Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13479

Gesa Tatib Cawagub, Pansus Gandeng KPU dan Bawaslu

0
batampos.co.id – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Wakil Gubernur Kepri, Surya Makmur Nasution menilai proses pemilihan Wagub Kepri masih membutuhkan proses yang panjang.
Dikatakannya untuk menyelesaikan penyusunan Tata Tertib (Tatib) ditargetkan rampung dalam satu bulan.
“Rencananya besok (hari ini,red) kami akan melakukan rapat
secara internal. Yakni untuk menyamakan persepsi terkait
poin-poin penting yang akan disusun menjadi tatib,” ujar
Surya Makmur, Selasa (23/5) di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.
Politisi Partai Demokrat tersebut menjelaskan, apabila ada kesepahaman bersama oleh seluruh anggota pansus.
Materi-materi tatib akan disempurnakan dengan meminta
masukan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri
dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri.
“KPU dan Bawaslu adalah lembaga penyelenggara Pemilu.
Tentu kita sangat membutuhkan masukan-masukan strategis
dalam penyusunan tatib,” papar Surya Makmur.
Legislator daerah pemilihan, Kota Batam tersebut
mengharapkan masing-masing kandidat yang nama-namanya
sudah mengerucut untuk segera melengkapi dokumen
persyaratan. Dijelaskannya, meskipun tatib belum
diputuskan tetapi UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 sudah
bisa dijadikan sebagai pedoman.
“Artinya sama-sama bergerak, sehingga bisa menggesa proses
pemilihan Wagub Kepri. Karena sudah hampir setahun
gubernur sendiri,” paparnya lagi.
Mantan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut
mengatakan, Provinsi Kepri memiliki 2.408 pulau. Sehingga
dengan kesendirian, gubernur tidak akan maksimal dalam
menjemput aspirasi ditengah-tengah masyarakat Kepri. Atas
dasar itu, kehadiran Wagub akan sangat membantu dalam
pembagian tugas kerja.
“Kita berharap masing-masing partai pengusung Sanur punya
visi yang sama. Yakni menuntaskan persoalan Wagub Kepri
secepat mungkin,” tutup Anggota Komisi III DPRD Kepri
tersebut. (jpg)

Ribuan Siswa TK dan SD di Batam Belajar Menggosok Gigi yang Baik dan Benar

0
Ribuan Murid SD mengikuti sosislisasi gerakan hidup sehat dengan gosok gigi yang benar yang diselenggarakan oleh Puskesmas Baloi Permai di Dataran Engku Putri Batamcenter, Selasa (23/5). Selain sosialisasi gosok gigi yang benar, Puskesmas Baloipermai juga sosialisasi cara cuci tangan yang benar, dan pelantikan Jumantik Cilik Kelurahan Baloipermai.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Ribuan siswa, tepatnya 1.875 anak dari 23 sekolah TK dan SD se Kecamatan Batam Kota belajar cuci tangan dan gosok gigi yag baik dan benar yang digelar Puskesmas Baloi Permai di Engku Putri Batam Centre, Batam, Kepri, Selasa (23/5) pagi.,

Acara ini digelar sebagai bentuk sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan gigi dan tangan.

“Kalu sosialisasi cuci tangan dan sikat gigi yang baik ini rutin kami laksanakan ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Puskesmas Baloi Permai, Purnama Agustine kepada Batam Pos, Selasa (23/5).

Dalam acara ini, panitia juga melantik Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Cilik 1.200 orang dari siswa kelas 4 SD. ” Mereka dilatih selama tiga bulan untuk menjadi jumantik cilik,” terangnya.

Hal lain adalah, pelantikan 120 orang tukang ojek sebagai pengurus Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK), yang sebelum ‘beraksi’ terlebih dahulu akan dilatih mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

“Kendaraan ojeknya juga kita lengkapi dengan kotak P3K. Kita juga lakukan pemeriksaan kesehatan rutin untuk tukang ojek,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi bercita-cita kegiatan cuci tangan dan gosok gigi massal ke depan akan dilaksanakan dalam jumlah yang lebih besar.

“Kita mau pecahkan rekor muri. Begitu juga jumlah jumantik ciliknya,” ucap dia.

Candra,8, seorang peserta mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Di mana selama ini ia mengaku tidak rutin untuk sikat gigi dan cuci tangan.

