Pemuda asal Medan ditemukan tewas gantung diri di rumah kos.
batampos – Kasus bunuh diri di Kota Batam dalam sebulan belakangan terjadi 4 kasus. Berapa korban mengakhiri hidupnya dengan berbagai cara, mulai gantung diri, hingga menyayat urat nadinya.
Kasus bunuh diri ini terjadi di Batuaji, Tiban, Batam Kota, dan Bengkong. Terbaru, warga Kampung Durian RT 06/RW 01 berinisial MiA mengakhiri hiduonya oxa, Minggu (20/7) sekitar pukul 10.40 WIB. Jasad pria 30 tahun ini ditemukan tergantung di dalam konter ponsel miliknya.
“Hasil pemeriksaan tidak di temukan adanya kekerasan di tubuh korban selain dari akibat jeratan tali di leher korban yg menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kapolsek Bengkong, Iptu Yuli Endra.
Endra menjelaskan dari pemeriksaan awal, motif korban mengakhiri hidupnya karena faktor ekonomi dan hubungan rumah tangga.
Dari pemeriksaan saksi atau pengelola kios, korban diketahui belum membayar sewa sejak 3 bulan lalu. Bahkan, pengelola sudah menyuruh korban untuk meninggalkan kios tersebut.
“Jasad koban sudah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan,” katanya.
Sementara Psikolog, Irfan Aulia mengatakan banyaknya kasus bunuh diri ini merupakan permasalahan kesehatan mental. Untuk itu, seseorang yang mempunyai masalah harus diberikan edukasi.
“Diperlukan edukasi kepada seseorang yang mempunyai masalah dalam hidupnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan edukasi tersebut berguna untuk memecahkan masalah bagi seseroang tersebut. Sehingga berguna bagi ketahanan diri.
“Ini penting untuk saling bantu cegah bunuh diri. Jangan diremehkan,” katanya.
Menurut dia, banyaknya kasus bunuh diri juga disebabkan pengaruh media sosial (medsos). Kejadian ini dengan cepat tersebar hingga korbannya ingin mendapatkan pengakuan dari bunuh diri tersebut.
“Pemikirannya, menyakiti diri sendiri dengan bunuh diri akan mendapatkan pengakuan,” tutupnya. (*)
Petugas pemadam kebakaran bersama warga berusaha memadamkan api yang membakar ruli di dekat SMPN 41 Batam seberang kantor Camat Lubuk Baja, Kamis (24/7). F Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos – Kebakaran terjadi di Ruli Baloi Blok II, RT 005/RW001, Lubuk Baja, Kamis (24/7) sore. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun api menghanguskan 4 unit rumah.
Iqhsan, salah seorang korban mengatakan kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh ibunya. Saat itu, api terlihat muncul dari rumah tetangganya.
“Ibu saya lihat api, lalu teriak. Tapi api langsung membesar,” ujarnya di lokasi.
Ia menjelaskan api langsung membesar karena seluruh rumah masih semi permanen. Bahkan, ia tak sempat menyelamatkan barang berharga di dalam rumah.
“Habis semua, tak ada yang bisa diselamatkan,” katanya.
Ia menduga kebakaran ini disebabkan korsleting listik. Sebab, saat api timbul, tetangganya tersebut tengah berada di dalam rumah.
“Tetangga ada di rumah, dan ikut panik melihat api,” ungkapnya.
Sementara Rizal, salah seorang petugas pemadam mengatakan, kebakaran ini melibatkan 10 mobil. Api baru berhasil dipadamkan dalam waktu 3 jam.
“Ada 10 mobil dari Duriangkang, Seipanas. Pemadaman memang memakan waktu, ini proses pendinginan untuk memastikan api tidak ada lagi” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas Ardianto membenarkan adanya kebakaran ini. Ia mengaku belum bisa menyimpulkan penyebabnya.
“Masih proses lidik, dan evakuasi. Barusan api padam,” tutupnya. (*)
Pekerja menata barang di unit gerai Kopdes Merah Putih di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih resmi diluncurkan di Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam, pada Senin (21/7) lalu.
