Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13438

Lurah Dimutasi Setelah Tiga Bulan Tak Ngantor

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq melantik Rasandi menjadi Lurah Seiraya menggantikan lurah lama Taufik Ramdhani yang tidak masuk kantor selama tiga bulan, Selasa (11/4)

batampos.co.id – Bupati Karimun melantik Rasandi Oknadi Gea sebagai Lurah Seiraya, Kecamatan Meral, Selasa (11/4) kemarin. Rasandi mengisi jabatan Taufik Ramdhani yang tidak pernah masuk sejak dilantik tiga bulan lalu.

Pergantian pucuk pimpinan kelurahan ini dilakukan setelah perwakilan RT/RW Kelurahan Seiraya mengadu ke Bupati tatkala menyerahkan insentif 7 April lalu. Di hadapan orang nomor satu di Kabupaten Karimun itu, disampaikan mereka (RT maupun RW, red) tidak pernah melihat Lurah masuk kantor.

Menanggapi keluhan warga Seiraya, Bupati akhirnya menunjuk Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kantor Camat Tebing, Rasandi Oknadi Gea mengisi kekosongan itu. Namun menurut Bupati, mutasi di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang wajar.

“Mutasi maupun rotasi pejabat di lingkungan pemerintahan merupakan hal yang wajar. Artinya, tidak hanya Lurah, Kepala OPD pun diberlakukan hal yang sama. Apalagi mereka juga menandatangani pencapaian kinerja. Jadi terhadap kinerja mereka dievaluasi,” ujar Bupati.

Terpisah Rasandi Oknadi Gea mengaku siap memberikan pengabdian terbaik untuk masyarakat. “Jabatan itu merupakan amanah atau kepercayaan yang diberikan kepada saya. Dan saya pun berusaha memberikan pengabdian terbaik untuk menjawab amanah tersebut,” tutur Rasandi.

Hadir dalam pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pengawas (Eselon IV a) di antaranya Wakil Bupati Anwar Hasyim, sejumlah kepala OPD, Camat, Lurah serta RT dan RW se Kecamatan Meral. (enl)

BNI Buka Kantor Kas Baru di Teluk Uma

0
Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim membuka rekening baru di kantor Kas BNI Teluk Uma didampingi CEO BNI Region Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri Rahmad Hidayat dan Pemimpin BNI Cabang Tanjungbalai Karimun, Joko Teguh Sembodo. F.BNI Karimun untuk batampos.

batampos.co.id – BNI Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri, Senin (10/4) telah membuka kantor kas baru atau outlet di Teluk Uma, Kecamatan Tebing untuk memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat yang ada di daerah tersebut untuk bertransaksi dan melakukan bisnis, sehingga BNI semakin dekat dengan masyarakat.

”Selain itu, pembukaan kantor kas baru BNI di Teluk Uma, Kecamatan Tebing yang dilengkapi dengan ATM sebagai bentuk komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah bank kita dan juga dalam rangka memperluas jaringan. Dengan dibukanya kantor kas baru kita ini, maka saat ini BNI telah memiliki 147 outlet di seluruh Indonesia pada tahun ini,” ujar CEO BNI Sumbar, Riau dan Kepri, Rahmad Hidayat kepada Batam Pos, Selasa (11/4).

Outlet BNI di Teluk Uma yang dilengkapi ATM, katanya, merupakan otlet ke 104. Dan, jumlah mesin ATM juga bertambah menjadi 901 lokasi. Selain itu, BNI juga memiliki kantor cabang di luar negeri. seperti di Singapura, London, New York, Hongkong, Tokyo, Osaka, Myanmar dan Seoul. Dengan adanya kantor cabang BI di luar negeri dapat memberikan kemudahan ketika nasabah BNI berada di kota-kota tersbeut.

”Sebelum beroperasinya kantor kas baru BNI di Teluk Uma, BNI telah melayani kebutuhan para pelaku bisnis dan masyarakat yang membutuhkan jasa perbankan. Namun layanan tersebut dilakukan melalui hanya ada di Kantor Cabang Tanjungbalai Karimun, kantor cabang pembantu (KCP) Tanjungbatu, kantor kas (KK) Meral dan KK Sei Lakam. Dan, lokasi tersbeut cukup jauh untuk dijangkau masyarakatn yang ada di Teluk Uma. Untuk itu, melalui outlet yang baru ini kita berharap dapat layanan perbankan akan semakin mudah dan cepat diakses masyarakat di Teluk Uma,” papar Rahmad.

