batampos.co.id – SMPN 5 Bintan menjadi satu-satunya sekolah yang berkesempatan mewakili Provinsi Kepri di ajang lomba sekolah sehat tingkat nasional yang digelar, Selasa (18/4) mendatang.
Keberhasilan ini tak lepas dari proses panjang yang telah dilewati dalam mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan sehat. Salah satunya berhasil meraih juara pertama lomba sekolah sehat tingkat Provinsi Kepri tahun 2016.
Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kabupaten Bintan, Adi Prihantara mengatakan untuk bisa mengukir kembali prestasi yang pernah didapat kejenjang lebih tinggi, perlu ada kesiapan dan persiapan yang matang, agar dalam perlombaan tersebut dapat memberikan hasil maksimal. Sehingga mampu meraih prestasi yang membanggakan ditingkat nasional.
“Kami minta semua OPD (organisasi perangkat daerah) terkait bisa lebih fokus berbagai persiapan yang diperlukan menjelang penilaian oleh tim penilai dari pusat,” kata Adi di kantor Bupati Bintan, Kamis (6/4).
Selain persiapan lanjut Adi, segala kendala dan kekurangan di SMPN 5 Bintan, harus segera diatasi. Namun tidak merubah keaslian suasana sekolah tersebut.
“Kita tidak ingin hanya karena mencari juara atau penghargaan saja, terus melakukan pembenahan. Tapi yang terpenting adalah kegiatan sekolah sehat ini dapat dilakukan terus-menerus. Kalau bisa diterapkan juga diseluruh sekolah yang ada di KabupatenBintan,” pintanya.
Adi menjelaskan, untuk mendukung kegiatan sekolah sehat, perlu didukung dengan kerjasama antara sekolah dan puskesmas yang ada di sekitar wilayah tersebut.
“Mungkin bisa dilakukan dengan penandatangan MoU yang diketahui Kepala Dinas Pendidikan, serta Kadis Kesehatan, agar dalam uraian tugas pembinaan dapat dilakukan secara profesional,” sambungnya.
Adi juga mengajak seluruh OPD terkait untuk ikut melakukan pembinaan, serta membantu pihak sekolah dalam persiapan penilaian sekolah sehat.
“Sebisa mungkin lakukan peninjauan ke lokasi sekolah, agar apa yang menjadi kebutuhan harus dilengkapi, sehingga pelaksanaan penilaian dapat berjalan baik dan lancar,” imbuhnya. (cr20)
batampos.co.id – Polsek Bintan Utara berhasil membekuk tiga kawanan pelaku pencurian bermotor (curanmor), yakni Indra Sujadmoko, 48, Yudi Krisnawan, 49, dan Suhelman, 49. Ketiga pelaku ini diketahui mencuri motor Yamaha Mio warna biru putih BP 4670 QB, milik Samsurizal, 39, yang sedang terparkir rapi di depan warung makan Nusantara Tanjunguban.
“Ketiga pelaku sudah kami amankan di waktu dan tempat yang berbeda. Yang satu di Tanjungpinang, Senin (3/4), dan duanya lagi di daerah Tanjunguban, Selasa (4/4) lalu,” jelas Kapolsek Bintan Utara, Kompol Jaswir, Kamis (6/4).
Jaswir mengatakan penangkapan pelaku ini berdasarkan dari laporan kehilangan sepeda motor milik korban yang diparkirnya tepat didepan warung makan Nusantara Tanjunguban.
“Pertengahan Januari 2017 lalu, pelapor berangkat ke Subang Jawa Barat. Sebelum berangkat, ia (Samsurizal, red) memarkirkan kendaraannya di depan rumah makan Nusantara Tanjunguban. Namun pada akhir Januari saat pulang, kendaraannya sudah hilang dari tempat parkir,” ungkap Jaswir.
Perwira bunga satu ini menjelaskan dari hasil pengembangan tim, ternyata ketiga pelaku ini sudah mengenal korban sebelumnya.
“Sebelum berangkat ke kampungnya. Mereka (Pelaku, red) masih sempat minum kopi bersama di warung itu. Jadi pelaku tahu kalau motor itu ditinggalkan pemiliknya jauh. Tapi tanpa sepengetahuan korban, ternyata kunci motornya terjatuh dan kunci itu yang digunakan oleh pelaku untuk membawa lari motornya,” terangnya.