Koperasi yang berlokasi di kawasan Taman Rekreasi Desa Kuala Sempang ini kini memiliki lebih dari 50 anggota, dengan modal awal sekitar Rp5 juta yang berasal dari iuran wajib anggota.
Ketua Kopdes Merah Putih, Shalahuddin Syah, menjelaskan bahwa koperasi ini baru saja beroperasi dan belum mencatatkan omzet. Meski demikian, ia optimistis koperasi akan berkembang melalui skema kemitraan dengan sejumlah mitra Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk Perum Bulog.
Menurut Shalahuddin, sistem kerja sama yang diterapkan berupa konsinyasi. Artinya, barang-barang kebutuhan pokok dari mitra BUMN dititipkan di koperasi untuk dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.
“Kita menjual dengan harga serendah-rendahnya, karena tujuannya memang untuk membantu masyarakat,” ujarnya, Kamis (24/7).
Selain membuka gerai sembako di lokasi koperasi, pihaknya juga berencana menjadi distributor ke warung-warung di Desa Kuala Sempang. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jaringan distribusi sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Shalahuddin menambahkan, dalam waktu dekat Kopdes Merah Putih akan memperluas jangkauan kemitraannya dengan melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut.
“Kami ingin koperasi ini menjadi wadah kolaborasi ekonomi, bukan hanya sebagai tempat jual beli, tapi juga sebagai mitra pengembangan UMKM lokal,” pungkasnya. (*)
Asap tipis menyelimuti wilayah Nagoya dan Jodoh, Rabu (23/7).BMKG memastikan Kepulauan Riau, khususnya Batam, bebas dari kebakaran hutan dan lahan. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan Kepulauan Riau, khususnya Batam, bebas dari kebakaran hutan dan lahan. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menegaskan bahwa tidak ada satu pun titik api (hotspot) terdeteksi di wilayah Kepri hingga Kamis (24/7).
“Yang terlihat di citra satelit dan dilingkari warna merah muda (pink) itu bukan dari Kepri. Titik api berada di Kalimantan dan Indragiri Hilir (Inhil),” ujar Ramlan sambil menunjukkan peta sebaran titik api dan asap, kemarin.
Ia mengatakan, berdasarkan pantauan satelit, kondisi udara di Kepri, khususnya Batam, masih tergolong baik. Masyarakat pun diminta tidak panik meski beberapa hari terakhir sempat melihat kabut asap tipis di pagi hari.
“Kondisi asap itu hanya muncul di pagi hingga siang hari. Tidak berlangsung sepanjang hari. Itu pun berasal dari wilayah tetangga, bukan dari Kepri,” jelasnya.
Menurut dia, kualitas udara di Batam saat ini masih berada pada kategori sedang. Artinya, udara masih aman bagi aktivitas harian masyarakat.
“Kalau pun ada kabut atau asap tipis, itu lebih kepada kiriman dari daerah yang memang sedang mengalami kebakaran lahan, seperti sebagian wilayah Kalimantan dan Riau,” jelas Ramlan.
Ia menegaskan, Kepri termasuk wilayah yang belum ditemukan indikasi hotspot sejauh ini. Bahkan, cuaca dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan cenderung berawan hingga hujan lokal, yang turut memperkecil potensi munculnya titik api baru.
Ramlan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang menyebut udara di Batam sedang tidak sehat akibat kebakaran.
“Pantauan kami masih aman. Kami terus memantau kondisi udara setiap waktu dan menyampaikan perkembangan melalui kanal resmi BMKG,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran di musim kemarau ini.
“Langkah pencegahan tetap penting. Sekalipun saat ini Kepri aman, antisipasi dini tetap harus dilakukan,” ujar Ramlan. (*)
Sidang lanjutan kasus TikTok Yusril Koto kembali digelar di PN Batam, Kamis (24/7). Foto Aziz Maulana/Batam Pos
batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Yusril alias Yusril Koto, Kamis (24/7).
Agenda sidang kali ini adalah pembacaan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap eksepsi yang sebelumnya disampaikan oleh penasihat hukum terdakwa.
