Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13501

Great Season Terpilih Sebagai Agen Penjualan Tiket Terbesar Citilink

0
Ruslan Tan (Kanan) menerima penghargaan top gent appreciation 2016 dari Senior Manager Sales Support Citilink, Iman Kamal Faris di Ibis Style Ballroom, Kamis (30/3).
Foto Great Season untuk Batam Pos

batampos.co.id – PT Great Season Travel untuk kali keempat berturut-turut terpilih sebagai top gent appreciation 2016 Citilink. Untuk di wilayah Batam, Kepulauan Riau, Great Season Travel tetap menjadi agen penjualan tertinggi Citilink.

Top agent appreciation Citilink merupakan rangkaian apresiasi kepada tour dan travel yang bekerjasama dengan citilink. penghargaan ini kita berikan setiap tahun,” kata Hendra Jaya, area manager citilink Kalimantan Sumatera, Kamis (30/3).

Menurut Hendra, 10 agen terbaik tersebut akan mendapatkan piagam penghargaan yang langsung ditandatangani direktur utama Citilink. “Juara pertama jatuh kepada Great Season, dengan penjualan Rp 24 miliar setiap tahun,” terang Hendra.

Ia menyebutkan, Great Season memiliki market yang luas dengan 15 cabang yang tersebar di Batam. Secara keselurahan, kata Hendra, Citilink mampu menguasai 30-40 persen pangsa pasar di Batam. Sedangkan sisanya maskapai-maskapai lainnya.

“Eksplansi tahun ini bakal membuka beberapa rute baru. Masih dalam bentuk progres dan rencana membuka rute untuk umroh dari Batam ke Jedah atau Madinah. Target kita di semester dua 2017,” papar Hendra.

Pemilik Great Season Travel, Rusli Tan mengaku bersukur terpilih kembali sebagai agen penjualan tertinggi Citilink. Menurutnya hasil ini tak lepas dari kepercayaan masyarakat yang mempercayakan tiket pesawat Citilink di Great Season .

Menurut dia, dibanding penerbangan lain, Citilink memberikan komitmen dan pelayanan yang optimal. Apalagi, Citilink mampu menjaga mitra mereka dengan memberikan harga yang kompetitif dan mampu bersaing dengan tiket yang ada di online.

“Sejak tahun 2014 selalu juara pertama sampai sekarang untuk penjualan tiket Citylink,” tuturnya.

Citilink Corner. Progaram ini rencananya akan dibuka pada bulan Mei nanti dan bertempat di Mega Legenda, Batamcenter.

Saat ini Citilink mengandeng Great Season menawarkan program terbarunya yakni Citilink corner. Ada banyak keuntungan dan benefit dari program ini semisal pembelian 50 tiket gratis 1 tiket, dan diskon tambahan 5 persen untuk semua rute.

Selain itu, keuntungan yang paling besar dalam program ini yakni tiket yang dibeli tidak akan hangus. Bagi calon penumpang yang sudah memboking tiket dapat diganti dengan dikenakan biaya administrasi tertentu.

“Seperti calon penumpang yang telat, jadi bisa ditukar jadwalnya maupun rutenya. Hanya dengan membayar uang adminitrasi Rp 50 ribu dan tambahan selisih harga tiket. Ini berlaku 30 hari setelah pembelian tiket,” kata Hendra.

Program Citilink Corner ini bertujuan untuk mempermudah calon penumpang.

“Dengan program tamu akan merasa nyaman dan tidak perlu antri. Datang ke bandara langsung ke ruang tunggu. Karena sudah check ini di Citilink Corner,” ujar Ruslan.

Bagi perusahaan yang mau bergabung dengan Citilink corner boleh hubungi Great Season terdekat. (rng)

Pesan Penting Presiden RI untuk Nurdin, Hatanto dan Rudi

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (samping Seskab) memberikan hormat saat Presiden Jokowi memasuki ruangan untuk memimpin rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (30/3) sore. (Foto: JAY/Humas setkab)

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas Kamis (30/3/2017) sore mengingatkan, di lapangan, antara Gubernur, Walikota dan juga BP Batam harus satu, harus terintegrasi.

Harapannya kecepatan pelayanan kepada investasi kepada investor betul-betul bisa dilakukan.

