Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 13549

Curi Uang dengan Modus Beli Bensin

0
Polisi menggelandang pencuri yang tertangkap oleh warga Kundur. F. Batampos.

batampos.co.id – Am, 19, warga Tanjungbatu Kota ketahuan mencuri uang di kios BBM Batu 14 Kundur Barat, Selasa (18/4) lalu. Warga Sawang yang sudah disulut emosi berupaya melampiaskan kemarahan kepada Am.

Beruntung amuk warga dapat diredam, dan menyerahkan pelaku Am ke Polsek Kundur Utara/Barat untuk proses penyidikan. Selain pelaku, warga juga menyerahkan uang Rp1.138.000 sebagai barang bukti.

Kapolsek Kundur Utara/Barat AKP Emsas Mardenis membenarkan kejadian tersebut. Dari keterangan pemilik kios BBM, aksi pelaku diketahui saat memasuki kios pukul 18.00 WIB. Ketika itu, korban berada di kebun yang tak jauh dari kiosnya.

Melihat seorang remaja mengenakan kaos warna merah berhenti dan masuk dalam kios, korban pun curiga. Tak lama kemudian korban mendekati kios, dan melihat pelaku sudah mengambil sejumlah uang di dalam laci. Uang hasil penjualan BBM sebesar Rp1.138.000 sudah berpindah ke saku celana pelaku.

“Awalnya korban menyangka remaja ini bermaksud membeli bensin, sehingga korban bergegas dari kebun menuju kios. Saat sampai di kios, korban justeru melihat pelaku sudah mengambil uang dari dalam laci, dan dimasukan ke saku celana. Melihat aksi pelaku, korban sepontan berteriak maling dan wargapun berdatangan mengejar pelaku,” tegas Emsas.

Ditambahkan saat beraksi pelaku sendirian mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor polisi. Sehingga pelaku sudah merencanakan sebelumnya. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kundur Utara/Barat dalam proses penyidikan lebih lanjut.
Di balik jeruji besi tahanan Polsek Kundur Utara/Barat Am mengaku mengambil uang untuk membeli obat karena orang tuanya sakit. Sore itu ia baru saja pulang dari tempat kerja, pelaku berencana hendak pinjam uang sama temanya.

Namun dalam perjalanan bensin sepeda motor habis, dan hendak mengisi di kios BBM. Ketika melihat pemilik kios sepi, Am mencoba membuka laci dan mengambil sejumlah uang. Nahasnya, aksinya diketahui pemilik kios. Diakuinya pelaku sempat kabur mengendarai sepeda motor sialnya motor yang dikendarai mogok dan akhirnya tertangkap.

“Memang saya yang mengambil uang dalam laci tersebut karena saya butuh uang untuk membantu pengobatan orang tua yang sedang sakit. Saya tidak tahu berapa jumlah uang dalam laci tersbeut, yang pasti uang itu saya ambil dan berusaha untuk kabur,” ujarnya. (ims)

BUMD Batam Kembali Urus Sembako

0

batampos.co.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengganti struktur pengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batam yakni PT Pembangunan Batam akan digelar Mei 2017 mendatang. Persiapan sembari menunggu audit akuntan publik yang kini sedang berjalan.

Direktur BUMD Batam Hari Basuki mengatakan selama ini pergantian struktur di BUMD Batam memang tidak seiring jabatan, dalam artian komisaris tidak serta merta Sekretaris Daerah (Sekda) yang menjabat, untuk itu perlu dilakukan RUPS.

“Struktur pengurus di kita (BUMD Batam) bukan ex officia tapi atas nama. Bulan depan (Mei) mau RUPS dan harapkan Sekda Batam Jefridin jadi komisaris, kini masih Sekda lama, Agussahiman,” ucap Hari, Rabu (19/4).

