Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 13548

Mencuri Minuman Botol, Lima ABG Diamankan Polisi

0

 

batampos.co.id – Lima orang Anak Baru Gede (ABG) diamankan penjaga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanjungpinang, karena kedapatan mencuri minuman botol di kantin sekolah tersebut, Rabu (19/4) dini hari. Kelima remaja tersebut pun langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Tanjungpinang Barat.

Informasi yang dihimpun, kelima ABG yang diketahui berinisial, R, S, A, D, M, masuk ke kantin sekolah tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka pun kemudian menuju kantin yang berada di pekarangan sekolah dan mengambil satu kotak minuman botol. Namun sayang, saat tengah beraksi pemilik kantin memergoki dan langsung mengamankan dua pelaku. Sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri.

Penjaga sekolah tersebut, Andi, membenarkan adanya pencurian di kantin sekolah yang dijaga tersebut. Namun, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di tempat.

“Iya dua orang ditangkap di lingkungan sekolah. Tiga lainnya ditangkap, setelah kami serahkan dua pelaku yang tertangkap terlebih dulu,” ujar Andi.

Dikatakan Andi, karena pelakunya anak dibawah umur. Mereka pun hanya dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Mereka ini (pelaku) sering saya lihat menghabiskan waktu di warung internet yang tak jauh dari SMP 1. Mereka juga sudah dibuatkan surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya,”kata Andi.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri melalui Kanit Reskrim, Aiptu Ony Chandra membenarkan adanya pencurian di kantin SMP Negeri 1 tersebut. Namun, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Yang mencuri masih anak-anak. Barang bukti yang dicuri mereka sedikit. Jadi mereka kami buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksinya. Dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Ony.(ias)

Stok Sembako Aman, Harga Harus Murah

0

batampos.co.id – Tiga puluh sembilan hari menjelang Bulan Suci Ramadan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun ingin memastikan stok sembako dan ketersediaan daging mencukupi. Selain stok cukup, Nurdin ingin harga di pasaran terjangkau dan murah.

Keinginan Gubernur itu disampaikan saat Nurdin melakukan peninjauan ke Pasar Baru Tanjungpinang, Gudang Bulog, Gudang Distributor Daging dan Gudang Beras, Rabu (19/4). Gubernur juga menanyakan kelancaran pasokan barang, asal pasokan dan yang lainnya.

“Dari mana masuknya terserahlah, yang penting harga murah dan terjangkau masyarakat,” kata Gubernur, di Pasar Baru, Tanjungpinang.

Di Pasar Baru, Gubernur yang ditemani Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, Kadis Perindag Burhanuddin, san Karo Humas Protokol Penghubung Nilwan, masuk ke sejumlah toko. Sejumlah toko yang dikunjungi Nurdin di antaranya Toko Sembako, para penjual sayuran, pedagang daging, pedagang ikan, pedagang pakaian dan sejumlah dagangan lainnya.

Dalam tiap kunjungan itu, Gubernur melakukan perbincangan dengan para pedagang. Ketika bertemu pedagang warga Tionghua, Nurdin berbincang-bincang dengan bahasa Tionghua. Bertemu dengan pedagang kelahiran Sumbar, Gubernur berbual dengan bahasa Minang. Demikian juga dengan pedagang asal Jawa, dan Kampar.

Ketika sampai di Pasar, Gubernur langsung bertemu dengan pedagang air tahu. Di tengah panas terik, Nurdin langsung minum segelas air tahu dingin. Di akhir keliling pasar lebih dari dua jam itu, Gubernur bertemu pedagang jamu. Gubernur pun meramu jamunya sendiri dengan memecah telor ayam kampung dan ramuan jamu pegal linu.

Nurdin juga sempat mentraktir beberapa pembeli, baik sayur-sayuran, daging, juga pakaian. Beberapa pembeli memang menyebutkan sejumlah barang seperti cabe mulai naik Rp1.000. Mereka berharap tidak ada kenaikan yang drastis, apalagi saat Ramadan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memantau layar monitor harga sembako yang ada di Pasar Baru. Monitor itu menampilkan harga terendah dan tertinggi barang dagangan hari itu. Fluktuasi harga itu juga bisa terpantau di Dinas Perindag.

“Kalau melihat harganya melambung tinggi, lakukan operasi pasar,” kata Nurdin kepada Kadis Perindag, Burhanuddin.

Untuk memastikan kesediaan bahan dan harga murah, usai dari Pasar Baru, Nurdin dan rombongan melakukan peninjauan di Tempat penyimpanan bahan pasokan berupa daging, beras dan gula di beberapa tempat di Tanjungpinang.