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wattimena dengan hakim anggota lainnya akan melanjutkan proses ke putusan sela yang dijadwalkan pada Selasa, 29 Juli 2025.
“Kami akan bermusyawarah dan menjatuhkan putusan sela minggu depan,” ujar Hakim Ketua, di ruang sidang utama PN Batam.
Dalam sidang tersebut, JPU Arfian menegaskan bahwa dakwaan yang disusun telah memenuhi unsur formal dan material sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku.
“Dakwaan sudah sesuai, baik dari segi lokasi kejadian maupun pasal yang diterapkan,” katanya.
Namun, pada persidangan sebelumya tim penasihat hukum terdakwa menyatakan keberatan atas dakwaan yang dianggap tidak cermat dan tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP.
“Surat dakwaan JPU prematur, cacat formil, dan tidak memenuhi syarat ketelitian. Oleh karena itu, harus dinyatakan batal demi hukum,” kata Akbar, kuasa hukum Yusril.
Ia juga menyoroti beberapa kejanggalan dalam dakwaan, mulai dari ketidaktepatan locus delicti, narasi kejadian yang kontradiktif, hingga penerapan pasal yang dianggap tidak tepat terhadap konten yang diunggah kliennya di media sosial.
Pihak pembela bahkan menilai perkara ini lebih layak diselesaikan melalui pendekatan restorative justice, mengacu pada Surat Edaran Kapolri Nomor SE/2/II/2021. “Persoalan ini seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak ada upaya mediasi dari pihak pelapor, padahal itu lebih proporsional,” ujarnya.
Kasus ini berawal dari unggahan video di akun TikTok milik terdakwa, @yusril.koto2, pada Jumat, 20 September 2024 sekitar pukul 12.15 WIB. Dalam video yang diduga telah dimanipulasi menggunakan aplikasi CapCut, Yusril menyebut nama pelapor, Budi Elvin, seorang anggota Satpol PP, sebagai pihak yang “membekingi” pedagang kaki lima (PKL) yang telah digusur dari kawasan Grand BSI, Batam.
Video tersebut merupakan buntut dari keributan antara Yusril dan Wawan, seorang tukang tambal ban yang berjualan di depan ruko miliknya. Keributan itu sempat dilerai oleh Mazrizal alias Mak Etek, ayah angkat pelapor. Setelah kejadian tersebut, pelapor, yang merasa nama baiknya dicemarkan melalui video di TikTok, melaporkan Yusril ke pihak berwenang.
Dalam akun TikTok tersebut, ditemukan sedikitnya 10 video yang menampilkan pelapor dengan narasi yang menyebutkan dugaan keterlibatan Budi Elvin dalam membekingi PKL dan menerima uang setoran.
Pelapor menyatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat atau menerima uang dari PKL mana pun, dan bahkan tidak termasuk dalam tim penertiban PKL pada saat kejadian berlangsung.
Berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Forensik Komunikasi Digital, video-video yang ditemukan di HP Samsung milik terdakwa terverifikasi berasal dari akun TikTok @yusril.koto2. Ahli bahasa, menyebut bahwa narasi dalam video tersebut mengandung unsur pencemaran nama baik dan fitnah yang disengaja dengan maksud agar diketahui publik.
“Konten tersebut secara bahasa mengandung tuduhan yang belum terbukti dan berpotensi mencemarkan nama baik pelapor,” ujar ahli bahasa dalam keterangannya.
Atas perbuatannya, terdakwa Yusril Koto dijerat dengan Pasal 51 ayat (1) jo. Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024. Pasal tersebut mengatur pidana atas perbuatan memanipulasi informasi elektronik yang menimbulkan kerugian dan mencemarkan nama baik pihak lain.
