Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13522

Suhardi Luka Parah Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

0
Suhardi sedang mendapat penanganan medis. Foto: Aulia/batampos.

batampos.co.id – Suhardi, salah seorang tukang bangunan kritis setelah tersengat arus listrik tegangan tinggi di salah satu rumah warga desa Tarempa Barat Senin (20/3) sekitar pukul 10.15 WIB. Kondisinya, seluruh anggota tubuhnya terlihat gosong mulai dari kepala hingga kaki.

Kaki kiri Suhardi tampak dagingnya lantaran kulitnya sudah terkelupas terbakar arus listrik. Suhardi atau sering disebut Adi, sempat dirawat di puskesmas Tarempa namun tidak lama. Karena peralatan medis belum memadai, maka Adi dibawa ke Rumah Sakit Lapangan kecamatan Palmatak untuk mendapatkan perawatan lebih intensive.

Rian salah satu saksi mata, yang juga kawan korban menjelaskan, ia bersama tiga kawannya ada pekerjaan di rumah Kemeng warga desa Tarempa Barat mengerjakan finishing bangunan yakni plaster dinding dan mengaci di lantai dua rumah Kemeng.

Karena mereka berempat, kata Rian, maka mereka dibagi tugas, dua mengerjakan bagian bawah. Rian dan Adi mengerjakan bagian atas. Sebelum kejadian Adi sedang menghaluskan tepian dak dengan semen (Aci).

Karena posisi lantai dua tersebut dekat dengan kabel tegangan tinggi, Rian mengingatkan Adi agar berhati-hati karena posisi kabel tidak jauh darinya. Pasalnya jika dirinya berdiri dipastikan akan tersangkut dengan kabel itu.

“Saya sudah ingatkan terus agar dia hati-hati, karena kabelnya rendah,” ungkap Rian kepada wartawan di puskesmas Tarempa kemarin.

Setelah mengingatkan Adi, Rian kembali melanjutkan pekerjaannya. Tidak lama setelah Rian mengingatkan, ia melihat dan mendengar percikan api. Setelah dilihat ternyata Suhardi sudah terjatuh ke lantai dengan kondisi yang sudah gosong.

“Tubuhnya gosong, bagian kepala belakangnya juga bengkak, tapi mungkin itu akibat jatuh setelah tersengat listrik kemudian membentur lantai,” ungkapnya lagi.

Melihat kondisi kawannya, Rian langsung meminta tolong kepada dua kawannya yang bekerja dibagian bawah untuk membawa Suhardi ke puskesmas Tarempa. Karena korban memerlukan perawatan yang lebih baik, korban lalu dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan laut. (sya)

Dirut BUMD Ditetapkan Sebagai Tersangka

0
Asep Nana Suryana. Foto: Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Dirktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri. Sebab Asep terbukti ikut menikmati aliran dana dari praktik pungutan liar (pungli) penyewaan lapak dan kios di Pasar Bintan Center.

