batampos.co.id – Mi Akhirat. Duh tambah panjang saja ya nama/brand yang disematkan pada produk kuliner.
Ide Mi Akhirat berawal dari pencetusnya yaitu Aldy Pradika. Tentu ini semua bermula dari Aldy yang suka makan mi.
Dia kemudian mencoba menciptakan mi yang berbeda dari yang lainnya untuk dijadikan produk usahanya.
Aldy mencoba mencari resep dari internet dan meraciknya agar sesuai dengan selera.
Apalgi sejak kuliah ia bercita-cita menjadi seorang wirausaha dan memilih kuliner sebagai bidang usahanya .
Produk mi yang ia buat diberi nama Mie Akhirat dengan tingkat rasa pedas mulai level 1 hingga level 10.
Setiap level setara dengan lima cabai. Selain itu, Aldy membuat dua varian mi, yaitu warna putih dan hitam.
Untuk warna hitam, dia sebut mi neraka yang diberi pewarna dari jamur merang.
Sedangkan, warna putih ia sebut mi surga.
Mi ini dibandrol dengan harga mulai Rp 12 ribu hingga Rp 20 ribu.
“Brand Mi Akhirat ini untuk mengingatkan manusia mengenai kehidupan akhirat melalui makanan,” ujar Aldy.
Namun tentunya, brand unik ia pilih sebagai salah satu cara promosi.
Dalam merintis usahanya, Aldy mengaku tahun pertama dan kedua adalah yang paling sulit.
Masa itu, ia harus belajar mengenai cara berjualan, marketing, hingga membuat sistem kerja agar bisnis tetap berjalan.
Bahkan pada awal ia membuka outlet pertamanya, makanan yang laku hanya di kisaran sepuluh porsi.
Namun, ia tidak menyerah. Kini, ia tinggal memetik jerih payahnya yang membuahkan hingga enam outlet yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Solo.
“Sosial media seperti Facebook, Twitter dan Instagram turut membantu dalam mempromosikan usaha ini,” imbuhnya.
Karena selain gratis juga efektif meraih target pasar yang ia inginkan, yaitu anak muda.
Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat, Aldy mengaku selalu berusaha mempertahankan keunikan produk, menjaga kualitas dan memberikan pelayanan terbaik, agar pelanggan tetap menikmati produknya.
Dia selalu menghadirkan inovasi rasa mi, agar pelanggan tidak bosan .
Aldy membagi tipsnya pada anak muda yang ingin membuat usaha, yaitu harus mempunyai produk yang berkualitas, strategi berjualan dan promosi yang terencana dan efektif serta mampu mempertahankan kualitas yang bagus.
Mi ini sedang nge-hits lho di beberapa wilayah di Jawa Timur.(end/jpnn)
Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos
batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi menegaskan ia tidak perlu menghadap ke pimpinan BP Batam untuk memohon agar sejumlah kewenangan BP Batam dilimpahkan ke Pemko Batam.
“Pembagian kewenangan itu ranahnya presiden. Presiden yang menentukan, bukan BP Batam. Tak perlu saya ke BP,” tegas Rudi, Rabu (5/4).
Menurutnya, berbagai persoalan terkait pembagian kewenangan BP Batam dan Pemko Batam telah ia sampaikan ke Presiden Jokowi dan Meko Perekonomian yang juga Ketua Dewan Kawasan FTZ Batam Darmin Nasution dalam beberapa kali pertemuan di Jakarta.
“Kami tunggu dipanggil lagi,” katanya.
Rudi juga mengingatkan, BP Batam tidak punya hak bicara soal kewenangan. Pasalnya BP Batam hanya pelaksana keputusan Dewan Kawasan (DK) Nasional yang diketuai Darmin.
“Saya juga anggota DK, kami ada 11 orang. Pak Tanto (Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro, red) ini hanya menjalankan keputusan kami di DK, beliau tidak punya kebijakan, kalau punya kebijakan sendiri pasti kami marahi,” ucap dia.
Rudi melanjutkan, yang mungkin ia bicarakan dengan Hatanto terkait sinkronisasi layanan.
“Ini mungkin bisa lah, sesuai dengan wewenang yang kita pakai sekarang,” ucapnya.
Untuk diketahui, tumpang tindih kewenangan terjadi karena Pemko maupun BP punya regulasi berbeda. Pemko Batam merujuk pada Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kota Batam sebagai daerah otonom dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 taentang Pemerintah Daerah.
Sedangkan BP Batam merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (KPPB) Batam.
