Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 1344

9 Hari Operas Patuh Seligi 2025, 368 Pengendara Ditilang

0
Personel Satlntas Polresta Barelang membagikan striker dan brosur berisikan pesan keselamatan berkendara di Traffic Light Simpang Jam Flyover Laluan Madani, Batam Kota. F.Afid untuk Batam Pos

batampos– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Barelang selama 9 hari Operasi Patuh Seligi 2025 menindak 368 pengendara. Selain itu, polisi turut mengeluarkan 680 teguran dengan berbagai pelanggaran

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan dalam operasi ini, pihaknya melakukan penindakan dengan metode Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile.

“Tindakan ttegas berupa penilangan ini dilakukan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.

Adapun pelanggaran yang ditindak menggunakan ETLE yakni pengendara yang tidak mengantong SIM, STNK, serta pengendara tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan yang sah.

“Dengan tindakan penegakan hukum ini, kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mematuhi peraturan demi keselamatan bersama,” katanya.

Afid menjelaskan selama Operasi ini, Satlantas Polresta Barelang rutin menyambangi sekolah-sekolah.

Afid menjelskan dalam operasi ini, pihaknya rutin turun ke jalanan untuk membagikan stiker dan brosur himbauan keselamatan berkendara. Kemudian menyambangi sekolah dengan tema Police Go to School.

“Selain penindakan dan teguran, kami menekankan pentingnya edukasi sejak usia dini untuk menekan angka pelanggaran, terutama yang melibatkan pengemudi di bawah umur,” ungkapnya.

Diketahui, Operasi Patuh Seligi 2025 ini berlangsung selama 2 pekan ini, yakni 14 hingga 27 Juli mendatang. Pperasi bertemakan Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas.

Selama operasi, polisi menyasar kepada 7 pelanggaran lalu lintas yang kerap menyebabkan kecelakaan di jalan. Seperti pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara yang masih di bawah umur, dan pengendara motor yang berboncengan lebih dari 1 orang.

Kemudian pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara mobil yang tidak menggubakan safety belt, pengendara yang dipengaruhi alkohol, pengendara melawan arus, serta pengendara yang melebihi kecepatan.

“Imbauan ke pengendara agar mematuhi aturan jalan, dan jadilah pelopor keselamatan,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel 9 Hari Operas Patuh Seligi 2025, 368 Pengendara Ditilang pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalur Roro Batam ke Johor

0
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis (tengah) bersama jajaran BP Batam. F. Humas BP untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memaparkan hasil studi kelayakan pembukaan jalur Roro Batam – Johor kepada para pemangku kepentingan dalam forum Management Expose yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (22/7).

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 40 peserta dari kementerian dan lembaga terkait. Hadir juga Konsulat Jenderal RI Johor Bahru serta mitra kajian dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, mengatakan, pembukaan jalur Roro ini menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Batam ditargetkan menjadi role model pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan menangkap peluang dari pembukaan jalur Roro ke Johor,” kata Fary yang hadir mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Fary menyebut, melalui forum ini BP Batam ingin menyampaikan gambaran utuh terkait kelayakan proyek tersebut. Hasil studi menunjukkan proyek ini layak dari aspek teknis, finansial, lingkungan, hingga sosial.

“Expose ini menjadi ruang untuk menyampaikan hasil kajian secara menyeluruh, agar seluruh pihak memahami bahwa proyek ini memang layak dikembangkan,” jelasnya.

Kajian dilakukan oleh tim ahli dari PUSTRAL UGM yang melibatkan Prof. Nur Yuwono sebagai ketua tim, serta Ir. Ikaputra dan Ir. Dwi Ardianta Kurniawan.

Mereka menyimpulkan proyek ini memenuhi syarat kelayakan dari aspek pasar, hukum, operasional, dan manajemen risiko.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, turut menyatakan optimismenya atas rencana tersebut.

Meski masih ada sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti, seperti penyesuaian aturan dan kerja sama lintas negara, ia yakin proyek ini dapat segera direalisasikan.

“Secara infrastruktur dan operasional jalur ini layak. Tinggal pembenahan aturan dan koordinasi lanjutan antara Johor dan Batam,” ujar Sigit.

Ia berharap konektivitas ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata kedua wilayah. “Kami berharap proyek ini segera terwujud. Dampaknya akan sangat signifikan, terutama dari sisi perdagangan dan wisata,” kata Sigit.

