Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13492

Jembatan Jang-Moro, Jadi Prioritas Pemprov Kepri

0

 

Raja Bakhtiar bersama guru-guru dan siswa SMK 1 Moro, Senin (27/3).

batampos.co.id – Anggota DPRD Provinsi Kepri, R Bakhtiar melaksanakan reses di Desa Jang, Kecamatan Moro, Minggu (26/3) lalu. Di hadapan masyarakat Desa Jang, anggota Komisi III daerah pemilihan Kabupaten Karimun ini, menyampaikan kalau pemerintah provinsi tetap komitmen memprioritaskan pembangunan jembatan penyeberangan laut dari Desa Jang ke Moro.

“Jembatan Desa Pauh ke Moro itu bukan lagi wacana, tapi sudah menjadi prioritas pemerintah. Tujuannya, guna membuka akses jalan menggunakan kendaraan. Tentu dengan adanya jembatan penyeberangan tersebut, otomatis sudah dapat dialirkan penerangan listrik PLN dari Moro ke Desa Jang beroperasis selama 24 jam sebagaimana yang diimpikan masyarakat tempatan selama ini,” jelas kader Partai Golkar ini.

Mantan Ketua DPRD Karimun itu meyakinkan, berkat perjuangan DPRD Karimun bekerja sama dengan Pemkab Karimun, terbukti bangunan jembatan penyeberangan dari Desa Pauh ke Moro sudah terwujud. Bahkan saat ini masyarakat Desa Pauh sudah pula dapat menikmati aliran listrik PLN.

“Untuk pembangunan jembatan Desa Jang ke Moro, tetap diupayakan maksimal jadi ikon pertumbuhan perekonomian masyarakat hinterland,” harapnya.

Kesempatan reses itu, R.Bakhtiar sekaligus bersosial pada masyarakat Desa Tanjungpelanduk, Desa Buluhpatah, Desa Jang dengan menggelar pengobatan gratis. Selain itu juga menyempatkan waktunya bertatap muka dengan guru dan siswa SMK 1 Moro, Senin(27/3).

R.Bakhtiar berharap para siswa dapat menentukan pilihan hidup setelah tamat sekolah. Artinya jangan berangan menjadi PNS, tapi jauh lebih baik pilihan jadi pebisnis. (pst)

Puskesmas Tanjungbatu Jadi Rumah Sakit

0
Gedung baru Puskesmas Tanjungbatu yang rencananya tahun depan statusnya ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe D. F. Imam/batampos

batampos.co.id – Puskesmas Tanjungbatu, Kundur bakal naik kelas menjadi rumah sakit tipe D di tahun 2018. Perubahan status puskesmas semata-mata untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Pulau Kundur.

“Persyaratan menjadi rumah sakit tipe D harus ada ruang operasi serta dokter spesialisnya. Selain itu, ruang unit gawat darurat (UGD) serta peralatan juga segera disiapkan. Untuk itu diharapkan kepala dinas kesehatan segera melengkapi segala persyaratanya serta peralatan medisnya,” ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq kala meninjau Puskesmas Kundur, Jumat (24/3) lalu.

Diakui Rafiq, pelayanan puskesmas sudah lebih baik terlebih setelah dioperasikan gedung baru. Hanya saja masih kekurangan dokter umum, dan dokter gigi. Untuk dokter spesialis belum dapat ditempatkan di Puskesmas Tanjungbatu, karena bukan rumah sakit sehingga jasa medisnya tidak dapat dibayarkan.

“Yang pasti, kita akan berupaya mencari solusi lain. Salah satunya dengan mendatangkan dokter spesialis ke puskesmas Tanjungbatu dengan cara bolak-balik ke Karimun atau secara berkala,” beber Rafiq.

Sementara Kepala Puskesmas Tanjungbatu Sumiran menyambut baik dengan peningkatakn status puskesmas menjadi rumah sakit tipe D. Disebutkan puskesmas Tanjungbatu sendiri sudah memiliki ruang rawat inap, ruang operasi, UGD, laboraturium, ruang rontgent, serta pelayanan poliklinik yang memadai.

“Yang dibutuhkan saat ini, penambahan tiga dokter umum, dokter gigi serta peralatan medis guna menunjang pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya. (ims)

 

Lapak Pedagang Kampung Baru Puakang Dibongkar

0
Anggota Satpol PP dibantu Polri dan TNI melakukan penertiban di pasar tak resmi Kampung Baru Puakang, Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun, Senin (27/3)

batampos.co.id – Anggota Satpol PP Karimun dibantu anggota Polri dan TNI, Senin (27/3) pukul 13.00 WIB menertibkan lapak jualan yang berada di Jalan H Arab, Kampung Baru Puakang, Sungai Lakang Barat, Kecamatan Karimun.

