Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13517

Mengembalikan Filosofi Pendidikan Bangsa

0

Mengawali tulisan ini, saya ingin mengutip semboyan dari Bapak Pendidikan Bangsa, Ki Hajar Dewantara. Semboyan yang kemudian menjadi pusaka dan ajaran kekal bagi dunia pendidikan Tanah Air. Yakni: Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing ngarsa berarti di depan, atau orang yang lebih berpengalaman dan atau lebih berpengatahuan. Sedangkan tuladha berarti memberi contoh, memberi teladan. Jadi ing ngarsa sung tuladha mengandung makna, sebagai guru atau pendidik hendaknya mampu menjadi contoh yang baik atau dapat dijadikan sebagai figur sentral bagi siswanya.

Kedua, Ing Madya Mangun Karsa. Mangun karsa berarti membina kehendak, kemauan dan hasrat untuk mengabdikan diri kepada kepentingan umum, kepada cita-cita yang luhur. Sedangkan ing madya berarti di tengah-tengah, yang berarti dalam pergaulan dan hubungannya sehari-hari secara harmonis dan terbuka. Jadi ing madya mangun karsa mengandung makna bahwa pamong atau pendidik sebagai pemimpin hendaknya mampu menumbuh-kembangkan minat, hasrat dan kemauan anak didik untuk dapat kreatif dan berkarya, guna mengabdikan diri kepada cita-cita yang luhur dan ideal.

Ketiga, Tutwuri Handayani. Tutwuri berarti mengikuti dari belakang dengan penuh perhatian dan penuh tanggung jawab berdasarkan cinta dan kasih sayang yang bebas dari pamrih dan jauh dari sifat authoritative, possessive, protective, dan permissive yang sewenang-wenang. Sedangkan handayani berarti memberi kebebasan, kesempatan dengan perhatian dan bimbingan yang memungkinkan anak didik atas inisiatif sendiri dan pengalaman sendiri, supaya mereka berkembang menurut garis kodrat pribadinya.

Dalam bahasa singkatnya, seorang guru itu harus mampu menjadi panutan atau teladan, mampu menumbuhkan semangat kreatifitas siswa, dan mampu memberikan dukungan atau motivasi bagi siswa-siswinya.

Semboyan ini sekaligus memberikan gambaran, betapa konsep dan filosofi pendidikan itu tidaklah rumit. Melainkan sangat simple jika para guru memahami tugas dan fungsinya.

Tapi pertanyaannya kemudian adalah, mengapa saat ini pendidikan kita masih sering menjadi sorotan karena hal-hal yang negatif? Kita tahu, masih banyak cerita dan berita seputar dunia pendidikan yang membuat geleng-geleng kepala. Bukan karena prestasi, tetapi karena kasus-kasus yang seharusnya tak perlu terjadi.

Mulai dari kasus kekerasan, baik yang dilakukan guru kepada murid dan sebaliknya, kasus perkelahian antarsiswa, hingga kasus-kasus amoralitas.

Seharusnya, di era sekarang ini, dengan sarana dan infrastruktur yang semakin lengkap, dunia pendidikan nasional akan semakin baik dari hari ke hari. Sebab dari jumlah guru saja, saat ini sudah semakin banyak. Begitu juga dengan jumlah gedung sekolah, jelas terus bertambah dan menjangkau hingga pedalaman.

Dari segi kesejahteraan guru, tentu semakin hari juga semakin baik. Belum lagi perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi, seharusnya menjadi pendukung penting bagi keberhasilan pendidikan di Tanah Air.

Namun faktanya, itu tadi, masih banyak hal-hal memprihatinkan di dunia pendidikan negeri ini. Apanya yang salah? Banyak jawaban yang langsung menyalahkan perkembangan zaman. Bahwa kemajuan teknologi informasi turut andil dalam menggiring generasi muda ke sisi yang negatif. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga jamak terjadi di negara lain, bahkan negara-negara maju.

