Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13441

Konsumsi Rumah Tangga di Kuartal I Diprediksi Lesu

0

batampos.co.id – Kendati bulan puasa Ramadan sudah dalam hitungan 45 hari ke depan, aktivitas belanja bahan-bahan pokok di Tanjungpinang belum menunjukkan gelagat yang tinggi. Kondisi ekonomi yang belum begitu membaik ditenggarai sebagai penyebabnya.

Sejumlah pedagang bahan pokok di Pasar Tanjungpinang mengaku tidak ada peningkatan permintaan berarti dalam sepekan terakhir. Begitu pengakuan Rajas, seorang pedagang cabai. “Masih seperti biasa,” ungkapnya, Rabu (12/4).

Dalam sehari, penjualannya berada dikisaran tujuh sampai sepuluh kilogram. Padahal biasanya, kata dia, semakin mendekati bulan ramadan, aktivitas belanja bahan pokok semakin meninggi. Tapi nyatanya tidak untuk tahun ini.

“Mungkin tunggu kurang sebulan atau dua minggu,” taksirnya.

Hal sama juga dituturkan Aminah, pedagang bahan-bahan pokok. Aktivitas penjualan beras, minyak goreng, maupun gula, kata dia, masih dalam hitungan rata-rata seperti hari-hari sebelumnya. “Rasa-rasanya ya kayak lesu gimana penjualan di tahun 2017 ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan tahunan konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2017 bakal melambat, baik dibandingkan kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Hal itu tercermin dari rata-rata pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) kuartal I-2017 yang diperkirakan sebesar 4,2 persen secara tahunan, atau lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2016 sebesar 9,5 persen dan kuartal I-2016 sebesar 11,5 persen.

Sebagai catatan, tahun lalu, Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi rumah tangga pada kuartal I-2016 adalah 5 persen.

Dalam Survey Penjualan Eceran BI Edisi Februari 2017, BI mencatat secara tahunan penjualan eceran Februari 2017 tumbuh melambat. IPR Februari 2017 hanya tumbuh 3,7 persen secara tahunan menjadi 197,1, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, 6,3 persen secara tahunan.

Secara rinci, perlambatan penjualan terjadi pada kelompok makanan dan non makanan yang masing-masing tumbuh 5,1 persen secara tahunan dan 1,8 persen secara tahunan,lebih dari 7,3 persen secara tahunan dan 5,0 persen secara tahunan pada Januari 2017. (aya)

Bintan Utara Juara Umum MTQ ke-VII

0
Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam (kanan) menyerahkan piala bergilir kepada Camat Bintan Utara Azwar, yang menjadi juara umum MTQ ke-VII Kabupaten Bintan di Gedung Community Centre Bintan. F. Humas Pemkab Bintan untuk Batampos.

batampos.co.id – Kecamatan Bintan Utara kembali mengukir prestasi yang membanggakan, dengan berhasil meraih juara umum untuk kedua kalinya pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII Kabupaten Bintan tahun 2017, yang digelar di Gedung Community Centre Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (10/4) lalu.

Prestasi ini tentunya membawa Bintan Utara, sebagai kecamatan dengan kafilah yang paling banyak membawa piala MTQ sepanjang penyelenggaraan MTQ Kabupaten Bintan. Pasalnya, Bintan Utara telah mencatatkan kemenangan secara berturut-turut dari tahun 2016 silam.

“Ini tahun yang kedua bagi kami bisa memenangkan piala MTQ Kabupaten Bintan,” ungkap Camat Bintan Utara Azwar, usai menggelar acara penutupan perhelatan MTQ ke-VII Kabupaten Bintan, Selasa (11/4) malam.

Azwar menuturkan kemenangan yang diraih ini, tentunya tidak terlepas dari kesungguhan niat dari para kafilah untuk terus belajar bagaimana bisa membaca Al-Qur’an, dengan baik.

“Persiapan yang kami lakukan tidak terlalu banyak. Kuncinya sih lebih kepada pembinaan yang rutin dilakukan. Sehingga membuat para kafilah terlatih untuk membaca Al-quran dengan baik,” jelasnya.

Ia menjelaskan saat ini kafilah Kecamatan Bintan Utara, juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tingkat MTQ Provinsi mewakili Kabupaten Bintan.