Sementara itu, Sekda Batam Jefridin mengaku tak paham sistem pergantian kepengurusan di BUMD Batam. Untuk itu, dia meminta bagian hukum Pemko BAtam untuk memepelajari atauran yang kini diterapkan di BUMD Batam. Namun demikian, jika dia dipercaya menjadi komisaris dai akan menjalani tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apakah otomatis ex officio, walahualam bishawab, kalau memang iya saya akan jalani. Tapi kalau harus RUPS, kita lihat nanti yang jelas saya mau bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Terlepas soal struktur BUMD, dia mengatakan pihaknya kan memanggil pihak BUMD Batam. Panggilan ini terkait keinginan Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) melibatkan kembali BUMD Batam terkait bahan pokok. “Peran BUMD harus nampak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pengadaan bahan pangan atau pokok,” katanya.

Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

Menurutnya, BUMD Batam sempat menyampaikan ‘trauma’ mengurus sembako di Batam, pasalnya dulu BUMD Batam tidak mampu bersaing dengan pengusaha besar. Namun kini, keadaan semakin stabil karena semuanya sudah diatur.

“BUMD ini trauma, awal berdiri di bidang sembako tapi kalah saing dengan para pengusaha bermodal. Lain dulu lain sekarang, makanya kita arahkan ke sana (urus sembako) lagi,” ucapnya.

Jefridin menegaskan, kembalinya BUMD Batam mengurus sembako tidak menghilangkan bidang usaha gas yang kini digeluti BUMD Batam. “Sama-saam kita kembangkan,” tegas dia.

Menyikapi ini, Direktur Utama BUMD Batam Hari Basuki mengaku siap menunggu arahan Pemko Batam, termasuk melibatkan diri dalam operasi pasar untuk menstabilkan harga.

“Kami tingga nunggu arahan Pemko Batam saja. Tidak seperti dulu (bersaing dengan perusahaan besar), apalagi sekarang ada penetapan batas harga atau HET,” kata Hari. (cr13)

Bangun Pelabuhan, Tunggu Rekomendasi Gubernur

0

batampos.co.id – Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjunguban, Letnan Kolonel Marinir R Gunawan mengatakan pihaknya terus fokus terkait rencana pembangunan Pelabuhan Bongkar Muat Barang Teluk Sasa, di Sri Kuala Lobam.

Saat ini proses rencana pembangunan masih menunggu rekomendasi penetapan lokasi pelabuhan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Target untuk membangun pelabuhan ini terus kami lakukan. Rekomendasi juga sudah diberikan ke gubernur. Tinggal tunggu hasilnya untuk segera dilanjutkan ke pusat,” ungkap Gunawan, Rabu (19/4) lalu.

Ia menjelaskan untuk mendukung proses pembangunan pelabuhan tersebut, pihaknya juga sudah mempersiapkan berbagai kelengkapan persayaratan yang dibutuhkan.

Diantaranya, master plan pelabuhan, tanah seluas 1 hektare yang akan digunakan untuk pelabuhan yang sudah memiliki sertifikat hak milik, dan tentunya rekomendasi dari Bupati Bintan, selaku Kepala Daerah di Kabupaten Bintan.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya. Selanjutnya tinggal melakukan study teknis yang akan segera kami lakukan di pusat nanti,” sebutnya.

Gunawan menuturkan hasil dari rekomendasi gubernur tersebut, tentunya sangat penting untuk menentukan pembangunan pelabuhan Teluk Sasa.

Pasalnya penetapan lokasi pelabuhan, sesuai dengan RTRW merupakan salah satu persyaratan wajib untuk membangun sebuah pelabuhan. Dan kewenangannya itu ada pada Gubernur Kepri, selaku kepala daerah tertinggi di Provinsi Kepri.

“Kami berharap gubernur bisa segera melakukan penetapan lokasi untuk pelabuhan. Supaya pembangunan bisa segera berjalan. Karena kami menargetkan tahun 2017 perencanaan pembangunan sudah bisa berjalan dan tahun 2018 fisik sudah bisa dibangun,” tuturnya.

