Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13540

KH Hasyim Muzadi Tutup Usia Pagi Tadi

0
KH Hasyim Muzadi usai mengisi pengajian di STAIN Pamekasan, 5 November 2016 lalu (IMAM S. ARIZAL/Radar Madura/JawaPos.com)

batampos.co.id – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Hasyim Muzadi, 72, meninggal dunia tadi pagi (16/3).

Informasi yang diterima JawaPos.com, pimpinan pondok pesantren Al Hikam ini wafat sekitar pukul 06.15.

Kabar ini dibenarkan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

“Telah wafat KH. Hasyim Muzadi pagi ini.Mari doakan almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal bajiknya, berada di sisiNya.Al-faatihah..,” ujar dia lewat akun Twitter-nya, @lukmansaifuddin beberpa saat yang lalu.

Hal serupa juga diungkapkan ulama kharismatik Nadhlatul Ulama (NU), Kiai Mustofa Bisri. Dilansir akun twitter-nya, pria yang kerap menulis puisi ini sangat kehilangan akan sosok almarhum.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Kita kehilangan lagi seorang tokoh, mantan Ketum PBNU, KH. Hasyim Muzadi. Semoga husnul Khãtimah,” ungkapnya.

Rencananya, jenazah akan dikebumikan Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat. Jenazah bakal diberangkatkan dari Malang selepas zuhur.

Sehari sebelumnya, yakni Rabu (15/3), mantan Ketua Umum PB NU itu sempat dijenguk Presiden Joko Widodo. Bahkan, kondisi Hasyim yang memang naik turun dikabarkan semakin membaik.

Jokowi membesuk mantan Hasyim di kediamannya, Jalan Cengger Ayam, Malang. Didampingi Ibu Negara Iriana, Jokowi mendoakan Hasyim agar lekas sembuh.

Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi Hasyim yang merupakan anggota dewan pertimbangan presiden naik turun. Keluar masuk Rumah Sakit Lavalette, Malang. Senin (13/3) dia mendapat izin dirawat di rumah setelah masuk RS dua hari sebelumnya.

Jokowi tiba di rumah Hasyim pada pukul 09.50. Tidak seperti biasanya, dalam kunjungan kali ini, Jokowi tidak menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1, melainkan Boeing 737-400 milik TNI-AU.

Presiden diterima istri Hasyim, Mutammimah, di ruang tengah rumah. Di ruangan tersebut juga ada Kepala RS Lavalette Abdul Rokhim serta Ketua Tim Medis dr Hariadi Moeljosoedirdjo SpPD. Abdul Rokhim memberikan gambaran tentang kondisi Hasyim kepada Jokowi sebelum masuk ke kamar untuk membesuk.

Namun nasib berkata lain. Kamis pagi, Hasyim meninggalkan kita semua. (byu/c5/ang/mam/JPG)

Hari Ini, Batam Pos Gelar Diskusi Ekonomi bersama kepala BP Batam

0
Kepala BP Batam Hatanto bersama Menkeu Sri Mulyani

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro, dipastikan hadir sebagai pembicara utama dalam diskusi bertema “Mencari Solusi atas Kelesuan Ekonomi dan Dampak Perubahan Pelayanan di BP Batam” yang digelar Batam Pos di Hotel Harmoni One, hari ini, Kamis (16/3).

Selain Hatanto, Managing Director Panbil Group Johannes Kennedy juga akan menjadi pembicara berikut dengan praktisi hukum Ampuan Situmeang.

“Dengan kehadiran Kepala BP Batam diharapkan bisa memberi penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang selama ini dipendam kalangan pengusaha di Batam,” kata Ketua Panitia Diskusi dan Pemimpin Redaksi Batam Pos, Muhammad Iqbal, Rabu (15/3).

Selama ini, banyak kalangan -termasuk pengusaha- sering berbeda pendapat dengan ketujuh pimpinan BP Batam. Terutama terkait kebijakan dan terobosan-terobosan yang dibuat BP Batam. Karena itu, diskusi ini diharapkan mampu memecahkan kebuntuan antara kedua pihak demi mencari solusi mengatasi kelesuan ekonomi di kota industri ini.

“BP Batam sebagai regulator harus terus menerapkan prosedur yang lebih baik agar perizinan dan pelayanan mereka juga lebih baik. Di sisi lain, pengusaha juga tak merasa dihambat dan dirugikan oleh prosedur itu,” katanya.

