Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13462

Konsep Cina Town di Nagoya Dipertahankan

0

batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam menata kawasan bisnis Bumi Indah, Nagoya dengan ornamen Melayu tidak menghapus konsep lama kawasan yang lazim disebut China Town Batam.

“Apa yang kita pasang (tata) harus seirama dengan yang lama. Ornamen Melayu ditonjolkan karena kita berada di bumi Melayu,” kata Kepala Dinas Cipta Karya, Suhar, Rabu (5/4) pagi.

Untuk menampung pendapat berbagai pihak, Pemko Batam akan menggelar Focus Group Discussion (FGD). Melalui diskusi, semua pendapat akan didengar untuk dipertimbangkan. “Banyak masukan lebih baik,” sebutnya.
Karena rencana tersebut masih pada tahap lelang Detail Engineering Design (DED), Suhar tak ingin bicara banyak soal substansi program penataan itu. Hanya saja, keinginan Pemko Batam ini sudah dikomunikasikan dengan pemilik toko di kawasan Komplek Bumi Indah. “Mereka oke saja,” aku Suhar, yakin.

Suhar mengaku rencana ini sudah sering disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam setiap kesempatan sosialisasi program daerah. Rencana ini juga masuk dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Hanya saja suhar lupa kapan RTBL tersebut disusun dan masuk dalam RTBL Koridor 1 Nagoya.

“Beberapa bulan ini kita mantapkan. Kita lebih baik matangkan konsep agar lancar tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

Pemerintah sengaja memilih Nagoya untuk dikembangkan, karena sejak dulu menjadi pusat bisnis Batam. Dengan menata kawasan tersebut lebih indah dan nyaman, diharapkan wisatawan akan berbondong-bondong ke Batam. “Dipilih Nagoya-Jodoh, karena daerah bisnis di situ, bagaimanapun wisatawan pasti akan ke sana. Ini upaya menggairahkan pariwisata,” ucapnya.

Untuk diketahui, Pemko Batam akan menata kawasan tersebut jadi kawasan belanja dipadu pariwisata. Ke depan, wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan belanja akan aman, karena lokasi tersebut bebas kendaraan. Tak ketinggalan kawasan ini akan diperindah lampu hias.

Tak hanya itu, sebelumnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan di kawasan ini juga bakal ada yang jual barang-barang khas Batam, atau barang khas Melayu secara umum. “Yang mau cari barang khas Batam atau Melayu ada juga nanti,” terang Rudi. ***

Penyelundup Ternyata Ambil Rokok H-Mild dari Pabrik

0
Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma S Irawan dan jajaran bersama Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menggelar ekspos penyelundupan rokok HMild yang akan diselundupkan ke Jambi di Mako Lanal Batam, Rabu (5/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penyelundupan rokok dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) ternyata bukan kali ini saja terjadi. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV, berhasil menangkap empat orang penyelundup rokok tanpa cukai merk H-Mild.

Hasil pemeriksaan, mereka sudah empat kali beraksi. “Mereka berangkat tengah malam karena melihat kelengahan petugas. Yang kita tangkap saat ini, sudah empat kali. Tiga kali sebelumnya mereka berhasil lolos. Jadi mereka ini memang sudah menjadi target Tim WFQR (Western Fleet Quick Response ),” ujar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan.

Irawan menjelaskan, penyelundupan ini selalu dengan tujuan Pulau Kijang, Indragiri Hilir, Riau. Di Pulau Kijang, nantinya para penyelundup ini memasuki pelabuhan tikus untuk selanjutnya disebarkan ke daerah terdekat, termasuk wilayah Jambi.

“Mereka ambil rokok langsung dari pabriknya, kemudian diangkut pakai lori ke Jembatan VI, ditransfer ke boat dan kemudian pada tengah malam berangkat ke Pulau Kijang,” katanya.

