Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13449

Lebaran Mendatang, Tol Trans Sumatera Dioperasikan

0

batampos.co.id – Kabar gembira untuk warga Sumatera.

Tiga dari beberapa ruas tol Trans Sumatera sudah bisa dioperasikan menjelang Lebaran Idul Fitri pada akhir Juni 2017 ini.

Ketiga ruas tol itu adalah

  • Bakauheni-Terbanggi Besar,
  • Palembang-Indralaya,
  • Medan-Binjai.

“Bakauheni-Terbanggi Besar mudah-mudahan sudah dapat dioperasikan 2017 ini. Palembang-Indralaya bisa dioperasikan Bulan Juni 2017. Medan-Binjai juga akan dioperasikan pada 2017 ini,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Sementara untuk ruas Pekanbaru-Dumai sudah mulai dilakukan pekerjaan fisiknya.”

Lebih rinci Basuki menjelaskan, ruas Tol Medan-Binjai yang bisa diperasionalkan itu adalah Seksi 2 Helvetia–Semayang sepanjang 6,18 kilometer (km) dan Seksi 3 Semayang–Binjai sepanjang 4,28 km; Palembang-Indralaya Indralaya Seksi 1 Palembang–Pamulutan 7,75 km; dan Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 2 (Sidomulyo-Kotabaru) segmen Lematang-Kotabaru sepanjang 5,025 km.

Sedangkan untuk ruas Tol Trans Sumatera lainnya yang akan selesai pembangunannya pada 2017 ini diantaranya ruas Palembang-Indralaya Seksi 3 (KTM-Simpang Indralaya) sepanjang 9,28 km, Bakauheni Terbanggi Besar Paket 1 (Bakauheni-Sidomulyo) Segmen Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni sepanjang 8,90 km, dan seluruh ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 km.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, saat ini secara keseluruhan progres pembangunan Tol Trans Sumatera sudah mencapai 62 persen. Sebagai upaya mendorong percepatan pembangunan jalan tol pada wilayah yang tidak diminati oleh badan usaha (swasta dan BUMN) karena kurang layak secara ekonomi, Kementerian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menggunakan State Guarantee Model atau penugasan kepada BUMN untuk melakukan proyek pembangunan jalan tol secara menyeluruh dengan didukung penuh oleh pemerintah.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 100 Tahun 2014 Pemerintah telah menugaskan kepada PT Hutama Karya untuk melakukan pekerjaan 4 ruas tol di Jalan Tol Trans Sumatera, yaitu ruas tol Medan – Binjai sepanjang 16,72 km, Palembang – Indralaya sepanjang 21,93 km, Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,7 km, dan Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 km.

Melalui Perpres Nomor 117 Tahun 2015, ruas tol yang ditugaskan kepada PT.Hutama Karya bertambah sebanyak 4 ruas tol lainnya, yaitu ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang 100 km, Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 85 km, Palembang-Tanjung Api-Api sepanjang 70 km, dan Kisaran-Tebing Tinggi sepanjang 60 km.

Dengan demikian, total panjang ruas yang harus ditangani oleh PT. Hutama Karya adalah 625,83 km dan ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2019. (BKP Kementerian PUPR/ES)

Boleh Kok Bawa laptop ke Pesawat

0
foto: setkab

batampos.co.id – Tidak ada larangan bagi penumpang untuk membawa barang elektronik seperti laptop/hp (handphone) ke kabin pesawat.

demikian penegasan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Hanya saja, dilakukan pemeriksaan yang lebih ketat, baik dengan X-Ray atau secara manual.

“Barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun demikian barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat. Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso melalui fanpage facebook Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Sabtu (1/4) pekan lalu.

Dirjen menegaskan, keamanan penerbangan merupakan satu kesatuan dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu, pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat. Termasuk diantaranya terhadap barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat.

Tindakan pengamanan yang lebih ketat sebelumnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, Kanada dan Inggris terhadap beberapa penerbangan maskapai tertentu dari bandara di negara tertentu di Timur Tengah dan Turki menuju bandara di Amerika Serikat, Kanada dan Inggris. Yaitu pelarangan membawa laptop (komputer jinjing) dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) dalam kabin pesawat.

Namun sampai saat ini, menurut Agus, Pemerintah Indonesia belum memiliki aturan mengenai larangan membawa laptop dan barang elektronik yang lebih besar dari telepon genggam (handphone) ke dalam kabin pesawat. “Untuk saat ini barang-barang elektronik tersebut boleh dibawa ke kabin namun harus dikeluarkan dari tas dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” ujarnya.