Sejumlah pejabat turut hadir, seperti Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian Bobby Chris Siagian, Koordinator Malaysia–Brunei Kemenlu Retno Supeni, serta jajaran deputi dan direktur di lingkungan BP Batam. (*)

Artikel Jalur Roro Batam ke Johor pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalur Roro Batam ke Johor

0
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis (tengah) bersama jajaran BP Batam. F. Humas BP untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memaparkan hasil studi kelayakan pembukaan jalur Roro Batam – Johor kepada para pemangku kepentingan dalam forum Management Expose yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (22/7).

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 40 peserta dari kementerian dan lembaga terkait. Hadir juga Konsulat Jenderal RI Johor Bahru serta mitra kajian dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM.

Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, mengatakan, pembukaan jalur Roro ini menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Batam ditargetkan menjadi role model pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan menangkap peluang dari pembukaan jalur Roro ke Johor,” kata Fary yang hadir mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Fary menyebut, melalui forum ini BP Batam ingin menyampaikan gambaran utuh terkait kelayakan proyek tersebut. Hasil studi menunjukkan proyek ini layak dari aspek teknis, finansial, lingkungan, hingga sosial.

“Expose ini menjadi ruang untuk menyampaikan hasil kajian secara menyeluruh, agar seluruh pihak memahami bahwa proyek ini memang layak dikembangkan,” jelasnya.

Kajian dilakukan oleh tim ahli dari PUSTRAL UGM yang melibatkan Prof. Nur Yuwono sebagai ketua tim, serta Ir. Ikaputra dan Ir. Dwi Ardianta Kurniawan.

Mereka menyimpulkan proyek ini memenuhi syarat kelayakan dari aspek pasar, hukum, operasional, dan manajemen risiko.

Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, turut menyatakan optimismenya atas rencana tersebut.

Meski masih ada sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti, seperti penyesuaian aturan dan kerja sama lintas negara, ia yakin proyek ini dapat segera direalisasikan.

“Secara infrastruktur dan operasional jalur ini layak. Tinggal pembenahan aturan dan koordinasi lanjutan antara Johor dan Batam,” ujar Sigit.

Ia berharap konektivitas ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata kedua wilayah. “Kami berharap proyek ini segera terwujud. Dampaknya akan sangat signifikan, terutama dari sisi perdagangan dan wisata,” kata Sigit.

Sejumlah pejabat turut hadir, seperti Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian Bobby Chris Siagian, Koordinator Malaysia–Brunei Kemenlu Retno Supeni, serta jajaran deputi dan direktur di lingkungan BP Batam. (*)

Artikel Jalur Roro Batam ke Johor pertama kali tampil pada Metropolis.

BI Edarkan Uang Baru Rp 13 Miliar di 5 Pulau Kepri

0
Perwakilan BI Kepri menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025. Foto.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos- Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan BI Kepri menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025. Kegiatan yang bekerjasama dengan TNI AL ini untuk mengedarkan uang kartal baru di 5 pulau terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Provinsi Kepri.

Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hasan Basri 382. Tujuannya, ke Pulau Tarempa (Anambas), Pulau Midai dan Subi Besar (Natuna), Pulau Tambelan (Bintan), dan Pulau Singkep (Lingga).

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya. Untuk di Pulau Kepri ini, BI menyediakan uang senilai Rp 13 miliar.

“Kami menarik uang lusuh, dan kami juga melakukan edukasi cinta, bangga, dan paham rupiah,” ujarnya usai melepas Tim Pejuang Rupiah beserta kapal di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Selasa (22/7) pagi.

Ia menjelaskan ekspedisi ini merupakan yang ke 11, dan dimulai dari Kendari. Untuk tahun 2025, BI menargetkan kegiatan ini di 18 wilayah atau sebanyak 91 pulau.

“Seluruh Indonesia, uang yang disediakan itu Rp 160 miliar. Penukaran nanti, sesuai persyaratan yang akan dicek para Pejuang Rupiah,” katanya.

Menurut dia, penggunaan kapal perang dalam ekspedisi ini akan menarik perhatian masyarakat pulau. Sehingga, antusias penukaran uang akan menjadi lebih tinggi.

“Tahun depan akan kita lakukan lagi. Mungkin di wilayah yang berbeda lagi,” ungkapnya.

Sementara Komandan Lantamal IV Batam, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko menyambut baik kegiatan dan kerjasama ini. Menurut dia, ekspedisi ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan uang laik edar.

“Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa yang harus senantiasa kita jaga sebagai wujud nyata ajang bela negara,” ujarnya.

