Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13424

Triwulan Pertama, Capaian PAD 15 Persen Saja

0
ilustrasi

batampos.co.id – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam triwulan pertama tahun 2017 Rp 180,567 miliar dari target 1,16 triliun. Jika dipersentasekan capaian tersebut yakni 15,56 persen.

Berdasar data, dua sumber penerimaan PAD andalan masih minim. Pertama, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru tercapai Rp 34,353 miliar dari target Rp 342,567 miliar. Kedua, Target Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) Kota Batam baru tercapai Rp 8,104 miliar dari target  Rp 131,579 miliar.

“Ini data per 31 Maret. Untuk yang April ini masih kita input datanya,” Kepala Bidang Pengembangan Evaluasi dan sistem informasi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Sri Indra Praja, Kamis (13/4) pagi.

Sumber lain penyumbang PAD yakni dari pajak hotel Rp 22,115 miliar dari Rp 117,250 miliar. Pajak Restoran, tercapai Rp 13,709 miliar dari target Rp 67,157 miliar. Sedangkan pajak hiburan sebesar Rp 5,847 dari  target Rp 25,174 miliar.

Pajak reklame sebesar 1,564 miliar dari target Rp 8,034 miliar dan Pajak penerangan jalan umum tercapai Rp 33,971 miliar dari target Rp 162,163 miliar. Parkir khusus dengan capaian Rp 1,585 miliar dari target Rp 12 miliar dan penerimaan dari mineral lohgam bukan batuan tercapai sekitar Rp 514 juta dari target Rp 8,485 miliar.

Di lokasi yang sama, Kepala BP2RD Raja Azmansyah menjelaskan dua sektor andalan memang masih rendah. Terkait , dia menyebutkan karena terkendala kepengurusan Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kini yang ngurus BPHTB hanya sampai 10 perhari, biasanya 30 pengurusan, lagi ramainya bisa sampai 50 pengurusan,” ujarnya.

Menurutnya, tidak hanya Pemko Batam yang merasakan dampak mandeknya pengurusan IPH, bahkan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam turut kena imbas. BP Batam sebagai lembaga terkaitpun demikian yakni berimbas ke penerimaan Uang Wajib Tahunan. “Pihak KPP Madya ngomong pengaruhi penerimaan sejak Oktober 2016 lalu. Di BP juga kan pengaruh ke UWT mereka. Kita sama-sama berharaplah masalah ini cepat selesai,” harap dia.

Sementara PBB P2, hal yang lumrah terjadi tiap tahun, biasanya wajib pajak akan membayar seiring mendekati jatuh tempo Agustus mendatang. “Ini kan awal-awal, lihatlah nanti Mei, Juni, Juli pasti naik itu,” kata dia.

Menurutnya, terkait target biasanya akan dievaluasi per triwulan, evaluasi triwulan I ini akan direncanakan Selasa (18/4) di kantor walikota Batam.

ihaknya mengaku optimis, target PAD tahun ini sebesar Rp 1,16 triliun akan tercapai.

“Kami harus optimis ini tercapai, usaha-usaha dan kemampuan yang ada kan dikerhakan,” sebut Kepala Bidang Pembukuan, Muhammad Samad. (cr13)

Kekerasan Terhadap Perempuan Jadi Perhatian Dunia

0

batampos.co.id – Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perlindungan Hak Perempuan (PHP) Tingkat Nasional Tahun 2017, yang telah berlangsung selama 3 hari kini telah mencapai puncak hasil rekomendasi. Hasil rekomendasi ini merupakan rumusan yang disimpulkan oleh 4 kelompok dengan 4 isu yang berbeda.

Adapun isu yang dibahas diantaranya adalah bidang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT); Bidang Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO); Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan; serta Bidang Perlindungan Perempuan dalam Situasi Darurat dan Kondisi Khusus.

