Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13526

Batu Pertama Pembangunan Menara Masjid Al Istiqomah

0

batampos.co.id – Gubernur H Nurdin Basirun menyebutkan panggilan untuk mengajak umat meraih kemenangan harus semakin menggema di rantau ini. Suara azan, yang mengumandangkan undangan kepada umat untuk menunaikan sholat, harus masuk ke banyak penjuru.

“Adanya menara masjid, kita harap gemanya semakin jauh,” kata Nurdin usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Menara Masjid Al Istiqomah, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, Sabtu (18/3).

Peletakan batu pembangunan menara masjid ini juga dilakukan Sekdaprov HTS Arif Fadillah. Peletakan itu dilakukan usai melakukan Safari Subuh Gubernur Nurdin dan rombongan di Masjid Al Istiqomah.

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu mengingatkan masyarakat untuk memenuhi undangan meraih kemenangan yang selalu disampaikan pada kumandang adzan.

“Adzan itu undangan Allah kepada kita melalui muadzin. Hayya ‘alal falah. Mengajak menuju kemenangan, meraih kejayaan,” kata Nurdin.

Nurdin Basirun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada pengurus Masjid Al-Istiqomah yang mendirikan menara ini. Nurdin juga berharap menara yang dibangun nanti, mampu berdiri dengan kokoh dan megah.

“Menara ini akan menjadi ciri khas suatu masjid. Keberadaannya tentu akan menambah keindahan dan kemegahan masjid,” kata Nurdin.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, semoga dengan diletaknya batu pertama pembangunan menara ini, seluruh rencana, cepat terlaksana dan menara Masjid pun bisa dimulai secepatnya.

Pengurus Masjid Al-Istiqomah, A Rahman mengucapkan terimakasih pada Gubernur, dan rombongan yang telah berkesempatan hadir serta melakukan peletakan batu pertama menara Masjid Al-Istiqomah.

“Terimakasih pada Pak Gubernur, yang telah bersedia hadir serta ucapan terimakasih yang besar juga kami sampaikan pada para dermawan yang telah menyisihkan penghasilannya untuk membantu pembangun menara Masjid Al-Istiqomah ini,” terang Rahman.

Tentang menara masjid, saat ini, Menara Masjid tertinggi di dunia ada di Casablanca, Maroko. Menara itu berdiri kokoh setinggi 230 meter di Masjid Hasan II yang dibangun pada tahun 1980. (jpg)

Sanggar Tuah Pusaka Mewakili Bintan ke Tingkat Kepri

0
Ketua PKK Bintan, Deby Maryanti bersama Anggota DPRD Bintan dan Kepri menyerahkan Piala Festival Tari Bintan 2017 kepada Sanggar Tuah Pusaka di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintim, Sabtu (18/3). F. Harry Suryadi Puta/batampos

batampos.co.id – Sanggar Tuah Pusaka yang mewakili Kecamatan Bintan Timur (Bintim) menjuarai Festival Tari Bintan 2017 yang dihelat Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bintan di Lapangan Relief Antam, Kijang, Sabtu (18/3).

Sanggar dengan nomor peserta 13 yang meraih poin 1532 itu berhasil mengalahkan rivalnya Sanggar Sang Nila Utama asal Kecamatan Bintan Utara (Binut) yang pernah menyabet juara umum difestival sama 2016 lalu. Dengan raihan itu, Sanggar Tuah Pusaka akan dikirimkan Disbudpora untuk mewakilkan Kabupaten Bintan diajang Festival Tari Tingkat Provinsi Kepri.

Ketua Dewan Juri, Said Parman mengaku penampilan 13 sanggar yang mewakili 10 kecamatan se Kabupaten Bintan tidak berubah dari tahun sebelumnya. Bahkan garaapan penguasaan panggung, siasat ruang, olah lantai, dan musiknya tidak mampu ditafsirkan dengan baik oleh seluruh sanggar.

“Hampir semua olah garapan gerak dan tari yang ditampilkan peserta lari dari konteks diskripsi sinopsinya. Kemudian warna adat budaya melayu dalam tarian sangat sedikit. Hanya satu sanggar yang mendekati kesempurnaan yaitu Tuah Pusaka,” ujarnya.

