
batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melantik 91 dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VII tingkat

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam melantik 91 dewan hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-VII tingkat

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menegaskan pelayanan negatif kepada masyarakat sangat menghambat proses pembangunan. Pelayanan negatif berupa pungutan liar (pungli) harus dibasmi dari bumi Kepri. Hal ini disampaikan Nurdin saat Rapat Kerja Saber Pungli di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jumat (7/4).
Atas dasar itu, Provinsi Kepri harus bebas dari praktik pungli. Menurut Nurdin, sebagai abdi negara, dalam melayani masyarakat tanamkan niat di dalam hati untuk tidak melakukan pungli. Sifat-sifat yang membuat, menghambat kegiatan yang menggerakkam ekonomi seperti pungli dibuang sejak dalam pikiran dan niat.
“Mari buat masyarakat merasakan kenyamanan dalam mendapatkan pelayanan. Semoga sosialisasi ini semakin membawa manfaat yang besar bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Ditempat yang sama, Kapolda Kepri, Irjen Pol Sambudi Gustian melaporkan, selain tim Saber Pungli Provinsi Kepri, Unit Saber Pungli di 7 Kabupaten/kota di Provinsi Kepri juga telah dibentuk, dengan kegiatan pelaksanaan sosialisasi dalam rangka pencegahan serta penindakan. Menurut Kapolda, lengkapnya struktur ini membuat kinerja Saber Pungli di daerah lebih maksimal.
“Kerja keras kita sudah membuahkan hasil. Karena suda melakukan empat OTT praktik pungli di Kepri,” ujar Kapolda menambahkan.(jpg)

batampos.co.id – Empat bulan upah guru honorer di Kota Batam belum dibayarkan,
Mereka harus menunggu entah sampai kapan upah mereka bisa cair.
Sebab, pembayaran gaji mereka dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak bisa serta merta dibayarkan, karena harus menunggu pengangkatan bendahara dana BOS dari Wali Kota. Selama ini Bendahara itu cukup ditunjuk oleh kepala sekolah.
Anggota Komisi IV DPRD Batam, Riky Indrakari mengatakan, pengangkatan bendahara dana BOS di masing-masing sekolah oleh Wali Kota. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 11 Tahun 2017 tentang petunjuk teknis penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, serta pertanggungjawaban dana BOS pendidikan negeri oleh pemerintah daerah pada APBD.
“Kalau dulu bendahara dana BOS ditunjuk kepala sekolah. Sekarang, sesuai SE Mendagri itu, bendahara diangkat kepala daerah (Wali Kota),” kata Riky.
Riki menilai Pemerintah Kota (Pemko) Batam terlambat mengantisipasi lahirnya aturan baru tentang pengangkatan bendahara dana BOS. Sehingga dana BOS yang telah turun dari pemerintah pusat belum bisa dicairkan.
“Kami tak tahu dimana keterlambatannya. Apakah Pemko terlambat menerima salinan surat edaran dimaksud atau pada proses administrasi surat itu sendiri,” sambung politikus PKS itu.
Atas munculnya aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini mengakibatkan dilema di pemerintah daerah.
“Ini yang saya yakin tak mudah bagi seorang Wali Kota Batam untuk menunjuk dan mengakat masing-masing bendahara dana BOS di sekolah. Sebab ada konsekuensi hukum yang akan berlaku nantinya,” sebut Riky.
Namun, dia berharap Wali Kota Batam dapat mencarikan solusi untuk memenuhi pembayaran honor guru non PNS yang berjumlah sekitar 200 orang tersebut.
Apalagi, dana sekolah yang terbatas, membuat kepala sekolah mencari talangan untuk memenuhi penggajian guru non PNS yang upahnya bersumber dari 30 persen maksimal yang dibolehkan dari total dana BOS di masing-masing sekolah. Disebutkannya, nilai honorer yang diterima guru honorer tersebut adalah untuk menyambung hidup dengan sesuap nasi. (rng/cr18/she/ii/JPG)