Bisa jadi benar. Tapi bisa saja kesalahan ada pada pola pengajaran para guru. Bahwa para guru tidak mengikuti rambu-rambu seperti yang disampaikan Bapak Pendidikan Bangsa ini, Ki Hajar Dewantara. Mereka tidak mau atau tidak mampu menjadi teladan, inisiator, dan motivator yang baik bagi para siswanya.

Guru Bukan Sekadar Mengajar

Berdasarkan semboyan Ki Hajar Dewantara di atas, jelas sudah bahwa tugas seorang guru bukan sekadar mengajar atau menanamkan aspek akademik. Tetapi juga harus mampu mendidik dan mempersiapkan anak didiknya agar bisa menyelesaikan persoalan kehidupannya secara mandiri dan positif.

Dalam sistem belajar mengajar, seorang guru harus mampu menjadi komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, dan sebagai orang yang menguasai bahan yang diajarkan.

Guru di sekolah tidak hanya berperan sebagai transmiter dari ide, tetapi juga berperan sebagai transformer dan katalisator dari nilai dan sikap. Bila dirinci lebih detil lagi, sebenarnya ada beberapa peran sentral seorang guru, antara lain:

-Informator. Yakni sebagai pelaksana mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.

-Organisator. Pengelola kegiatan akademik, silabus, workshop, jadwal pelajaran dan lain-lain. Organisasi komponen-komponen kegiatan belajar harus diatur oleh guru agar dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada diri guru maupun siswa.

-Motivator. peran sebagai motivator penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus mampu memberikan rangsangan, dorongan serta reinforcement untuk mengembangkan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika dalam proses belajar.
Pengarah atau Director. Guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.

-Inisiator. Guru sebagai pencetus ide-ide dalam proses belajar. Ide-ide yang dicetuskan hendaknya adalah ide-ide kreatif yang dapat dicontoh oleh anak didik.

-Transmiter. Dalam kegiatan belajar mengajar guru juga akan bertindak selakuk penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.

-Fasilitator. Guru wajib memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar misalnya dengan menciptakan susana kegiatan pembelajaran yang kondusif, seerasi dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung efektif dan optimal.

-Mediator. Mediator ini dapat diartikan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Misalnya saja menengahi atau memberikan jalan keluar atau solusi ketika diskusi tidak berjalan dengan baik. Mediator juga dapat diartikan sebagai penyedia media pembelajaran, guru menentukan media pembelajaran mana yang tepat digunakan dalam pembelajaran.

-Evaluator. Guru memiliki tugas untuk menilai dan mengamati perkembangan prestasi belajar peserta didik. Guru memiliki otoritas penuh dalam menilai peserta didik, namun demikian evaluasi tetap harus dilaksanakan dengan objektif. Evaluasi yang dilakukan guru harus dilakukan dengan metode dan prosedur tertentu yang telah direncanakan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Semoga kita, para guru, juga terus belajar supaya bisa menjadi seorang pendidik yang baik. Karena jika direnungi dengan seksama, tugas guru tidak hanya mulia, tapi juga sangat berat untuk urusan tanggung-jawab dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2017. Semoga pendidikan di Tanah Air semakin baik. (*)

 

 

Penulis: Yuasnil
Kepala Sekolah SDN 002 Sungai Beduk, Batam

DPRD Batam Kritisi Capaian Realisasi Fisik Triwulan Pertama

0
Sejumlah pengendara bermotor melintas melintas di Jalan Nong Isa Batamcenter yang berlubang, Selasa (28/2). Ada beberapa titik lubang yang berlum diperbaiki di jalan tersebut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penyerapan anggaran dan realisasi fisik per Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemko Batam ternyata belum maksimal. Sampai triwulan pertama 2017 ini realisasi baru diangka 11 persen. Padahal idealnya serapan anggaran tersebut sudah berada di angka 20 persen.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) misalnya. realisasi program fisik baru diangka 7,91 persen. Padahal OPD ini salah satu yang paling banyak memiliki banyak program fisiknya.

