batampos.co.id – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di Kampung Inggris, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Di sana, seorang teroris bernama Mahbub (36) ditangkap karena merupakan satu jaringan dengan teroris di Sulawesi Tengah, yang ditangkap beberapa waktu lalu.
Penangkapan ini dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera . Menurut dia, penangkapan dilakukan pada Senin (13/3) siang.
“Mulanya pelaku mengikuti kursus bahasa Arab di Kursusan Al-Asriyyah di Jalan Asparaga RT 02, RW 15 Dusun Tegal Sari Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Dia sudah kursus sejak Februari 2017 lalu,” papar dia, Senin (13/3).
Ketika itu kata Frans Barung, anggota densus memepet pelaku yang sedang bersepeda setelah keluar dari tempat kursus. Lalu langsung dimasukan ke mobil untuk diperiksa lebih lanjut.
Tak sampai di situ, petugas kemudian menggeledah Asrama Putra Kursusan bahasa Arab yang dimilik Laila Nur Shia (52) yg dikontrak oleh Ustaz Mohammad Lutfi kurang lebih empat bulan yang lalu. “Hasilnya ditemukan identitas diri Mahbub, pakaian uang tunai sebesar Rp 100 ribu dan slip setoran bank,” papar dia.
Kini lanjut mantan Kapolres Klaten ini, pelaku telah dibawa petugas untuk diperiksa lebih lanjut. “Kita akan kembangkan lagi, tim terus bekerja,” tukas dia. (elf/JPG)
batampos.co.id – Tetap dengan gaya parodi grup musik legendaris Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) meluncurkan single terbaru.
Lagu yang segera dilepas yakni berjudul Too Long to Be Alone.
Pesta peluncuran digelar pada 15 Maret 2017 di No Name Bar, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Lagu Too Long to Be Alone sendiri merupakan hasil parodi dari hits Terlalu Lama Sendiri milik penyanyi solo Kunto Aji.
“Kalau melihat dari syair memang ada kejadian seperti itu. Jadi kita buat nuansa berbeda,” kata Boedi Padukone dari OM PMR kepada JawaPos.com, baru-baru ini.
Single Too Long to Be Alone akan menjadi jembatan menuju album baru OM PMR. Pasalnya Jhonny Iskandar cs telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan album terbaru. Album yang diberi judul Penawar Racun itu akan dipasarkan akhir Maret atau April mendatang.
Boedi Padukone OM PMR mengatakan bahwa proses produksi album anyar tersebut telah selesai dikerjakan. Album Penawar Racun bakal diisi dengan lima lagu baru. Empat materi berasal dari lagu musisi indie yang mereka parodikan menjadi musik dangdut. Yakni lagu dari The Upstairs, Steven Jam, Kunto Aji, dan The Flowers.
“Satu lagu lagi merupakan lagu baru ciptaan kami,” jelas Boedi.
Sejak 2014, band yang diisi Jhonny Iskandar, Boedi Padukone, Yuri Mahippal, Imma Maranaan, Ajie Cetti Bahadur Syah, dan Harri Muke Kapur itu memang kembali aktif di industri musik tanah air usai vakum dari 1994.
Kembalinya OM PMR ditandai lewat sebuah mini album. Mereka merilis album berjudul Orkeslah Kalau Bergitar yang berisi empat lagu. Selain lagu karya sendiri berjudul Time is Money (Yang Penting Jadi Uang), juga ada tiga lagu hasil gubahan dari band masa kini. Yaitu, lagu Topan (Tato atau Panu) dari lagu Posesif milik Naif, Mengadili Persepsi milik Seringai, serta lagu Cinta Melulu dari Efek Rumah Kaca.
Semua lagu itu diubah menjadi versi kocak. Hingga kini Orkes Moral Pengantar Minum Racun terus disibukkan dengan jadwal panggung ke panggung di tanah air. (ded/JPG)
Satpol PP tak sangka para peminta sumbangan miliki mobil bagus. Foto: JPG
batampos.co.id – Razia yang dilakukan satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Magetan, selain mengamankan pengamen dari kalangan anak muda, petugas juga mengamankan sejumlah pria yang meminta-minta di lokasi wisata, yang mengatasnamakan yayasan atau panti asuhan.
