Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13447

Infrastruktur Pariwisata Harus Tuntas 2018

0
Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan mengusulkan tambahan kucuran APBN untuk membangun infrastruktur pariwisata.

Ide itu muncul sebagai tekad Pemerintah untuk membenahi sektor pariwisata andalan sekaligus untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancenagara (wisman) pada 2019.

“Dua tahun ini APBN-P ditambah berapa, kemudian APBN tahun depan ditambah. Jadi harus selesai September tahun depan. Dengan begitu target 20 juta turis bisa tercapai,” ujar Menko Luhut di kompleks Istana Negara, Kamis (6/4).

Luhut hadir di kompleks Istana Negara untuk melaporkan persiapan lima destinasi menjelang Annual Meeting IMF dan World Bank di Bali pada 2018 mendatang.

Menurut dia, forum internasional itu akan dihadiri hampir 18.000 sampai 20.000 orang dari 185 negara. Karena itu, destinasi untuk menyambut kedatangan peserta annual meeting harus dibenahi secepatnya.

Lima destinasi yang sedang dipoles oleh pemerintah adalah Tanah Toraja, Labuan Bajo, Bali, Borobudur dan Danau Toba. Sejumlah fasilitas di masing-masing lokasi itu akan dibenahi. Seperti bandar udara, jalan, hingga terminal yang bisa disinggahi kapal cruise.

Khusus untuk Bali, Menko Luhut menyoroti infrastruktur jalan yang tidak memadai lagi. Sehingga, sering terjadi kemacetan seperti di sekitaran bandaranya.

Perbaikan juga dilakukan di kawasan Candi Borobudur dan Danau Toba. Untuk yang terakhir ini, dia mengusulkan adanya dua kapal pesiar di danau itu. Di samping perbaikan fasilitas hotel.

Menpar Arief Yahya membenarkan soal infrastruktur itu, terutama Bali yang akan menerima hampir 20 orang peserta MICE, IMF Annual Meeting itu. “Underpass di beberapa titik akan memberi optimisme untuk Bali tidak terlalu macet. Karena dalam kondisi normal, Bali itu ada 13,8 ribu orang per hari. Jika ditambah 18 ribu saja, pasti sesak bukan main, macet di mana-mana,” ucap Arief Yahya.

Solusi pertama, underpass akan sangat membantu. Kedua, penataan lalulintas lagi, selama menjelang, selama dan sesudah Meeting. Ketiga, dipecah ke beyond Bali, agar menumpuk di Bali saja.

Dalam rakor di Kemenkomar lalu, hadir Luhut Binsar P Menko Kemaritiman. Lalu Achmad Gani Ghazaly Akman, Direktur Pembangunan Jalan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Peter Jacobs : Staf Ahli Dewan Gubernur BI, A. Tonny Budiono : Dirjen Hub Laut, Susi Wiyono : Staf Ahli Menteri Keuangan Bid. Organisasi dan Teknologi Informasi dan Laksda TNI Harjo Susmor : Kepala Pusat Dishidros TNI AL. (*)

 

Pembaca, Batam sedang Uji Coba e-Tilang…

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pembenahan pelayanan publik berbasis teknologi dan informasi terus ditingkatkan. Kini, pelayanan tilang di Batam dalam tahap uji coba sistem elektonik tilang berbasis online (e-Tilang) yang digelar di Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Batam, Jumat (7/4).

Kepala kejaksaan negeri Batam, R Adi Wibowo mengatakan, sistem e-Tilang ini berupa aplikasi yang bertujuan untuk menghindari kerawanan dalam pembayaran tilang.

“Kami menghindari desak-desakkan, uang tunai yang cukup banyak, dan kerawanan lainnya,” terang Adi di sela-sela kegiatan.

Ia menyebutkan, program dari Kapolri tersebut dipandu tiga lembaga hukum dan satu instansi yang disebut empat pilar. Adalah Korlantas Mabes Polri, Mahkamah Agung, Kejagung dan Bank BRI.

“Dari empat pilar ini diteruskan ke setiap lembaga yang ada di daerah-daerah,” ujarnya.

Dalam uji coba itu, para peserta diminta untuk mengirimkan data pendukung ke Korlantas untuk dimasukkan ke aplikasi e-Tilang berupa data nama petugas Korlantas dan data table denda tilang.

Namun diakui Adi, program ini untuk wilayah Kepri khususnya Batam, masih menunggu penyempurnaan dari Korlantas Polri.