Dalam penangkapan pada Senin (3/4) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB itu, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, mengamankan seorang tekong yang berinisial J dan tiga orang anak buah kapal yang berinisial A, R, dan D.

“Pemiliknya orang Batam, Hariadi sudah kita panggil. Kita selidiki dulu, nanti kita koordinasikan dengan Bea Cukai dan Polda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak yang hadir ke Lanal Batam sangat mengapresiasi kinerja Tim WFQR dalam mengungkap kasus penyelundupan rokok ini.

“Penyelundupan ini tentunya merugikan masyarakat, daerah dan negara tentunya. Sekarang harus kita temukan siapa sindikat penyelundupan ini,” katanya. (cr1)

Pemulung Ditemukan Tewas di Pasar

0
Polisi Mengevakuasi Mayat Ali, Pemulung yang ditemukan tewas di lorong sepatu, Rabu (5/4). F.Osias/batampos.

batampos.co.id – Ali, 50, pria paruh baya, ditemukan tewas tergeletak di depan pintu toko Kampar Jaya Pak Malau Textile, di Lorong Sepatu, Rabu (5/4), sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga pria yang mengenakan kaos warna biru meninggal karena sakit.

Mayat pria yang diketahui bekerja sebagai pemulung itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang tukang becak yang kebetulan melintas. Tukang becak itu langsung melaporkan kepada pihak berwajib. Penemuan mayat tersebut pun membuat sejumlah pedagang di lorong sepatu kaget.

Pantauan di lapangan, saat ditemukan tewas. Pria tersebut dalam kondisi duduk di depan pintu toko. Disampingnya, terdapat sejumlah barang-barang bekas seperti botol plastik dan pakaian bekas yang dikumpul di dalam kantong plastik besar. Tak hanya itu, anggota polisi yang melakukan identifikasi juga menemukan uang recehan yang belum diketahui jumlahnya yang disimpan di kantong plastik bening.

Petugas keamanan di Lorong Sepatu, Benny, 32, mengatakan pria yang ditemukan tewas tersebut, tidak memiliki keluarga di Tanjungpinang. Hal itu diketahuinya, karena pria tersebut pernah bercerita kepadanya tentang keluarganya.

“Dia setiap hari kerjanya memungut barang bekas diseputaran sini. Keluarganya di Tanjungpinang tidak ada. Tapi dia pernah bilang ada keluarganya di Kijang, kerja di swalayan Super Jet,”ujar Benny.

Dikatakan Benny, dirinya kenal dengan pria paruh baya sudah tiga tahun belakangan. Ali, sambung Benny, sering berpenampilan seperti orang tidak waras. Tapi, sebenarnya yang bersangkutan tidak gila.

“Kemarin dia pernah juga ditangkap Satpol PP. Makanya, tidurnya pindah ke seputaran lorong Sepatu ini. Dia itu tidak gila, penampilannya aja yang kurang rapi,”katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang di lorong Sepatu, mengatakan pria yang ditemukan tewas itu semasa hidupnya sering tidur disembarang tempat. Pria tersebut juga dikenal sebagai pemulung atau gelandangan yang berkeliling disekitar pertokoan di kawasan Kota Lama.

“Saya kira memang sedang tidur. Soalnya biasanya posisinya tidur seperti itu dan kadang baring,” ujar salah seorang pedagang yang minta namanya tidak disebutkan.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edy Supandi, mengatakan pihaknya mendapat informasi penemuan mayat tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, dari warga. Pihaknya pun langsung melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.

“Diduga yang bersangkutan meninggal karena sakit. Sebab, pria berusia sekitar 50 tahun itu pernah mengeluh sakit di bagian dadanya kepada sejumlah pedangan disitu,”ujar Edy.

Dikatakan Edy, dari lokasi penemuan mayat tersebut. Pihaknya menemukan sejumlah uang receh yang belum dihitung nominalnya dan juga barang bekas milik korban. Selain itu, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Tanjungpinang Kota, untuk mencaritahu keluarga yang bersangkutan.