“Ini memang memerlukan sebuah pertemuan yang lebih khusus lagi, memerlukan sebuah keputusan, sehingga kecepatan pelayanan yang diinginkan oleh investor yang selama ini saya dengar, betul-betul bisa diberikan,” kata Presiden.

Agar Batam semakin mampu bersaing, Presiden Jokowi menekankan perlunya dikelola, di-manage lebih profesional lagi sehingga betul-betul apa yang diharapkan Batam menjadi sebuah kawasan ekonomi yang benar-benar bisa dikembangkan, terutama untuk sentra-sentra industri.

Saat terakhir dirinya ke Batam, Presiden mengaku melihat sendiri memang potensinya.

“Potensinya sangat besar​ sekali, tetapi mungkin memang di sisi kecepatan pelayanan yang paling banyak memang keluhan di bidang urusan pertanahan,” ujarnya.

Karena itu, dalam rapat terbatas yang dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan juga menteri-menteri lain itu, diharapkan problem-problem yang ada disampaikan saja secara terbuka oleh Gubernur, Walikota, maupun Kepala BP Batam, sehingga solusinya cepat segera diputuskan.

Pada kesempatan itu Presiden mengemukakan, sesuai data yang diterimanya, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada 2016 mencapai 5,03%, dan lebih banyak digerakkan oleh sektor industri pengolahan, sektor pertambangan, sektor konstruksi, dan sektor perdagangan.

“Ini artinya, perekonomian di Kepulauan Riau telah mengalami transformasi ke industri pengolahan. Dan sektor industri pengolahan bukan saja berperan sebagai mesin penggerak ekonomi, tapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja,” kata Presiden Jokowi  pada rapat terbatas Evaluasi Pelaksanaan Proyek , Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Kepulauan Riau serta Percepatan Pembangunan Batam,  di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (30/3) sore.

Untuk itu, Presiden mengintatkan bahwa pengembangan sektor industri pengolahan memerlukan perhatian bersama karena ketika terjadi fluktuasi pada industri pengolahan, maka akan berdampak pada tingkat pengangguran.

Presiden juga menyinggung mengenai persentase pengangguran terbuka di Provinsi Kepulauan Riau, yang dinilainya masih cukup tinggi, yaitu sebesar 7,69%. Namun Presiden meyakini, dengan kerja lebih fokus, maka perekonomian di Kepulauan Riau akan bergerak lebih cepat​ serta membuka lapangan kerja lebih banyak lagi.

“Kita harus konsentrasi mengembangkan setiap gugus pulau yang besar yang ada di Kepri, seperti Anambas, Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, Batam, Tanjungpinang sebagai sentra-sentra industri baru dan juga di bidang pariwisata sesuai dengan potensi wilayah,” tutur Presiden Jokowi.

Kemudian Kepulauan Natuna, lanjut Presiden, bisa fokus menjadi sentra industri kelautan dan perikanan dan juga sentra industri gas. Demikian juga pulau-pulau besar seperti Karimun yang bisa dikembangkan menjadi sentra industri manufaktur.

Namun Presiden mengingatkan, agar pengembangan kawasan industri ini betul-betul  dilakukan secara integratif, terpadu  dari hulu sampai hilir.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkes Nila F. Moloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menristek Dikti M. Nasir, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menperin Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menhub Budi K. Sumadi, Menkominfo Rudiantara, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala BP Batam Hartanto, dan Walikota Batam Muhammad Rudi. (FID/SM/JAY/ES)

UMRAH Perkuat Basis Teknologi Bidang Maritim

0

batampos.co.id – Agar hasil penelitian civitas akademika semakin mendunia, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menyiarkan hasil-hasil penelitian di bidang maritim hingga ke luar negeri. Ini Dilakukan dengan metode khusus, seperti yang dibahas dalam kuliah umum yang di gelar Teknik Informatika UMRAH.

Ketua Jurusan Teknik Informatika UMRAH, Hendra Kurniawan menjelaskan, Tema yang dibahas, Membangun Web Semantik dan Data Terhubung untuk Penelitian Bidang Maritim. “Tema ini sengaja diangkat sebagai bentuk keseriusan UMRAH dalam bidang maritim,” ujar Hendra, saat ditemui di Kampus Umrah, Rabu (29/3).