Garapan olah gerak, tari dan musik, kata Parman, harus sesuai dengan tema dan sinopsisnya. Namun dari 13 sanggar yang tampil tidak satupun yang memenuhi seluruh unsur tersebut. Sehingga diyakininya sanggar tari dari Kabupaten Bintan sangat kecil kemungkinan untuk bersaing ditingkat provinsi maupun nasional.

Sebab, lanjut Parman, dari hasil penilainannya selama ini sanggar-sanggar tari dari daerah lain sangat kental dengan unsur tradisi dan adat budaya daerahnya masing-masing. Sedangkan sanggar tari di Kabupaten Bintan belum mencerminkan tradisi kemelayuannya.

“Ingat jangan takut menggunakan instrumen yang mendukung. Jangan terpaku dengan biola, arkodion dan gendang saja tetapi mampu mewarnainya dengan alat musik lain. Karena alat musik lain juga bisa menggambarkan tradisional kemelayuan daerah ini,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurachman mengatakan festival tari ini telah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Bintan. Tujuannya sebagai wadah menyalurkan bakat, memotivasi bagi pengelola sanggar serta mempererat hubungan silahturahmi sesama sanggar.

“Kegiatan ini juga berfungsi sebagai upaya melestarikan adat budaya melayu. Kemudian menumbuhkan kesadaran bagi kaula muda untuk menjaga keberadaan tradisi-tradisi melayu yang hampir punah,” katanya.

Dari 13 sanggar yang tampil didalam acara ini, kata Makhfur, juara umum dinobatkan kepada Sanggar Tuah Pusaka asal Kecamatan Bintim. Disusul juara kedua, Sanggar YKPP asal Kecamatan Binut dan juara ketiga diraih Sanggar Bungsu Sakti asal Kecamatan Mantang.

Berikutnya untuk juara harapan satu, lanjut Makhfur, diberikan kepada Sanggar Sang Nila Utama asal Kecamatan Binut. Dan untuk juara harapan dua ditangan Sanggar Kreasi Guru utusan dari Kecamatan Bintim.

“Sanggar yang juara akan mendapatkan piala dan piagam. Kemudian juga diberikan uang pembinaan dari Rp 5 juta sampai Rp 14 juta,” jelasnya.

Sedangkan untuk kategori penata tari terbaik, sambung Makhfur, diraih oleh Arwiyanto dari Sanggar Tuah Pusaka. Selanjutnya kategori penata musik terbaik diberikan kepada Muhammad Farid dari Sanggar YKPP dan kategori penata rias dan busana terbaik ditangan Zaibun Nesa dari Sanggar Sang Nila Utama.

“Mereka juga mendapatkan piala dan piagam. Namun uang pembinaannya hanya Rp 2 juta untuk masing-masing penata. Baik itu tari, musik maupun rias dan busana,” sebutnya.

Terpisah, Bupati Bintan, Apri Sujadi mengaku sangat bangga dengan penampilan sanggar tari diacara festival ini. Apalagi peserta yang ikut berkompetisi merupakan generasi-generasi muda.

“Acara ini mejadi bukti kreatifitas putra dan putri daerah sudah semakin maju. Bahkan kemajuan itu juga didasari dengan cinta terhadap kebudayaan daerah,” katanya.

Kedepannya, kata Apri, festival seperti ini akan dibuat lebih meriah lagi. Kemudian hadiah yang akan disediakan akan ditambahkannya lagi. Tujuannya untuk memotivasi pegiat kesenian tari agar terus berkreatifitas serta mendorong generasi muda untuk mencintai tradisi-tradisi daerah.

“Semoga dengan kegiatan kebudayaan ini kenakalan remaja di Bintan menurun drastis. Karena remaja merupakan aset pemerintah yang bernilai tinggi,” ungkapnya. (ary)

Melanggar Perda, THM Diproses Hukum

0
Razia tempat hiburan di pujasera Natuna petugas temukan miras tetap disediakan dan karaoke tanpa izin masih beroperasi hingga merusak segel. Foto: batampos.

batampos.co.id – Sekda Pemkab Natuna Wan Siswandi mengatakan Pemerintah memproses hukum pemilik tempat hiburan yang tidak patuhi aturan.