“Kalau memang tidak ada keluarga, akan kami urus ke Kelurahan untuk di makamkan. Tapi, ini kami bawa dulu ke rumah sakit untuk di visum. Informasi yang kami terima, korban memiliki keluarga di Kijang dan kami telusuri dulu,”pungkasnya.(ias)

Bulog Jamin Stok Beras dan Gula di Batam Aman

0

batampos.co.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam menjamin persediaan beras dan gula untuk beberapa bulan ke depan, bahkan hingga Ramadan, Mei mendatang aman. Saat ini, untuk persediaan beras di gudang Bulog terdapat 2.600 ton, sedangkan gula sebanyak 535 ton.

“Stok kami masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama puasa,” kata Kepala Bulog Batam, Jamaludin, Rabu (5/4/2017).

Meski demikian, kata Jamaludin, pihaknya terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, terkait persediaan beras dan gula. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah, bahkan besok (hari ini, red) kami juga mengadakan pertemuan dengan pemerintah provinsi terkait hal ini,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan, saat ini sedikitnya terdapat dua ribu ton beras yang tengah dalam masa pengiriman ke Batam. Selain itu, dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan jelang puasa, pihaknya akan menggelar pasar murah.

“Nanti kami akan bersinergi bersama dengan Rumah Pangan Kita (RPK), instansi, hingga lembaga lainnya untuk menggelar pasar murah ini,” sebut Jamaludin.

Asisten Bidang Perekonomian Pemko Batam, Gintoyono mengatakan, berdasarkan hasil rapat Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk stok beras yang ada di Bulog maupun distributor untuk persiapan Ramadan cukup aman. “Kemarin kami sudah rapat, dan informasi yang kami terima dari Bulog kebutuhan beras aman,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Batam, Zarefriadi juga mengklaim ketersediaan kebutuhan pokok Batam kini aman. “Aman, sejauh ini aman. Selesai puasa (bulan Ramadan) pun masih aman,” nya siang kemarin.

Menurut mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja ini, kecukupan bahan pokok tersebut tidak bakal terganggu jika tidak ada pihak-pihak yang nakal, terutama pedagang. “Asal jangan ada yang berspekulasi, Insya Allah aman itu,” tegasnya.

Untuk itu, dia berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang nakal. “Tidak akan dibiarkan (penyelewengan), pasti akan ditindak. Kami minta kerja sama masyarakat luas juga,” imbuhnya.(cr17/cr13)

Oknum Polisi Dituntut Sembilan Tahun Penjara

0
Oknum Polisi Polda Kepri, Samsul Bahri, Saat Mengikuti Sidang kasus narkoba yang menjeratnya. F. Aritonang untuk Batam Pos

batampos.co.id – Samsul Bahri, oknum Polisi yang bertugas di Polda Kepri, terdakwa kasus kepemilikan 5,31 gram narkotika jenis sabu dituntut Sembilan tahun penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (5/4).

Dalam tuntutannya, JPU Junaidi, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan satu bukan tanaman sebagaimana melanggar Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009.

“Untuk itu, selain meminta majelis hakim agar menghukum terdakwa selama Sembilan tahun penjara. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 2 miliar subsider satu tahun kurungan,”ujar JPU.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Edi Sujadi, menyatakan akan mengajukan Pledoi (pembelaan) yang akan dibacakan dalam sidang selanjutnya.

“Kami meminta waktu satu pekan yang mulia. Karena kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis,”ucap PH terdakwa.

Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan terdakwa atas tuntutan tersebut. Ketua majelis hakim Acep Sopian Sauri yang didampingi hakim anggota Awani Setyowati dan Afrizal, menunda sidang satu pekan kedepan dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa.

Seperti diketahuinya dalam dakwaan JPU, penangkapan terhadap terdakwa dilakukan anggota Satnarkoba Polres Lingga, saat yang bersangkutan turun dari kapal MV Ocehan yang tiba dari Batam di pelabuhan Jago, Dabo Singkep, pada Sabtu (12/11) tahun 2016 lalu.

