Tim Penyidik Pidsus Periksa Saksi Dana Hibah KONI
DS Simpan 517 Gram Sabu di Celana Dalam

batampos.co.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, berhasil menyita 517 gram sabu dari tangan tersangka DS, Jumat (17/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, warga asal Medan ini, baru tiba dari Kukup Malaysia menggunakan MV Putra Maju.
Melihat gerak tersangka yang mencurigakan, petugas langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan empat bungkus plastik berisi serbuk putih yang diduga narkotika golongan I berupa methamphetamine (sabu).
”Tersangka DS ketika kita lakukan pemeriksaan, terlihat gugup dan gelisah saat melewati x-ray. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan seluruh badan. Dan ketika mengecek bagian perut ke bawah, tepatnya bagian selangkangan ditemukan empat bungkus berisikan serbuk di dalam celana dalamnya,” jelas Kepala kantor KPPBC Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun Benhard Siburani, kemarin (20/3).
Dikatakan, barang bukti (BB) yang berhasil diamankan tiga unit telepon seluler, satu paspor, empat bungkus shabu dengan berat kurang lebih 517,65 gram dan uang dalam bentuk rupiah sekitar Rp300 ribu lebih. Dan tersangka DS bersama barang buktinya sudah diserahkan kepada pihak Polres Karimun untuk ditindaklanjut.
”Kenapa kita lakukan ekspose, karena sedang dilakukan pengembangkan bersama pihak Polres Karimun hingga ke Pekanbaru. Sesuai informasi tersangka DS yang akan mengedarkan barang haram tersebut di Pekanbaru, melalui jalur laut yang masuk ke Karimun,” timpal Kabid Penindakan dan Sarana Operasi DJBC Khusus Kepri R Evi S.
Sementara Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim memberikan apresiasi kepada pihak BC yang telah berhasil mengagalkan penyelundupan barang haram ke wilayah Karimun. Sebab, daerah kabupaten Karimun adalah daerah transit dari berbagai daerah baik lokal maupun International. Sehingga, penyelundupan narkoba sangat tinggi terjadi dengan berbagai cara dan modus penyelundupan.
”Jadi saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Karimun, untuk dapat memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait apabila terjadi kejanggalan dilingkungan terhadap warga yang baru tinggal,” pesannya.
Terpisah tersangka DS mengaku baru dua kali ini masuk ke wilayah Karimun. Dan dirinya, diupah Rp10 juta satu kali jalan untuk membawa barang haram tersebut yang akan diedarkan di wilayah Pekanbaru.
”Yang order orang Pekanbaru. Masuk baru sekali ini lewat Karimun,” singkatnya. (tri)
Suhardi Luka Parah Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

batampos.co.id – Suhardi, salah seorang tukang bangunan kritis setelah tersengat arus listrik tegangan tinggi di salah satu rumah warga desa Tarempa Barat Senin (20/3) sekitar pukul 10.15 WIB. Kondisinya, seluruh anggota tubuhnya terlihat gosong mulai dari kepala hingga kaki.
Kaki kiri Suhardi tampak dagingnya lantaran kulitnya sudah terkelupas terbakar arus listrik. Suhardi atau sering disebut Adi, sempat dirawat di puskesmas Tarempa namun tidak lama. Karena peralatan medis belum memadai, maka Adi dibawa ke Rumah Sakit Lapangan kecamatan Palmatak untuk mendapatkan perawatan lebih intensive.
Rian salah satu saksi mata, yang juga kawan korban menjelaskan, ia bersama tiga kawannya ada pekerjaan di rumah Kemeng warga desa Tarempa Barat mengerjakan finishing bangunan yakni plaster dinding dan mengaci di lantai dua rumah Kemeng.
Karena mereka berempat, kata Rian, maka mereka dibagi tugas, dua mengerjakan bagian bawah. Rian dan Adi mengerjakan bagian atas. Sebelum kejadian Adi sedang menghaluskan tepian dak dengan semen (Aci).
Karena posisi lantai dua tersebut dekat dengan kabel tegangan tinggi, Rian mengingatkan Adi agar berhati-hati karena posisi kabel tidak jauh darinya. Pasalnya jika dirinya berdiri dipastikan akan tersangkut dengan kabel itu.
“Saya sudah ingatkan terus agar dia hati-hati, karena kabelnya rendah,” ungkap Rian kepada wartawan di puskesmas Tarempa kemarin.
Setelah mengingatkan Adi, Rian kembali melanjutkan pekerjaannya. Tidak lama setelah Rian mengingatkan, ia melihat dan mendengar percikan api. Setelah dilihat ternyata Suhardi sudah terjatuh ke lantai dengan kondisi yang sudah gosong.
“Tubuhnya gosong, bagian kepala belakangnya juga bengkak, tapi mungkin itu akibat jatuh setelah tersengat listrik kemudian membentur lantai,” ungkapnya lagi.
Melihat kondisi kawannya, Rian langsung meminta tolong kepada dua kawannya yang bekerja dibagian bawah untuk membawa Suhardi ke puskesmas Tarempa. Karena korban memerlukan perawatan yang lebih baik, korban lalu dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulan laut. (sya)
Dirut BUMD Ditetapkan Sebagai Tersangka