“Semoga segera diterapkan di sini (Batam) karena memudahkan banyak pihak,” ungkapnya.

Tampak dalam kegiatan itu AKBP Febi dari Mabes Polri, Sri dari Kejagung, Agus Rusdianto dari PN Batam, R Adi Wibowo dari Kejari Batam, dan perwakilan dari BRI. (nji)

Dialog Pariwisata Indonesia dengan Media Massa di Bali

0
Pemberian Cinderamata oleh Sekretaris Kementerian, kpd Kepala Dinas Pariwisata Prov Bali & Managing Director ITDC. Bali (07/04/2017)

Bali begitu istimewa di mata Menpar Arief Yahya. Alasannya?

Pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain.

Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu.

“Terakhir, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia,” kata Arief Yahya.

Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya, Sebagai destinasi, Bali paling maju dan oleh Menpar Arief dijadikan ikon pariwisata Indonesia.

“Karena itulah 10 destinasi prioritas pun kami sebut dengan istilah 10 Bali Baru,” ungkap Arief Yahya.

Karena istimewa itulah, maka Kemenpar pun memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan stakeholder Pentahelix di Pulau Dewata. Kali ini, mengundang media di Bali, main komunitas media digital, multimedia, maupun medsos untuk mendiskusikan sektor yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi itu.

Mata acaranya, “Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali” yang berlangsung  di Rani Hotel  Kuta, Bali, Jumat (7/4). Temanya: “Kebijakan Pengembangan Pariwisata 2017: Go Digital, Homestay, dan Aksesibilitas” Host-nya adalah Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar.

Adapun narasumber yang akan tampil di forum bersama komunitas media itu adalah Sekretaris Kementerian Pariwisata (Sesmenpar) Ukus Kuswara, Managing Director ITDC Karioka Lombart (Managing Director ITDC), M. Noer Sadono (Staf Khusus Menpar bidang Komunikasi), dan Anak Agung Gede Yuniartha (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali).

Kegiatan Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali diikuti 50  jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik Bali, NTB, NTT (Forum Wartawan Great Bali) Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta serta perwakilan media asing di Bali.

Sesmenpar Ukus Kuswara mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional, mengutip pendapat Menpar Arief Yahya adalah kolaborasi pentahelix. Lima stakeholder yang solid, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. “Kerjasama Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatan untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Program pemerintah dalam pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional.

Dari lima sektor tersebut pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif. Hal ini terlihat peran pariwisata dunia dalam memberikan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%; serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata.

Pertumbuhan pariwisata dunia tersebut memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mentargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada 2019. Tahun 2019, pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta  dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

“Untuk mencapai target pariwisata 2019, Kemenpar menerapkan kebijakan dan program prioritas yang dilaksanakan tahun ini yakni;  digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara sebagai top 3 program,” kata Ukus Kuswara seraya mengatakan, top 3 program ini sebagaimana harapan Menteri Pariwisata perlu disososialisasikan kepada seluruh elemen pariwisata di antaranya  kalangan media yang hari ini dilaksanakan dalam kegiatan workshop dengan peserta para jurnalis great Bali. (*)

 

APBD Kepri Rp 3,360 T Dikhawatirkan Meleset

0

batampos.co.id – Akademisi Politeknik Negeri Batam, Zainuddin menilai APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017 yang sudah diparipurnakan DPRD Kepri dengan nilai Rp3,360 triliun merupakan angka yang fantastis. Jumlah ini, menjadi tantangan bagi Pemprov Kepri untuk merealisasikan. Jangan sampai meleset ditengah jalan.

“Tahun lalu APBD Kepri dengan nilai Rp3,056 triliun, sedangkan tahun ini menjadi Rp3,360 triliun. Artinya terjadi kenaikan yang lumayan. Tetapi kondisi bisa berubah, apabila pemerintah pusat membuat kebijakan memangkas anggaran daerah,” ujar Zainuddin Jumat (7/4).

Menurut Dosen Manajemen Bisnis itu, ia melihat dari dua sisi yang berbeda.  Sisi pertama pemerintah memiliki optimisme yang besar dalam meningkatkan pendapatan untuk pembangunan daerah. Artinya, secara positif, banyak program pembangunan yang tertunda, karena defisit tahun sebelumnya bisa dilaksanakan. Apalagi defisit tahun yang lalu juga banyak belanja publik yang dipangkas. Bahkan sampai tunjangan guru juga ikut dikurangi.

