Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13503

Ajarkan Pelajar Cinta Alam

0
Salah satu murid SDN 007 Dabo diajari menanam pohon di halaman sekolah yang langsung dibimbing para gurunya, Senin (27/3)

batampos.co.id – SD Negeri 007 Dabo di Singkep menanamkan pemahaman cinta lingkungan dan alam sejak usia dini kepada seluruh siswanya dengan menanam pohon tepat guna di halaman sekolah mereka. Sekolah juga mengajarkan bagaimana cara menanam yang baik dan benar agar pohon-pohon yang ditanam mereka dapat membuahkan hasil serta menghijaukan lingkungan.

“Kegiatan ini kami laksanakan agar siswa dapat lebih mencintai lingkungan dan alam, sekaligus menularkan kebiasaan baik yakni menanam bagi siswa,” ujar Kepala Sekolah SD Negeri 007, Dabo Singkep, Hasiah Jasnani ketika ditemui saat memberikan arahan kepada salah seorang siswa yang menanam di pekarangan sekolah, Senin (27/3) pagi.

Sementara itu, kegiatan yangdi diprakarsai guru siswa kelas enam di sekolah itu, Jefri Prakarsa Alam mengatakan, kegiatan ini selain memberikan pengajaran kepada siswa, juga untuk menghijaukan sekolah pekarangan mereka. Walau di sekolah tersebut sudah banyak berdiri pohon-pohon yang rindang.

Jefri menambahkan, kegiatan menanam ini juga sebagai tindakan untuk memberikan edukasi dan menularkan kecintaan siswa terhadap alam. Sehingga aktifitas menanam tersebut dapat dibawa siswa dimanapun mereka berada.

“Setelah suka menanam, siswa membawa kebiasaan menanam minimal di pekarangan rumah mereka masing-masing,” ujar Jefri.

Lebih lanjut Jefri mengatakan, menanam tanaman tepat guna tentunya siswa juga akan dapat mengambil manfaat dari hasil tanaman tersebut. Sedangkan tanaman pisang kipas, walau tidak berbuah, namun mempunyai nilai keindahan agar sekolah atau tempat yang mereka tanam semakin cantik.

Tanaman pisang kipas ini, masih Jefri, adalah tanaman yang dibawa saat PT Timah beroperasi di Dabo Singkep. Sehingga tanaman tersebut menjadi lambang tersendiri bagi kejayaan Pulau Singkep di masa lalu. Sehingga ada nilai pelajaran pengenalan tanaman bagi siswa SD Negeri 007.

“Selain mengambil hasil dari tanaman yang mereka tanam, siswa juga dikenalkan dengan sejumlah tanaman yang ada,” ujar Jefri.

Sekolah SDN 007 dengan status akreditasi A tersebut sebelumnya juga sebagai pencetus gerakan mencuci tangan di Kabupaten Lingga. Bahkan sekolah dengan bangunan setengah permanen itu telah melakukan sejumlah kegiatan pendidikan luar sekolah lebih awal dari sekolah lainnya. (wsa)

Atap Berterbangan Disapu Puting Beliung

0
Atap parkir pelabuhan Tanjungbatu rusak akibat disapu angin kecang Selasa (28/3). Imam/Batampos.

batampos.co.id – Atap rumah warga di jalan M Daud Tanjungbatu berterbangan diterjang angin kencang saat hujan, Selasa (28/3) siang.

Tidak hanya sejumlah atap rumah warga saja, tempat parkir di area pelabuhan Tanjungbatu atapnya juga berterbangan.

Salah seorang saksi mata, Suhaimi mengatakan angin puting beliung datang tiba- tiba, disertai hujan gerimis. Angin kencang berhembus kurang lebih selama tiga menit itu dari arah laut dan menyapu rumah warga dan atap parkir pelabuhan Tanjungbatu. Sedikitnya ada 60 keping atap seng yang terbang.

“Saat kejadian saya hendak mengeluarkan motor becak mau mengambil bahan bakar minyak ( BBM). Tiba- tiba angin datang dan menyapu atap parkiran. Sambil berteduh saya sempatkan membaca doa terus hingga angin berlalu,” ujar Suhaimi.