Informasi di lapangan, sebelum Asep ditetapkan sebagai tersangka. Tim Saber Pungli Polda Kepri berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap, Selamat, karyawan BUMD yang bertugas menarik setoran penyewaan lapak dan kios. Selamat diamankan beberpa personil kepolisian ketika sedang bertransaksi dengan salah satu pedagang di Pasar Bintan Center, Batu 9.
Setelah penangkapan tersebut, Tim Saber Pungli melakukan pemeriksaan terhadap Dirut BUMD. Kemudian juga memeriksa anaknya Dirut BUMD, Sangaji. Sebab Sangaji bekerjasama dengan tersangka OTT dalam mengeluarkan Surat Penyewaan (SP) seluruh lapak dan kios yang dikelola BUMD. Kemudian Sekda Pemko Tanjungpinang, Riono yang juga menjabat sebagai dewan direksi BUMD ikut diperiksa untuk memberikan kesaksian.
Dewan Direksi BUMD, Riono membenarkan jika Asep Nana Suryana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri. Meskipun demikian, dirinya belum bisa memastikan jika Asep bersalah dalam kasus praktik pungli dalam penyewaan lapak dan kios yang dikelola perusahaan daerah (perusda) ini.
“Kami yakin Asep tidak bersalah. Maka kami atas nama Pemko Tanjungpinang dan Dewan Direksi BUMD memegang teguh azas praduga tidak bersalah dalam penetapan Asep sebagai tersangka,” ujar Riono ketika dikonfirmasi, Senin (20/3).
Disindir Pemko Tanjungpinang selaku pemegang saham utama akan memberikan bantuan hukum, Riono mengaku pemerintah tidak akan memberikan bantuan hukum apapun kepada Asep. Sebab BUMD itu berbentuk badan perusahaan sehingga Pemko Tanjungpinang tidak memiliki hak untuk menyediakan atau memberikan bantuan hukum.
Kemudian, kata Riono, BUMD juga telah memiliki pengacara sendiri. Maka untuk menangani berbagai masalah yang dialami  internal perusda tersebut akan ditangani sepenuhnya oleh pengacaranya.
“Pemko tidak berhak memberikan bantuan hukum kepada perusahaan. Maka yang membantu Asep dalam menyelesaikan masalahnya yaitu pengacara yang dipekerjakan oleh perusdanya sendiri,” jelasnya.
Ditanya sosok yang dipercayai untuk menggantikan kursi Dirut BUMD, Riono menjelaskan pihaknya tidak ingin gegabah dalam memutuskan sosok penggantinya. Sebab dalam kasus ini belum ada kepastian hukum yang tetap atau inkrah.
Kendati demikian, sambung Riono, dewan direksi dan Pemko Tanjungpinang akan menggelar rapat dalam waktu dekat ini. Tujuannya untuk memilih sosok pengganti untuk sementara waktu dalam memipin BUMD sambil menunggu proses hukum Asep.
“Sosok yang menggantikan posisi dirut semntara berasal dari internal. Kemungkinan besar dari kalangan Direktur Pembantu yaitu Zondervan,” ungkapnya. (ary)

Kurir Narkoba Dituntut Hukuman Mati

0
Terdakwa kasus sabu dan ekstasi seberat 96 kg, Edo (kiri) dan idris menangis saat dituntut hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (20/3). f.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tangis haru keluarga Idrizal Efendi, 26, dan Edo Rinaldi, 24, pecah di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kedua terdakwa yang merupakan kurir narkoba seberat 96 kilogram yang terdiri dari sabu dan ekstasi, agar dihukum mati.

Ruang sidang II PN Tanjungpinang, Senin (20/3) sore, ramai dipadati pengunjung. Sore itu, pengunjung yang terdiri dari keluarga kedua terdakwa, sejumlah wartawan yang biasa meliput, pegawai PN sendiri dan juga istri Jaksa. Yang mana kehadiran mereka untuk mendengarkan tuntutan JPU dari Kejari Tanjungpinang terhadap kurir narkoba sindikat internasional tersebut.
Suasana hening terlihat ketika JPU membacakan tuntutannya. Majelis hakim, yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo, didampingi dua hakim anggota yakni Acep Sopian Sauri dan Santonius Tambunan, kedua terdakwa dan seluruh pengunjung sidang pun dengan seksama mendengarkan halaman demi halaman uraian dalam tuntutan yang dibacakan JPU Haryo Nugoroho dan RD Akmal secara bergantian.
Namun, di dalam ruang sidang itu terdapat beberapa mata yang bulir air matanya mulai turun membasahi pipi ketika JPU meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara dua orang kurir sabu yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) di Tanjungpinang, (4/8) tahun 2016, di Jalan Gatot Subroto, kilometer lima, agar dihukum mati.
Tangis Wanita yang mengenakan baju warna merah dengan kerudung berwarna hitam yang merupakan keluarga dari salah satu terdakwa itu pun semakin histeris, saat dirinya keluar dari ruang sidang dengan memeluk salah seorang anggota keluarganya usai JPU membacakan tuntutannya. Ia terus menangis dan memeluk anggota keluarganya itu hingga kebagian belakang PN Tanjungpinang.
Dalam tuntutannya, JPU menyatakan kedua kurir tersebut terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan pertama  melanggar Pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.
”Untuk itu kami meminta kepada majelis hakim agar kedua terdakwa dihukum mati. Karena, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan Satu,”ujar JPU.
Dikatakan JPU,sebelum menjatuhkan tuntutan. Pihaknya juga mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan diantaranya kedua terdakwa tidak mengungkap siapa jaringan mereka, selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan dan tidak mengakui perbuatannya yang tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. ”Untuk hal yang meringankan tidak ada sama sekali,”kata JPU.
Sedangkan untuk barang bukti berupa sabu seberat 96 kilogram, sambung JPU, dirampas untuk di musnahkan. Sementara dau unit mobil Daihatsu Feroza BP 1463 JL dan Suzuki Escudo BP 1649 NM dirampas untuk negara.
”Penyelundupan narkoba yang dilakukan terdakwa merupakan kegiatan yang ketiga kalinya. Yang mana sebelum ditangkap BNN,  sekitar bulan Mei dan Juli di tahun 2016 telah berhasil menyelundupkan sabu melalui Tanjungpinang untuk dikirim ke Pontianak dan Makassar,”ucap JPU.
Menanggapi tuntutan yang dibacakan JPU, terdakwa melalui Penasehat Hukum (PH) nya, Syafaad, akan mengajukan Pledoi (Pembelaan) dan meminta waktu untuk menyusun pembelaan yang akan dibacakan pada sidang selanjutnya.”Kami akan mengajukan banding. Karena tuntutan JPU itu hukuman maksimal,”ujar Syafaad.
Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan Penasehat hukum terdakwa. Majelis hakim pun menunda sidang selama tujuh hari untuk mendengarkan pledoi kedua terdakwa yang dilanjutkan dengan tanggapan JPU (replik) dan tanggapan PH terdakwa (Duplik) atas Replik JPU. (osias)