Assisten Pemerintahan Pemko Batam, Syuzairi mengatakan tumpang tindih kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam, harus diselesaikan total. Untuk itu masing-masing regulasi yang jadi dasar BP Batam dan Pemko Batam harus diuji.
“Iya, harus diuji materi atau lewat kearifan pemerintah pusat mengakhiri dengan menerbitkan PP baru, bukan lagi bagi-bagi kekuasaan seperti hubungan kerja. Itu tidak diperlukan,” ucapnya.
Dia meyakini jika uji materi dilakukan, dasar regulasi BP Batam tidak cukup kuat dibanding Pemko Batam.
“Mengapa? Jawabannya, seluruh peraturan perundang-undangan mengacu pada UUD 1945. Apakah BP dapat disetarakan dengan Pemko. Kalau kita bagi habis, pemerintah pusat, provinsi, lalu pemerinah kota di mana kamarnya (kewenangannya),” ucap dia.
Menurutnya, dalam hal ini Pemko Batam jelas menjalankan amanah kewenangan, sementara BP Batam hanya pelimpahan kewenangan dari Kementrian Keuangan.
“Dari dulu saya menyoroti ada yang salah di Batam ini,” ucapnya.
Dia mengatakan, dua lembaga pemerintahan di Batam harus diakhiri, karena hanya akan menghabiskan energi.
“Bergabung dengan satu manajemen lebih baik. Tentang pusat ya Satker (Satker) kawannya,” ucap mantan panitia pemekaran wilayah Kepri ini.
Dia tak menampik, jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menjawab persoaalan tumpang tindih kewenangan di Batam. Menurutnya, usulan KEK sebaiknya dari daerah, karena daerah lebih paham keadaan daerah.
“Tetapi tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan perlu kajian matang terutama luasan dan fungsi serta kewenangan daerah di kawasan tersebut,” pungkasnya. (cr13)
Atlet pelatnas Paralympic berlatih di stadion Sriwedari Solo,Rabu (5/4). Latihan ini guna persiapan menghadapi Asean Para Games (APG) 2017 di Malaysia bulan september mendatang.
Pameran property di antrium Mega Mall, Rabu (5/4). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Lesunya sektor industri galangan kapal (shipyard) dan elektronik membuat perekonomian Batam kini bertumpu pada sektor properti. Sayangnya, sektor ini juga tengah lesu akibat dihempas berbagai kebijakan lahan yang dikeluarkan Badan Pengusahaan Batam.
Kondisi ini membuat Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI), Sulaiman Soemawinata, angkat bicara. “Pemerintah daerah harusnya mampu menciptakan kebijakan yang menyuburkan sektor properti,” ujar Sulaiman saat menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) REI Batam di Hotel Harris Batamcentre, Rabu (5/4).
Sulaiman menegaskan properti merupakan inustri. Pelaku usaha di sektor ini selalu berpikir bagaimana menggerakkan penjualannya lebih tinggi.
“Makanya kami inginkan kepastian dari pemerintah,” ujar Sulaiman.
Tugas pemerintah untuk menumbuhkan pasar properti di Batam adalah memberikan kebijakan yang bersifat suportif dan membangun infrastruktur yang memadai. “Juga mendukung kepemilikan asing untuk properti,” jelasnya.
Sulaiman yakin, jika semua hambatan industri properti di Batam bisa dihilangkan, maka pada pertengahan tahun ini, dunia properti Batam akan bangkit kembali.
Keyakinan Sulaiman itu juga didasarkan pada kebijakan pemerintah pusat yang sudah pro industri properti. Hal itu bisa dilihat dari paket kebijakan ekonomi Presiden Jokowi yang memberi kemudahan kepemilikan properti pada WNA di Indonesia. Kemudian Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 64 Tahun 2016 tentang Pembangunan Rumah Murah dan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tahun 2015 tentang Pembangunan Satu Juta Rumah.
Menurutnya, kebijakan pusat itu harus bisa diterjemahkan dengan baik oleh Pemda, sehingga tak ada lagi hambatan regulasi di daerah.
“Pemerintah (Batam,red) harus mengingat bahwa investasi properti itu bertanggung jawab kepada perbankan. Properti terganggu, perbankan juga ikut terkena imbasnya. Kami bisa bertahan hidup karena perbankan,” katanya lagi.
Ia kemudian mengingatkan, secara nasional 60 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh swasta dan properti berperan besar di dalamnya. “Tugas pengembang itu mulia karena ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Sedangkan Ketua REI Batam yang baru, Achyar Arfan mengungkapkan banyak tugas berat yang harus dijalaninya untuk membawa dunia properti di Batam menjadi lebih baik lagi.