Kuliah umum yang digelar 20 Maret lalu ini mendatangkan pembicara Nur Aini Rakhmawati,Ph.D. yang merupakan dosen Jurusan Sistem Informasi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang sekaligus peneliti bidang Big Data dan Open Data.

Dalam kuliah umum yang dihadiri oleh Mahasiswa dan dosen-dosen Teknik Informatika UMRAH, Nur Aini Rakhmawati jelas Hendra memaparkan, tentang aplikasi web semantik dan penggunaan data terbuka, sehingga data yang tersebar di dunia maya dapat dimanfaatkan secara online oleh seluruh pengguna di dunia.

Lanjutnya Hendra lagi mengulang penjelasan Aini, web semantik, adalah sekumpulan teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer untuk mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data yang tersedia secara terbuka.

“Melalui web semantik berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan mengintegrasikan informasi dengan cara yang lebih mudah,” ujar Hendra mengulang penjelasan Aini peraih gelar Doktoral dari National University of Ireland Galway, Irlandia ini.

Web Semantik memiliki kemampuan sebagai aplikasi komputer yang berfungsi untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti dalam bahasa percakapan sehari-hari, sehingga memudahkan pengguna untuk berkomunikasi dengan mesin.

Kelebihan Web semantik ini adalah dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim, sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database. Sedangkan data terhubung berperan dalam merealisasikan fungsi web semantik agar jumlah data yang besar dapat diorganisasi, dan diolah dengan cepat

“Tantangan terberat saat ini bagi Indonesia adalah penyediaan data secara terbuka yang dapat diakses oleh berbagai pihak. Akses keterbukaan data di Indonesia masih berada pada level Bintang 2, kebanyakan hanya file excel yang disharing melalui media online,” Ujar penggiat sistem operasi Linux ini.

Kemudian dalam keterbukaan data ini harus ada format baku yang digunakan dalam data online, nah format baku Resource Description Framework (RDF) ini yang digunakan.

Dalam konteks maritim, semantik web dan data terhubung ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapat data-data terhubung yang terkait kemaritiman seperti seperti berapa jumlah kapal ikan yang berlayar dari pelabuhan tertentu, Jalur pelayaran kapal ikan, hingga kecelakaan yang terkait dengan kapal ikan seperti yang dicontohkan oleh Direktorat Jenderal Urusan Maritim dan Perikanan Uni Eropa melalui Linking maritime surveillance data. (aya)

Presiden Baru Saja Selesai Pimpin Rapat Terbatas Bahas Batam dan Kepri pada Umumnya

0
Suasana rapat terbatas.
foto: setkab

batampos.co.id – Pembaca situs berita batampos.co.id yang budiman, baru saja Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas (ratas) di kantor Presiden, Jakarta.

Bahasannya ialah Batam dan Kepri secara umum.

Pada kesempatan itu Presiden menyampaikan bahwa bahasan rapat ialah evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas Provinsi Kepulauan Riau.

Dikepukakan Presiden bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2016 ialah 5,03 persen. Pertumbuha ekonomi ini dicapai lewat sektor industri pengolahan, pertambangan, konstruksi dan perdagangan.

Sektor industri pengolahan bukan saja berperan sebagai mesin penggerak ekonomi daerah tapi juga mampu serap banyak tenaga kerja.

Meski demikian, ungkap Presiden prosentase pengangguran terbuka di Kepri masih cukup tinggi yakni sebesar 7,69 persen.

Melihat fnomena tersebut Presiden Jokowi menitahkan untuk konsentrasi pada pengembangan gugus pulau besar seperti Anambas, Natuna, Lingga, Karimun, Bintan, Batam & Tanjung Pinang.

Misalnya, Kepulauan Natuna fokus sebagai sentra industri kelautan dan perikanan serta migas. Lalu Karimun dikembangkan sebagai sentra industri manufaktur.

Pada kesempatan itu Presiden minta Provinsi Kepri, Pemko Batam, dan BP Batam bersatu agar pelayanan kepada investor lebih baik dan cepat.

Khusus untuk Batam, Presiden minta terus dikembangkan potensinya. Adapun masalah yag ada segera disampaikan agar solusi bisa diberikan. (ptt)

100 Kapal Ikan untuk Nelayan Natuna

0

batampos.co.id – Investor Jepang melakukan peninjauan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) yang dibangun di Selat Lampa. Pembangunan di lahan seluas 3 hektare ini sudah 80 persen selesai.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) KKP Bramantyo Satyamurti memastikan pihak investor Jepang akan membantu mengelola pasar ikan tersebut.