Putusan sela akan dibacakan pekan depan oleh Majelis Hakim untuk menentukan kelanjutan perkara ini. Apabila eksepsi diterima, maka perkara dapat gugur di tengah jalan. Namun jika ditolak, proses persidangan akan berlanjut ke tahap pembuktian materi pokok perkara. (*)
Bak amrol di daerah Gesek, Toapaya kini telah diganti dengan yang lebih layak. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Warga Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, kini bisa bernapas lega. Bak amrol yang sebelumnya rusak parah di kawasan Kilometer (Km) 20, Gesek, akhirnya diperbaiki dan diganti dengan yang lebih layak.
Perbaikan fasilitas penampungan sampah itu disambut antusias oleh warga sekitar. Salah satu warga, Setianus, mengaku bersyukur keluhan masyarakat akhirnya direspons oleh pemerintah daerah.
“Kami sangat bersyukur keluhannya langsung ditanggapi. Sekarang sampah yang dibuang warga bisa tertampung dengan baik,” ujar Setianus, Kamis (24/7).
Sebelumnya, kerusakan pada bak amrol menyebabkan bau tak sedap menyebar dan sampah berserakan di sekitar lokasi. Kondisi itu membuat warga yang melintas merasa tidak nyaman.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan, Niken Wulandari, mengonfirmasi adanya sejumlah bak amrol yang mengalami kerusakan. Dari belasan unit yang terdampak, pihaknya sudah melakukan perbaikan pada tujuh di antaranya.
“Ada tujuh bak amrol yang sudah kami perbaiki. Tahun ini belum ada pengadaan bak baru karena keterbatasan anggaran,” ujar Niken.
DLH Bintan terus mengupayakan perbaikan bertahap agar pelayanan kebersihan tetap optimal meski dengan sumber daya yang terbatas. (*)
Beberapa ratus ribu orang masih bertahan di Rafah karena hampir separuh penduduk Gaza menghadapi tingkat kelaparan yang sangat parah. (Sumber Foto: Hatem Ali/AP)
batampos – Kelaparan di Gaza kini menjadi sorotan dunia. Namun, Israel membantah bahwa kelaparan dikarenakan oleh pihaknya. Di sisi lain, tenaga medis di wilayah itu sudah menyatakan hampir menyerah karena kelaparan ini.
Dunia internasional telah memberikan kritik adanya kekurangan pangan di Gaza. Lebih dari 100 NGO memberikan petisi peringatan kelaparan dan mengecam Israel. Namun, pada Rabu (23/7), Israel berkilah dan menuduh Hamas yang sengaja menciptakan krisis itu.
Dilansir dari AFP, juru bicara pemerintah Israel, David Mencer mengatakan tidak ada kelaparan yang disebabkan oleh Israel. “Yang ada hanyalah kekurangan pangan yang direkayasa oleh Hamas,” katanya.
Lebih lanjut, Mencer menyebut Hamas yang mencegah distribusi pasokan pangan. Bahkan mereka menjarah untuk keuntungan pribadi dan menjualnya dengan harga yang lebih mahal.
Presiden Israel Isaac Herzog pun mengeluarkan pernyataan senada. Menurutnya, Israel sudah bertindak sesuai dengan hukum internasional. Sementara itu Hamas-lah yang berusaha mensabotase distribusi bantuan.
Di lapangan, tenaga medis di Gaza menyerukan kekurangan makanan. Rasa lapar melilit mereka yang harus bertugas merawat korban perang. Dilansir dari The Guardian, mereka juga menyaksikan pasien yang terluka dan kekurangan gizi.
“Mereka sangat kelelahan. Beberapa pingsan di ruang operasi,” kata Direktur Rumah Sakit Al-Shifa Mohammed Abu Selmia. Menurutnya, staf di rumah sakitnya tidak menerima bantuan atau makanan apa pun dalam 48 jam terakhir. Hal ini tidak dipungkiri dapat mempengaruhi layanan medis.
The Guardian menuliskan ada banyak dokter dan praktisi medis yang mengirim pesan tapi tidak ingin disebutkan namanya karena mereka takut menjadi sasaran militer Israel. Seperti salah satu dokter yang sudah bertugas 24 jam. “Di (rumah sakit, Red), seharusnya kami diberi beras setiap shift, tapi hari ini mereka bilang tidak ada. Saya dan rekan saya merawat 60 pasien bedah saraf, dan sekarang saya bahkan tidak bisa berdiri,” katanya.