Gunawan menambahkan dengan segera dibangunnya pelabuhan ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Bintan.

“Mudah-mudahan hadirnya pelabuhan ini dapat memberikan kontribusi besar terhadap PAD Bintan, sehingga ekonomi Bintan, semakin maju dan berkembang,” imbuhnya. (cr20)

Focus Group Discussion Menyusun Strategi Pemasaran Cross Border di Pontianak

0

Pariwisata di kawasan crossborder / perbatasan menjadi salah satu cara menarik turis datang ke tanah air.

Perlu cara agar atmosfer bisnis berbasis wisata tumbuh berkembang sejalan dengan pertumbuhan jumlah wisman yang masuk melalui daerah perbatasan itu. Salah satunya dilakukan di Pontianak, Kalbar.

Focus Group Discussion (FGD) pun dibuat Kemenpar untuk Penyusunan Strategi Pemasaran Cross Border di Pontianak, 19 – 21 April 2017.

“Juga agar berbagai event Winderful Indonesia Festival di Aruk, Sambas, Entikong, dan banyak lokasi lain di perbatasan Kalimantan-Serawak, bertumbuh bisnis pariwisata, dan sustainable,” kata Arief Yahya, Menpar yang kaya pengalaman dalam membangun portofolio bisnis baru itu.

“Dalam bisnis, 3S yang harus dilihat! Size, Sustainable, dan Spread. Crossborder bisa masuk ketiga kategori itu,” kata Arief Yahya.

Karena ingin mendapatkan hasil maksimal, seluruh unsur Pentahelix ikut dilibatkan dalam FGD ini. Instansi/lembaga, pelaku industri/bisnis, asosiasi, akademisi, komunitas, serta media, semuanya diundang datang ke Pontianak. Semuanya diajak berdiskusi merumuskan ide dan gagasan dalam membangun pariwisata di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

“Total pesertanya ada 52 orang,” tutur Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astutii, yang didampingi Plt Asdep Strategi Nusantara, Hariyanto, Selasa (18/4).

Rumus ABCGM ala Menpar Arief Yahya masih konstan digunakan. Dari Academician, ada Rektor Universitas Tanjung Pura yang hadir di tengah acara. Kalangan Business diwakili maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Group, Citilink, Kalstar. Selain itu, ada juga Asosiasi HPI, INCCA, ASITA dan PHRI.

Community-nya melibatkan blogger dan pemerhati pariwisata Kepulauan Riau. Government-nya diwakili Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Provinsi Kalimantan Utara, Imigrasi kelas II Entikong, BPS kota Pontianak, BAPPEDA kota Pontianak, Kadin kota Pontianak dan Polda Metro Jaya. Satunya lagi datang dari media nasional.

“Lima unsur ini yang kami giring menjadi kompak, saling support dan  membangun iklim crossborder tourism yang kondusif,” sebut wanita berkerudung itu.

Foto/ilustrasi: istimewa

Dan perekat yang disiapkan adalah jurus Win Way Champions (WWC). Semuanya akan ditularkan sejumlah narasumber sebagai motivator antara lain Plt. Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Hariyanto, Budi Riyanto Binol (Ogilvy Public Relation) dan Surya Yuga (Praktisi Bidang Kepariwisataan).

“Ke depannya kita harus bisa mengalahkan atau minimal menyamai Malaysia dan Thailand. Kita harus jadi pemenangnya, menjadi yang terbaik dengan budaya solid, speed, dan smart,” kata Esthy.

Strategi menggaet wisatawan dari wilayah crossborder ini ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Dia tak ingin cepat puas setelah menggaet 3,6% kunjungan wisman dari wilayah perbatasan. Yang diincarnya, crossborder area semakin hidup dan menjadi destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman).

“Silahkan belajar dari banyak negara di Eropa yang maju karena crossborder. Prancis dan Spanyol hebat mengelola crossborder tourism sebagai sebagai pendulang devisa. Malaysia juga, untuk market travellers Singapore,” ujarnya.