Tindakan tegas ini diambil setelah pemerintah daerah mengeluarkan surat peringatan kepada pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, AKBP TA Rahman mengatakan, penertiban yang dilakukan sesuai dengan surat keputusan (SK) Bupati Karimun nomor 127 tahun 2017 tentang penertiban pasar tidak resmi resmi Kampung Baru Puakang, Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun. Menurutnya, penertiban berjalan lancar dan sesuai rencana.

Camat Karimun, Arfan secara terpisah menyebutkan, sesuai dengan SK Bupati Karimun bahwa yang dilakukan adalah penertiban dan tidak ada relokasi.

”Memang tidak ada relokasi. Karena, kita sudah ada pasar, jika ingin berjualan silahkah di pasar yang resmi. Dan, dengan adanya penertiban ini tidak ada yang boleh berjualan layaknya pasar di sepanjang jalan yang sudah ditertibkan. Kalau ada yang berjualan, maka kita akan tertibkan lagi,” jelasnya.

Syaiful, salah seorang pedagang sayur yang sudah berjualan hampir tiga tahun di lokasi penertiban secara terpisah menyebutkan, sebelumnya dia berjualan di Pasar Baru Pukang dan akhirnya pindah ke Pasar Puan Maimun.

”Namun, hanya dua bulan bertahan, namun juga tidak ada tempat atau lapak di sana. Sehingga, saya putuskan untuk berjualan di sini. Dan, saya tahu jualan di daerah sini dilarang dan salah,” paparnya.

Syaiful tidak mempermasalahkan pemerintah melakukan penertiban terhadap aktivitas jual beli di pasar Kampung Baru Puakang ini. Karena, memang bukan pasar resmi. Hanya saja, dia menginginkan adanya solusi dari pemerintah terhadap para pedagang ditertibkan untuk direlokasi. Disebabkan tidak ada relokasi, maka dia tidak tahu mau berjualan dimana lagi. (san)

Ajarkan Pelajar Cinta Alam

0
Salah satu murid SDN 007 Dabo diajari menanam pohon di halaman sekolah yang langsung dibimbing para gurunya, Senin (27/3)

batampos.co.id – SD Negeri 007 Dabo di Singkep menanamkan pemahaman cinta lingkungan dan alam sejak usia dini kepada seluruh siswanya dengan menanam pohon tepat guna di halaman sekolah mereka. Sekolah juga mengajarkan bagaimana cara menanam yang baik dan benar agar pohon-pohon yang ditanam mereka dapat membuahkan hasil serta menghijaukan lingkungan.

“Kegiatan ini kami laksanakan agar siswa dapat lebih mencintai lingkungan dan alam, sekaligus menularkan kebiasaan baik yakni menanam bagi siswa,” ujar Kepala Sekolah SD Negeri 007, Dabo Singkep, Hasiah Jasnani ketika ditemui saat memberikan arahan kepada salah seorang siswa yang menanam di pekarangan sekolah, Senin (27/3) pagi.

Sementara itu, kegiatan yangdi diprakarsai guru siswa kelas enam di sekolah itu, Jefri Prakarsa Alam mengatakan, kegiatan ini selain memberikan pengajaran kepada siswa, juga untuk menghijaukan sekolah pekarangan mereka. Walau di sekolah tersebut sudah banyak berdiri pohon-pohon yang rindang.

Jefri menambahkan, kegiatan menanam ini juga sebagai tindakan untuk memberikan edukasi dan menularkan kecintaan siswa terhadap alam. Sehingga aktifitas menanam tersebut dapat dibawa siswa dimanapun mereka berada.

“Setelah suka menanam, siswa membawa kebiasaan menanam minimal di pekarangan rumah mereka masing-masing,” ujar Jefri.

Lebih lanjut Jefri mengatakan, menanam tanaman tepat guna tentunya siswa juga akan dapat mengambil manfaat dari hasil tanaman tersebut. Sedangkan tanaman pisang kipas, walau tidak berbuah, namun mempunyai nilai keindahan agar sekolah atau tempat yang mereka tanam semakin cantik.

Tanaman pisang kipas ini, masih Jefri, adalah tanaman yang dibawa saat PT Timah beroperasi di Dabo Singkep. Sehingga tanaman tersebut menjadi lambang tersendiri bagi kejayaan Pulau Singkep di masa lalu. Sehingga ada nilai pelajaran pengenalan tanaman bagi siswa SD Negeri 007.