Melalui akun twitternya @djpu151, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjelaskan, barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat dengan X-Ray dan juga secara manual.

“Laptop dan barang elektronik lainnya dengan ukuran yang sama harus dikeluarkan dari tas/bagasi dan diperiksa melalui mesin X-Ray,” bunyi cuitan Ditjen Perhubungan Udara itu.

Jika dalam pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray tersebut masih membuat ragu X-Ray operator, lanjut ciutan itu, baru akan dilakukan pemeriksaan manual.

Pemeriksaan barang elektronik secara manual yang akan dilakukan petugas adalah dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Calon penumpang/pemilik barang harus menghidupkan perangkat elektronik tersebut; 2. Calon Penumpang/Pemilik barang elektronik akan diminta mengoperasikan perangkat elektronik tersebut; 3. Personel keamanan penerbangan akan mengawasi dan melihat hasil pemeriksaan dari perangkat tersebut.

“Jadi sekali lagi, TIDAK ADA larangan membawa laptop atau perangkat elektronik ke kabin pesawat. Pemeriksaanya saja yg lebih diperketat,” bunyi cuitan Ditjen Pehubungan Udara yang diunggah pada Sabtu (1/4) kemarin.

Secara terpisah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui akun twitter @kemenhub151 juga menegaskan, tidak adanya larangan membawa laptop/hp ke kabin pesawat itu. Yang benar adalah mewajibkan setiap penumpang yang membawa laptop dan barang elektronik lainnya untuk mengeluarkan benda-benda tersebut dari tas dan diperiksa dengan X-Ray.

“Jangan kaget kalau di bandara nanti pemeriksaannya akan lebih ketat. Ini untuk keselamatan dan keamanan kita bersama,” tegas cuitan Kemenhub.

Untuk itu, Kemenhub mengimbau masyarakat yang menggunakan jasa angkutan udara agar mengusahakan untuk tiba di bandara jauh lebih awal, karena kemungkinan pemeriksaan tersebut akan sedikit memakan waktu sehingga terjadi antrean.

“Jadi di sini tidak ada pelarangan membawa laptop atau barang elektronik lainnya ke kabin pesawat, hanya pemeriksaannya yang diperketat,” tegas Kemenhub. (ES/setkab)

Investor Singapura Terpikat Pesona Danau Toba

0
foto: pesonaindo

Jauh-jauh dari datang Singapura ke Danau Toba tiadalah rugi. Investor Singapura jatuh hati.

Ya, perwakilan perusahaan pariwisata papan atas Singapura mengunjungi Tobasa, Kamis 6 April 2017, lalu.

Ketiga perusahaan asal Singapura itu adalah

  • KOP Properties,
  • Montingo Resort
  • Butterfly Park Sentosa Resort.

Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) pun memberi gambaran besar tentang pengembangan kawasan wisata danai kaldera terbesar di dunia itu.

Kepala BOPDT Ari Prasetyo mengatakan, utusan investor Singapura diajak mengunjungi lahan zona otorita di Sibisa seluas 602 hektare dan Bandara Sibisa di Ajibata, Tobasa.

“Investor melihat lahan Otorita dan Bandara Sibisa dapat saling melengkapi,” tutur Ari.

Selain itu, delegasi investor asal Negeri Pulau Tumasik juga mengunjungi potensi lahan pengembangan seluas 7,5 hektare di Silalahi, Kabupaten Dairi. Namun, lahan yang sudah diincar KOP memang masih terkendala tata ruang.

Karenanya, BOPDT mengajak delegasi investor Singapura berdiskusi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dairi guna mendiskusikan tata ruang. Progres pun langsung terlihat.

“KOP sangat tertarik dan serius berinvestasi di Danau Toba. Ada dua opsi lahan yang akan mereka proses, dan mereka memiliki cukup kapasitas untuk memilih keduanya,” ujar Ari.

Sedangkan Butterfly Park punya kesan tersendiri tentang kawasan Danau Toba. “Lake Toba is much better than “expected (Danau Toba jauh lebih baik dari yang saya duga, red),” ujar Ari menirukan kesan investor dari Butterfly Park.