Mereka diamankan di kawasan wisata Telaga Sarangan, kemarin. Dengan dibantu petugas dari UPTD Sarangan, Satpol PP menyisir setiap lokasi yang jadi tempat mangkal para pengamen atau pengemis.
Petugas sempat dibuat tercengang, karena mereka ternyata membawa sebuah mobil Toyota Etios, yang diparkir di halaman Masjid Sarangan.
Petugas tentu saja curiga, karena selama ini peminta sumbangan keliling sering mengaku dari kalangan tidak mampu dan berpenampilan apa adanya, tanpa kemewahan.
Mereka mengaku berasal dari Pasuruan dan meminta sumbangan atas nama panti asuhan di Tangerang, Banten.
Kasi Penegakan Perda Satpol PP Magetan, Khamim Bashori, mengatakan, selain adanya keluhan dari pengunjung atau pedagang Sarangan razia dilakukan karena sesuai aturan.
“Sesuai Perda nomor 3 tahun 2014, tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, tidak diperbolehkan mengamen atau meminta-minta di kawasan wisata,” tegas Khamim.
Petugas Satpol PP menginterogasi, para peminta-minta yang mengatasnamakan yayasan.
Diduga itu adalah yayasan fiktif untuk mengumpulkan uang dengan cara meminta sumbangan.
Satpol PP akhirnya bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan karena jawaban para peminta sumbangan itu mencurigakan dan berbelit-belit.(jpg)
batampos.co.id – Keputusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang menjatuhkan hukuman penjara kepada Jessica selama 20 tahun. Putusan ini PT ini merupakan hasil dari banding yang diajukan kubu Jessica Kumala Wongso.
Humas PN Jakarta Pusat Jamaludin Samosir mengatakan, putusan PT DKI itu telah keluar hari ini. “Satu menerima permintaan banding dari penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum. Dua menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 777/2016/PN Jakarta Pusat. Yang dimohonkan banding tersebut,” kata dia, Senin (13/3).
Dikatakan Jamaludin, putusan itu menetapkan supaya terdakwa berada dalam tahanan. “Membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 2.000,” tambahnya.
Vonis itu diputuskan oleh Hakim Ketua Erlang Prakoso Wibowo, dan Hakim Tinggi Pramodana Atmadja dan Sri Anggarwati.
Diketahui, Jessica diputus 20 tahun setelah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah membunuh Wayan Mirna Salihin secara berencana dengan mencampurkan sianida di es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. (JPG)
Deretan truk di perayaan capaian satu juta unit Colt Diesel di Jakarta akhir pekan lalu (Raka Denny/Jawa Pos)
batampos.co.id – Mitsubishi membidik penguasaan separo pangsa pasar kendaraan niaga.
Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) berhasil mencetak rekor penjualan satu juta unit truk Mitsubishi Colt Diesel selama 46 tahun beroperasi di Indonesia.
Direktur KTB Atsushi Kurita menyatakan, capaian penjualan tersebut merupakan rekor penjualan terbanyak yang pernah diraih dalam segmen truk.
“Dalam memasarkan kendaraan niaga, Mitsubishi selalu berfokus pada strategi untuk menggaet fleet customer dan retail consumer. Intinya, ada strategi khusus untuk setiap jenis konsumen,” katanya.
Atsushi menilai capaian itu bukan sekadar angka penjualan, melainkan bentuk kepercayaan konsumen dalam bentuk sejuta cerita Colt Diesel. Ke depan, Atsushi berharap Fuso bisa menjadi pilihan kendaraan niaga yang diandalkan untuk menggerakkan sektor ekonomi di Indonesia.
Director of MFTBC Marketing Division Duljatmono menyebutkan, kendaraan niaga menyumbangkan kontribusi sekitar 15 persen dari penjualan kendaraan.
“Artinya, kalau 15 persen dari 2,5 juta unit, kendaraan niaga ada di angka sekitar 320 ribu unit. Mitsubishi Fuso membidik 50 persen atau setengah dari jumlah tersebut,” ujarnya. (agf/c25/noe)
batampos.co.id – Bagi penggemar dory fish & chips, bisa mencoba menu satu ini di Kangen Cafe. Harga yang ditawarkan juga relatif murah, hanya Rp29 ribu, Anda bisa menikmati porsi ikan dori yang lebih besar dari biasanya.
