Gedung Operasional SWRO di Batu hitam Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga mendorong Pemko Tanjungpinang melalui dinas terkait untuk menjemput bola atau melakukaan koordinasi langsung dengan Kemenpupera. Hal ini menanggapi lambannya Pemko menindaklanjuti pengelolaan Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) yang telah diserahkan ke Pemko Tanjungpinang
“Kita akan memasuki bulan Ramadan. Jangan sampai persoalan air bersih terjadi pada bulan tersebut. Tentu harus diantisipasi terlebih dahulu,” ujar Angga, kemarin.
Politisi Partai Golkar Tanjungpinang tersebut juga mengatakan, untuk menuntaskan persoalan ini, harus segera dilaksanakan pembahasan bersama antara Pemko Tanjungpinang dengan DPRD Kota Tanjungpinang. Menurut Angga, pembentukan Unit Pelaksana Teknik (UPT) berkaitan erat dengan kebutuhan anggaran.
“Jangan sampai saat serahterima pengelolaan nanti, kita tidak siap. Padahal tujuan pembangunan infrastruktur tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Angga.
Dikatakannya juga, sekarang ini SWRO sudah tiga tahun tidak memberikan kontribusi apapun bagi mengatasi kebutuhan air bersih di Tanjungpinang. Tidak sedikit, uang negara yang berasal dari keringat rakyat tentunya untuk membangun SWRO.
“Harus sama-sama kita gesa, karena tinggal selangkah lagi SWRO bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan begitu, SWRO baru bisa dikatakan sebagai proyek percontohan nasional,” tutup Angga. (jpg)
Salah satu mesin tabung air yang terpasang di Gedung SWRO Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Meskipun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) melalui Direktorat Sumber Daya Air (SDA) sudah memutuskan Sea Water Riverse Osmosis (SWRO) di kelola oleh Pemko Tanjungpinang. Akan tetapi belum ada pergerakan dari Pemko Tanjungpinang untuk memfollow up keputusan tersebut.
“Belum kita terima surat keputusan tersebut. Kita masih menunggu tindaklanjut dari Satuan Kerja (Satker) terkait serahterima pengelolaan SWRO,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menjawab pertanyaan Batam Pos, Selasa (4/4) lalu di Gedung Daerah Tanjungpinang.
Ditegaskan Lis, pihaknya akan segera membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT). Karena sangat disayangkan, SWRO sudah sekian lama tidak memberikan manfaat kepada masyarakat Tanjungpinang. Padahal dibangunnya infrastruktur tersebut adalah mengatasi persoalan air bersih di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.
“Bagaimana teknisnya pembentukan UPT tersebut, nomenklaturnya tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” jelas Lis Darmansyah.
Masih kata Lis, pihaknya juga menyambut baik, karena dukungan yang diberikan Kemen Pupera yang ingin membantu operasional SWRO selama enam bulan. Apalagi selama waktu tersebut, akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada petugas yang dipersiapkan nanti. ‘
“Keinginan kita adalah, SWRO segera di fungsikan. Sehingga bisa terdeteksi apa-apa yang kurang atau rusak. Kita juga tidak sembarangan terima, tentu harus dipastikan kondisinya terlebih dahulu,” tegas Lis. (jpg)
SEKUPANG (BP) – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam segera mengoperasikan Puskesmas Kampungjabi dan Rempangcate. Seluruh kebutuhan, seperti sarana, prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang akan ditempatkan di dua puskesmas itu secepatnya dipersiapkan.
“Bangunannya sudah selesai, secepatnyalah dipenuhi kebutuhan, termasuk Kepala Puskesmas, dokter, perawat dan pegawai lainnya,” kata Amsakar beberapa waktu lalu.
Kedua puskesmas harusnya sudah beroperasi awal tahun 2017 ini. Karena ada beberapa permasalahan teknis, ditunda hingga saat ini. “Kami minta secepatnya, agar masyarakat yang ada di sekitar puskesmas bisa menikmati pelayanan tersebut,” ujarya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehata Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, dalam waktu dekat ini Wali Kota Batam akan meresmikan Puskesmas Kampungjabi terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat di sana.