Dari hasil pengakuan pelaku, lanjutnya 1 unit motor tersebut sudah dijual kepada penada dengan harga Rp 10 juta.
“Pengakuan mereka (pelaku, red) baru satu kali itu saja mencuri motor. Dan hasilnya sudah dibagi-bagi untuk senang-senang,” sebutnya.
Ia menambahkan atas kejadian tersebut ketiga tersangka ini akan dijerat dengan pasal 362, jo Pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. (cr20)
batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang, Irianto mengatakan akibat ketiadaan blanko membuat 4.451 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) terhenti proses cetaknya. Sehingga banyak warga Tanjungpinang yang mengeluh dan kecewa karena belum memperoleh E-KTP tersebut.
“Kami minta warga yang belum mendapatkan E-KTP tidak berkecil hati. Karena pekan depan tepatnya 11 April mendatang saya langsung mengambil blankonya ke pusat. Sehingga proses cetaknya dapat segera dilaksanakan,” ujar Irianto ketika dikonfirmasi, Kamis (6/4).
Selain mandeknya cetak E-KTP, lanjut Irianto masih ada 4000an warga Tanjungpinang belum melakukan perekaman data kependudukan. Maka langkah selanjutnya, akan dilaksanakan sistem jemput bola agar warga Tanjungpinang segera mengurus dan mengantongi E-KTP tersebut.
“Saya optimis seluruh warga Tanjungpinang mengantongi E-KTP sebelum akhir April ini,” katanya.
Ditanya progres ke depan dalam meningkatkan pelayanan publik, Irianto mengatakan memang dirinya baru sehari menjabat sebagai Kadisdukcapil. Namun dia sudah memiliki progres panjang. Untuk tahap pertama, kata Irianto akan mengevaluasi besar-besaran kinerja staf-stafnya karena demi mencapai pelayanan maskimal dibutuhkan orang yang berkualitas dan berloyalitas.
Langkah selanjutnya, sambung Irianto akan meningkatkan sarana dan prasarana penunjangnya. Sebab untuk melayani masyarakat tak sekedar memiliki SDM yang berkualitas saja tapi harus didukung fasilitas yang bagus juga.
“Kita akan evaluasi kinerja staf dulu. Sedangkan untuk sarana dan prasarananya belum dapat dilakukan sebab anggaran tak ada. Mungkin tahun depan kita usulkan pengadaanya di APBD 2018,” ungkapnya. (ary)
batampos.co.id – Berbagai persiapan sudah dilakukan siswa SMAN 02 Kundur untuk menghadapi Ujian Nasional (UN). Mulai dari penambahan jam belajar, melaksanakan tryout hingga doa bersama.
“Kami melaksanakan doa bersama di musala sekolah dengan harapan peserta UN diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan,” ungkap Kepala SMA 02 Kundur Drs Zurkani, Kamis (6/4) kemarin.
Zurkani mengaku seluruh siswanya menyatakan sudah siap mengikuti Ujian Nasional Senin mendatang. Seluruh peserta sebanyak 88 siswa terdiri dari 45 laki-laki, dan 43 perempuan.
Memang, untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMAN 02 Kundur, belum siap. Mengingat masih banyaknya kekurangan seperti ketersediaan perangkat komputer, belum adanya jaringan internet, dan sarana pendukung lainya.
“Jadi, tahun ini SMA 02 Kundur masih melaksanakan Ujian Nasional secara manual. Kendatipun belum dapat melaksanakan UNBK namun siswa sudah siap untuk mengikuti UN Senin depan,” tegasnya.
Secara terpisah, Pengawas SMA Pulau Kundur Syaril membenarkan belum ada satupun SMA negeri di Kundur yang melaksanakan UNBK. Disebutkan di Pulau Kundur terdiri lima kecamatan terdiri dari enam SMAN, satu SMA Darul Furqon dan satu Madrasah Aliyah (MA). Masing-masing SMA dan MA akan melaksanakan ujian sepekan setelah pelaksanaan ujian SMK.