“Ini salah satu menu terlaris. Harganya jauh sangat murah, apalagi ikan yang kita tawarkan besar,” ujar Manager Kangen Cafe Batam, Noveri, Minggu (12/3) di Nagoya Hill.
Selain menu dory fish & chips, big promo ini berlaku untuk ayam bakar bumbu, ayam lemon, kaya toast kacang, serta udang mayonaise. Promo ini hanya berlaku untuk makan di outlet.
Untuk ayam bakar bumbu hanya dijual Rp 12.900, ayam lemon Rp 19.400, kaya toast kacang Rp 12.800, serta udang mayonaise Rp 26.900. “Kami yang pertama memberikan promo besar seperti ini,” katanya.
Dia menjelaskan big promo ini berlaku setiap hari khususnya di outlet 4 di Nagoya Hill Food Street serta outlet 5 di kawasan Edukit, Batamcenter. Sedangkan outlet di BCS Mall, Kepri Mall, dan Nagoya Hill lantai 3 berlaku hingga hari Jumat.
“Berlaku setiap hari dan hanya berlaku makan ditempat. Kita juga menyediakan ruangan khusus untuk acara,” terang Noveri.
Selain big promo, Kangen Cafe juga menawarkan promo murah dengan harga makanan Rp 8.800. Diantaranya nasi goreng pattaya, nasi goreng pattaya kari ayam, bubur ayam spesial, indomie goreng tuna pedas, indomie goreng ayam pedas, kwetiau goreng sea food.
“Dan masih banyak promo lagi, setiap bulannya kita memberikan kejutan khusus untuk para pelanggan,” katanya. (opi)
batampos.co.id – Nidji segera merilis album terbaru.
Album kelima dari band pop tersebut segera dipasarkan setelah lima tahun tidak mengeluarkan album.
Vokalis Nidji, Giring mengatakan bahwa kesibukan menjadi faktor tertundanya album baru mereka.
“Soalnya Nidji sibuk terus, sehingga album tertunda sampai lima tahun. Akhirnya akan rilis dalam waktu dekat ini,” kata Giring di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.
Pelantun Hapus Aku itu membeberkan bahwa album baru Nidji nanti berisi sebelas lagu. Selain ciptaan sendiri, Nidji juga dibantu oleh karya ciptaan Guruh Soekarnoputra, Bembi Noer, Tulus, dan musisi lainnya.
Giring membocorkan, materi album baru ini nantinya masih berbicara soal cinta dan persahabatan. Sedangkan untuk musik masih mengusung ciri khas Nidji yang pop dan mengandung nuansa electro.
Namun hingga saat ini Giring enggan membocorkan judul album Nidji nanti. “Alhamdulillah pokoknya lagunya keren-keren banget,” ujarnya. (ded/JPG)
batampos.co.id – Puri Khayangan Residence sebuah apartement subdisi yang dihadirkan PT Kinarya Rekayasa sudah terjual 222 unit dari total 402 yang ditawarkan.
“Karna yang kami jual saat ini hanya lantai lima sampai 18 saja, maka sisa 142 unit lagi yang dijual,” ujar Direktur Pemasaran Puri Khayangan Residence, Rohmat, Minggu (12/3).
Rohmat menjelaskan 142 unit tersebut belum termasuk lantai 19 hingga lantai 20. Karena lantai tersebut akan dipasarkan setelah unit di lantai lima hingga lantai 18 tersejual semuanya.
“Kami memasarkannya bertahap, dan mudah-mudahan sisa unit ini bisa terjual hingga akhir April ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rohmat mengatakan mengenai pembayaran, saat ini pengembang menawarkan kemudahan. Berupa tanpa bunga, tanpa booking fee, dan tanpa BI checking. Tak hanya itu pengembang juga memberikan gratis pengurusan sertifikat, Akta Jual Beli (AJB), dan biaya akad kredit serta biaya balik nama.
“Promo ini berlaku bagi konsumen dengan cara bayar cash bertahap,” kata Rohmat.
Tak tanggung-tanggung pengembang juga menawarkan diskon bervariasi yang bisa dinikmati konsumen. Diantaranya diskon Rp 2 juta hingga Rp 7 juta, tergantung tipe dan posisi unit.
“Untuk harga per unit mulai dari Rp 280 juta saja,” tambahnya.