Kebetulan, Kalimantan Barat sendiri mempunyai enam crossborder area. Dari mulai Sambas (Paloh dan Sajingan Barat), Bengkayang (Siding dan Jagoi Babang), Sintang (Ketunggu Hulu dan Ketunggu Tengah), Kapuas Hulu (Puring Kencana dan Dabau), dan Sanggau (Entikong dan Sekayam). Modal ini, diyakini bisa mendongkrak angka kunjungan wisman melalui wilayah perbatasan. (*)

 

Sistem Pencatat Kehadiran Pegawai Harus Diperbaiki

0

batampos.co.id – Keluhan para pegawai di internal Pemerintah Provinsi Kepri perkara penerapan pencatatan presensi mesti disudahi dan lekas dicarikan solusi. Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah menegaskan, sistem yang prima jadi harga mati. Agar tidak lagi terjadi gangguan.

“Kami mendukung penerapan fingerprint itu. Tapi sistem harus dikembangkan dengan BKD dan juga bisa terintegrasi dengan baik ke sistem penggajian,” kata Iskandarsyah, kemarin.

Perlu disambung dengan sistem penggajian lantaran hal tersebut, kata Iskandarsyah, bisa dijadikan tolok ukur pemberian bonus kepada pegawai yang punya catatan disiplin yang bagus. Atau pun sebaliknya, bisa diberikan sanksi bagi pegawai yang indisipliner.

Menurut Iskandarsyah, penerapan sistem pencatatan presensi dengan mesin pemindai sidik jari adalah terobosan yang baik dari Pemprov Kepri untuk meningkatkan kinerja para pegawainya. Tinggal bagaimana membenahi sistem agar tidak ada keluhan atau sampai kesalahan pencatatan.

“Saya yakin Pak Gubernur atau Pak Sekda bisa mengatasi soal ini,” kata politisi dari PKS ini.

Sedangkan pihak DPRD Kepri sendiri, sambung Iskandarsyah, belum ada niatan hendak melakukan rapat dengar pendapat perihal sistem ini. Karena bagi Iskandarsyah pribadi, hal semacam ini merupakan masalah internal Pemprov Kepri. Sehingga tidak perlu turut campur tangan pihak luar.

“Itulah mengapa sampai hari ini kami tidak mengagendakan hearing terkait fingerprint ini dengan Pemprov Kepri,” pungkas Iskandarsyah. (aya)

Anindya Putri Ajak Luaskan Promo Wonderful Indonesia

0

 

Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri gemes, Indonesia jauh lebih kaya, lebih indah, lebih keren dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara. Tetapi jumlah kunjungan Wisman masih kalah dari Malaysia, Singapore dan Thailand.

Tampil berapi-api penuh semangat dia mengajak mahasiswa UI untuk mempromosikan Wonderful Indonesia melalui media sosial.

“Kalian bisa menggunakan Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, menjadi Blogger atau Video Blogger, untuk mempromosikan pariwisata Indonesia!” ajak Anindya, yang lahir di Semarang 3 Februari 1992 itu.

“Kalau mau bantu Indonesia menjadi lebih hebat dari negara-negara itu, ayo kita promosikan destinasi kita di medsos!” ajak Anin, saat berbicara di Fisip Universitas Indonesia (UI), (18/4/2017).

Wakil Jawa Tengah di Putri Indonesia 2015 yang mengenakan baju krem dan sepatu sporty itu merasa yakin, Indonesia bisa menjadi yang terbaik di pariwisata.

“Saya sudah jalan ke mana saja, di negara-negara Asia Tenggara! Saya pernah lihat culturenya Jepang! Saya tetap cinta Indonesia,” aku Anin, yang disambut tepuk tangan riuh.