“Sering kalau makan jajan tidak cuci tangan. Cara menggosok gigi juga kurang paham. Sekarang sudah paham,” katanya. (cr13)

Satreskrim Ringkus Empat Pelaku Jambret

0

batampos.co.id – Satreskrim Polres Tanjungpinang berhasil meringkus dua pelaku penjambretan dan dua penadah yang beraksi di seluruh lokasi jalan raya di Tanjungpinang, kemarin.

Diantaranya pelaku penjambret Yudi Sutirah ,28, dan Irvan Suandi ,24 serta dua pelaku penadah barang jambretan, Jefri Musdiansyah Mustafa ,21, dan penadah hasil curian pelaku Jacksen Kristianto ,18.

“Pejambret yang selalu meresahkan masyarakat sudah kita ringkus. Keberhasilan ini dari pengembangan laporan yang diberi beberapa korban,” ujar Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro ketika diwawancarai di kantornya, Selasa (23/5).

Selain keempat pelaku, kata Joko anggotanya salah berhasil mengamankan barang bukti hasil kejahatan pelaku. Yaitu satu unit handphone​ (Hp) iPhone 7 warna hitam dan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna putih yang digunakan untuk menjalankan aksinya.

Dari pengakuan pelaku, lanjut Joko sudah beberapa kali melakukan aksi penjambretan.Rata-rata, sambung Joko mereka beraksi di seluruh wilayah Tanjungpinang dan sasaran pelaku merupakan pengendara perempuan yang sedang berpergian.

“Pengendara perempuan janganlah bawa barang yang mencolok. Karena akan jadi target pelaku kejahatan. Jadi diminta waspadalah saat berkendara,” bebernya.

Seluruh pelaku, masih Joko telah mendekam di sel tahanan guna pemeriksaan lebih lanjut. Akibat perbuatan mereka, Yudi dan Irvan dijerat Pasal 363 ayat 1 ke (4) KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara dan Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan kami. Karena ingin memastikan ada tersangka lainnya dalam kasus ini,” ungkapnya. (ary)

Kuningan Gelar Orkestra 5.000 Angklung

0

Pemkab Kuningan, Jawa Barat menggaungkan ke seluruh dunia, bahwa angklung berasal dari Kuningan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan memanfaatkan momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai kebangkitan pariwisata Kuningan dan Indonesia. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kebangkitan pariwisata diwujudkan dalam Pagelaran Budaya Orkestra 5.000 Angklung di Lapang Pendapa Palamarta Kabupaten Kuningan, Minggu (21/5).

Gelaran spektakuler ini dihadiri juga oleh Sekretaris Menteri Pariwisata Ukus Kuswara. Menurutnya, even budaya ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat Kuningan sehingga Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak ragu memberikan dukungannya.

“Saya bangga dengan gagasan acara ini. Ide yang brilian yang dapat memberikan multi manfaat bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya di Kabupaten Kuningan. Nilai-nilai budaya tersebut merupakan aset yang sangat berharga yang harus ditumbuhkembangkan dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus menggarap potensi Pariwisata Kuningan,” ujar Ukus didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan.

Pagelaran Budaya Orkestra 5000 Angklung yang juga dihadiri Bupati Kuningan Acep Purnama, Wakil Bupati Kuningan, Rektor ITB, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Direktur Saung Ujdo Bandung, Sekretaris Daerah Kabupaten kuningan, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan ini sebagai pendeklarasian  Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung.

Juga hadir beberapa sponsor kegiatan tersebut diantarannya Pimpinan cabang Bank Jabar, Direktur BPJS Ketenagaan Kabupaten Kuningan, Direktur BPR Kuningan, Direktur PDAM Kuningan, Direktur PT POS Indonesia Kuningan, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kuningan, Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, Seluruh pimpinan organisasi masyarakat dan kepemudaan
Seluruh guru peserta Deklarasi Angklung.

“Saya mengapresiasi prakarsa Deklarasi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung. Hal tersebut dapat menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki kabupaten Kuningan,” Kata Ukus Kuswara.

Wawan menambahkan, gelaran Orkestra 5000 Angklung ini menjadi momentum bagi para steakhoder pendidikan akan pentingnya komitmen dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya tradisional serta menjaga keberlangsungan seni tradisi.