Setelah terdakwa turun dari kapal, diikuti dari belakang oleh anggota provost. Ketika itu, anggota melihat terdakwa berjalan dengan cepat dan membuang satu buah kotak rokok warna hitam ke laut.

Melihat hal itu, anggota provost tersebut menyuruh salah seorang warga untuk terjun kedaalam air dan setelah mendapat kotak rokok itu kemudian dibuka ditemukan dua paket plastik transparan yang berisikan serbuk kristal narkotika jenis sabu yang dibalut dengan lakban warna hitam dengan berat keseluruhan 5,31 gram. Kemudian ditemukannya juga satu lembar kertas timah warna merah. Namun, saat diperiksa oknum anggota Polisi tersebut tidak mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya.

Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa pasal 112 ayat 2, dalam dakwaan pertama dan melanggar pasal 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkitka, dalam dakwaan kedua.(ias)

 

Samsir Tersangka Kasus Penyelundupan 7 Ton Kayu

0

batampos.co.id – Satpolair Polres Bintan, menetapkan Samsir, 53, sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan 7 ton kayu gelondongan yang diamankan dari sebuah kapal pompong di pelantar laut di perairan Kecamatan gunung Kijang, Selasa (4/4) lalu, pukul 02.00 WIB.

“Dari hasil pengembangan yang dilakukan, kami sudah menetapkan Samsir sebagai tersangka yang berperan sebagai penanggungjawab kapal. Sementara tiga pelaku lainnya, yakni Oshar, Kay, dan juga Sudar, masih berstatus saksi, karena hanya sebagai ABK,” jelas KBO Satpolair Polres Bintan, Iptu Rambe, Rabu (5/4).

Rambe menjelaskan dari hasil pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka, diketahui kayu gelondongan yang berasal dari daerah Lingga tersebut, akan dikirim kepada salah satu pengusaha kayu bernama Akiat, untuk dijual di Bintan.

“Pengakuan dari pelaku, kayu itu akan diantar ke Akiat. Tapi kita masih dalami lagi. Sekaligus juga kami akan berkoordinasi dengan kepolisian Lingga untuk mencari tahu siapa pemasok utamanya dari Lingga,” terangnya.

Diketahui tersangka yang berasal dari Desa Pancur, Lingga, ini sudah berulang kali memasok kayu ilegal tersebut ke Bintan.

“Dia (Samsir, red) sudah sering melakukan perbuatan ini, dan sudah hapal betul trayek mana saja yang bisa dilalui untuk memasok kayu ilegal tersebut,” sebutnya.

Ia menambahkan dari hasil perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan hukuman kurungan maksimal 5 tahun dengan denda maksimal Rp 2,5 Miliar.

Sebelumnya penangkapan keempat pelaku ini terjadi pada saat personel dari Satpolair sedang melakukan patroli rutin, dengan melakukan cek kontrol di Perairan Kijang, hingga pukul 02.00 WIB dinihari.

Saat melakukan cek kontrol, tim patroli menemukan kapal muat kayu tengah melakukan aktifitas bongkar muat, yang sekaligus juga sudah standby mobil lori yang digunakan untuk mengangkut kayu tersebut.

“Tim kita langsung menghentikan giat bongkar kayu itu, dan meminta ABK-nya memuat kayu tersebut kembali ke dalam kapal, lalu kayu dan keempat pelaku langsung diamankan ke Dermaga Pantai Indah pada pukul 04.00 WIB, untuk segera dibawa ke Polres Bintan,” ungkap Rambe. (cr20)

Barapan Kebo jelang Festival Pesona Tambora 2017

0

“Nah, yang ini balapan kerbau,” celetuk Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya tertegun melihat foto-foto balapan kerbau. Kalau kerapan sapi, atau balapan sapi, itu biasa di Madura. Balapan kuda juga sudah biasa, banyak dilombakan.