Dari data masing-masing sekolah SMAN 01 Kundur terdapat 208 siswa laki-laki 89 perempuan 119, SMAN 02 laki-laki 45 perempuan 43 jumlah 88 siswa, SMAN 03 jumlah 135 siswa laki-laki 59 siswa perempuan 76 jumlah 135, SMAN 04 jumlah 139, siswa laki-laki 58 perempuan 81, SMAN 05 jumlah peserta 45, siswa laki-laki 17 perempuan 28, SMAN 06 jumlah peserta 47, siswa laki-laki 30 siswa perempuan 17, SMA Darul Furqon 31, siswa laki-laki 7 siswa perempuan 24 dan madrasah Aliyah (MA) Al-Huda 15 siswa. (ims)
batampos.co.id – Pedagang gorengan yang biasa berjualan di simpang empat Jalan Bhkati, Kecamatan Karimun pada Rabu (5/4) pukul 16.30 WIB jadi korban perampokan. Akibatnya, uang hasil jualan pada hari tersebut hilang semuanya diambil pria yang tidak dikenal.
”Korban belum membuat laporan. Tapi, pada sore itu kita mendapatkan informasi dari masyarakat, maka kita langsung menuju ke lokasi kejadian. Dan, ternyata memang benar telah terjadi pencurian yang dialami Desi, pedagang gorengan yang biasa berjualan di sekitar tanah lapang simpang empat,” ujar Kapolsek Kota Balai Karimun, AKP Lulik Febryantara kepada Batam Pos, Kamis (6/4).
Dari pengakuan korban, kata Kapolsek, peristiwa ini terjadi pada saat korban selesai berjualan. Dan, sebelum meninggalkan tempat jualan, korban seperti biasa membersihkan dulu tempat berjualannya. Tiba-tiba ada seorang pria dengan sepeda motor dengan ciri-ciri mengenakan jaket warna hitam dan membawa tas ransel berhenti di depan tempat korban berjualan. Karena, tidak merasa curiga, korban membiarkan saja.
”Karena tidak merasa curiga, korban meneruskan menyapu tempat jualannya. Tapi, tidak lama kemudian pria tadi langsung mengabil tas milik korban yang terletak di atas meja dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Korban sempat berteriak pencuri dan mengejar, tapi, karena pelaku pakai sepeda motor, korban tidak berhasil mengambil tas miliknya. Kerugian belum diketahui berapa, hanya saja pengakuan korban bahwa di dalam tas itu adalah uang hasil berjualan seharian,” jelasnya.
Dikatakan Lulik, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan. Khususnya, mencari keterangan dari masyarakat yang ada di sekitar lokasi kejadian. Dari korban sendiri tidak sempat melihat bara plat nomot polisi sepeda motor yang digunakan pelaku. Korban hanya melihat kalau pelakunya lari menuju ke arah Kata Tanjungbalai. (san)
Lurah Tanjungbatu Kota Budihartono kaos biru bersama warga Fajar Baru saat membuka jalan secara swadaya masyarakat kamis kemarin (ft Iwan utk Batam Pos)
batampos.co.id – Untu memudahkan warga maupun pelajar menuju sekolah, warga RT 04 RW 04 dan RT 05 RW 13 Fajar Baru Kelurahan Tanjungbatu Kota Kecamatan Kundur, bergotong royong membuka akses jalan baru, Kamis (6/4) kemarin. Pembukaan akses jalan baru sepanjang 100 meter ini dilakukan secara swadya.
Lurah Tanjungbatu Kota Budihartono membenarkan adanya warga membuka akses jalan baru secara swadaya tersebut. Selama ini warga mengaku terisolasi karena minimnya akses jalan menuju masjid, maupun anak-anak saat berangkat sekolah. Sehingga warga sepakat untuk membuka jalan baru dengan biaya syadawa masyarakat.
“Alhamdulillah warga dua RT melakukan gotong royong membuka jalan lebar tiga meter panjang 100 meter. Untuk tahap awal jalan dibersihkan dari semak selanjutnya akan ditimbun dengan tanah merah. Warga cukup antusias dibantu sejumlah pegawai dan staf kantor lurah Tanjungbatu kota,” kata Budihartono.