165 Kg Sabu Berasal dari Malaysia Lewat Bintan 

0
Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian didampingi Bupati Bintan Apri Sujadi dan Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto memperlihatkan barang bukti sabu dan dua tersangka di Mapolres Bintan, Senin (20/3), F.Choky/ Batam Pos

batampos.co.id – Bintan, menjadi salah satu akses pintu masuk narkoba jenis sabu dan ekstasi. Hal ini terungkap dari hasil pengembangan yang dilakukan tim Satresnarkoba Polres Bintan, terhadap kedua pelaku, yakni Su’iri, 40, dan Achyadi, 32, yang berhasil diamankan, dengan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 16,5 kg dan 1.005 butir ekstasi, di Pelataran parkir Hotel Comfort, Jumat (17/3) lalu.

Pelaku sudah tiga kali melakukan aksi yang sama, dengan membawa barang narkoba tersebut melalui akses pintu masuk dari Kabupaten Bintan.
“Berdasarkan pengakuan yang kami dapatkan. Sebelumnya pelaku juga sudah dua kali melancarkan aksinya membawa barang yang sama (Sabu, red) dari Malaysia, melalui pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan,” jelas Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, dalam ekspose yang digelar di Polsek Gunung Kijang, Bintan, Senin (20/3).
Sam menjelaskan sebelum dilakukannya penangkapan, kedua pelaku ini memang sudah diintai oleh tim Satresnarkoba Polres Bintan. Pengintaian ini, tentunya berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat, dimana dicurigai kedua pelaku ini membawa narkoba jenis sabu yang disimpan didalam mobil.
“Sejak Selasa (Kemarin, red) tim sudah mengawasi gerak-gerik pelaku yang mencurigakan dari Pelabuhan Berakit. Tapi tim belum bisa memastikan apakah barang haram tersebut memang betul ada di dalam mobil atau tidak,” sebutnya.
Ia menuturkan pengawasan pun terus berlanjut, hingga kedua pelaku sempat menginap di dua   hotel yang berbeda, yakni di hotel  Halim yang berada di kilometer 6, dan hotel Comfort di kilometer 10 Tanjungpinang.
“Pelaku pun akhirnya berhasil diamankan pada saat keluar dari hotel Comfort sekitar pukul 17.00 WIB. Dan dari hasil penggeledahan di bagasi mobil didapat dua koper hitam berisikan sabu sebanyak 16,5 Kg dan dua paket pil ekstasi berjumlah 1.005 butir,” terangnya.
Lanjutnya barang tersebut pun rencananya akan dibawa oleh kedua pelaku ke Jakarta melalui Pelabuhan TanjungPriok, dan dilanjutkan lagi ke Kota Sampit Provinsi Kalimantan Tengah, untuk diedarkan.
“Muaranya ke Kota Sampit. Dan barang ini sudah ditunggu oleh seseorang yang berinisial K yang saat ini masih menjadi DPO,” sebutnya.
Dia menambahkan dua pelaku yang merupakan kurir ini juga diberikan imbalan masing-masing sebesar Rp 10 juta, apabila berhasil menghantar barang haram tersebut sampai ke tempat tujuan.
“Akibat dari perbuatannya kedua pelaku ini akan dikenakan pasal 114 ayat 112 ayat 2 132 ayat 2 dengan ancaman pidana masing-masing minimal 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” tutupnya. (cr20)