“Wisatawan pasti sangat tertarik dengan atraksi  seperti ini. Sangat khas dan tidak mudah dijumpai di belahan bumi manapun,” kata Arief Yahya yang asli Banyuwangi. Eksklusivitas ini bisa menarik wisman dan atraktif.

Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (2/4) tampak ramai oleh hilir mudik kerbau. Tak hanya kerbau, ratusan manusia pun tampak beramai-ramai menuju sebuah areal persawahan.

Keramaian itu ternyata karena akan digelarnya ajang barapan kebo atau balapan kerbau dalam rangka Festival Pesona Mantar 2017. Dan festival ini merupakan pembuka dari rangkaian Festival Pesona Tambora (FPT) 2017 yang akan digelar 9-11 April.

“FPT 2017 akan menggandeng seluruh kabupaten dan kota yang ada di Pulau Sumbawa untuk ikut memeriahkan FPT 2017, seperti Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, dan Kota Bima. Dan rangkaian FPT 2017 dimulai di Kabupaten Sumbawa Barat melalui Barapan Kebo,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal.

Pembukaan acara itu dilakukan Faozal bersama Bupati Sumbawa Barat Musyafirin secara simbolis dengan memukul gong. Faozal pun menjadi orang pertama yang menaiki kerbau. Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Barat I Gusti Bagus Sumbawanto mengatakan, pelaksanaan barapan kebo itu diikuti 320 pasang kerbau yang berasal dari Sumbawa Barat dan Sumbawa.

Acara lainnya yang termasuk dalam rangkaian Festival Pesona Mantar, di antaranya Festival Mantar 3-4 April, yang berupa atraksi paralayang di Desa Mantar, Seni Budaya Rakyat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Barapan Ayam dan Kuliner Palopo di Desa Pito.

“Festival ini ditutup oleh pelepasan peserta Tambora Challange 320 K menuju Doro Canga, Dompu,” katanya.

Sebagai informasi, pada tahun 2017 ini Pemerintah Daerah NTB menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi tersebut sebanyak 3 juta orang. Dari total jumlah itu, sebanyak 1 juta wisatawan ditargetkan berasal dari mancanegara. Sedangkan 2 juta wisatawan merupakan wisatawan nusantara.

Seperti diketahui, Festival Pesona Tambora 2017 sudah mulai memancarkan pesonanya. Sebelum menyapa, sudah ada pemecahan rekor MURI untuk pawai rimpu terbanyak yang sukses digelar di Dompu, NTB. Sekitar 13.009 peserta pawai busana Adat Mbojo Rimpu sah memecahkan rekor MURI.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kepada seluruh stakeholder pariwisata di daerah untuk urusan pariwisata sangat penting membuat event berskala internasional. Baginya, ini adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk memperkenalkan Pariwisata ke seluruh penjuru dunia.

“Begitu Mandalika Lombok dijadikan satu dari 10 top destinasi prioritas, maka semua harus dibuat standar internasional. Koreografer international, designer harus professional, atraksinya kelas dunia, auranya dunia, karena itu yang akan membuat wisatawan mancanegara selalu ingin kembali ke Indonesia,” kata Menpar Arief.(*)

Target, BOP Labuan Bajo Tuntas pada April 2017

0

Kelompok Kerja (Pokja) 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat draf final Perpres BOP Labuan Bajo sudah dilaporkan ke Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan. ‘’Menko Maritim akan mengadakan rapat koordinasi tungkat menteri sebelum menyampaikan draf Perpres BOP Labuan ke presiden,” ujar Shana Fatina selaku person in charge (PIC) Labuan Bajo di Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar.