Dikatakan Rahmad, pembukaan outlet baru juga sebagai langkah untuk meningkatkan jumlah agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau laku pandai. Pembentukan outlet diperlukan sebagai back up outlet di daerah-daerah yang memiliki potensi untuk pembentukan agen laku pandai. Agen BNI46 adalah pihak ketiga yang bekerjasama dengan BNI yang menjadi perpanjangan tangan BNI dalam menyediakan layanan perbankan kepada masyarakat, berupa pembukaan rekening tabungan BNI Pandai, setoran tunai, penarikan tunai, pembayaran dan pembelian.
Sementara itu, M Ralleby selaku Head Of Business Banking BNI Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri menyebutkan, pembukaan kantor kas di Teluk Uma ini diharapkan juga akan dapat menopang rencana ekspansi kredit BNI dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

”BNI mendukung penuh program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR),” jelasnya.

Sebagai contoh, lanjut ralleby, tahun lalu BNI dapat melampaui target penyaluran KUR yang ditetapkan oleh pemerintah ke BNI. Khususnya, untuk wilayah Kepri, Riau dan Sumbar telah menyalurkan KUR kepada 3.026 debitur dengan total penyaluran sebesar Rp. 716 Miliar. Tahun ini, penyaluran KUR BNI khusus di Wilayah Kepri, Riau dan Sumbar ditargetkan meningkat sebesar 17,32 persen.

Sebagai wujud dukungan terhadap kemajuan perekonomian di Teluk Uma, selain Wakil Bupati Karimun yang membuka rekening di outlet yang baru tersbeut, juga diikuti dengan pembukaan rekening BUMDes Pangke yang nantinya akan ditunjuk sebagai Agen 46. (san)

Warga Tolak Penutupan Saricotama

0
Sepasang suami istri bekerja mengupas kelapa di perusahaan PT Saricotama Indonesia. F.Imam Sokarno/batampos.

batampos.co.id – PT.Saricotama Indonesia yang bergerak dalam pengolahan kelapa di Tanjungbatu, ditengarai tidak mengantongi izin usaha. Komisi III DPRD Karimun pun meminta perusahaan yang mempekerjakan masyarakat tempatan itu, menutup usahanya.

Namun nyatanya, ratusan pekerja masih beraktifitas siapa biasa. Seolah mereka tidak menghiraukan wacana penutupan tempat mencari nafkah tersebut.

Seperti yang disampaikan Mak Nur, 56. Warga yang tinggal di lapangan sepak bola Tanjungbatu itu mengaku, bersyukur PT.Saricotama Indonesia mau menampung, dan mempekerjakannya bersama suami. Meski sudah berusia senja, namun mereka masih mampu mendulang rupiah untuk menyambung hidup.

“Saya bersyukur masih bisa memiliki penghasilan per minggu sesuai pekerjaan yang saya selesaikan. Saya bekerja mengupas kelapa dengan penghasilan setiap pekan. Jujur saya merasa terbantu dengan adanya pengolahan kelapa di Tanjungbatu ini,” kata Mak Nur, Selasa (11/4) kemarin.

Pendapat yang sama juga disampaikan Yanti, 48, ibu rumah tangga yang tinggal di Urung Kecamatan Kundur Utara. Sebagai ibu rumah tangga Yanti pun mengaku bersyukur bisa bekerja di PT.Saricotama Indonesia mengupas kelapa. Dengan begitu, dirinya masih bisa memiliki penghasilan tambahan.

“Sebelumnya saya tidak memiliki penghasilan tambahan, sekarang ada penghasilan tambahan. Jelasnya, pabrik pengolahan kelapa ini cukup membantu ekonomi kami sebagai warga tempatan dan menciptakan lapangan pekerjaan,” tutur Yanti.

Wacana penutupan aktivitas PT.Saricotama terhembus pasca inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi III DPRD Karimun, beberapa waktu lalu. Hasil sidak ditemukan ada tiga perusahaan di Tanjungbatu Kecamatan Kundur yakni PT Saricotama Indonesia, PT Sadewa Cocoindoma, serta PT Star Grower disinyalir belum memiliki kelengkapan izin. Menindaklanjuti masalah perizinan tersebut, Komisi III menggelar rapat lintas komisi dengan memanggil pengelola perusahaan melakukan rapat dengar pendapat.