Norwegia Negara paling Bahagia

0
Seorang lelaki berjalan dengan seorang anak di Bergen, Norwegia. (Stoyan Nenov/Reuters File Photo)

batampos.co.id – Norwegia menjadi negara dengan pendudu paling bahagia di dunia.

World Happiness Report merilis survey terbaru mereka. Badan yang merupakan bagian dari PBB itu menetapkan Norwegia sebagai negara paling happy di dunia. Posisinya mengalahkan Denmark yang tahun lalu menempati posisi terdepan.

Selain itu, posisi lima besar ditempati Islandia, Swiss, dan Finlandia. Posisi atas masih diisi negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Timur dengan Amerika dan Inggris di posisi 14 dan 19. Sementara, di posisi bawah, yang artinya negara paling tidak bahagia, dipenuhi negara-negara dari Afrika dengan Republik Afrika Tengah di posisi terbuncit.

Dari daftar itu, posisi 10 besar negara bahagia diisi oleh

  1. Norwegia,
  2. Denmark,
  3. Islandia,
  4. Swiss,
  5. Finlandia,
  6. Belanda,
  7. Kanada,
  8. Selandia Baru,
  9. Australia,
  10. Swedia.

 

Sementara, 10 negara paling tidak bahagia adalah

  1. Yamen,
  2. Sudan Selatan,
  3. Liberia,
  4. Guini,
  5. Togo,
  6. Rwanda,
  7. Syria,
  8. Tanzania,
  9. Burundi,
  10. Republik Afrika Tengah.

Cara mendapatkan angka tersebut berdasar survei sederhana kepada seribu subjek setiap tahun di 150 negara.

”Bayangkan tangga dengan anak tangga mulai 0 di bagian bawah dan 10 di bagian atas,” kata pernyataan dalam survei itu.

”Anak tangga paling tinggi mewakili kehidupan terbaik buat Anda dan anak tangga terbawah adalah kehidupan terburuk buat Anda. Secara personal, dimanakan Anda berdiri saat ini?” sambung survei itu.

Angka skor survei berkisar dari 7,54 untuk Norwegia dan 2,69 untuk Republik Afrika Tengah.

Survei itu juga berusaha menganalisa mengapa satu negara lebih bahagia dari negara lain. Jadi, ada perhitungan juga untuk pendapatan per kapita, dukungan sosial, harapan hidup, kebebasan, kemurahan, dan pemahaman atas korupsi.

Tahun ini, perhitungan juga mencakup kebahagian Amerika. Perhitungan itu demi mengetahui mengapa level kebahagiaan di AS jatuh meski perekonomian membaik.

”Krisis Amerika adalah krisis sosial, bukan krisis perekonomian,” ujar Jeffrey Sachs, direktur Sustainable Development Solutions Network, yang mempublikasikan hasil survei itu.

Ditambahkan Sachs, kebijakan Presiden Donald Trump sepertinya ikut andil dalam turunnya level kebahagiaan masyarakat AS. (Reuters/BBC/tia)

Jojo dan Zoro Menghibur di Tepi Lapangan

0
Zoro dan Jojo, dua maskot Persebaya yang lahir sejak 2016 lalu. (Chandra Satwika/Jawa Pos/JawaPos.com)

batampos.co.id – Perkenalkan  Jojo dan Zoro.

Keduanya ialah figur maskot yang siap menemani perjalanan Green Force -julukan Persebaya. Kehadirannya membuat pertandingan Persebaya semakin menarik dan menghibur.

Jojo adalah bentuk visual dari sosok buaya berwarna hijau. Jersey yang dikenakan juga berwarna hijau dengan celana putih. Jojo menutupi kepala plontosnya dengan topi warna hitam. Sementara, Zoro adalah representasi dari ikan hiu. Berbeda dengan Jojo, sosok Zoro dibalut jersey hitam kombinasi putih.