Seorang dokter umum lain yang menjadi relawan di rumah sakit al-Shifa juga menyatakan belum makan. Keluarganya di rumah juga tidak punya apapun untuk di makan. “Seharian saya memikirkan bagaimana caranya mendapatkan tepung, lentil, atau apa pun untuk kami makan, tapi di pasar tidak ada apa-apa,” keluhnya. (*)
batampos – Di tengah meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Batam dalam tiga tahun terakhir, psikolog Puspaga UPTD PPA Kota Batam, Paramita, menegaskan pentingnya peran keluarga dan sekolah sebagai garda terdepan dalam mencegah dan menangani kasus tersebut.
“Pencegahan tidak bisa hanya diserahkan pada lembaga formal. Keluarga dan sekolah adalah pihak pertama yang dapat mendeteksi perubahan perilaku anak sebagai tanda awal kekerasan seksual,” ujar Paramita.
Ia mengungkapkan, kasus kekerasan seksual terhadap anak meningkat signifikan sejak 2022 hingga pertengahan 2025. Hal ini mencerminkan dua kemungkinan yakni meningkatnya kesadaran untuk melapor atau masih tingginya angka kekerasan yang terjadi.
Menurut Paramita, orang tua harus mulai memperhatikan perubahan-perubahan perilaku anak yang tiba-tiba. Anak yang semula ceria namun mendadak menjadi pendiam, mudah marah, atau menarik diri bisa jadi mengalami trauma.
“Orang tua perlu memberikan ruang aman agar anak bisa bercerita. Jangan langsung menghakimi atau menyalahkan, karena hal itu justru membuat anak enggan bicara,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi seksualitas sejak dini. Banyak anak yang menjadi korban karena tidak tahu bahwa tindakan yang diterimanya termasuk kekerasan.
Sekolah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab besar dalam mendeteksi tanda-tanda trauma anak yang mungkin muncul di lingkungan belajar. Guru harus dilatih untuk mengenali gejala tersebut dan memiliki akses sistem pelaporan yang ramah anak.
“Anak harus merasa bahwa sekolah adalah tempat yang aman untuk melapor. Guru BK bisa menjadi jembatan, lalu bekerja sama dengan lembaga seperti UPT PPA untuk tindak lanjutnya,” jelas Paramita.
Ia menambahkan bahwa guru juga memiliki keterbatasan, sehingga kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendampingi korban secara komprehensif.
Lebih lanjut, Paramita mendorong pembangunan sistem perlindungan anak berbasis komunitas. Hal ini mencakup peran RT/RW, tokoh masyarakat, organisasi lokal, hingga kader posyandu dan karang taruna untuk ikut terlibat dalam deteksi dini dan edukasi publik.
“Banyak anak tidak bisa langsung mengakses psikolog, polisi, atau UPT PPA. Maka perlu ada peran aktif dari lingkungan sekitar. Ketika lingkungan peka, potensi kekerasan bisa dicegah lebih awal,” katanya.
Ia menilai, membekali orang tua dan guru dengan pengetahuan tentang parenting sehat, penggunaan gadget, dan seksualitas anak adalah fondasi utama dalam membangun sistem perlindungan anak. (*)
batampos – Semua wanita tentu mendambakan kulit wajah yang bersih, mulus, dan sehat. Namun, tidak sedikit yang masih bingung dengan urutan pemakaian skincare yang benar.
Padahal, pemakaian produk yang salah atau tidak sesuai dengan jenis kulit bisa memicu masalah seperti jerawat, komedo, kulit kusam hingga kering.
Dilansir dari berbagai sumber, perawatan kulit wajah idealnya dilakukan dua kali sehari, pagi dan malam hari. Meski sama-sama disebut “skincare routine“, produk dan urutan yang digunakan di pagi dan malam hari berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Berikut urutan penggunaan skincare yang benar:
1. Bersihkan Wajah dengan Sabun Cuci Muka
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membersihkan wajah menggunakan sabun muka. Pilih sabun yang sesuai dengan jenis kulit. Disarankan mencuci muka dua kali sehari, pagi dan malam. Untuk hasil lebih optimal, bisa melakukan double cleansing agar kotoran dan sisa makeup benar-benar terangkat.