Lebih lanjut dikatakan selama ini warga ketika hendak pergi ke tempat kerja maupun anak-anak pergi sekolah harus menjcari jalan alternatif dan memakan waktu karena jalanya lumayan jauh. Dengan dibukanya jalan baru ini warga akan terbantu karena tidak perlu harus memutar mencari jalan alternatif. (ims)
Bupati Karimun, Aunur Rafiq bersama pengurus Baznas Karimun, pelajar penerima bantuan beasiswa pendidikan, dan warga kurang mampu menerima dana zakat di masjid Agung Karimun, Kamis (6/4)
batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karimun kembali mendistribusikan dana zakat. Kali ini, dana zakat yang disalurkan untuk lima kecamatan (Karimun, Meral, Meral Barat, Tebing, dan Moro) mencapai Rp 351 juta.
Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Aunur Rafiq di aula Masjid Agung, Kamis (6/4) kemarin. Untuk Moro yang berhak menerima sebanyak 712 fakir miskin, dan 168 fisabilillah, dan bantuan beasiswa pendidikan, bantuan insentif dan usaha akan diserahkan hari ini, Jumat (7/4).
Bupati Aunur Rafiq mengucapkan terimakasih kepada pengurus Baznas yang telah berhasil mengumpulkan dana umat sebesar Rp351 juta lebih di triwulan pertama tahun 2017. Diminta penerima dana zakat dari Baznas Karimun benar-benar tepat sasaran.
”Saya harap kepada pengurus Baznas Karimun, agar terus melakukan pemutakhiran data bagi penerima zakat nantinya. Lebih baik, diberikan kepada dunia pendidikan bagi generasi penerus yang benar-benar ingin meneruskan pendidikan,” pesannya.
Rafiq mengaku keberadaan Baznas sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Apabila ditambah dengan dana infaq Rp1000 yang sudah digalakkan, tentu nantinya akan lebih besar lagi untuk diberikan kepada masyarakat kurang mampu.
”Kalau digabung dengan dana infaq, tentu akan besar. Buktinya, bulan lalu sudah tercapai Rp28 juta dana infaq yang terkumpul. Insyaallah dalam satu tahun akan terkumpul lebih,” tuturnya.
Sementara Wakil Ketua Baznas Karimun H Nasrial mengatakan, target tahun 2017 dari Baznas Provinsi Kepri yaitu Rp2,6 miliar. Sedangkan di tahun 2016 lalu, Baznas Karimun Rp2.180.864 miliar yang melebih target dari Baznas Provinsi Kepri Rp2 miliar. Untuk triwulan pertama hanya RpRp351.100 juta, dan nanti di triwulan kedua biasanya meningkat drastis berbarengan dengan masyarakat melakukan zakat di bulan suci Ramadan.
”Kita tetap terus mengimbau kepada instansi-instansi pemerintah maupun swasta untuk menyisihkan pendapatannya, berzakat ke Baznas Karimun. Yang langganan dari Polres Karimun, rutin mereka berzakat ke Baznas Karimun,” bebernya. (tri)
Salah satu perusahaan galangan kapal yang berada di Karimun. F. Tri Haryono/batampos.
batampos.co.id – Lahan untuk usaha bidang industri shipyard atau galangan kapal di Karimun sudah tidak ada lagi atau sudah habis. Hal tersebut diungkapkan Sebab, untuk industri galangan kapal membutuhkan lahan yang dekat dengan pantai. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perisizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sularno kepada Batam Pos, Kamis (6/4).
”Data yang kita miliki, memang jika ada pemodal yang ingin investasi untuk industri galangan kapal di Pulau Karimun ini memang sudah tidak ada. Tapi, bukan berarti tidak ada pantai. Hanya saja, lokasi pantai yang masih ada saat ini sudah lama jadi objek wisata. Seperti Pantai Pelawan dan Pongkar. Sehingga, tidak mungkin objek wisata tersebut diberikan izin untuk industri shipyard,” ujar Sularno
Memang, katanya, ada puluhan hektar lahan yang dekat dengan pantai, namun itu sudah dibeli atau dikuasai oleh perusahaan. Hanya saja, sudah lebih dari lima tahun lahan tersebut belum digunakan. Dengan kata lain, jika ada investor yang membutuhkan lahan dekat pantai pihaknya tidak lagi bisa menunjuk atau mengalokasikan lahan milik masyarakat. Karena, sudah habis. yang terakhir perusahaan shipyard mendapatkan lahan dekat pantai adalah PT Grace Rich Marine yang terletak di Sungai Raya.