“Kemenangan yang diraih ini tentunya lebih memotivasi kami untuk bisa memberikan penampilan terbaik untuk ajang MTQ ditingkat provinsi nanti. Mudah-mudahan bisa membawa pulang piala juga,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam menyerahkan Piala Bergilir kepada Camat Bintan Utara Azwar yang disaksikan oleh seluruh kontingen peserta kafilah yang hadir.

Dalmasri Syam, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mensukseskan MTQ ke-VII Kabupaten Bintan hingga berjalan lancar.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh para Kafilah, Qori/Qoriah, camat, Kepolisian, unsur TNI, serta tokoh masyarakat yang ikut berpartisipasi memeriahkan MTQ ini,” ungkap Dalmasri.

Dalmasri, juga berpesan kepada peserta yang telah berhasil keluar sebagai juara, hendaknya dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, guna mewakili Kabupaten Bintan ditingkat provinsi yang digelar di Batam 5 Mei mendatang.

“Saya berharap dengan kemenangan ini bisa memberikan motivasi semangat, agar dapat meraih hasil yang lebih memuaskan lagi ditingkat MTQ Provinsi, sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Bintan,” harapnya.

Selain berhasil meraih juara umum, Kecamatan Bintan Utara juga berhasil memenangkan pawai taruf kategori barisan kafilah dan para pendukung dengan raihan nilai 1.075 poin. Sedangkan pawai Taruf kategori mobil hias dimenangkan Kecamatan Toapaya dengan nilai 1.050 poin. (cr20)

Jatah Kepri Minimal 50 Persen dari Jasa Pandu Kapal

0

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah mendorong Pemprov Kepri agar tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri dalam bisnis pemanduan kapal di perairan Selat Malaka dan Singapura.

Kepri harus mendapatkan bagian dari jasa tersebut. Dengan tegas politisi dari PKS ini mengatakan, paling kecil Kepri harus menerima jatah minimal 50 persen, apalagi target pendapatan di sektor itu lebih dari Rp 1 triliun pertahun.

“Bagian ini akan menjadi pemasukan asli daerah (PAD) bagi Kepri, sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan dana dari pemerintah pusat semata,” katanya, kemarin.

Dalam pengelolaan itu, sambung Iskandarsyah, sumber daya manusia (SDM) Kepri harus turut diberdayakan. Lantaran ada banyak orang Kepri yang punya pengalaman mumpuni di bidang pemanduan kapal. Banyak yang sudah menjadi kapten kapal dan punya pengalaman di kelas internasional.

“SDM yang dimiliki Kepri di sektor maritim, khususnya pandu kapal sudah sangat mumpuni. Sehingga Pelindo sebagai operator dalam pemanduan harus melibatkan atau memakai anak-anak Kepri. Sebab hal ini akan mengurangi angka pengangguran dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Iskandarsyah.

“Anak Kepri harus diberdayakan dalam hal ini. Sebab, laut bagi kami bukan barang eksklusif. Tiap hari kami lihat dan bermain di laut,” katanya.

Provinsi Kepri, diakui Iskandarsyah, butuh dana besar untuk pembangunan infrastruktur, sektor pendidikan, dan kesehatan dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia tak menginginkan jikalau keuntungan dari jasa pandu kapal ini pendapatannya hanya masuk ke pemerintah pusat.

“Masa kami cuma dikasih limbahnya saja. Bahkan nelayan-nelayan kami harus minggir dari tempat yang selama ini tempat tangkapan ikan. Yang jelas ketika ada musibah dan kecelakaan, dampak pertama dirasakan adalah masyarakat Kepri, bukan Jakarta,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, apa yang menjadi hak Kepri harus diperjuangkan. Sebab menurutnya hal ini juga sesuai Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Yang kita perjuangkan ini adalah menjalankan UU 23, bukan sesuatu yang kita buat-buat sendiri. Dalam hal ini harus diperjelas. Posisi Kepri dapat apa selama posisi dengan memanfaatkan ruang laut dari bibir pantai hingga 12 mil tersebut,” katanya.

