Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13509

Oknum Perwira TNI Tersangka Korupsi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Aroma korupsi dalam pembelian helikopter Augusta Westland (AW) 101 akhirnya terungkap.

Penyelidikan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) menyebut telah terjadi indikasi penggelembungan harga (mark up) dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) senilai Rp 738 miliar tahun anggaran 2016 tersebut.

Akibatnya, negara dirugikan Rp 220 miliar.

Dugaan rasuah itu diungkapkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jumat (26/5).

Selain membeber kerugian negara, jajaran Pom TNI juga menetapkan tiga orang tersangka dari satuan TNI Angkatan Udara (AU).

Dua di antaranya merupakan perwira, yakni Marsekal Madya (Marsma) FA dan Letnan Kolonel (Letkol) (Adm) WW.

Sementara satu lainnya seorang bintara tinggi, yakni Pembantu Letnan Dua (Pelda) SS.

“Dari hasil penyelidikan Pom TNI ditemukan potensi kerugian negara Rp 220 miliar dengan basis perhitungan Rp 13 ribu per satu dolar AS,” kata Gatot usai berkoordinasi dengan pimpinan KPK di Jakarta, Jumat (26/5).

Selama penyelidikan tiga bulan sejak akhir Januari-April itu, Puspom TNI dibantu Puspom TNI AU telah memeriksa enam saksi dari unsur militer dan tujuh saksi dari sipil. TNI juga menyita uang Rp 139 miliar di rekening BRI atas nama Diratama Jaya Mandiri sebagai penyedia barang.

“Saya yakin uang tunai yang disita akan bertambah, tapi yang sudah berhasil diamankan pemblokiran Rp 139 miliar,” tegasnya.

Gatot menjelaskan, Marsma FA merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengadaan yang sempat diprotes Presiden Joko Widodo karena dinilai terlalu mahal tersebut. Sedangkan Letkol WW merupakan pemegang uang kas. Sementara Pelda SS bertugas menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu.

Penyidikan kasus ini, kata Gatot, dilakukan setelah TNI bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keungan (BPK), dan Pusat Pengkajian dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK). Selain tiga anggota TNI aktif, penelusuran indikasi korupsi juga menyeret tiga orang swasta. Gatot mengatakan, para tersangka dari unsur militer akan ditangani Puspom TNI. Sementara tiga orang lain yang berasal dari swasta akan ditangani KPK.

Sebagai catatan, helikopter AW-101 sempat mengundang perhatian Jokowi lantaran spesifikasi kelas VVIP dinilai tidak sesuai dengan anggaran belanja yang dikeluarkan. Jokowi pun memerintahkan Panglima TNI untuk menelusuri kejanggalan tersebut.

Gatot menambahkan, selain melanggar hukum, para tersangka juga dinilai tidak mentaati perintah. Mereka juga dianggap menyalahgunakan wewenang sebagai prajurit TNI serta melakukan penggelapan dan pemalsuan dokumen. Gatot memastikan penyidikan kasus tersebut akan dilakukan secara serius dan transparan sampai ke tingkat mahkamah militer.

“Saya katakan ini baru hasil sementara. Kami akan kejar terus, karena yang tertinggi di TNI adalah hukum dan saya pernah mengatakan sampai pensiun juga akan kita kejar,” tegasnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo menambahkan, pihaknya akan segera menetapkan tiga orang swasta yang dimaksud sebagai tersangka. KPK-TNI terus berkoordinasi dan bekerja sama menangani kasus itu.

“Hari ini sudah dilakukan penyelidikan. Mudah-mudahan tidak lama dilakukan penyidikan sehingga dalam waktu tidak terlalu lama bisa berjalan bersama, tapi kita sepakat TNI akan dilakukan di peradilan militer kemudian swasta di tipikor biasa,” ucapnya.

Berdasar pengumpulan fakta dan data dari pemeriksaan sejumlah saksi, Agus mengindikasikan tersangka dari unsur sipil merupakan penyedia barang dan jasa pengadaan helikopter angkut tersebut.

“Dengan kerja sama dengan TNI akan mengumpulkan fakta dan data dan menanyai banyak pihak,” ungkapnya. (tyo/jpgroup)

BP Batam Naikan Harga Air Baku, ATB pun …..

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) pada tahun ini akan menaikkan tarif air baku yang dikelola ATB sebagai air bersih. BP Batam berdalih, kenaikan tarif air baku ini untuk kelanjutan investasi dan guna meningkatkan layanan air kepada masyarakat.

“Baru rencana usulan klausul akan ada kebijakan penetapan tarif lewat proses panjang dengan berkonsultasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, DPRD Batam dan stakeholder lainnya,” ujar Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Jumat (26/5) di Gedung Marketing BP Batam.

Ia mengungkapkan tarif air baku belum berubah dalam tujuh tahun terakhir. Tarif saat ini masih merujuk pada Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam Nomor 7 Tahun 2011.

“Melihat biaya operasionalnya sekarang, air baku dan juga bahan kimia, maka akan ada biaya tambahan agar layanan air bersih kita bagus,” tambah Robert.

Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri juga tengah menggodok revisi Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pajak dan retribusi air permukaan.

“Ada rencana Pemprov naikkan pajak air baku sebesar 900 persen dari Rp 20 menjadi Rp 180 per meter kubik,” ungkapnya.

Sebenarnya pernyataan Robert ini agak membingungkan, karena selama ini untuk pajak air baku, Pemprov hanya mendapat pungutan pajak sebesar Rp 20 dari tarif air baku sebesar Rp 170 per kubik. Sedangkan sisanya sebesar Rp 150 lagi dipungut BP Batam untuk biaya peningkatan sumber daya air.

Makanya, Pemprov Kepri menggodok revisi Perda dengan tujuan mengambil alih kewenangan terhadap pajak air permukaan secara keseluruhan.