Targetnya, Peraturan Presiden (Perpres) tentang BOP Labuan bajo sudah tuntas pada April 2017 ini.
Shafa –baca: Shana Fatina– menjelaskan, berdasar delineasi oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang, area BOP Labuan Bajo terbagi dalam dua lokasi di Kabupaten Manggarai Barat. Yakni di kawasan Batu Cermin dan hutan produksi Bowo Sie.

Luas masing-masing adalah 83 hektare dan 53 hektare. Namun, lokasinya memang istimewa.

“Lokasi di atas bukit dengan view Pelabuhan Labuan Bajo dan Bandara Komodo,” tutur Shafa.

Menurutnya, di Kemenko Maritim ada kelompok kerja yang bertugas mendukung infrastruktur dan pariwisata. Pokja di Kemenkomar itu akan membantu Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar dalam mengoordinasikan kementerian/lembaga terkait urusan pariwisata.

Karenanya urusan Perpres BOP pun bisa dikebut.

“Targetnya bulan April ini rancangan Perpres BOP Labuan Bajo Flores target sudah ditandatangani presiden,” kata Shafa.

Selain itu, PIC Labuan Bajo juga mengajukan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumaahan Rakyat (PUPR) untuk pembuatan masterplan infrastruktur pariwisata. Nantinya, masterplan Taman Nasional Komodo akan dikoordinasikan dengan BOP Labuan Bajo Flores.

“Sebagai bahan intergrated tourism masterplan,” katanya.

Meski demikian, Pokja 10 Destinasi Piroritas Kemenpar tak harus menunggu regulasi tuntas. BOP Labuan Bajo. Sebab, upaya untuk menggaet wisatawan sudah dilakukan dengan berbagai terobosan.

Rencananya akan ada buku kuliner khas Labuan Bajo. Buku itu merupakan hasil penelitian dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung di Labuan Bajo.

“Sudah ada identifikasi kuliner khas Labuan Bajo dari database AGI (Akademi Gastronomi Indonesia, red),” sambung Shafa.

Selain itu, akan ada festival dan pelatihan wisata kuliner Labuan Bajo. Bahkan kini sudah ada kampung khusus kuliner di Labuan Bajo. Yakni Kampung Ujung dan Kampung Tengah binaan Marina ASDP.

Pada 30 Maret hingga 2 April lalu juga ada event DEEP and Extreme Expo di Jakarta Convention Center. Isinya adalah pameran diving dan avontur. “Ini kegiatan promosi wisata bawah laut, termasuk diving Labuan Bajo,” katanya.

Ada pula FamTrip Travel Agent Tour Operator yang diikuti 11 warga negara Korea Selatan. Mereka langsung diajak ke lokasi diving.

Labuan Bajo memang punya lokasi diving nomor dua terbaik dunia setelah Raja Ampat. Merujuk versi CNN International, keindahan lokasi diving Labuan Bajo bahkan mengalahkan Kepulauan Galapagos di Amerika Latin.

Kementerian Luar Negeri bahkan ikut mengampanyekan Labuan Bajo. Akan sda kunjungan dari Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) yang melibatkan enam diplomat senior Indonesia dan delapan diplomat asing di Labuan Bajo.

“Mereka dalam rangka soft diplomacy promosi potensi pariwisata di daerah berkembang di Indonesia dengan potensi pariwisata dan pembangunan manusia. Sekaligus memberikan gambaran bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta,” kata Shafa.

Namun, pengembangan Labuan Bajo juga harus didukung aksesibilitas. Pemerintah sedang mempercepat upaya mewujudkan Bandara Komodo sebagai international airport.

Untuk itu pula ada uji coba penerbangan malam di Labuan Bajo dengan jadwal keberangkatan pukul 19:00. “Perlu tambahan fasilitas navigasi pesawat,” kata Shafa.

Sedangkan untuk akses laut, PT ASDP akan membangun marina. Lokasi untuk marina itu meliputi area tempat pelelangan ikan (TPI). Berdasar koordinasi dengan DPRD, TPI pengganti harus siap sebelum penutupan akses nelayan ke TPI lama,” katanya.