Sejumlah undangan dari berbagai kalangan dan profesi juga dipastikan hadir dalam acara yang akan dimoderatori oleh Direktur Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan, ini. Antara lain Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri dan Batam, Bank Indonesia, Ikatan Notaris Indonesia (INI) Batam, Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Apersi, dan lainnya. Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB di lantai 3 ruang Tokyo, Hotel Harmoni One, Batam Center.

“Diskusi ini juga terbuka bagi umum,” kata Iqbal. (leo)

Hari Ini, The Evitel Hotel di Batam Soft Opening

0
The Evitel Hotel Batam yang berada dikawasan Seraya. F Cecep Mulyana

batampos.co.id – Asiawood Hotels & Resorts bekerjasama dengan PT Arya Jaya Sukses resmi membuka The Evitel Hotel di Nagoya, Batam, Kamis (16/3). Hotel yang mengakuisisi Hotel Virgo ini diyakini bakal menjadi primadona baru penginapan di kota industri ini.

CEO dan Presiden Direktur Asiawood Hotel Management, Anies Heriyanto Wibowo, mengatakan Kota Batam dikenal sebagai salah satu kota bisnis yang cukup sibuk di Indonesia. Batam juga merupakan daerah penghubung dengan negara tetangga melalui jalur laut.

Karenanya, Batam cukup sering dikunjungi, baik oleh wisatawan asing maupun domestik, juga para pelaku usaha dari dalam dan luar negeri.

“Atas dasar itulah Asiawood Hotels & Resort bekerja sama dengan PT Jaya Sukses memutuskan untuk membuka hotel di kawasan Nagoya  dengan brand The Evitel Hotel,” ujar Anies, kemarin.

Anies menjelaskan, The Evitel Hotel Batam berdiri di atas lahan seluas 750 meter persegi, berlantai tujuh dengan total 74 kamar. Terdapat tiga tipe kamar, mulai dari tipe superior, deluxe, dan suite. Hotel ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti restoran di lobby, pusat kebugaran, serta empat ruang pertemuan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan para tamu.

“Dalam waktu dekat, hotel ini juga akan memiliki Aurora Skylounge and Bar di roof top sebagai fitur tambahan,” kata Anies.

Lebih lanjut Anies mengatakan Asiawood Hotels & Resort merupakan perusahan yang menawarkan konsep manajemen hotel, pengembangan hotel, serta branding and positioning untuk hotel independen. Saat ini Asiawood Hotels & Resorts telah mengelola sejumlah hotel dengan empat brand-nya, yakni Everyday Smart Hotels di Jakarta, Bali, dan Malang, serta tiga hotel dengan brand The Evitel di wilayah Ubud-Bali, Cibitung, dan Batam.

“Kami melihat Batam masih menjadi kota yan sangat membutuhkan fasilitas penginapan yang kondusif, dan The Evitel Hotel Batam akan menjadi primadona baru mengingat letaknya yang sangat strategis,” terangnya. (cr12).

Panin Dai-Ichi Life Luncurkan Optima Crisis Cover Plus

0
Dari kiri, Wakil Presiden Direktur Panin Dai Ichi Life, Simon Imanto, Wakil Presiden Direktur Masayuki Tanaka dan Direktur Kenichi Fukuda pada saat peluncuran simbolis Optima Crisis Cover Plus.
foto: Panin Dai Ichi Life untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kesehatan merupakan hal yang utama dalam hidup, untuk itu kita harus dapat melindungi diri dari berbagai risiko kesehatan, termasuk diantaranya risiko penyakit kritis. Guna memberikan solusi proteksi terhadap penyakit kritis untuk masyarakat Indonesia, Panin Dai-ichi Life meluncurkan Optima Crisis Cover Plus. Optima Crisis Cover Plus ini memiliki manfaat proteksi dari risiko terhadap 150 kondisi penyakit kritis di tahap early stage.

Berlokasi di kantor pusat Panin Dai-ichi Life di Jakarta, acara peluncuran produk asuransi dihadiri Direksi Panin Dai-ichi Life, yakni Simon Imanto selaku Wakil Presiden Direktur Panin Dai Ichi Life, Masayuki Tanaka selaku Wakil Presiden Direktur  Panin Dai Ichi Life dan Kenichi Fukuda selaku Direktur Panin Dai Ichi Life.