Di luar dari konteks ini, Robert mengatakan akan bersikap transparan mengenai kenaikan tarif air baku ini.

Dam Duriangkang menjadi sumber air baku terbesar yang saat ini dikelola oleh ATB Batam. (foto: rezza herdiyanto / batampos)

“Kami harus meneruskan kepada masyarakat. Semuanya akan terbuka. Yang pasti tahun ini naik, namun berapa besarannya masih kita hitung,” tegasnya.

Namun ia memastikan, kenaikan tarif air baku nanti tidak akan terlalu memberatkan masyarakat.

Sementara Presiden Direktur PT ATB, Benny Andrianto, membenarkan kenaikan tarif air baku ini sudah pasti akan berdampak pada kenaikan tarif air bersih ATB.

“Kami menyadari subsidi silang di kelompok rumah tangga menurun. Begitu juga dengan komersial dan industri menurun karena ekonomi global tengah lesu,” ujar Benny. Akibatnya, daya tahan tarif untuk melakukan reinvestasi juga ikut menurun.

Benny mengatakan, kenaikan tarif ini mempunyai dasar yakni merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016.

Namun dalam menetapkan tarif, ATB akan melihat kepada pertimbangan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, baru kemudian mempertimbangkan berdasarkan indeks publik.

“Semua akan transparan dan masyarakat tidak perlu resah. Waktunya belum pasti, jangan jadikan isu saat ini,” jelasnya.

Ia juga membenarkan kenaikan pajak air permukaan sebesar 900 persen menjadi salah satu dasar kenaikan tarif air. Bahkan ia menegaskan kenaikan tersebut telah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2016 yang ditetapkan pada 24 Mei 2016 dan berlaku pada Agustus 2016. (leo)

ATB Batam Top PAM Bidang Kinerja dan Manajemen 2017

0
President Director PT ATB, Ir Benny Andrianto, MM menerima penghargaan dari Majalah BusinessNews Indonesia dan lembaga Asia Business Research Center sebagai TOP CEO Perusahaan Air Minum 2017 di Rafflesia Grand Ballroom, Balai Kartini, Jakarta, Rabu(24/5/2017) siang

Majalah BusinessNews Indonesia dan lembaga Asia Business Research Center menobatkan PT Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai TOP PAM Bidang Kinerja dan Manajemen 2017 dan TOP CEO Perusahaan Air Minum 2017 yang diterima secara langsung oleh Ir. Benny Andrianto Antonius, MM.

Penyerahan penghargaaan tersebut dilangsungkan di Rafflesia Grand Ballroom, Balai Kartini, Jakarta, Rabu(24/5/2017) siang dan dihadiri sekitar 560 undangan yang terdiri dari 47 Kepala Daerah (Gubernur, Walikota, dan Bupati), Pimpinan DPRD, serta ratusan Direksi/ Komisaris, Manajer/Kadiv dan Staf BUMD dari seluruh Indonesia.

Sebagaimana diketahui, TOP BUMD merupakan kegiatan award sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD, CEO BUMD, dan Pembina BUMD (Kepala Daerah), yang dinilai berprestasi/berkinerja yang baik, banyak melakukan improvement, serta berkontribusi tinggi dalam pembangunan, terutama di daerah.

Penilaian yang dilaksanakan majalah Business News Indonesia ini melibatkan banyak pihak. Diantaranya Asia Business Research Center, serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti SGL Management, PPi M Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, PAKEM, Intellectual Business Community, dan Alvara Strategi Indonesia.

Keberhasilan perusahaan air bersih terbaik di Indonesia ini pun mendapatkan respon positif dari Purba Robert M. Sianipar, Anggota 4/Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Saat ditemui di lokasi acara, Ia mengaku sangat bangga atas keberhasilan dan prestasi yang sudah diraih oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB).

“Kami dari BP Batam sangat bangga bahwa ATB sudah melakukan pelayanan yang sangat maksimal kepada masyarakat Batam dan terbilang luar biasa, serta telah diakui oleh seluruh perusahaan daerah air minum (PDAM) se-Indonesia,” terang Robert.

Selain itu, ATB juga telah melakukan langkah-langkah jitu yang pada akhirnya menjadi sebuah standar yang pada akhirnya telah diikuti oleh PDAM lainnya.

Seperti tingkat pelayanan yang sudah hampir mendekati 100 persen, mampu menekan angka kehilangan air hingga paling terendah di Indonesia melalui teknologi SCADA

“Saya harapkan pelayanan yang sudah ada dan dicapai ini, bisa membuat ATB terus memberikan yang terbaik untuk Batam,” terangnya.

Sementara itu, President Director PT ATB, Ir Benny Andrianto, MM mengatakan apa yang sudah diraih oleh ATB merupakan sebuah kesempatan untuk berbagi, sekaligus membantu program pemerintah dalam memberikan jangkauan pelayanan air yang maksimal kepada masyarakat.

“Penghargaan ini, sekaligus menjadi sebuah penyemangat bagi ATB untuk bisa mempertahankan prestasi, sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi,”jelas Benny

Penghargaan ini juga menambah daftar pencapaian prestasi ATB, dimana beberapa waktu lalu berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) untuk Kategori Perusahaan Pengguna Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) Peduli Tertib Ukur Tahun 2016.

Serta meraih pengargaan dari PR Indonesia dalam program PRIA Awards 2017 Sub kategori perusahaan daerah, CSR ATB bertajuk “ATB Cup VII Futsal Championship 2016”.

Pada kesempatan tersebut, Oesman Sapta Odang Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mengaku sangat kagum dan mengapresiasikan kegiatan yang dianggapnya paling komprehensif dan kredibel di Indonesia. Untuk itu, setiap Manajemen BUMD dan Kepala Daerah, harus terpacu untuk meningkatkan kinerja dan layanan BUMD.