Pantauan Batam Pos di lapangan parkir pelabuhan Tanjungbatu bersebelahan dengan loket penjualan tiket kapal ferry. Selain tempat parkir anging puting beliung juga menyapu sejumlah atap rumah di jalan M.Daud. Beberapa rumah atap daun rumbia rusak berat. Hal yang sama juga terjadi di pos polisi angkatan laut yang berselahan dengan pelabuhan Indora. Kondisinya rusak berat atap terangkat beruntung tidak ada korban jiwa. ( ims)

Petugas Bandara Temukan 25 Butir Peluru di Tas Karthika

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat pemeriksaan x-ray di SCP Terminal Kedatangan 1A, petugas melihat adanya satu magazin di dalam tas.

Tas itu milik seorang PNS bernama Karthika Monim.

Kini ia harus berurusan dengan Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Di dalam tas perempuan yang tugas di salah satu dinas di Pemkot Jayapura, itu didapati satu buah magazin berisi 25 butir amunisi senjata api laras panjang.

Penumpang pesawat itu diamankan saat mengambil tasnya di tempat pemeriksaan barang di Terminal Kedatangan 1A, Cengkareng. Senior Manager Aviation Security (Avsec) Bandara Soekartno Hatta, Tommy Bhawono mengatakan tertangkapnya Karthika terjadi Senin (27/3) pukul 20.15.

”Benar satu magazin dan  25 butir peluru tajam kaliber 5,6 mm. Kebetulan pas pemeriksaan barang bawaan penumpang dari Papua di Terminal Kedatangan 1 A dilakukan. Kami pun langsung panggil anggota Polres Bandara untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (28/3).

Tommy menjelaskan, Karthika merupakan penumpang pesawat Lion Air JT 0794 Tujuan Jayapura-Jakarta yang berangkat dari Bandara Sentani, Jayapura pukul 13.00. Sebelum sampai ke Jakarta, kata dia juga, penumpang maskapai Lion Air itu transit di Bandara Hasanuddin, Makassar.

Saat tiba di pintu kedatangan 1A, mesin pemidai yang dilengkapi inframerah mendeteksi barang dalam tas perempuan tersebut. ”Kemungkinan besarnya amunisi ini dibawa dari Irian ke Jakata. Amunisi ini masih aktif dan kami takut meledak terpaksa langsung diamankan ke Polres Bandara,” paparnya juga.

Dari pemeriksaan, ujar Tommy lagi, amunisi yang dibawanya Karthika mirip amunisi yang digunakan TNI untuk senjata api laras panjang. Saat diinterogasi, Karthika mengatakan jika 25 butir peluru yang tersimpan dalam tasnya itu bukan miliknya.

PNS yang hendak mengikuti pertemuan di salah satu kementerian itu juga mengaku tidak memiliki atau membawa amunisi senjata api laras panjang itu ketika hendak terbang ke Jakarta. Bahkan, dia menuding ada orang lain yang memasukan peluru-peluru itu ke tasnya.

”Sama kami memang Karthika tidak mengakui amunisi itu miliknya, tetapi kenapa sampai ada di dalam tas bawaannya. Ini yang sangat aneh sekali. Kalau pun ada yang memasukannya saat pesawat transit tidak masuk akal. Biar saja polisi yang menguak penemuan peluru itu,” cetusnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polresta Bandara Soetta, Ipda Prayogo mengatakan proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap PNS asal Papua itu masih terus dilakukan pihaknya bersama Satintelkam Polres Bandara Soetta.

Ketika ditanya mengenai ada atau tidaknya keterlibatan Karthika dalam jaringan terorisme dengan membawa amunisi tersebut? Dirinya pun tidak mau menjawab.

”Tunggu hasil penyelidikan, baru dapat disimpulkan,” tuturnya.

Dia juga mengaku, pihaknya ingin tahu dari mana asal peluru ini dan untuk tujuan apa dibawa dari Papua ke Jakarta. Ditambahkan Prayogo juga, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Polda Papua guna menyelidiki temuan amunisi tersebut. (cok/yuz/JPG)

Susi Air Kembali Terbang Setiap Rabu

0
Pesawat Susi Air, Cassa 212 saat mendarat di Bandara Letung beberapa waktu lalu. F.Syahid/batampos.

batampos.co.id – Pesawat Susi Air jenis cassa 212 kapasitas 12 tempat duduk dari Kementerian Perhubungan kembali beroperasi layani rute Ltung – Tanjungpinang.

“Jadwal Penerbangan mulai lancar setiap Rabu, penumpang selalu penuh,” ujar Kepala Bandara Letung, Ariadi, Selasa (28/3).

Kembalinya penerbangan pesawat Susi Air dengan rute ini lanjut Ariadi disambut antusias warga Anambas. Hal tersebut terbukti dari penjualan tiket atau kapasitas tempat duduk yang selalu terisi penuh tiap kali terbang.

