu adalah Menkomar Luhut Binsar Pandjaitan, Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya Sumadi, yang mencari solusi.

Bahkan mereka juga mengundang Jakpro Jakarta Propertindo dan satu perusahaan pengegola sampah di Benowo, Surabaya.

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengantongi predikat sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia pun sedang berjibaku dengan persoalan sampah. Sebagai destinasi wisata, pulau di sebelah timur Bali itu harus bisa tampil bersih.

Namun, bersih saja belum cukup. Person in Charge (PIC) Mandalika dari Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) T Rahmadi mengatakan, pada Kamis (13/4) ada rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Kemaritiman. Menurutnya, upaya menangani sampah di Pulau Lombok perlu melibatkan masyarakat.

Rahmadi mengaku telah berdiskusi dengan pakar dari Eco Green Nusantara untuk manajemen pengelolaan sampah.

“Eco Green Nusantara adalah sebuah wirausaha sosial yang bergerak dalam bidang pengolahan sampah di NTB,” ujar Rahmadi.

Menurutnya, Eco Green Nusantara sudah menunjukkan capaian positif dalam pengelolaan sampah melalui program Bank Sampah Bintang Sejahtera NTB. Program itu tersebar di lima kabupaten/kota di Lombok.

“Ada pula recycle center (pusat daur ulang, red) di Kota Mataram, NTB. Eco Green bertujuan untuk menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat pada pelestarian lingkungan serta pengembangan ekonomi masyarakat desa melalui usaha pengolahan sampah,” tuturnya.

Rahmadi menambahkan, kosep itu bisa diterapkan di lokasi-lokasi wisata. “Eco Green  mencoba untuk mengusulkan quick win pengelolaan sampah di kawasan wisata,” sebutnya.

Rahmadi juga menyampaikan kabar baik tentang perkembangan amenitas di lingkar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menurutnya, jumlah homestay di lingkar KEK Mandalika terus bertambah.

Hingga 13 April 2017, total ketersediaan homestay sudah mencapai 708 ruang. “Ini sesuai data updated yang kami peroleh dari Tim Relawan Lombok Tourism Forum di lapangan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Lombok menyabet dua penghargaan serius dari ajang World Halal Tourism Award 2016. Dua penghargaan itu adalah World’s Best Halal Beach Resort untuk Novotel Lombok Resort & Villas, serta World’s Best Halal Travel Website bagi www.wonderfullomboksumbawa.com. ***