“Dengan kegiatan ini, setidaknya kita dapat menciptakan percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi daerah di seluruh Indonesia. Pada prinsipnya kami sangat mendukung upaya-upaya yang terkait dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah” jelasnya sambil menegaskan kegiatan yang sama juga harus kembali digelar demi mendongkrak potensi daerah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan yang sangat mendukung penuh pemberdayaan peran BUMD dalam mengelola sumber daya alam di daerah. Menurutnya BUMD bisa menjadi ujung tombak daerah wujudkan kesejahteraan.

Melalui penyampaiannya ke sejumlah kepala daerah, Ia juga kerap mengungkapkan masukan terkait dorongan agar BUMD terus berbenah menciptakan budaya perusahaan yang bersih, transparan, bebas KKN dan memprioritaskan kepentingan publik.

“Mengelola Sumber Daya Alam juga bukan persoalan mudah. Karena itu saya mendorong agar BUMD terus berbenah menerapkan prinsip prinsip Good Corporate Governance,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan juga menyampaikan arah pembangunan dan perekonomian nasional sebenarnya sudah secara tegas diterjemahkan dalam UUD NRI Tahun 1945 pasal 33 antara lain kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Ekonomi Indonesia, katanya disusun sebagai usaha bersama. Jika itu semua dilaksanakan maka kesenjangan sosial akan bisa diminimalisir bahkan dihilangkan.

“Saya tegas katakan, tolonglah sumber daya alam daerah biar BUMD saja yang kelola. Dan nantinya akan berdampak baik untuk rakyat daerah itu,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, MSc.MEng, Ketua Dewan Juri TOP BUMD 2017 dalam sambutannya mengatakan Top BUMD merupakan kegiatan award sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD, CEO BUMD, dan Pembina BUMD (Kepala Daerah), yang dinilai berprestasi/berkinerja yang baik, banyak melakukan improvement, serta berkontribusi tinggi dalam pembangunan, terutama di daerah.

Sehingga pihaknya sengaja mengundang perusahaan swasta yang telah menjadi benchmark perusahaan di dalam dan luar negeri. Sehingga bisa mendorong BUMD untuk mampun memiliki kemampuan yang sama di masa depan.

“Fokus penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri, terdiri dari 2 aspek, yakni Achievement (prestasi) dan Improvement (peningkatan) yang telah dilakukan oleh BUMD, dalam 1-2 tahun terakhir,” jelasnya

Selain itu, Aspek lainnya yang juga dinilai meliputi bidang Kinerja Keuangan, Human Capital, Pemasaran dan Manajemen Kinerja.(rilis)

Gianyar Siapkan 1.500 Seniman pada Pesta Kesenian Bali

0
ilustrasi

Setiap daerah di Bali itu sudah harus mempersiapkan performance terbaiknya pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 pada 10 Juni hingga 8 Juli 2017 mendatang di Art Center, Denpasar, Bali.

“Dan penampilan masing-masing Banjar itu sangat perfect! Sudah seperti tampil di forum internasional saja,” sebut Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Dia memastikan, PKB kali ini akan memberikan sajian budaya dan seni terbaik. Di ajang rutin setiap tahun ini, PKB menjadi standart berkesenian terbaik di Bali.

“Tahun lalu, dibuka meriah oleh Presiden Joko Widodo. Mudah-mudahan tahun ini beliau juga berkesempatan membukanya tahun ini juga,” ungkap Menpar Arief.

Persiapan yang sudah dilakukan dengan baik adalah Kabupaten Gianyar. Kabupaten tersebut memastikan akan memboyong 1.500 seniman-nya untuk memeriahkan perayaan budaya terbesar, terlama, paling prestisius di Pulau Dewata tersebut.

”Gianyar akan membawa kejutan dengan kembali mengangkat dua kesenian langka yang sudah direkonstruksi, yakni Gong Saron dan Angklung Ende,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali AA Gede Yuniartha Putra yang juga diamini oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar Gusti Ngurah Wijana.

Pria yang biasa disapa Agung itu menjamin bahwa wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara dipastikan akan terpukau dengan rombongan Gianyar. Pasalnya, kabupaten yang terkenal akan keseniannya itu sudah melakukan persiapan sejak HUT Kota Gianyar ke 24, beberapa waktu lalu.

Dari 24 materi, semuanya diikutsertakan dengan melibatkan 1500 lebih seniman Gianyar. Rinciannya akan menyajikan 1 pawai, 10 Lomba, 10 parade dan 3 pementasan terkait kesenian Bali.

”Bagi kami bukan hanya soal pariwisata dan sajian untuk para wisatawan, namun soal PKB bagi kami sangat penting dalam materi pengembangan dan pelestarian seni dan budaya kami,” ujar Wijana.

Terkait dengan dua kesenian gong Saron dan angklung Ende yang akan diperlihatkan di panggung PKB, dua kesenian ini akan membuat pengunjung tersanjung. Pasalnya, dua kesenian yang hampir punah ini, merupakan hasil pendataan yang dilakukan oleh tim Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan dan sudah di rekontruksi.

”Silahkan datang saja ke Bali, nanti lihat sendiri hasil kreasi kami. Kami akan jaga budaya ini, untuk kesenian Indonesia dan untuk pariwisata Indonesia,” ujar Agung yang juga diamini Wijana.

Pagelaran pertama nantinya akan dipentaskan di PKB adalah angklung Ende yang dibawakan oleh Sekaha Teruna Pandawa di Banjar Tarukan, Desa Mas, Kecamatan Ubud.