Ia menjelaskan TNI AL selalu siap dan sebagai gard terdepan untuk menjaga dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Disinilah titik temu kerjasama yang dibangun antara elemen 2 bangsa, yaitu BI dan TNI AL. Yakni kesamaan menjaga kedaulatan bangsa dan kepentingan pembangunan Indonesia,” tutupnya.  (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Artikel BI Edarkan Uang Baru Rp 13 Miliar di 5 Pulau Kepri pertama kali tampil pada Metropolis.

Program Doktor UT Raih Akreditasi Unggul, Pendaftaran Mahasiswa Baru UT Baram Tembus 4.000-an Orang

0
Ilustrasi gedung UPBJJ-UT Batam di Sekupang.

batampos – Universitas Terbuka (UT) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Salah satu program studinya, yakni Program Doktor Ilmu Manajemen, baru saja meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Pencapaian ini sekaligus menegaskan kualitas UT Batam sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh yang kredibel terpercaya di Indonesia dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, menyampaikan bahwa akreditasi unggul untuk program doktor ini menjadi bukti bahwa sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) yang diterapkan UT memiliki mutu setara dengan perguruan tinggi konvensional. Menurutnya, UT Batam terus berbenah, tidak hanya dari sisi sistem pembelajaran yang fleksibel, tetapi juga dari kualitas kurikulum, layanan akademik, hingga sumber daya pengajar.

“Alhamdulillah, Program Studi Doktor Ilmu Manajemen kami telah mendapatkan akreditasi unggul dari LAMEMBA. Ini adalah salah satu pencapaian besar dan menjadi pengakuan bahwa UT Batam layak menjadi pilihan utama masyarakat Kepri yang ingin menempuh pendidikan tinggi hingga jenjang S3,” ungkap Angga, Selasa (22/7).

UT Batam saat ini memiliki empat fakultas utama dan satu program pascasarjana yang menaungi 57 program studi dari jenjang diploma, sarjana, magister hingga doktor. Empat fakultas tersebut yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Sains dan Teknologi (FST). Sementara Program Pascasarjana UT Batam saat ini telah membuka Program Magister dan Doktor, dengan jumlah peminat yang terus meningkat.

Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat, UT Batam mencatat pendaftaran mahasiswa baru mencapai lebih dari 4.000an orang hingga pertengahan Juli 2025. Dari jumlah itu, sekitar 3.200an orang telah melakukan daftar ulang dan membayar biaya pendaftaran yang sangat terjangkau, yakni hanya Rp100.000. Pendaftaran mahasiswa baru akan ditutup pada 5 Agustus 2025.

“Saat ini jumlah mahasiswa aktif kami sekitar 15 ribuan orang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kepri. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran jarak jauh sangat sesuai dengan kondisi geografis Kepri yang terdiri dari pulau-pulau dan wilayah laut,” jelas Angga.

UT Batam menawarkan biaya pendidikan yang relatif terjangkau. Untuk program S1, biaya kuliah dimulai dari Rp1.150.000 hingga Rp3.300.000 per semester, tergantung jenis paket dan program studi yang diambil. Untuk jenjang Magister, mahasiswa cukup membayar sekitar Rp8,5 juta per semester. Sedangkan Program Doktor dikenakan biaya Rp12,5 juta per semester. Bagi mahasiswa yang mengambil sistem non-paket, biaya kuliah dihitung berdasarkan SKS.

Angga juga menegaskan bahwa UT membuka peluang luas bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa batasan usia, tahun ijazah, maupun masa belajar.

“Kami adalah perguruan tinggi yang terbuka. Cukup lulus SMA atau sederajat, semua masyarakat bisa kuliah di UT. Tidak harus meninggalkan pekerjaan atau aktivitas harian karena pembelajaran bisa dilakukan secara fleksibel dari mana saja, kapan saja,” ujarnya.

Sebagai pelengkap sistem belajar mandiri, UT Batam juga menyediakan layanan akademik pendukung seperti orientasi mahasiswa baru, pelatihan keterampilan belajar jarak jauh, workshop penyusunan tugas, dan klinik ujian untuk menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). Tujuannya adalah untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu dan meraih nilai memuaskan.

“Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Kami siapkan banyak layanan agar mahasiswa tetap merasa didampingi. Inilah keunggulan sistem kami,” tegasnya.