Menpar Arief Yahya terus memonitor pekerjaan dari minggu ke minggu perkembangan Danau Toba. Aplikasi transformer dengan Project Management System diterapkan untuk melihat persentase pekerjaan yang sudah dikerjakan. Termasuk Taman Bunga dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang sudah melewati vision masterplan itu.

Setiap Rapim (Rapat Pimpinan), Menpar Arief selalu mengumpulkan para pejabat Eselon I dan II di Kemenpar untuk melihat data dan angka. Dashboard destinasi, 10 Bali Baru, Pemasaran Mancanegara, Pemasaran Nusantara, Kelembagaan dan SDM, bisa dilihat angka-angka persentasenya di War Room M-17, lantai 16. (*)

Siapkan Kamera, segera Merapat ke Kotagede Menyaksikan Ritual Nawu Sendang

0
foto: mynameisfahmie

Anda yang kini sedang ada di Yogyakarta atau ada rencana ke sana silakan untuk segera merapat menyaksikan ritual nawu Sendang.

Kegiatan ritual budaya Mataraman akan kembali berlangsung di Kotagede, Yogya, besok, 9 April 2017.

“Kendati acara puncaknya Hari Minggu Wage tanggal 9 April, rangkaian acara sudah kami mulai sejak Kamis Legi, 6 April,” tutur Mas Bei Hastono Sastro Purwanto, salah satu Abdi Dalem yang menjadi panitia acara ritual tersebut.

Ritual ini berlangsung setiap tahun di Kompleks Masjid Besar Mataram Kotagede Yogyakarta. Ritual berupa membersihkan kolam besar atau sendang inilah yang dalam istilah Jawa, disebut Nawu Sendang. Sendang yang dimaksud adalah Sendang Seliran Kotagede Yogyakarta. “Sendang ini berada di kawasan cagar budaya Makam Raja Mataram Kotagede,” tambah pria yang akrab disapa Mas Pur ini.

Awalnya, acara ini sekadar tradisi. Namun dalam beberapa tahun belakangan, pihak panitia mengemas acara Nawu Sendang menjadi sebuah rangkaian acara yang meriah dan dapat dinikmati oleh masyarakat umum serta menjadi atraksi wisata yang menarik. Prosesi ritualnya menjadi bidikan favorit para fotografer maupun kamera wisatawan.

Tahun 2017 ini, acara diawali dengan prosesi penerimaan Gunungan/Ambengan dari Keraton, lalu ada Labuh Jathilan di Kali Gajah Wong Kotagede. Kemudian ada ritual keramat Kirab Siwur dari Keraton Yogyakarta. Baru kemudian menuju lokasi utama acara Makam Raja-Raja Mataram Kotagede.

Penerimaan Gunungan dilakukan dengan kirab budaya Ambengan Agung. Gunungan yang berupa gunungan kuliner diarak oleh ratusan abdi dalem dari Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Gunungan berisi hasil bumi dan tak ketinggalan sejumlah makanan tradisional yang menjadi ikon, seperti kipo, banjar, yangko, dan roti kembang waru yang diperebutkan untuk dimakan bersama-sama.

Arak-arakan dimulai dari Balai Desa Jagalan menuju Masjid besar Mataram Kotagede Yogyakarta. Kirab budaya tersebut diikuti Para Bregodo (prajurit) yang membawa jodhang berisi miniatur Masjid Besar Mataram.

Ritual Nawu Sendangnya dimulai di serambi masjid. Di sendang, para abdi dalem mengambil air secara simbolik dengan siwur, dan memasukkan air ke dalam kendi, yang kemudian dibawa dengan jodhang yang dipikul.

Nawu Sendang merupakan penggambaran bersatunya keraton dengan masyarakat serta manunggalnya ulama dan umaro atau pemimpin. Karena itu, warga dilibatkan dengan berperan sebagai prajurit keraton.

Para pengunjung atau wisatawan yang akan menginap untuk mengikuti rangkaian acara, bisa menyewa homestay atau penginapan di dekat lokasi. “Untuk para wartawan dan fotografer kami menyediakan media center. Bagi rekan media yang mau menginap bisa hubungi panitia,” tandas Mas Pur.

Tradisi di Kota Budaya Yogyakarta itu menurut Menpar Arief Yahya bisa menjadi salah satu atraksi wisata. Di pariwisata itu ada yang disebut wisata religi dan wisata budaya, dan ada Asdep yang mengurusinya. “Kekuatan Yogya sebagai deatinasi wisata ada di sini. Tradisi, yang bisa menarik perhatian wisatawan,” jelas Arief Yahya.