“Mei ini kami harapkan sudah diresmikan, sehingga bisa beroperasi,” kata Didi, Rabu (5/2).
Dia menyebutkan, saat ini persiapan peresmian puskesmas sudah berjalan 80 persen. Kini, pihaknya tengah menyeleksi beberapa nama yang akan ditempatkan di dua puskesmas tersebut. “Ada lima nama yang telah kami lihat, dan memiliki kemampuan untuk memimpin dua puskesmas tersebut. Setelah seleksi, kami akan ajukan ke Wali Kota, selanjutnya pimpinan yang menentukan,” tambahnya.
Didi menambahkan, bangunan fisik dan peralatan pendukung sudah selesai dipasang, tinggal menunggu peresmiannya saja. Dua puskesmas juga telah diengkapi dengan ruang rawat inap, untuk menunjang pelayanan tingkat II.
Dengan adanya dua puskesmas baru ini, Batam memiliki 19 puskesmas yang sudah dilengkapi dengan rawat inap.
Jumlah ini, lanjutnya masih kurang, karenanya di tahun ini pihaknya akan membangun satu puskesmas yang berada di Tanjunguncang, dan tahun 2018 akan dibangun lagi di Tembesi. “Dilihat dari rasio penduduknya, Batam harusnya memiliki 30 puskesmas, masih kurang 10 puskesmas lagi. Makanya setiap tahun pihaknya mengusahakan membangun satu atau dua puskesmas, karena setiap tahun jumlah penduduk di Batam bertambah juga,” jelasnya.
Dua puskesmas di Kampungjabi dan Rempangcate dibangun menggunakan APBD tahun 2016 dengan total anggaran mencapai Rp 16 miliar. (cr17)
batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemko) Batam menata kawasan bisnis Bumi Indah, Nagoya dengan ornamen Melayu tidak menghapus konsep lama kawasan yang lazim disebut China Town Batam.
“Apa yang kita pasang (tata) harus seirama dengan yang lama. Ornamen Melayu ditonjolkan karena kita berada di bumi Melayu,” kata Kepala Dinas Cipta Karya, Suhar, Rabu (5/4) pagi.
Untuk menampung pendapat berbagai pihak, Pemko Batam akan menggelar Focus Group Discussion (FGD). Melalui diskusi, semua pendapat akan didengar untuk dipertimbangkan. “Banyak masukan lebih baik,” sebutnya.
Karena rencana tersebut masih pada tahap lelang Detail Engineering Design (DED), Suhar tak ingin bicara banyak soal substansi program penataan itu. Hanya saja, keinginan Pemko Batam ini sudah dikomunikasikan dengan pemilik toko di kawasan Komplek Bumi Indah. “Mereka oke saja,” aku Suhar, yakin.
Suhar mengaku rencana ini sudah sering disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dalam setiap kesempatan sosialisasi program daerah. Rencana ini juga masuk dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Hanya saja suhar lupa kapan RTBL tersebut disusun dan masuk dalam RTBL Koridor 1 Nagoya.
“Beberapa bulan ini kita mantapkan. Kita lebih baik matangkan konsep agar lancar tahun 2018 mendatang,” ujarnya.
Pemerintah sengaja memilih Nagoya untuk dikembangkan, karena sejak dulu menjadi pusat bisnis Batam. Dengan menata kawasan tersebut lebih indah dan nyaman, diharapkan wisatawan akan berbondong-bondong ke Batam. “Dipilih Nagoya-Jodoh, karena daerah bisnis di situ, bagaimanapun wisatawan pasti akan ke sana. Ini upaya menggairahkan pariwisata,” ucapnya.
Untuk diketahui, Pemko Batam akan menata kawasan tersebut jadi kawasan belanja dipadu pariwisata. Ke depan, wisatawan lokal maupun mancanegara yang akan belanja akan aman, karena lokasi tersebut bebas kendaraan. Tak ketinggalan kawasan ini akan diperindah lampu hias.