Pemerintah juga memoles akses darat. Sejak 2016, KemenPUPR membangun  jalan Labuan Bajo-Terang Kedindi I, II, III, IV dan V. “Dan persiapan Jalan Utara Terang-Kedindi lanjutan di 2017,” katanya.

Hanya saja, untuk amenitas memang masih perlu tambahan. Data terakhir menunjukkan ada permohonan pembuatan homestay sebanyak 303 kamar. Jumlah itu meliputi renovasi kamar dan pembangunan vila baru.

Rencananya memang ada pembangunan hotel. Ayana Group bahkan akan membangun hotel dengan 150 kamar di Waecicu. “Tapi masih menunggi IMB (izin mendirikan bangunan, red),” papar Shafa.

Selain itu, ada persoalan dalam mengajak pelaku industri pariwisata untuk bergabung ke Indonesia Travel Xchange (ITX). Sejauh ini jumlah pelaku industri wisata Labuan Bajo yang mendaftar ke ITX baru 21 perusahaan.

“Kendalanya karena ada usaha lokal yang belum berbadan hukum, serta gangguan kabel internet dari Bima. Internet tidak stabil,” kata Shafa.

Tetapi Menpar Arief Yahya tetap mendorong industri di Labuan Bajo agar go digital. Tidak ada pilihan lain, wajib go digital, jika ingin menjadi pemain global. “Manfaatkan fasilitas yang terbaik di ITX, untuk memajukan perusahaan Anda. Ingat future customers adalah digital lifetyle,” ujar Arief Yahya.

Menurutnya, butuh pendamping dan akses internet di Labuan Bajo untuk input data bersama. Potensi yang ada adalah dengan menggunakan Rumah Kreatif BUMN di kantor Telkom Labuan Bajo.

Shafa mengusulkan adanya penggabungan database Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Dinas Pariwisata Kabupaten Manggara Barat dan asosiasi. “Ini demi mengoptimalkan database pendaftaran,” cetusnya.

Sedangkan untuk menggenjot sumber daya pariwisata, Labuan Bajo akan punya Akadememi Pariwisata. “Sudah diusulkan bupati dan akan ditindaklanjuti Kemristekdikti,” pungkasnya.(*)

Geopark Belitong Bakal Semakin Mendunia

0

Bangka Belitung sebuah provinsi berjuluk Bumi Laskar Pelangi memiliki geopark yang sangat bagus.

Geopark ini sedang diusulkan agar masuk ke dalam daftar Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan atau United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pada akhir Februari lalu, Pemerintah Kabupaten Belitung dan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur telah meluncurkan Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong. Kini, BP Geopark langsung tancap gas dengan menghimpun dana corporate social responsibility (CSR) untuk melestarikan keragaman geologis, hayati dan budaya di Belitong.

Tim Percepatan Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pun telah mencatat perkembangan Belitung sebagai destinasi unggulan. Person in charge (PIC) Tanjung Kelayang Larasati Sedyaningsih mengatakan, BP Geopark Belitong telah bekerja sama dengan pihak lain.

Laras menjelaskan, beberapa waktu lalu BP Geopark Belitong menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BCA. “MoU itu dalam rangka pemanfaatan dana CSR BCA untuk keperluan pelatihan dan penelitian,” ujar Laras.

Langkah lain yang ditempuh BP Geopark Belitong adalah menandatangani MOU dengan Pertamina International EP dan Ikatan Keluarga Belitung pada 31 Maret 2017. Tujuannya juga dalam rangka pelatihan dan penelitian. “Kerja sama ini dalam rangka menjadikan Belitong sebagai UNESCO Global Geoparks,” sambungnya.

Laras meyakini Belitong bisa menembus daftar UNESCO Global Geopakrs. Sebab, Belitong punya modal besar untuk itu.