”Tapi, jika membutuhkan lahan selain untuk shipyard di Pulau Karimun, seperti untuk industri manufaktur atau yang lainnya, masih cukup banyak tersedia. Baik, yang berlokasi di kawasan FTZ maupun yang bukan,” jelasnya. (san)
Insan pariwisata Indonesia boleh berbesar hati. Indeks daya saing Indonesia melesat naik 8 poin, dari posisi 50 besar dunia ke peringkat 42. Reputasi itu dipotret oleh The Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2017, yang dikeluarkan secara resmi oleh World Economic Forum (WEF), 6 April 2017.
Ini adalah sukses kedua Menpar Arief Yahya, setelah 2015 lalu mendongkrak posisi Indonesia dari papan 70 besar ke nomor 50.
“Terima kasih! Ini berkat support dan komitmen Presiden Joko Widodo, yang menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama, leading sector dan sekaligus menjadikan core economy bangsa Indonesia!” jawab Menpar Arief Yahya begitu mendengar prestasi dunia itu.
Apakah puas dengan capaian itu? Mantan Dirut PT Telkom itu hanya tersenyum, tidak menjawab pertanyaan itu. “Pekerjaan rumah kita masih banyak, menumpuk, dan perlu kerja keras untuk mengurai satu per satu dari 14 pilar dan 4 sub sektor yang dipantau oleh TTCI Itu,” ucap Menteri Arief sambil menghela nafas panjang.
Ibarat berlari, ini lari marathon 42,195 km, bukan sprint 100 meter. Karena itu semua lini harus bekerja dengan system, menyeluruh di semua level, dan konsisten dengan ritme yang tinggi. Itulah jawaban, mengapa Arief Yahya menempa jajaran di Kemenpar dengan spirit dan corporate culture: solid, speed, smart. “Harus kompak dalam satu tujuan,” tegasnya.
Tanpa itu, kata Menter Arief, lupakan mimpi menjadi global player. Fundamen-nya harus kuat, staminanya harus teruji untuk bisa berlari panjang menuju garis finish. “Indonesia naik 8 poin, Malaysia turun -1 di posisi 26, Singapore juga melemah -2, dan Thailand naik 1 poin di peringkat 34. Tahun 2019, proyeksi kami, Indonesia akan naik di posisi 30 besar dunia,” predikai Menpar Arief.
Point penting dari kenaikan signifikan 8 poin Indonesia itu, menurut Arief Yahya, ada 3 hal. Pertama, confidence level bangsa ini meningkat drastis. “Ternyata kita mampu bersaing di level dunia! Ternyata potensi kita kuat untuk bisa mengalahkan pesaing negara lain dengan bangga. Kita bukan bangsa lemah, kita bangsa hebat. Coba sedikit lebih solid, speed dan smart, kita bisa lebih hebat lagi,” sebut Arief Yahya.
Kepercayaan diri itu penting untuk berkompetisi. Kemenpar sudah membuktikan, bukan hanya di TTCI WEF, tetapi di semua level kompetisi, Wonderful Indonesia selalu juara. “Tidak salah, jika Presiden Jokowi menyebut DNA kita ada di sini! Creative industry, pariwisata di dalamnya. Kemenangan itu menyadarkan bahwa kita mampu hebat,” jelasnya.
Kedua, sukses naik 8 poin itu dikalibrasi oleh lembaga dunia yang kredibel. WEF, yang mengambil data sangat akurat. Artinya, potret tentang TTCI itu sudah melalui proses kalibrasi berdasarkan global standart, yang dipakai dunia. “Mereka mencollect data dari banyak sumber, termasuk UNWTO dan World Bank, jadi ketika kita mengerjaka 14 pilar dengan baik, secara otomatis mereka akan menilai,” jelas dia.