Deputi  Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Segmen Pasar Personal Wawan Gunawan mengatakan, PKB ini sudah konsisten dilaksanakan sejak tahun 1979.Kata Wawan, PKB 2017 akan diramaikan kesenian dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Tak hanyaitu, beberapa daerah lain seperti Banyuwangi, Aceh dan NTT juga turut meramaikan acara.

”Lebih menariknya lagi PKB 2017  tahun ini dirancang berbeda dengan tahun sebelumnya. Masing-masing kabupaten/kota mesti menampilkan tradisi unik dan menarik. Pementasan tradisi unik dan menarik ini penting agar wisatawan nusantara maupun mancanegara tahu kekayaan masing-masing kabupaten kota,” ujar Wawan.

Untuk kegiatannya juga dijamin punya daya tarik. Pasalnya, PKB 2017 rentetan acaranya sangat banyak dan berwarna. Diantarannya adalah pertunjukkan kesenian, pameran, dan  pawai budaya.

”Pesta Kesenian Bali kini menginjak usia ke-39. Dalam acara ini, berbagai kesenian Bali ditampilkan untuk mempertahankan Bali sebagai destinasi wisata utama di Indonesia. Tema PKB 2017. Tahun 2017 kali ini adalah Ulun Danu.

Yang artinya Melestarikan Air Sumber Kehidupan. Kata Wawan, Ulu dapat berarti kepala, pusat, sumber, hulu, sedangkan Danu dapat berarti danau atau sumber air, sehingga Ulun Danu dapat diartikan pusat, sumber atau mata air.

”Dalam kehidupan masyarakat Bali, air merupakan simbol kehidupan itu sendiri. Ulun Danu merupakan kearifan lokal berupa pengetahuan tentang bagaimana kita semestinya memelihara, memuliakan, dan mengelola air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan serta sumber peradaban,” ujar Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, PKB merupakan wadah penggalian, pelestarian, dan pengembangan seni budaya Bali.

”PKB harus menjadi landasan yang kokoh agar seniman lebih bekerja keras untuk memberikan warna bagi Bali dan wisatawan-wisatawan yang datang ke Bali, harus level dunia dan karya kita harus mendunia,”ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Asian Games 2018, Palembang Bikin Kampoeng Warno-Warni

0
foto: KardoNews

Kampung warna-warni makin ngetren dan menginspirasi banyak daerah untuk dijadikan destinasi desa wisata.

Setelah kampung warna-warni di Semarang yang mendunia karena di-repost oleh media-media internasional, lalu Jogjakarta dan Malang yang juga go international, kini giliran Palembang, Sumsel yang beraksi.

Mereka baru saja membuat kambung warna-warni yang di-launching demi menyambut Asian Games 2018. Ini matching dengan logo Asian Games 2018 yang juga warna-warni.

Program Kampoeng Warno-Warni yang digagas Relawan Gemilang Peduli Asian Games, kini mendapat perhatian banyak pihak, termasuk pihak swasta yakni Perusahaan Cat Propan. Sejumlah sponsor memberikan dukungan, mengingat Kampoeng warno-warni disiapkan sebagai wisata baru di Palembang.

Untuk pengecatan kampoeng warno-warni, Produk cat ternama di Indonesia, Propan memberikan dukungannya dengan menggelontorkan ratusan kilogram cat untuk tahap awal. “Kampoeng Warno-Warni ini termasuk bagian dari menyemarakkan event Asian Games tahun depan. Banyak yang sudah memberikan dukungannya. Terakhir kita baru terima cat dari Propan, terima kasih Propan,”kata sekretaris Gemilang Peduli Asian Games, Mas Warto di Palembang, Jumat (26/05).

Mas Warto menjelaskan, Kampoeng Warno-Warni telah dimulai sejak beberapa waktu lalu dan dipusatkan di seberang ulu, berhadapan langsung dengan Benteng Kuto Besak. Warto menyatakan organisasi yang dipimpinnya selalu siap berkolaborasi menyukseskan Asian Games 2018.

“Kita semarakkan Palembang ini untuk mempromosikan Asian Games 2018. Untuk infrastruktur, Palembang sudah siap. Sekarang tugas kita bersama untuk mempromosikannya, sekaligus mengajak peran serta masyarakatnya,” papar Mas Warto.

Diketahui, Palembang, bersama Jakarta, akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018, yang dihelat pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. Menyongsong perhelatan olahraga akbar antarnegara Asia itu, Pemkot Palembang merencanakan sejumlah program kepariwisataan.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo menyampaikan sejumlah program pembangunan Pemerintah Kota Palembang, khususnya pariwisata, kepada Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Teten Masduki, di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan yang serius tapi santai, itu Harnojoyo mengatakan, kepariwisataan adalah salah satu program prioritas Pemerintah Kota Palembang untuk percepatan perwujudan visi Palembang EMAS (Elok, Madani, Aman, Sejahtera) dan kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018.

Harnojoyo menjelaskan, sektor wisata menjadi salah satu prioritas dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Saat ini Pemkot Palembang telah berhasil mewujudkan wisata pedestrian Sudirman, taman-taman dan wisata lainnya.

Namun kali ini Pemkot Palembang kembali merencanakan pengembangan wisata lain, ada sembilan program pengembangan wisata dipaparkan guna meyakinkan Pemerintah pusat agar dapat mengucurkan bantuan kepada Pemerintah Kota Palembang, salah satunya restorasi Benteng Kuto Besak (BKB) dan percantik kawasan sungai Musi.

“Apa yang akan dilakukan Pemkot Palembang, yaitu penataan Sungai Musi, pengecatan rumah di bantaran Sungai Musi, penataan bangunan bersejarah, restorasi Sungai Sekanak, revitalisasi Bukit Siguntang, pengembangan wisata Pulau Kemaro, dan pembangunan pasar seni. Kemudian program pembangunan pasar wisata terpadu di Sekanak, pembangunan air terjun menari di plaza Benteng Kuto Besak, pembanguan air terjun Ampera,” papar Harnojoyo.