DBM SDA sendiri memiliki 44 program kegiatan dengan total anggaran Rp 356,2 miliar. Adapun rincian ialah pembangunan, pemeliharaan jalan dan jembatan Rp 230 miliar, peningkatan sarana dan prasarana kebinamargaan Rp 46 miliar, program pengendalian banjir dan perbaikan jaringan Rp 43 miliar, pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana hinterland Rp 16,7 miliar, pelayanan administrasi perkantoran Rp 24 miliar dan sarana prasarana aparatur Rp 2,9 miliar.

“Begitu juga dari 217 paket di DBM SDA, sampai triwulan pertama terealisasi 15 paket,” ujar Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura.

Nyanyang sendiri mengaku sudah mewanti-wanti agar anggaran yang sudah dikucurkan untuk DBM SDA bisa terealisasi maksimal.

“Jangan sampai apa yang sudah kita anggarkan ini tidak terealisasi dan menjadi Silpa. Realisasi fisik ini kan menyangkut kebutuhan masyarakat Batam,” jelasnya.

Tak jauh beda, realisasi program Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Batam baru mencapai 11 persen. Dari total Rp 19,2 miliar anggaran yang dikucurkan, tersealisasi Rp 2,1 miliar.

Anggota Komisi IV DPRD Batam Bobi Alexander Siregar mengatakan, minimnya serapan ini disebabkan karena belum jalannya proyek fisik. OPD tersebut mengaku terkendala masalah lelang pengadaan barang dan jasa. “Triwulan pertama, kegiatan fisik dinsos belum dimulai,” tuturnya.

Adapun kegiatan yang ada di dinsos diantaranya, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan sosial akreditas lembaga kesejahteraan sosial, penyuluhan sosial, bimbingan terhadap organisasi sosial, bantuan penangulangaan orang terlantar, pelayanan kesejahteraan lanjut usia, pelayanan sosial penyandang disabilitas, program bantuan pangan non tunai dan lainnya.

“Banyak kegiatan fisik yang dinanti. Untuk itu kita minta dinsos harus komitmen,” tambahnya.

Untuk dinas pendidikan dan dinas kesehatan yang juga memiliki kegiatan fisik, sampai saat ini belum melaporkan serapan anggarannya “Dinkes sudah dua kali kita panggil. Kalau disdik rencananya laporan realisasi akan disampaikan  Rabu ini, (18/5),” tutur politisi Hanura itu.

Anggota Banggar DRRD Batam, Aman mengaku belum semua OPD yang melaporkan serapan anggaran triwulan pertama. Namun dari data yang masuk belum satupun yang mencapai target. “Saya lihat di LPSE, kegiatan fisik masih berputar pada konsultan perencanaan. Padahal idealnya 20 persen dari anggaran sudah terserap di tirwulan pertama ini,” sebutnya.

Ia menilai, keterlambatan pembahasan APBD 2017 kemarin menjadi salah satu penyebab minimnya serapan anggaran fisik ini. APBD disahkan Januari dan baru dievaluasi Gubernur satu bulan setelahnya. Dikembalikan lagi ke banggar. Sehingga Maret baru bisa digunakan. Program fisikpun belum bisa jalan mengingat harus dilakukan konsultasi perencanaan dan proses lelang.

“Satu bulan lelang, akhirnya Mei program fisik baru bisa dimulai,” kata Aman.

Ditambahkan dia, hal ini sebenarnya bisa diantisipasi jika proses penyusunan RKA oleh pemko lebih cepat.

“Kita tak menyalahkan pemko atau DPRD, karena keterlambatan ini karena belum padu serasinya persepsi pemko melalui musrembang dan DPRD dengan reses. Sehingga kalau ini bisa lebih cepat, pembahasan cepat dan program fisik bisa kita gesa lebih cepat juga. November ketok APBD, Januari sudah mulai running semua kegiatan fisik,” kata Aman.