Untuk harga tiket sama dengan tahun lalu yakni sekitar Rp 281 ribu dari Letung. Sementara itu harga tiket dari Tanjungpinang biasanya Rp10 ribu lebih mahal dari harga tiket dari Letung. Namun kata Ariadi, penjualan tiket belum bisa melalui online tapi masih secara manual.

“Warga yang ingin membeli tiket pesawat bisa melalui telepon atau datang langsung ke bandara Letung,” ujar Ariadi.

Susi Air terbang dari Tanjungpinang ke Letung pukul 13.00 WIB sampai di Letung pukul 14.00 WIB. Kemudian dari Letung ke Tanjungpinang pukul 14.15 WIB dan sampai di bandara Tanjungpinang pukul 15.15 WIB.  (sya)

 

Sekilas tentang Senapan Kaliber 5,56

0

batampos.co.id – Senapan dengan kaliber 22 atau 5.56 mm ini dirintis oleh senjata M-16, kemudian menjadi Standard NATO. Di Eropa yang membuat adalah Pabrik FN di Belgia dengan produknya FN Herstal.

Pertanyaannya, apa itu kaliber senjata?

Trikora Ramai Disaat Nyepi

0
Pantai Trikora saat libur jadi tempat yang banyak dikunjungi warga. F. Choki/batampos.

batampos.co.id – Libur hari raya Nyepi banyak dimanfaatkan masyarakat Tanjungpinang dan Bintan menyambangi sejumlah tempat wisata. Salah satunya Pantai Trikora, di Kecamatan Gunung Kijang.

Pantauan Batam Pos, hampir sejumlah Kawasan di Pantai Trikora, ramai dikunjungi masyarakat yang sudah dipadati sejak pukul 09.00 WIB.

“Rata-rata pengunjung yang datang kebanyakan keluarga. Ada yang dari Bintan, Tanjungpinang. Bahkan Batam,” ujar salah satu Pengelola Pantai Trikora III, Nong, Selasa (28/3).

Ristanty, 25, salah satu pengunjung yang berasal dari Batam, ini mengaku sering berlibur ke Pantai Trikora untuk menikmati keindahan pesona alam yang dimiliki Kabupaten Bintan, tersebut.

“Aku sering ke pantai ini (Trikora, red). Tempatnya bagus, keren. Gak kalah sama Bali,” ungkapnya.

Wanita berkulit putih ini menuturkan, liburan ke Pantai Trikora tersebut, sudah jauh hari direncanakan bersama keluarganya.

“Mumpung libur, ya dimanfaatkan untuk jalan-jalan sama keluarga,” sebutnya.

Menurutnya pantai Trikora tersebut, merupakan salah satu pantai yang memiliki keindahan yang luar biasa, dan juga eksotis.

“Tak salah, kalau pantai (Trikora, red) ini menjadi tujuan para turis dari negara luar untuk berlibur. Habisnya indah pemandangannya,” imbuhnya. (cr20)

 

Presiden Jokowi Harus Selesaikan Status Batam, Sekarang!

0
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers soal waduk Seigong, Relang saat berkunjung ke Batam, Kamis (23/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sudah setahun berlalu, namun janji Dewan Kawasan (DK) mengubah status Batam dari status Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) belum juga ada wujudnya. Agenda pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Gubernur Kepri, Wali Kota Batam, dan beberapa menteri terkait, Kamis (30/3/2017), diharapkan bisa membuat keputusan tentang arah masa depan Batam.

Rencana pertemuan ini diagendakan saat Jokowi berkunjung ke Batam, Kamis pekan lalu. Anggota Tim Teknis DK Batam, Taba Iskandar, mengatakan sejauh ini format KEK Batam belum jelas bentuknya. ”Bagaimana mau ada wujudnya, dibahas saja tidak,” ujar Taba, Selasa (28/3/2017).

Menurut Taba, seharusnya sudah ada gambaran dari DK tentang format Batam ke depannya. Apalagi Ketua DK yang juga Menko Perekonomian Darmin Nasution pernah menjanjikan pada Maret 2016 lalu.
Saat itu, Darmin berjanji akan menyelesaikan segala regulasi berkaitan dengan KEK dalam waktu 6 bulan. Pemerintah pusat dianggap tidak serius membenahi Batam.

”Kami hanya menuntut Ketua DK untuk segera melakukan penataan Batam. Sudah setahun, tapi belum ada gambaran,” katanya.