“Jojo artinya bajul ijo. Sedangkan Zoro berarti suro. Kami memberi nama Jojo dan Zoro agar lebih familiar dan lebih gampang diingat oleh anak-anak dan Bonek pada umumnya,” kata salah satu kreator figur ini, Bagus Wicak kepada JawaPos.com.

Berbicara karakter, keduanya sama-sama figur yang kocak. Aksi-aksi lucu mereka di awal atau jeda pertandingan, selalu mengundang tawa dari penonton yang hadir di stadion.

Menurut Bagus, Jojo dan Zoro muncul tidak di sembarang waktu. Ada tim khusus yang menyusun rundown aksi mereka.

“Kami bikin rundown, jamnya harus pas. Pada 15 menit sebelum babak pertama berakhir, kami masuk. Kedua pada 20 menit babak kedua berakhir. Di waktu ini kami keluar ke lapangan lagi sampai pertandingan selesai selesai,” jelas Bagus.

Meski sama-sama lahir tahun 2016, tapi Jojo lebih lebih tua empat bulan daripada Zoro. Jojo pertama kali muncul pada April 2016. Sedangkan figur Zoro lahir bulan Agustus di tahun yang sama.

“Zoro pertama kali muncul di Piala Pelajar U-16,” tutur pria yang akrab disapa Boms itu.

Salah satu yang menarik dari Jojo dan Zoro adalah nomor punggung di jersey yang mereka kenakan. Jojo memakai nomor 27.

Nomor ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Persebaya. Sementara Zoro memutuskan untuk menggunakan nomor 12.

“Awalnya kami mau menggunakan nomor 19 untuk Zoro. Tapi nomor 19 kan sudah dipensiunkan di Persebaya. Kami menghormati itu. Jadi kami menggunakan nomor 12 untuk Zoro. Apalagi 12 sangat identik dengan suporter,” jelas Bagus.

Sebagai salah satu kreator maskot ini, Bagus berharap karakter Jojo dan Zoro selalu menemani Persebaya dimanapun berada.

“Harapan kami adalah tetap ada di lapangan untuk mendukung Persebaya bertanding. Serta menghibur Bonek yang ada di stadion,” harapnya. (saf/JPG)

Nisan Penanda Peradaban

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebuah batu nisan akan diperkenalkan ke dunia melalui Unesco.

Pengenalan itu akan dilakukan dengan cara mendaftarkan batu nisan tersebut ke bagian dari lembaga PBB itu.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, pada dasarnya Gubernur Aceh sangat setuju bila batu nisan Aceh didaftarkan di Unesco yang masuk dalam lembaga PBB.

“Pertemuan hari ini untuk follow up apa yang sudah disampaikan kepada Gubernur Aceh pada 12 maret lalu. Supaya batu nisan Aceh didaftarkan ke Unesco. Kita sedang menyiapkan syaratnya,” ujar Mulyadi Nurdin, seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Selasa (21/3).

Menurutnya, batu nisan Aceh sudah saatnya didaftarkan ke Unesco, dan pemerintah Aceh terus menyiapkan langkah-langkah yang diambil.

“Seperti tari saman Aceh itu sudah kita daftarkan di PBB,” jelasnya.

Adapun, keuntungan yang diperoleh, terutama perawatan dan pemeliharaan lebih terjaga bahkan Nisan Aceh semakin dikenal di luar Aceh.

Dengan batu nisan itu akan menunjukan ada bukti kuat peradaban sebuah bangsa. Termasuk dengan batu nisan itu membuktikan Tanah Rencong ini pernah jaya dan jadi pusat peradaban abad 15 dan 16 masehi.

Sementara itu, Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Irma Yani Ibrahim menyampaikan, sangat mendukung apa yang telah direncanakan supaya batu nisan Aceh supaya didaftarkan ke Unesco.

“Semoga batu nisan jadi warisan dunia. Jangan batu nisan dijadikan tempat ikat leumo (ikat lembu) dan batu asah parang maupun pisau,” pintanya.

Dikatakan, batu nisan Aceh begitu unik dan indah dan kekayaan dari hasil orang- orang tua dan tokoh dulu. Sehingga, generasi bisa menyaksikan saat ini sebagai sebuah peradaban.