Adapun tempat pertama yang dikunjungi Gubernur yakni PT. Dewi Kartika Cold Storage di Jl. MT. Haryono Tanjungpinang yang mana merupakan distributor Daging Sapi, Ayam dan Ikan Beku.

Jhonny salah satu karyawan mengatakan bahwa pasokan daging yang didapat berasal dari Singapore dengan patokan harga daging dari distributor sekitar Rp70.000 s/d Rp74.000 perKilo.

Mendengar hal yang disampaikan tersebut Nurdin meminta harga harus stabil agar tidak memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Harga harus stabil jangan dinaikan sembarangan karena semua ini untuk masyarakat yang merupakan salah satu kebutuhan pokok,” ujar Nurdin.

Selanjutnya Gubernur menuju ke Komplek gudang bulog Tanjunpinang di Km. 5 bawah. Ditemani Kepala Seksi Pelayanan Publik Divre Bulog Tanjungpinang, Sahid mengatakan bahwa gudang berkapasitas 7000 Ton tersebut saat ini menampung Beras sebanyak 3500 Ton dan Gula sebanyak 100 Ton. Dengan kirasan harga sekitar Rp.8.974 dan paling tinggi hingga Rp.9.500 untuk beras dan Rp.11.800 sampai dengan Rp.12.200 untuk harga gula.

Beras yang datang tersebut sebagian besar dari Impor dari Vietnam dengan menggunakan Kontainer kapal yang mengangkut harus terlebih dahulu melewati Jakarta.

“Proses pindah angkut beras masih menggunakan manual Pak Gubernur, dengan tenaga manusia,” ujar Sahid.

Mendengar hal tersebut Gubernur Nurdin langsung merespon bahwa harus menggunakan forklip yang merupakan mesin pengangkut untuk mempermudah proses pindah angkut barang.

Tempat terakhir yang dikunjungi Gubernur adalah Toko tempat penjualan beras dan bahan pangan lainnya bertempat di Km. 7 Tanjungpinang. Aseng pemilik toko mengatakan bahwa bahan pokok yang ada ditokonya ini diambil dari Jawa juga dari distributor bulog di Tanjungpinang dan stock yang ada masih stabil serta cukup sampai bulan Ramadhan.

Gubernur tampak puas karena pasokan yang tersedia aman. Meski aman, kepada OPD terkait, Gubernur minta dipastikan agar tidak terjadi lonjakan harga yang drastis. Apalagi harga yang tinggi bakal membuat masyarakat “menjerit”. (bni)

Dua Petugas ASDP Punggur-Batam Ditangkap

0

 

batampos.co.id – Dua petugas pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Telaga Punggur terjaring tim saber pungli Polresta Barelang, Rabu (19/4). Keduanya diduga terlibat praktik pungutan liar di pelabuhan roll on-roll off (Roro) tersebut.

Informasi dari sumber di lapangan, kedua petugas tersebut bernama Fendi dan Depi. Keduanya ditangkap pada waktu yang berbeda. Fendi diamankan dan diboyong ke Mapolresta Barelang sekitar pukul 14.00 WIB, sementara sorenya, sekitar pukul 17.00 WIB, giliran Depi yang dicokok.

“Fendi ini tiketing-nya yang eksekusi, kalau Depi atasannya. Kayak kepala lapangan, itu otaknya,” kata sumber tersebut, Rabu (19/4) malam.

Dalam aksinya, para pelaku memungut uang dari para supir truk yang hendak menyeberang ke Tanjunguban, Bintan, menggunakan kapal roro. Namun mereka tidak memberikan tiket atau karcis kepada para sopir truk itu. Diduga, uang tersebut tidak disetorkan ke PT ASDP. Sebab laporan keuangan berdasarkan jumlah karcis yang dikeluarkan.

“Masuk kantong pribadi lah,” tambah sumber itu.

KantorASDP di Punggur malam hari, Rabu (19/4). Dua pegawai ASDP ini ditangkap polisi kasus pungli, atas nama Depi dan Pandi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, kedua pelaku diamankan di unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Barelang, keduanya terlihat bersandar di tembok. Awak media kesulitan untuk mendapatkan informasi terkait keduanya.

Sumber lain menyebutkan, tim saber pungli juga sempat menggeledah kantor ASDP di Telagapunggur. Hingga tadi malam, kantor tersebut terlihat disegel dengan rantai yang dikuci dengan tiga gembok.

“Tadi sore ramai, ada memang (geledah), tapi sudah pulang, kalau mau datang saja besok pagi,” kata seorang warga di Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Namun pria tersebut buru-buru pergi setelah mengetahui baru saja berbicara dengan wartawan. (cr13)

Dugaan Korupsi Investasi Pemko Tunggu Hasil Audit BPKP

0

batampos.co.id – Kejari Tanjungpinang, masih menunggu hasil audit BPKP Provinsi Kepri terkait kerugian negara dari penanganan dugaan korupsi dana investasi Pemko Tanjungpinang kepada BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama.

Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi mengatakan penyidikan kasus tersebut masih terus berlanjut. Pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPKP untuk mengetahui kerugian negara.

“Masih menunggu hasil audit. Soalnya belum keluar dari sana (BPKP),”ujar Heri, ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (19/4).

Dikatakan Heri, tim penyidik pun akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap para pihak terkait yang dijadikan saksi dalam penanganan perkara tersebut.

“Saksi-saksi masih akan kami panggil kembali untuk dimintai keterangannya,” kata Heri, tanpa menyebut jumlah saksi yang akan dimintai keterangannya kembali.

Dugaan korupsi tersebut telah ditangani tiga orang pria yang pernah menjabat Kasipidsus yakni Lukas Alexander Sinuraya, Danang Prasetyo Dwiharjo hingga Benny Siswanto. Namun, hingga saat ini terkesan jalan di tempat atau mengendap tanpa adanya orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kasipidsus Kejari Tanjungpinang, Beni Siswanto pernah berjanji penanganan dugaan korupsi dana investasi Pemko Tanjungpinang ke BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama itu akan rampung pada Bulan Januari 2017. Namun, kenyataan sudah memasuki bulan keempat. Belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi dana investasi tersebut berawal saat Pemko Tanjungpinang 2010-2014 mengucurkan dana Rp 4,1 miliar dana ke BUMD Kota Tanjungpinang. Namun, dibawah kepemimpinan Eva Amalia, LPJ atas penggunaan dana tersebut ternyata tidak dibuat.

Selain itu masih dibawah kepemimpinan Eva Amalia, BUMD Tanjungpinang hanya memiliki kerja sama pendistribusian kopi dan gula serta investasi kerja sama pembangunan 9 titik tower antara BUMD dengan PT Gemetraco Tunggal, yang selanjutnya akan disewakan ke Telkomsel.

Mirisnya, dari sembilan titik tower yang lahannya sudah disewa selama pertahun, hingga saat ini hanya 1 tower di Kampung Bugis yang terbangun. Sedangkan pembangunan 8 tower lainnya dan penyewaan ke PT Telkomsel maupun provider lain menjadi tidak jelas.

Dalam penyewaan lahan dan pembangunan tower, PT Tanjungpinang Makmur Bersama bertindak sebagai pelaksana pengurusan izin, pengurusan jasa SITAC, penyewaan lahan serta pengurusan IMB di sembilan titik tersebut.

Alhasil, kendati dana sewa dan sewa lahan serta pengurusan administrasi yang diduga dimark-up PT Tanjungpinang Makmur Bersama, hingga saat ini dari 9 tower, hanya tower di Kampung Bugis yang dapat ditagih. Tagihan tersebut, hingga saat ini juga belum dibayarkan PT Gemetraco ke PT TMB sebagai perusahaan dari BUMD Kota Tanjungpinang.

Atas tidak jelasnya pengembalian pembiayaan sewa dan pengurusan administrasi izin dan IMB itu, berakibat saldo kas akhir BUMD Kota Tanjungpinang diakhir masa jabatan Eva Amalia hanya tinggal Rp 1.700 saja.

Dalam sewa lahan pada sembilan titik lokasi tower yang lahannya sudah dibebaskan, PT. Tanjungpinang Makmur Bersama, ternyata dua dari lahan tersebut merupakan lahan milik dua mantan angggota DPRD Kota Tanjungpinang periode 2009-2014, masing-masing berinisial SP dan AS.

Keduanya diduga turut serta menikmati kucuran dana BUMD Kota Tanjungpinang sebesar Rp 150-200 juta, dengan alasan penyewaan lahan pembangunan 9 titik tower, kerja sama BUMD Kota Tanjungpinang dengan PT Telkom.

Keterlibatan kedua anggota DPRD Kota Tanjungpinang ini, tercatat dalam rincian laporan pengeluaran dana usaha BUMD yang dibuat dan dikeluarkan Bendahara BUMD, ketika Eva Amalia masih menjabat Direktur. (ias)

Menaker Siapkan BLK untuk Didik SDM Kepariwisataan

0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri, mengatakan telah menyiapkan balai latihan kerja (BLK) di bawah kementeriannya maupun pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil di sektor pariwisata.

Sektor yang ke depan semakin menjadi primadona, setelah Presiden Joko Widodo memastikan core economy bangsa ini ada pariwisata!