Dari data yang terekam TTCI, angka 14 pilar itu naik turun sangat dinamis. Business environment naik 3 poin, dari 63 ke 60. Healty and hygiene naik 1 poin, dari 109 ke 108. International Openess naik drastis, dari 55 ke 17, karena faktor Bebas Visa Kunjungan. Priorization Travel and Tourism naik dari 15 ke 12, karena pemerintah Presiden Jokowi memang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Environment Sustainability sedikit membaik, meskipun masih di posisi 131 dari 134 dunia. Air transport infrastructure membaik 3 poin, dari 39 ke 36. Ground and port infrastructure naik dari 77 ke 69, Tourism Service Infrastructure juga naik dari 101 ke 96. Natural reaources melejit dari 19 ke 14.
Menpar Arief Yahya. Foto: kemenpar
“Kita masih banyak kelemahan, dan ketika sudah tahu titik lemahnya, maka kita tinggal berkonsentrasi memperbaiki lebih serius di titik titik itu,” jelas Arief Yahya.
Ketiga, sukses naik 8 poin itu akan menaikkan kredibilitas Indonesia di mata dunia. Ketika sudah terpercaya, maka wisman pun tidak merasa ragu lagi untuk berwisata ke Indonesia. “Tiga hal itu sering saya sebut dengan 3C, credibility, confidence san calibration,” sebutnya.
Soal daya saing pariwisata, Menteri asal Banyuwangi itu memang tak ingin kalah dari musuh emosional Malaysia dan musuh profesional Thailand. Dua negara itu perlahan mulai didekati Wonderful Indonesia. Di 2017, Indeks Daya Saing Pariwisata Malaysia turun satu strip ke posisi 26 dunia. Sementara Thailand naik satu strip ke posisi 34.
“Wonderful Indonesia harus segera move on ke 30 besar dunia. Untuk mencapai ranking 30 dunia, kita terus memperbaiki kelemahan seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, health and hygiene, dan aksesibilitas khususnya konektivitas penerbangan, kapasitas kursi dan penerbangan langsung,” kata Arief Yahya.
Untuk memperbaikinya memang tak bisa instan. Tak bisa juga digarap Kemenpar sendirian. Karenanya Arief Yahya mendorong “Indonesia Incorporated”, harus kerja bareng bergotong royong dengan kementerian dan lembaga lain.
Kementerian Pariwisata juga merumuskan 3 program prioritas di 2017. Yang pertama, ekosistem pariwisata ditampung dalam pasar digital. Buyers dan ‘sellers’ yang terdiri dari ‘travell agent’, akomodasi, atraksi dikumpulkan jadi satu di ITX untuk bertransaksi.
Selain itu, mantan Direktur Telkomsel tersebut juga memaparkan program pembangunan ‘homestay’ atau desa wisata, yang akan dimulai kembali pada 2017. Program ‘home stay’ dalam desa wisata merupakan pendukung percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas ‘Bali baru’ yakni, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu,Candi Borubudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Morotai.
Satu lagi, pembangunan konektivitas udara, mengingat sekitar 75% kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menggunakan moda transportasi udara. Ketersedian jumlah kursi pesawat menjadi kunci pencapaian target di tahun 2017 hingga 2019.
“Kapasitas seat 19,5 juta oleh perusahaan maskapai penerbangan (airlines) Indonesia dan asing saat ini hanya cukup untuk memenuhi target kunjungan 12 juta Wisman. Sedangkan untuk target 15 juta wisman tahun 2017 membutuhkan 4 juta ‘seat’,” imbuh Arief, yang semua itu tetap berkaca pada global standart.
Untuk itu kemenpar, lanjut Arief, akan melakaukan startegi 3 A (Airlines, Airport dan Air Navigation Authorities), yang diawali dengan melakukan nota kesepahaman (Mou) dengan perusahaan penerbangan Indonesia dan asing.
“Yaitu PT Angkasa Pura I dan II dan Airnav Indonesia yang akan menambah ‘direct flight’ (penerbangan langsung) melalui pembukaan rute baru, ‘extra flight’, maupun ‘flight’ baru dari pasar potensial serta pemberian ‘incentive airport change’,” tandas Arief.
Mantan Dirut Indosat itu berharap, ke depannya semua sektor yang berhubungan dengan industri pariwisata terus berbenah dan bersinergi demi mewujudkan target yang akan dicapai pada tahun 2019 tersebut.