“Yang memiliki peran penting untuk terus melestarikan seni dan budaya ini harus melibatkan ribuan guru. Peran guru yang bertugas mentransformasikan ilmu pengetahuan merupakan sosok yang tepat menjadi penggerak tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya tradisional serta menjaga keberlangsungan seni tradisi untuk diwarisi kepada para peserta didik yang ada di kabupaten Kuningan,” beber Wawan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama menjelaskan, kesenian angklung diwariskan oleh para leluhur menjadi sebuah karya seni yang menumental yakni Angklung Diatonis. Sebuah alat musik yang merdu terbuat dari bambu yang sudah mendunia, ternyata cikal bakalnya lahir di kabupaten Kuningan.

“Ialah Daeng Sutigna,  yang berhasil menciptakan dan mengembangkan Angklung Diatonis di Kabupaten Kuningan,” kata Acep.

Acep Purnama mengatakan, deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Angklung adalah upaya dalam perwujudan pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia, khususnya pertunjukan dan alat musik angklung.

“Ini upaya mengawal amanah dari UNESCO yang telah menetapkan Angklung sebagai warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage of humanity) asli dari Indonesia. Maka pada kesempatan ini kami siap mewujudkan dan mengimplementasikan untuk ikut serta dalam menjaga, memelihara, melestarikan dan meregenerasikan angklung di Kabupaten Kuningan,” ujar Acep.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tak meragukan seni tradisi Angklung yang dimiliki Kabupaten Kuningan  sarat dengan nilai-nilai budaya.

“Saya percaya anak-anak Kuningan itu jagoannya, gudang seniman. Tinggal financial value-nya yang harus dipoles habis, maka Kuningan akan lebih cepat berlari, karena modal creative value-nya sudah di tangan,” ujarnya.

Menurut Arief Yahya, budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis. “Laku dijual untuk turis mancanegara,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Pada kesempatan ini, Kemenpar juga memberikan apresiasi atas prakarsa “Deklarasi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung”. yang dapat menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki kabupaten Kuningan.

Direktur Saung Angklung Udjo Bandung Taufik Udjo mengatakan bahwa Kuningan sangat pantas dideklarasikan sebagai Kabupaten Angklung, karena di sini lahir tokoh besar Angklung yaitu Daeng Soetigna. “Beliau sangat mendukung dan memberikan kepeduliannya dalam mengembangkan Angklung di Kabupaten Kuningan,”katanya.

Deklarasi dengan simbolisasi memainkan 5000 angklung yang bergemuruh membahana di area acara yang melibatkan seluruh guru tingkat SLTA se kabupaten Kuningan dan sekitarnya. Acara pertunjukan orkestra angklung dimeriahkan oleh Saung Angklung Udjo, kelompok Angklung SMA se Kuningan dan grup Angklung SMA 1 Majalengka. (*)

43 Bus Sekolah Belum Diuji KIR

0
Mekanik sedang memperbaiki bus sekolah yang disewa Disdik Bintan disalah satu bengkel di Kijang, Kecamatan Bintim, kemarin. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Bintan, Haris Sulistiyo mengakui sebanyak 43 bus sekolah yang digunakan untuk mengantar jemput pelajar secara gratis di Kabupaten Bintan, belum ada satu pun yang melakukan numpang uji KIR di Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan.

“Sejauh ini belum ada. Saya sudah tanya pengujinya kemarin katanya KIR bus itu sudah mati dan belum ada diperpanjang lagi uji KIR-nya disini,” jelas Haris, Senin (22/5) lalu.

Ia menuturkan apabila KIR dari bus tersebut sudah mati, seharusnya bisa dilakukan perpanjangan atau dengan kata lain numpang uji KIR di wilayah Dishub Bintan.

Hal itu, tentunya diperbolehkan oleh Undang-undang yang mengatur tentang pengujian KIR untuk kendaraan. Namun harus didukung dengan kelengkapan surat pengantar yang dibawa dari tempat awal pengujian KIR.

“Saya pernah tanya Disdik, dan Disdik memang bilang belum ada lapor KIR disini,” ungkapnya.

Haris menjelaskan uji KIR itu merupakan hal wajib yang harus dilakukan per enam bulan sekali oleh pengusaha angkutan, sehingga menjadi jaminan untuk setiap kendaraan agar layak beroperasi di jalan.