Penegasan ini kata Siswandi, menyusul masih ditemukannya tempat hiburan karaoke terus beroperasi, meskipun sudah disegel. Tim sudah beberapa kali berikan teguran .

“Pemilik karaoke merusak segel larangan beroperasi akan diproses hukum, sudah melanggar Perda,” kata Siswandi kemarin.

Menurut Siswandi, Pemerintah Daerah sudah memberikan toleransi kepada pemilik tempat hiburan malam dengan memberikan izin kepada pemilik tempat hiburan asalkan sudah memenuhi syarat–syarat perizinan yang telah ditetapkan.

Sejak adanya laporan pengrusakan segel ditempat hiburan malam, Tim Pekat Pemda Natuna yang dikoordinir Satpol PP rutin melakukan razia tempat hiburan bersama Kepolisian dan TNI.

Beberapa karaoke di komplek pujasera 36 di kawasan kampung Senubing juga ditemukan tetap menyediakan minuman alkohol tanpa izin. Parahnya lagi lokasi bar dan karaoke di pinggir jalan yang berkedok family karaoke justru menjual miras. Namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas Pemerintah Daerah.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Natuna Almudazir, menuturkan tim pengendali Pekat akan melakukan kegiatan rutin secara tidak terduga.

“Kita saat ini akan lakukan operasi secara berkala. Di lapangan memang terdapat tempat karaoke yang membuka segel tim Perda ini padahal belum mengantongi izin,” ungkapnya kemarin. (arn)

Sepi Pembeli, Pedagang Nilai Pemerintah Kurang Perhatian

0
Saat ini kondisi di pasar Dabo pedagang lebih banyak dari pembeli. Foto: Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Pedagang di Pasar Dabo Singkep resah akibat semakin sepi pembeli sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan omset penjualan pedagang terjun bebas hingga ada yang dalam kondisi diambang kebangkrutan, bahkan banyak sayur yang mesti dibuang karena busuk, tak habis terjual.

“Bagaimana mau jualan lebih ramai pedagang sekarang ini dibanding pembeli yang datang belanja ke pasar,” ujar Suryansyah ketika ditemui saat terduduk dibelakang meja jualan di Pasar Dabo Singkep, Minggu (19/3) pagi.

Menurut Suryansyah, kondisi ini diperparah karena kebijakan pemerintah daerah yang mempersulit pembeli untuk masuk ke dalam pasar untuk belanja. Salah satu penyebab yang diuangkapkan Suryansyah terkait penerapan parkir berbayar oleh Pemkab Lingga sejak awal bulan ini.

Suryansyah menambahkan, penerapan pungutan retribusi parkir semestinya ada batas waktu yang ditentukan. Namun saat ini pemerintah, sejak memberlakukan parkir berbayar, berlaku dari pagi hingga sore hari,” ibu-ibu belanja seribu dua ribu, tambah parkir lagi. Jadi makin malas mereka belanja, kan lebih baik kalau ada batas waktu hingga jam 1 atau jam 2 aja,” ujar Suryansyah.

Bahkan dengan kesal Suryansyah menunjukkan ember tempat dia menyimpan uang dari balik meja jualannya. Isi uang yang dikumpulkannya sejak pagi tak sampai Rp 200 ribu, padahal menurutnya sebelum kondisi sepi seperti ini setiap hari Minggu dia dapat mengumpulkan uang hingga ratusan ribu.

Sepinya pembeli juga membuat Ahmad, pedagang lainnya di Pasar Dabo, angkat bicara. Ahmad mengatakan, selain kebijakan parkir, pria pedagang sayur mayur itu meminta kepada pemerintah agar pemberlakuan satu jalur tidak diberlakukan lagi.

Menurut Ahmad, kesemrawutan terjadi karena mobil diizinkan melintas beberapa waktu lalu, bukan karena dua arus. Untuk itu Ahmad meminta agar peraturan satu jalur diberhentikan, namun mobil tetap tidak boleh melintas memasuki jalan areal pasar.

“Biarlah dua arah, cuma mobil tetaplah tidak boleh masuk. Kan jalan juga sempit,” ujar Ahmad.