Dari 4 isu utama ini, 375 orang peserta yang hadir dalam Rakortek PHP digiring untuk memetakan kendala dan masalah di daerah. Umumnya kendala yang berkembang pada keempat isu tersebut berkisar pada permasalahan payung hukum, penegakkan hukum, koordinasi, anggaran, penanganan dan pemberdayaan korban, serta prosedur standar operasional yang masih belum optimal.

Seluruh permasalahan tersebut kemudian di bedah untuk memunculkan rekomendasi terbaik dalam perwujudan perlindungan hak perempuan yang lebih komprehensif.

“Penanganan kekerasan terhadap perempuan sendiri kini telah menjadi perhatian di semua negara, dan menjadi prioritas di Indonesia. Kepala Negara didunia telah menyepakati Suntainable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan dari program pembangunan dunia untuk meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang berkelanjutan”, terang Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Vennetia Danes.

Dilanjutkannya, Kekerasan terhadap perempuan dalam berbagai bentuk termasuk perdagangan orang, juga menjadi bagian utama dari indikator SDGs yang semua negara telah bersepakat untuk menanganinya.

“Di Indonesia, penanganan kekerasan menjadi satu dari tiga prioritas utama pembangunan pemberdayaan perempuan di samping penanganan perdagangan orang dan pemberdayaan ekonomi, yang dikenal dengan Program Three Ends”, katanya.

Untuk itu dengan adanya hasil rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakortek PHP ini diharapkan dapat mewujudkan sinkronisasi, keterpaduan keselarasan program dan kegiatan antara pusat dan daerah.

Kedua, Pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak perempuan  antar sektor, antar wilayah, dan antar pusat dan daerah dengan mengacu pada program unggulan (Three Ends).

Ketiga, adanya rencana/target capaian pelaksanaan program/kegiatan program unggulan (Three Ends) pada tahun 2017 dari masing-masing para pemangku kepentingan, yang selanjutnya akan dilakukan evaluasi pada saat Rakornas PP-PA tahun 2018.

“Terakhir, pelaksanaan dari hasil rekomendasi ini, adanya rencana tidak lanjut dengan melaksanakan Rakortek di daerah masing-masing,” imbuhnya. (cr1)

Ekspor Ikan Nelayan Bintan Melejit

0
KM Hasil Laut Jaya 12 menambatkan kapalnya untuk 
menurunkan hasil tangkapan ikan di Gudang Ikan Pelantar Barek 
Motor, Kijang, Kecamatan Bintim, Kamis (13/4) F.Harry/batampos.
batampos.co.id – Bisnis ekspor ikan di Kabupaten Bintan kembali melejit sebesar 30 persen ketika musim angin utara berlalu. Sebab musim yang kini melanda, arus dan anginnya tak begitu kencang sehingga membuat ikan sangat mudah disapu jaring.
Bahkan gerombolan ikan yang bergumul dijaring nelayan berkelas tinggi dan berbobot besar.
“Saat ini cuaca sangat mendukung. Angin timur menyediakan ikan berkapasitas banyak dan besar. Waktu inilah yang kami tunggu untuk ambil ikan sebanyaknya,” ujar Anto, ABK KM Hasil Laut Jaya 12 usai menurunkan hasil ikan tangkapnya di Pelantar Barek Motor, Kijang, Kamis (13/4).
Hasil ikan tangkapannya kata Anto, sangat melimpah sekitar 2 sampai 3 ton. Ikan yang didapat seperti kerapu, kaci, dan jenis lainnya. Bahkan bobot perekornya bisa mencapai 5 sampai 6 kilogram. Untuk memperoleh ikan tangkap yang berlimpah, lanjut Anto harus mengarungi perairan sekitaran Kabupaten Bintan selama 2 minggu.
Dengan kurun waktu setengah bulan itu, sambung Anto ikan yang ditangkap dijamin tidak akan busuk sebab muatan es balok yang dibawa kapalnya juga banyak.
“Ketika kami berhasil menarik ikan langsung disimpan dipeti
berisikan es. Jadi ikan terjamin kesegarannya, apalagi ikannya
mau diekspor maka harus terjaga kondisi dan kualitasnya,”
bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)
Bintan, Fachrimsyah mengakui bisnis ekspor ikan hasil tangkapan
nelayan seluruh Kabupaten Bintan melejit ketika musim angin
timur melanda. Sebab dimusim ini, kondisi arus tenang dan
derupan angin tak begitu kencang sehingga nelayan sangat mudah menjaring ikan.
“Dengan arus dan angin tak begitu kuat ikan hidup bergerombol.
Bahkan gerombolan ikan itu perekornya memiliki bobot sangat
besar. Sehingga musim inilah kesempatan nelayan meraup
keuntungan,” jelasnya.
Bisnis ekspor ikan, kata Fachrim sempat mandek ketika musim
angin utara melanda. Sebab kondisi cuaca ekstrim itu membuat
aktivitas nelayan melaut berkurang. Dampaknya hasil ikan
tangkap berkurang dan ekpore ikan ke negara tetangga juga
menurun drastis .
Namun dengan cuaca yang tenang saat ini, lanjut Fachrim
aktivitas nelayan melaut semakin tinggi. Bahkan ekpore ikan ke
Malaysia dan Singapura melejit sebesar 30 persen. Dari 5 ton
ikan yang diekspore setiap bulannya naik menjadi 11 ton
perbulannya.
“Kami yakin bisnis ekpore ikan akan kembali naik seiring
membaiknya cuaca. Apalagi Pemkab Bintan akan memberikan bantuan kapal kepada nelayan. Pastinya hasil ikan tangkap dan ekpore bisa naik 50 sampai 70 persen,” ungkapnya. (ary)