Ia berharap keterlambatan pengesahan APBD tahun lalu bisa menjadi pelajaran Pemko dan DPRD dalam menyamakan persepsi. Sehingga tidak mengangu serapan anggaran fisik. “Harus kita mulai dari sekarang. Kepada OPD pun kita minta untuk menggesa serapan anggarannya,” jelas Aman. (rng)

Walikota Batam Pastikan Pelebaran Jalan Tidak Ada Kendala

0
 Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelebaran jalan yang tengah dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam berdampak pada sebagian bangunan baik milik pemerintah maupun swasta.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan untuk proses pelebaran tahap dua ini, memang ada beberapa bangunan yang berdiri diatas daerah yang terkena pelebaran, seperti papan iklan yang berada di tepi jalan, vidiotron, halte, kios liar hingga kantor kelurahan Kampung Seraya, Batuampar.

“Untuk kios sebagian sudah mulai mereka bongkar sendiri, sedangkan halte dan lainnya bertahap,” kata Rudi, (15/5) saat meninjau pembangunan jalan layang di Simpangjam.

Mantan Wakil Walikota Batam ini juga memastikan pelebaran lima titik jalan berlangsung dengan baik. Kelima jalan yang akan dilebarkan diantaranya jalan simpang planer hoter- simpang the hill hotel, simpang baloi center- simpang apartemen harmoni, jalan underpass- simpang telkom pelita- simpang irinco, simpang jam- simpang BNI/ Rosdale, dan simpang BNI- frengky.

“Sejauh ini tidak ada masalah, Pak Yumasnur juga telah melakukan sosialisasi kepada mereka yang terdampak pelebaran. Inikan untuk kita semua jadi saya mohon dukungannya lah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menambahkan pihaknya tengah mendata aset milik pemerintah yang terdampak pelebaran, selanjutnya akan dilaporkan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri.

Akibat pelebaran ini terjadi otomatis terjadi pengurangan nilai aset, dan itu harus terdata. “Nanti kita akan bentuk tim khusus untuk pendataan ini,” sebut mantan Kepala Disperindag Kota Batam ini.

Amsakar mengungkapkan memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Rudi- Amsakar, pihaknya masih memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan.

“Bertahap kami benahi, kalau Batam punya infrastruktur yang bagus, pasti akan berdampak kepada kunjungan wisatawan, dimana mereka merasa nyaman berjalan di Batam. Tidak tertutup kemungkinan tahun depan kami mulai membenahi sektor pariwisata,” terang pria yang akrab disapa Am ini. (cr17)

Ujian Sekolah Berbasis Nasional Tingkat SD Berjalan Lancar

0

batampos.co.id– Pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) hari pertama di SDN 001 dan SDN 002, Batamkota berjalan lancar, Senin (15/5).

Ketua Panitia USBN SDN 002 Batam, RD Sudihartawanto mengatakan USBN tahun ini diikuti oleh 113 peserta dengan menggunakan enam ruang kelas. “Sebanyak 106 dari sekolah kami dan 7 siswa dari SDS Veritas,” kata Sudi.

Mengenai pelaksanaan ujian berlangsung lancar tanpa kendala. “Ada 50 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan siswa. Ujiannya baru saja selesai dan lancar,” ujarnya.

Ketua Panitia USBN SDN 001, Safnizal mengatakan telah menyiapkan para siswanya jauh-jauh hari sebelum pelaksaan ujian. Bahkan, selesai ujian panitia juga melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap kelengkapan data siswa.

“Kami ingin menghindari agar tidak ada data siswa yang lupa diisi atau keliru,” kata Safnizal.

Pelaksanaannya sendiri menggunakan 8 ruang kelas dengan total 156 peserta ujian dengan rincian 79 siswi dan 77 siswa. “Juga ada dua peserta dari homeschooling dari STIPAK Batam,” sebutnya.