Bali salah satu maestro destinasi Indonesia juga memiliki daya pikat tinggi, karena faktor budaya itu. Kesenian, perayaan hari-hari besar, iring-iringan perempuan menyunggi tumpukan buah-buahan, sampai subak, tradisi teraserring berpertanian pun menjadi objek foto-foto yang sangat viral. “60% wisman ke Indonesia karena budaya, atau culture-nya. Yang karena nature-nya 35% persen, dan 5% manmade,” ujarnya.  (*)

Infrastruktur Pariwisata Harus Tuntas 2018

0
Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan akan mengusulkan tambahan kucuran APBN untuk membangun infrastruktur pariwisata.

Ide itu muncul sebagai tekad Pemerintah untuk membenahi sektor pariwisata andalan sekaligus untuk mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancenagara (wisman) pada 2019.

“Dua tahun ini APBN-P ditambah berapa, kemudian APBN tahun depan ditambah. Jadi harus selesai September tahun depan. Dengan begitu target 20 juta turis bisa tercapai,” ujar Menko Luhut di kompleks Istana Negara, Kamis (6/4).

Luhut hadir di kompleks Istana Negara untuk melaporkan persiapan lima destinasi menjelang Annual Meeting IMF dan World Bank di Bali pada 2018 mendatang.

Menurut dia, forum internasional itu akan dihadiri hampir 18.000 sampai 20.000 orang dari 185 negara. Karena itu, destinasi untuk menyambut kedatangan peserta annual meeting harus dibenahi secepatnya.

Lima destinasi yang sedang dipoles oleh pemerintah adalah Tanah Toraja, Labuan Bajo, Bali, Borobudur dan Danau Toba. Sejumlah fasilitas di masing-masing lokasi itu akan dibenahi. Seperti bandar udara, jalan, hingga terminal yang bisa disinggahi kapal cruise.

Khusus untuk Bali, Menko Luhut menyoroti infrastruktur jalan yang tidak memadai lagi. Sehingga, sering terjadi kemacetan seperti di sekitaran bandaranya.

Perbaikan juga dilakukan di kawasan Candi Borobudur dan Danau Toba. Untuk yang terakhir ini, dia mengusulkan adanya dua kapal pesiar di danau itu. Di samping perbaikan fasilitas hotel.

Menpar Arief Yahya membenarkan soal infrastruktur itu, terutama Bali yang akan menerima hampir 20 orang peserta MICE, IMF Annual Meeting itu. “Underpass di beberapa titik akan memberi optimisme untuk Bali tidak terlalu macet. Karena dalam kondisi normal, Bali itu ada 13,8 ribu orang per hari. Jika ditambah 18 ribu saja, pasti sesak bukan main, macet di mana-mana,” ucap Arief Yahya.

Solusi pertama, underpass akan sangat membantu. Kedua, penataan lalulintas lagi, selama menjelang, selama dan sesudah Meeting. Ketiga, dipecah ke beyond Bali, agar menumpuk di Bali saja.

Dalam rakor di Kemenkomar lalu, hadir Luhut Binsar P Menko Kemaritiman. Lalu Achmad Gani Ghazaly Akman, Direktur Pembangunan Jalan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Peter Jacobs : Staf Ahli Dewan Gubernur BI, A. Tonny Budiono : Dirjen Hub Laut, Susi Wiyono : Staf Ahli Menteri Keuangan Bid. Organisasi dan Teknologi Informasi dan Laksda TNI Harjo Susmor : Kepala Pusat Dishidros TNI AL. (*)

 

Pembaca, Batam sedang Uji Coba e-Tilang…

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pembenahan pelayanan publik berbasis teknologi dan informasi terus ditingkatkan. Kini, pelayanan tilang di Batam dalam tahap uji coba sistem elektonik tilang berbasis online (e-Tilang) yang digelar di Pengadilan dan Kejaksaan Negeri Batam, Jumat (7/4).

Kepala kejaksaan negeri Batam, R Adi Wibowo mengatakan, sistem e-Tilang ini berupa aplikasi yang bertujuan untuk menghindari kerawanan dalam pembayaran tilang.

“Kami menghindari desak-desakkan, uang tunai yang cukup banyak, dan kerawanan lainnya,” terang Adi di sela-sela kegiatan.