Apartement subsidi Puri Khayangan Residence hadir di atas tanah seluas 3.000 meter per segi. Menawarkan satu menara dengan total 18 lantai total 490 unit hunian, yang terdiri dari dua tipe yakni tipe 28 one bedroom sebanyak 270 unit dan tipe 36 two bedroom sebanyak 220 unit.
“Setiap lantai terdiri dari 34 unit yang berbeda-beda dan setiap dua lantai ada ruangan serba guna untuk berkumpul para penghuni,” jelasnya.
Tak hanya itu apartement ini juga menawarkan fasilitas pendukung, diantaranya gym, taman bermain anak-anak, parkiran, area comercial, dan sistem keamanan 24 jam.
Mengenai spesifikasi bangunan, mengunakan dinding eksternal precast cat weahershield, dinding internal beton ringan finishing cat emulsi, pintu utama panil solid, pintu kamar tidur double teakwood finishing, jendela aluminium anodize, plafond beton exposed dicat emulsi, lantai ruangan keluarga keramik 30x30cm, lantai kamar mandi keramik 20x20cm, sanitair closed duduk, dan bahan lainnya. “Peletakan batu pertama akan dilakukan bulan april mendatang,” ucap Rohmat.
Informasi lebih detail kunjungi kantor pemasaran PT Kinarya Rekayasa di Komplek Ruko Trinusajaya, blok A Nomor 01, Batamcentre atau kunjungi pameran tunggal Puri Khayangan Residence di atrium Kepri Mall. (cr12)
batampos.co.id – Pernyataan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait penyelesaian persoalan lahan yang membutuhkan waktu 2,5 tahun menuai kritik. Sejumlah pelaku usaha khawatir, jika masalah ini tak segera diatasi dampaknya akan meluas pada iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di kota industri ini.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Johanes Kennedy, mengatakan 2,5 tahun untuk menyelesaikan persoalan lahan adalah waktu yang terlalu lama.
“Menurut saya masalah ini harus diselesaikan dengan cepat seperti yang disampaikan BP Batam beberapa waktu lalu,” kata Johanes, Minggu (12/3).
Managing Director Panbil Group itu mengatakan, masalah lahan adalah sangat vital bagi dunia usaha dan investasi. Jika perizinan dan alokasi lahan tersendat, pertumbuhan investasi juga dipastikan akan terganggu.
Pria yang akrab disapa John ini juga menyarankan unsur pimpinan BP Batam banyak mendengar masukan dari para pelaku usaha. Sebab dalam beberapa hal, pengusaha lebih memahami kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Namun sayangnya, John menilai selama ini para pimpinan BP Batam cenderung tertutup. Bahkan mereka terkesan enggan berkoordinasi dengan instansi lain.
“Sikap pimpinan BP Batam yang merasa paling benar dan sulit berkoordinasi dengan instansi lain akan sangat merugikan perekonomian Batam dan Kepri,” katanya.
Protes keras juga disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya. Menurut dia, BP Batam harus segera menyelesaikan persoalan lahan sehingga perizinan terkait lahan dapat segera pulih.
Ia menyebutkan, selama hampir setahun belakangan perizinan terkait lahan di BP Batam memang terganggu. Seperti pengurusan Izin Peralihan Hak (IPH), Surat Keputusan (SKep), Surat Perjanjian (Spj), dan sejenisnya. Dampaknya sangat dirasakan para pengusaha.
“Semua perekonomian langsung lesu. Silakan cek ke lapangan, benar tidak data kami ini,” katanya.
Apalagi, lanjut Cahya, jika BP Batam menyebut persoalan ini masih akan berlanjut hingga 2,5 tahun ke depan. Maka ia memastikan, kondisi perekonomian di Batam akan semakin terpuruk.
“Maka kami kira tidak ada alasan BP Batam butuh waktu 2,5 tahun. (Bisa) hancur Batam,” katanya.
Cahya juga meminta BP Batam merinci apa saja persoalan lahan di Batam sehingga penyelesaiannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Jika yang dimaksud BP Batam adalah penyelesaian lahan tidur dan persoalan tumpang tindih perizinan lahan, maka waktu 2,5 tahun ini bisa dimaklumi.
“Tetapi jika itu berkaitan dg pelayanan publik, 2,5 tahun itu terlalu lama,” katanya.