Diskominfo Kumpulkan Provider Jaringan Komunikasi

0
batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti bergerak cepat untuk menuntaskan persoalan jaringan komunikasi di Natuna, Anambas dan Lingga (NAL). Karena komunikasi kebutuhan penting bagi pembangunan Kepri.
“Di era teknologi ini, komunikasi menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan. Apalagi bagi daerah yang berada digaris terdepan seperti NAL,” ujar Guntur Sakti dalam pertemuan dengan provider telekomunikasi di Kantor Dikominfo Kepri, Tanjungpinang, Kamis (13/4).
Menurut Guntur, terjadinya down bandwidth, di Natuna dan Anambas belum lama ini, mengundang berbagai reaksi dari kedua kepala daerah tersebut. Bupati Natuna langsung melayangkan surat kekecewaan ke Presiden. Sedangkan Bupati Anambas mengirimkan surat yang sama ke Menko Polhukam.
“Kepri adalah daerah yang darurat telekomunikasi. Persoalan ini tentunya harus segera di tuntaskan,” tegas Guntur.
Masih kata Guntur, ada beberapa lokasi yang sudah dibangun tower. Tetapi sampai sekarang tidak di operasionalkan. Daerah tersebut adalah, Pekajang, Lingga. Ditegaskan Guntur, NAL memang harus mendapatkan perhatian ekstra soal jaringan komunikasi ini. Penderitaan juga sangat dirasakan Masyarakat yang berada di Pulau Terdepan, Terpencil dan Terisolir (3T).
Lebih lanjut katanya, daerah-daerah yang sudah terjamah jaringan komunikasi di NAL belum menggunakan sistem Fiber Optik (FO). Artinya jaringan komunikasi masih menggunakan sistem satelit. Hal ini yang membuat biaya komunikasi di NAL lebih mahal di bandingkan daerah-daerah seperti Batam, dan Tanjungpinang.
Berangkat dari persoalan tersebut, pihaknya berinisiatif untuk mencari solusi terbaik dengan mengundang provider telekomunikasi. Seperti Telkomsel, XL, M3 dan Tower Bersama Group (TBG). Dijelaskan Guntur, dari pertemuan tersebut pihaknya sudah mendapatkan beberapa masukan untuk menuntaskan persoalan komunikasi di Kepri.
“Kita akan terus gesa, supaya kebutuhan jaringan komunikasi Kepri terpenuhi. Kita juga berharap program Palapa Ring pemerintah tuntas 2018 mendatang. Sehingga bisa menjadi spirit baru bagi telekomunikasi Kepri,” harap Guntur.
Manager Telkomsel, Soni mengatakan adanya tower atau BTS yang belum beroperasi, lebih disebabkan hitunga-hitungan bisnis. Apalagi Telkomsel bukan mutlak milik Indonesia. Karena ada saham pihak luar disana. Diakuinya terjadinya down bandwidth di Natuna dan Anambas kemarin, adalah bagian dari kebijakan pemegang saham.
“Pada prinsipnya kita sangat tidak ingin, jaringan komunikasi di Natuna dan Anambas terganggu. Tetapi besarnya operasional juga menjadi pertimbangan,” ujar Sony.
Dikatakannya juga, untuk Natuna dan Anambas memang tidak bisa di jangkau dengan menggunakan sistem radio. Tetapi sudah menggunakan VSAT (very small aperture terminal), terhubung langsung dengan satelit. Sistem ini memang biaya operasionalnya sangat tinggi.
Dikatakannya juga, ada jalan terbaik adalah meminta dukungab dari Universal Service Obligation (USO) dalam membangunan jaringan-jaringan komunikasi. Karena itu bagian dari Pemerintah.
“Kita bisa membantu pembangunan jaringN komunikasi. Tetapi juga membutuhkan subsidi dari pemerintah daerah. Karena membutuhkan biaya yang mahal,” papar Soni.
Pada kegiatan yang dihadiri Diskominfo Natuna, Anambas, Lingga dan Bintan tersebut, Guntur kembali menambahkan diakhir pertemuan. Ia mengharapkan Pulau Pekajang, dan Berhala harus digesa. Karena pernah viral di media, Gubernur lost kontak di Pekajang, Lingga.
“Kami sangat mengharapkan dukungan provider-provider komunikasi di Kepri ini. Sehingga pembangunan sistem komunikasi di Kepri terwujud dengan baik. Keinginan pemerintah daerah adalah merangkai Kepri dengan konektiviti,” tutup Guntur.(jpg)