“Sejumlah BLK baik di bawah kemenaker maupun pemerintah daerah, ini kami dorong masuk ke sektor hospitality, terutama daerah perbatasan atau crosborder area. Di luar itu kami juga bantu penyiapan instruktur,” ujar Hanif saat ditemui di kompleks Istana Negara, Selasa (18/4).

Sebagai contoh di Raja Ampat, Papua Barat, katanya, Kemenaker telah mengirim instruktur bahasa Inggris untuk melatih masyarakat pemandu wisata di sana karena sudah banyak wisatawan manca negara yang datang.

Di sisi lain, Menaker Hanif juga memuji pengembangan fasilitas pariwisata di pedesaan dengan membangun homestay. Hal itu, kata dia, akan membantu penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dari segi tenaga kerja, saya bisa katakan sektor pariwisata cukup kompetitif, karena kita di sektor hospitality itu persiapannya sudah baik dan siap bersaing,” tutur Hanif, yang juga meyakini sektor ini bisa mendrive ekonomi bangsa, menaikkan devisa, mendongkrak PDB, dan yang sesuai dengan tupoksinya: meng-create tenaga kerja.

Namun demikian, pihaknya memberikan saran agar pembangunan homestay di berbagai daerah dilakukan berdasarkan standar tertentu.

“Perlu standar. Misalnya ada homestay melati, homestay bintang satu, bintang lima, sehingga dari segi services, fasilitas penginapan, ada sandar yang bisa menjadi pilihan wisatawan,” jelasnya.

ilustrasi pendidikan pariwisata

Menpar Arief Yahya sependapat dengan usulan Menaker Hanif Dakhiri itu. Sejak tahun 2016 lalu, Kemenpar sudah membuat sayembara desain arsitekturalnya, dan masing-masing daerah (baca: 10 destinasi prioritas) sudah ketemu bentuk local wisdom-nya. “Dari bentuknya pun distandarkan, dan harus menggunakan kearifan lokal,” jelas Arief Yahya.

Lalu, standar layanan juga, Kemenpar sudah menurunkan tim dari Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata untuk mengajarkan hospitality. Soal kebersihan, kenyamanan, breakfast, soal atraksi masyarakat yang bisa memperkuat destinasi, soal budaya dan tradisi, sampai manajemen promosi via online.

Secara bertahap, homestay itu sudah di digitalisasi. Mereka diberikan template website yang sudah dilengkapi commerce, sekalian diinstal booking system dan payment engine.

“Targetnya mereka bisa punya akses ke global market, ke pasar dunia, dan terbuka untuk look, book, pay dalam satu platform, melalui ITX, Indonesia Tourism Xchange,” jelas Arief Yahya.

Bahkan, Menpar Arief juga sudah meminta tim teknis untuk mengajarkan masyarakat dengan laporan keuangan berstandar akubtansi yang baku. Cukup bisa buat laporan laba rugi, cashflow dan neraca, agar makin maju dan standar dunia. “Inilah implementasi dari pemerataan di pariwisata,” kata Arief Yahya. (*)

Tentara Nyambi jadi Bintang Film Porno

0

Joseph John Schmidt III, seorang personel pasukan khusus tentara Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) nyambi jadi bintang film biru.

Akibatnya karirsnya selama 23 tahun itu amat mungkin berakhir.

Pria berusia 42 tahun itu ketahuan menyambi jadi bintang film porno dengan nama samaran Jay Voom. Dia bersikeras melakukan hal itu untuk membantu sang istri, Jewels Jade, yang juga seorang aktris film biru. Jade jelas membela sang suami.

’’Semua orang tahu aku menikah dengan anggota Angkatan Laut. Dia menjalankan tugasnya sebagai tentara dan membantu pekerjaanku sehingga aku nggak perlu merekrut orang,’’ tegasnya.

Jade menjelaskan, pria yang menjadi suaminya selama 15 tahun itu tidak layak mendapat sanksi. Sebab, suaminya tersebut terbilang berprestasi. Schmidt telah mengoleksi puluhan medali dan gelar Pelaut Terbaik.

’’Seharusnya kalian nggak usah terlalu ngurusin. Ini pekerjaan legal. Lagi pula, banyak orang yang nonton film porno,’’ ucapnya sebagaimana dikutip Huffington Post.

Susah juga sih kalau pekerjaan sampingannya ’’menantang’’ seperti itu. Diminta istri pula. Kan sayang kalau dilewatkan. Mubazir. (Huffington Post/fam/c7/na/Jpgroup)

Kemenpar Bidik Turis Asal Malaysia

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik warga Seremban, Malaka, dan Johor Bahru-Malaysia. Tiga kota di Malaysia itu akan digoyang dengan paket wisata ke destinasi unggulan yang dimiliki Indonesia dari 26-28 April 2017.