Cahya menegaskan, kondisi perekonomian dan dunia usaha di Batam saat ini sudah cukup memprihatinkan. Banyak perusahaan yang tutup karena bangkrut. Mestinya, kata dia, BP Batam selaku regulator dan pengelola investasi di Batam dapat bekerja cepat sehingga dunia usaha di Batam kembali bangkit.
Ia juga berharap pimpinan BP Batam segera memperbaiki semua lini pelayanan publik, jika memang BP Batam bermaksud membangun batam. Menurutnya sangat tidak logis perbaikan internal mengganggu pelayanan publik.
Pengusaha, kata Cahya, memiliki semangat tidak saja mencari keuntungan pribadi dan korporasi. Melainkan juga ingin membangun Batam. Sehingga menurut dia BP Batam juga harus kooperatif dengan mempermudah perizinan dan layanan kepada para investor.
Ingat, negara bukan mengharapkan pemasukan dari biaya-biaya perizinan, tetapi pemasukan dari pajak keuntungan usaha kami. Jika izin tidak keluar, bagaimana kami bisa berusaha,” katanya.
Menurut dia, pimpinan BP Batam memang dituntut kerja cepat dan tepat untuk memulihkan iklim investasi Batam yang kini sedang lesu. Sebab kondis ini tak segera diatasi, maka Batam akan semakin tertinggal dengan daerah lain.
“Batam segera akan ‘tenggelam’,” katanya.
Terpisah, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk juga menyesalkan pernyataan BP Batam terkait lamanya penyelesaian kisruh lahan di kota ini. Padahal menurut dia, sebelumnya sudah ada hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap permasalahan lahan di Batam.
“Bukankah sebenarnya bisa mengunakan hasil audit itu untuk merapikan dan menyelesaikan persoalan yang ada,” katanya.
Jadi mengatakan, jika masalah lahan dan perizinan turunannya tak kunjung dibereskan, di antara sektor usaha yang paling terkena dampaknya dalah sektor properti. Dampak dari lesunya sektor properti ini akan sangat luas, karena ada puluhan usaha turunannya yang juga akan terkena imbasnya.
“Perlu diketahui juga oleh tujuh pimpinan BP Batam, bahwa sektor properti selama ini mendorong pertumbuhan dan gairah ekonomi Batam,” katanya, kemarin.
Senada dengan John, Jadi juga menyindir sikap BP Batam yang cenderung tertutup dengan instansi lain.
“BP Batam itu harusnya business friendly,” katanya.
Sementara Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Batam Wirya Putra Silalahi menyanyangkan pernyataan BP Batam mengenai durasi penyelesaian lahan di Batam.
“Harusnya itu tidak perlu disampaikan. Jutsru itu akan memperkeruh suasana,” katanya, kemarin.
Menurutnya, waktu 2,5 tahun dalam menyelesaikan kisruh lahan adalah waktu yang sangat lama. Dia menyarankan, penyelesaian masalah lahan bisa dilakukan sambil terus membenahi layanan perizinan lainnya.
Dia juga mempertanyakan komitmen dan keseriusan BP Batam dalam memperbaiki layanan perizinan di Batam. Sebab setelah berganti unsur pimpinanan sejak setahun lalu, kualitas layanan di BP Batam tak kunjung membaik. Malah, kata dia, BP Batam kerap membuat kebijakan yang merugikan iklim investasi di Batam.
“Ekonomi sudah lesu jangan lagi dibuat semakin susah. Apakah selama ini BP Batam tidak bekerja, lalu setahun ini ngapain saja,” katanya.
Wirya bahkan meminta para pimpinan BP Batam mengundurkan diri jika tak sanggup atau tidak serius memperbaiki kualitas layanan.
“Menurut saya masih banyak yang bisa mengerjakan dan menyelesaikan itu dalam waktu singkat,” katanya.
Sebab dari segi kualitas dan kuantitas, BP Batam memiliki sumber daya manusia (SDM) yang lebih dari cukup. Sehingga seharusnya mereka bisa bekerja cepat.
“Katanya perizinan lewat online akan cepat, tetapi sangat banyak pengusaha yang mengeluh yang mengaku masih sangat lama masalah perizinan di Batam,” katanya.