Di saat ekonomi lesu, kedua instansi pemerintahan yang ada seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam masih saling menyalahkan akibat tumpang tindih kewenangan.

Hingga saat ini, memang sudah ada sejumlah keputusan penting yang sudah dihasilkan DK, antara lain hibah aset dan penentuan tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Namun, kebijakan terkait KEK sama sekali belum ada.

Di tempat yang berbeda, Anggota DK, Jumaga Nadeak enggan berkomentar banyak. Sewaktu dikonfirmasi mengenai agenda rapat DK berikutnya, Jumaga hanya tersenyum.
”Semakin tak jelas,” ujarnya singkat.

Sekadar mengingatkan, setahun lalu Darmin menegaskan perubahan status FTZ Batam menjadi KEK tak akan membuat Batam mundur. Darmin malah menyebutkan, Batam akan semakin istimewa dan ekonominya akan lebih bergairah setelah beralih menjadi KEK.

“Lihat saja nanti, Batam menjadi lebih berbeda dan lebih istimewa karena fasilitas yang kita berikan di kawasan ekonomi khusus itu jauh lebih baik dari FTZ,” tegas Darmin saat sosialisasi KEK di Swissbelhotel Harbour Bay, 14 Maret 2016 silam.

Logika sederhananya, kata Darmin, dengan fasilitas di FTZ saat ini, Batam bisa tumbuh meski tidak sekencang yang diharapkan. Nah, dengan status KEK dengan fasilitas yang jauh lebih baik dan lebih banyak dari FTZ, maka otomatis akan memiliki daya tarik dan daya saing yang jauh lebih baik lagi.

Saat itu, Darmin juga menegaskan, pemerintah melihat Batam sebagai kawasan yang sangat potensial sehingga mencurahkan perhatian serius untuk mengejar ketertinggalan Batam dari negara tetangga.
“Kami ini ingin berbuat sesuatu yang berbeda, sesuatu yang bisa dibanggakan ke depan, sesuatu yang bisa membuat kehidupan anak cucu kita menjadi lebih baik. Ini harus dipahami,” tegas Darmin.

Darmin juga meyakinkan publik Batam saat itu bahwa keistimewaan yang di dapat Batam selama ini dengan status FTZ-nya tetap didapatkan. Namun jika ingin lebih, maka harus masuk ke zona KEK.
Ia juga mengungkapkan rumusan KEK yang saat itu disusun tim teknis DK, orientasinya memberikan kemudahan-kemudahan dan fasilitas-fasilitas yang bisa mempercepat laju perekonomian Batam. (leo/nur/ian)

Flyover Simpang Jam Bisa Bertahan 1 Abad

0

batampos.co.id – Pembangunan jembatan layang atau flyover Simpang Jam, Batam, terus dikebut. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 180 miliar ini ditargetkan rampung pada 17 November tahun ini.

Jembatan layang dengan total panjang 460 meter dan lebar 32,2 meter ini akan dilengkapi dengan expantion joint untuk menahan getaran. Diperkirakan, jembatan layang pertama di Kepri ini akan mampu bertahan minimal 100 tahun.

”Tujuan utama pembangunan jembatan layang ini untuk mengatasi kemacetan di Batam yang semakin parah,” kata Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, akhir pekan lalu.

Andi merinci, 460 meter panjang jembatan ini terdiri dari 300 meter untuk turunan flyover. Kemudian dari pangkal jembatan (abuntment) ke pilar (pier) sepanjang 100 meter dan jarak antara pier kanan dan kiri adalah 60 meter.

Jembatan yang memiliki ketinggian 6,8 meter ini ditopang oleh empat pilar. Dua pilar di kanan dan dua pilar di kiri yang masing-masing membentuk huruf V. Setelah proses pembangunan pondasi selesai, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan empat frontage (jalan bawah, red).
Kepala Satuan Kerja (Satker) Flyover Simpang Jam dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera, Andre Sahat Tua Sirait, mengatakan saat ini proses pembangunan flyover sudah rampung sekitar 53 persen. Selain meninggikan elevasi jalan di sana, kontraktor akan segera membangun jembatan tengah flyover atau box girder yang berada di atas jalan raya. ”Sekarang sudah mulai dalam tahap pengecoran awal,” jelasnya.