“Pengusaha angkutan wajib harus melakukan ujir KIR rutin per enam bulan sekali. Jadi begitu mati KIR nya wajib harus datang urus perpanjangan. Ini juga yang seharusnya dilakukan pengelola bus. Mereka harus datang dan perpanjang KIR sendiri kesini,” tuturnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, lanjutnya tentu ini akan menjadi evaluasi bersama agar ke depannya dapat memperbaiki lagi sistem kelayakan transportasi, khususnya bus sekolah yang digunakan bagi pelajar di Bintan.

“Mudah-mudahan kedepannya kecelakaan yang menimpa 31 korban pelajar kemarin jangan terulang lagi. Untuk itu sebelum dipakai anak sekolah dalam prosesnya ke depan semua bus nantinya akan kami cek bersama-sama dengan Polantas, Dinas
Pendidikan, serta Dishub sendiri,” terangnya.

Selain itu, masih kata Haris dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan memberikan penyuluhan termasuk melakukan pengecekan semua perlengkapan administrasi dari pengemudi, mulai dari Surat Izin Mengemudi (SIM) yang harus sesuai dengan peruntukkanya, serta surat pendukung lainnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan menekankan Standart Operasional Procedure (SOP) dalam berkendara yang baik dan benar. Dan harus diikuti seluruh pemilik kendaraan, baik pribadi, maupun perusahaan angkutan.

“Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi bersama. Dan kejadian yang sama tidak terulang lagi kedepannya,” imbuhnya. (cr20)

Bali Blues Festival 2017 akan Hibur Turis dengan Musik Khas

0

Bali Blues Festival (BBF) 2017 akan digelar pada tanggal 26 hingga 27 Mei 2017 mendatang, di Pulau Peninsula, kawasan wisata Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Salah satu musisi kawakan, The Magic Finger Balawan berjanji akan memukau para wisatawan mancanegara (Wisman) agar mereka semakin berkesan akan musik dan keindahan alam Bali.

”Kami akan menampilkan musik kolaborasi. Karena dengan kekhasan kita bermusik, itu justru di dunia musik akan semakin dikenal. Sebab di luar negeri pasti ingin melihat kekhasan masing-masing pemusik asal negara tersebut, kita akan tonjolkan ciri khas, agar mereka ingat dan kembali lagi ke tanah air kita,” aku Balawan.

Seperti diketahui, perhelatan yang didukung oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Asdep Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ini rencananya akan menghadirkan sederet musisi papan atas blues. The Magic Finger Balawan rencannya akan berkolaborasi dengan drummer handal Gilang Ramadhan. Selain itu ada juga Gugun Blues Shelter yang akan berduet dengan Indra Lesmana di penutup hari pertama.

Line-up hari kedua pun tak kalah sadis. The Six Strings yang berisi Dewa Budjana, Eross Chandra, Tohpati, Baron, dan Baim menjadi salah satu penampil yanh ditunggu. Tentu saja sajian penutupan di hari kedua akan menampilkan Krakatau Reunion, kumpulan maestro musik Indonesia, Trie Utami, Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budhi Dharma, Gilang Ramadhan dan Donnie Suhendra.

Gilang Ramadan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Kemenpar khususnya Menteri Pariwisata Arief Yahya yang terus mendukung perhelatan musik dan dijalankan secara pararel dengan pariwisata Indonesia.

“Saya sebagai musisi merasa bangga dengan digelarnya acara ini. Karena Bali memang punya potensi besar, sama dengan Blues yang juga berpotensi besar mendatangkan Wisman, ini sebuah kolaborasi yang baik juga antara pariwisata dan musik,” kata Gilang yang hadir saat peluncuran bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, beberapa waktu yang lalu.

Gilang dalam sebuah kesempatan menambahkan, potensi kalangan muda dalam musik cukup banyak, karena bakat seni sebenarnya mengalir dalam setiap generasi muda apalagi jika itu terus meningkat di generasi muda Bali.

”Banyak musisi Bali yang walaupun lahir dari otodidak namun mampu tampil terbaik dalam setiap ajang musik,” ujarnya.

Balawan juga menilai bahwa perhelatan ini bagi musisi adalah wadah kreatif yang sangat bermanfaat untuk para musisi khususnya Blues. Menurut dia, musik blues merupakan cikal bakal kelahiran musik-musik lainnya, seperti musik jazz, musik pop dan lainnya.