“Pemprov Kepri juga jangan sampai over confident, karena kekuatan APBD Kepri masih menggantungkan pada Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Pusat. Ini yang harus diantisipasi dengan menggali potensi-potensi pendapatan yang menjanjikan. Jangan sampai APBD Kepri hatrik defisit,” papar Zainuddin.

Masih kata Zainuddin, Provinsi Kepri sudah dua kali mengalami defisit APBD, karena berkurangnya DBH. Apalagi saat ini, kondisi keuangan negara juga dalam situasi tidak menjanjikan. Persetujuan bersama antara DPRD Provinsi Kepri dengan Pemprov Kepri merupakan tanggungjawab bersama untuk mewujudkannya. Atas dasar itu, DPRD jangan hanya bisa mengkritisi, tetapi juga harus memberikan masukan-masukan yang berguna bagi Pemprov Kepri.

“Dengan besarnya jumlah APBD tahun ini, masyarakat punya banyak harapan. Jangan sampai ini meleset lagi, dan pada akhirnya kepentingan publik yang dikorbankan,” tutup Zainuddin.(jpg)

Pusat Pangkas Anggaran, APBD Kepri Terancam Defisit

0
batampos.co.id – Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bahtiar mengatakan adanya rencana Pemerintah Pusat memangkas anggaran daerah. Sangat mengkhawatirkan, karena bisa menjadi penyabab kembali defisitnya APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017. Namun pihaknya belum menerima instruksi resmi terkait rencana tersebut.
“Artinya, meskipun Dana Alokasi Umum (DAU) sudah difinalkan di dalam struktur APBN untuk setiap daerah, bisa jadi nilainya berubah pada APBN Perubahan nanti,” ujar Mirza Bahtiar menjawab pertanyaan Batam Pos, di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jumat (7/4) sebelum menghadiri Rapat Kerja (Raker) Satgas Saber Pungli Provinsi Kepri.
Menurut Mirza, benar atau tidaknya kebijakan tersebut akan diketahui pada APBN P nanti. Masih kata Mirza, apabila itu terjadi otomatis APBD Kepri akan kembali mengalami defisit. Dijelaskannya, solusi terbaiknya tetap melakukan penyesuaian tentunya pada sektor-sektor tertentu yang berkaitan dengan DAU. Seperti menekan perjalan dinas.
“Kita harus bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, apabila memang benar Pemerintah Pusat akan memangkas anggaran daerah. Kebijakan strategis adalah adalah melakukan efesiensi terhadap pos-pos belanja yang tidak produktif,” papar Mirza. (jpg)

Siap-siap Sambut Festival Candi Muaro Jambi 2017

0
ilustrasi

Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Muaro Jambi Indra Gunawan mengatakan, Festival Candi Muarojambi ke-IX merupakan upaya mengkuatkan kearifan lokal dan menarik minat wisatawan. Festival Candi Muaro Jambi IX bakal dihelat 28-31 Mei 2017, mendatang.Masih ada waktu untuk Anda siap-siap ya.

Perhelatan yang digelar di komplek percandian yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, akan ada beragam lomba dan penampilan tarian kolosal yang tetap bertahan hingga era modern kini.

“Tujuan utama dalam kegiatan Festival Candi Muarojambi ini lebih kepada promosi candi agar lebih dikenal luas oleh masyarakat sebagai obyek wisata religi dan juga sebagai pusat penelitian pendidikan. Targetnya sekarang tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara,” ungkap Indra.

Sejumlah kegiatan dan pagelaran akan ditampilkan saat festival di kawasan candi terluas di Asia Tenggara tersebut. Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-11 sebelum masehi ini rencananya akan menggelar tarian kolosal, lomba seloko adat melayu, bazar, dan jalan sehat mengelilingi komplek percandian, pesta kanal kuno di kawasan candi, pertunjukan dan permainan tradisional khas Kabupaten Muarojambi.

“Sekarang Candi Muarojambi sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), dengan agenda tersebut kita berharap dapat menambah tingkat kunjungan wisatawan hingga 15 persen, kita akan jaga terus atraksinya agar banyak Wisman yang ingin berkunjung terus,” harapnya.