Dia menilai, para pimpinan di BP Batam seolah seperti bekerja mulai dari nol. Sehingga mereka berpikir semua harus diganti dan dirombak. Padahal menurut Wirya, seharusnya mereka tinggal meneruskan yang selama ini sudah berjalan dengan baik dan memperbaiki hal-hal yang dirasa masih kurang.
“Kalau memang ada permasalahan di kepemimpinan sebelumnya, diluruskan saja. Tetapi saya lihat ini seolah-olah pimpinan yang ada sekarang seolah memulai semuanya dari nol. Seakan tidak menghargai kinerja pimpinan sebelumnya,” katanya.
Sebelumnya Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana Wirakusumah, menyampaikan pihaknya butuh waktu setidaknya 2,5 tahun untuk menyelesaikan kisruh lahan di Batam. Hal ini disampaikan saat dialog dengan Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (10/3) lalu.
Alasannya, persoalan lahan di Batam saat ini sangat kompleks. Ini terjadi karena kesalahan BP Batam di masa lampau.
“Tidak mudah, namun ini kewajiban kami menyelesaikan semuanya,” katanya. (ian)
Suasana pelatihan penanggulangan bahaya kebakaran yang digelar oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB). Dalam kegiatan tersebut puluhan karyawan dari berbagai bagian dan divisi dilibatkan.
PT Adhya Tirta Batam (ATB) terus mengoptimalkan sistem manajemen K3.
Melalui departemen QHSE, ATB memberikan pelatihan fire drill kepada unit tanggap darurat.
“Kegiatan pelatihan ini sebagai bentuk komitmen peningkatan K3 khususnya fire drill yang di pusatkan di IPA Duriangkang, komitmen ini memastikan semua orang yang ada di lokasi kerja ATB memahami tindakan yang dilakukan agar timbul rasa aman,” ujar Manager QHSE ATB, Roni Hartawan, Senin(13/3).
Menurutnya, pelatihan yang digelar selama dua hari dengan diikuti puluhan peserta ini, diisi dengan pembekalan teori dan praktek penggunaan alat pemadam api ringan (Apar), dan teknik pemadaman api. Dimana masing-masing peserta mendapat kesempatan melakukan teknik pemadaman api ringan.
“Semua peserta dilibatkan dalam pelatihan penanggulangan identifikasi dan penanggulangan kebakaran, dibawah bimbingan instruktur berpengalaman dan senior di bidang K3, dengan tujuan ilmu yang dilaksanakan bisa tercapai dan tim unit tanggap darurat bisa melaksanakan tugas dan mencegah apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.
Bagian dari komitmen tersebut, ATB membentuk tim tanggap darurat (Emergency Response Team). Tim tanggap daruratnya terdiri dari beberapa bagian mulai dari ketua tim tanggap darurat, ketua tim pencegahan kebakaran, ketua tim P3K, Ketua tim penanggulangan kebocoran kimia.
“Terdapat 13 unit tanggap darurat yang telah disiapkan yang berada di lingkungan kerja ATB. Unit tersebut meliputi kantor Pusat Sukajadi, semua Instalasi Pengolahan Air (IPA), tanki reservoir Ozon, kantor cabang pelayanan, serta IPA Mukakuning,” tambah Roni.
Menunjang unit tanggap darurat tersebut ATB telah melakukan penerapan Sistem Manajemen K3. Bahkan ATB telah melengkapi dan memperbaiki fasilitas kerja untuk semua instrumen yang berhubungan dengan K3, serta membangun sistem manajemen agar sesuai dengan persyaratan perundang-undangan.
“Setelah jalan sistem tersebut, ATB fokus pengembangan setiap individu karyawan sebagai pelaku utama pelaksanaan sistem manajemen K3 pada perusahaan,” jelas Roni .
Tidak hanya itu, ATB menyiapkan program-program pengembangan untuk individu karyawan seperti pelatihan K3 sebagai perlindungan kerja di perusahaan.
“Hal ini yang mendasari ATB lakukan pelatihan terhadap semua anggota unit tanggap darurat,” tambahnya.
Program peningkatan K3 yang dijalankan ATB juga mengacu kepada PP 50 tahun 2012 mengenai SMK3 berkenaan dengan sistem pengelolaan tanggap darurat.
Sejalan juga dengan OHSAS 18001 2007 berkenaan dengan emergency respon team dan sesuai dengan prosedural internal K3 ATB tentang tanggap darurat ATB-HSE-006. (rilis).