“Musik blues adalah musik dasar yang dilakukan semua musisi. Namun tergantung kemana aliran musik tersebut dibawa, apakah ke musik jazz, rock, pop dan lainnya,” papar musisi serba bisa tersebut.

Balawan mengharapkan dengan ajang ini akan semakin bergairah ke depannya. Bali bisa menjadi sebuah ikon musik blues di Tanah Air maupun internasional.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sangat mendukung acara music tourism dan percaya mampu berbicara lebih banyak dalam hal mendatangkan wisatawan.

“Karena hipotesis saya, bahwa music event sepeti ini media valuenya besar, kemungkinan music tourism ini bisa lebih tinggi nilainya dari sport tourism karena di musik lebih bertabur bintang,” ujar menteri asal Banyuwangi itu.

Gugun Blues Shelter juga sangat menantikan acara ini. Tahun ini menjadi penampilan kedua mereka dan berharap agar acara ini menjadi acara tahunan wajib bagi musik blues di Tanah Air.

“Kami sebagai musisi blues merasa punya tempat karena selama ini festival blues hilang-timbul. Mudah-mudahan Bali Blues Fastival bisa jadi annual dan konstan setiap tahun,” katanya. (*)

Benchmark Itu ialah Experience It…

0
foto: travel.kompas.com

Workshop Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Labuan Bajo di Hotel Prima, Labuan Bajo, 22-24 Mei 2017 benar-benar istimewa. Nuansanya super dahsyat. Materinya diisi Markplus, konsultan marketing skala global. Dan seluruh pesertanya, langsung diajak praktek merumuskan hal kreatif yang tak kalah dengan konsep pariwisata di Korea serta Pantai Amet dan Karangasem di Bali.

“Ini baru top. Langsung dibenturkan ke masalah yang rumit-rumit. Semua diajak melihat benchmark top kelas dunia. Dan semuanya langsung diajak berdiskusi mencari solusi dan jalan keluar,” tutur Kadis Pariwisata Ngada, Todis Reo, Selasa (23/5).

Di workshop yang digelar Divisi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara itu, seluruh peserta yang terdiri dari pelaku industry pariwisata daerah, dinas pariwisata dan akademisi, dibagi menjadi tiga kelompok. Ada yang menghandle isu seputar akses. Ada yang menggalang kekuatan di asosiasi. Satu grup lainnya, mengawal amenitas. Problemnya beda-beda.

Tantangannya beda-beda juga. Tapi, muaranya satu. Semua diminta meng-create cara kreatif yang bisa menggiring wisatawan yang datang bisa lebih lama dan mau berkunjung hingga berulang-ulang ke Labuan Bajo.

“Kalau perlu berkolaborasi dengan tim lain, silakan lakukan. Yang penting bisa meng-create hal baru yang memberikan dipersepsi positif.

Hal baru yang mencerminkan keunggulan kompetitif. Bikin yang unik juga kreatif,” tutur Executive Director MarkPlus Center Dr Setya Riyanto.

Awalnya, banyak peserta yang tergagap-gagap mengimplementasikan perubahan dengan gaya Markplus ini. Banyak peserta yang kalangkabut.

Tidak siap. Tidak sedikit juga yang kebingungan.

Namun, ada benchmark mengena yang bisa dijadikan cantolan berinovasi. Dan semuanya, ikut dipaparkan di Workshop.

“Bila susah membayangkan coba lihat penginapan di Karangasem Bali. Di sana ada suatu desa yang televisi saja nggak ada. Pantai nggak ada. Yang ada hanya hamparan sawah. Kamar mandinya juga  beratapkan langit. Tapi harga sewa per malamnya bisa Rp 5 juta. Yang mereka jual di sana experience menginap di tengah hamparan sawah,” urainya.

Bangli Bali malah lebih nggak masuk akal lagi. Di sana penginapannya hanya tenda. Tak ada pendingin ruangan. Kamar mandinya terpisah. Tapi, sewa penginapan di sana bisa Rp 2 juta per malam. Dan yang menginap, mayoritas turis Rusia.

“Itu riil loh. Dan itu antre,” ucapnya.

Diving di Pantai Amet Bali juga sama. Infrastruktur di sana sangat jauh tertinggal dari Kuta dan Denpasar. Wilayahnya sepi. Tapi setelah ada ide kreatif meng-create wisata underwater post office, berwisata sambil mengeposkan surat dari bawah laut, sekarang wilayahnya sangat ramai.