Nah, paket wisata ke destinasi unggulan tadi akan ditawarkan di tiga sales mission. Agendanya akan dilaksanakan secara roadshow. Table Top di Seremban akan digelar 26 April. Esok harinya, 27 April, Table Top bergeser ke Malaka. Sementara pada 28 April, Table Top akan dipusatkan di Johor Bahru.

Lantas mengapa harus Malaysia? Mengapa juga harus fokus di Seremban, Malaka, dan Johor Bahru? Apa juga istimewanya tiga kota di Malaysia itu?

“Malaysia adalah pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Selain dekat secara geografis, Malaysia juga dekat secara budaya. Sama-sama rumpun Melayu,” kata I Gde Pitana, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, yang didampingi Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rabu (19/4).

Faktanya, saat ini Malaysia ada di posisi 4 besar kunjungan wisman terbanyak ke Indonesia setelah Tiongkok, Singapura, dan Australia. Berdasarkan realisasi wisman 2015, kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia mencapai 1.200.202. Angkanya turun 5,95% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1.276.105 orang.

Dan pada 2016, kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia mencapai 1.225.458. Raihannya turun 1,75% dibanding tahun sebelumnya.

”Sekarang momentumnya wisman Malaysia untuk naik. Jadi kami gencar ‘menyerang’ ke sana,” ucap Pitana.

Soal pilihan ketiga kota tadi, Pitana punya alasan kuat. Yang utama, Seremban, Malaka, dan Johor Bahru berada di semenanjung barat Malaysia. Sekedar info, Seremban dan Malaka adalah kota-kota yang dekat dengan Kuala Lumpur.

“Jadi sangat potensial untuk digarap dengan memanfaatkan hub Kuala Lumpur,” tandas Pitana.

Johor Bahru juga tak kalah seksinya. Inilah kota yang mempunyai penerbangan langsung ke Indonesia. Selain itu, Johor Bahru juga terhubung dengan Kepulauan Riau melalui kapal ferry. Kawasan ini juga dapat memanfaatkan Singapura yang berjarak sangat dekat sebagai hub ke Indonesia.

“Itu sebabnya Kemenpar agresif. Kami ingin mengejar target kunjungan wisman Malaysia ke Indonesia sebesar 1.772.000 orang di 2017,” ungkap Pitana.

Sejumlah wisatawan saat tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang, Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Untuk menggapai target ini, Kemenpar menggandeng 20 sellers dari industr ipariwsata Indonesia. Tour operator / travel agent dan hotelier dari destinasi utama Indonesia untuk pasar Malaysia yaitu: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan,Kepulauan Riau, Jambi, Jakarta, JawaTimur, Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Selatan, ikut diboyong.

Semuanya akan memasarkan 10 destinasi prioritas seperti Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (jawaTimur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat) Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maluku Utara).

Kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi ‘10 Bali Baru’ itu akan ditawarkan kepada 30 buyers di masing-masing kota pelaksanaan.

“Untuk mendapatkan top outbound buyers di ketiga kota tersebut, kami berkoordinasi dengan VITO Malaysia serta Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA, red) yang merupakan asosiasi travel agent terbesar di Malaysia,” papar Pitana.

Menpar Arief Yahya menyebut Pasar Malaysia itu porensial untuk dikembangkan. Mereka yang sudah berumur, sangat cocok dengan Bali atau 10 destinasi prioritas. Mereka yang paruh baya bisa diarahkan main golf. Kebetulan sudah ada 114 golf course Indonesia yang standar internasional. Sementara ibu-ibu dan anak-anak mudanya bisa digoda dengan wisata belanja dan wisata bahari.

“Kita menjual destinasi yang menarik. Dan jangan lupa, Indonesia sudah diakui sebagai ASEAN favourite destination. Berwisata ke Indonesia tidak akan rugi,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Javanese Diaspora Event (JDE) III Puaskan Peserta

0

Javanese Diaspora Event (JDE) III memuaskan peserta.

Ratusan orang keturunan Jawa yang berasal dari Suriname, Kaledonia Baru, Belanda, Singapura, Malaysia, Thailand, Sulawesi dan lainnya, antusias mengikuti rangkaian acara.

Sejak dibuka pada Senin (17/4/2017) atau 20 Rejeb 1950 Tahun Saka, JDE III diisi dengan sejumlah acara pengenalan budaya Jawa. Pusat kegiatan hingga tanggal 23 April berada di Museum Beteng (Beteng Vredeburg) Jogja.