Sudah saatnya, kata dia, Pemprov Kepri bangkit dan berjuang juga harus mampu menunjukkan peran unggul di bidang maritim yang bermuara untuk kesejahteraan masyarakat melalui amanah UU No 23 tersebut.

“Justru kita harus perkuat poros maritim dan hal itu sudah dideklarasikan Bapak Presiden. Disamping kita juga menjalankan Nawacita Presiden untuk membangun Indonesia dari desa-desa dan pinggiran, termasuk daerah perbatasan,” katanya. “Kalau Kepri kuat, Indonesia akan kuat. Kami ingin menjaga Indonesia dari Kepri,” ujarnya.

Seperti diberitakan, mulai Senin (10/4) lalu, Indonesia untuk pertama kalinya mengambil alih pemanduan kapal di perairan Selat Malaka dan Singapura. Menunjuk PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I sebagai operator, pemerintah menargetkan pendapatan Rp 1 triliun pertahun. (aya)

Gubernur Bungkam Soal Rekomendasi KASN

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun terkesan bungkam ketika ditanya persoalan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemprov Kepri. Sementara Sekda Kepri, Arif Fadillah mengatakan pembinaan kepegawaian menjadi tanggungjawab Gubernur.

“Saya tidak mahu bicara tentang itu (rekomendasi KASN),” ucap Gubernur Nurdin singkat menjawab pertanyaan media di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (12/4) sambil berlalu memasuki mobil dan meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Sekda Kepri, Arif Fadillah mengatakan Gubernur merupakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Sehingga punya kewenangan untuk merotasi maupun promosi jabatan Eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Arif yang merupakan Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, meskipun demikian tetap menerima masukan dari Baperjakat. Termasuk dari KASN

“Kalau memang benar, ada kebijakan yang melanggar ketentuan yang telah direkomendasikan KASN tentunya pemerintah Kepri akan melaksanakan,” tegas Arif Fadillah.

Mantan Sekda Karimun tersebut mengakui, surat rekomendsi KASN memang baru diterima dan dirinya baru membacanya semalam. Meskipun demikian, tidak serta merta dilaksanakan. Karena perlu dilakukan telaah secara mendalam.

Disinggung mengenai adanya rekomendasi KASN yang meminta Pemprov Kepri melakukan evaluasi terhadap sejumlah jabatan kepala dinas. Terkait persoalan tersebut, Arif menjelaskan kebijakan yang dibuat akan tentu melihat berbagai pertimbangan.

“Hanya ada dua saja, kalau memang harus diganti tentu tetap mengacu pada hasil open bidding kemarin,” tutup Arif.(jpg)

40 Persen Usia Produktif Pengangguran

0
Muzamil Ismail. F. Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lingga mencapai 28,849 orang yang tercatat dalam usia produktif sedangkan jumlah pekerja hanya mencapai 34,261 orang. Data tersebut berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang diterima Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Lingga per-Desember tahun lalu.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM dan Perindustrian Kabupaten Lingga, Muzamil Ismail, tingkat pengangguran tersebut bersumber dari berbagai aspek. Terlebih, Tanah Bunda Melayu masih tergolong minim lapangan kerja untuk penyerapan tenaga kerja tersebut.

Namun, Muzamil memastikan jika penyediaan lapangan kerja adalah kerja sama lintas Dinas seperti Badan Perizinan, Badan Pendapatan dan sebagainya. Selain itu, faktor lain penyumbang angka TPT yakni rendahnya daya saing tenaga kerja usia produktif yakni umur maksimal 25 tahun.

Daya saing tenaga kerja tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum mendapat lebel atau sertifikasi kemahiran khusus yang diakui. Untuk itu, Muzamil memastikan pada tahun ini, Dinas yang dipimpinnya akan melakukan sejumlah kerjasama dengan Badan Latihan Kerja (BLK).

“Tahun ini kami akan mengirim 20 orang untuk pelatihan ke BLK di Bandung yakni pelatihan otomotif dan forniture,” ujar Muzamil ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/4) pagi.

Selain bekerjasama, dengan BLK di Bandung, Disnaker juga bekerja sama dengan badan pelatihan pelayaran di Semarang. Tujuan semua kegiatan tersebut agar menciptakan tenaga kerja di Tanah Bunda Melayu dapat bersaing dengan tenaga kerja di daerah lainnya.