Murid SD 010 Batam Kota sedang mengerjakan mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Ujian Sekolah Berbasis Nasional, Senin (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sebelumnya, kata Safni para siswa dibekali terlebih dahulu dengan try out dan penambahan jam pelajaran. “Kami adakan penambahan jam pelajaran di hari senin hingga rabu. Lalu, untuk mendorong nilai siswa yang kurang bagus, kami tambahkan pelajaran lagi di hari kamis,” ungkapnya.

Mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kepala SDN 001 Batam, Yendri Sarman mengatakan tidak ada penambahan rombel. “Kita tetap mengikuti rombel terdahulu yakni 24 rombongan belajar,” kata Yendri.

SDN 001 Batam sendiri memiliki total 943 siswa dengan 13 ruangan kelas. “Untuk proses belajar mengajar, karena kurangnya ruang kelas, sementara kami adakan dua shift,” ujarnya. (cr18)

Dua Pria Mengaku Terpaksa nJambret sebab Tak Kerja Lagi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya, membuat  Yusuf, 38 nekat menjambret bersama dengan temannya, Hari Arya, 28. Dari pengakuannya kepada polisi, Yusuf telah melakukan aksinya sebanyak puluhan kali.

“Saya begini tidak mempunyai kerja lagi. Sebelumnya saya kerja di PT sebagai operator forklift. Selama ini sudah main sebanyak 25 kali,” ujar Yusuf saat ditemui di Mapolresta Barelang, Senin (15/5).

Dijelaskan Yusuf, dari puluhan aksinya itu, hapir sebagaian besar aksinya dilakukan di kawasan Nagoya. Untuk sasaran dalam melancarkan aksinya itu, ia dan temannya menyasar pengendara wanita maupun laki-laki yang sedang lengah. Yusuf pun bertugas sebagai eksekutor.

“Saya saat tidak punya uang baru main. Biasanya dapat ponsel langsung saya jual ke konter,” ucapnya.

Diakui Yusuf, hasil penjualan ponsel itu dibagi dua dengan rekannya. Selama aksi jambretnya yang telah berlangsung selama 8 bulan, ia paling besar mendapatkan uang Rp. 1 juta dan paling kecil mendapatkan Rp. 400 dari hasil penjualan ponsel hasil jambret tersebut.

“Istri selama ini tidak tahu saya jambret. Dia tahunya selama ini saya kerja di pasar ikan,” katanya.

Aksi penjambretan Yusuf pun akhirnya berakhir, Kamis (2/5) lalu. Ia ditangkap oleh warga di depan Laundry Extra Qilo Komplek Windsor Phase. Akibat penangkapan itu, kepala Yusuf mengalami robek dan harus menerima 15 jahitan akibat hantaman dari benda tumpul.

“Kemarin itu, saya sama istri. Karena tidak ada uang lagi, saya mau main dan istri sama anak saya ditinggal di Simpang Rujak. Dia nunggu disana dari jam 7 sampai jam 12 malam,” katanya.

Istri Yusuf pun kemudian dijemput oleh sanak saudaranya dan memberi tahukan bahwa Yusuf telah ditangkap warga dan dikeroyok massa karena menjambret.

Diakuinya, malam itu ia terpaksa menjambret karena ia sangat membutuhkan uang dan berusaha meminjam uang kepada temannya pada malam itu. Namun, usahanya untuk meminjam uang tidak membuahkan hasil.

“Istri saya sudah pulang ke Siantar. Dia tahu saya ditangkap polisi. Semenjak tertangkap dia belum melihat saya. Saya tahunya dia pulang, saat dia meniitipkan baju saya sama polisi,” imbuhnya menahan tangis.

Sementara itu, Kapolresta Barelang AKBP Hengki mengatakan, minimnya lapangan pekerjaan di Kota Batam menjadi salah satu faktor terjadinya kejahatan jalanan. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah daerah harus bahu membahu untuk mengatasi masalah ini.