Festival Candi Muarajambi dilaksanakan di situs candi yang mencakup lahan di tujuh wilayah desa seperti Desa Dusun Baru, Danau Lamo, Muarojambi, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Teluk Jambu dan Dusun Mudo. Sebelum pembukaan festival nanti, akan ada 1.000 lebih umat Budha terlebih dahulu melakukan prosesi waisak di candi.

Fenomena itu sudah menjadi tradisi tahunan warga Budha di Jambi dalam merayakan hari waisak.”Hal tersebut sudah menjadi tradisi tahunan warga Budha dalam merayakan hari Waisak di Provinsi Jambi, karena candi tersebut menjadi pusat peradaban agama Budha di Sumatera,” katanya.

Bila tahun lalu pengunjung ke candi selama festival sebanyak 8.000 orang, tahun ini ditargetkan mencapai 10.000 pengunjung. Sementara untuk tiket masuk di candi saat festival nanti masih mengunakan tarif lama yang sudah di SK-kan pemerintah kabupaten setempat, yakni Rp 3.000 per orang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, Provinsi Jambi memiliki begitu banyak potensi wisata yang luar biasa dan sama baiknya dengan yang dimiliki daerah lain. Namun, dibutuhkan promosi besar-besaran untuk mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jambi.

“Kami akan bantu promosinya. Nah, sekarang Festival Muaro Jambi sudah kita masukkan ke dalam Calender of Event Nasional 2017,” terang wanita yang murah senyum itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, untuk menunjang promosi, dibutuhkan akselerasi pergerakan Wisman khususnya Jambi, pemerintah setempat harus pintar memanfaatkan momentum. “Kunci pengembangan destinasi itu 3A, Akses, Amenitas dan Atraksi. Kalau sudah dipilih atraksinya adalah budaya dengan candi, maka akses dan amenitasnya juga harus dipenuhi,” jelas Menpar Arief Yahya.

Kata Menpar, Festival Muaro Jambi dan perayaan Hari Raya Waisak adalah kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan wisatawan ke Jambi. Apalagi, Jambi sudah memiliki bandara yang representatif untuk mendatangkan wisatawan. “Jangan lupa juga peran endorser untuk mempopulerkan sebuah event,” kata Menpar, yang mengingatkan pre event harus dialokasikan 50% nya. Sisanya, 30% on event dan 20% post event.
Sekadar informasi, kawasan komplek percandian Muarojambi itu memiliki 82 reruntuhan (menapo) bangunan kuno. Saat ini sudah ada delapan bangunan candi yang telah dilakukan ekskapasi atau pemugaran dan pelestarian secara intensif oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.(*)

Wonderful Indonesia: The Journey to a Wonderful World Raih “Grand Prix Award”

0

Pembaca sempatkan diri untuk menyaksikan video Wonderful Indonesia: The Journey to a Wonderful World yang mendapatkan “Grand Prix Award” dibawah ini.

Video tenang kecantikan alam Indonesia ini meraih penghargaan tertinggi pada The XIII International Tourism Film Festival  di Bulgaria.

Film ini memang istimewa. Panorama, destinasi, background lagu, semua dikemas dengan citarasa dunia. Latar belakangnya lagu What a Wonderful World yang dinyanyikan Louis Armstong. Dan produksinya 100% karya anak bangsa. Bagi yang belum tahu, video juara ini diproduksi Kementerian Pariwisata November 2016 lalu dan disutradarai Condro Wibowo.

Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, mengaku bangga atas prestasi dunia tadi. Bagaimana tidak? Video pariwisata Indonesia sukses berkibar di level dunia. Sukses mengalahkan 91 film dari 18 negara.

“Kami bangga, prestasi itu semacam pisau bermata bermata dua. Pertama sukses mempromosikan pariwisata lalu sukses mengekspose kekuatan Wonderful Indonesia Indonesia di mata dunia. Karena itu, kami sangat appreciate kemenangan ini, sebagai promosi yang sangat efektif,” papar Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu, Jumat (7/4).

Kedua, Menteri Arief juga bangga akan prestasi anak-anak bangsa yang pintar mengemas sumber daya alam, keindahan Nusantara yang tak ada duanya. Mereka mengalahkan professional lain dari seluruh penjuru dunia.

“Menciptakan tema, menyusun cerita, berkreasi, membuat film pendek, mengambil gambar, editing dan membangun kesan yang mendalam itu adalah kreativitas yang patut diacungi jempol,” puji Arief Yahya.