Secara terpisah Basri, salah satu pengelola perusahaan saat dimintai keterangan mengaku aktivitas PT. Saricotama Indonesia yang memproduksi ekspor kelapa kupas dan kopra di Tanjung Susup RT 03/RW03 Kelurahan Gadingsari Kecamatan Kundur beroperasi sejak 2013 lalu. Sejak awal perusahaan sudah mengurus beberapa surat izin surat yang menjadi standar operasional, seperti izin tempat usaha (SITU) nomor 2090/BPPT/SITU-805/2013 dari badan penanaman modal dan perizinan terpadu (BPPT) Kabupaten Karimun diterbitkan pada 18 Desember 2013. Surat keterangan terdaftar nomor 002249/WPJ-02/KP.1403/2013 terbit pada 12 Desember 2013. Serta surat rekomendasi dari RT/RW dan kelurahan Gadingsari nomor 024/503-SITU/XII/2013 tertanggal 05 Desember 2013.

Kemudian surat rekomdasi kelurahan dilanjutkan ke surat rekomendasi dari Kecamatan Kundur nomor 057/REK/XI/2013 tertanggal 05 Desember 2013. Selain itu surat izin ekspor inpor, izin terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS).
“Meski sudah mengantongi izin, tetap saja perusahaan kami dipersalahkan alasannya belum memiliki izin. Untuk itu kami minta penjelasan izin apa lagi yang harus dilengkapi,” serga Basri seraya menyebutkan, pekerja juga dimasukkan dalam program BPJS. (ims)

 

1.500 Turis menuju Benoa Bali Naik Kapal Cruise Pacific Eden

0
foto: cruiseadvice.com.au

Kapal Cruise Pacific Eden berangkat dari Darwin, Australia Minggu (9/4/2017) menuju Benoa, Bali.

Kapal wisata itu mengangkut 1.500 wisatawan.

Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Indonesia Kementerian Pariwisata Indroyono Susilo melaporkan hari Minggu itu. Dia mencatat bahwa cruise ini merupakan pelayaran yang bersejarah, karena kali pertama pelayaran yang akan bersandar di Pelabuahan Benoa dan bukan lego jangkar.

“Nanti tanggal 13 April, Kapal Cruise Pacific Eden milik P & O Corp-London, rencananya akan disambut Menpar Arief Yahya di Pelabuhan Benoa, di sana juga akan dilanjutkan dengan kegiatan FGD tentang Cruise Ship didalam kapal,” ujar Indroyono yang juga didampingi Konsul Jenderal RI Perth Ade Sarwono, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu dan mantan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dr Aji Sularso.

Lebih lanjut Indroyono mengatakan, bila ini sukses, maka akan ada rencana P & O Corp-London untuk Hub di Benoa. “Rencana itu nantinya memiliki beberapa persyaratan, namun nanti akan disampaikan oleh President P & O Langsung ke Menpar,” ujarnya.

Selain itu, tambah Indroyono, Direktur Operasi P & O Corp London Mike mengatakan, route awal ke Bali ini adalah “Proyek Rugi”. “Namun P & O berani masuk karena ada prospek potensi yang besar. Perlu ada dukungan Pemerintah,” tambah Indroyono yang juga mantan Menko Maritim itu.

Di hari yang sama, Tim Kemenpar juga berkunjung ke Fremantle Yacht Club Australia, yang beranggotakan 3.000 anggota dan 640 yachters. Rencananya Fremantle Yacht Club akan menggelar Yacht Rally route: dengan melewati jalur Perth-Benoa- Banyuwangi.

“Jalur Benoa-Banyuwangi bergabung dengan rute Sail Sabang 2017 sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan Sail Indonesia tahun 2017. Para yachter itu menggunakan social culture visa, dengan masa berlakunya 60 hari. Dengan begitu, yachter bisa berpetualang selama enam bulan di Indonesia,” tambah Indroyono.

Tercatat, mulai dari hari minggu (9/4) Indonesia sudah memiliki 5 Jalur Yacht di Indonesia. Yang perlu lebih digalang adalah partisipasi Pemda saat kapal yacht-yacht tersebut singgah di kota-kota mereka.