Sahat menjelaskan, pembangunan jembatan akan menggunakan konsep traveller. Langkah pertama dalam konsep ini adalah dengan memasang dua jaring pengaman yang terdiri dari spandek dan plat baja sehingga tidak ada material yang akan jatuh ke tengah jalan dan mengganggu arus lalu lintas. ”Membangunnya tidak pakai penyangga. Prosesnya akan bekerja membangun jalan per lima meter per harinya. Dan akan dikerjakan di malam hari,” imbuhnya.

Dia mengakui, pembangunan jembatan ini akan banyak berdampak pada arus lalu lintas di lokasi. Apalagi, nantinya jalur Simpang Jam akan ditutup dan arus lalu lintas akan dialihkan. Dampaknya, dipastikan akan terjadi kemacetan, terutama di Simpang Baloi dan Simpang Kabil.

”Kami akan tetap lakukan penanganan berkesinambungan untuk penanganan di Simpang Baloi dan Kabil karena kemungkinan titik macet akan pindah kesana,” jelasnya.

Latar belakang pembangunan flyover di Simpang Jam ini karena ada sekitar 272.138 kendaraan yang melintas di kawasan tersebut. Sehingga sudah saatnya dibangun flyover di sana.

“Tujuannya untuk mengurai kemacetan,” imbuhnya.

Namun demikian, kehadiran flyover ini bukan satu-satunya solusi. Sebab apabila jumlah kendaraan selalu bertambah, maka kemacetan juga akan kembali terjadi di titik lainnya. Karenanya, KemenPU Pera berencana membangun flyover lagi di Simpang Kabil. Sebab di lokasi tersebut juga sering terjadi penumpukan kendaraan, terutama di jam-jam sibuk. Soal anggaran, diperkirakan mencapai Rp 200 miliar dan akan mulai dikerjakan pada tahun ini juga.

Selain untuk mengurai kemacetan, pembangunan flyover Simpang Jam diharapkan akan menhadirkan ikon baru di Kota Batam. Karenanya, sesuai dengan namanya, flyover ini nantinya akan dilengkapi dengan empat buah jam ukuran besar.

Kepala Bagian Humas Pemko Batam, Ardiwinata, membenarkan jika flyover Simpang Jam nantinya akan dijadikan ikon baru di Kota Batam. Untuk itu, pihaknya akan ikut andil dalam mempercantik jembatan tersebut, salah satunya dengan menambahkan ornamen khas Melayu.

”Wali Kota minta masukan dari Lembaga Adat Melayu (LAM),” kata Ardi.
Hiasan khas Melayu di jembatan layang Simpang Jam ini nantinya akan menyentuh bagian pagar hingga pilarnya. Beragam motif ornamen Melayu itu antara lain pucuk rebung, setampuk manggis, lebah bergayut, dan julur kacang. Rencananya juga akan dibangun relief perahu elang laut di sana.

”Saat ini memang belum semua dibangun. Tapi kisi setampuk manggis dan pucuk rebung sudah mulai terlihat,” ujar dia. (leo)

Rumah Ketua Lembaga Adat Melayu, Natuna, Dihujani Peluru Kaliber 5,56

0

batampos.co.id – Rumah Wan Zawali warga di Desa Sungai Ulu Natuna menjadi target penembakan, sekitar pukul 00.00 WIB, Selasa (28/3).

Akibat penembakan tersebut, satu unit mobil dinas Ketua Lembaga Adat Melayu terkena satu peluru bagian kanan depan mobil yang sesang parkir dirumahnya. Serta mengenai atap rumah, lantai dan pot bunga. Tidak terdapat korban dalam insiden tersebut.

Polres Natuna yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan 10 selongsong peluru kaliber 5,56. Namun belum menemukan proyektil.

Hingga saat ini, Polres bekerjasama denga TNI AD melakukan penyelidikan kasus penembakan salah sagu rumah warga tersebut. Sementara kediaman rumah Wan Zawali masih dipasangi garis polisi.

Kapolres Natuna AKBP Charles Panuju Sinaga didampingi Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana dan Dansubdenpom TNI AD Kapten Cpm SHM Sinaga dalam keterangan Pers di Mapolres Natuna mengatakan, saat ini Polres Natuna bersama Subdenpom TNI AD masih mendalami insidèn penembakan rumah Wan Zawali tersebut dan melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku.

Ditegaskan Charles, penembakan tersebut tidak terkait terorisme atau aksi teror lainnya. Namun masalah pribadi tapi bukan dengan Wan Zawalinya (Ketua LAM Natuna,red)

“Untuk sementara insiden penembakan ini bukan teroris, tapi masalah pribadi. Kami bersama Densubdenpom masih mencari pelaku. Kami juga belum memastikan pelakukan oknum TNI atau warga sipil,” sebut Charles.