Pada akhir Agustus 2025 mendatang, UT Batam juga akan menggelar wisuda bagi sekitar 1.000an mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Dengan pencapaian akreditasi unggul dan sistem pendidikan yang fleksibel, UT Batam semakin menunjukkan perannya sebagai jendela kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas, terjangkau, dan inklusif untuk seluruh masyarakat Kepri. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Artikel Program Doktor UT Raih Akreditasi Unggul, Pendaftaran Mahasiswa Baru UT Baram Tembus 4.000-an Orang pertama kali tampil pada Metropolis.

Belasan Bak Amrol Rusak di Bintan, DLH Kekurangan Anggaran

0
Bak sampah rusak Bintan
Bak sampah di daerah Gesek, Kecamatan Toapaya rusak sehingga sampah berserakan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Belasan bak amrol atau kontainer sampah di Kabupaten Bintan dilaporkan mengalami kerusakan. Fasilitas yang digunakan untuk menampung dan mengangkut sampah itu tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Bintan Timur dan Toapaya.

Meski dalam kondisi rusak, bak amrol tersebut masih digunakan karena belum ada pengganti. Hal ini menyebabkan sampah berserakan di beberapa titik, salah satunya di wilayah Gesek, Kecamatan Toapaya.

“Baunya menyengat dan tidak jarang sampahnya terbang ke mana-mana,” keluh Setianus, warga Toapaya, Selasa (22/7/2025). Ia berharap pemerintah segera memperbaiki fasilitas pengelolaan sampah demi kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan, Niken Wulandari, membenarkan bahwa sebagian besar dari total 39 unit bak amrol mengalami kerusakan.

“Saat ini ada belasan bak amrol yang rusak. Beberapa sudah kami perbaiki, sisanya masih sekitar 5 hingga 7 unit lagi,” kata Niken.

Namun, menurut Niken, ada empat unit bak amrol yang sudah dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa diperbaiki. Perlu pengadaan baru untuk menggantikan unit tersebut.

“Biaya perbaikan empat bak amrol ini sangat besar, dan kami belum memiliki anggaran untuk pengadaan baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, peremajaan dan pengadaan fasilitas pengelolaan sampah merupakan kebutuhan mendesak, mengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di seluruh wilayah Bintan. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel Belasan Bak Amrol Rusak di Bintan, DLH Kekurangan Anggaran pertama kali tampil pada Kepri.

Ruangan Kelas SMKN 1 Batam Terbakar, Diduga Akibat Korsleting

0
Ilustrasi. Kebakaran. 
batampos – Kebakaran terjadi di salah satu ruangan kelas SMK Negeri 1 Batam pada Selasa (22/7) dini hari. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi saat sekolah dalam kondisi kosong. Beruntung, api berhasil cepat dipadamkan sehingga tidak menyebabkan kerusakan lebih luas.
Kepala SMKN 1 Batam, Deden Suryana, membenarkan adanya insiden kebakaran tersebut. Ia mengatakan bahwa kebakaran hanya berdampak pada sebagian kecil perabotan di dalam ruangan dan tidak sampai merembet ke ruangan lainnya. “Sudah berhasil ditangani dan tidak berdampak pada kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat. Mereka memastikan titik api tidak menjalar ke ruangan lain yang berdekatan. Beberapa kursi, meja, dan peralatan pembelajaran terlihat hangus terbakar.
Menurut informasi awal, korsleting listrik menjadi penyebab kuat kebakaran ini. Saat kejadian, sekolah dalam keadaan sepi karena sudah di luar jam operasional. “Kami akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap instalasi listrik di seluruh ruangan untuk menghindari kejadian serupa,” tambah Deden.
Ia juga menjelaskan bahwa situasi sekolah dalam sepekan ini masih berada dalam masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru. “MPLS baru akan berakhir Jumat nanti, jadi kegiatan pembelajaran reguler memang belum sepenuhnya berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, untuk siswa kelas 11 dan 12, kegiatan belajar masih berlangsung secara daring. Hal ini karena sebagian besar tenaga pengajar sedang fokus dalam pelaksanaan MPLS. “Jadi tidak ada hambatan atau gangguan yang berarti akibat kebakaran ini,” tambah Deden.
Langkah perbaikan mulai dilakukan oleh pihak sekolah. Ruangan yang terbakar akan segera diperbaiki dan dibersihkan agar dapat digunakan kembali. Sementara aktivitas belajar mengajar dialihkan sementara ke ruangan lain atau dijalankan secara daring.
Pihak sekolah juga akan melakukan evaluasi sistem kelistrikan, termasuk menyusun langkah-langkah pencegahan. “Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Keamanan siswa dan guru adalah prioritas utama kami,” tutup Deden. (*)
Reporter: Eusebius Sara 

Artikel Ruangan Kelas SMKN 1 Batam Terbakar, Diduga Akibat Korsleting pertama kali tampil pada Metropolis.