Ada 19 kegiatan seperti bazar, pameran karya seni dari diaspora Jawa. Ada diskusi dan pertunjukan wayang kulit dengan menghadirkan Ki Warsena Slank, ada stand up comedy berbahasa Jawa dengan tema “Waton Njeplak”, dan pemaparan materi Filosofi Jawa. Kemudian ada workshop membatik, pelajaran bahasa dan huruf Jawa Hanacaraka serta pemutaran film Jawa. Ada pula kunjungan ke museum, ke sekolah SD Taman Muda Ibu Pawiyatan Tamansiswa, dan sebagainya.

Saat workshop membatik, para peserta dengan tekun mengikuti arahan pembimbing. “Para peserta semangat sekali. Rasa ingin tahunya begitu tinggi. Kami pun jadi semangat pula,” ujar Podang Suroto dari Batik Keris Solo yang menyediakan materi workshop.

Forum berkumpulnya orang Jawa dari berbagai tempat tersebar  di dunia ini bertema “Ngumpulke Balung Pisah”. Menariknya, kendati mereka belum pernah bertemu, komunikasi bisa lancar. “Nganggo boso Jowo ngoko,” ujar Yakiem Asmowidjojo, Rabu (19/4).

Yakim keturunan Jawa Suriname sekarang bermukim di Belanda. Ia merupakan Kordinator Diaspora Nedherland dan Suriname. Dalam acara kali ini ia membawa rombongan besar. “Petang puluh seka Londo, selikur seka Suriname (Empat puluh dari Belanda dan dua puluh satu dari Suriname),” urainya.

Pria yang memiliki kakek asal Nganjuk dan nenek Blitar, Jawa Timur ini menjelaskan teman-temannya sangat senang bisa sampai Jogja. “Seneng iso mulih Njawa. Simbah mbiyen ora iso, merga ora duwe duit, saiki putune iso dolan mrene (Senang bisa pulang ke Jawa. Jika kakek nenek dulu tidak bisa karena tidak punya uang, sekarang cucunya bisa ke sini),” katanya.

Yakiem dan kawan-kawan memanfaatkan kesempatan ini untuk berwisata ke sejumlah lokasi wisata di Indonesia. “Sekarang kerja dulu sampai tanggal 23. Tanggal 25 April saya mulai liburan keliling Solo, Madiun, Malang, Bali, Lombok dan Jakarta. Saya akan menikmati liburan,” tandasnya memakai bahasa Jawa.

Kepada media lokal, salah satu peserta, Sri Rahayu yang berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, mengaku sangat emosional saat mengikuti upacara pembukaan, bahkan ia sampai meneteskan air mata saat lagu Matur Nuwun Simbah dinyanyikan. Lagu ini adalah lagu tema Javanese Diaspora Event III.

Baginya, event ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa karena mengingatkan orang-orang kepada leluhur yang telah berjuang sepenuh hati agar anak cucunya bisa hidup dengan sejahtera, di mana pun berada.

Ketua panitia Javanese Diaspora Event III, Indrata Kusuma Prijadi, mengatakan dibandingkan dengan penyelenggaran dua event sebelumnya, Javanese Diaspora Event III diikuti oleh lebih banyak peserta.

“Diaspora Jawa itu merujuk ke para keturunan orang Jawa yang tidak lagi tinggal di Jawa. Dalam hal ini adalah wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogja. Mereka hadir, saling bersilaturahmi di Jogja,” jelasnya.

Menurut Indrata, JDE III dihadiri beberapa tokoh diaspora Jawa yang cukup dikenal di negaranya masing-masing. Di antaranya adalah Paul Salam Somohardjo yang merupakan mantan Ketua Parlemen Suriname tahun 2005 silam, Titi Amina Pardi yang adalah dubes Suriname untuk Indonesia, Hariette Mingoen, antropolog serta Ketua Stichting Comite Herdenking Javanese Immigratie Nederland dan Thiery Timan yang merupakan Ketua Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya di New Caledonia.

Sementara itu, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro mengaku sangat senang bisa menjadi tuan rumah bagi orang Jawa dari seluruh dunia untuk bisa berkumpul dan berbagi bersama.

Ia mengaku akan berkerja keras untuk memastikan setiap diaspora Jawa yang hadir agar senang dan bahagia selama berjalannya Javanese Diaspora Event III.

Kendati taglinenya “reuni” Diaspora Jawa, event ini juga dihadiri keturunan Batak dan Manado di luar negeri. Ada Norman Pasaribu dan Djintar Tambunan dari Kaledonia Baru.