“Target kami, iklim usaha bisa jauh lebih maju dari sekarang, karena potensinya besar, banyak penanaman modal asing, orang luar saja percaya sama kita, masa kita tak bisa maju,” ungkapnya.
Ia memahami saat ini pembenahan terus dilakukan pemerintah daerah, khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam. “Pembenahan sudah berjalan setahu. Saya tahu BP Batam konsen dengan hukum. Nanti bakalan kelihatan arahnya,” jelasnya.
Achyar juga meyakini dunia properti akan bangkit karena sudah ada koordinasi dengan BP Batam terutama soal perizinan.
“Kita sudah beberapa kali bertemu dengan direktur lahan. Tinggal atur hal teknis saja, setelah ada pembenahan dan sistem sudah online. Hanya tinggal syarat yang mesti diteliti,” ungkapnya.
Mantan Ketua REI Batam sebelumnya, Djaja Roeslim juga mengingatkan properti itu mampu bertahan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Batam yang tengah lesu.
Ia meminta agar pemerintah daerah bisa menciptakan peraturan turunan mengenai kemudahan memiliki properti bagi WNA.
“Saat ini suplai banyak, tapi pasarnya tak mencukupi. Pasar lokal tak bisa mencukupi, makanya berharap peraturan kepemilikan asing bisa dipermudah,” harapnya.(leo)
batampos.co.id – PT Kinarya Rekayasa pengembang Puri Khayangan Residence di Batamcenter, menawarkan kemudahan pembayaran tunai bertahap bisa dicicil selama 40 bulan. Pembayaran ini gratis pengurusan biaya sertifikat Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan angka kredit, serta balik nama.
“Cicilan uang muka mulai dari Rp 1,8 jutaan perbulan,” ujar Marketing Puri Khayangan Residence, Usman saat dijumpai di stand pameran property REI Expo Batam 2017 di Mega Mall Batamcenter, Rabu (5/4).
Dia mengatakan, saat ini sudah terjual sekitar 300 unit dari total 490 unit yang ditawarkan. Puri Khayangan Residence sendiri dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Menawarkan satu menara dengan total 18 lantai, terdiri dari 490 unit hunian, terbagi dari dua tipe yakni 28 satu kamar tidur sebanyak 270 unit dan tipe 36 dua kamar tidur sebanyak 220 unit. “Setiap lantai terdiri dari 34 unit yang berbeda-beda dan setiap dua lantai ada ruangan serba guna,” ungkapnya.
Dikatakan Usman, apartemen ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, di antaranya tempat gym, taman bermain anak-anak, area parkiran, area comercial, dan sistem keamanan 24 jam. “Saat ini tersisa sebanyak 190 unit. Bagi customer yang ingin memiliki Puri Khayangan Residence, pengembang menawarkan harga mulai dari Rp 280 juta,” ungkap Usman. (cr14)
Ketua REI Batam Djaja Roeslim memberikan cenderamata kepada Walikota Batam Muhamad Rudi pada acara pembukaan musda REI di Hotel Harris Batam Center, Rabu (5/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Walikota Batam, Rudi, turut mengeluhkan repotnya mengurus dokumen Izin Peralihan Hak (IPH) di Badan Pengusahaan (BP) Batam. Birokrasi yang berbelit dan banyaknya persyaratan yang dibutuhkan membuat proses pengurusan IPH memakan waktu yang sangat lama.
“Soal IPH ini, saya repot. Saya punya banyak rumah di Rosedale, tapi IPH-nya tak bisa diurus. Mending saya bayar saja daripada pusing ngurusnya,” keluh Rudi saat menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam keenam di Hotel Harris Batamcentre, Rabu (5/4).
Waktu mengurus IPH, Rudi menjelaskan BP Batam meminta banyak sekali dokumen lahan seperti Fatwa Planologi, Penetapan Lokasi (PL), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan lainnya.
Untuk mengurus IPH saat ini, BP Batam memang membuat kebijakan agar menyertakan keseluruhan dokumen pengalokasian lahan. Alasannya adalah untuk mengumpulkan data supaya terhindar dari jeratan hukum pada suatu saat nanti.
“Paling ada saya punya HGB dan PL, kalau IMB dan Fatwa Planologi kan bisa foto kopian saja,” jelasnya.