“Batu nisan kita banyak yang sudah diteliti oleh Inggris, Belanda dan negara lain. Ini sebagai budaya kita yang harus kita pertahankan. Bukankah kadar kejayaan masa lalu. Aceh menjadi panutan dari negara di nusantara,” jelasnya. (adi/rif/iil/JPG)

Pak Dosen Ngaku sebagai tuhan

0
Sabar Nababan, seorang dosen di Universitas Mataram mengaku jadi Tuhan di Agama Angkasa Nauli (SIRTU/LOMBOK POST/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sabar Nababan, dosen Fakultas Teknik, Universitas Mataram mengaku telah diangkat jadi tuhan.

Bahkan untuk membesarkan agama yang bernama Angkasa Nauli itu Sabar Nababan tengah menyiapkan kitab suci yang disebut dengan “Kebenaran”.

Tak ayal ulah pria kelahiran 13 Juli 1971 Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) ini mendapat beragam respons dari netizen, setelah dirinya mengenalkan agama itu di media sosial (medsos) Facebook. Mulai dari ada yang jengkel, mencaci maki, hingga menjadikannya bahan lelucon.

Saat ditemui Lombok Post (Jawa Pos Group), Sabar baru saja selesai mengajar mata kuliah Matematika Lanjut dan rangka listrik kepada mahasiswanya.

Sabar Nababan menuturkan, latar belakang pendirian agama Angkasa Nauli adalah karena dia merasa bisa bicara dengan para roh, termasuk roh tuhan.  Mulai dari roh Tuhan Jahowa, Tuhan Allah kristen, roh kudus, Nabi Muhammad, dewa-dewa hingga setan dan iblis.

Dia bisa bicara jarak jauh di dalam hati, sehingga dia tidak perlu komat kamit bicara dengan mereka. Menurutnya, banyak dogma dalam agama Kristen Protestan yang salah, sehingga dia mengusulkan hal itu melalui buku berjudul “Bicara dengan Tuhan, Nabi dan arwah” kemudian dikirim ke petinggi-petinggi gereja di seluruh Indonesia.

Tapi tidak ada yang menanggapi, akhirnya dipublikasikan ke facebook baru kemudian banyak yang menanggapi, dan menghujat dirinya. Terakhir pada hari Jumat tanggal 17 Maret lalu, Sabar berdebat dengan Pendeta HKBP Binsar Olan Nababan, pendeta itu memintanya tidak mengobok-obok dogma agama kristen.

Pria yang pernah menepuh pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) diminta keluar dari agama Kristen Protestan dan membuat agama sendiri. Sebab jika tetap melakukannya maka akan diancam dengan penistaan agama.

Alhasil pria yang batal lulus di S3 di Thailnad  merenungi hal itu dan mengaku berkonsultasi ke Tuhan Jahowa sekitar setengah jam. Hingga akhirnya dia mendapat ilham untuk mendirikan agama baru.

”Makanya langsung saya deklarasikan itu, hari itu,” katanya.

Sejak saat itu, dia merasa sudah bukan orang Kristen lagi, karena sudah punya agama baru, yakni Angkasa Nauli yang dogma-dogmanya sudah dipublikasikan di facebook.

Dia menjelaskan, nama Angkasa Nauli diambil dari campuran bahasa Indonesia dan batak, Angkasa artinya ruang angkasa tempat surga, sedangkan Nauli dari bahasa batak artinya yang bagus. Dengan itu, fondasi agama tersebut sangat jelas, sebab surga baginya ada di angkasa.

“Kita hidup di dunia ini paling hanya 100 tahun, tapi kita akan kekal di angkasa,” katanya.

Salah satu visi agama Angkasa Nauli menurutnya adalah menjadikan agama Nauli menjadi pengakses terbesar ke luar angkasa. Sementara salah satu misi Angkasa Nauli adalah menjadi agama pertama yang disukai Tuhan Jahowa diantara agama-agama serumpun di dunia.

Sebab dia bisa bicara langsung dengan Tuhan Jahowa seperti seorang nabi.

“Tapi saya bukan nabi, tapi sudah diangkat menjadi Tuhan,” katanya.

Sabar mengaku penawaran menjadi Tuhan itu diterima sejak tahuan 2012, saat itu ia diminta puasa juru selamat selama 31 hari. Tapi saat itu ia menolak, kemudian ditawarkan terus sehingga akhirnya ia menerima. Sejak saat itu, roh dalam tubuhnya ada di angkasa, tapi masih terhubung dengan roh di bumi.