Tak hanya itu, sebelumnya Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan di kawasan ini juga bakal ada yang jual barang-barang khas Batam, atau barang khas Melayu secara umum. “Yang mau cari barang khas Batam atau Melayu ada juga nanti,” terang Rudi. ***
Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma S Irawan dan jajaran bersama Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menggelar ekspos penyelundupan rokok HMild yang akan diselundupkan ke Jambi di Mako Lanal Batam, Rabu (5/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Penyelundupan rokok dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) ternyata bukan kali ini saja terjadi. Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV, berhasil menangkap empat orang penyelundup rokok tanpa cukai merk H-Mild.
Hasil pemeriksaan, mereka sudah empat kali beraksi. “Mereka berangkat tengah malam karena melihat kelengahan petugas. Yang kita tangkap saat ini, sudah empat kali. Tiga kali sebelumnya mereka berhasil lolos. Jadi mereka ini memang sudah menjadi target Tim WFQR (Western Fleet Quick Response ),” ujar Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan.
Irawan menjelaskan, penyelundupan ini selalu dengan tujuan Pulau Kijang, Indragiri Hilir, Riau. Di Pulau Kijang, nantinya para penyelundup ini memasuki pelabuhan tikus untuk selanjutnya disebarkan ke daerah terdekat, termasuk wilayah Jambi.
“Mereka ambil rokok langsung dari pabriknya, kemudian diangkut pakai lori ke Jembatan VI, ditransfer ke boat dan kemudian pada tengah malam berangkat ke Pulau Kijang,” katanya.
Dalam penangkapan pada Senin (3/4) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB itu, Tim WFQR Lantamal IV Tanjungpinang, mengamankan seorang tekong yang berinisial J dan tiga orang anak buah kapal yang berinisial A, R, dan D.
“Pemiliknya orang Batam, Hariadi sudah kita panggil. Kita selidiki dulu, nanti kita koordinasikan dengan Bea Cukai dan Polda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak yang hadir ke Lanal Batam sangat mengapresiasi kinerja Tim WFQR dalam mengungkap kasus penyelundupan rokok ini.
“Penyelundupan ini tentunya merugikan masyarakat, daerah dan negara tentunya. Sekarang harus kita temukan siapa sindikat penyelundupan ini,” katanya. (cr1)
Polisi Mengevakuasi Mayat Ali, Pemulung yang ditemukan tewas di lorong sepatu, Rabu (5/4). F.Osias/batampos.
batampos.co.id – Ali, 50, pria paruh baya, ditemukan tewas tergeletak di depan pintu toko Kampar Jaya Pak Malau Textile, di Lorong Sepatu, Rabu (5/4), sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga pria yang mengenakan kaos warna biru meninggal karena sakit.
Mayat pria yang diketahui bekerja sebagai pemulung itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang tukang becak yang kebetulan melintas. Tukang becak itu langsung melaporkan kepada pihak berwajib. Penemuan mayat tersebut pun membuat sejumlah pedagang di lorong sepatu kaget.
Pantauan di lapangan, saat ditemukan tewas. Pria tersebut dalam kondisi duduk di depan pintu toko. Disampingnya, terdapat sejumlah barang-barang bekas seperti botol plastik dan pakaian bekas yang dikumpul di dalam kantong plastik besar. Tak hanya itu, anggota polisi yang melakukan identifikasi juga menemukan uang recehan yang belum diketahui jumlahnya yang disimpan di kantong plastik bening.
Petugas keamanan di Lorong Sepatu, Benny, 32, mengatakan pria yang ditemukan tewas tersebut, tidak memiliki keluarga di Tanjungpinang. Hal itu diketahuinya, karena pria tersebut pernah bercerita kepadanya tentang keluarganya.
“Dia setiap hari kerjanya memungut barang bekas diseputaran sini. Keluarganya di Tanjungpinang tidak ada. Tapi dia pernah bilang ada keluarganya di Kijang, kerja di swalayan Super Jet,”ujar Benny.
Dikatakan Benny, dirinya kenal dengan pria paruh baya sudah tiga tahun belakangan. Ali, sambung Benny, sering berpenampilan seperti orang tidak waras. Tapi, sebenarnya yang bersangkutan tidak gila.