“Terkait dengan masalah kejahatan jalanan, merupakan tugas bersama pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini. Sementara untuk pelaku usaha saya himbau untuk memasang CCTv agar dapat membantu kita apabila terjadinya tindak pidana,” katanya. (cr1)

Mayat Laki-laki Ditemukan Mengapung di Laut

0
Anggota polisi dan warga mengevakuasi mayat Mr X dari laut Tiangwangkang, Sagulung, Senin (15/5). Mr X ditemukan dengan kondisi membusuk lalu mengapung yang ditemukan oleh warga Tiangwangkang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sesosok mayat berjenis laki-laki ini ditemukan warga mengapung di perairan laut dekat kampung Tiangwangkang dan Pulau Panjang oleh nelayan setempat, Senin (15/5) sekitar pukul 10.30 WIB.

Silas, 47, saksi mata, mengatakan penemuan berawal saat ia mengantar salah seorang warga menuju Pulau Panjang menggunakan pompong. Namun, tak berapa lama atau sekitar 20  mil dari bibir pantai (kampung Tiangwangkang, Barelang) ia melihat benda mengapung. Setelah didekati, ternyata benda itu sesosok mayat dalam posisi telentang.

“Saya kaget. Saya kira patung, tetapi setelah ditengok lebih dekat ternyata mayat,” ujar Silas.

Meski dalam kondisi panik, Silas mengikat tali ketubuh mayat tersebut dan membawanya ke tepi. Sampai ditepi, ia langsung berteriak memanggil warga.

“Saya takut mayat itu terbawa arus makanya saya ikat,” katanya.

Sementara saat mayat ditemukan, mulutnya terikat tali tas warna hitam dan memakai jaket warna hitam serta  BH yang terlilit di dadanya. “Bagian tubuhnya sudah memutih, wajahnya pun sudah sulit dikenali,” jelasnya.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto mengatakan mayat tersebut ditemukan tanpa identitas. Jasad korban pun sudah tak bisa lagi dikenali. “Kira-kira sudah tiga hari dalam laut,” ujar Hendrianto.

Untuk proses identifikasi dan menyelidiki penyebab kematiannya, polisi langsung mengevakuasi jasad pria itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda. (cr19)

Polisi Sisir Kawasan Marina, Ringkus Empat Begal

0
Anggota Reskrim Polresta Barelang mengawal empat pelaku begal yang berhasil ditangkap saat ekpos di Mapolresta Barelang, Senin (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Empat begal dikawasan Jalan Marina sebelum Bapelkes, Batuaji, Selasa (9/5) lalu dibekuk jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang. Mereka adalah Jery, 19 dan Steven Hansen sitompul, 19, serta dua rekan mereka yang masih dibawah umur berinisial Mr, 17 dan As, 17.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki mengatakan, penangkapan keempat orang tersangka ini bermula dari aksi begal yang mereka lakukan terhadap korbannya, Dedi Irawan yang melintas di jalan raya Marina sebelum Bapelkes dengan menggunakan sepeda motor.

“Pelaku kemudian datang dari arah belakang dengan menggunakan sepeda motor berboncengan langsung memepet korban dan memberhentikan korban,” kata Hengki, Senin (15/5) siang.

Setelah korban berhenti, kemudian dua dari empat orang pelaku langsung turun dan memukul korbannya hingga babak belur. Melihat korban yang sudah tidak berdaya lagi, pelaku pun langsung membawa lari sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban.

“Atas kejadian itu, korban kemudian mendatangi Polsek Batuaji untuk membuat laporan,” katanya.

Menerima laporan dari korban, kemudian jajaran Polsek Batuaji melakukan koordinasi dengan jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang dan selanjutnya dilakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan itu, diketahui bahwa akan terjadi transaksi sepeda motor di Simpang DAM yang diduga didapatkan dari hasil begal.

“Ternyata sampai disimpang DAM, mereka mau transaksi saat itu dan kami amankan dua pelaku. Dari penangkapan itu, kemudian diamankan lagi dua pelaku lainnya di Kaveling Flamboyan,” tuturnya.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban, sepeda motor Force One milik pelaku dan sepeda motor Vega R milik pelaku.

“Mereka kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman selam sembilan tahun penjara,” imbuhnya.