Tidak cukup dengan Grand Prix Award, video hasil kerjasama dengan vlogger dari mancanegara yang juga ambassador GoPro, yaitu Wonderful Indonesia – A Visual Journey through Lombok dan Wonderful Indonesia – A Visual Journey through Wakatobi juga sukses mendapatkan penghargaan dalam kategori Nature and Ecotourism pada sub-kategori Advertising Film. Keberhasilan tadi menambah sukses Wonderful Indonesia di ajang ini.

Penerimaan penghargaan yang diwakili Dubes RI untuk Bulgaria, Sri Astari Rasjid juga ikut bangga. Dia mengungkapkan, para juri terkesan dengan keanekaragaman yang ditampilkan dalam video-video produksi Kementerian Pariwisata ini.

“Video-video ini sangat selaras dengan jiwa festival ini, whole world in one city. Keindahan dan kehangatan budaya yang ditampilkan membuat kami ingin mengunjungi Indonesia,” ujar Astari menirukan Irina Naydenova, ketua juri ITFF tahun ini.

Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Noviendi Makalam mengatakan, penghargaan ini meng-upgrade sukses video produksi Kementerian Pariwisata, Wonderful Indonesia – West Papua, pada tahun 2016 di ajang yang sama. Apresiasi yang berkelanjutan atas video-video ini menjadi salah satu pengakuan atas kerja keras dan kualitas kerja promosi Indonesia di mancanegara.

“Juga merupakan tambahan berharga bagi portofolio prestasi brand Wonderful Indonesia dalam meningkatkan citra positif Indonesia di kancah internasional. Alhamdulillah, Ini kebanggaan besar bagi kami di Kementerian Pariwisata. Setiap tahun, video-video Wonderful Indonesia ternyata bisa berprestasi di ajang kelas dunia,” kata Noviendi.

Kebanggaan Noviendi ini memang sudah seharusnya, karena International Tourism Film Festival bukan ajang sembarangan. Ini salah satu yang terbesar di Bulgaria, bahkan Eropa. Puluhan wakil pemerintah kota di Bulgaria dan negara-negara di berbagai penjuru dunia ikut serta di dalamnya.

Di tengah kepungan wakil pemerintah kota Bulgaria dan negara-negara di berbagai penjuru dunia tadi, tiga dari lima video Wonderful Indonesia yang masuk nominasi berhasil berprestasi.  (*)

Perusahaan Wajib Tentukan Skala Upah Karyawannya

0
Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta Putra, saat membuka acara sosialisasi.

batampos.co.id – Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 1 Tahun 2017 tentang struktur dan skala upah pada 21 Maret. Dengan terbitnya undang-undang ini, maka skala upah saat ini ditentukan oleh pengelompokan jabatan berdasarkan nilai atau bobot jabatan.

“Struktur dan skala upah wajib disusun oleh pengusaha dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi,” ujar Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Adriani di Gedung Badan Pengusahaan (BP) Batam pada Jumat (7/4).

Permenaker ini diterbitkan sebagai pendamping dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.”Menimbang dari dua undang-undang tersebut, maka pemerintah perlu menetapkan peraturan tentang struktur dan skala upah,” jelasnya lagi.

Upah yang harus ditetapkan skalanya adalah upah pokok yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Dalam tahapannya, penentuan struktur dan skala upah dapat menggunakan tiga tahapan, yakni analisa jabatan, evaluasi jabatan dan penentuan struktur dan skala upah.

Analisa jabatan merupakan proses memperoleh dan mengolah data jabatan menjadi informasi jabatan yang dituangkan dalam bentuk uraian jabatan. Kemudian evaluasi jabatan merupakan proses penilaian dan pemeringkatan jabatan. Dan terakhir penentuan struktur dan skala upah dilakukan oleh pengusaha berdasarkan kemampuan perusahaan dan juga melihat upah minimum yang berlaku.

Permenaker ini wajib dilaksanakan karena bersifat memberikan kepastian hukum kepada para pekerja. Pengawas dari pemerintah daerah akan aktif untuk melakukan pemantauan. Jika tak dilaksanakan maka akan ada sanksi.”Contoh sanksi paling ringan adalah pemberian teguran dan salah satu yang terberat adalah tidak diberikan izin perluasan,” jelasnya.

Adriani juga berbicara mengenai pengaturan pengupahan. Ia mengatakan bahwa upah itu terbagi atas dua yakni upah minimum dan upah diatas minimum. Upah minimum berlaku untuk pekerja dengan masa kerja masih kurang dari setahun. Upah minimum ditentukan oleh pemimpin daerah dalam hal ini Gubenur.