“Keunggulan utama dari Optima Crisis Cover Plus yaitu perlindungan dari tahap awal (early stage) terhadap 150 kondisi penyakit kritis dengan rentang usia masuk mulai 1 bulan hingga 70 tahun,” kata Wakil Presiden Direktur Panin Dai Ichi Life Simon Imanto dalam rilisnya ke Batam Pos, Senin (13/3).

Adapun total manfaat yang dapat diperoleh oleh nasabah untuk produk ini mencapai hingga 180 persen dari Uang Pertanggungan, beserta manfaat tambahan lainnya.

“Sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang unik dan beragam, kami terus berinovasi untuk menghadirkan solusi proteksi yang sesuai dengan kebutuhan di setiap tahap kehidupan. Penting bagi nasabah untuk mengerti berbagai risiko kehidupan dan cara mengantisipasinya, termasuk risiko terhadap penyakit kritis. Penyakit kritis dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja, untuk itu itu perlindungan komprehensif terhadap penyakit kritis sangat diperlukan oleh siapapun,” kata Simon Imanto.

Optima Crisis Cover Plus merupakan manfaat asuransi tambahan (riders) yang dapat ditambahkan di polis asuransi unitlink utama. Produk ini dipasarkan melalui para agen asuransi profesional Panin Dai-ichi Life yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dari waktu ke waktu, Panin Dai-ichi Life terus berkomitmen untuk melayani dan memenuhi janji kepada nasabah, termasuk dalam hal klaim untuk penyakit kritis. Berdasarkan data klaim Panin Dai-ichi Life, pada periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2016, Panin Dai-ichi Life telah membayarkan klaim sebanyak 227 klaim penyakit kritis dengan nilai lebih dari Rp 26 miliar.

Dalam laporan organisasi kesehatan dunia (WHO), di tahun 2020 tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis. Dari beberapa penyakit kritis, ada tiga yang memiliki presentase cukup tinggi yaitu penyakit jantung dengan 70 persen, stroke dengan 75 persen, dan diabetes dengan 70 persen.

Selain berisiko tinggi terhadap kematian, penyakit kritis juga memiliki biaya pengobatan yang tinggi. Hasil survei Global Medical Trend yang diadakan oleh Willis Tower Watson, sebuah perusahaan konsultan internasional pada April 2016, menyatakan adanya kenaikkan tarif medis dunia sekitar 8 persen dan akan terus berkembang. (ann)

Bayar ke Penyalur, Calon TKI Gagal Berangkat, Ujungnya Lapor Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Niko, calon tenaga kerja Indonesia (TKI) gagal diberangkat ke Singapura oleh perusahaan penyalurnya, PT Dwi Indo Perkasa. Padahal sang calon TKI telah memenuhi ketentuan administrasi, termasuk pembayaran uang yang dimintakan.

Awalnya Niko Afrianto, melihat postingan lowongan kerja untuk mengisi posisi sebagai pelayan restoran di grup info lowongan kerja Batam.

“Setelah melihat postingan itu, kemudian saya datangi kantornya di Mega Legenda blok E nomor 19 untuk datang melamar,” katanya.

Saat datang ke kantor itu, Niko datang dengan membawa lamaran kerja seperti biasanya. Niko pun kemudian dimintai uang sebesar Rp 3,5 juta untuk biaya administrasi. Uang itu, tidak termasuk uang pembuatan paspor.

“Kami bayarnya beragam, paling kecil itu sebesar satu juta dan paling besar lima setengah juta. Kalau untuk paspor dari kami,” ujarnya.

Niko menjelaskan, dia melamar untuk menjadi TKI di Singapura itu pada 10 Februari 2017 lalu. Namun, pembayaran uang administrasi dibayarkan oleh Niko tiga hari kemudian.

“Awalnya saya melamar dulu, kemudian sekitar tanggal 13-nya saya lunasi semua biaya administrasinya,” katanya.

Pada waktu yang bersamaan, Niko juga diminta untuk mengikuti pelatihan bahasa dan tes wawancara yang diberikan oleh pihak penyalur selama sepuluh hari.

Setelah selesai mengikuti pelatihan bahasa, pihak penyalur berjanji akan memberangkatkannya ke Singapura.

“Katanya langsung kerja dan tanggal 20 Februari berangkatnya,” tuturnya.