Ia menyebutkan, program dari Kapolri tersebut dipandu tiga lembaga hukum dan satu instansi yang disebut empat pilar. Adalah Korlantas Mabes Polri, Mahkamah Agung, Kejagung dan Bank BRI.

“Dari empat pilar ini diteruskan ke setiap lembaga yang ada di daerah-daerah,” ujarnya.

Dalam uji coba itu, para peserta diminta untuk mengirimkan data pendukung ke Korlantas untuk dimasukkan ke aplikasi e-Tilang berupa data nama petugas Korlantas dan data table denda tilang.

Namun diakui Adi, program ini untuk wilayah Kepri khususnya Batam, masih menunggu penyempurnaan dari Korlantas Polri.

“Semoga segera diterapkan di sini (Batam) karena memudahkan banyak pihak,” ungkapnya.

Tampak dalam kegiatan itu AKBP Febi dari Mabes Polri, Sri dari Kejagung, Agus Rusdianto dari PN Batam, R Adi Wibowo dari Kejari Batam, dan perwakilan dari BRI. (nji)

Dialog Pariwisata Indonesia dengan Media Massa di Bali

0
Pemberian Cinderamata oleh Sekretaris Kementerian, kpd Kepala Dinas Pariwisata Prov Bali & Managing Director ITDC. Bali (07/04/2017)

Bali begitu istimewa di mata Menpar Arief Yahya. Alasannya?

Pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain.

Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu.

“Terakhir, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia,” kata Arief Yahya.

Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya, Sebagai destinasi, Bali paling maju dan oleh Menpar Arief dijadikan ikon pariwisata Indonesia.

“Karena itulah 10 destinasi prioritas pun kami sebut dengan istilah 10 Bali Baru,” ungkap Arief Yahya.

Karena istimewa itulah, maka Kemenpar pun memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan stakeholder Pentahelix di Pulau Dewata. Kali ini, mengundang media di Bali, main komunitas media digital, multimedia, maupun medsos untuk mendiskusikan sektor yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi itu.

Mata acaranya, “Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali” yang berlangsung  di Rani Hotel  Kuta, Bali, Jumat (7/4). Temanya: “Kebijakan Pengembangan Pariwisata 2017: Go Digital, Homestay, dan Aksesibilitas” Host-nya adalah Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kemenpar.

Adapun narasumber yang akan tampil di forum bersama komunitas media itu adalah Sekretaris Kementerian Pariwisata (Sesmenpar) Ukus Kuswara, Managing Director ITDC Karioka Lombart (Managing Director ITDC), M. Noer Sadono (Staf Khusus Menpar bidang Komunikasi), dan Anak Agung Gede Yuniartha (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali).

Kegiatan Workshop Sosialisasi Kebijakan Kemenpar bagi Jurnalis Greater Bali diikuti 50  jurnalis dari media cetak, online, dan elektronik Bali, NTB, NTT (Forum Wartawan Great Bali) Pengurus Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) Jakarta serta perwakilan media asing di Bali.

Sesmenpar Ukus Kuswara mengatakan, kunci keberhasilan pembangunan kepariwisataan nasional, mengutip pendapat Menpar Arief Yahya adalah kolaborasi pentahelix. Lima stakeholder yang solid, yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. “Kerjasama Indonesia Incorporated menjadi spirit kekuatan untuk mewujudkan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional,” kata Ukus Kuswara.

Program pemerintah dalam pembangunan lima tahun ke depan akan fokus pada sektor; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata. Penetapan kelima sektor ini dengan pertimbangan signifikansi perannya dalam  jangka pendek, menengah, maupun panjang  terhadap pembangunan nasional.

Dari lima sektor tersebut pariwisata ditetapkan sebagai leading sector karena dalam jangka pendek, menengah, dan panjang pertumbuhannya positif. Hal ini terlihat peran pariwisata dunia dalam memberikan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global mencapai 9,8%; kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor pariwisata tumbuh 25,1%; serta pariwisata membuka lapangan kerja yang luas yakni 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata.