Upah minimum berlaku untuk satu daerah atau provinsi. Jika dalam satu provinsi ada wilayah atau kota yang memiliki ekonomi yang bagus, maka harus ada penetapan Upah Minimal Kerja (UMK). Kemudian UMK tersebut dikaji lagi untuk melihat sektor yang mana sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi terbanyak.

“Contohnya sektor elektronik yang paling banyak, maka ditetapkanlah Upah Minimum Sektoral (UMS) berdasarkan hal tersebut. Gubernur yang menetapkan,” katanya.

Di lain sisi, jika standar ekonomi di semua kota dalam satu provinsi sama rata, maka tidak perlu memaksakan UMK dan UMS, cukup pakai upah minimum saja.

Sedangkan upah diatas minimum adalah upah yang diberikan kepada pekerja dengan masa kerja sudah lebih dari setahun. Setelah mendapatkan upah minimum selama setahun, maka pada tahun kedua, pekerja melakukan negosiasi dengan pengusaha untuk mendapatkan upah yang tinggi dari upah minimum.

“Pekerja harus bisa meyakinkan pengusaha untuk mendapatkan upah diatas minimum dengan berbagai keahlian yang mereka miliki,” ujarnya.

Menanggapi terbitnya Permenaker ini, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam, Oka Simatupang memberikan respon positif. “Sebenarnya skala dan struktur upah sudah lama ada, cuma tak diatur. Ini merupakan bagian dari amanat PP Nomor 78 dan sekarang sudah jadi kewajiban dan ada sanksi jika tak diterapkan,” katanya.

Menurut Oka, dengan terbitnya undang-undang ini, maka kepastian hukum bisa dirasakan oleh kedua belah pihak yakni pengusaha dan pekerja.”Di tenaga kerja ada kepastian, sedangkan perusahaan bisa buat estimasi bagus mengenai rencana,” jelasnya.

Untuk perusahaan besar, penentuan struktur dan skala upah memang diperlukan mengingat begitu kompleksnya struktur manajemennya.” Sedangkan untuk perusahaan sederhana tetap bisa jalan walaupun tak menggunakan itu,” ungkapnya.

Ia kemudian menyarankan agar pemerintah masih perlu untuk melakukan sosialisasi dari Permenaker ini kepada para pelaku usaha.”Untuk personalia dan tenaga kerja harus diberikan pelatihan, supaya dua-duanya paham,” pungkasnya.(leo)

Penambang Pompong Pelantar I Tewas

0
batampos.co.id – Penambang Pompong Pelantar I, Sugiono alias Greng ,57, ditemukan tewas di dalam pompongnya yang hanyut terbawa arus di depan Perairan Kampung Bugis, Kamis (6/4) sekitar pukul 14.30 WIB. Tewasnya bapak tiga anak itu diduga akibat terserang penyakit angin duduk.
Informasi di lapangan, sebelum ditemukan tewas, korban sempat berkumpul bersama rekan sesama penambang pompong di Pelantar 1 Tanjungpinang. Disana korban bercerita kepada rekan-rekannya bahwa sedang mengalami sakit dibagian perut dan pinggang. Beberapa jam berkumpul, korban pamit untuk mengantarkan penumpangnya ke Kampung Bugis.
Berselang setengah jam kemudian korban kembali ke Pelantar 1. Namun disaat korban hendak menambatkan pompong secara mendadak penyakit angin duduk menyerangnya sehingga korban tewas ditempat. Akibat pompong tersebut belum sempat diikat tali ke tiang pancang, pompong itupun hanyut bersama korban hingga ditemukan rekannya ditengah perairan antara Kampung Bugis dan Pelantar 1.
“Ketika kami mengantarkan penumpang melihat ada pompong tanpa awak yang hanyut ditengah laut. Saat didekati ternyata pemiliknya sudah meninggal dunia didalam pompongnya sendiri,” ujar Usup, rekan korban yang pertama kali menemukan korban, Jumat (7/4).
Usup mengaku sangat terkejut melihat rekannya sudah terbujur kaku didalam pompongnya sendiri. Bahkan yang membuat dia tak menyangka, tak satupun orang yang mengetahui kematian rekannya. Sehingga pompong yang ditempati korban terombang ambing sampai ketengah laut.
Melihat kejadian itu, Usup langsung melaporkan kepada pihak kepolisian agar jasad rekannya dievakuasi dan divisum. Selanjutnya polisi memulangkan jasad rekannya itu ke rumah duka di Senggarang, RT 1 dan RW 4 tepatnya didepan Pabrik Kecap.
“Dari informasi korban meninggal dunia akibat angin duduk. Saat itu juga korban dipulangkan ke rumah duka di Senggarang. Keesokan harinya, Jumat (7/4) ba’ada Zuhur korban dikebumikan di TPU Senggarang,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edi Supandi membenarkan adanya penemuan penambang pompong yang tewas di perairan. Namun untuk penanganannya bukan kewenangan polseknya melainkan ditangan Polair Polres Tanjungpinang.
“Karena TKP di wilayah perairan maka yang tangani Polair Polres Tanjungpinang. Kita hanya dapat laporannya saja,” katanya.
Dari laporan yang diterima, kata Edi tewasnya penambang pompong itu murni akibat penyakit yang diderita. Sebab dari hasil visum, tim medis tidak menemukan adanya tindakan kekerasan diseluruh bagian tubuh korban.
Usai divisum, lanjut Edi jasad korban dibawa ke rumah duka di Senggarang RT 1 dan RW 4. Atas persetujuan dari pihak keluarga, jasad korban dikebumikan di TPU Senggarang.
“Jadi kematian korban bukan karena kekerasan melainkan murni akibat sakit. Dan korbanpun sudah dimakamkan di TPU Senggarang,” ungkapnya. (ary)