Para Kadisparpov, Kadisparkab dan Kadiaparkot juga harus siap menyajikan atraksi dan pelayanan yang strandart Wolrd Class kepada yachter tersebut.

“Mereka harus berperan sebagai focal point dan harus membuka nomer ponselnya kepada para yachter, sekiranya para yachters memerlukan bantuan. Kehadiran para Kadispar akan lebih meneguhkan posisi kepulauan Indonesia sebagai ‘Surga Yacht Dunia’,” ujar Indroyono.

Sebelumnya, jalur Darwin-Ambon juga akan dimulai kembali pada Juli 2017, dimana jalur tersebut akan kembali melewati Laut Banda. Menpar Arief Yahya juga menjadikan Sail Karimata-Tanjung Pinang 2016 menjadi Kepri Gerbang Wisata Bahari Indonesia dan Kepri Marine Festival International Event.

Arief Yahya menegaskan, jika Kepri sebagai daerah perbatasan (lintas batas) yang dekat dengan pasar Singapura. Selain itu menetapkan Sail Karimata-Tanjung Pinang pada tahun 2016 yang menjadikan Kepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia dan Kepri Marine Festival International Event. (*)

Masyarakat Anambas Tunggu Kedatangan Jokowi

0
Bandara Letung difoto dari udara. Sampai saat ini, bandara ini masih menunggu kepastian peresmian oleh Presiden RI Joko Widodo. F.Syahid/batampos.

batampos.co.id – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas menantikan kunjungan Presiden RI Jokowidodo untuk meresmikan Bandara Letung dan peresmian Resort bertaraf internasional yakni Pulau Bawah. Dalam kunjungan ini, masyarakat juga berharap, presiden juga bisa memperhatikan peningkatan pembangunan yang dibutuhkan Anambas.

Namun hingga saat ini kunjungan RI tersebut belum terdengar secara pasti dan masih dalam tahap wacana saja. “Kami masyarakat Anambas berharap Presiden RI dapat mengunjungi Anambas, jika itu bisa diwujudkan bisa dikatakan bagian dari sejarah bagi seluruh masyarakat Anambas,” ungkap Nurdin, salah satu tokoh masyarakat asal Kecamatan Jemaja Selasa (11/4).

Menurutnya, informasi yang dilontarkan dari sejumlah pejabat Anambas melalui sejumlah media dianggap isapan jempol saja, sebab ketika ditanya dengan beberapa pihak banyak yang mengatakan info itu belum pasti. Jika belum bisa memastikan ia berharap kepada pejabat agar tidak memberi informasi kepada masyarakat yang tidak bisa diwujudkan. “Mestinya pejabat Anambas harus bisa mewujudkan informasi yang telah disampaikan,” kesalnya.

Sementara itu Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Amat Yani mengatakan, bahwa wacana itu memang semulanya ada, namun saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak yang berkompeten di Pemerintahan Pusat melalui lintas partai.

Ia yakin Pemda juga melakukan hal yang sama, namun ia memperkirakan jadwal kinerja Presiden cukup padat dan itu perlu dilakukan komunikasi yang matang tentang pengaturan jadwal kunjungan Presiden.

“Kita berharap hal yang sama dan itu terus dilakukan koordinasi dengan pihak lintas Kementerian yang berkompeten. Saya yakin Presiden RI akan kunjungi Anambas jika memiliki jadwal yang matang dan Kita harus memaklumi jadwal kerja Presiden juga sangat padat,” ujarnya.

Kata Amat, wacana peresmian Bandara Letung semulanya bulan Maret 2017 dan ditunda lagi pada bulan Mei 2017 itu digelar bersamaan peresmian operasional Resort Pulau Bawah. Pemda juga masih berharap peresmian tersebut di lakukan oleh Presiden RI langsung. “Kami masih menunggu jawaban kepastian dari pihak Pemerintah Pusat. Pada prinsipnya Pemda dan DPRD siap melakukan penyambutan atas kunjungan Presiden RI ke Anambas,” ujarnya. (sya)

Tidore Memiliki Museum Maritim Dunia

0

Ribuan orang hadir dalam perhelatan Parade Juanga yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Tidore 2017, Senin (10/4/2017).