“Kemarin dia pernah juga ditangkap Satpol PP. Makanya, tidurnya pindah ke seputaran lorong Sepatu ini. Dia itu tidak gila, penampilannya aja yang kurang rapi,”katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di lorong Sepatu, mengatakan pria yang ditemukan tewas itu semasa hidupnya sering tidur disembarang tempat. Pria tersebut juga dikenal sebagai pemulung atau gelandangan yang berkeliling disekitar pertokoan di kawasan Kota Lama.
“Saya kira memang sedang tidur. Soalnya biasanya posisinya tidur seperti itu dan kadang baring,” ujar salah seorang pedagang yang minta namanya tidak disebutkan.
Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Kota, AKP Edy Supandi, mengatakan pihaknya mendapat informasi penemuan mayat tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, dari warga. Pihaknya pun langsung melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.
“Diduga yang bersangkutan meninggal karena sakit. Sebab, pria berusia sekitar 50 tahun itu pernah mengeluh sakit di bagian dadanya kepada sejumlah pedangan disitu,”ujar Edy.
Dikatakan Edy, dari lokasi penemuan mayat tersebut. Pihaknya menemukan sejumlah uang receh yang belum dihitung nominalnya dan juga barang bekas milik korban. Selain itu, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Tanjungpinang Kota, untuk mencaritahu keluarga yang bersangkutan.
“Kalau memang tidak ada keluarga, akan kami urus ke Kelurahan untuk di makamkan. Tapi, ini kami bawa dulu ke rumah sakit untuk di visum. Informasi yang kami terima, korban memiliki keluarga di Kijang dan kami telusuri dulu,”pungkasnya.(ias)
batampos.co.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) Batam menjamin persediaan beras dan gula untuk beberapa bulan ke depan, bahkan hingga Ramadan, Mei mendatang aman. Saat ini, untuk persediaan beras di gudang Bulog terdapat 2.600 ton, sedangkan gula sebanyak 535 ton.
“Stok kami masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama puasa,” kata Kepala Bulog Batam, Jamaludin, Rabu (5/4/2017).
Meski demikian, kata Jamaludin, pihaknya terus berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, terkait persediaan beras dan gula. “Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah, bahkan besok (hari ini, red) kami juga mengadakan pertemuan dengan pemerintah provinsi terkait hal ini,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan, saat ini sedikitnya terdapat dua ribu ton beras yang tengah dalam masa pengiriman ke Batam. Selain itu, dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan jelang puasa, pihaknya akan menggelar pasar murah.
“Nanti kami akan bersinergi bersama dengan Rumah Pangan Kita (RPK), instansi, hingga lembaga lainnya untuk menggelar pasar murah ini,” sebut Jamaludin.
Asisten Bidang Perekonomian Pemko Batam, Gintoyono mengatakan, berdasarkan hasil rapat Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk stok beras yang ada di Bulog maupun distributor untuk persiapan Ramadan cukup aman. “Kemarin kami sudah rapat, dan informasi yang kami terima dari Bulog kebutuhan beras aman,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Batam, Zarefriadi juga mengklaim ketersediaan kebutuhan pokok Batam kini aman. “Aman, sejauh ini aman. Selesai puasa (bulan Ramadan) pun masih aman,” nya siang kemarin.
Menurut mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja ini, kecukupan bahan pokok tersebut tidak bakal terganggu jika tidak ada pihak-pihak yang nakal, terutama pedagang. “Asal jangan ada yang berspekulasi, Insya Allah aman itu,” tegasnya.
Untuk itu, dia berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang nakal. “Tidak akan dibiarkan (penyelewengan), pasti akan ditindak. Kami minta kerja sama masyarakat luas juga,” imbuhnya.(cr17/cr13)
Oknum Polisi Polda Kepri, Samsul Bahri, Saat Mengikuti Sidang kasus narkoba yang menjeratnya. F. Aritonang untuk Batam Pos
batampos.co.id – Samsul Bahri, oknum Polisi yang bertugas di Polda Kepri, terdakwa kasus kepemilikan 5,31 gram narkotika jenis sabu dituntut Sembilan tahun penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (5/4).