Ahmad juga mengaku karena kondisi sepi seperti ini, sayur kucai yang biasa dijualnya belasan kilo perhari kini dia hanya menjajahkan tiga kilo saja perhari, itupun hingga menjelang siang sayur tersebut masih menggunung dan layu, tak laku dijual.

Beda dari dua pedagang sebelumnya, Zul berpendapat penyebab kondisi semakin sepi pembeli di Pasar Dabo Singkep, karena tidak adanya lapangan kerja layak yang dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Saat ini warga semakin gamang untuk mencari pekerjaan yang mengahasilkan uang.

Zul menambahkan, sepinya lapangan kerja ini harus cepat disikapi pemerintah daerah. Program pemerintah yang ada saat ini juga dinilai Zul, memakan jangka waktu yang panjang untuk menambah pundi-pundi pendapatan masyarakat.

“Bagaimana warga mau belanja kalau tak ada penghasilan yang layak,” ujar Zul.

Seluruh pedagang yang berhasil diwawancara Batam pos, meminta kepada Bupati Lingga Alias Wello untuk dapat berkunjung ke Pasar Dabo Singkep agar dapat mendengarkan masukan dan keluh kesah pedagang. (was)

10 Ribu Rumah di Melcem Terendam

0

batampos.co.id – Banjir di kawasan Melcem kelurahan Tanjungsengkuang, Batuampar mulai surut siang ini (20/3/2017). Menurut Lurah Tanjungsengkuang Alim Ridwan, jumlah rumah yang terendam banjir itu sekitar 10 ribu unit.

“Sekitar sepuluh ribu rumah yang dihuni 20 ribu jiwa di lima RW,” ujar Alim Ridwan kepada batampos.co.id siang tadi.

Menurutnya, air meninggi dan masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 07.00 WIB.

Pantauan batampos.co.id, saat ini warga mulai bahu membahu membersihkan lumpur yang masuk ke rumah mereka.

Satuan Polisi Pamong Praja dan pihak kelurahan juga terpaksa membongkar dua kios liar yang berada di atas draenase karena diduga juga menjadi penyebab tersumbatnya draenase di kawasan tersebut.

Akibat musibah itu, banyak anak-anak yang izin tak masuk sekolah khususnya laki-laki. Banyak juga yang izin tidak masuk kerja karena kuatir banjir susulan dan fokus untuk membersihkan rumah dari lumpur.(cr1)

Pesta Obat Batuk, Enam Remaja Diamankan

0
Puluhan bungkus obat batuk disita Satpol PP saat mengamankan senam remaja,kemarin malam. F: Humas Satpol PP untuk batampos.

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Natuna berhasil mengamankan enam remaja sedang pesta ngomix (Obat Batuk,red) Sabtu (18/3) malam kemarin.

Dengan kondisi setangah sadar, enam remaja tersebut diamankan ke kantor Satpol untuk dibina. Dan ternyata empat diantara remaja tersebut masih pelajar.

Tren ngomix ini sedang merambah kalangan remaja di Natuna. Obat batuk disalah gunakan menjadi obat penenang terutama pada saat nongkrong malam Mingguan.

Kabid Trantib dan Penegak Perda Satpol PP Pemkab Natuna, Wendriadi, enam remaja ini sedang tertangkap basah sedang pesta komix di pantai di Ranai. Dan mengamankan barang bukti berupa 3 box Komix dengan jumlah 90 sachet, 3 sachet jas jus dan 2 botol air mineral

Enam remaja tersebut mengaku, mengkomsumsi obat komix dalam jumlah yang banyak bisa mabuk dan untuk merasa senang-senang.

Setelah didata sambung Wendri, enam remaja ini akan diserahkan kepada orang tua dan menyurati pihak sekolah. Tentu remaja harus menyetujui perayaratan dengan membuat pernyataan tidak mengulangi dihadapan orangtua agar tidak mengulangi.

“Remaja konsumsi komix sudah menghawatirkan. Bukan sekali ini kami temukan. Perlu kepedulian semua pihak,” ujar Wendri. (arn)

Integrasikan Jamkesda ke Program JKN-KIS

0
Penyerahan Simbolis Kartu JKN-KIS oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam kepada Bupati Karimun. Foto: batampos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun mengintegrasikan Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Karimun ke dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Penandatanganan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan BPJS Kesehatan dilakukan oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam Tavip Hermansyah di Halaman Kantor Bupati Karimun, Jumat (17/3) lalu.