2. Gunakan Toner
Setelah wajah bersih, lanjutkan dengan toner. Fungsi toner adalah untuk menghidrasi kulit dan mengangkat sisa-sisa kotoran atau produk yang belum terangkat saat mencuci muka.
3. Aplikasikan Serum
Serum mengandung bahan aktif yang bisa membantu mengatasi masalah kulit spesifik seperti jerawat, kulit kering, flek hitam, atau anti-aging. Pilih serum yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
4. Gunakan Pelembap
Pelembap sangat penting untuk mengunci kelembapan kulit setelah menggunakan toner dan serum. Bisa diaplikasikan hingga ke leher untuk hasil maksimal.
5. Jangan Lewatkan Sunscreen
Khusus di pagi hari, pemakaian sunscreen menjadi tahap penting yang sering dilupakan. Sunscreen melindungi kulit dari paparan sinar UV yang bisa menyebabkan penuaan dini, flek hitam, bahkan kanker kulit. Bagi kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan, penggunaan sunscreen bersifat wajib.
Dengan mengikuti urutan skincare yang benar, kamu bisa mendapatkan hasil maksimal sesuai dengan kondisi kulit. Yang terpenting, kenali dulu kebutuhan kulitmu agar setiap produk yang digunakan bekerja efektif dan tidak menimbulkan masalah baru. (*)
Rombongan warga yang hendak bepergian dengan menggunakan pompong. Terlihat hanya beberapa orang saja yang patuh memakai lift jacket untuk alat keselamatan berlayar. F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.
batampos – Kesadaran masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas terhadap penggunaan alat keselamatan pelayaran masih tergolong rendah, terutama di kalangan pengguna pompong pribadi. Padahal, moda transportasi laut ini menjadi tulang punggung mobilitas warga antarpulau.
Fadil, salah seorang warga yang ditemui di Pelabuhan Tarempa, menyebutkan terdapat dua jenis pompong yang lazim digunakan masyarakat yakni pompong penambang dan pompong pribadi.
Menurutnya, pompong penambang umumnya telah dilengkapi pelampung keselamatan (life jacket), sedangkan pompong pribadi kerap mengabaikan hal tersebut.
“Kalau pompong pribadi, biasanya cuma untuk cari ikan, bukan perjalanan jauh. Tapi tetap saja, kebanyakan tidak menyediakan pelampung,” ujarnya, Kamis (24/7).
Minimnya penggunaan life jacket pada pompong pribadi menjadi perhatian tersendiri, terutama saat cuaca buruk dan gelombang tinggi melanda wilayah perairan Anambas. Fadil menilai pentingnya peran pemerintah dalam memberi edukasi berkelanjutan.
“Kalau sampai tenggelam, setidaknya bisa mengapung. Itu sudah bisa menyelamatkan diri sendiri dulu,” kata dia.
Fenomena ini menegaskan pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap standar keselamatan pelayaran di daerah kepulauan. Tingkat risiko tinggi membuat keselamatan menjadi isu yang tak bisa ditawar, meski untuk perjalanan jarak pendek.
Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Mulai dari edukasi langsung, pemasangan spanduk imbauan di setiap pelabuhan, hingga koordinasi dengan kepala desa.
“Kami sudah berulang kali mengingatkan pentingnya life jacket, terutama pasca tenggelamnya KM Samarinda tahun lalu yang menewaskan tiga orang,” ujar Nurullah.
Namun, menurutnya, masih banyak warga yang menganggap perjalanan dengan pompong pribadi untuk jarak dekat tidak berisiko tinggi.
“Kalau seperti ini pemahamannya, tidak bisa. Musibah bisa datang kapan saja, jarak jauh atau dekat. Kami berharap kesadaran masyarakat bisa terus meningkat,” tutupnya. (*)