Dalam tuntutannya, JPU Junaidi, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki narkotika golongan satu bukan tanaman sebagaimana melanggar Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009.
“Untuk itu, selain meminta majelis hakim agar menghukum terdakwa selama Sembilan tahun penjara. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 2 miliar subsider satu tahun kurungan,”ujar JPU.
Atas tuntutan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya, Edi Sujadi, menyatakan akan mengajukan Pledoi (pembelaan) yang akan dibacakan dalam sidang selanjutnya.
“Kami meminta waktu satu pekan yang mulia. Karena kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis,”ucap PH terdakwa.
Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan terdakwa atas tuntutan tersebut. Ketua majelis hakim Acep Sopian Sauri yang didampingi hakim anggota Awani Setyowati dan Afrizal, menunda sidang satu pekan kedepan dengan agenda pembacaan pledoi terdakwa.
Seperti diketahuinya dalam dakwaan JPU, penangkapan terhadap terdakwa dilakukan anggota Satnarkoba Polres Lingga, saat yang bersangkutan turun dari kapal MV Ocehan yang tiba dari Batam di pelabuhan Jago, Dabo Singkep, pada Sabtu (12/11) tahun 2016 lalu.
Setelah terdakwa turun dari kapal, diikuti dari belakang oleh anggota provost. Ketika itu, anggota melihat terdakwa berjalan dengan cepat dan membuang satu buah kotak rokok warna hitam ke laut.
Melihat hal itu, anggota provost tersebut menyuruh salah seorang warga untuk terjun kedaalam air dan setelah mendapat kotak rokok itu kemudian dibuka ditemukan dua paket plastik transparan yang berisikan serbuk kristal narkotika jenis sabu yang dibalut dengan lakban warna hitam dengan berat keseluruhan 5,31 gram. Kemudian ditemukannya juga satu lembar kertas timah warna merah. Namun, saat diperiksa oknum anggota Polisi tersebut tidak mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya.
Akibat perbuatannya, terdakwa didakwa pasal 112 ayat 2, dalam dakwaan pertama dan melanggar pasal 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkitka, dalam dakwaan kedua.(ias)
batampos.co.id – Satpolair Polres Bintan, menetapkan Samsir, 53, sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan 7 ton kayu gelondongan yang diamankan dari sebuah kapal pompong di pelantar laut di perairan Kecamatan gunung Kijang, Selasa (4/4) lalu, pukul 02.00 WIB.
“Dari hasil pengembangan yang dilakukan, kami sudah menetapkan Samsir sebagai tersangka yang berperan sebagai penanggungjawab kapal. Sementara tiga pelaku lainnya, yakni Oshar, Kay, dan juga Sudar, masih berstatus saksi, karena hanya sebagai ABK,” jelas KBO Satpolair Polres Bintan, Iptu Rambe, Rabu (5/4).
Rambe menjelaskan dari hasil pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka, diketahui kayu gelondongan yang berasal dari daerah Lingga tersebut, akan dikirim kepada salah satu pengusaha kayu bernama Akiat, untuk dijual di Bintan.
“Pengakuan dari pelaku, kayu itu akan diantar ke Akiat. Tapi kita masih dalami lagi. Sekaligus juga kami akan berkoordinasi dengan kepolisian Lingga untuk mencari tahu siapa pemasok utamanya dari Lingga,” terangnya.
Diketahui tersangka yang berasal dari Desa Pancur, Lingga, ini sudah berulang kali memasok kayu ilegal tersebut ke Bintan.
“Dia (Samsir, red) sudah sering melakukan perbuatan ini, dan sudah hapal betul trayek mana saja yang bisa dilalui untuk memasok kayu ilegal tersebut,” sebutnya.
Ia menambahkan dari hasil perbuatannya tersangka akan dikenakan pasal 83 ayat 1 huruf b Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan hukuman kurungan maksimal 5 tahun dengan denda maksimal Rp 2,5 Miliar.
Sebelumnya penangkapan keempat pelaku ini terjadi pada saat personel dari Satpolair sedang melakukan patroli rutin, dengan melakukan cek kontrol di Perairan Kijang, hingga pukul 02.00 WIB dinihari.