Ia mengatakan, sejumlah program terkait pariwisata juga telah berjalan. Antara lain, pedestrian Sudirman yang berlangsung tiap malam sabtu dan malam minggu.

Sejumlah aktivitas seni disajikan di tempat itu, mulai dari diskusi seni dan budaya, teater, kesenian tradisonal, komunitas pencinta hewan, hingga permainan tradisional anak.

“Selain pedestrian Sudirman, ada pula Al Quran Al Akbar di Gandus, yang menjadi daya tarik wisatawan. Setiap hari, tempat ini tak pernah sepi pengunjung,” tambah Harnojoyo.

Saat ini, sejumlah tempat wisata juga kerap dikunjungi wisatawan, lokal maupun mancanegara. Mulai dari Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, Monpera, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawwar. Kampung dengan bangunan heritage yang pernah menjadi objek content di media social bersama GenPI Sumsel.

“Tema Almunawar menjadi hastag yang mengudara di trending topic sekitar 9 jam,” aku Kadispar Sumsel Irene Camelyn Sinaga. Dua kali berkegiatan dengan tagar almunawar, dan selalu menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial.

Harnojoyo optimistis, jika program-program yang direncanakan itu terwujud, ditambah program yang telah berjalan saat ini, pariwisata di Palembang akan makin berkembang.

“Wisatawan lokal maupun mancanegara tentu akan tertarik berkunjung ke Palembang. Perlu aktif berkomunikasi dengan pemerintah pusat, kementerian. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Harus jemput bola  agar pembangunan di Kota Palembang tidak terhambat,” tukas Harnojoyo.

Sumatera Selatan (Sumsel) sejak 2015 sudah ditetapkan oleh Menpar Arief Yahya sebagai provinsi percontohan dalam menggelar Sport Tourism. Mereka sedang mempersiapkan Asian Games 2018, yang closing ceremony-nya bakal dipusatkan di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumsel.

Menpar Arief Yahya menyebut faktor 50% sukses sebuah daerah itu serius menggarap pariwisata adalah CEO Commitment. Keseriusan kepala daerahnya, dan itu terbukti di Sulut dan Banyuwangi.

“Pertama, tempatkan orang yang betul, terbaik, punya passion di pariwisata sebagai kadisparnya! Kedua, alokasi budgeting-nya harus lebih banyak ke sektor yang sudah dipilih menjadi core economy daerah tersebut! Kalau pariwisata ya, harus dialokasikan yang kelihatan agar bisa membangun destinasi kelas dunia,” kata Arief Yahya. (*)

SKK Migas Dorong Pemprov Kelola PI

0
batampos.co.id – Angan-angan Pemerintah Provinsi Kepri untuk terlibat langsung dalam pengelolaan minyak dan gas (Migas) di wilayah Provinsi Kepri  mendapatkan dukungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Yakni dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) untuk pengelolaan Participating Interest (PI) 10 di  Blok Northwest Natuna.
“SKK Migas sudah mengeluarkan SK pada 10 Mei lalu. Poin pentingnya adalah SKK Migas mendorong Pemprov Kepri untuk terlibat dalam pengelolaan PI di  Blok Northwest Natuna,” ujar Direktur PT. Pembangunan Kepri (PK), Rudianto Ruben di Masjid Raya Dompak, Tanjungpinang, kemarin.
Menurut Ruben, keputusan terakhir tergantung dari keberanian Gubernur. Dijelaskannya, meskipun SKK Migas sudah mengeluarkan SK, tanpa ada persetujuan Gubernur tentunya juga tidak bisa terlaksana. Disebutkan Ruben,  Blok Northwest Natuna akan berproduksi pada semester kedua tahun 2018 mendatang. Dikatakannya untuk mendukung ini, pihaknya sudah membentuk anak perusahaan yang bergerak dibidang hulu minyak dan gas.
Lebih lanjut katanya, anak perusahaan tersebut  adalah PT Pembangunan Kepri Northwest Natuna. Hanya saja memang butuh penyertaan modal lagi sebesar Rp30 miliar. Anggaran tersebut dibutuhkan untuk membuka kantor penghubung di Jakarta, karena perusahaan gas basecampnya di Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp10 miliar signature bonus Pemerintah Pusat.
“Kami juga sudah merampungkan pengurusan 160 perizinan terkait hulu minyak dan gas. Selain itu akan bekerjasama dengan Konsultan Migas ITB dan Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM),” jelas Ruben.
Ditegaskan Ruben, Pemprov Kepri tidak perlu disibukan untuk menjadi modal Rp1 triliun sebagai syarat untuk terlibat dalam pengelolaan PI. Karena pihak Santos selaku pengelola Blok Northwest Natuna sudah siap membantu. Atas dasar itu, peluang depan mata ini jangan sampai lepas. Karena Pemprov Kepri bisa kehilangan Rp1 miliar perhari.
“Asumsi tersebut didapat dengan nilai $30 Perbarel. Sedangkan di Natuna dan Anambas ada 16 blok. Blok besar lainnya adalah Chokang juga punya potensi yang menjanjikan. Kita tidak usah rakus, dapat terlibat di lima blok, Kepri akan sejahtera,” jelasnya lagi.
Ditambahkannya, dengan keterlibatan langsung ini, bisa meminimalisir tindakan culas yang dilakukan pemegang blok. Karena bisa langsung mengetahui beban-beban operasional. “Ini adalah kesempatan emas bagi Kepri. Tetapi, apapun ceritanya keputusan akhir berada ditangan Gubernur,” tutup Ruben.(jpg)

Menelusuri Jejak Sejarah Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur

0

Kabupaten Ende di Nusa Tenggara Timur (NTT) bikin Parade Pesona Kebangsaan 2017, yakni napak tilas sejarah Bung Karno di Ende.