”Saya bilang begini, kehendakmulah yang jadi,” katanya dalam logat khas batak. (*/SIRTUPILLAILI/iil/JPG)

Hanya MAN Batuaji yang Siap UNBK

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di tingkat madrasah belum mampu seluruhnya menggunakan komputer. Merujuk data yang diberikan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, tercatat hanya ada satu madrasah aliyah yang menerapkan UN Berbasis Komputer (UNBK).

“Iya, hanya MAN Batuaji Batam saja yang UNBK,” kata Kasi Kurikulum dari Kanwil Kemenag Kepri, Juremi pada Batam Pos, Senin (20/3).

Itu pun, sambung Juremi, pelaksanaan UNBK di MAN Batuaji masih belum optimal laiknya pelaksanaan di sekolah negeri pada umumnya. Kata dia, sebagai peserta ada yang harus menggunakan laptop pribadinya masing-masing. Hal ini lantaran belum semua perangkat koputer yang tersedia di sekolah layak digunakan.

Menurut Juremi hal itu bukan masalah. Pasalnya, pihaknya telah berunding dan berkonsultasi dengan Kemenag RI.

“Ini dibenarkan pusat kok karena alat-alatnya memang belum lengkap,” kata Juremi.

Mengenai pelaksanaannya, Juremi menuturkan, UNBK di MAN Batuaji akan dibagi dalam dua sesi yang akan diikuti lebih dari 200 peserta. Dengan begitu diharapkan pelaksanaan di masing-masing sesi bisa berlangsung optimal.

Sementara beberapa madrasah aliyah swasta, sambung Juremi, juga dirasa belum sanggup untuk menggelar pelaksaaan UNBK dengan sungguh-sungguh. Pasalnya juga berkenaan dengan kemampuan melengkapi sarana prasarana komputer dan jaringan sebagai syarat mutlak.

“Insya Allah tahun depan baru bisa bertambah,” kata Juremi.

Untuk itu sisa madrasah aliyah yang lain akan melaksanana UN berbasis kertas pensi (UNKP) yang akan dimulai serentak bersama dengan UNBK pada 10 April mendatang. (aya)

Jalasenastri Tanam Cabai bersama Siswa Hang Tuah

0
Ketua Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada Barat, Ny. Nelly Irawan bekerja sama dengan Satuan Didik (Satdik) Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang menanam pohon di Kompleks SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang, Kepri, Senin (20/3). FOTO: Dispen Koarmabar

batampos.co.id – Ketua Korcab IV Daerah Jalasenastri Armada Barat, Ny. Nelly Irawan menanam pohon bersama yang dilaksanakan di Kompleks SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (20/3).

Acara ini ditaja oleh Koordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) bekerja sama dengan Satuan Didik (Satdik) Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang melaksanakan kegiatan

Nelly terjun langsung bersama ibu-ibu Jalasenastri Korcab IV DJAB dan siswa-siswi dari SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang untuk melakukan penanaman pohon cabai, sawi dan tomat. Para istri prajurit TNI AL yang tergabung dalam Jalasenastri itu menanam cabai dan sayur mayur menggunakan teknik hidroponik.

Nelly Irawan mengatakan bahwa Korcab IV DJAB sangat mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Untuk mensukseskan program tersebut, Korjab IV DJAB beserta jajaran telah melaksanakan gerakan tanam bersama yang dilakukan secara serentak pada tanggal 10 Maret 2017 yang lalu.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dan komitmen Korcab IV DJAB dalam mensukseskan program ketahanan pangan nasional. Apabila beberapa waktu yang lalu Korcab IV DJAB menggandeng LPTP Balitbangtan Kepri dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Perikanan Kota Tanjungpinang, kali ini Korcab IV DJAB bekerja sama dengan Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang untuk melaksanakan program tersebut,” ujar Nelly Irawan.

Siswa-siswi dari SD dan SMP Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang tampak begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka turut serta menyiapkan media tanam sekaligus melakukan proses penanaman sayuran.

Pasca penanaman bibit cabai dan sayur-sayuran ini, kedepan sebagai proses pembelajaran diluar jam belajar mengajar siswa siswi juga akan diajak untuk terut serta dalam proses perawatan tanaman seperti penyiraman dan pemberian pupuk.(fri/jpnn)