Sementara itu di tempat yang sama Kabid Tenaga Kerja Dedi Supartono mengatakan, telah bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten Karimun untuk berbagi informasi terkait lowongan kerja di perusahaan yang ada di Kabupaten tersebut.

Berdasarkan pantauan Batam Pos di lapangan, kondisi perekonomian di Kabuapten Lingga mengalami penurunan drastis. Pasalnya sejumlah pelaku usaha di kawasan Dabo Singkep merasa resah karena semakin menurunnya daya beli masyarkat. Hal ini tentunya sejalan dengan angka pengangguran yang tergolong tinggi tersebut.

Sejumlah pedagang di Pasar Dabo Singkep juga mengeluhkan kemerosotan pembeli akhir-akhir ini. Salah seorang pedagang mengharapkan perhatian pemerintah untuk membuka lapangan kerja yang baik agar masyarakat memiliki penghasilan yang baik pula. (wsa)

Pemprov Kepri Setujui Pemekaran Kecamatan

0

batampos.co.id – Usulan pemekaran kecamatan di Anambas mendapat restu Provinsi Kepri melalui surat bernomor 138.3/0493/SET per tanggal 10 April 2017 serta ditandatangani oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Pemerintah Provinsi mendukung serta menyetujui pembentukan Kecamatan Kute Siantan, Kecamatan Siantan Utara, dan Kecamatan Jemaja Barat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kecamatan Kute Siantan yang terdiri dari Desa Matak, Payakmaram, Payaklaman, Batu Ampar, Teluk Bayur yang sebelumnya tergabung di Kecamatan Palmatak. Kecamatan Siantan Utara yang terdiri dari gabungan Desa Mubur, Bayat serta Desa Piasan yang sebelumnya tergabung dalam Kecamatan Palmatak.

Sementara itu Kecamatan Jemaja Barat terdiri dari tiga desa yakni desa Keramut, Sunggak dan desa Impul yang sebelumnya tiga desa itu masuk didalam kecamatan Jemaja. Setelah tiga kecamatan ini direstui dan disahkan maka jumlah kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi 10 kecamatan.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Riorizal, membenarkan adanya surat dari Provinsi terkait pemekaran kecamatan itu. Pihaknya mengklaim akan secepatnya membuat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk diserahkan ke DPRD untuk dibahas serta disahkan. “Iya benar. Saya yang akan membawa surat tersebut ke Anambas,” ujarnya Rabu (12/4).

Persetujuan yang diberikan Pemprov Kepri terkait pemekaran kecamatan di Anambas itu pun, mendapat apresiasi dari Wakil Ketua II DPRD Anambas, Amat Yani. Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) dapil Jemaja dan Jemja Timur. Ia mengatakan, pihaknya siap menggesa pembentukan kecamatan baru tersebut. Pihaknya juga meminta kepada Ketua DPRD untuk meninjau langsung kecamatan yang dimekarkan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menentukan pusat ibukota kecamatan tersebut. “Kami siap mendukung. Kami menunggu Ranperda dari Pemerintah Daerah terkait hal ini,” ungkapnya.

Surat persetujuan pembentukan kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas ini dikeluarkan, untuk menindaklanjuti surat nomor 546/Kdh.KKA/11.16 tanggal 1 November 2016 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah tentang permohonan rekomendasi pembentukan kecamatan baru.

Restu yang diberikan provinsi itu pun, didasari oleh beberapa faktor mulai dari hasil kajian akademik tentang pembentukan tiga kecamatan baru yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta berdasarkan hasil kajian dari tim koordinasi pembentukan kecamatan kabupaten/kota. (sya)

Karimun Dapat 8.000 Blanko E-KTP

0
Warga mengantri untuk mengurus dokumen kependudukan di Disdukcapil Karimun beberapa waktu lalu. F. Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Setelah lama menunggu, akhirnya Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil Kabupaten Karimun kemarin (12/4) mendapatkan blanko e-KTP dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebanyak 8 ribu lembar. Dengan adanya blanko ini dapat membantu masyarakat yang belum memiliki identitas.