Festival tersebut acara puncaknya akan digelar pada tanggal 12 April 2017 di Tidore, Ternate. Dalam acara yang menghadirkan ratusan perahu itu nampak hadir Walikota Ternate Burhan Abdurahman yang menyambut Sultan Tidore Husain Sjah beserta bala tentara kesultana Tidore.

Sultan yang ke-37 itu datang menggunakan perahu Juanga dengan kawalan perahu Kora-kora alias Armada Perang. Setelah tiba di Ternate, iring-iringan Sultan kemdian menuju tanah raja, atau yang sering disebut Kafaton Tidore.

Nampak Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan Wisatawan Nusantara (Wisnus) menikmati perhelatan tersebut karena keunikan perahu dan keindahan alam Ternate.

“Ini bagian dari rangkaian festival, selain yang utama adalah silaturahmi dengan Sultan Tidore,” ujar Walikota Burhan.

Walikota menyambut rombongan juga dengan tarian Soya-soya dan tarian Cakalele. Dalam sambutannya, Sultan Tidore mengajak semua masyarakat Ternate, Wisman maupun Wisnus untuk hadir ke acara puncak Festival Tidore yang juga bertepatan dengan hari jadi kota Tidore yang jatuh pada tanggal 12 April.

“Silahkan datang ke acara kami,” ujar Sultan.

Nuansa Tidore juga perlahan-lahan mulai mendunia. Buktinya, sejarah Kesultanan Tidore yang menguasai daerah kelautan di timur Indonesia pada masa lalu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan, Maluku bakal meresmikan museum maritim dunia.

Kepala Dinas Pariwisata Tidore Kepulauan, Yakub Husain mengatakan peluncuran Museum Maritim Dunia ini berlangsung, Rabu (12/4). Peluncuran itu bersamaan dengan puncak hari Jadi Tidore ke-909.

“Museum maritim dunia itu menunjukkan Tidore memiliki sejarah panjang di dunia kelautan,” ungkap Yakub.

Dikatakannya, dulu wilayah teritori Kesultanan Tidore tidaknya Pulau Tidore tapi juga meliputi Papua Barat. Ketika kedatangan Spanyol di masa penjajahan kesultanan tidak pernah takluk atau bekerja sama. Menurutnya, alam maritim di Tidore ini menjadi nilai sejarah besar bagi kemaritiman Indonesia untuk Indonesia Timur. Semua ini menjadi modal untuk kepariwisataan.

Dia menambahkan, pada malam ini, Selasa (11/4), pada rangkaian HUT Tidore Kepulauan ke-909 juga menggelar Ratib. Selama pelaksanaan ratib ini seluruh lampu rumah masyarakat dipadamkan.

“Pemadaman itu agar masyarakat bisa lebih khusyuk,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti mengatakan, dalam memajukan pariwisata Tidore Kepulauan ini tidak hanya dilakukan pemerintah setempat. Namun butuh dukungan semua pihak.

“Upaya pengembangan pariwisata itu harus dilakukan semua pihak, atau semangat Indonesia Incorporated. Harus dikedepankan kolaborasi pemerintah untuk memajukan Tidore ini. Sebab upaya tidak hanya bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Harus semua stakeholder,” tandasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta kepada Festival Tidore untuk mengemasnya dengan skala dunia. Ia mengatakan kegiatan dan kemeriahan Festival Tidore harus digaungkan di sosial media, dan harus tersebar hingga dunia international.

“Kemasannya juga harus level international, agar Wisman juga tertarik dan menikmati atraksi di Tidore,” ujar Menpar. (*)

Tersangka Korupsi Kembalikan Uang Rp 1,1 Miliar

0
Kajati Kepri Yunan Harjaka (kiri) didampingi Wakajati Asri Agung memberikan keterangan terkait pengembalian uang korupsi senilai Rp 1 miliar di Kantor Kejati Kepri, Selasa (11/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kejati Kepri menerima pengembalian uang kerugian negara dari Wahyu Nugroho, tersangka dugaan korupsi dana hibah yang diterima KONI Natuna dari anggaran tahun 2011 senilai Rp 1,1 miliar.

Pengembalian tersebut dilakukan tersangka, Senin (10/4), dan diterima langsung tim penyidik Pidsus Kejati Kepri yang menangani perkara tersebut.

Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka mengatakan uang Rp 1,1 miliar yang dikembalikan tersangka dititipkan pihaknya ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Tanjungpinang.

“Walaupun yang bersangkutan telah mengembalikan kerugian negara. Bukan berarti akan menghapus tindak pidana korupsi yang mereka lakukan. Namun nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam proses penuntutan di persidangan,”ujar Yunan, Selasa (11/4).

Dikatakan Yunan, dalam penanganan kasus korupsi. Tujuan utamanya yakni untuk memulihkan keuangan negara. Pihaknya, juga telah menyita dokumen terkait penerimaan dana hibah.

“Saat ini tim penyidik juga sedang menyiapkan pemberkasan untuk dinaikkan kepenuntutan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor,”kata Yunan.

Seperti diketahui, Belum lama ini. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, menetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi. Kali ini, dua orang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi dana hibah yang diterima KONI Natuna tahun anggaran 2010 yang merugikan negara Rp 1,1 miliar.

Mereka yang ditetapkan tersangka yakni mantan Pelaksana tugas BPKD, Ir Wahyunugroho yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta Defri Edasa mantan Ketua harian KONI Natuna masa bakti 2006 – 2010 yang saat ini menjabat sebagai Kasi Liputan dan Olahraga Pusat Pemberitaan pada kantor LPPRRI di Jakarta.

Penetapan tersangka terhadap kedua orang tersebut dikakukan pihaknya setelah melalui serangkaian penyelidikan hingga penyidikan dan berkesimpulan untuk menetapkan tersangka.

Terjadinya dugaan korupsi dana hibah untuk KONI tersebut berawal ketika pengurus KONI masa bakti 2006 – 2010 mengajukan kepada Pemkab Natuna. Kemudian Pemkab Natuna mengalokasikan anggaran untuk kegiatan KONI itu.

“Masa bakti mereka itu habisnya awal Desember 2010. Sedangkan pencairannya terjadi di awal Januari 2011. Padahal mereka sudah tidak berhak untuk menerima dana hibah itu,” kata Yunan.

Untuk itu, terang Yunan, atas perbuatannya kedua orang tersebut dijerat pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 junto pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (tipikor) sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.(ias)

PLN Pasok Listrik di Karimun Jawa

0
Karimun Jawa

Dorong Wisata, PLN Pasok Listrik ke Karimunjawa 24 Jam

Kabar baik, Karimun Jawa kini telah terang benderang 24 jam!

Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah & D.I Yogyakarta, Hardian Sakti Laksana mengatakan, pasokan listrik 24 jam di Karimunjawa merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong industri pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sana.

“Karimunjawa merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Tengah, yang diharapkan mampu berkembang pesat seiring kehadiran listrik PLN 24 jam,” harap Sakti.

Menpar Arief Yahya sudah menetapkan 4 KSPN di Jawa Tengah. Diantaranya Borobudur Kab Magelang, Sangiran Sragen, Dieng Wonosobo-Banjarnegara dan Karimunjawa Jepara.

Menurut Sakti, saat ini sistem kelistrikan di Karimunjawa ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Legon Bajak, yang beroperasi sejak Mei 2016. Pembangkit tersebut memiliki kapasitas daya mampu hingga 2 x 2.200 kW, dengan beban puncak saat ini yang masih relatif kecil sebesar 612 kW.

“Hingga Maret 2017, pelanggan PLN di Karimunjawa mencapai 1.855 pelanggan rumah tangga, dan 86 pelanggan bisnis. Sedangkan total daya tersambung sebesar 3.279 kVA, dengan panjang jaringan listrik mencapai 45 km.”

Saat ini, lima pulau yang berpenghuni di Karimunjawa, dua diantaranya sudah teraliri listrik normal. Sejak diserah terimakannya pengoperasian sistem kelistrikan di Karimunjawa dari pemerintah kabupaten Jepara kepada PLN, pertumbuhan penjualan tenaga listrik di wilayah tersebut naik hingga 9% atau melebihi rata-rata kelistrikan nasional sebesar 6,5%.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh turunnya harga listrik, dimana sebelumnya masyarakat harus membayar sebesar Rp2.500/kWh. “Kini harga jual listrik yang ditetapkan pun makin murah sejak adanya PLTD Legon Bajak,” paparnya.