Pertumbuhan pariwisata dunia tersebut memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mentargetkan pertumbuhan pariwisata nasional dua kali lipat pada 2019. Tahun 2019, pariwisata ditargetkan memberikan kontribusi pada PDB nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan Rp 280 triliun, menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta  dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

“Untuk mencapai target pariwisata 2019, Kemenpar menerapkan kebijakan dan program prioritas yang dilaksanakan tahun ini yakni;  digital tourism, homestay desa wisata, dan aksesibilitas udara sebagai top 3 program,” kata Ukus Kuswara seraya mengatakan, top 3 program ini sebagaimana harapan Menteri Pariwisata perlu disososialisasikan kepada seluruh elemen pariwisata di antaranya  kalangan media yang hari ini dilaksanakan dalam kegiatan workshop dengan peserta para jurnalis great Bali. (*)

 

APBD Kepri Rp 3,360 T Dikhawatirkan Meleset

0

batampos.co.id – Akademisi Politeknik Negeri Batam, Zainuddin menilai APBD Provinsi Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017 yang sudah diparipurnakan DPRD Kepri dengan nilai Rp3,360 triliun merupakan angka yang fantastis. Jumlah ini, menjadi tantangan bagi Pemprov Kepri untuk merealisasikan. Jangan sampai meleset ditengah jalan.

“Tahun lalu APBD Kepri dengan nilai Rp3,056 triliun, sedangkan tahun ini menjadi Rp3,360 triliun. Artinya terjadi kenaikan yang lumayan. Tetapi kondisi bisa berubah, apabila pemerintah pusat membuat kebijakan memangkas anggaran daerah,” ujar Zainuddin Jumat (7/4).

Menurut Dosen Manajemen Bisnis itu, ia melihat dari dua sisi yang berbeda.  Sisi pertama pemerintah memiliki optimisme yang besar dalam meningkatkan pendapatan untuk pembangunan daerah. Artinya, secara positif, banyak program pembangunan yang tertunda, karena defisit tahun sebelumnya bisa dilaksanakan. Apalagi defisit tahun yang lalu juga banyak belanja publik yang dipangkas. Bahkan sampai tunjangan guru juga ikut dikurangi.

“Pemprov Kepri juga jangan sampai over confident, karena kekuatan APBD Kepri masih menggantungkan pada Dana Bagi Hasil (DBH) Pemerintah Pusat. Ini yang harus diantisipasi dengan menggali potensi-potensi pendapatan yang menjanjikan. Jangan sampai APBD Kepri hatrik defisit,” papar Zainuddin.

Masih kata Zainuddin, Provinsi Kepri sudah dua kali mengalami defisit APBD, karena berkurangnya DBH. Apalagi saat ini, kondisi keuangan negara juga dalam situasi tidak menjanjikan. Persetujuan bersama antara DPRD Provinsi Kepri dengan Pemprov Kepri merupakan tanggungjawab bersama untuk mewujudkannya. Atas dasar itu, DPRD jangan hanya bisa mengkritisi, tetapi juga harus memberikan masukan-masukan yang berguna bagi Pemprov Kepri.

“Dengan besarnya jumlah APBD tahun ini, masyarakat punya banyak harapan. Jangan sampai ini meleset lagi, dan pada akhirnya kepentingan publik yang dikorbankan,” tutup Zainuddin.(jpg)

Pusat Pangkas Anggaran, APBD Kepri Terancam Defisit

0
batampos.co.id – Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bahtiar mengatakan adanya rencana Pemerintah Pusat memangkas anggaran daerah. Sangat mengkhawatirkan, karena bisa menjadi penyabab kembali defisitnya APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017. Namun pihaknya belum menerima instruksi resmi terkait rencana tersebut.
“Artinya, meskipun Dana Alokasi Umum (DAU) sudah difinalkan di dalam struktur APBN untuk setiap daerah, bisa jadi nilainya berubah pada APBN Perubahan nanti,” ujar Mirza Bahtiar menjawab pertanyaan Batam Pos, di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jumat (7/4) sebelum menghadiri Rapat Kerja (Raker) Satgas Saber Pungli Provinsi Kepri.
Menurut Mirza, benar atau tidaknya kebijakan tersebut akan diketahui pada APBN P nanti. Masih kata Mirza, apabila itu terjadi otomatis APBD Kepri akan kembali mengalami defisit. Dijelaskannya, solusi terbaiknya tetap melakukan penyesuaian tentunya pada sektor-sektor tertentu yang berkaitan dengan DAU. Seperti menekan perjalan dinas.
“Kita harus bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, apabila memang benar Pemerintah Pusat akan memangkas anggaran daerah. Kebijakan strategis adalah adalah melakukan efesiensi terhadap pos-pos belanja yang tidak produktif,” papar Mirza. (jpg)

Siap-siap Sambut Festival Candi Muaro Jambi 2017

0
ilustrasi

Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Pemuda Olahraga Kabupaten Muaro Jambi Indra Gunawan mengatakan, Festival Candi Muarojambi ke-IX merupakan upaya mengkuatkan kearifan lokal dan menarik minat wisatawan. Festival Candi Muaro Jambi IX bakal dihelat 28-31 Mei 2017, mendatang.Masih ada waktu untuk Anda siap-siap ya.