batampos.co.id – Dirktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang, Asep Nana Suryana telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri. Sebab Asep terbukti ikut menikmati aliran dana dari praktik pungutan liar (pungli) penyewaan lapak dan kios di Pasar Bintan Center.
Kurir Narkoba Dituntut Hukuman Mati

batampos.co.id – Tangis haru keluarga Idrizal Efendi, 26, dan Edo Rinaldi, 24, pecah di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, usai Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kedua terdakwa yang merupakan kurir narkoba seberat 96 kilogram yang terdiri dari sabu dan ekstasi, agar dihukum mati.
165 Kg Sabu Berasal dari Malaysia Lewat Bintan

batampos.co.id – Bintan, menjadi salah satu akses pintu masuk narkoba jenis sabu dan ekstasi. Hal ini terungkap dari hasil pengembangan yang dilakukan tim Satresnarkoba Polres Bintan, terhadap kedua pelaku, yakni Su’iri, 40, dan Achyadi, 32, yang berhasil diamankan, dengan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 16,5 kg dan 1.005 butir ekstasi, di Pelataran parkir Hotel Comfort, Jumat (17/3) lalu.
Norwegia Negara paling Bahagia

batampos.co.id – Norwegia menjadi negara dengan pendudu paling bahagia di dunia.
World Happiness Report merilis survey terbaru mereka. Badan yang merupakan bagian dari PBB itu menetapkan Norwegia sebagai negara paling happy di dunia. Posisinya mengalahkan Denmark yang tahun lalu menempati posisi terdepan.
Selain itu, posisi lima besar ditempati Islandia, Swiss, dan Finlandia. Posisi atas masih diisi negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Timur dengan Amerika dan Inggris di posisi 14 dan 19. Sementara, di posisi bawah, yang artinya negara paling tidak bahagia, dipenuhi negara-negara dari Afrika dengan Republik Afrika Tengah di posisi terbuncit.
Dari daftar itu, posisi 10 besar negara bahagia diisi oleh
- Norwegia,
- Denmark,
- Islandia,
- Swiss,
- Finlandia,
- Belanda,
- Kanada,
- Selandia Baru,
- Australia,
- Swedia.
Sementara, 10 negara paling tidak bahagia adalah
- Yamen,
- Sudan Selatan,
- Liberia,
- Guini,
- Togo,
- Rwanda,
- Syria,
- Tanzania,
- Burundi,
- Republik Afrika Tengah.
Cara mendapatkan angka tersebut berdasar survei sederhana kepada seribu subjek setiap tahun di 150 negara.
”Bayangkan tangga dengan anak tangga mulai 0 di bagian bawah dan 10 di bagian atas,” kata pernyataan dalam survei itu.
”Anak tangga paling tinggi mewakili kehidupan terbaik buat Anda dan anak tangga terbawah adalah kehidupan terburuk buat Anda. Secara personal, dimanakan Anda berdiri saat ini?” sambung survei itu.
Angka skor survei berkisar dari 7,54 untuk Norwegia dan 2,69 untuk Republik Afrika Tengah.
Survei itu juga berusaha menganalisa mengapa satu negara lebih bahagia dari negara lain. Jadi, ada perhitungan juga untuk pendapatan per kapita, dukungan sosial, harapan hidup, kebebasan, kemurahan, dan pemahaman atas korupsi.
Tahun ini, perhitungan juga mencakup kebahagian Amerika. Perhitungan itu demi mengetahui mengapa level kebahagiaan di AS jatuh meski perekonomian membaik.
”Krisis Amerika adalah krisis sosial, bukan krisis perekonomian,” ujar Jeffrey Sachs, direktur Sustainable Development Solutions Network, yang mempublikasikan hasil survei itu.
Ditambahkan Sachs, kebijakan Presiden Donald Trump sepertinya ikut andil dalam turunnya level kebahagiaan masyarakat AS. (Reuters/BBC/tia)
Jojo dan Zoro Menghibur di Tepi Lapangan