”Insya Allah cukup. Jumlah blanko yang kita terima dari kemendagri bisa mencetak e-KTP daftar tunggu yang sudah melakukan rekam data. Selain itu, blanko ini juga dikhususkan untuk yang belum pernah memiliki E-KTP,” ujar Kepala Disduk Capil Kabupaten Karimun, Muhammad tahar kepada Batam Pos.

Blanko KTP-el ini, katanya, sesuai dengan undangan yang diterima, maka dia langsung menjemputnya ke Jakarta. Jumlah 8 ribu tersebut diperkirakan bisa selesai mencetak dalam waktu dua bulan daftar masyarakat yang sudah melakukan perekaman dan belum pernah memiliki E-KTPl. Untuk jumlah total keseluruhan perekaman, dia tidak ingat. Sebab, masih berada di luar daerah. Yang jelas, daftar tunggu bisa berkurang.

”Untuk lebih jelasnya, mulai dari jumlah data perekaman dan termasuk jumlah pelajar SLTA yang telah melakukan perekaman tunggu saya sampai di Tanjungbalai Karimun. Selain itu, kita berharap masyarakat yang sama sekali belum melakukan perekaman data untuk permohonan KTP-el agar mendatangi kantor camat dimana berdomisili,” katanya. (san)

Harga Air Bersih Rp 1.200 Per-Kubik

0

batampos.co.id – Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) IKK Kecamatan Kundur Barat, sudah resmi beroperasi, 24 Maret lalu. Sebanyak 400 sambungan rumah (SR) di Kelurahan Sawang sudah pula teraliri air bersih.

Setelah selama tiga pekan melewati masa ujicoba, PT Tirta Karimun cabang Tanjungbatu bakal menerapkan tarif air bersih sebesar Rp 1.200 per meter kubik untuk rumah tangga.
“Pemberlakuan tarif air bersih dimulai 15 April. Untuk rumah tangga kita kenakan tarif sebesar Rp 1.200 per meter kubik,” ungkap Kepala Cabang Tanjungbatu Tirta Karimun Zulkarnain,” Rabu (13/4) kemarin.

Dikatakan, debit air SPAM sejauh ini mencapai 10 liter per detik. Kualitas air lumayan bagus, dan Tirta Karimun terus berupaya meningkatkan kejernihan air bersih tersebut.

“Saat ini banyak kendala yang ditemui di lapangan. Seperti kebocoran air pada pipa meteran sambungan rumah. Dari 400 sambungan rumah hampir 95 persen pipa meteran mengalami kebocoran sehingga pekerja secara marathon melakukan perbaikan,” terang Zulkarnain.

Zulkarnain atau yang akrab dipanggil Ikui juga menyebutkan ada beberapa golongan tarif yang dikenakan. Pertama tarif sosial seperti hydrant umum, WC umum, kamar mandi umum. Kemudian tarif sosial khusus seperti yayasan sosial, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah.

Kedua, tarif non niaga seperti rumah tangga, instansi pemerintahan. Ketiga tarif niaga seperti kios, warung, tempat hiburan, kantor perusahaan, dan keempat tarif niaga besar seperti hotel, restoran. Kelima tarif industri seperti pabrik makanan dan minuman, pabrik es dan pabrik kimia.

“Tarif yang dikenakan disesuaikan dengan batas pemakaian dari 0-10 meter kubik,” tutupnya. (ims)

 

Sehari Polisi Terima Dua Laporan KDRT

0
AKP Dwihatmoko Wiroseno. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Tanjungbalai Karimun. Seperti laporan yang diterima Polres Karimun dalam waktu sehari menerima dua laporan. Laporan pertama Senin (10/4) malam pukul 22.00 WIB dan laporan kedua kedua hanya berselang sekitar dua jam kemudian.

”Tidak sampai 1x 24 jam kita telah menerima dua laporan tentang dugaan tindak pidana KDRT. Yang pertama dilaporkan oleh Erwanto, warga Kelurahan Seilakam, Kecamatan Karimun dan pelakunya berinisial Sb yang tidak lain masih satu keluarga,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Dwihatmoko Wiroseno kepada Batam Pos, Rabu (12/4).