Namun, tepat pada tanggal 20 Februari, Niko tidak juga diberangkatkan oleh perusahaan penyalur. Dia pun menunggu hingga beberapa hari kemudian, dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

“Setelah saya tunggu beberapa hari dari tanggal yang sudah ditetapkan tidak juga diberangkatkan, kemudia saya memutuskan resign pada tanggal 25,” ujarnya.

Sesuai dengan perjanjian yang disepakati antara pihak perusahaan dengan calon tenaga kerja, perusahaan akan mengembalikan uang calon tenaga kerja secara utuh dan dipotong sebesar Rp 50 ribu untuk biaya administrasi.

“Kata dia setelah mengundurkan diri, uang kami akan segera di proses paling lama sepuluh hari kerja dengan potongan sebesar 50 ribu,” katanya.

Atas perjanjian yang telah disepakati bersama itu, Niko pun menunggu hingga sepuluh hari kerja. Namun, setelah lewat dari sepuluh hari kerja, uang itu tidak juga dikembalikan oleh penyalur, hingga akhirnya dia melaporkan kasus ini ke Mapolsek Batamkota.

“Mereka tidak memberangkatkan kami karena beralasan di bahasa kurang. Padahal awalnya dia tidak permasalahkan soal bahasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Batamkota Kompol Arwin membenarkan adanya laporan penipuan dengan modus lowongan kerja. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap korbannya terlebih dahulu, apakah hasil pemeriksaan ini nanti, akan kita jelaskan. Yang jelas, kalau ada tindak pidana, polisi wajib untuk memprosesnya,” tandasnya. (cr1/iil/JPG)

Baderudin Dituntut 20 Tahun Penjara

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Baderudin siap-siap untuk dihukum penjara selama 20 tahun. Itulah tuntutatn Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ia mengirim narkoba jenis sabu-sabu dengan jumlah besar, yakni 4,4 kg.

Mendengar tuntutan itu sang terdakwa memohon kepada majelis hakim agar diberikan keringanan. Akan tetapi permohonan pria 37 tahun itu direspons dengan wejangan oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Batam yang menyidangnya.

Ketua Majelis Hakim, Marta sempat memarahi pria tidak tamat sisekolah dasar itu. Marta marah karena terdakwa tidak peduli tentang larangan pemerintah Indonesia atas peredaran narkotika.

“Putusan kita tunda. Sabu yang kamu bawa itu banyak sekali, 4,4 kilogram. Satu kilo saja hukumannya sudah berat, apalagi 4,4 kilogram,” tutur hakim Marta di ruang sidang PN Batam, seperti yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Kamis (16/3).

Setelah memberikan wejangan kepada terdakwa, Marta pun memutuskan untuk menunda sidang hingga minggu depan.

Sementara JPU Samsul Sitinjak mengatakan, tuntutan 20 tahun penjara karena terdakwa hanya seorang kurir. Apalagi terdakwa mengakui dengan jujur semua perbuatannya saat sidang. “Terdakwa hanya kurir, pemiliknya DPO,” kata jaksa tersebut.

Diketahui, Baderudin ditangkap bersama dua rekannya Alexander khrisna (penuntutan terpisah) pada September tahun lalu. Penangkapan Baderudin berawal dari informasi yang masuk kepolisian.

Dari informasi itu, polisi penangkap menemukan empat paket bungkus sabu ukuran besar di dalam mobilnya. Atas perbuataanya, Baderudin dijerat dengan pasal 114 UU no 35/2009 tentang narkotika. (she/iil/JPG)

Razia Atribut TNI/Polri, di Batam

0
Anggota Pomal melepas stiker yang ditempel oleh pemilik mobil saat razia di Tibancentre, Batam, Rabu (15/3). (DALIL HARAHAP/BATAM POS)

batampos.co.id – Polisi militer dari Pomal, PM dan kepolisian melakukan penertiban atribut militer / polisi. Alhasil dari penertiban yang berlangsung di Jalan Gajah Mada atau depan Pasar Tibancenter, Batam, Rabu (15/3), petugas berhasil menyita sejumlah atribut penting yang berkait ke TNI/Polri dari warga sipil.

Kasi Intel Lanal Batam, Kapten Mulyadi mengatakan razia ini ditujukan untuk menertibkan warga sipil yang menggunakan striker PM pada kendaraan.