Saat melakukan cek kontrol, tim patroli menemukan kapal muat kayu tengah melakukan aktifitas bongkar muat, yang sekaligus juga sudah standby mobil lori yang digunakan untuk mengangkut kayu tersebut.
“Tim kita langsung menghentikan giat bongkar kayu itu, dan meminta ABK-nya memuat kayu tersebut kembali ke dalam kapal, lalu kayu dan keempat pelaku langsung diamankan ke Dermaga Pantai Indah pada pukul 04.00 WIB, untuk segera dibawa ke Polres Bintan,” ungkap Rambe. (cr20)
“Nah, yang ini balapan kerbau,” celetuk Menpar Arief Yahya.
Menpar Arief Yahya tertegun melihat foto-foto balapan kerbau. Kalau kerapan sapi, atau balapan sapi, itu biasa di Madura. Balapan kuda juga sudah biasa, banyak dilombakan.
“Wisatawan pasti sangat tertarik dengan atraksi seperti ini. Sangat khas dan tidak mudah dijumpai di belahan bumi manapun,” kata Arief Yahya yang asli Banyuwangi. Eksklusivitas ini bisa menarik wisman dan atraktif.
Desa Tapir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (2/4) tampak ramai oleh hilir mudik kerbau. Tak hanya kerbau, ratusan manusia pun tampak beramai-ramai menuju sebuah areal persawahan.
Keramaian itu ternyata karena akan digelarnya ajang barapan kebo atau balapan kerbau dalam rangka Festival Pesona Mantar 2017. Dan festival ini merupakan pembuka dari rangkaian Festival Pesona Tambora (FPT) 2017 yang akan digelar 9-11 April.
“FPT 2017 akan menggandeng seluruh kabupaten dan kota yang ada di Pulau Sumbawa untuk ikut memeriahkan FPT 2017, seperti Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima, dan Kota Bima. Dan rangkaian FPT 2017 dimulai di Kabupaten Sumbawa Barat melalui Barapan Kebo,” ujar Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal.
Pembukaan acara itu dilakukan Faozal bersama Bupati Sumbawa Barat Musyafirin secara simbolis dengan memukul gong. Faozal pun menjadi orang pertama yang menaiki kerbau. Kepala Dinas Pariwisata Sumbawa Barat I Gusti Bagus Sumbawanto mengatakan, pelaksanaan barapan kebo itu diikuti 320 pasang kerbau yang berasal dari Sumbawa Barat dan Sumbawa.
Acara lainnya yang termasuk dalam rangkaian Festival Pesona Mantar, di antaranya Festival Mantar 3-4 April, yang berupa atraksi paralayang di Desa Mantar, Seni Budaya Rakyat Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Barapan Ayam dan Kuliner Palopo di Desa Pito.
“Festival ini ditutup oleh pelepasan peserta Tambora Challange 320 K menuju Doro Canga, Dompu,” katanya.
Sebagai informasi, pada tahun 2017 ini Pemerintah Daerah NTB menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Provinsi tersebut sebanyak 3 juta orang. Dari total jumlah itu, sebanyak 1 juta wisatawan ditargetkan berasal dari mancanegara. Sedangkan 2 juta wisatawan merupakan wisatawan nusantara.
Seperti diketahui, Festival Pesona Tambora 2017 sudah mulai memancarkan pesonanya. Sebelum menyapa, sudah ada pemecahan rekor MURI untuk pawai rimpu terbanyak yang sukses digelar di Dompu, NTB. Sekitar 13.009 peserta pawai busana Adat Mbojo Rimpu sah memecahkan rekor MURI.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, kepada seluruh stakeholder pariwisata di daerah untuk urusan pariwisata sangat penting membuat event berskala internasional. Baginya, ini adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk memperkenalkan Pariwisata ke seluruh penjuru dunia.
“Begitu Mandalika Lombok dijadikan satu dari 10 top destinasi prioritas, maka semua harus dibuat standar internasional. Koreografer international, designer harus professional, atraksinya kelas dunia, auranya dunia, karena itu yang akan membuat wisatawan mancanegara selalu ingin kembali ke Indonesia,” kata Menpar Arief.(*)