Kronologis terjadinya KDRT tersebut jelas Dwi, berawal ketika malam itu korban sedang duduk bercerita dengan saudaranya. Dan, tdak lama kemudian, pelapor mendengar ibunya bertanya kepada Juwita yang merupakan saudara perempuan perihal belum memasak nasi.

Kemudian, katanya, Juwita bergegas menuju ke dapur. Namun, dari dalam kamar terdengar suara teriakan Sb yang menyatakan bahwa bising saja di rumah. Kemudian, Sb keluar dari kamar dan langsung menenadang Mardiana yang merupakjan istri pelaku. Hal ini dilihat oleh pelapor dan kemudian mencoba untuk menasehati Sb agar jangan melakukan hal itu. Nasehat dari pelapor tidak membuat Sb reda kemarahannya, melainkan semakin menjadi.

”Sb tidak terima dinasehati dan kemudian mengambil parang yang ada di dapur. Beruntung, pelapor dibantu dengan saudaranya berhasil memegang tangan Sb sampai parang berhasil diamankan. Tidak sampai disitu saja, Sb semakin marah dan kemudian memukul Juwita dan istrinya. Sehingga, menyebabkan luka lecet pada wajah kedua korban. Setelah pelapor membuat laporan, kita langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan Sb. Saat ini Sb masih menjalani proses pemeriksaan,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Dwihatmoko, laporan kedua dilaporkan oleh Maryana selaku pelapor dan juga korban. Yang dilaporkan adalah AA yang merupakan suaminya sendiri. KDRT yang dialami oleh Maryana terjadi di rumah pelaku yang ada di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing. Ketika itu, korban datang ke rumah orang tua pelaku untuk bertanya tentang hubungan keluarga antara korban dengan pelaku.

”Tapi, korban tiba-tiba marah dengan menekan kepala korban sampai korban terjatuh ke lantai. Setelah itu, pelaku memukul bagian kepala korban hingga menyebabkan luka robek pada kepala bagian kanan. Hal ini tidak bisa diterima oleh korban dan akhirnya me;aporkan kepada kita. Saat ini, AA sudah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan. Kita menghimbau, dalam kehidupan berkeluarga atau rumah tangga agar dapat menghindari tindakan kekerasan,” ungkapnya. (san)

HUT ke-51. Bank Riau Kepri Bagikan Sembako

0
Pegawai Bank Riau Kepri cabang pembantu Tanjungbatu didampingi satpam bank tersebut menyerahkan paket sembako langsung ke rumah warga kurang mampu ditanjungbatu, Minggu (9/4). F Yanti untuk batampos.

batampos.co.id – Genap berusia 51 tahun pada tanggal 1 April tahun ini, Bank Riau Kepri cabang pembantu Tanjungbatu merayakannya dengan membagi-bagikan 50 paket sembako untuk warga kurang mampu. Paket sembako diantar langsung ke rumah penerima oleh pegawai, staf bank Riau Kepri capem Tanjungbatu, Minggu (9/4) lalu.

Pimpinan Bank Riau Kepri Capem Tanjungbatu M.Sidik, menyebutkan pembagian paket sembako dilakukan memeriahkan HUT ke 51 Bank Riau Kepri tahun ini. Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian terhadap nasib masyarakat kurang mampu di sekitar Kecamatan Kundur.

Semoga dengan sedikit rezeki, memberikan manfaat. Selain sebagai wujud kepedulian sosial, sekaligus dapat mempererat silaturahim sekaligus bersosialisasi dengan masyarakat.

“Pembagian sembako sengaja kita mendatangi satu rumah ke rumah (door to door) warga kurang mampu yang sebelumnya sudah disurvei terdahulu. Tujuanya agar bantuan paket sembako tepat sasaran sekaligus kami dapat berkunjung ke rumah mereka,” terang M.Sidik.

Diakuinya bantuan paket sembako yang diberikan kali ini tidak seberapa besarnya, hanya rasa kepedulian kami jauh lebih berharga. Dalam hal ini kami juga berharap agar tahun depan pembagian akan lebih banyak lagi jumlahnya. Sesuai dengan tema HUT 51 bank Raiu Kepri tahun ini yakni berkomitmen meningkatkan kinerja melalui optimalisasi IT dan service excellence. (ims)