Sembunyikan Sabu di Selangkangan, saat Maro Melintas Alarm Berbunyi

0
GM Hang Nadim Suwarso (kiri), dan Iptu Betty menginterogasi Maro (tengah)

batampos.co.id – Satuan pengamanan bandara (Avsec) Hang Nadim Batam mengamankan sabu seberat 548 gram yang ditemukan di selangkangan Maro,30 pada Jumat (14/4). Sabu direncanakan akan dibawa Maro ke Lombok.

“Kami sudah serahkan ke Polresta Barelang,” kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Jumat (14/4).

Dari penuturan Suwarso, didapat kronologis penangkapan tersebut. Maro dengan menggunakan baju batik merah, terlihat meyakinkan memasuki terminal bandara. Saat di pintu masuk terminal, Maro bisa masuk tanpa dicebat petugas di Security Check Point I.
Maro lalu melakukan check ini di konter Lion Air, dengan kode booking FWBYMT.

Satu kode booking ini untuk dua tiket. Satu tiket duduk di kursi 22 C dan satunya lagi di 29A. Setelah selesai Check In, laki-laki kelahiran Aceh Timur ini kemudian menuju ke ruang tunggu A9.

Namun sebelum memasuki ruang tunggu tersebut, terlebih dahulu harus melalui SCP II. Disini gerak gerik Maro mulai terlihat mencurigakan. Saat Maro melewati pintu walkthrough, ada bunyi yang menandakan sesuatu yang tak beres. Sehingga petugas memeriksa Maro secara manual.

Dibagian selangkangan Maro dirasakan ada yang aneh, petugas avsec membawanya ke ruang pemeriksaan. Saat diminta Maro membuka celananya, disana ditemukan sebungkus plastik bening berisikan narkoba jenis sabu.

Mendapati hal ini, petugas sekuriti bandara berkoordinasi dengan Polsek Bandara.