Lalu ada juga dokumen yang memang pada awalnya tak ada tapi ikut diminta. Contohnya dokumen pecah PL. Dahulu banyak pengembang yang enggan mengurus dokumen pecah PL. Sehingga banyak didapati sebuah komplek perumahan memiliki satu sertifikat PL induk, namun memiliki ratusan HGB. Seharusnya satu rumah memiliki satu PL (pecah PL) dan satu HGB.
Rudi kemudian mengatakan jika warga yang tak punya PL ingin mengurus IPH maka harus mencari lagi data PL ke pengembang.
“Kalau perusahaannya sudah kabur atau bubar, mau dicari ke mana,” tanyanya.
Orang nomor satu di Pemko Batam ini hanya mencoba mengingatkan BP Batam bahwa sektor properti merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Batam ketika sektor andalan lainnya sedang lesu. Seperti sektor manufaktur, galangan kapal, dan industri lainnya.
Imbasnya, di tengah situasi ekonomi lesu saat ini, pertumbuhan ekonomi Batam merosot dari 7 persen menjadi 4,13 persen.
“Jika diteruskan seperti ini, maka akan bahaya. BP harus segera selesaikan urusannya,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro membenarkan bahwa sektor properti banyak membantu perekonomian Batam. Karena korelasi pertumbuhan properti berbanding lurus dengan pertumbuhan sektor pendukung lainnya.
“Jika kondisi real estate menurun, maka itu jadi indikasi bahwa kondisi ekonomi tengah menurun,” jelasnya.
Namun, kata Hatanato, Batam memiliki lahan terbatas sehingga perumahan akan diarahkan beralih ke bangunan vertikal.
Berdasarkan data yang dihimpun BP Batam, lahan yang telah dialokasikan untuk perumahan sudah mencapai 28,32 persen. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari lahan yang telah dialokasikan untuk industri yang hanya mencapai 16 persen.
Dengan begitu, Hatanto menilai ini akan menjadi masalah krusial ke depannya karena Batam kehilangan arah dalam pembangunannya.
“Mau dibawa kemana Batam ini, apakah mau diganti sebagai wilayah untuk pengembangan properti atau melanjutkan industri manufaktur,” ungkapnya.
Untuk masalah pelayanan, ia berjanji akan terus membenahi sektor pelayanan perizinan, khususnya lahan.
“Apa yang kami lakukan saat ini hanya kembali ke aturan. Sehingga pelayanan bisa lebih murah dan jalan terus,” jelasnya.
Ia mengharapkan Real Estate Indonesia (REI) Batam di bawah kepemimpinan Achyar Arfan mau bekerja sama dengan BP Batam.
“Kalau ada anggota saya yang masih minta uang tambahan, lapor sama saya, nanti saya berhentikan,” tegasnya.
Pembenahan akan terus dilakukan demi menyempurnakan perizinan lahan. Kepala Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam, Imam Bachroni mengungkapkan persoalan database lahan memang ruwet.
“Ruwet masalah database. Kalau datanya belum ada susah. Banyak peralihan tanpa izin BP Batam terjadi,” ungkapnya.
Untuk mengatasinya, saat ini BP Batam mencoba berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam untuk sinkronisasi data.
“Kami perbaiki saja, pertengahan tahun akan lancar. Kalau sekarang, IPH keluar tapi tak cepat. Banyak juga IPH sudah keluar, tapi belum diambil,” jelasnya.
Di tempat yang sama, mantan Ketua REI Batam selama dua periode, Djaja Roeslim mengatakan bahwa peningkatan pelayanan publik harus diutamakan BP Batam. “IPH memang agak terhambat. Makanya, saya hanya minta pembenahan jangan sampai mengganggu pelayanan publik,” imbuhnya.
Pembenahan jangan sampai melanggar aturan main yang ada. Urusan perizinan juga menyangkut kepastian hukum untuk masyarakat.
“Kami juga minta agar dilibatkan untuk memberikan masukan mengenai persoalan lahan,” ujarnya. (leo)
Saat belanja orang biasa menggunakan tas kresek atau kantung kertas. namun beda kisah dengan seorang nenek di Taiwan.
Ia menggunakan tas bermerek Louis Vuitton yang dihadiahkan cucunya untuk berbelanja ikan.
Seperti dilaporkan portal Strait Times, Senin (4/4), cucu perempuan itu menceritakan tentang neneknya yang tidak mengetahui tas tersebut adalah tas mahal Louis Vuitton.