batampos.co.id – Perkenalkan Jojo dan Zoro.
Keduanya ialah figur maskot yang siap menemani perjalanan Green Force -julukan Persebaya. Kehadirannya membuat pertandingan Persebaya semakin menarik dan menghibur.
Jojo adalah bentuk visual dari sosok buaya berwarna hijau. Jersey yang dikenakan juga berwarna hijau dengan celana putih. Jojo menutupi kepala plontosnya dengan topi warna hitam. Sementara, Zoro adalah representasi dari ikan hiu. Berbeda dengan Jojo, sosok Zoro dibalut jersey hitam kombinasi putih.
“Jojo artinya bajul ijo. Sedangkan Zoro berarti suro. Kami memberi nama Jojo dan Zoro agar lebih familiar dan lebih gampang diingat oleh anak-anak dan Bonek pada umumnya,” kata salah satu kreator figur ini, Bagus Wicak kepada JawaPos.com.
Berbicara karakter, keduanya sama-sama figur yang kocak. Aksi-aksi lucu mereka di awal atau jeda pertandingan, selalu mengundang tawa dari penonton yang hadir di stadion.
Menurut Bagus, Jojo dan Zoro muncul tidak di sembarang waktu. Ada tim khusus yang menyusun rundown aksi mereka.
“Kami bikin rundown, jamnya harus pas. Pada 15 menit sebelum babak pertama berakhir, kami masuk. Kedua pada 20 menit babak kedua berakhir. Di waktu ini kami keluar ke lapangan lagi sampai pertandingan selesai selesai,” jelas Bagus.
Meski sama-sama lahir tahun 2016, tapi Jojo lebih lebih tua empat bulan daripada Zoro. Jojo pertama kali muncul pada April 2016. Sedangkan figur Zoro lahir bulan Agustus di tahun yang sama.
“Zoro pertama kali muncul di Piala Pelajar U-16,” tutur pria yang akrab disapa Boms itu.
Salah satu yang menarik dari Jojo dan Zoro adalah nomor punggung di jersey yang mereka kenakan. Jojo memakai nomor 27.
Nomor ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Persebaya. Sementara Zoro memutuskan untuk menggunakan nomor 12.
“Awalnya kami mau menggunakan nomor 19 untuk Zoro. Tapi nomor 19 kan sudah dipensiunkan di Persebaya. Kami menghormati itu. Jadi kami menggunakan nomor 12 untuk Zoro. Apalagi 12 sangat identik dengan suporter,” jelas Bagus.
Sebagai salah satu kreator maskot ini, Bagus berharap karakter Jojo dan Zoro selalu menemani Persebaya dimanapun berada.
“Harapan kami adalah tetap ada di lapangan untuk mendukung Persebaya bertanding. Serta menghibur Bonek yang ada di stadion,” harapnya. (saf/JPG)
Nisan Penanda Peradaban

batampos.co.id – Sebuah batu nisan akan diperkenalkan ke dunia melalui Unesco.
Pengenalan itu akan dilakukan dengan cara mendaftarkan batu nisan tersebut ke bagian dari lembaga PBB itu.
Kepala Biro Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, pada dasarnya Gubernur Aceh sangat setuju bila batu nisan Aceh didaftarkan di Unesco yang masuk dalam lembaga PBB.
“Pertemuan hari ini untuk follow up apa yang sudah disampaikan kepada Gubernur Aceh pada 12 maret lalu. Supaya batu nisan Aceh didaftarkan ke Unesco. Kita sedang menyiapkan syaratnya,” ujar Mulyadi Nurdin, seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Selasa (21/3).
Menurutnya, batu nisan Aceh sudah saatnya didaftarkan ke Unesco, dan pemerintah Aceh terus menyiapkan langkah-langkah yang diambil.
“Seperti tari saman Aceh itu sudah kita daftarkan di PBB,” jelasnya.
Adapun, keuntungan yang diperoleh, terutama perawatan dan pemeliharaan lebih terjaga bahkan Nisan Aceh semakin dikenal di luar Aceh.
Dengan batu nisan itu akan menunjukan ada bukti kuat peradaban sebuah bangsa. Termasuk dengan batu nisan itu membuktikan Tanah Rencong ini pernah jaya dan jadi pusat peradaban abad 15 dan 16 masehi.
Sementara itu, Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Irma Yani Ibrahim menyampaikan, sangat mendukung apa yang telah direncanakan supaya batu nisan Aceh supaya didaftarkan ke Unesco.
“Semoga batu nisan jadi warisan dunia. Jangan batu nisan dijadikan tempat ikat leumo (ikat lembu) dan batu asah parang maupun pisau,” pintanya.
Dikatakan, batu nisan Aceh begitu unik dan indah dan kekayaan dari hasil orang- orang tua dan tokoh dulu. Sehingga, generasi bisa menyaksikan saat ini sebagai sebuah peradaban.
“Batu nisan kita banyak yang sudah diteliti oleh Inggris, Belanda dan negara lain. Ini sebagai budaya kita yang harus kita pertahankan. Bukankah kadar kejayaan masa lalu. Aceh menjadi panutan dari negara di nusantara,” jelasnya. (adi/rif/iil/JPG)
Pak Dosen Ngaku sebagai tuhan