Sementar itu, dari pengakuan Mr atau otak pelaku, sepeda motor hasil begal itu rencananya akan digunakannya untuk ditukarkan dengan sabu paket Rp. 500. Diakuinya, ia merupakan seorang pecandu narkotika jenis sabu sejak dua bulan terakhir.

“Saya tidak kerja. Sudah dua bulan makai sabu. Saya tidak ada mengajak mereka, cuma mereka aja yang mau ikut malam itu,” akunya. (cr1)

Hongkong akan Bangun Resort di Anambas

0

 

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berdiskusi dengan investor asing asal Hongkong di sela-sela kunjungannya di Pulau Jemaja Kabupaten Anambas, Sabtu (13/5).

Ditemani Asisten I dan II Pemerintah Provinsi Kepri Raja Ariza dan Syamsul Bahrum serta Bupati Anambas Abdul Harris, Gubernur bersama Investor bernama Frangky Wu yang bernaung dalam Jingsen Design (JSD Group) Sino Indonesia Invesment Group membahas tentang interkoneksi komunikasi di Anambas dan rencana membangun resort di pulau Mingga.

Secara garis besar Gubernur Nurdin sangat menyambut baik ide yang dipaparkan investor Hongkong tersebut melalui penerjemahnya dan akan berusaha membantu dan memberi kemudahan terkait regulasi yang akan di hadapi selama menjalankan pembangunan tersebut.

Apalagi kata Nurdin jaringan komunikasi sangat penting saat ini dan sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah terdepan Kepri.

“Para wisatawan yang datang selain menginginkan kentenangan dan kenyamanan tentu juga mengharapkan lancarnya jaringan komunikasi yang ada ada ditempat mereka berlibur,” ujar Nurdin terkait rencana membangun jaringan IPTV di Anambas.

Kemudian rencana membangun resort di pulau Mingga oleh investor Hongkong tersebut, Gubernur setuju apalagi marketnya adalah wisata alam.

“Jangan terlalu banyak membangun gedung-gedung bertingkat, kita punya aset yang baik terkait alam jadi disitulah kita bangun sarana dan prasarana yang ada yang kemudian dapat dinikmati masyarakat setempat maupun wisatawan juga bisa jadi pemasukan didaerah,” sambung Nurdin.

Untuk itu lanjut Nurdin perlu dibahas lebih lanjut lagi terkait regulasi agar tidak menyalahi aturan dan pihak pemerintah daerah siap membantu jika ada kendala dikemudian hari. (bni)

Polisi Tangkap Dua Pemeras Apotik

0
Kanit Jatanras Reskrim Polresta Barelang Iptu Afuza Admond mengintrogasi dua pelaku pemerasan yang behasil diamankan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Senin (15/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua orang laki-laki yang mengaku sebagai peetugas BNN dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) diamankan jajaran Polresta Barelang. Mereka ditangkap karena memeras pemilik Apotik Kalista, Kamis (4/5) lalu.

Mereka adalah Endra Heryanto, 37 dan Darmawan, 44. Keduanya ditangkap di Perumahan Marina Park, Nagoya, Sabtu (13/5) lalu.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki menyatakan, dalam aksi pemerasan terhadap korban, kedua oknum ini mengaku sebagai aparat dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM). Untuk dapat memeras korban, kedua pelaku menuduh korban mengedarkan barang-barang terlarang.

“Mereka mengaku sebagai aparat dari BNN dan Balai POM dengan modal sebuah lencana,” ujar Hengki, Senin (15/5) siang.

Kepada pemilik apotik, kedua oknum petugas bodong ini mengancam akan menangkap korban karena mengedarkan obat terlarang. Agar kasus ini tidak dilanjutkan, kedua oknum ini pun meminta uang tebusan sebesar Rp. 3 juta. Korban yang merasa diperas oleh kedua pelaku itu, langsung melaporkannya ke Mapolresta Barelang.