“Selain mengambil hasil dari tanaman yang mereka tanam, siswa juga dikenalkan dengan sejumlah tanaman yang ada,” ujar Jefri.

Sekolah SDN 007 dengan status akreditasi A tersebut sebelumnya juga sebagai pencetus gerakan mencuci tangan di Kabupaten Lingga. Bahkan sekolah dengan bangunan setengah permanen itu telah melakukan sejumlah kegiatan pendidikan luar sekolah lebih awal dari sekolah lainnya. (wsa)

Atap Berterbangan Disapu Puting Beliung

0
Atap parkir pelabuhan Tanjungbatu rusak akibat disapu angin kecang Selasa (28/3). Imam/Batampos.

batampos.co.id – Atap rumah warga di jalan M Daud Tanjungbatu berterbangan diterjang angin kencang saat hujan, Selasa (28/3) siang.

Tidak hanya sejumlah atap rumah warga saja, tempat parkir di area pelabuhan Tanjungbatu atapnya juga berterbangan.

Salah seorang saksi mata, Suhaimi mengatakan angin puting beliung datang tiba- tiba, disertai hujan gerimis. Angin kencang berhembus kurang lebih selama tiga menit itu dari arah laut dan menyapu rumah warga dan atap parkir pelabuhan Tanjungbatu. Sedikitnya ada 60 keping atap seng yang terbang.

“Saat kejadian saya hendak mengeluarkan motor becak mau mengambil bahan bakar minyak ( BBM). Tiba- tiba angin datang dan menyapu atap parkiran. Sambil berteduh saya sempatkan membaca doa terus hingga angin berlalu,” ujar Suhaimi.

Pantauan Batam Pos di lapangan parkir pelabuhan Tanjungbatu bersebelahan dengan loket penjualan tiket kapal ferry. Selain tempat parkir anging puting beliung juga menyapu sejumlah atap rumah di jalan M.Daud. Beberapa rumah atap daun rumbia rusak berat. Hal yang sama juga terjadi di pos polisi angkatan laut yang berselahan dengan pelabuhan Indora. Kondisinya rusak berat atap terangkat beruntung tidak ada korban jiwa. ( ims)

Petugas Bandara Temukan 25 Butir Peluru di Tas Karthika

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat pemeriksaan x-ray di SCP Terminal Kedatangan 1A, petugas melihat adanya satu magazin di dalam tas.

Tas itu milik seorang PNS bernama Karthika Monim.

Kini ia harus berurusan dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Di dalam tas perempuan yang tugas di salah satu dinas di Pemkot Jayapura, itu didapati satu buah magazin berisi 25 butir amunisi senjata api laras panjang.

Penumpang pesawat itu diamankan saat mengambil tasnya di tempat pemeriksaan barang di Terminal Kedatangan 1A, Cengkareng. Senior Manager Aviation Security (Avsec) Bandara Soekartno Hatta, Tommy Bhawono mengatakan tertangkapnya Karthika terjadi Senin (27/3) pukul 20.15.

”Benar satu magazin dan  25 butir peluru tajam kaliber 5,6 mm. Kebetulan pas pemeriksaan barang bawaan penumpang dari Papua di Terminal Kedatangan 1 A dilakukan. Kami pun langsung panggil anggota Polres Bandara untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (28/3).

Tommy menjelaskan, Karthika merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 0794 Tujuan Jayapura-Jakarta yang berangkat dari Bandara Sentani, Jayapura pukul 13.00. Sebelum sampai ke Jakarta, kata dia juga, penumpang maskapai Lion Air itu transit di Bandara Hasanuddin, Makassar.

Saat tiba di pintu kedatangan 1A, mesin pemidai yang dilengkapi inframerah mendeteksi barang dalam tas perempuan tersebut. ”Kemungkinan besarnya amunisi ini dibawa dari Irian ke Jakata. Amunisi ini masih aktif dan kami takut meledak terpaksa langsung diamankan ke Polres Bandara,” paparnya juga.

Dari pemeriksaan, ujar Tommy lagi, amunisi yang dibawanya Karthika mirip amunisi yang digunakan TNI untuk senjata api laras panjang. Saat diinterogasi, Karthika mengatakan jika 25 butir peluru yang tersimpan dalam tasnya itu bukan miliknya.