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi, didampingi Wakil

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menikmati duit pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor Pariwisata.
Buktinya sejak tiga tahun terakhir besaran PAD yang diperoleh Pemko Batam dari sisi pariwisata cukup menggembirakan.
“Cukup menjanjikan dari tahun ke tahun. Makanya wali kota (Walikota Batam Rudi) target banyak dari sektor ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Pebrialin.
Dia memaparkan, di 2014 total PAD sebesar Rp 605 miliar, sektor pariwisata menyumbang Rp 127 miliar. Rinciannya, dari hotel Rp 64,1 miliar, restoran Rp 32,4 miliar, sementara hiburan Rp 13,5 miliar.
Begitu juga di 2015. Dari Rp 824,7 miliar total PAD, sumbangsih sektor pariwisata sebesar Rp 144 miliar. Jumlah itu berasal dari hotel Rp 81,8 miliar, dari restoran Rp 45,7 miliar serta hiburan Rp 17,06 miliar.
“Persentase sumbangsih tahun 2015 itu, 17,56 persen,” sambungnya.
Dia mengaku belum tahu pasti sumbangsih sektor pariwisata tahun 2016. Namun berdasar pada data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam yakni, hotel sebesar Rp 88,302 miliar, restoran Rp 51,594 miliar serta hiburan sekitar Rp 19 miliar lebih.
Karena sumbangsih PAD yang ‘gemuk’ dari sektor pariwisata ini Wali Kota Batam Rudi menitipkan 2017 ini Disbudpar meraup PAD yang banyak. Disbudpar bahkan diminta untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang kemudian berimbas ke PAD.
“Mereka tidur di (hotel) Batam, kita dapat duit. Makan di Batam dapat duit juga kita,” ucap Rudi.
Maka dari itu, menjemput potensi baik ini pihaknya terus membenahi dan mepercntik kota. “Jalan kami perlebar, pasang lampu supaya bagus. Wisatawan nyaman ke Batam,” kata mantan polisi ini. (cr13/iil/JPG)
batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara Provinsi Aceh tahun 2017 yang akan dilaksanakan pada 15-16 Mei mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi mengatakan kegiatan Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara adalah agenda tahunan Disbudpar Aceh dalam rangka menyaring talenta terbaik untuk mewakili Aceh ke tingkat nasional.
“Kegiatan ini menjadi agenda rutin dari dinas untuk menyeleksi putra-putri terbaik Aceh, yang nantinya akan menjadi perwakilan pada Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara Tingkat Nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bahasa dan Seni, D. Kemalawati menyebutkan, bahwa selama ini pelaksanaan Gita Bahana Nusantara Tingkat Provinsi Aceh senantiasa mengirimkan 4 (empat) orang putra-putri Aceh sebagai perwakilan dalam Group Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara setiap tahunnya dengan hasil yang cukup memuaskan.
“Peserta yang lolos audisi akan dikarantina di Jakarta mulai tanggal 1-19 Agustus 2017. Mereka akan ditampilkan dalam acara kenegaraan di Gedung MPR/DPR RI tanggal 16 Agustus 2017 dan pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia Tanggal 17 Agustus 2017, di Istana Merdeka RI,” jelas Kemalawati yang juga Ketua Pelaksana Audisi Gita Bahana Nusantara Tingkat Provinsi Aceh.
Dalam audisi kali ini, tambah Kemalawati, panitia sudah menentukan 11 lagu wajib yang harus dikuasai peserta, meliputi: Garuda Pancasila, Sapu Tangan dari Bandung Selatan, Bengawan Solo, Bangun Pemuda-Pemudi, Melati Suci, Indonesia Subur, Pantai Sepi, Tanah Air, Mandi, dan Indonesia Pusaka.
Adapun pelaksanaan audisi akan diikuti oleh Kabupaten/Kota seluruh Aceh yang telah lebih dahulu membuat seleksi tingkat Kabupaten/Kota di masing-masing daerah serta peserta dari jalur umum.
Audisi ini akan dipandu oleh 1 (satu) orang Dewan Juri Tingkat Nasional utusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan 4 (empat) orang Dewan Juri profesional dari Aceh yang terdiri dari musisi, akademisi dan praktis,” ujar Kemalawati yang juga salah satu sastrawati Aceh.
Penilaian didasarkan pada materi suara, intonasi, ritmik, ekspresi, penampilan dan kemampuan membaca notasi.
Formulir pendaftaran dan data calon peserta dapat diambil di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Bidang Bahasa dan Seni, atau melalui website disbudpar.acehprov.go.id atau lewat www.letteroftruth.webs.com. Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung pada sekretariat atau dapat dilakukan via email [email protected].
Dalam audisi paduan suara tahun ini akan memperebutkan hadiah total Rp46.000.000,- yang terdiri dari 4 (empat) peringkat dari 4 (empat) kategori nada suara (alto, sopran, tenor dan bass).
“Dari 4 peserta yang berhasil meraih juara pertama dari tiap kategori nada suara akan dikirim sebagai utusan Aceh bergabung dalam Group Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara Tahun 2017 di Jakarta,” tutur Kemalawati. (rilis)

batampos.co.id – Seorang laki-laki berusia 36 tahun, Zainal ditemukan telah meninggal di kamar 206-B lantai dua Hotel 99 Pelita, Jumat (7/4) sekira pukul 06.35 WIB.
Ia diduga meninggal dunia dikarenakan sakit.
Kapolsek Lubukbaja Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia oleh temannya sendiri Sugianto. Sebelum meninggal, Zainal sempat mengeluhkan sakit kepala dan Sugiarto menyarankan untuk berobat ke dokter.
“Korban tidak mau, dan korban hanya meminta untuk dibelikan obat sakit kepala kepada temannya. Kemudian temannya turun membelikan obat sakit kepala di warung dekat hotel,” ujarnya.
Sepulangnya Sugiarto membelikan obat sakit kepala, kemudian ia melihat temannya tersebut telah kejang-kejang dan langsung tidak sadarkan diri. Mendapati temannya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, kemudian Sugiarto meminta bantuan kepada rekannya Tafsir.
“Sesampainya di hotel, rekan mereka Tafsir langsung menuju tempat korban tinggal dan sempat memeriksa nadi korban. Akan tetapi, korban sudah meninggal dunia,” katanya.
Setelah mengetahui Zainal telah meninggal, kemudian kedua rekan korban langsung melaporkan kejadian ini kepada petugas resepsionis hotel. Kemudian, petugas resepsionis hotel melaporkan kejadian ini ke Polsek Lubukbaja.
“Sesampai di sana, kami langsung melakukan olah TKP, dan jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum. Untuk sementara korban meninggal dunia karena sakit,” imbuhnya. (cr1)