Acara ini dihelat pada 1 Juni 2017 mendatang.

Ende  memang menjadi saksi kehidupan Ir. Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia.

Kentalnya nilai sejarah yang dialami Bapak Proklamator yang lahir pada 6 Juni 1901 ini, lekat dengan daerah ini yang lama dijadikan tempat pengasingan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dua tahun lalu ikut parade itu. Bahkan ikut parade berjalan sekitar 3 km dari pelabuhan sampai ke pusat kota dengan baju adat NTT.

Tidak hanya soal Bung Karno, di Ende, destinasi wisatanya sangat banyak dan beragam. Selain Taman Renungan Bung Karno dan Rumah Pengasingan Bung Karno, Pesona Ende memiliki Kampung Adat Wolotopo, Danau Kelimutu (Danau Tiga Warna), Museum Tenun Ikat, Pantai Ria atau Pantai Ende, Kampung Adat Jopu, Pasar Tradisional Ende, Pantai Batu Biru, Air Terjun Murondao dan Museum Bahari Ende.

“Parade tersebut sebagai momentum Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei lalu hingga hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni. Kegiatan Parade Pesona Kebangsaan juga dilanjutkan dengan Bulan Bung Karno selama bulan Juni, juga menghadirkan jalur wisata yang mempesona di Ende,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didamping Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Asdep Personal Kemenpar Wawan Gunawan, Jumat (26/5).

Esthy menjelaskan, Parade Kebangsaan ini merupakan kristalisasi kesadaran berbangsa bernegara, yang diselenggarakan oleh berbagai kalangan. Beragam kegiatan (multievent) yang berpuncak pada Upacara Pancasila pada 1 Juni mendatang, untuk mengenang paruh kehidupan Bung Karno di Ende, yang menginspirasi pokok pikiran tentang Pancasila.

“Pada tanggal 31 Mei, akan ada renungan malam bersifat reflektif yang diselenggarakan di Taman Soekarno. Di Pulau Ende, pada saat yang sama, berbagai kalangan dari seluruh Indonesia juga melakukan renungan malam. Esok harinya mereka melakukan pelayaran fajar,” ujar Esthy yang diamini Wawan.

Pada Renungan Malam akan diadakan berbagai kegiatan untuk mengenang sosok Bung Karno seperti pemutaran film Bung Karno di Ende dan pertunjukan seni. Di taman ditampilkan Wayang Tonil Soekarno, hasil kolaborasi Wayang Ajen dengan musik lokal Flores.

Sementara di Pulau Ende, ditampilkan Wayang Garuda, hasil kolaborasi berbagai seniman Indonesia, membacakan beberapa kutipan, ujaran atau kata mutiara Bung Karno dan Bapak Ibu Bangsa yang lain. Hadir juga nara sumber yang kompeten Taufik Razen yang juga Budayawan sejarah.

“Selain itu terdapat acara menyalakan lilin secara bersama-sama, yang dimulai dari api yang satu ke yang lain, dengan saling berbagi. Menggambarkan pelita bangsa dibangun berdasarkan semangat gotong royong,” ujar Wawan menambahkan.

Tidak hanya itu, lanjut Wawan, Napak Tilas Alam Soekarno juga menjadi kegiatan yang menarik untuk dikembangkan, sebagai lawatan sejarah dan jalur wisata alam baru dengan latar keindahan alam Flores.

“Berbagai kegiatan untuk napak tilas dikemas dalam Lintasan Gunung Meja ke Danau Kelimutu, lalu ada juga Karnaval Etnik Alam Terbuka, Lokakarya dan Pembelajaran, serta Prosesi Elang Rajawali yang menjadi simbol Garuda Pancasila. Elang Rajawali akan diarak dari Gunung Meja ke Danau Kelimutu. Kegiatan Napaktilas Alam Soekarno, keseluruhan akan melibatkan sekurang-kurangnya 500 orang. Terdiri atas 111 peserta utama, dan 90 peserta aktif masing-masing daerah. Dengan dukungan 25 panitia lokal,” papar Wawan.

Bukan itu saja, imbuh Wawan, berbagai acara pendukung Parade Pesona Kebangsaan juga ikut diselenggrakan selama 10 hari dari tanggal 20 Mei hingga 1 Juni 2017. Berbagai acara seru seperti Sasana Seni Soekarno serta Pameran Seni Rupa dan poster Ende Kota Pancasila, dan Lokakarya Busana Etnik Kontemporer. Terdapat juga tarian rakyat Ende Lio, sebagai pembukaan secara simbolik kegiatan Parade Pesona Kebangsaan, Festival Marching Band, Napak Tilas Sepeda yang menyusuri situs bersejarah di Ende.

“Masih banyak acara seru lainnya seperti Ende Cultural Expo, Lomba Fotografer Pesona Ende, Lomba Perahu Layar, Ende Wonderland Destination, Peluncuran Perpustakaan Pancasila, Pancasila Rumah Kita, Pembentukan Gugus Tugas Revolusi Mental yang bekerjasama dengan Deputi Budaya Menko PMK, pertunjukan film kebangsaan, serta Sarasehan dan Pembentukan Jaringan Kota Kebangsaan yang disingkat dengan Nagarakotagama,” pungkas Wawan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi event Parade Pesona Kebangsaan 2017 ini. Kegiatan ini yang setiap tahun makin meriah ini bisa menjadi sarana untuk mempromosikan potensi pariwisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT, khususnya ke Pulau Sumba maupun Kabupaten Ende, selain sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan keunikan warisan budaya nenek moyang berupa tenung ikat.