“Selain narkoba, diamankan juga uang Rp 1.821.000, dua unit ponsel, satu atm,” ungkap Suwarso.

Ia mengatakan ini sudah kesekian kalinya petugas bandara menangkap kurir nakroba. Suwarso mengungkapkan pihaknya sudah bekerjasama dengan berbagai instansi terkait, agar penyelundupan narkoba bisa diatasi di Hang Nadim.

“BNN, Polisi, Beacukai dan instansi lainnya,” ucapnya. (ska)

Food Court Rp 13 M, Batal Dibangun

0
Pemko Tanjungpinang berencana membangun food court di kawasan Melayu Squere Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono memastikan proyek pembangunan food court di Area Melayu Square, Tepi Laut gagal dibangun Pemko Tanjungpinang tahun ini.
Sebelumnya gedung yang akan dijadikan pusat kuliner di Tanjungpinang itu sudah dianggarkan di APBD tahun 2017 sebesar Rp 13 miliar dari perencanaan awal Rp 25,6 miliar.
Informasi yang dihimpun Batam Pos, gagalnya pembangunan food court itu sudah diumumkan Pemko Tanjungpinang melalui Surat Edaran Sekdako nomor 050/335/4.1.06/2017 tertanggal 10 April 2017 tentang penundaan dan rasionalisasi pelaksanaan kegiatan OPD tahun anggaran 2017.
Mengacu surat edaran tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjungpinang menerbitkan nota dinasnya kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Pembangunan Fasilitas Umum nomor 800/108/5.15.01/2017 tanggal 11 April 2017 perihal penundaan atau pembatalan proses pelelangan pembangunan gedung Food Court serta Surat PPK DPU Nomor 40/274/5.15.03/2017 tanggal 11 April 2017.
Menindaklanjuti kedua surat itu, Unit Layanan Pengadaan (ULP) kelompok kerja 4 bidang konstruksi mengumumkan pembatalan pelelangan di websitenya, Rabu (12/4).
“Kondisi keuangan daerah sedang defisit. Terpaksa kami batalkan proyek pembangunan food court di tahun ini,” ujar Riono saatdikonfirmasi, Kamis (13/4).
Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Tanjungpinang, Riono harus mengambil kebijakan untuk menyiasati defisit anggaran yang menerpa APBD. Salah satunya membatalkan proyek senilai Rp 13 miliar itu.
Sebab Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya sebagian saja yang dapat ditransfer Pemerintah Pusat.
Bahkan kata Riono, Pemko Tanjungpinang juga mengalami kendala dalam dana tunda bayar kegiatan pemerintahan 2016. Maka tak hanya sekedar food court saja yang dibatalkan, termasuk proyek lainnya.
“Kami sudah surati 33 kepala OPD. Diminta seluruh OPD melakukan evaluasi dan rasionalisasi kegiatan bersumber APBD. Jadi batalkan kegiatan fisik yang tak menyentuh masyarakat agar 2018 mendatang Pemko Tanjungpinang terhindar dari tunda bayar kegiatan lagi,” bebernya.
Sementara itu Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul mengaku banyak dana tunda salur yang tidak akan ditransfer ke Pemko Tanjungpinang.
Akibat APBD 2017 mengalami defisit anggaran sebesar Rp 117 miliar. Maka untuk menyiasati defisit itu terpaksa dilakukan pembatalan pelaksanaan pembangunan fisik yang telah direncanakan tahun ini.
“Kami juga sangat menyayangkan pembangunan food court dibatalkan. Tapi APBD kita lagi defisit, jika tetap dijalankan krisis keuangan daerah akan lebih parah lagi,” ungkapnya.
Dalam Kebijakan Umum Anggaran Pioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) kata Syahrul, pembangunan food court menjadi pioritas utama 2017. Bahkan tahapan pengumuman lelangnya sudah dilakukan dan tinggal pelaksanaan.
Namun lanjut Syahrul, program pioritas itu berubah secara mendadak. Sebab hasil rapat evaluasi tim TAPD Kota Tanjungpinang triwulan pertama mendapatkan informasi akan ada permasalahan dana tunda salur yang tak dibayarkan oleh Pemerintah Pusat. Maka dengan terpaksa, TAPD mengeluarkan kebijakan pembatalan pembangunan food court tersebut.
“Itu sudah kebijakan. Mau tak mau harus dilaksanakan. Karena untuk kebaikan daerah ini juga,” jelasnya.
Diakui Syahrul, masih banyak lagi proyek fisik yang akan gagal dilaksanakan tahun ini. Sebab seluruh OPD sudah disurati untuk membatalkan proyek-proyek yang kurang menyentuh kemasyarakat di instansinya masing-masing.
“Kalau proyek mana saja yang akan batal, saya belum tahu. Tunggu arahan pak Lis (Walikota Tanjungpinang, red) dululah. Karena kebijakan itu ada di tangan beliau,” ungkapnya. (ary)