“Setelah mendapatkan laporan dari korbannya, kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa kedua pelaku sering berada di kawasan Marina Park. Keduanya kita amankan pada hari Sabtu,” katanya.

Setelah diamankan, kedua oknum ini dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan. Dari pengakuannya, mereka telah beraksi di tiga tempat yang berbeda, yakni di Apotik Kalista, Toko Obat Hotel Bali dan Pasar Pujabahari. Sementara, yang datang untuk membuat laporan ke polisi hanya pemilik Apotik Kalista.

“Dari mereka, kami amankan lencana BNN (Badan Narkotika Nasional), lencana KPK (Komunitas Pemberantasan Korupsi), satu unit mobil Avanza, kartu anggota Pers Sorot dan dua buah senjata jenis air soft gun,” tuturnya.

Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Afuza Edmond menyatakan, dalam melancarkan aksinya kedua pelaku ini bersama-sama dengan salah satu rekannya yang telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Barelang.

“Iya, satu lagi rekan mereka masih DPO,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Endra mengatakan bahwa salah satu rekannya yang masih DPO adalah Ferry. Dalam aksinya, Ferry bertugas untuk mengecek penjualan pil Dextro di apotik maupun toko-toko oabt tersebut. Setelah diketahui apotik itu menjual obat-obatan terlarang, kemudian Endra dan Darmawan mendatangi apotik itu.

“Setelah itu baru kami datang bertiga dan meminta uangnya agar masalahnya bisa langsung diselesaikan,” akunya.

Dalam melancarkan aksinya, mereka juga melengkapi diri mereka dengan lencana BNN dan KPK. Selain itu, untuk lebih meyakinkan lagi, mereka juga membawa dua unit pistol air soft gun. Adapun lencana itu mereka dapatkan dari kantor pusat mereka di Jakarta.

“Dari kantor kita di Jakarta atau di Tanggerang. KPK itu kepanjangannya Komunitas Pengawas Korupsi seperti LSM. Sementara senjata itu kami dapatkan dari beli online,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, kedua oknum bodong ini diancam dengan pasal 368 ayat (1) KUHP dan/atau pasal 368 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman selama sembilan tahun penjara. (cr1)

Sheila Majid Hipnotis Penonton Bajafash

0
Artis Malyasia Sheila Majid tampil memukau saat tampil menghibur penonton pada acara Batam Jazz Fashion (Bajafash) di Hotel Radison Batam, Minggu (14/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Kemeriahan malam puncak penyelenggaraan Batam Jazz and Fashion (Bajafash) ditutup dengan penampilan spektkuler artis internasional Sheila Majid.

Acara yang berlangsung sejak, Sabtu (13/5) ini dihadiri ratusan pecinta music jazz dari semua kalangan.

Penampilan kali ini Sheila tampil memukau dengan menggunakan busana anggun hitam dan putih membawakan lagu pertama judul warna. Riuh tepuk tangan mengiringi penampilan pertama Sheila.

“I’m so happy to be here, ini pertama kalinya saya tampil di Batam, and I’m so happy tonight,” kata Sheila Majid membuka percakapan.

Penonton dibawa larut dengan lagu kedua berjudul Dia. Penonton seakan terhipnotis untuk ikut bernyanyi bersama Sheila. Tidak sedikit juga penonton yang mengabadikan momen ketika penyanyi asal Malaysia ini bernyanyi.

Penampilan berikutnya Sheila membawakan lagu berjudul Cinta Jangan Kau Pergi yang membuat semua penonton bernyanyi yang terkenal pada awal tahun 2000-an ini menjadi lagu ketiga yang dibawakan Sheila.

Dengan diiringi piano Sheila melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu berjudul Ku Mohon, Legenda, Antara Anyer dan Jakarta, Aku Cinta Padamu, dan ditutup dengan lagu Sinaran.

Tidak hanya Sheila beberapa artis pendukung seperti Soukma, Lightcraft, Asian  Rynthom Harmony sebelumnya juga sukses membius ratusan penonton yang telah hadir sejak sore hari.  (cr17)