Perhelatan yang digelar di komplek percandian yang sudah berusia ratusan tahun tersebut, akan ada beragam lomba dan penampilan tarian kolosal yang tetap bertahan hingga era modern kini.

“Tujuan utama dalam kegiatan Festival Candi Muarojambi ini lebih kepada promosi candi agar lebih dikenal luas oleh masyarakat sebagai obyek wisata religi dan juga sebagai pusat penelitian pendidikan. Targetnya sekarang tidak hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara,” ungkap Indra.

Sejumlah kegiatan dan pagelaran akan ditampilkan saat festival di kawasan candi terluas di Asia Tenggara tersebut. Candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-11 sebelum masehi ini rencananya akan menggelar tarian kolosal, lomba seloko adat melayu, bazar, dan jalan sehat mengelilingi komplek percandian, pesta kanal kuno di kawasan candi, pertunjukan dan permainan tradisional khas Kabupaten Muarojambi.

“Sekarang Candi Muarojambi sudah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN), dengan agenda tersebut kita berharap dapat menambah tingkat kunjungan wisatawan hingga 15 persen, kita akan jaga terus atraksinya agar banyak Wisman yang ingin berkunjung terus,” harapnya.

Festival Candi Muarajambi dilaksanakan di situs candi yang mencakup lahan di tujuh wilayah desa seperti Desa Dusun Baru, Danau Lamo, Muarojambi, Kemingking Luar, Kemingking Dalam, Teluk Jambu dan Dusun Mudo. Sebelum pembukaan festival nanti, akan ada 1.000 lebih umat Budha terlebih dahulu melakukan prosesi waisak di candi.

Fenomena itu sudah menjadi tradisi tahunan warga Budha di Jambi dalam merayakan hari waisak.”Hal tersebut sudah menjadi tradisi tahunan warga Budha dalam merayakan hari Waisak di Provinsi Jambi, karena candi tersebut menjadi pusat peradaban agama Budha di Sumatera,” katanya.

Bila tahun lalu pengunjung ke candi selama festival sebanyak 8.000 orang, tahun ini ditargetkan mencapai 10.000 pengunjung. Sementara untuk tiket masuk di candi saat festival nanti masih mengunakan tarif lama yang sudah di SK-kan pemerintah kabupaten setempat, yakni Rp 3.000 per orang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, Provinsi Jambi memiliki begitu banyak potensi wisata yang luar biasa dan sama baiknya dengan yang dimiliki daerah lain. Namun, dibutuhkan promosi besar-besaran untuk mendatangkan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jambi.

“Kami akan bantu promosinya. Nah, sekarang Festival Muaro Jambi sudah kita masukkan ke dalam Calender of Event Nasional 2017,” terang wanita yang murah senyum itu.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, untuk menunjang promosi, dibutuhkan akselerasi pergerakan Wisman khususnya Jambi, pemerintah setempat harus pintar memanfaatkan momentum. “Kunci pengembangan destinasi itu 3A, Akses, Amenitas dan Atraksi. Kalau sudah dipilih atraksinya adalah budaya dengan candi, maka akses dan amenitasnya juga harus dipenuhi,” jelas Menpar Arief Yahya.

Kata Menpar, Festival Muaro Jambi dan perayaan Hari Raya Waisak adalah kesempatan yang sangat baik untuk meningkatkan wisatawan ke Jambi. Apalagi, Jambi sudah memiliki bandara yang representatif untuk mendatangkan wisatawan. “Jangan lupa juga peran endorser untuk mempopulerkan sebuah event,” kata Menpar, yang mengingatkan pre event harus dialokasikan 50% nya. Sisanya, 30% on event dan 20% post event.
Sekadar informasi, kawasan komplek percandian Muarojambi itu memiliki 82 reruntuhan (menapo) bangunan kuno. Saat ini sudah ada delapan bangunan candi yang telah dilakukan ekskapasi atau pemugaran dan pelestarian secara intensif oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi.(*)