batampos.co.id – Sabar Nababan, dosen Fakultas Teknik, Universitas Mataram mengaku telah diangkat jadi tuhan.
Bahkan untuk membesarkan agama yang bernama Angkasa Nauli itu Sabar Nababan tengah menyiapkan kitab suci yang disebut dengan “Kebenaran”.
Tak ayal ulah pria kelahiran 13 Juli 1971 Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) ini mendapat beragam respons dari netizen, setelah dirinya mengenalkan agama itu di media sosial (medsos) Facebook. Mulai dari ada yang jengkel, mencaci maki, hingga menjadikannya bahan lelucon.
Saat ditemui Lombok Post (Jawa Pos Group), Sabar baru saja selesai mengajar mata kuliah Matematika Lanjut dan rangka listrik kepada mahasiswanya.
Sabar Nababan menuturkan, latar belakang pendirian agama Angkasa Nauli adalah karena dia merasa bisa bicara dengan para roh, termasuk roh tuhan. Mulai dari roh Tuhan Jahowa, Tuhan Allah kristen, roh kudus, Nabi Muhammad, dewa-dewa hingga setan dan iblis.
Dia bisa bicara jarak jauh di dalam hati, sehingga dia tidak perlu komat kamit bicara dengan mereka. Menurutnya, banyak dogma dalam agama Kristen Protestan yang salah, sehingga dia mengusulkan hal itu melalui buku berjudul “Bicara dengan Tuhan, Nabi dan arwah” kemudian dikirim ke petinggi-petinggi gereja di seluruh Indonesia.
Tapi tidak ada yang menanggapi, akhirnya dipublikasikan ke facebook baru kemudian banyak yang menanggapi, dan menghujat dirinya. Terakhir pada hari Jumat tanggal 17 Maret lalu, Sabar berdebat dengan Pendeta HKBP Binsar Olan Nababan, pendeta itu memintanya tidak mengobok-obok dogma agama kristen.
Pria yang pernah menepuh pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) diminta keluar dari agama Kristen Protestan dan membuat agama sendiri. Sebab jika tetap melakukannya maka akan diancam dengan penistaan agama.
Alhasil pria yang batal lulus di S3 di Thailnad merenungi hal itu dan mengaku berkonsultasi ke Tuhan Jahowa sekitar setengah jam. Hingga akhirnya dia mendapat ilham untuk mendirikan agama baru.
”Makanya langsung saya deklarasikan itu, hari itu,” katanya.
Sejak saat itu, dia merasa sudah bukan orang Kristen lagi, karena sudah punya agama baru, yakni Angkasa Nauli yang dogma-dogmanya sudah dipublikasikan di facebook.
Dia menjelaskan, nama Angkasa Nauli diambil dari campuran bahasa Indonesia dan batak, Angkasa artinya ruang angkasa tempat surga, sedangkan Nauli dari bahasa batak artinya yang bagus. Dengan itu, fondasi agama tersebut sangat jelas, sebab surga baginya ada di angkasa.
“Kita hidup di dunia ini paling hanya 100 tahun, tapi kita akan kekal di angkasa,” katanya.
Salah satu visi agama Angkasa Nauli menurutnya adalah menjadikan agama Nauli menjadi pengakses terbesar ke luar angkasa. Sementara salah satu misi Angkasa Nauli adalah menjadi agama pertama yang disukai Tuhan Jahowa diantara agama-agama serumpun di dunia.
Sebab dia bisa bicara langsung dengan Tuhan Jahowa seperti seorang nabi.
“Tapi saya bukan nabi, tapi sudah diangkat menjadi Tuhan,” katanya.
Sabar mengaku penawaran menjadi Tuhan itu diterima sejak tahuan 2012, saat itu ia diminta puasa juru selamat selama 31 hari. Tapi saat itu ia menolak, kemudian ditawarkan terus sehingga akhirnya ia menerima. Sejak saat itu, roh dalam tubuhnya ada di angkasa, tapi masih terhubung dengan roh di bumi.
”Saya bilang begini, kehendakmulah yang jadi,” katanya dalam logat khas batak. (*/SIRTUPILLAILI/iil/JPG)