Cucu perempuan tersebut mengatakan dia menghadiahkan tas tangan baru dan mahal itu karena merasa kasihan melihat neneknya menggunakan tas yang sama sejak lama.
Bahkan neneknya mengakui menyukai tas baru itu karena tahan air dan sedikit berat.
Tas Louis Vuitton “Neverfull” umumnya dijual dengan harga 900 poundsterling atau sekitar Rp 14,9 juta.
Cucu wanita itu mengaku terkejut oleh tindakan neneknya menggunakan tas Louis Vuitton untuk kantong ikan, tapi tidak menyalahkan hal tersebut. Sebaliknya, ia gembira karena neneknya menyukai pemberiannya.
“Tidak heran tas LV memiliki reputasi yang baik, tahan lama dan sangat kuat! Saya memeluknya dan mengingatkan dia supaya membawa saya jika ingin ke pasar,” tulisnya.
Kisah sang nenek tersebut disukai lebih dari 31 ribu netizen. (jpgroup)
Pulau Senoa, Natuna. F. Wonderfulnatuna.blogspot.co.id
batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Natuna Erson Gempa mengatakan, Pulau Senoa bakal menjadi wisata andalan Natuna. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kata Erson, akan konsen kembangkan potensi wisata Pulau pulau seluas 28 hektare yang berbatasan laut Malaysia.
“Saat ini Kementerian Kelautan sedang melakukan penelitian di pulai Senoa. Untuk membangun resort,” jelas Erson, Rabu (5/4).
Di Pulau Senoa, sudah dibangun dermaga apung dan rumah informasi wisata. Pembangunan dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun lalu.
“Sebenarnya objek wisata di Natuna sangat banyak. Namun belum terkelola baik. Baru Pulau Senoa yang sedang digarap Pemerintah, dan menjadi pilot projek pengembangan wisata di Natuna,” sebut Erson.
Menurutnya, di Pulau Senoa memiliki banyak keunggulan. Diantaranya wisata laut, wisata mancing, menyelam, eko wisata, wisata konservasi, olah raga air. Semuanya lengkap dan memiliki terumbu karang langka dan indah.
Dikatakan Erson, dijadikan Natuna kawasan ekonomi khusus (KEK) yang diprogramkan Pemerintah Provinsi, akan membawa dampak positif dalam percepatan pembangunan, terutama bidang pariwisata. (arn)
batampos.co.id – Sejumlah polisi dibantu Tim Gegana Brimob Polda Kepri mengepung rumah nomor 41 di Seraya Garden, Nagoya sejak pukul 12.00 WIB siang tadi (6/4/2017).
Mereka hendak membebaskan seorang bocah berinisial F yang diduga disandera oleh ayah angkatnya seorang warga negara Singapura yang oleh warga setempat disapa Atok.
Sudah tiga jam lebih upaya pembebasan belum membuahkan hasil. Pasalnya, Atok mengancam akan membunuh F jika polisi nekat masuk ke salah satu kamar yang dikontrakan Atok dan istrinya yang biasa disapa Neng.
Pantauan batampos.co.id, Tim Gegana yang diterjunkan ke TKP sekitar 7 orang dan bersenjata lengkap. Mereka kini sedang berusaha untuk mendobrak paksa kamar yang dijadikan Atok menyandera F.
Menurut sejumlah sumber di TKP, Atok nekat menyandera F karena sedang cek cok dengan Neng, istrinya. Neng sendiri saat ini telah aman bersama polisi karena ia tidak ikut disandera.(cr1)
Bandara Soekarno Hatta sudah sangat padat, bahkan untuk menginap pesawat.
Dirut Angkasa Pura 2 Muhammad Awaluddin punya trik khusus untuk mendorong maskapai penerbangan nge-RON (Remind Over Night) di luar Soekarno Hatta Airport. Mereka menjanjikan akan diberi insentif untuk menginap di 12 bandara lain, di luar Cengkareng, yang sama-sama di bawah pengelolaan Angkasa Pura 2.
Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kepadatan di area parkir bandara.
“Saat ini ada 149 pesawat yang setiap malam RON di Soekarno Hatta. Akibatnya, pada malam hari, areal parkir menjadi sangat padat dan menyulitkan bagi petugas untuk mengatur pesawat-pesawat yang akan landing untuk masuk ke appron,” jelas Awaluddin.
Menurut Awal, insentif yang diberikan ada dua. Pertama, yang cash basis, maskapai tidak perlu membayar parking fee dan landing fee di airport yang baru, di luar Soetta.