“Untuk menghindari penyalahgunaan,” kata Kapten Mulyadi, Rabu (15/3)

Selama tiga jam berlangsung, razia itu berhasil menjaring 35 kendaraan sipil menggunakan stiker militer, 5 orang sipil menggunakan atribut militer seperti jaket, celana, dan kaos loreng.

“Kami laksanakan di dua tempat, selain Tiban Center, kegiatan serupa juga berlangsung di daerah Batamcenter,” ujarnya.

Petugas yang bertugas langsung mengarahkan kendaraan untuk menepi, meminta dokumen seperti STNK, SIM, dan apakah memang dari keluarga militer.

“Anggota langsung minta keterangan, dan semua merupakan warga sipil. Kendaraan yang terjaring langsung dicabut stikernya dan diberikan pengarahan, dan boleh melanjutkan perjalanan,” jelas Mulyadi.

Menurut pengemudi mobil yang terjaring, menggunakan stiker biar aman selama di perjalanan.

“Untuk menghindari tindakan kriminal, biasanya orang kalau lihat stiker militer tak mau ganggu,” ujar Asep, salah seorang pengendara yang terjaring.

Sementara pengendara lainnya mengaku, stiker ditempel oleh suaminya.

“Saya tak tahu, itu suami yang pasang,” kata perempuan berjilbab itu. (cr17/iil/JPG)

Pak Presiden Ingatkan Kembali Ide Palangkaraya Jadi Ibu Kota

0
Presiden Joko Widodo / Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Dalam kunjungan kerja di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional, 20 Desember 2016 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi). memiliki wacana menjadikan Palangkaraya sebagai ibu kota Pemerintahan Republik Indonesia.

Demikia disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dodi Riyadmaji dalam acara, Rakornas Kelitbangan 2017 yang diselenggarakan di Kota Palangkaraya.

“Hal ini pula tentunya terkait dengan letak Kota Palangkaraya yang dinilai miskin ancaman bahaya kebencanaan,” ujar Dodi di Rakornas Kemendagri, Swiss Belhotel Danum, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (15/3) malam.

Akan tetapi, tutur Dodi proses mejadi ibu kota pemerintahan tentunya tidak mudah mengingat banyak aspek lain yang masih perlu dikaji secara lebih mendalam, seperti untung dan ruginya.

“Untuk itu, Saya berharap Badan Litbang diharapkan dapat menyumbangkan buah pikirannya dalam rangka hal tersebut,” katanya.

Dalam Rakornas Kelitbangan Kemndagri ini ungkap Dodi sangatlah menarik dan merupakan manifestasi serta responsivitas atas isu-isu strategis nasional, di mana masyarakat dituntut untuk terus menciptakan terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan pemerintahan maupun pemanfaatan potensi SDA yang ada, diantaranya adalah potensi kehutanan.

“Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang mempunyai hutan tropis terluas di dunia dan menduduki peringkat pertama di Asia

Pasifik. Luas hutan tropis Indonesia diperkirakan seluas 1,148,400-an kilometer persegi yang mempunyai kekayaan hayati yang begitu besar, mulai dari tambang, flora dan faunanya,” beber dia.

“Khusus dari hasil hutannya, hutan tropis Indonesia mempunyai kurang lebih 400 spesies dipterocarp yang merupakan jenis kayu komersial paling berharga di Asia Tenggara,” sambungnya.

Dengan melihat potensi yang begitu besar dari hasil hutan Indonesia, Dodi mengataan tidak salah apabila pemerintah menjadikan sektor kehutanan menjadi salah satu sumber devisa negara yang utama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi bangsa.

Tetapi dalam praktiknya, dorongan untuk melakukan pertumbuhan ekonomi secara signifikan dengan memanfaatkan potensi hutan tidak diimbangi dengan upaya pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Sehingga terjadilah eksploitasi besar-besaran terhadap potensi hutan Indonesia,” pungkasnya.(cr2/JPG)

Anggaran Pemprov Kepri Menyusut Jadi Rp 2,7 Triliun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kekuatan keuangan Kepri berkurang dari Rp 3,36 triliun menjadi Rp 2,7 triliun.

Ini akibat rasionalisasi dari hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Dalam evaluasi ini, Kemendagri memberikan catatan dan koreksi kepada beberapa pos belanja dari total anggaran Rp 3,36 triliun. Sehingga menyebabkan kekuatan keuangan kita sedikit tereduksi,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Andri Rizal saat rapat evaluasi pelaksanaan APBD 2017 dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri di Graha Kepri, Batam, Rabu (15/3)

Dijelaskan Rizal, dari evaluasi ini setidaknya ada empat catatan yang harus diperbaiki. Pertama adalah anggaran belanja yang bukan kewenangan Provinsi Kepri sebesar Rp 21 miliar.