Harga Bawang Merah Jawa di Batam Tembus Rp 70 Ribu per Kg

0
Bawang merah dijual hingga Rp 70 ribu per kilogram. Foto: jawapos.com

batampos –  Harga bawang merah jenis Jawa kembali melonjak tajam di pasar-pasar tradisional Kota Batam. Saat ini, bawang tersebut dijual hingga Rp 70 ribu per kilogram, bahkan lebih tinggi jika dibeli secara eceran, yakni Rp 8 ribu per ons.

Kondisi ini membuat sejumlah pembeli, terutama kaum ibu rumah tangga, kelimpungan. Mereka mengeluhkan lonjakan harga yang dinilai memberatkan pengeluaran dapur.

“Kalau beli sekilo jelas berat, sekarang beli seperempat aja udah Rp 17–18 ribu. Padahal biasanya cuma Rp 8 ribuan,” ujar Nur salah seorang ibu yang tengah berbelanja di pasar.

Tak sedikit dari mereka yang terpaksa beralih menggunakan bawang merah jenis birma, meskipun harganya juga tak murah, yakni Rp 30 ribu per kilogram. Begitu juga Nur, yang beralih membeli bawang Birma meski tidak terlalu suka.

“Terpaksa pakai bawang birma saja sekarang. Mesku rasanya tak seenak bawang jawa, tapi jadilah,” imbuh Nur.

Sementara, Siti ibu rumah tangga lainnya mengeluhkan kondisi tersebut. Bagaimana bawang merah bisa seharga daging. Padahal bawang kebutuhan wajib setiap memasak.

“Bawang itu wajib di dapur. Kami enggak bisa masak tanpa bawang. Harusnya pemerintah bisa jaga pasokan dan harga supaya enggak menyiksa rakyat kecil,” ujar Siti, sebutnya.

Pantauan Batam Pos di sejumlah pasar tradisional seperti Botania dan Pasar Mustafa, harga bawang merah Jawa stabil di kisaran Rp 70 ribu per kg. Bahkan, pedagang banyak yang enggan menjual per kilogram dan lebih memilih menjual eceran dalam satuan ons karena lebih cepat laku.

“Justru eceran lebih mahal. Kalau dihitung per ons bisa Rp 80 ribu per kilo. Tapi pembeli tetap pilih beli sedikit-sedikit karena tidak kuat beli banyak,” kata Dedi, pedagang sayur di Botania Batam Kota.

Selain bawang Jawa dan birma, harga komoditas lainnya seperti telur dan daging beku masih tetap tinggi. Kondisi ini pastinya menambah beban belanja rumah tangga masyarakat.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanton, belum memberikan tanggapan atas kenaikan harga bawang tersebut. Pesan singkat yang dikirimkan wartawan Batam Pos belum direspon. (*)

Reporter: Yashinta

Artikel Harga Bawang Merah Jawa di Batam Tembus Rp 70 Ribu per Kg pertama kali tampil pada Metropolis.

395 Pohon Ketapang Ditanam di DAS Kawal Gunakan Dana Sawit

0
Penanaman pohon Bintan
Bupati Bintan, Roby Kurniawan menanam pohon ketapang kencana di Kawasan Embung DAS Kawal di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya pada Selasa (22/7). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Sebanyak 395 batang pohon Ketapang Kencana ditanam di kawasan Embung DAS Kawal, Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Bintan, pada Selasa (22/7). Penanaman ini menggunakan dana bagi hasil (DBH) sawit yang diterima Pemerintah Kabupaten Bintan tahun 2025.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan, Niken Wulandari, menyebut, tahun ini Pemkab Bintan menerima DBH sawit sebesar Rp220 juta dari pemerintah pusat.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman pohon di lahan milik pemerintah daerah yang berbatasan langsung dengan kebun sawit.

“Lahan ini berbatasan dengan lahan sawit, jadi kita manfaatkan untuk penghijauan,” ujar Niken.

Menurutnya, tanaman Ketapang Kencana dipilih karena memiliki kemampuan menahan air dan mengikat tanah, cocok untuk rehabilitasi kawasan tangkapan air seperti embung.