Sejauh ini sebut Charles, dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun terdapat kerugian materil, karena mengenai mobil dinas ketua LAM sedang parkir, atap rumah dan lantai.

Dikatakan Charles, pihaknya jga menerima informasi adanya keterkaitan keributan warga dengan seorang oknum TNI pada malam sebelumnya saat acarà hiburan warga. Dan terjadi kejar kejaran. Namun informasi tersebut masih didalami.

“Tapi sekarang belum jelas siapa orangnya, belum bisa buktikan pelakunya oknum TNI, masih dicari. Kejadian pertama di Natuna,” sebut Charles.

Dandim 0318 Natuna Letkol Ucu Yustiana menegaskan, pihaknya sudah menyerahkan insiden tersebut kepada Densubdenpom TNI AD untuk dilakukan penyelidikan.

Dikatakan Dandim, 10 selonsong amunisi yang ditemukan di TKP adalah jenis 5,56 mili meter. Senjata yang digunakan laras panjang jenis SS 1 atau senapan serbu (SS) 2.

wikipedia

“Tapi insiden ini kami pastikan ada buntut panjang atau merembet ke pihak lain. Kondisi Natuna tetap kondusif,” tegas Dandim.

Dansubdenpom  Ranai Kapten Cpm SHM Sinaga dalam pernyataannya menegaskan, pihaknya bersama Polres Natuna masih mencari pelaku  dan mengumpulkan keterangan.

“Jika ditemukan bukti kuat mengarah ke oknum anggota TNI dilakukan penyidikam, penahanan, pemberkasan dan diserahkan ke pengadilan miiter,” tegas Dansubdenpom Ranai.

Insiden penembakan kediaman Ketua LAM Natuna Wan Zawali tersebut sontak membuat gegera warga setempat. Meski saat kejadian tidak ada warga keluar dari rumah, namun menyebabkan penghuni rumah kaget saat diberondong senjata laras panjang.(arn)

Apron Bandara Hang Nadim Kini Bisa Menampung 14 Pesawat Ukuran Besar

0

batampos.co.id – Apron baru Bandara Internasional Hang Nadim Batam resmi dioperasikan terhitung mulai Senin (27/3) lalu. Hal ini berdasarkan atas NOTAM nomor B 2133/17 tgl 24 maret 2017. Dengan adanya apron baru ini, banyak keuntungan yang didapat maskapai selain tak perlu lagi mengantre.

“Tak ada delayed, begitu datang masuk apron,” kata General Manager Operasional Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso pada Batam Pos, Selasa (28/3/2017).

Dengan begitu dapat mengurangi pemborosan bahan bakar avtur pesawat. Karena pesawat tak perlu lagi berputar-putar di udara, sembari menunggu apron bandara kosong. “Selain hemat biaya, juga hemat waktu,” ucapnya.

Mengantre untuk masuk apron Bandara Internasional Hang Nadim biasa terjadi pada saat jam-jam sibuk. Sebelumnya, beberapa pesawat terpaksa berputar-putar di udara terlebih dahulu sebelum memasuki apron bandara. Atau juga harus antri di taxiway usai mendarat.

Dengan apron baru seluas 240×150 meter ini, daya tampung di bandara tersebut menjadi sebanyak 18 pesawat berukuran sedang. “Atau 14 pesawat berukuran besar,” tuturnya.

Suwarso sangat bersyukur apron baru ini sudah diresmikan. Sebab tak berapa lama lagi, Bandara Hang Nadim akan melayani mudik Lebaran. Dimana intensitas penerbangan jauh lebih banyak dari biasanya. “Saya berharap penambahan apron ini, dapat memperlancar penerbangan di Bandara Hang Nadim. Sebab ke depan, pertumbuhan penumpang makin meningkat,” ucapnya.

Apron baru ini dibangun pada pertengahan tahun lalu. Pengerjaanya selesai tepat waktu, yakni pada akhir tahun. Peresmian apron baru ini terkendala izin. Sebab padatnya jadwal Kementerian Perhubungan (Kemenhub), membuat beberapa kali peninjauan ke apron baru ini tertunda.

Pihak kemenhub baru melakukan peninjauan dan pengecekan kelayakan fisik apron itu pada Februari tahun ini. Sebulan setelah itu, Kemenhub menyatakan apron tersebut layak dioperasikan. (ska)