PNS yang hendak mengikuti pertemuan di salah satu kementerian itu juga mengaku tidak memiliki atau membawa amunisi senjata api laras panjang itu ketika hendak terbang ke Jakarta. Bahkan, dia menuding ada orang lain yang memasukan peluru-peluru itu ke tasnya.

”Sama kami memang Karthika tidak mengakui amunisi itu miliknya, tetapi kenapa sampai ada di dalam tas bawaannya. Ini yang sangat aneh sekali. Kalau pun ada yang memasukannya saat pesawat transit tidak masuk akal. Biar saja polisi yang menguak penemuan peluru itu,” cetusnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polresta Bandara Soetta, Ipda Prayogo mengatakan proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap PNS asal Papua itu masih terus dilakukan pihaknya bersama Satintelkam Polres Bandara Soetta.

Ketika ditanya mengenai ada atau tidaknya keterlibatan Karthika dalam jaringan terorisme dengan membawa amunisi tersebut? Dirinya pun tidak mau menjawab.

”Tunggu hasil penyelidikan, baru dapat disimpulkan,” tuturnya.

Dia juga mengaku, pihaknya ingin tahu dari mana asal peluru ini dan untuk tujuan apa dibawa dari Papua ke Jakarta. Ditambahkan Prayogo juga, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polda Papua guna menyelidiki temuan amunisi tersebut. (cok/yuz/JPG)

Susi Air Kembali Terbang Setiap Rabu

0
Pesawat Susi Air, Cassa 212 saat mendarat di Bandara Letung beberapa waktu lalu. F.Syahid/batampos.

batampos.co.id – Pesawat Susi Air jenis cassa 212 kapasitas 12 tempat duduk dari Kementerian Perhubungan kembali beroperasi layani rute Ltung – Tanjungpinang.

“Jadwal Penerbangan mulai lancar setiap Rabu, penumpang selalu penuh,” ujar Kepala Bandara Letung, Ariadi, Selasa (28/3).

Kembalinya penerbangan pesawat Susi Air dengan rute ini lanjut Ariadi disambut antusias warga Anambas. Hal tersebut terbukti dari penjualan tiket atau kapasitas tempat duduk yang selalu terisi penuh tiap kali terbang.

Untuk harga tiket sama dengan tahun lalu yakni sekitar Rp 281 ribu dari Letung. Sementara itu harga tiket dari Tanjungpinang biasanya Rp10 ribu lebih mahal dari harga tiket dari Letung. Namun kata Ariadi, penjualan tiket belum bisa melalui online tapi masih secara manual.

“Warga yang ingin membeli tiket pesawat bisa melalui telepon atau datang langsung ke bandara Letung,” ujar Ariadi.

Susi Air terbang dari Tanjungpinang ke Letung pukul 13.00 WIB sampai di Letung pukul 14.00 WIB. Kemudian dari Letung ke Tanjungpinang pukul 14.15 WIB dan sampai di bandara Tanjungpinang pukul 15.15 WIB.  (sya)

 

Sekilas tentang Senapan Kaliber 5,56

0

batampos.co.id – Senapan dengan kaliber 22 atau 5.56 mm ini dirintis oleh senjata M-16, kemudian menjadi Standard NATO. Di Eropa yang membuat adalah Pabrik FN di Belgia dengan produknya FN Herstal.

Pertanyaannya, apa itu kaliber senjata?

Trikora Ramai Disaat Nyepi

0
Pantai Trikora saat libur jadi tempat yang banyak dikunjungi warga. F. Choki/batampos.

batampos.co.id – Libur hari raya Nyepi banyak dimanfaatkan masyarakat Tanjungpinang dan Bintan menyambangi sejumlah tempat wisata. Salah satunya Pantai Trikora, di Kecamatan Gunung Kijang.

Pantauan Batam Pos, hampir sejumlah Kawasan di Pantai Trikora, ramai dikunjungi masyarakat yang sudah dipadati sejak pukul 09.00 WIB.

“Rata-rata pengunjung yang datang kebanyakan keluarga. Ada yang dari Bintan, Tanjungpinang. Bahkan Batam,” ujar salah satu Pengelola Pantai Trikora III, Nong, Selasa (28/3).

Ristanty, 25, salah satu pengunjung yang berasal dari Batam, ini mengaku sering berlibur ke Pantai Trikora untuk menikmati keindahan pesona alam yang dimiliki Kabupaten Bintan, tersebut.

“Aku sering ke pantai ini (Trikora, red). Tempatnya bagus, keren. Gak kalah sama Bali,” ungkapnya.