“Beberapa perwakilan investor Jepang sudah melihat kondisi pasar ikan di Ranai. Dan mereka menyukainya, siap bantu kembangkan pasar ikan di Natuna,” sebut Brmantyo usai diskusi bersama Pemerintah Daerah di restoran Basisir Ranai, Rabu (29/3).

Untuk mendukung pengoperasian SKPT di Selat Lampa, Kementeria Kelautan dan Perikanan membantu 100 kapal ikan untuk nelayan Natuna. Diantaranya kapal kapasitas 30 gros ton untuk kapal pengangkut, kapasita 10 GT dan kapasitas 5 GT. Bahannya semi fiber dan kayu.

“Sekarang ini kami berupaya melakukan pembinaan kepada nelayan melalui Koperasi. Dan pihak investor Jepang juga siap membantu membina manajemen koperasi nelayan,” sebut Bramantyo.

Dikatakan Bramantyo, soal wacana mendatangkan 6.000 nelayan dari pulau Jawa. Ia mengatakan masih sebatas wacana. Karena Pemerintah lebih memprioritaskan nelayan lokal. Dan untuk menambah produksi, akan diperbatukan nelayan dari Kalimantan Barat.

“Saya nilai tidak ada ribuan nelayan dari luar. Paling ratusan saja dari Kalimantan Barat. Pemerintah prioritas pemberdayaan nelayan lokal,” tegasnya.(arn)

2 Ribu Masyarakat Miskin Masuk Program KIS

0
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Kepala BPJS Wilayah Kepri dr Lenny Marlina Manalu usai menandatangani Kerjasama Pemkab Natuna dan BPJS Kesehatan. F. Aulia Rahman/batampos. 

batampos.co.id – Tahun 2017 ini 2 ribu masyarakat miskin di Natuna masuk dalam program Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Program ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Natuna melalui kerjasama dengan BPJS kesehatan wilayah Provinsi Kepri. Kerjasama ini telah ditandatangani Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Kepala BPJS Wilayah Kepri dr Lenny Marlina Manalu di kantor Bupati Natuna, Rabu (29/3).

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, kerjasama ini sebagai langkah awal pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penjaminanan biaya kesehatan yang sebelumnya adalah jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

“Tahap awal ini sebanyak dua ribu jiwa masyarakat Natuna masuk program KIS. Jumlah ini akan bertambah menyesuaikan anggaran daerah,” kata Hamid Rizal.

Kepala BPJS Wilayah Kepri dr Lenny Marlina Manalu menyebutkan, Natuna adalah kabupaten yang paling terakhir dalam kerjasama KIS atau JKN. Akan tetapi sebagai tahap awal, dua ribu jiwa masyarakat miskin yang tanggung oleh Pemerintah Kabupaten menjadi peserta KIS merupakan bukti daerah juga mendukung program JKN.

Pemerintah katanya, menarget tahun 2019 mendatang, seluruh masyarakat Indonesia harus memili KIS. Untuk Natuna, ada sekitar 73 ribu di tahun 2019 harus sudah terdaftar sebagai peserta KIS, baik yang individu maupun kolektif. Karena ini wajib untuk dilaksanakan sesuai amanat undang undang.

Lenny berharap, masyarakat bisa segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN KIS, sehingga menjadi jaminan kesehatan masyarakat terjamin. Kantor cabang sudah dibangun di Natuna, masyarakat disilahkan datang untuk mendapatkan keterangan lengkap.

“Pada bulan April mendatang 2 ribu kartu indonesia sehat untuk masyarakat Natuna sudah selesai di cetak dan dibagikan melalui pemerintah daerah,” ujar Lenny. (arn)

Amartina Koleksi Perangko Sejak 1950

0

 

Koleksi perangko bergambarkan wajah Presiden RI Soeharto milik Amartina di Tanjungpinang. F. Faradilla/batampos.

batampos.co.id – 29 Maret adalah Hari Filateli Nasional. Hari raya bagi para pengoleksi prangko yang keberadaanya hari ini bak ditelan bumi. Apa kabar mereka?