“Kalau parkir pesawat di Soekarno Hatta, kan kena biaya. Nah, kalau mau nge-RON ke 12 bandara non Soetta, tetapi masih di bawah AP-2, tidak perlu bayar RON,” jelas dia.
Insentif non cash, kata Awal, juga cukup menarik. Yakni membebaskan biaya advertising di titik-titik media ruang dan luar ruang milik AP-2. Ada banyak titik yang diberikan free bagi maskapai yang harus berpromosi mencari penmpang di jalur baru itu.
“Kami mendorong maskapai penerbangan memindahkan pesawatnya, dengan melakukan RON di bandara-bandara Angkasa Pura 2 di luar Soekarno-Hatta yang kondisinya masih longgar,” kata Awaluddin, yang ingin menghidupkan badara-bandara di luar Soetta.
Kata Awaluddin, insentif itu sebenarnya cukup menarik. Syaratnya, sebelum memindahkan pesawatnya, maskapai bersangkutan harus menyiapkan penumpang untuk diangkut ke bandara tujuan atau sebaliknya untuk penerbangan pada pagi hari. “Jadi mereka juga punya tatangan untuk mencari penumpang. Dan kami bantu promosi melalui media yang ada di bandara,” kata Awaluddin.
Diakui, berpindahnya RON pesawat, terkesan mengurangi pendapatan bandara Soekarno-Hatta. Jumlah pesawat parkir dan landing bisa berkurang. Sementara di tempat landing bandara baru free landing dan parking.
Dua point penting yang sangat bagus dari kebijakan AP-2 itu. Menggunakan teori paradox marketing-nya Menpar Arief Yahya, bahwa semakin gratis semakin untung.
“Digratiskan, tetapi memberi opportunity akan lebih banyak penumpang yang diangkut dan merata di semua bandara. Ekosistem penerbangan jadi hidup. Penumpang yang banyak melalui bandara AP-2 itulah yang bisa dikapitalisasi,” jelas Arief Yahya.
Mirip Google, yang memberi fasilitas free kepada customers nya untuk memanfaatkan searching engine-nya untuk mencari info apa saja. Mesin Google suka rela, membantu searching. Apa yang dia dapat?
“Data customers! Dia punya data siapa suka apa? kapan? dan bagaimana kebiasaan pengguna searching engine,” kata Menpar Arief.
Kedua, Arief Yahya juga memuji Muhammad Awaluddin karena mendorong maskapai untuk memperbanyak pergerakan. Rumusnya, setiap pergerakan manusia, selalu membawa impact pada pergerakan barang dan jasa. Pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain, selalu meng-create opportunity baru.
“Mendorong pergerakan maskapai nge-RON ke daerah, berarti maskapai itu akan berpromosi agar dapat mengangkut penumpang sebanyak mungkin, dari daerah baru ke daerah lain. Wisnus akan hidup, destinasi wisata makin ramai, industri kepariwisataan makin berkembang,” ungkap Arief Yahya.
Tebakan Menteri Arief Yahya benar. Masih ada lagi, kata Awaluddin, manajemen juga mendapatkan insentif lain dari pesawat-pesawat yang datang di malam hari dan biaya pelayanan bandara (PSC).
“Pastinya kami tidak mengalami kehilangan pendapatan, walau kelihatannya ada yang hilang, tapi kan kami dapat PSC dari penumpang,” kata Awaludin.
Pesawat yang disarankan untuk melakukan RON di luar bandara Soekarno-Hatta ialah pesawat-pesawat kecil, yang jumlahnya sekitar 20 sampai 30 unit. “Kalau ini dilakukan, selain menguntungkan pihak maskapai, karena bebas dari biaya parkir dan landing pesawat, juga akan sangat mengurangi beban bandara Soekarno-Hatta dari kepadatan,” jelasnya.
Di Bandara Soekarno-Hatta, slot penerbangan pada malam hari cukup longgar, terutama untuk penerbangan mulai pukul 22:00 sampai pukul 03:00 WIB.
“Slot penerbangan di malam hari memang banyak kosong tapi ketika landing, pesawat kesulitan masuk apron area. karena sudah sangat padat oleh pesawat yang nge-RON. Makanya kami dorong pesawat-pesawat itu untuk nge-RON di luar Soekarno-Hatta,” jelasnya.(*)
Data Bandara di bawah PT Angkasa Pura 2 di wilayah barat Indonesia.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Bandara Halim Perdanakusuma
Bandara Husein Sastranegara
Bandara Internasional Kuala Namu menggantikan Bandara Internasional Polonia