Ditambahkan, harga listrik untuk tarif rumah tangga ditetapkan sebesar Rp 1.467/kWh. Sedangkan untuk tarif bisnis berdasarkan standar biaya pokok produksi (BPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 2.332/kWh.

Sakti menegaskan, saat ini di Karimunjawa masih tersedia cadangan listrik, kurang lebih sebesar 3.000 kW atau kira-kira setara dengan tambahan 10 hotel besar. Jumlah tersebut merupakan peluang bagi para investor yang ingin mengembangkan usahanya, khususnya di sektor pariwisata di Pulau Karimunjawa.

Dengan jaminan energi listrik yang berlebih, saat ini potensi Karimunjawa sangat menjanjikan. Bahkan, sejumlah investor sudah melirik kawasan tersebut. Seperti Pabrik Es, Java Paradise Resort, Grand Mega Resort dan D’season Bandara. Total empat infrastruktur tersebut membutuhkan listrik sekitar  1 MW.

“Kami pun masih menunggu investor-investor lainnya untuk mengembangkan bisnisnya di Karimunjawa,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kepulauan Karimunjawa memiliki 27 pulau dengan 5 pulau yang telah berpenghuni. Lokasi ini merupakan salah satu wisata unggulan Jawa Tengah.

Beberapa objek wisata yang telah dikenal antara lain Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Besar, Spot Nyamplungan, Pantai Tanjung Gelam, Pulau Cilik, Pulau Tengah, dan Pulau Geleang.

Warsito (49), warga setempat tak menyangka, mimpinya tentang kehadiran PLN di Pulau Karimunjawa 24 jam akan menjadi kenyataan. Terlebih, setelah puluhan tahun ribuan masyarakat di pulau dengan julukan ‘Paradise of Java’ ini hidup dengan kondisi keterbatasan listrik.

“Adanya PLN dengan jaminan listrik 24 jam membuat warga Karimunjawa seolah bangkit dari mimpi untuk mewujudkan mimpi-mimpi baru,” kata Warsito, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir rental mobil. Sejak ada listrik non stop, mulai ada hotel-hotel baru, wisatawan yang berkunjung juga makin ramai. Hal senada dikatakan Trisno (52), penjual souvenir di area Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Karimunjawa.

“Hampir tiap malam Alun-alun Karimunjawa ramai wisatawan, ada yang sekedar nongkrong, wisata kuliner, cari aneka olahan makanan khas Karimunjawa, hingga cari souvenir oleh-oleh,” ujarnya. (*)

34 Pejabat Lulus Administrasi Open Bidding

0

batampos.co.id – Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel), Riono mengatakan 34 pejabat telah dinyatakan lulus administrasi dalam mengikuti pelelangan (open bidding) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Namun kelulusan itu hanya bagi pejabat yang melamar dienam kursi saja sedangkan tiga kursi lagi masih diperpanjang pendaftarannya.

“34 pejabat yang lulus seleksi administrasi itu melamar dienam kursi JPTP. Mereka ada yang lulus disatu kursi dan ada juga lulus dua sampai tiga kursi sekaligus,” ujar Riono ketika dikonfirmasi, Selasa (11/4).

Dijelaskan Riono, Pemko Tanjungpinang membuka open bidding sebanyak sembilan kursi JPTP. Diantaranya enam kursi JPTP dikhususkan pejabat eselon II dan III Pemko Tanjungpinang dan enam kursi lagi diperuntukan pejabat eksternal. Mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) kabupaten/kota dan provinsi se Kepri serta anggota TNI dan Polri.

34 pejabat yang lulus seleksi administrasi itu, kata Riono melamar dikursi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik Hukum dan Kemasyarakatan, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud), Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP), serta Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

“Jadi yang belum diumumkan ada tiga kursi. Yaitu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” bebernya.

Ditanya alasan tiga kursi itu belum diumumkan, Riono mengaku sebenarnya sudah ada pejabat yang melamar di tiga kursi JPTP itu. Namun yang melamar masih mendominasi pejabat internal saja. Sedangkan pejabat eksternal Pemko Tanjungpinang belum ada.

Tim Pansel, sambung Riono menginginkan tiga kursi itu dilamar oleh pejabat dari kabupaten/kota lain mapun pejabat dari Provinsi Kepri. Bahkan juga diberikan kesempatan bagi anggota TNI dan Polri untuk mengisi ketiga kursi tersebut.