“Program JKN-KIS merupakan program pemerintah. Pemerintah Kabupaten Karimun mengintegrasikan masyarakat kedalam program JKN agar mendapatkan Jaminan Kesehatan. Bagi yang tidak termasuk kedalam peserta PBI dapat mengurus kepesertaan sebagai peserta mandiri dengan iuran yang dibayarkan sendiri. Sampai saat ini pun SKTM tetap berlaku hingga proses integrasi dengan BPJS Kesehatan tuntas,” kata Aunur Rafiq.

Untuk tahap awal, Pemerintah Kabupaten Karimun mendaftarkan sebanyak2.903 jiwa masyarakat Kabupaten Karimun kedalam Program JKN-KIS yang di kelola oleh BPJS Kesehatan. Adapun iuran yang dibayarkan oleh Pemeritah Kabupaten Karimun sebesar Rp23 ribu per jiwa per bulan. Pada tahun 2017 ini pemerintah Kabupaten Karimun mentargetkan jumlah masyarakat yang akan di integrasikan kedalam program JKN-KIS sebanyak 3.600 jiwa.Dengan mengikuti program ini masyarakat Kabupaten Karimun mendapatkan manfaat jaminan pelayanan kesehatan mulai dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas sampai dengan fasilitas kesehatan tingkat lanjutan di Rumah Sakit dengan akomodasi berupa layanan rawat inap dengan ruang perawatan Kelas III.

Tavip Hermansyah mengucapak terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Karimun yang telah mendukung program pemerintah dengan mendaftarkan masyarakatnya sebagai peserta JKN-KIS, terhadap perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Khususnya perhatian pak bupati Karimun terhadap kesehatan masyarakat ini memang luar biasa, rencananya beliau akan ikut serta bertemu masyarakat untuk membagikan kartu peserta dan sosialisasi program JKN-KIS.Dengan partisipasi pemerintah daerah sepert ini,kami berharap agar Universal Health Coverage pada tahun 2019 dapat terwujud,” kata Tavip Hermansyah.

Sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo telah menginstruksikan Pemda untuk melaksanakan seluruh kewajibannya terkait program JKN-KIS, termasuk di antaranya meminta Pemda mengintegrasikan program Jamkesdanya kedalam program JKN-KIS. Berdasarkan pasal 67 UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, salah satu kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah melaksanakan program strategis nasional.

Selain itu, kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan serta melaksanakan program strategis nasional. Kepala daerahdan/atau wakil kepala daerah yang tidak melaksanakan program strategis nasional dikenai sanksi mulai dari sanksi administratif sampai dengan sanksi pemberhentian tetap.

Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan dalam rangka menjalankan amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), terbukti telah memberikan harapan baru bagi seluruh rakyat Indonesia akan kepastian perlindungan atas hak jaminan sosial terutama di bidang kesehatan. (jpg)

Rumah Kreatif Bantu Pelaku UMKM Promosikan Produk Secara Online

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq melihat hasil daur ulang sampah menjadi barang yang berkwalitas bersama Head of Network Services atau Kepala Layanan Jaringan BNI Kantor Wilayah Padang, Dadang Surachman saat meresmikan Rumah Kreatif BUMN BNI Cabang Tanjungbalai Karimun.f. Tri Haryono/batampos

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Sabtu (19/3) meresmikan Rumah Kreatif BUMN (RKB) BNI Cabang Tanjungbalai Karimun di Coastal Area hall A, yang sekaligus pelatihan daur ulang sampah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

” Bagi pelaku UMKM kabupaten Karimun silahkan manfaatkan RKB ini untuk memasarkan produk-produknya. Maupun informasi-informasi UMKM yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Adanya RKB ini diharapkan bisa meningkatkan hasil produk UMKM itu sendiri. Baik secara pelatihan, maupun apa saja untuk mengembangkan UMKM kedepan.

”Bangunan ini milik masyarkarat, jadi silahkan siapa saja yang mau mempromosikan produknya. Semuanya ada disini informasi, untuk dimanfaatkan,” katanya.