Kedua, belanja yang harus dirasionalisasi sebesar Rp 151 miliar. Ketiga, belanja yang dilarang dianggarkan Rp 155 miliar.

“Kemudian yang keempat adalah belanja yang tidak sesuai dengan numenklatur. Jumlah ini yang cukup besar. Sekitar Rp 326 miliar,” paparnya.

Masih kata Andri Rizal, dengan adanya evaluasi tersebut total anggaran harus dirasionalisasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepri atas evaluasi Kemendagri ini mencapai Rp655 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang hampir Rp 1 triliun.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, anggaran kita yang dievaluasi menurun. Tahun lalu anggaran kita yang dievaluasi mencapai Rp 1 triliun,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang juga Ketua Banggar DPRD Kepri tersebut meminta TAPD Pemprov Kepri untuk segera memperbaiki hasil evaluasi tersebut. Ditegaskanya, hasil evaluasi dan review ini harus segera ditindaklajuti.

“Rasionaliasi cukup besar ini, tentu mengganggu rencana pembangunan yang sudah disusun. Sehingga harus diperhatikan prioritas kegiatan pembangunan yang akan dilakukan dengan sisa anggaran yang ada,” ujar Jumaga.

Menanggapi ini, anggota Banggar, Sahat Sianturi dan Taba Iskandar meminta agar dana tersebut tidak digunakan terlebih dahulu.

“Jika memang memungkinkan, jangan digunakan dan digunakan membayar kewajiban kita yang terlewatkan,” kata Sahat.

Atas dasar itu, Sahat berharap Pemprov Kepri dapat segera melakukan pembahasan anggaran perubahan pada bulan Mei mendatang. Sehingga, nantinya pada bulan Agustus anggaran murni untuk tahun 2018 sudah dibahas dan disahkan pada akhir Oktober dan November.(jpg)

WQRF IV Tangkap Kapal yang Diduga Transfer BBM Ilegal

0

batampos.co.id – MT Alexander, kapal berbedera Malabo ditangkap Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang.

Adalah KAL Welang yang mendapati kapal itu sedang melakukan transfer BBM secara ilegal di perairan Out Port Limit (OPL), Selasa (14/3).

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, mengatakan diamankannya kapal tersebut setelah tim WFQR mendapat informasi terkait adanya aktivitas ilegal yang akan dilakukan kapal yang sebelumnya sudah menjadi target operasi.

“Tak mau kehilangan target, berbekal informasi tersebut. kAL Welang langsung melakukan patroli di sekitar Selat Malaka untuk memburu target. Pengejaran dilakukan hingga ke Teluk Jodoh, kapal itu akhirnya berhasil dihentikan tim dan melakukan pemeriksaan,” ujar Irawan.

Dari hasil pemeriksaan, kata Irawan, kapal dengan bobot GT 307 berbendera Malabo yang di Nakhodai AH dengan ABK lima orang WNI ditemukan beberapa pelanggaran.

“Kapal itu hendak berlayar dari Batam menuju Johor, Malaysia. Nakhoda dan KKM tidak memiliki SKK, tidak dilengkapi buku pelaut, SIJIl dan daftar kru,” kata mantan Komandan Komando Pasukan Katak (Kopaska) itu.

Diterangkan Irawan, kapal MT Alexander tersebut juga diduga kuat akan melakukan kegiatan menstransfer BBM secara ilegal. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman terlebih dulu.

“SPB yang ditemukan di kapal juga diduga palsu. Karena tidak adanya tanggal dan waktu keberangkatan kapal dan juga jumlah ABK. Untuk dugaan kencing minyak akan kami dalami lagi,” terang Irawan seperti diberitakan Batam Pos (Jawa Pos Group) hari ini.

Guna proses hukum lebih lanjut, tegas Irawan, kapal beserta seluruh ABK dibawa ke Dermaga Yos Sudarso, Mako Lantamal IV Tanjungpinang untuk penyelidikan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap Nakhoda dan ABK kapal itu. Hal itu untuk proses lebih lanjut,”pungkas Irawan.(ias)