Ular Piton Jalani Rehabilitasi Akibat Kecanduan Narkoba

0

Seekor ular piton sepanjang dua meter dimasukkan ke dalam penjara untuk menjalani rehabilitasi.

Kementerian Hukum Australia mengatakan, ular itu akan menghabiskan enam pekan untuk detoksifikasi dan akan dirawat oleh narapidana di Wildlife Care Center, Lembaga Pemasyarakatan John Morony, Windsor, New South Wales.

Menurut pengawas senior Lapas tersebut, Ian Mitchell, piton itu telah menyerap methamphetamine atau ice melalui kulitnya, dan diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya.

“Butuh waktu untuk menghilangkan efek obat dari sistem ular itu. Sebelumnya kami berhasil menenangkannya setelah beberapa bulan perawatan berhasil mengembalikan pola makan,” kata Mitchell, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (11/4)

Ular itu ditemukan oleh polisi setelah penggerebekan pada 2016 di sebuah laboratorium methamphetamine, dimana ular sering digunakan oleh bandar narkoba untuk menjaga obat mereka.

Sayangnya ular itu hidup di dalam kotak yang tercemar dengan radiasi dari methamphetamine dan partikel berbahaya lainnya sehingga ular menjadi kecanduan terhadap narkoba dengan konsekuensi yang berbahaya.

Ular itu menjadi gelisah, kerap menyerang dan sangat agresif jika tidak segera diberikan obat terlarang itu. Biasanya ular jenis itu tidak suka menyerang dan lebih suka berbaring.

Wildlife Care Center Lapas John Morony di Windsor, merupakan tempat untuk merehabilitasi narapidana dengan sistem keamanan yang tidak terlalu ketat. Para narapidana tersebut bertugas untuk memberi makan, membersihkan dan merawat beberapa hewan termasuk reptil yang mengalami cedera hingga sembuh.

Tujuan dibuatnya tempat itu agar dapat menanamkan dalam diri mereka rasa tanggung jawab dan pelayanan dalam diri narapidana. Sehingga ketika bebas narapidana menjadi lebih baik dan membuat masyarakat merasa lebih aman. (jpgroup)

Batam Shipyard Offshore Association: 20 Galangan Kapal Tutup

0

batampos.co.id – Kondisi industri galangan kapal (shipyard) di Batam kian mengkhawatirkan. Asosiasi perusahaan shipyard Batam atau Batam Shipyard Offshore Association (BSOA) mencatat, sejauh ini sudah ada 20 galangan kapal yang tutup karena sepinya pesanan.

“Anggota BSOA itu ada 50, dan 20 perusahaan sudah berhenti produksi,” kata Sekretaris BSOA, Suri Teo, Kamis (13/4).

Sementara 30 perusahaan lainnya mencoba bertahan karena masih menyelesaikan pesanan kapal di tahun lalu. Sebagian lainnya hanya melakukan perbaikan kapal-kapal kecil. Sedangkan mengenai jumlah karyawan, saat ini tinggal tersisa 2.500 orang.