Wisatawan Eropa dan Jepang banyak yang rela antre meski harus membayar tarif selangit. Mereka hanya ingin merekam sensasi mengeposkan surat dari bawah laut, merekamnya dan membagikan ke dunia maya.

“Semua bisa begitu lantaran wisatawan diajak merasakan experience. Menyaksikan langsung kearifan lokal. Hasilnya ya seperti itu,” tegasnya.

Korea juga sama. Pariwisatanya bisa hebat lantaran ada konsep menularkan experience kepada tamu. Yang suka musik diajak menyaksikan K Pop via virtual.

Yang suka kuliner diajak menyicipi K Food. Ada juga glamping tour di tenda, makan barbeque di dalam stadion hingga wakeboarding di kota. Dan semuanya laku dijual. Impactnya, lenght of stay wisatawan jadi makin panjang. Spend money-nya pun makin besar.

Terobosan berani lainnya diimplementasikan lewat paket 10 dolar dramatic tour. Sangat tak masuk akal. Tapi, Korea bisa melakukan itu.

Lewat video interaktif yang sudah viral di YouTube,, paket ini akhirnya laku keras. Imaji liburan keliling Korea sambil naik bus, jajan, makan siang, selfie di tempat eksotis, main game, sampai makan malam, bisa dilakukan dengan hanya 10 dolar.

“Labuan Bajo tak kalah hebat dari Bali dan Korea. Destinasinya pernah dikunjung aktris peraih Oscar Gwyneth Paltrow dan juara dunia MotoGP tujuh kali Valentino Rossi. Magnetnya besar. Yang kurang, tinggal memunculkan keunggulan kompetitif serta sesuatu yang unik. Kita harus bikin Labuan Bajo lebih hebat dari Korea,” tambahnya.

Semua peserta akhirnya didorong untuk jualan konten. Mengembangkan business model. Mirip-mirip seperti jurus Digital Distruption Rhenald Kasali.

“Ciptakan marketing mix. Paket camping Mandalawangi di Cibodas itu harganya beda-beda. Ada yang Rp 200 ribu, Rp 250 ribu, Rp 300 ribu bahkan Rp 750 ribu. Ini kan aneh, tempat sama, tenda sama, harga bisa beda,” tandasnya.

Gili Trawangan di Lombok NTB juga punya cara kreatif. Di suatu spot di Gili Trawangan diletakkan ayunan di tengah laut. Dan semua wisatawan yang ke sana, dipastikan akan selfie dan memviralkannya di akun medsos masing-masing.

“Gara-gara itu banyak wisman yang khusus datang ke Gili Trawangan hanya untuk foto dan memviralkannya ke dunia maya. Yang seperti in ibisa diadopsi juga oleh Labuan Bajo. Tapi jangan mengekor. Ciptakan hal baru yang unik dan tidak biasa,” ucap pria berwajah oriental itu.

Motivasi cara unik dan tak biasa itu langsung direspon Tenaga Ahli Bidang Kebijakan Publik, Riant Nugroho. Menurutnya, trik seperti ini sangat efektif. Jurus ini langsung mengena ke sasaran.

“Ini namanya teknologi. Membumikan bahasa langit dengan user friendly. Siapapun yang ikut berdiskusi langsung bisa menyalurkan ide kreatifnya dalam membangun pariwisata Labuan Bajo,” ungkapnya.
Menpar Arief Yahya juga ikut bersuara sama. Untuk mendapatkan hasil yang luar biasa, menurutnya hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa.

“Ini sudah tepat sekali. Caranya bisa bermacam-macam. Bisa saja bikin paket yang mengajak tamu untuk ikutinteraksi membuat makanan tradisional. Bikin website informatif dan menarik seperti great barrier reef, atau hal lain yang mengedepankan local wisdom. Ciptakan cross cultural experience, genuine dalam food and family, memorable experience, maka Labuan Bajo akan makin dicintai wisman-wisman dari berbagai belahan dunia,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Tim Labfor Mabes Usut Kebakaran Pelabuhan Penarik 