265 Papan Reklame akan Dibongkar

0
Papan reklame yang tidak ada izin akan ditertibkan dalam waktu dekat. F. Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Sebanyak 265 titik papan reklame yang

tersebar di Kota Tanjungpinang tidak memiliki izin resmi dari
Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Pemko Tanjungpinang.
Untuk itu, BPM-PTSP bersama instansi terkait akan membongkar
papan reklame tersebut dalam waktu dekat, karena keberadaannya membuat keindahan Kota Tanjungpinang semakin semrawut.
Kabid Penyelengaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan
merangkap Sekretaris BPM-PTSP Pemko Tanjungpinang, Agus Haryono mengakui banyaknya papan reklame di Tanjungpinang berdiri tanpa izin. Pihaknya selama ini membiarkan papan reklame yang ada di pinggir jalan, sepanjang tidak mengganggu pengguna jalan dan lalu lintas serta pejalan kaki.
“Jalan dan keindahan kota terlihat sangat semrawut dengan tak
teraturnya keberadaan papan reklame di Tanjungpinang,” ujar
Agus, Jumat (7/4).
Dikatakan Agus, dari 265 titik papan reklame yang tidak
memiliki izin. Terdapat 83 titik milik Pemko Tanjungpinang yang
juga tersebar, tidak memiliki izin. Sedangkan untuk papan
reklame yang memilik izin hanya 14 papan yang tersebar
dibeberapa titik di Kota Tanjungpinang.
“Ukurannya beragam, sudah kami data semua. Semuanya akan kami bongkar, baik itu yang rusak ataupun tidak,”kata Agus.
Diterangkan Agus, jika pengusaha papan reklame mengurus izinnya akan memberikan pendapatan bagi Pemko Tanjungpinang. Namun, banyak pengusaha yang membandel dan tidak mau mengurus perizinannya.
“Kami sudah capek untuk mengajak pengusahanya agar mengurus segala perizinan papan reklamenya. Tapi tidak ada yang mau mengurus. Dalam waktu, semuanya yang tidak berizin akan kami bongkar,”ucapnya.
Terpisah Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pemko
Tanjungpinang, Andri Prayuda, membenarkan adanya rencana akan melakukan pembongkaran papan reklame tidak berizin tersebut. Sebab, jika tidak cepat bertindak makan akan merugikan Pemko
Tanjungpinang.
“Sekarang masih dalam tahap pembahasan dan menunggu arahan dari Walikota. Semua papan reklame itu akan kami bongkar bersama tim terpadu,” ujarnya.
Dikatakan Andri, saat ini prosesnya sendiri. Selain menunggu
arahan dari Walikota. Juga sedang dalam tahap pendataan dan
pembahasan dengan instansi terkait lainnya.
“Iya, lagi didata, dilokasi mana saja papan reklame yang tidak
berizin itu tersebar. Yang jelas dalam waktu dekat ini sudah
dibongkar itu,”ucapnya. (ias)