Amartina menuju lemari bagian bawah di ruang keluarga di rumahnya, di Jalam Wiratno Tanjungpinang. Perempuan 54 tahun ini lantas mengeluarkan dua jilid besar album. Belum cukup. Disusul empat album kecil. Terakhir, ada kantung plastik bening persegi ukuran sekitar sejengkal tangan orang dewasa.

Siang kemarin, ibu dua anak ini agak terkejut ketika diberi tahu bahwa 29 Maret adalah Hari Filateli Nasional. “Memang ada hari-nya juga ya? Kok baru dengar,” katanya pada Batam Pos.

Prangko memang jadi salah satu koleksi milik Amartina, selain mata uang dari pelbagai belahan dunia. Kertas kecil sebagai bukti pembayaran pengiriman surat atau kartu pos di rumahnya juga berasal dari banyak negara di dunia. Ada dari Amerika Serikat, Maroko, Afrika Selatan, Jerman, Perancis, Belanda, Arab Saudi, Australia, dan tentu cukup banyak koleksi prangko dalam negeri.

Kegemaran ini sudah dilakoninya sejak akhir 1950-an atau semasa duduk di bangku sekolah dasar. Bermula juga dari kebiasaan keluarga besarnya yang berkirim surat di masa ketika teknologi belum secanggih seperti hari ini. Surat-surat yang diterima bapaknya dari kawan dan saudaranya itu sudah barang tentu dibubuhi prangko. Dan Amartina kecil mengaku menyukai motif-motif gambar yang ada di prangko.

“Itulah awalnya. Bukan karena tahu kalau ada hobi filateli. Tapi lebih karena suka gambar-gambarnya,” kenangnya.

Kesukaan ini lantas tetap menjalar dan tumbuh sampai dewasa. Apalagi di masa-masa itu, ia cukup akrab dengan siaran radio luar negeri Kangoroo Radio, yang jadi wahana bermain korespondensi bersama sahabat pena dari berbagai penjuru dunia. Amartina pun semakin rajin berkirim surat ke banyak sahabat penanya guna mendapat balasan dan mengincar prangkonya.

Tak heran kini, jumlah koleksi prangko di rumahnya lebih dari seribu lembar dengan asal negara yang cukup variatif dan tentu motif-motif yang menarik. Kegemaran berkorespondensi ini lantas terhenti semenjak teknologi berkembang sedemikian pesat dan orang dalam berkirim surat cukup menggunakan surat-elektronik.

“Terakhir nambahin koleksi prangko ini sekitar tahun 1997 deh. Habis itu orang sudah lebih banyak berkirim surat pakai e-mail,” ucap perempuan yang pernah tinggal lama di Belanda dan Arab Saudi ini.

Tidak ada prangko spesial. Semua disusunnya dalam album yang memang disediakan secara khusus untuk menyimpan prangko. Walau kini terasa semu, bukan berarti kesenangan ini lantas padam. Sesekali Amartina masih menyempatkan untuk menengok koleksi yang dikumpulkannya selama lebih dari empat dekade hidupnya.

“Bisa buat cerita buat anak juga kan,” katanya seraya tertawa.

Karena itu pula, bagi Amartina, koleksi ribuan prangkonya ini ternilai dan tidak bisa ditakar dengan nominal uang. Belum terpikirkan olehnya jika ada seorang kolektor yang datang hendak membeli koleksinya. Tapi jika hari itu tiba, tegas sekali jawaban yang sudah ia siapkan.

“Nggaklah. Ngapain dijual. Susah-susah ngumpulin kok malah dijual,” ujarnya.

Di Indonesia, prangko diedarkan pada 1864. Oleh sebab itu, 1 April 1964 diterbitkan prangko peringatan 100 tahun digunakannya prangko di Tanah Air. Perkumpulan filatelis pertama, Bataviasche Vereeniging van Postzegelverzamelaars, berdiri pada 1924, kemudian menjadi Nederland Indische Vereeniging van Postzegelverzamelaars.

Perkumpulan itu bubar bersamaan dengan pendudukan Jepang. Pada 1947, muncullah Algemeene Vereeniging Postzegelverzamelaars in Indonesie (AVPVI). Di sini, orang Indonesia mulai diterima menjadi anggota. Pada 1950-an AVPVI berubah menjadi Perkumpulan Umum Philatelist Indonesia (PUPI).