Wanita berkulit putih ini menuturkan, liburan ke Pantai Trikora tersebut, sudah jauh hari direncanakan bersama keluarganya.

“Mumpung libur, ya dimanfaatkan untuk jalan-jalan sama keluarga,” sebutnya.

Menurutnya pantai Trikora tersebut, merupakan salah satu pantai yang memiliki keindahan yang luar biasa, dan juga eksotis.

“Tak salah, kalau pantai (Trikora, red) ini menjadi tujuan para turis dari negara luar untuk berlibur. Habisnya indah pemandangannya,” imbuhnya. (cr20)

 

Presiden Jokowi Harus Selesaikan Status Batam, Sekarang!

0
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers soal waduk Seigong, Relang saat berkunjung ke Batam, Kamis (23/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sudah setahun berlalu, namun janji Dewan Kawasan (DK) mengubah status Batam dari status Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) belum juga ada wujudnya. Agenda pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, dan beberapa menteri terkait, Kamis (30/3/2017), diharapkan bisa membuat keputusan tentang arah masa depan Batam.

Rencana pertemuan ini diagendakan saat Jokowi berkunjung ke Batam, Kamis pekan lalu. Anggota Tim Teknis DK Batam, Taba Iskandar, mengatakan sejauh ini format KEK Batam belum jelas bentuknya. ”Bagaimana mau ada wujudnya, dibahas saja tidak,” ujar Taba, Selasa (28/3/2017).

Menurut Taba, seharusnya sudah ada gambaran dari DK tentang format Batam ke depannya. Apalagi Ketua DK yang juga Menko Perekonomian Darmin Nasution pernah menjanjikan pada Maret 2016 lalu.
Saat itu, Darmin berjanji akan menyelesaikan segala regulasi berkaitan dengan KEK dalam waktu 6 bulan. Pemerintah pusat dianggap tidak serius membenahi Batam.

”Kami hanya menuntut Ketua DK untuk segera melakukan penataan Batam. Sudah setahun, tapi belum ada gambaran,” katanya.

Di saat ekonomi lesu, kedua instansi pemerintahan yang ada seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam masih saling menyalahkan akibat tumpang tindih kewenangan.

Hingga saat ini, memang sudah ada sejumlah keputusan penting yang sudah dihasilkan DK, antara lain hibah aset dan penentuan tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Namun, kebijakan terkait KEK sama sekali belum ada.

Di tempat yang berbeda, Anggota DK, Jumaga Nadeak enggan berkomentar banyak. Sewaktu dikonfirmasi mengenai agenda rapat DK berikutnya, Jumaga hanya tersenyum.
”Semakin tak jelas,” ujarnya singkat.

Sekadar mengingatkan, setahun lalu Darmin menegaskan perubahan status FTZ Batam menjadi KEK tak akan membuat Batam mundur. Darmin malah menyebutkan, Batam akan semakin istimewa dan ekonominya akan lebih bergairah setelah beralih menjadi KEK.

“Lihat saja nanti, Batam menjadi lebih berbeda dan lebih istimewa karena fasilitas yang kita berikan di kawasan ekonomi khusus itu jauh lebih baik dari FTZ,” tegas Darmin saat sosialisasi KEK di Swissbelhotel Harbour Bay, 14 Maret 2016 silam.

Logika sederhananya, kata Darmin, dengan fasilitas di FTZ saat ini, Batam bisa tumbuh meski tidak sekencang yang diharapkan. Nah, dengan status KEK dengan fasilitas yang jauh lebih baik dan lebih banyak dari FTZ, maka otomatis akan memiliki daya tarik dan daya saing yang jauh lebih baik lagi.

Saat itu, Darmin juga menegaskan, pemerintah melihat Batam sebagai kawasan yang sangat potensial sehingga mencurahkan perhatian serius untuk mengejar ketertinggalan Batam dari negara tetangga.
“Kami ini ingin berbuat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang bisa dibanggakan ke depan, sesuatu yang bisa membuat kehidupan anak cucu kita menjadi lebih baik. Ini harus dipahami,” tegas Darmin.

Darmin juga meyakinkan publik Batam saat itu bahwa keistimewaan yang di dapat Batam selama ini dengan status FTZ-nya tetap didapatkan. Namun jika ingin lebih, maka harus masuk ke zona KEK.
Ia juga mengungkapkan rumusan KEK yang saat itu disusun tim teknis DK, orientasinya memberikan kemudahan-kemudahan dan fasilitas-fasilitas yang bisa mempercepat laju perekonomian Batam. (leo/nur/ian)