Aktivitas reuni dengan mengundang orang ke tanah air itu termasuk MICE. Meeting Incentives Conference Exhibition itu masuk dalam portofolio bisnis pariwisata, yang hitungannya sekitar 5%.
“Makin banyak aktivitas MICE, makin bagus bagi industri pariwisata,” kata Arief Yahya. (*)

AHY Motivasi Perempuan di Hari Kartini

0

 

AHY sedang berdiskusi bersama jajaran DPC Partai Demokrat Tanjungpinang, di Jakarta belum lama ini. AHY akan menyampaikan pidatonya di Hari Kartini di Tanjungpinang akhir pekan ini. F: DPC Partai Demokrat untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan turut serta pada rombongan kegiatan Demokrat Keliling Nusantara di Bintan, akhir pekan ini. Selain dijadwalkan akan membentuk Komunitas Indonesia Berlari 2045, AHY juga punya sederet agenda selama tiga hari di Kepulauan Riau. Di antara yang akan menarik perhatian masyarakat luas adalah pidato AHY bersempena peringatan Hari Kartini tahun ini, Jumat (21/4) di Gedung Bumi Maitri Tanjungpinang.

Sebab, pidato dalam tajuk Untuk Perempuan Indonesia itu akan disiarkan secara langsung ke seluruh pengurus Partai Demokrat setanah air yang juga sedang merayakan peringatan Hari Kartini. “Sehingga pesan pidato AHY bisa sampai dan disimak langsung oleh masyarakat Indonesia dari Tanjungpinang,” kata Ketua LSM Sahabat Sehati, Dicky Novalino, kemarin.

LSM Sahabat Sehati adalah pihak penyelenggara yang akan melaksanakan acara Anugerah Perempuan Inspiratif sempena peringatan Hari Kartini tahun ini. Dicky menerangkan, pihaknya sengaja mengundang AHY pada acara tersebut karena bagi Sahabat Sehati, AHY merupakan sosok yang bisa dijadikan simbol harapan untuk masa depan.

“Kebetulan di Hari H beliau juga sedang di Tanjungpinang, jadi sekalian kami undang agar bisa memberikan semangat kepada perempuan-perempuan hebat di sini,” kata Dicky.

Hal yang sama diutarakan Pepy Candra selaku Pembina LSM Sahabat Sehati. Kehadiran AHY, kata Peppy, diyakini akan membuat perayaan Hari Kartini tahun ini jadi lebih berbeda dan penuh warna. Terlebih AHY bahkan dengan sukacita akan menyampaikan pidato yang ditulisnya sendiri buat kaum perempuan Indonesia.

“Nah itulah yang sangat ditunggu-tunggu. Mas AHY itu kalau pidato sangat menggugah hati. Jadi bisa jadi penyemangat bagi siapa saja yang hadir di acara nanti, utamanya bagi kaum perempuan,” kata Pepy yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang ini.

Pada acara Anugerah Perempuan Inspiratif 2017 tersebut, akan diberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan di Tanjungpinang yang dinilai sudah berjasa sesuai dengan kategori yang telah ditentukan. Ada yang berjasa di bidang pelestarian kebudayaan, kebersihan lingkungan, pegiat UMKM, pendidikan, dan juga ibu rumah tangga.

“Nanti Mas AHY sendiri yang juga akan ikut menyerahkan anugerah tersebut,” tambah Pepy.

Keesokan harinya, AHY dijadwalkan juga memberikan kuliah umum di kampus UMRAH Tanjungpinang, bersua dan berdialog dengan insan pers dan sudah pasti meresmikan Komunitas Indonesia Berlari 2045 pada Minggu (23/4) pagi di Kijang, Bintan. (aya)

 

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, mulai Bersolek

0

Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sebagai destinasi wisata daerah perbatasan (cross border) mulai berbenah. Semua mulai ditata dengan berpatokan pada standar dunia.

“Talaud sudah ditetapkan sebagai destinasi wisata perbatasan oleh Kementerian Pariwisata dua minggu lalu. Karena itu kita akan benahi pariwisatanya. Kami juga akan menyiapkan calender of event untuk 2017 yang mungkin dimulai Mei,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Talaud Ronal Izak, Rabu (19/4).

Ya, Talaud memang istimewa. Sangat pas ditetapkan menjadi destinasi wisata perbatasan. Daerahnya berbatasan langsung dengan Filipina. Untuk crossborder tourism, sangat oke mengingat pesona alam bibir Pasifik yang indah tersaji di sana.

Sebutannya saja Bumi Porodisa, bahasa yang diserap dari kata paradise. Kepingan surga. Konon sebutan ini selalu diungkapkan pelaut Portugis ketika melakukan pelayaran sepanjang Kepulauan Sangir – Talaud.

“Kemenpar sudah berkomitmen akan bantu memajukan wisata Talaud, khususnya mempromosikan keindahan pulau-pulau dan pantai yang bersih dan masih natural di sini. Jadi kami di daerah pelan-pelan mulai membenahi promosi, infrastruktur fisik dan penunjang pariwisata,” jelas Ronal.