Setelah masa kemerdekaan, desain prangko semakin beragam. Ada seri batik, candi, pakaian adat, bulu tangkis, Pramuka, dan Olimpiade. Prangko pun menjadi penanda peristiwa. Misalnya, pada 1979 terbit prangko Garuda Indonesia untuk memperingati ulang tahun ke-30 maskapai penerbangan yang didirikan pada 26 Januari 1949 itu.

Tahun 1969, Perkumpulan Philatelis Indonesia (PPI) menjadi anggota Federation Internationale de Philatelie lewat kongres ke-39 di Sofia, Bulgaria. PPI memiliki cabang di Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Balikpapan, Makassar, dan Manado. (faradilla)

 

Rp13,5 Miliar untuk Reses Dewan

0

batampos.co.id – Kebutuhan reses anggota DPRD Kepri tahun 2017 akan menelan APBD Kepri sebesar Rp13,5 miliar. Ketua DPRD Kepri, Jumaga mengatakan masing-masing Anggota DPRD Kepri mendapatkan bagian Rp70 juta. Sedangkan tahun lalu besarnya adalah Rp 45 juta perorang.

“Memang meningkat jumlahnya dibandingkan tahun lalu. Tetapi peningkatan nilai tersebut disesuaikan dengan kebutuhan reses,” ujar Jumaga Nadeak menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (29/3).

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) III, Batam tersebut menjelaskan, reses merupakan kewajiban. Karena sudah diperintahkan oleh Undang-Undang. Politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan dirinya sudah memulai reses sejak akhir pekan lalu.

“Masa reses I tahun 2017 adalah selama sepeken. Dan akan berakhir pada Sabtu depan. Tidak setiap hari melakukan reses, karena kita juga memilah dan memilih dengan menyesuaikan aspirasi masyarakat yang bisa diakomodir,” papar Jumaga.

Disinggung besarnya anggaran reses yang tembus Rp13,5 miliar tersebut, Jumaga mengatakan jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan Provinsi Riau yang nilainya mencapai Rp150 juta. Ditakannya juga, aspirasi yang ditampung pegangan DPRD dalam memberikan masukan rencana pembangunan Kepri ke depan.

“Akan ada laporan khusus tentang reses tentunya. Karena semua dewan dari dapil masing-masing melakukan reses. Tentu ada harapan masyarakat yang harus kita akomodir,” tutup Jumaga.

Seperti diketahui, berdasarkan penelurusan Batam Pos di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaaan (SIRUP) Sekretariat DPRD Kepri, kebutuhan reses I 2017 ini adalah Rp13,5 miliar. Anggaran tersebut merupakan peruntukan dari sewa gedung, belanja makan minum kegiatan, perjalanan dinas dan honorarium panitia.(jpg)

Imigrasi Tarempa Layani Paspor Online

0

batampos.co.id – Pembuatan paspor kini bukan hanya dilakukan secara manual namun dapat juga dilakukan secara online. Kantor imigrasi kelas III Tarempa kini sudah mulai memperkenalkan bagaimana cara pembuatan paspor secara online dengan melaksanakan sosialisasi pendaftaran permohonan paspor secara online yang dilaksanakan di aula hotel Anambas Inn Tarempa Rabu (29/3) kemarin.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tarempa Ikhsanul, menjelaskan cara pembuatan diawali dengan membuka web di https//ipass.imigrasi.go.id. Setelah web terbuka calon pembuat paspor harus mengikuti petunjuk yang tertera di web.

“Ada lima langkah untuk mengisi data diri pada tahapan ini mulai dari entry data diri, verifikasi permohonal, proses pembayaran, konfirmasi tanggal kedatangan ke kantor imigrasi setempat dan terakhir datang ke kantor imigrasi untuk melakukan foto dan sidikjari seperti biasa,” ungkap Ikhsanul ketika memberikan sambutan pada acara sosialisasi tersebut.

Meski menggunakan sistem online, namun kedatangan ke kantor imigrasi tetap diperlukan karena pemohon tetap harus menunjukkan identitas diri mulai dari KTP, KK dan Ijazah/Akte Kelahiran/buku nikah.

“Dokumen tersebut tetap digunakan karena untuk memverifikasi kebenaran data. Data tersebut akan disingkronkan dengan data kependudukan. Ini untuk mengantisipasi jika pemohon ternyata memiliki KTP ganda,” ungkapnya lagi.