“Parade Pesona Kebangsaan juga sebagai upaya melestarikan sekaligus mempromosikan Situs Sejarah Bung Karno. Ada rumah tempat pengasingan Bung Karno dan peninggalan-peninggalannya yang masih terjaga rapi,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurut Menpar Arief Yahya, Parade Pesona Kebangsaan juga bagian dari upaya memperkuat atraksi sebagai bagian penting dari unsur 3 A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas).

“NTT merupakan destinasi kelas dunia karena memiliki ikon Komodo, Danau Kalimutu, dan Labuan Bajo yang ditetapkan sebagai destinasi prioritas dikembangkan sebagai Bali Baru,” tukas Menpar Arief Yahya.(*)

Sambut Asian Games 2018, Kemenpar Gelar Bimtek Branding di Sumsel

0

Kementrian Pariwisata (Kemenpar) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Disbudpar Sumsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Branding Pesona Indonesia di Hotel Arista Palembang (25/5/2017), lalu.

Deputi Pengembagan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Bimtek tersebut bertujuan untuk mempercepat pembangunan pariwisata di setiap daerah Kabupaten atau Kota di Sumsel. Mereka harus bisa membranding diri mereka masing-masing dengan baik dan sesuai dengan guideline yang sudah baku.

Dengan begitu, citra pariwisata Sumsel makin dikenal dan diketahui oleh banyak wisatawan di seluruh penjuru dunia terutama saat Asian Games 2018.  ”Nah acara ini untuk meningkatkan pemahaman branding. Karena pastinya perlu diberikan penjelasan dan pemaham lebih lanjut, agar ada sinergi antara pusat dan daerah terkait pemajuan pariwisata,” ujar Esthy Reko Astuty.

Lebih lanjut Esthy berharap, dengan sosialisasi Branding Pesona Indonesia ini tidak akan terjadi lagi ketidaktepatan dalam penggunaan logo Branding Pesona Indonesia maupun Wonderful Indonesia.

Selain itu, imbuh Esthy, Hal ini juga diharapkan agar para peserta mengetahui arah kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pasar wisatawan nusantara dan mancanegara  agar bisa datang terus  berkunjung ke Sumatera Selatan.

”Mengenai Brand dan Branding Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia  ada hal utama yang wajib diketahui oleh para peserta mengenai penggunaan Brand Identitas Pesona Indonesia yakni terkait Logo, Warna yang sesuai dengan 5 Aspek Pesona, dan Supergraphics,” kata wanita yang murah senyum itu.

Dalam acara kemarin, peserta Bimtek sangat antusias mengikuti paparan materi yang dijelaskan, peserta kali ini juga menghadirkan unsut Pentahelix didalamnya seperti jajaran Dinas Pariwisata Palembang, Politeknik Pariwisata Palembang, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumsel, serta pengelola Destinasi Tujuan Wisata (Kampung Al-Munawwar, Kampung Kapitan, dsb). Tidak hanya itu saja, pada kesempatan bimtek kali ini juga turut dihadiri oleh Sri Meliyana, anggota komisi X DPR RI asal Lahat (Sumsel).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga memberikan paparan tentang branding “Jelajah Sumatera Selatan,” Brand ini beberapa waktu lalu di hasilkan dari kolaborasi Mark Plus dan Disbudpar Sumsel.

Branding ini rencananya akan segera diluncurkan di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta, dalam waktu dekat ini.

“Saat ini Sumsel sudah memiliki branding pariwisata sendiri dengan nama Explore Your South Sumatera (Jelajah Sumsel). Terciptanya brand Pariwisata Sumsel ini tentunya sudah di sinergikan dengan brand Pesona Indonesia (nasional) berlogo perahu dan ombak air. Hal ini harus pula diikuti oleh Kabupaten dan kota di seluruh Sumsel,” bebernya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sangat konsisten tampil dalam berbagai kegiatan promosi mancanegara dengan branding Wonderful Indonesia.

“Kami sangat konsen dengan national brand ini,” kata Dr Ir Arief Yahya MSc.

Menpar Arief Yahya selalu menggunakan benchmark untuk menjawab semua promosi yang diusungnya. Menurut dia, kalau ingin menjadi pemain global, gunakan selalu global standart.

“Mau tetap atau berubah, mau satu atau lebih dari satu, ada contoh suksesnya. Lakukan apa yang sudah sukses dan mereka (global) sudah lakukan, jangan memulai dari awal. Tapi berawal dari akhir,” pesan Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Konsep dan menggunakan teori-teori itu penting. Pertimbangan praktis berdasarkan pengalaman, itu juga penting. Perpaduan keduanya, itu menjadi sempurna. Sebagai doktor strategic management, Arief Yahya memang punya bekal ilmu branding.

Karena itu Menpar Arief Yahya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi ketua tim National Branding. Pengalaman saat memimpin Telkom dan Komisaris Telkomsel juga sudah dibuktikan dengan melonjaknya brand pariwisata Wonderful Indonesia dari NA (not available) menjadi ranking 47 besar dunia. Mengalahkan Truly Asia Malaysia 96 dan Amazing Thailand 83. (*)