“Semua unsur yang menjadi kelemahan terus kita perbaiki dengan melibatkan stakeholder, pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, pers, dan komunitas masyarakat atau sebagai kekuatan penta helix. Sinergisitas penta helix ini merupakan kunci sukses dalam mengembangkan pariwisata nasional,” kata Arief Yahya. (*)
Ketua GAPOPIN Kepri, Ita (kiri) bersama Wakil Ketua GAPOPIN Kepri Mariono saat Rakerda GAPOPIN di Restoran Shangrila Tanjungpinang, Kamis (6/4). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Asosiasi Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) pada rapat kerja daerah yang digelar, Kamis (6/4) kemarin, mensosialisasikan peraturan pengurusan izin optik. Hal ini guna mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan RI no.1 tahun 2016 pasal 3 ayat H.. bahwa dalam menyelenggarakan optikal pengurusan izin diperlukan rekomendasi asosiasi optikal setempat.
“Dalam hal ini asosiasi optikal yang dimaksud, sesuai Surat Edaran Dinas Kesehatan Kepri, adalah GAPOPIN,” tutur Ketua GAPOPIN Kepri, Ita saat dijumpai kemarin.
Dalam surat bernomor 445/3561/X/DK 3.1/2016, menjelaskan rekomendasi asosiasi optikal setempat berasal dari GAPOPIN. Sehingga para pengusaha yang ingin menyelenggarakan optikal, perubahan izin dan perpanjangan izin, wajib melampirkan rekomendasi dari GAPOPIN setempat.
Sementara bagi pemilik layanan kesehatan optik yang belum bergabung dengan asosiasi, terang Ita, diharapkan segera menjadi anggota dari GAPOPIN setempat. Ita menuturkan, bergabungnya pemilik layanan optik akan mempermudah pengurusan izin.
Selain menitikberatkan pada administratif perizinan usaha optik, GAPOPIN pun perlu diajak bekersama dalam hal kredensialing bersama dengan BPJS kesehatan sesuai Permenkes No.99 tahun 2015 tentang perubahan Permenkes No.71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional pasal 9 ayat 2 a dan b serta pasal 10 ayat 2.
Pasal 2a disebutkan, seleksi dan kredensialing melibatkan Dinkes kabupaten/kota dan atau asosiasi fasilitas kesehatan.
Pasal 2b disebutkan, dalam hal Dinkes kabupaten/kota dan atau asosiasi fasilitas kesehatan sebagaimana ayat 2a tidak terlibat dalam seleksi dan kredensialing, BPJS Kesehatan dalam melakukan penetapan hasil harus secara bersama dengan Dinkes kab/kota dan atau asosiasi fasilitas kesehatan.
Penekanan peraturan inilah yang menjadi poin penting yang dibahas Gapopin Kepri saat rapat kerja daerah (Rakerda) di Tanjungpinang, Kamis (6/4) kemarin. sambung wanita berkacamata ini.
Dalam menjalankan fungsinya sebagai asosiasi pemberi rekomendasi izin usaha optik, GAPOPIN melakukan pemeriksaan terhadap optik pemohon. “Pengecekan alat-alat kesehatannya juga. Layak atau tidak digunakan dan lain sebagainya,” jelas Ita.
Namun pemeriksaan kelayakan tak hanya dilangsungkan GAPOPIN. Dinas Kesehatan setempat, juga melangsungkan pengecekkan usai mendapatkan rekomendasi GAPOPIN terebut.
“Dan untuk mempermudah urusan izin ini, untuk di wilayah luar Tanjungpinang masing-masing ada perwakilannya,” papar Ita. Sehingga pemilik usaha tak perlu, repot bertandang ke Tanjungpinang.
Sementara, untuk saat ini anggota GAPOPIN Kepri terdata sebanyak 99 anggota. “Artinya baru 99 optik yang bergabung dan terdata legal. Masih banyak yang belum, utamanya yang di Batam,” papar Ita lagi.
Tak terdaftar secara legal, terang Ita, sedikit banyak memengaruhi pelayanan kesehatan optik yang didapatkan masyarakat. “Maka itu untuk melindungi masyarakat dari pelayanan optikal, yang dapat merugikan, optik-optik harus mengantongi izin ini,” tutupnya. (aya)