Di Belitong ada Pantai Tanjung Tinggi yang sangat memesona. Pantai yang diapit semenanjung Tanjung Kelayang dan Tanjung Pendam itu sudah mengantongi predikat bergengsi. “Pantai Tanjung Tinggi masuk dalam jajaran tujuh pantai terindah di dunia versi Majalah Vogue,” sebut Laras.

Lebih lanjut Laras mengatakan, Belitong juga bakal semakin mudah dijangkau melalui udara. Rencananya, akan ada penerbangan internasional Lion Air dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional HAS. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Belitung. “Penerbangan internasional Lion Air rute KL-Belitung masih menunggu slot dari KL,” tutur Laras.

Sedangkan untuk menggenjot amenitas, Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang pada 20 Maret 2017 lalu menggelar rapat di kantor Gubernur Babel. Salah satu agendanya adalah mendengar paparan Konsorsium Belitung Maritime Silk Road (BMSR). Konsorsium yang terdiri dari lima perusahaan itu sudah mengembangkan Tanjung Kelayang selama setahun ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan memuji kecepatan Konsorsium BMSR. Sebab, begitu Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016 tentang KEK Tanjung Kelayang diteken Presiden Joko Widodo pada 18 Maret 2016, pada 2 September 2016 sudah ada groundbreaking.(*)

ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 Dimulai….

0
Presiden Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto bersama Anggota IV BP Batam Purba Robert Sianipar saat membuka turnamen futsal.

Turnamen ATB CUP VIII Futsal Championship 2017 telah bergulir.

Turnamen tahunan ini dibuka secara resmi oleh Presiden Director PT Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto bersama Anggota IV BP Batam Purba Robert Sianipar.

Laga perdana yang dilangsungkan pada Rabu(5/4/2017) malam tersebut, diketahui sebanyak 16 dari 64 tim peserta langsung menggiring ‘si kulit bundar’ di tengah lapangan hijau.

Dalam sambutannya, President Director ATB Ir Benny Andrianto MM mengatakan kegiatan ATB Cup VIII Championship 2017 merupakan acara tahunan. Dimana kegiatan tersebut, sengaja dilakukan untuk memperingati Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret setiap tahunnya.

“Even ini bukan hanya sekedar pertandingan futsal saja, namun lebih kapada ajakan untuk sama-sama mengingat akan pentingnya air bagi kehidupan. Hal ini perlu kita tekankan, karena Batam adalah kota yang sangat spesifik dimana ketersediaan air baku sangat terbatas. Oleh sebab itu, setiap menggelar futsal kita selalu ingat bahwa ini adalah hari air sedunia,” terang Benny.

Benny juga sangat berharap seluruh masyarakat bisa memanfaatkan air sebaik-baiknya. “Tentunya kita belajar berhemat agar ketersediaan air bisa bermanfaat untuk Batam di masa depan,” jelas Benny.

Selama pertandingan berlangsung, ribuan supporter terlihat hadir dan memberikan semngat untuk tim andalan mereka.

“Harapan kita semoga acara ini, bisa diminati dan terus menyemangati calon pemain yang bisa menjadi bibit pemain nasional futsal atau sepakbola,” harap Benny

Sementara itu, Purba Robert M Sianipar, Anggota IV Deputi Bidang Pengusahaan sarana lainnya di BP Batam mengatakan, pihaknya cukup bangga bisa membuka turnamen futsal yang diselenggarakan ATB.

“Apa yang telah dilakukan ATB bisa  menjadi contoh bagi perusahan lain di Batam,” ujar Robert.

Robert juga mengatakan apa yang telah dilakukan ATB dalam hal melayani air bersih sebagai hal mendasar dalam memberikan pelayanan.

“ATB tergerak untuk bisa mendorong kemajuan olahraga futsal. Kami memberikan apresiasi untuk ATB. Dan kami mendukung dan memang mengharapkan ATB peduli olahraga 2017 seluruh atlet bisa meraih prestasi dan menjunjung sportifitas,”kata Robert. (rilis)