Sementara itu Head of Network Services atau Kepala Layanan Jaringan BNI Kantor Wilayah Padang, Dadang Surachman menyampaikan, bahwa BNI mendapatkan tugas dari Kementerian BUMN untuk membangun RKB BNI diwilayah Padang yang mendapatkan dua lokasi yaitu Padang dan Tanjungbalai Karimun.

”RKB BNI ini dibangun untuk membentuk digital ekonomi ekosistem, melalui pembinaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM itu sendiri. Sehingga dapat terwujud UMKM Indonesia yang berkwalitas secara menyeluruh,” ungkapnya.

Dikatakan, RKB BNI ini akan berperan sebagai pusat data dan informasi serta sebagai pusat edukasi dalam pengembangan digitalisasi UMKM. Sehingga, produk-produk yang dihasilkan dari UMK tidak lagi terbatas dalam pemasarannya. Secara umum jumlah UMKM Indonesia mencapai 95 persen, dari total pelaku usaha yang ada saat ini. Namun, jumlah yang sebesar tersebut tidak menjadi dominan.

Artinya, perkembangan UMKM tidak signifikan dikarenakan ada tiga permasalahan kopetensi, akses pemasaran dan modal. Berdasarkan hal tersebut, Kementerian BUMN berinisiatf untuk membangun RKB diseluruh wilayah Indonesia sebagai solusi untuk berkembangnya UMKM.

” Sebagai kelanjutan peresmian RKB ini, BNI Cabang Tanjungbalai mengadakan pelatihan e-commerce bagi pelaku UMKM yang ada di kabupaten Karimun. Agar para pelaku UMKM bisa mengelola produk-produk unggulannya, untuk dijual secara online melalui belanja.com,” tuturnya.(tri)

Kerugian Masih Didata, Api di Pasar Aviari Telah Padam

0

batampos.co.id- Api yang melahap 23 kios di pasar seken Aviati, Batuaji telah padam. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah beberapa saat setelah kebakaran terjadi.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Data yang dihimpun batampos.co.id, api diduga berasal dari korsleting listrik di kios elektronik seken milik Maem.

Satu unit sepeda motor Yamaha Mio ikut terbakar dalam musibah tersebut. Sampai siang ini, kerugian akibat kebakaran itu belum diketahui. Namun demikian, pedagang seken lain tetap berjualan. Aktivitas di pasar seken terbesar di Batam itu terlihat seperti biasanya. (eja)

Potensi Pantai Ketapang Belum Mendapat Perhatian

0
Limbah bongkahan ranting kayu menumpuk di pinggiran pantai ketapang desa Kundur. Foto:batampos.

batampos.co.id – Sejumlah pengunjung menyayangkan banyaknya limbah bongkahan kayu di tepi pantai Ketapang desa Kundur kecamatan Kundur Barat. Kondisi ini mengurangi kenyamanan bagi pengunjung untuk menikmati panorama dan hamparan pasir di pantai Ketapang tersebut. Pengunjung berharap pemerintah dan dinas terkait memperhatikan kondisi pantai tersebut.

Hamdani, 35 seorang pengunjung mengeluhkan limbah serabut kelapa dan bongkahan kayu di pinggiran pantai. Padahal panorama pantainya cukup indah ditambah hamparan pasir putih yang lembut cukup bagus. Sayangnya belum ada perhatian dari pemerintah maupun dinas terkait, bahkan akses jalan menuju pantai juga masih sulit dilewati kendaraan.

“Sebenarnya di pulau Kundur sendiri banyak obyek wisata pantai yang pemandangan cukup bagus, hanya saja belum dikelola dengan baik serius. Sehingga obyek wisata yang ada dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat,” terang Hamdani.

Lebih lanjut dikatakan akses jalan menuju obyek wisata pantai Ketapang juga belum diperhatikan oleh pemerintah. Seperti jalan menuju obyek wisata pantai Ketapang masih sulit dilewati kendaraan karena belum ada pengerasan jalan. Masyarakat berharap agar pemerintah juga memperhatikan nasib obyek wisata di pulau Kundur yang tak kalah menariknya dengan wisata di daerah lain. (ims)