“Mudah-mudahan 10 hingga 15 tahun ke depan kawasan ini bisa menjadi lebih hijau dan rindang,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyatakan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam merehabilitasi lahan-lahan kritis di Bintan.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di beberapa lokasi seperti kawasan Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan. Kali ini, dengan dukungan dana sawit, penanaman pohon dilakukan di kawasan Embung DAS Kawal.

“Ini bukan sekadar penanaman pohon untuk hari ini, tapi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,” ujar Roby.

Ia menegaskan, rehabilitasi lahan adalah bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan menjaga keberlangsungan ekosistem yang pada akhirnya akan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Semoga langkah kecil ini memberi manfaat besar bagi masa depan Bintan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Slamet Nofasusanto 

Artikel 395 Pohon Ketapang Ditanam di DAS Kawal Gunakan Dana Sawit pertama kali tampil pada Kepri.

Terdakwa Pembunuh Honorer Dinas CKTR Bantah Saksi, Akui Pembunuhan di Depan Hakim

0
terdakwa pembunuh honorer dinas CKTR bantah keterangan saksi, mengaku kerap dibully. Foto Aziz Maulana/Batam Pos

batampos – Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri Batam mendadak tegang saat digelar sidang perdana perkara pembunuhan dengan terdakwa Faras Kausar, seorang pegawai honorer di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam. Faras didakwa menghabisi nyawa rekan kerjanya sendiri secara brutal di lingkungan kantor dinas tersebut pada April 2025 lalu.

Sidang yang berlangsung Selasa (22/7) dipimpin Hakim Ketua Irfan Lubis. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martua menghadirkan sejumlah saksi yang merupakan pegawai di dinas tempat terdakwa dan korban bekerja.

Salah satu saksi, Habib, dalam keterangannya menyebut kejadian berlangsung cepat dan tanpa didahului pertengkaran.

“Saat itu kami sedang duduk santai di belakang kantor. Saya berpapasan dengan terdakwa yang berjalan lebih dulu. Di lokasi, korban datang dan bersalaman dengan terdakwa, tiba-tiba langsung digorok,” ujar Habib di hadapan majelis hakim.

Habib mengaku tidak melihat terdakwa membawa pisau sebelumnya. “Ketika saya lihat, korban sudah bersimbah darah. Saya langsung mendorong tubuh terdakwa ke arah pagar dan mencoba melepaskan pisau dari tangannya. Dia hanya diam. Kami langsung minta bantuan dan memanggil ambulans,” jelasnya.

Dalam kesaksiannya, para pegawai mengaku tidak mengetahui motif pasti pembunuhan. Mereka menilai terdakwa dikenal pendiam dan tidak pernah terlibat konflik terbuka dengan korban maupun rekan kerja lainnya.

“Kalau dia bilang karena dibully, kami tidak mengetahui. Sejauh kami tahu, tidak pernah ada perlakuan seperti itu di kantor,” kata Habib.

Namun Faras justru membantah kesaksian tersebut. “Saya keberatan dengan keterangan saksi. Saya merasa dibully. Posisi saat itu seperti BAP itu saya gorok bagian dekat kuping bawah korban sebanyak tiga kali,” ucap Faras dengan datar.

Pernyataan itu langsung ditanggapi tegas oleh hakim anggota, Monalisa. “Itu teman-teman kamu masih terlihat trauma. Kok bisa kamu bantah begitu? Tidak ada rasa menyesal sedikit pun dari kamu?” katadia.

JPU dalam dakwaannya memaparkan kronologi lengkap peristiwa mengenaskan itu. Kejadian berlangsung sesaat setelah libur Lebaran, saat korban menghampiri terdakwa sambil mengucapkan, “Mohon maaf lahir dan batin.” Namun sapaan itu justru dibalas dengan kekerasan mematikan.

“Terdakwa mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan langsung menggorok leher korban sebanyak tiga kali. Korban mengalami luka terbuka di rahang bawah dan sisi kanan leher yang menyebabkan kematian di tempat,” jelas JPU.

Hasil visum et repertum juga memperkuat dakwaan JPU, dengan menyebut adanya luka fatal akibat benda tajam yang dilakukan dengan sengaja.

Atas perbuatannya, Faras dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana atau Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan atau subsider Pasal 354 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian. (*)

Reporter: AZIS MAULANA

Artikel Terdakwa Pembunuh Honorer Dinas CKTR Bantah Saksi, Akui Pembunuhan di Depan Hakim pertama kali tampil pada Metropolis.