0
batampos.co.id – Kanit Identifikasi Polres Lingga Aiptu Hendri meminta bantuan kepada Tim Labfor Mabes Polri di Medan untuk menindak lanjuti kasus kebakaran kantor Pelabuhan Roro di Desa Penarik, Kabupaten Lingga belum lama ini. Walau demikian Hendri telah melakukan penanganan awal di TKP.
Bantuan yang dimaksudkan Hendri adalah bantuan tim labfor dari Medan, Sumatera Utara, yang memang terkenal telah memiliki tim ahli terkait kebakaran. Sehingga hasil dari proses penelusuran kejadian tersebut lebih akurat.
Untuk laporan terkait meminta bantuan kepada tim Labfor Mabes Polri di Medan, Hendrik mengaku telah melayangkan surat. Sehingga saat ini tim identifikasi Polres Lingga masih menunggu jawaban dari Medan.
“Tapi kami sudah melakukan penanganan awal dan melakukan pemeriksaan saksi,” ujar Hendri ketika ditemui Batam Pos di Dabo Singkep, Selasa (23/5) pagi.
Lebih lanjut Hendri mengatakan, terkait pemeriksaan saksi kepolisian telah memanggil dan memerikasa sebanyak sembilan saksi yang melihat kebakaran di pelabuhan itu. Akan tetapi Hendri menyayangkan karena keseluruhan saksi hanya melihat setelah api membesar.
Terkait kejadian nahas kantor pelabuhan roro yang masih milik aset Kementerian Perhubungan itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal telah melaporkannya kepada Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar di Jakarta.
Dalam kunjungan itu, Dirjen yang juga sempat menjabat sebagai Kapolda Kepri tersebut berpesan agar pengusutan kebakaran kantor pelabuhan roro tersebut harus tuntas. Dia juga menginginkan Dishub Lingga mendata jumlah kerusakan agar dapat diberikan bantuan perbaikan gudung tersebut oleh pusat. (wsa)

Pesona GenPI Kepri Mulai Hiasi Media Sosial

0
Keriuhan GenPI Kepri

batampos.co.id – Aktivis media sosial Kepri, berkumpul dan berikrar menjadi Generasi Pesona Indonesia di Batam View Resort, 21 Mei 2017. Mereka bersepakat untuk mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia melalui platform media sosial.

“Pertama, Calender of Events (CoE) daerah dan nasional, destinasi dan industri pariwisata, serta kebijakan kepariwisataan yang mendorong percepatan,” kata Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Media dan Komunikasi di Batam.

Komunitas netizen Kepri ini, rata-rata adalah Bloggers, Vloggers, Selebgram, Youtubers, yang selama ini concern memposting tema-tema pariwisata. Sebenarnya mereka selama ini sudah aktif dan eksis di media sosial.

“Kali ini kita kolaborasi dengan hastag tertentu, adat daya ledak promosinya lebih dahsyat,” papar Don.

Mereka berasal dari komunitas yang berbeda, tetap sama-sama terkoneksi dengan point of interest yang seirama. Yakni pariwisata! Dalam Ilmu Pentahelix ABCGM –Academician, Business, Community, Government, Media–yang dikembangkan Menpar Arief Yahya, mereka sejatinya adalah unsur C (community).

Tetapi kalau mereka memiliki followers atau subscribers yang besar, bisa juga menjadi media (M). Menpar Arief mengkategorikan  media itu dalam 4 folder, yakni Paid Media, Own Media, Social Media, dan Endorser Media.

“Mereka bisa juga menjadi endorser, kita followers netizennya sudah banyak,” kata Don Kardono.

GenPI Kepri ini pun disambut dengan trending topic yang didorong dengan hastag #PesonaGenpiKepri. Kadispar Kepri Bur Alimar merasa sangat terbantu oleh kehadiran anak-anak komunitas netizen GenPI Kepri.

“Selamat datang GenPiKepri, kita akan terus berkolaborasi untuk menggelorakan pariwisata Kepri,” kata Bur Alimar.

Bur menyadari, digital lifestye sudah mewarnai hampir seluruh kehidupan masyarakat dunia. Semua serba digital, online, interaktif, dan global. Arah kehidupan menuju ke sana, channel media juga mengarah ke sana.

“Maka content juga akan mengalir ke sana, juga akan berubah,” papar Bur yang juga dihadiri Andy Fong, owner Batam View Resort itu.