“Kami perpanjang pendaftaraan khusus tiga kursi itu dari 11-18 April. Atau terhitung lima hari masa kerja,” jelasnya.

Riono menambahkan bagi pejabat lulus seleksi administrasi maupun pejabat yang ingin melamar ditiga kursi tersebut dapat melihat dilaman website www.tanjungpinangkota.go.id. Dilaman tersebut dapat diketahui kursi yang dilelang maupun pejabat yang sudah melamar.

“Akses saja website itu. Karena bisa mendapatkan informasi sedetailnya terkait open bidding tersebut,” ungkap Riono yang juga menjabat Sekda Pemko Tanjungpinang. (ary)

Akhir Bulan Ini Pandeglang Ulang Tahun, saatnya Makan Enak, Mampir Ya…

0
foto: pabosi.net

Bersempena hari jadi ke-143 Kota Pandeglang, Provinsi Banten akan menggelar Food Festival yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017 di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten.

“Inilah kesempatan Pandeglang memantapkan diri sebagai destinasi pariwisata level dunia, telebih Kota Pandeglang memiliki keuntungan letak geografis karena berdekatan dengan Ibukota Jakarta dan bisa ditempuh selama 3,5  jam berkendara. Kita akan tebar pesona di acara ini dengan menggelar Pandeglang Food Festival 2017,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati yang juga didampingi Ketua Penyelenggara Pandeglang Food Festival 2017, Widi Widiasmanto.

Widi mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang juga mendukung acara akbar ini. Pria yang juga Ketua PHRI Pandeglang itu menambahkan, acara ini dilaksanakan sebagai momentum menyambut HUT Kota Pandeglang yang ke 143.

Dalam acara nanti, akan disiapkan beragam acara menarik yang melibatkan seluruh unsur budaya mulai tampilan makanan khas, seni budaya tradisional, pameran produk seperti hasil karya ukir dan anyaman khas daerah setempat.

“Semua unsur itu terlebur menjadi satu acara ini,” katanya.

Selain didukung oleh Kemenpar, acara ini juga yang diprakarsai oleh PHRI Pandeglang, Dispar Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten. Widi memaparkan, pagelaran tersebut juga akan melibatkan para pelaku jasa wisata Hotel dan Restaurant disekitar Banten, industri pariwisata dan masyarakat setempat.

“Kami juga mengadakan Kolaborasi dengan Dinas Perikanan Pemprov Banten membuat acara yakni Gerakan Makan Ikan dimana gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Ini acara yang menarik, gairah ini muncul karena kami terdorong atas semangat pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pariwisata,” ujarnya.

Person in Charge (PIC) Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Tanjung Lesung Ida Irawati mendukung gelaran Pandeglang Food Festival 2017. Acara tersebut, menurutnya akan menjadi atraksi yang seru di Banten.

“Event ini akan menumbuhkan pariwisata yang lengkap serta ditunjang dengan pembangunan infrastruktur jalan dan akses yang cepat, murah dan mudah dijangkau. Hal itu juga akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan Tanjung Lesung,” ujarnya.

Seperti diketahui, dari segi amenitas Kemenpar berkoordinasi dengan pihak terkait dan terus digenjot. Di kawasan Tanjung Lesung beberapa pembangunan mulai terlihat seperti Airstrip, tahapan phase dua Kalicaa Villa, Revati Residence, Kampoeng Sawah, Ladda Beach Village, persiapan develop Yacht Club and Dive Centre.

“Serta tahap program pembangunan infrastruktur terpadu kampung Cikadu di Buffer zone KEK Tanjung Lesung dari BPIW KemenPUPR, yang sedang dalam tahap lelang penunjukkan kontraktor pelaksana, semoga Tanjung Lesung terus mengalami peningkatan yang signifikan untuk Pariwisata Indonesia,” harap Ida.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan terus menekankan kepada 10 destinasi prioritas atau biasa disebut dengan 10 Bali Baru untuk terus ngebut dengan semangat Indonesia Incoporated.

“Jangan lupa juga menjaga dan terus meningkatkan akses, amenitas dan atraksi di destinasi,” kata pria asli Banyuwangi itu. (*)