Soal keindahan destinasi wisata, Ronal mengaku tak khawatir. Destinasi wisata di Talaud banyak menebarkan pesona alam yang yahud. Pulau Karakelang misalnya. Banyak surga tersembunyi yang bisa ditemui disana. Dengan bantuan promosi dari pusat, Ronal yakin wisata kepualauan Talaud akan makin dikenal di seluruh Indonesia dan mancanegara.

“Dengan terobosan-terobosan yang dilakukan Bupati kami Ibu Sri wahyumi Maria Manalip dan dukungan pusat, sangat memberikan dampak positif bagi pariwisata Kabupaten Talaud,” kata Ronal.

Penetapan Talaud sebagai salah satu destinasi pariwisata perbatasan andalan tak lepas dari dukungan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuty dan Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Esthy mengatakan, setelah ditetapkan sebagai salah satu destinasi pariwisata perbatasan andalan, banyak tugas yang menanti kepala daerah bersama tim untuk memajukan pariwisata di daerah tersebut.

Tugas utama yang dikejarnya adalah melakukan pembenahan berbagai sarana dan infrastrtuktur pendukung lainnya di Talaud lsupaya terlihat ada perbedaan dalam penataannya.

“Pembenahan mendesak dilakukan supaya bisa membuat Talaud menjadi lebih baik dari sisi fisik. Wisatawan yang datang ke Talaud harus dibuat betah,” ujar Esthy.

Kebetulan, Talaud punya banyak destinasi wisata yang keren. Selain wisata alam pantai dan air terjun, ada juga wisata petualang goa dan desa wisata. Yang cukup dikenal antara lain Pantai Pesisir Timur pulau Karakelang, Pantai Lobbo, Goa Weta, Air Terjun Ampadoap, dan Desa Adat Bannada.

Di pesisir Timur, wisatawan bisa menikmati hamparan pasir halus sepanjang 12 kilometer. Pantainya berhadapan langsung dengan lautan pasific dan memiliki lebar sekitar 60 hingga 80 kilometer jika sedang surut.

Pantai Lobbo di Kecamatan Beo Utara juga tak kalah okenya. Apalagi saat sunset. Pancaran oranye matahari di ufuk barat bumi semakin indah saat pulau Nusa Tofor dan Nusa Dolong membentuk siluet di bawahnya.

Hamparan pasir hitam halus yang luas, serta deburan ombak bertingkat semakin menambah nikmatnya menghabiskan senja di pantai yang masih perawan ini.

Pualu Karakelang juga punya pesona Goa Weta dengan stalaktit dan stalakmitnya. Goa ini mempunyai panjang sekitar 400 meter dan tembus ke ujung goa lainnya di perbukitan.

Air Terjun Ampadoap juga punya keunggulannya sendiri. Dua buah air terjun yang saling berhadapan ini tak tinggi, masing-masing hanya setinggi lima meter. Kedua air terjun ini jatuh di antara bebatuan dan aliran airnya bertemu di satu titik, lalu mengalir bersama menuruni anak sungai.

Sementara, Desa Bannada ditetapkan sebagai desa adat karena kearifan lokal kerajaan Talaud atau Porodisa yang tetap terjaga hingga saat ini. Para petua adat, masih menyimpan barang-barang peninggalan sejarah kerajaan Porodisa terdahulu. Desa ini sangat tradisional, perkembangan zaman tak mampu menggerus budaya yang telah turun temurun dipelihara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan cross border tourism di Talaud, selain dimaksudkan untuk menggarap potensi wisata mancanegara di daerah tersebut, juga bertujuan menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. “Potensi border tourism itu besar. Masyarakat di sana juga harus mendapatkan benefit dengan lebih banyak event, sehingga banyak orang berdatangan,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menurut Arief, cross border tourism sesuai dengan fokus Presiden Joko Widodo yang ingin menggairahkan daerah perbatasan. Presiden Jokowi sejak awal menaruh perhatian serius kepada warga masyarakat Indonesia yang berada di pulau terluar, perbatasan dan daerah terpencil. Saking seriusnya, Presiden ketujuh Indonesia itu tak ragu mengubah sebutan daerah perbatasan dari pulau terluar menjadi pulau terdepan. Karena itu, serangkaian border tourism digelar dari Atambua, Dili, Papua, Aruk, Entikong, sampai ke Batam-Bintan.

“Kami akan terus pelajari dan evaluasi, seberapa efektif untuk menggairahkan ekonomi masyarakat. Termasuk seberapa bagus menarik wisatawan dari negara tetangga,” kata menteri asal Banyuwangi itu. (*)