Paksakan Peningktan PAD, Pemprov Otak-Atik Tarif Pajak

0
batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri terus mengotak-ngatik tarif pajak diberbagai sektot. Lewat revisi Perda Pajak Nomor 8 Tahun 2011, akan dilakukan penyesuaian Pajak Air Permukaan. Di tahun 2017 ini, Pemprov Kepri menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri sebesar Rp12 miliar.
“Ada kesalahan administrasi yahg harus diperbaiki. Karena Adya Tirta Batam (ATB) menyetorkan pajak tersebut ke BP Batam senilai Rp150. Dari jumlah tersebut Kepri hanya kebagian Rp20 untuk setiap kubik air yang digunakan,” ujar Anggota DPRD Kepri.
Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, mengacu pada ketentuan yang ada pajak tersebut harusnya masuk ke kas daerah. Karena BP Batam tidak ada dasar untuk memungut pendapatan tersebut. Sementara Pemprov Kepri sudah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 tahun 2016 tentang nilai perolehan air permukaan. Masih kata Irwansyah, Pergub tersebut menjadi dasar bagi penetapan pajak air permukaan.
“Artinya ada potensi yang lose di sektor Pajak Air Permukaan. Ini yang seharusnya menjadi kewajiban ATB kepada Pemprov Kepri,” tegas Irwansyah.
Mantan Anggota DPRD Kota Batam menguraikan, lewat revisi Perda Pajak yang tinggal pengesahan juga dipertegas lagi tentang ketentuan pemungutan pajak air permukaan. Dipaparkannya, sebagai dasarnya tetap akan ditindaklajuti dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang baru tentang tarif pajak air permukaan tersebut. Karena Pergub adalah merupakan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis).
“Persolan ini yang harus segera kita tuntaskan. Sehingga tidak terjadi kesalahan administrasi lagi. Karena khawatir akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” papar Irwansyah
Ditambahkannya,  selama ini Pemprov Kepri hanya menerima sekitar Rp2 miliar saja setahun. Disebutkan Irwansyah, masih ada belasan miliar yang menjadi kewajiban ATB yang harus diselesaikan ke Pemprov Kepri. Dikatakannya dengan bertambahnya kewenangan provinsi sesuai UU No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, diharapkan bisa menambahkan PAD Kepri kedepan.
“Semua sektor harus dioptimalkan, apalagi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Penerapan pajak memang harus mengacu pada peraturan yang ada, meskipun daerah diberi kewenangan untuk menentukannya,” tutup Irwansyah.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah, Pemprov Kepri, Herman mengatakan sektor pajak Air Permukaan
(AP) juga menjadi potensi andalan di 2017 ini. Menurutnya, pada triwulan pertama 2017 ini sudah terkumpul Rp510.776.632 atau berkisar 4,2 persen dari target sebesar Rp12.288.919.500.(jpg)

Harga Bawang Putih dan Cabai Merah Naik

0

batampos.co.id – Sejumlah kebutuhan pokok, seperti cabai merah, dan bawang putih mengalami kenaikan harga di Pasar Baru Tanjunguban, Jumat (26/5).

Mustalib, 42, salah satu pedagang Pasar Baru, mengatakan kenaikan harga yang terjadi ini bervariasi, seperti bawang putih dari harga Rp 45 ribu, naik menjadi Rp 58 ribu perkilo.

Sedangkan cabai merah dari harga Rp 35 ribu, naik menjadi Rp 50 ribu, perkilo.

“Naiknya sejak 3 minggu lalu, tapi bertahap,” ujarnya.

Ia menuturkan kenaikan harga tersebut, disebabkan karena harga jual dari distributor memang sudah tinggi.

“Kami ngambil barang (cabai,  red) dari Batam, harganya memang sudah tinggi. Gak tahu penyebabnya apa. Bisa jadi barangnya sedikit,” terangnya.

Meskipun demikian, lanjut Mustalub kebutuhan pokok lainnya hingga saat ini masih tetap normal, seperti sayur-sayuran, dan lain sebagainya.

“Tidak hanya saya, kenaikan cabai merah sama bawang putih ini juga sama dengan pedagang lainnya. Wajar memang harga belinya mahal, ya kita jualnya juga mahal. Kalau tidak pasti rugi,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang lainnya, yakni Rusniati.

Ia mengatakan dua kebutuhan pokok, seperti cabai merah dan bawang putih tersebut, memang harganya terus naik, tapi masih dalam tahap kewajaran.

“Sebelumnya bawang putih harganya Rp 43 ribu, perkilo, tapi sekarang sudah naik jadi Rp 57 ribu perkilonya. Ini wajar, harga dari sananya juga mahal,” ungkapnya.

Sedangkan cabai merah lanjutnya harga jualnya kini mencapai Rp 50 ribu perkilo. Padahal sebelumnya harga cabai sempat turun dikisaran harga Rp 34 ribu perkilo.

“Itu pun naiknya gak langsung, tapi bertahap,” sebutnya.

Sementara itu, Penyidik Perdagangan Bintan, Setia Kurniawan, mengatakan kenaikan harga yang terjadi di pasar saat ini masih dalam tahap kewajaran.

“Apalagi yang naik bawang putih. Kita sama-sama tahu importir bawang putih di Jakarta baru-baru ini ketangkap, karena ketahuan menimbun. Jadi wajar saja harga bawang putih jadi mahal diakibatkan imbas dari penimbunan tersebut,” jelasnya.

Meskipun begitu, lanjutnya pihaknya terus memantau kondisi lonjakan harga yang terjadi di pasar.

“Kalau naik sesuai dengan kewajaran kami masih maklumi. Tapi kalau naik, namun harganya diluar kewajaran itu yang akan telusuri. Untuk itu, ini akan kami pantau terus, tentunya dengan kordinasi dari semua lini,” tegasnya.

Kurniawan juga mengimbau kepada para pedagang, agar jangan coba-coba berani mempermainkan harga, dengan melakukan penimbunan barang yang mengakibatkan harga otomatis akan naik drastis.

Apalagi hal tersebut dilakukan demi mencari keuntungan semata. Tentu akan ada sanksi tegas yang diberikan bagi pedagang tersebut.

“Jangan berani coba-coba. Kami terus memantau semua harga dipasar. Ketahuan melakukan penimbunan maka siap-siap terima sanksi kurungan 12 tahun penjara, serta denda sebesar Rp 60 Miliar, sesuai dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2014, tentang perdagangan,” imbuhnya. (cr20)

Play sound