Kondisi suram industri galangan kapal ini diperburuk oleh tarif jasa kepelabuhanan yang melambung. Tarif terbaru  yang dirilis Badan Pengusahaan (BP) Batam dinilai sangat memberatkan. “Untuk melakukan perbaikan kapal saja, para pemilik kapal akan menghitung kembali karena biayanya tinggi,” jelasnya.

Ia menjelaskan tarif utama yang dianggap tinggi adalah tarif labuh tambat. “Kalau bisa tarif labuh tambat itu turun agar bisa bersaing dengan tetangga,” jelasnya.

Memang untuk tarif kapal berbendera Indonesia masih kompetitif. Namun untuk kapal berbendera asing sangatlah tinggi. “Ya kami ingin tarifnya diturunkan untuk mengundang kapal besar masuk ke Batam,” jelasnya.

Ia menjelaskan Malaysia berwacana akan menerapkan tarif labuh tambat nol persen untuk kapal yang akan melakukan perbaikan. “Seharusnya kita bisa lebih dulu menolkan tarif tersebut,” jelasnya.

Dengan begitu, maka kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan dunia maritim akan bergerak. “Kru kapal akan isi minyak, air, dan akan berbelanja sehingga ekonomi bisa hidup,” ujarnya.

Sedangkan Anggota Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Pelabuhan dan Perdagangan Bebas Batam, Taba Iskandar, mengatakan permasalahan tarif jasa pelabuhan harus didudukkan antara lembaga BP Batam dan para pengusaha pelayaran.

“Masalah ini harus didudukkan secara kelembagaan. Jangan karena dulu ada kebocoran jadi ditimpakan dengan tarif mahal untuk tutup kebolongan tersebut,” ujarnya. (leo)

Gratis Konsultasi Pilihan Furniture yang Tepat

0
Salah satu dapur modern dibuat oleh Finn Cabinetry System and Interior Design.F. Kristina untuk batampos.

batampos.co.id – Selain menawarkan jasa pembuatan aneka perabot rumah dari berbagai macam kreasi, Finn Cabinetry System and Interior Design Batam, juga melayani jasa konsultasi tanpa biaya. Hal itu memberikan kemudahan kepada customer untuk menentukan pilihan furniture yang diinginkan.

“Kami dapat memberikan solusi atas keinginan customer,” ujar Penanggung Jawab Finn Cabinetry System and Interior Design Batam, Kristin Chandra, Rabu (12/4).

Dia mengatakan, selain mendapatkan jasa konsultasi gratis, apa
bila customer telah membuat perabot di Finn Cabinetry System and Interior Design, dalam tiga bulan ke depan setelah pembuatannya, perabot yang dibuat masih mendapatkan pelayanan khusus. “Petugas kami akan datang untuk melakukan pengecekan apabila ada masalah akan diperbaiki segera,” ungkapnya.

Kristin menyampaikan, mengenai material yang digunakan dalam pembuatan furniture adalah solid surface, material ini berkualitas international, dipilih karena tahan resapan air, tidak ada sambungan, lebih rapi, jika kotor bisa dipoles dan akan kebali seperti baru lagi. Selain menggunakan material solid surface, juga menggukan material flaywood. “Produk yang kami tawarkan anti rayap, anti lembab biasanya kerap terjadi di tempat cucian dan juga tidak berbau,” ungkap Kristin.

Dalam pengerjaan setiap perabotnya, anak cabang dari perusahaan CV Cipta Panel Perkasa Medan ini, menawarkan pembuatan dengan sistem knockdown. Sistem ini merupakan sebuah kontruksi pada produk furniture yang waktu pembuatannya agar bisa dibongkar dan dirakit lagi.

Kekuatan pada knockdown adalah seperti baut khusus yang di gunakan untuk merekatkan pada kontruksinya, dan furniture knockdown tanpa menggunakan paku bahkan lem untuk menyambungkan kontruksi.

“Seluruh komponen material sistem saling terkoneksi. Apa bila hendak pindah perabot bisa ikut dipindahkan dan tidak akan rusak, karena tidak menggunakan sistem paku yang dapat merusak material,” ucap Kristin.