Lina Sasmita, Koordinator GenPI Kepri menyebut kawan-kawannya sesungguhnya sudah aktif sebagai blogger, vlogger, aktivis medsos yang sudah lama. Ada atau tidak ada program pariwisata, mereka sudah bergerak sendiri, karena passion nya ada di pariwisata. “Semoga di GenPI Kepri ini lebih terarah dan bisa bergerak bersama-sama,” jelas Lina.

Para koordinator GenPI dari daerah lain juga menyampaikan testinominya, bagaimana mereka bergerak, dari nol. Vega Viditama dan Shafigh Lontoh Jateng, Glenn Watimurry Ambon Maluku, Robby Sunata Sumsel, Ariz dan Muh Amin Sumbar, Sito Khatijah Jhe Ipul NTB, Irawati Aceh, Gheta Nugraha Rahimat Jawa Barat.

Acara dikemas dan berlangsung sangat bersahabat, khas pariwisata. Saling puji, sekaligus saling bully, di offline menjadi joke segar sepanjang acara. (uma)

Kemenpar Latih Aparatur Daerah Mandalika NTB Kelola Homestay

0
Desain bagian atas yang berfungsi tempat tidur. Foto/repro: dok. kemenpar

Program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pelatihan Kepariwisataan Bidang Kebijakan Pengelolaan Homestay bagi Aparatur Daerah di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan 10 destinasi prioritas.

“Pelatihan pertama sukses diselenggarakan di Provinsi Banten yang terdapat Tanjung Lesung sebagai destinasi prioritas pada 19-23 Maret, dan pada tanggal 21-25 Mandalika di Provinsi NTB menjadi tempat pelatihan yang ke-2,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya yang didampingi Asdep Pengembangan SDM Aparatur, Riwud Mujirahayu, Selasa (23/5).

Kegiatan Pelatihan SDM Pariwisata di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata per tanggal 8 Mei 2017 telah mengukuhkan total 850 orang yang mengikuti pelatihan dasar, pariwisata goes to campus mencapai 3.900 mahasiwa yang ikut serta. Belum sampai disitu, Pembudaayan Pariwisata mencapai 750 orang, Sertifikasi Sekolah 7.270 orang dan sertifikasi industri mencapai 2.679 orang, hal tersebut menapai 31,42 % (tersisa 44.571 orang) dari target 65 ribu orang.

Sama seperti ahli strategi perang asal Tiongkok yang terkenal Sun Tzu, pria berkacamata itu juga ingin merencanakan kemenangan. Aparatur Dinas Pariwisata di 10 Destinasi Prioritas akan didorong bergerak cepat.

“Semua diajak memenangkan peperangan, sebelum berperang lewat narasumber sebagai pemateri seperti Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah S. Thaib, dosen dan peneliti bidang pariwisata dari Politeknik Negeri Jakarta Christina L. Rudatin, Praktisi Homestay Agus Wijono, serta Widyaiswara dari Kementerian Pariwisata,” ujar Ahman Sya yang juga diamini Aparatur Riwud Mujirahayu.

Riwud turut menjelaskan, untuk pelatihan di NTB, diikuti sebanyak 20 peserta dari Dinas Pariwisata Propinsi NTB yang terdiri dari Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Kota Bima, Kota Mataram, dan Politeknik Pariwisata Lombok.

“Pelatihan ini bertujuan agar apartur daerah, khususnya di 10 destinasi prioritas, mengetahui, memahami, dan mengimplementasikan kebijakan Kemenpar dalam pengembangan pariwisata Indonesia terutama kebijakan mengenai pengembangan homestay. Selain itu melalui pelatihan diharapkan dapat menyelaraskan program antara Kemenpar dengan dinas-dinas pariwisata,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya mendorong percepatan dan Sertifikasi SDM Pariwisata untuk mencetak tenaga profesional untuk pengembangan potensi pariwisata di 10 Destinasi Prioritas.

“Representasi Pentahelix (ABGCM), Akademisi, Bisnis, Government, Community, dan Media harus dipakai untuk memajukan pariwisata,” ujar pria asal Banyuwangi ini.

Arief Yahya mengatakan, sejak bertugas  di PT Telkom dia  komitmen membangun investasi SDM.

“Sangat penting untuk win the future customers (memuaskan konsumen di masa mendatang). Karena itu sekolah perguruan tinggi pariwisata sudah sangat relevan.

Menteri lulusan Surrey University,  Inggris ini berpesan, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau  Kompetensi selevel ASEAN.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” kata Menpar Arief Yahya. (*)