Administrasi pembuatan paspor sama yakni Rp355 ribu. Pembayarannya tetap melalui sistem online yakni melalui bank, bukan dibayar secara cash di kantor imigrasi. “Tapi jika ada warga pedalaman yang memang tidak mau datang ke bank untuk membayar administrasinya, kemudian meminta bantuan pihak imigrasi, kami siap melayani,” ungkapnya.

Mengenai proses pembuatan paspor, lanjutnya, diusahakan lebih cepat dari standar yang ditetapkan yakni 4 hari setelah membayar administrasi. “Kita tantang, jika ada warga Anambas yang membutuhkan paspor, mau berapa hari kami siap, jika memang mendesak, satu hari bisa siap,” tegasnya.

Ikhsanul menambahkan, imigrasi juga siap melayani pembuatan paspor bagi warga Anambas yang sakit yang memerlukan rujukan ke rumah sakit di luar negeri. Jika pasien tidak bisa datang, pihaknya mengaku siap turun kelokasi. (sya)

Nelayan Tarempa Hilang di Laut Cina Selatan

0

batampos.co.id – Salah seorang nelayan asal Pasir Merah kelurahan Tarempa Herman (46) hilang saat mencari ikan di laut lepas dekat pengeboran minyal lepas pantai. Hilangnya Herman ini diketahui ketika Haris, teman satu kapal pulang sendiri.

Ahmad, kakak ipar Herman, kaget ketika mendapat kabar dari Haris yang saat itu pulang sendiri, Selasa (28/3) pagi tanpa melihat Herman adik iparnya.

Haris menjelaskan pada Ahmad, Haris dan Herman adik iparnya pada awalnya pergi melaut pada hari Sabtu (25/3). Pada hari Senin (27/3) sekitar pukul 23.00 WIB ombak besar dan angin kuat sehingga mereka memutuskan pulang. Tiga jam perjalanan pulang, kapal kayu yang mereka gunakan sudah tiba disekitar pulau Durai atau sekitar dua jam lagi sudah sampai di Tarempa. Saat itu Haris meminta Herman untuk menguras air yang masuk pompong yang biasanya menggunakan pompa yang dipasang di lambung kapal. Setelah selesai mengeluarkan air dari pompong, Herman menuju ke belakang kapal sementara itu Haris masih memegang kendali pompong.

Selang 10 menit dari pantuan pertama Haris yang masih melihat Herman mengeluarkan air, saat Haris kembali menengok ke belakang, Herman sudah tidak ada lagi.

Setelah Haris sadar kalau Herman hilang, Haris mencari dengan mencoba balik arah untuk mencari Herman. Haris juga mematikan mesin dan memanggil Herman dengan teriakan keras, tapi tak ada hasil.

“Yakin kawannya Herman hilang, Haris memutuskan untuk pulang dan memberitahu hilangnya Herman ke keluarga,” ujar Ahmad saat ditemui Rabu (29/3).

Kabar dari Harris langsung dilaporkan ke beberapa pihak, seperti Dinas Perikanan Pertanian dan Ketahanan Pangan, warga Dusun dan dari Pemuda Pancasila pada Rabu (29/3) pagi juga ikur berangkat menuju lokasi tempat dimana Herman menghilang.

“Benar tadi pagi kita yang mengkoordinir keberangkatan kapal relawan yang akan mencari keberadaan Herman,” ungkap Komandan Kepolisian Kawasan Pelabuhan Aiptu Nuridin kepada wartawan kemarin.

Setelah sore hari, tim pencarian korban juga belum mendapatkan kabar baik. Dikabarkan tim juga tidak menemukan keberadaan Herman.

“Informasi terakhir nihil, tim tidak menemukan keberadaan korban dan sekarang ini sudah dalam perjalanan pulang,” ungkap Nuridin.

Ketika ditanya mengenai pengakuan Haris kepada pihak kepolisian, pihaknya belum bisa memberikan tanggapan karena saat ini Haris, belum dimintai keterangan lantaran kembali lagi kelaut ikut mencari korban. “Pihak kepolisian pun belum bisa komentar, kita tunggu hasilnya setelah pencarian selesai,” jelas Nuridin. (sya)