
batampos.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam triwulan pertama tahun 2017 Rp 180,567 miliar dari target 1,16 triliun. Jika dipersentasekan capaian tersebut yakni 15,56 persen.
Berdasar data, dua sumber penerimaan PAD andalan masih minim. Pertama, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru tercapai Rp 34,353 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Kedua, Target Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Kota Batam baru tercapai Rp 8,104 miliar dari target Rp 131,579 miliar.
“Ini data per 31 Maret. Untuk yang April ini masih kita input datanya,” Kepala Bidang Pengembangan Evaluasi dan sistem informasi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Sri Indra Praja, Kamis (13/4) pagi.
Sumber lain penyumbang PAD yakni dari pajak hotel Rp 22,115 miliar dari Rp 117,250 miliar. Pajak Restoran, tercapai Rp 13,709 miliar dari target Rp 67,157 miliar. Sedangkan pajak hiburan sebesar Rp 5,847 dari target Rp 25,174 miliar.
Pajak reklame sebesar 1,564 miliar dari target Rp 8,034 miliar dan Pajak penerangan jalan umum tercapai Rp 33,971 miliar dari target Rp 162,163 miliar. Parkir khusus dengan capaian Rp 1,585 miliar dari target Rp 12 miliar dan penerimaan dari mineral lohgam bukan batuan tercapai sekitar Rp 514 juta dari target Rp 8,485 miliar.
Di lokasi yang sama, Kepala BP2RD Raja Azmansyah menjelaskan dua sektor andalan memang masih rendah. Terkait , dia menyebutkan karena terkendala kepengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Kini yang ngurus BPHTB hanya sampai 10 perhari, biasanya 30 pengurusan, lagi ramainya bisa sampai 50 pengurusan,” ujarnya.
Menurutnya, tidak hanya Pemko Batam yang merasakan dampak mandeknya pengurusan IPH, bahkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam turut kena imbas. BP Batam sebagai lembaga terkaitpun demikian yakni berimbas ke penerimaan Uang Wajib Tahunan. “Pihak KPP Madya ngomong pengaruhi penerimaan sejak Oktober 2016 lalu. Di BP juga kan pengaruh ke UWT mereka. Kita sama-sama berharaplah masalah ini cepat selesai,” harap dia.
Sementara PBB P2, hal yang lumrah terjadi tiap tahun, biasanya wajib pajak akan membayar seiring mendekati jatuh tempo Agustus mendatang. “Ini kan awal-awal, lihatlah nanti Mei, Juni, Juli pasti naik itu,” kata dia.
Menurutnya, terkait target biasanya akan dievaluasi per triwulan, evaluasi triwulan I ini akan direncanakan Selasa (18/4) di kantor walikota Batam.
ihaknya mengaku optimis, target PAD tahun ini sebesar Rp 1,16 triliun akan tercapai.
“Kami harus optimis ini tercapai, usaha-usaha dan kemampuan yang ada kan dikerhakan,” sebut Kepala Bidang Pembukuan, Muhammad Samad. (cr13)

batampos.co.id – Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Tingkat Nasional Tahun 2017, yang telah berlangsung selama 3 hari kini telah mencapai puncak hasil rekomendasi. Hasil rekomendasi ini merupakan rumusan yang disimpulkan oleh 4 kelompok dengan 4 isu yang berbeda.



batampos.co.id – Kondisi industri galangan kapal (shipyard) di Batam kian mengkhawatirkan. Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) mencatat, sejauh ini sudah ada 20 galangan kapal yang tutup karena sepinya pesanan.