Sambung Kristin, keunggulan dari sistem knockdown dapat dibongkar pasang, model dapat diganti tanpa harus menganti keseluruhan material, tingkat ketahananya terjamin, tidak merusak dinding atau perobot pemilik rumah, peroses pemasangan cepat. “Sistem knockdown kurang lebih seperti permainan puzzle,” paparnya.

Lebih lanjut Dia menyampaikan, untuk proses pembuatan furniture sendiri ditangani oleh para pakar yang ahli dibidangnya. Bukan sekedar bagus dan akan kemewahnya, tetapi setiap perabot yang dibuat selalu dipertimbangkan baik desain, kesesuain ruangan dan juga fungsinya. Hal itu dipertimbangkan untuk memberikan kemudahan bagi pemiliknya saat menggunakan fasilitas tersebut.

“Terorganisir pengambilan barang gampang, semua barang kebutuhan dalam jangkaun tangan dan gampang dibersihkan,” jelasnya.

Mengenai harga pembuatan furniture ditawarkan mualai dari Rp 60 juta. Untuk bisa mendapatkan semua itu, customer dapat mengunjungi kantor yang berada di Komplek Grand Niaga Mas Blok A Nomor 60 Batamcenter. (cr14)

LG Siap Ekspansi dengan Teknologi Inverter

0

batampos.co.id – Memasuki kuartal kedua tahun ini, PT. LG Electronics Indonesia meluncurkan beragam perangkat elektronik rumah tangga berbasis teknologi interver, Selasa (11/4).

Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Kevin Chou, Head of Air Solution B2C Sales & Marketing LG Headquarter, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Prof Dr Ir Iwa Garniwa dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Presiden Direktur PT. LG Electronics Indonesia Jaeyoung Lee mengatakan berbagai inovasi pun dibenamkan dalam koleksi besar yang tersebar dari AC, lemari es, mesin cuci hingga perangkat masak elektronik micro wave oven. Kehadiran koleksi ini, sekaligus menandai fokus perusahaan yang bakal lebih ekspansif dalam pemasaran perangkat elektronik rumah tangga berbasis inverter.

“Dunia sedang bergerak menuju teknologi yang lebih baik dan ramah lingkungan. Sebagai perusahaan yang telah menjadi bagian dari komunitas Indonesia sepanjang 26 tahun, menjadi kewajiban kami untuk lebih berperan aktif dalam perubahan ini melalui penyediaan perangkat elektronik berbasis inverter,” ujar Jaeyoung Lee.

Pemanfaatan teknologi inverter sebenarnya memang bukan hal baru bagi LG. Bahkan, pabrikan perangkat elektronik konsumer berbasis di Korea Selatan ini termasuk rajin mempromosikan teknologi ini pada beberapa tahun belakangan di Indonesia.

“Keseluruhan koleksi ini menggambarkan keberhasilan sekaligus visi besar perusahaan membawa aplikasi teknologi inverter pada tingkatan lebih tinggi,” ujar Jaeyoung Lee lagi.

Teknologi inverter akan memberikan banyak manfaat kepada konsumen, terbukti dan diakui lebih hemat listrik, durabilitas, dan kenyamanan. Disisi lain, kehadiran teknologi ini sejalan dengan pemerintah yang menjalankan kampanye besar bertajuk Potong 10 persen sebagai gerakan yang bertujuan memperluas kesadaran terkait perilaku hemat energi.

“Koleksi perangkat elektronik rumah tangga inverter LG pada tahun ini menjadi istimewa. Berbagai inovasi disematkan yang mengoptimalkan kerja hemat listrik dari teknologi inverter,” katanya

Tak hanya itu, LG pun dikatakannya melengkapi keseluruhan koleksi ini dengan fitur pendukung kesehatan untuk memperkuat keberadaannya sebagai penunjang gaya hidup modern yang lebih peduli kesehatan. (cr19)