“Kalian boleh coba underwater di Meksiko, Equador, Fiji, dimana saja! Raja Ampat dan Indonesia Timur jauh lebih hebat! Indonesia is the best,” sebut Anindya yang hobi menyelam dan bola basket itu. Ajakan untuk menghebohkan pariwisata Indonesia di medsos itu rupanya cukup menarik perhatian para mahasiswa.

Statemen Anindya Putri itu dibenarkan Don Kardono, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi yang sama-sama di forum Pekan Komunikasi 2017, dalam Seminar PR-Vaganza oleh HMIK – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UI itu.

“Anin benar! Raja Ampat adalah ranking 1 untuk destinasi snorkeling dunia versi CNN Travel,” sebut Don Kardono.

“Nomor 2, masih juga Indonesia, dengan Labuan Bajo Komodo! Nomor 3 baru Kepulauan Galapagos, di Samudra Pasifik Equador. Tahun 2017 ini, The Best Destination pilihan travellers di TripAdvisor adalah Bali. Mengalahkan London, Paris, New York, Roma, yang menjadi ikon pariwisata dunia!” jelas Don.

Don Kardono setuju 1000% dengan Anin, untuk membuat Wonderful Indonesia dikenal dan menjadi top of mind, harus dipromosikan. Channel promosi yang paling efektif saat ini, media digital. Cara yang paling murah dan mudah menguasai content digital, adalah melibatkan semua pihak untuk promosi gratis di Media Sosial.

Tahun pertama 2015, menurut Don, 80% promosi Wonderful Indonesia diarahkan ke branding. Memperkenalkan produk destinasi Indonesia ke seluruh penjuru dunia.

“Anda ke mana saja, melihat media apa saja, pasti ketemu Wonderful Indonesia!” jelas Don, sambil menunjukkan dokumen dan liputan media di London, Paris, New York, Berlin, Amsterdam, Tokyo, China, Singapore, KL, dan lainnya.

Semua media digital yang menjadi trend setter dunia juga selalu bertemu dengan Wonderful Indonesia. “Dari Google, Youtube, TripAdvisor, Baidu, Ctrip, dan lainnya selalu berjumpa dengan national branding Indonesia! Mengapa harus menguasai digital? Sekarang orang search, share, book, sampai payment sudah melalui smart phone, sangat digital!” kata Don Kardono.

Tema seminar yang dimoderatori Izzaty Zephaniah itu sendiri sebenarnya adalah “The Art of Storytelling: Escalating Indonesia’s Tourism to The Next Level.” Don mencontohkan bagaimana New Zealand mendongkrak pariwisatanya melalui The Hobbit Village dengan cerita The Lord of The Rings. Lalu Belgia dengan patung Manneken Piss, Inggris dengan Stonehenge.

Phiphi Island Thailand dengan James Bond 2011. Petronas Twins Tower KL Malaysia dengan Tom Cruis Mission Impossible 2013. Korea Selatan dengan drama Sonata Winter 2009. “Kita punya success story di Belitung, dengan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang booming saat difilmkan,” jelas Don Kardono.

Terakhir, film Ada Apa Dengan Cinta (AADC-2), yang mempopulerkan destinasi baru di Gunung Kidul Jogjakarta. Semua karena kekuatan storyline.

“Kunjungan Raja Salman Arab, belum lama, itu juga membangun story baru bagi travellers Arab Saudi, dan sekarang sedang kita promosikan di Arab, dengan tema Napak Tilas Raja Salman di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya,” kata Don Kardono.

Nara sumber lain yang tampil adalah Benny S ButarButar, VP Corporate Communication  PT Garuda Indonesia. Dia menyebutkan maskapai penerbangan full service ini akan support pariwisata Indonesia, karena pariwisata sudah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai core economy bangsa dan leading sector.

Industri penerbangan, kata dia, tidak bisa berdiri sendiri. Daerah yang punya destinasi juga harus menggelar banyak atraksi dan kegiatan untuk pariwisata. Sehingga ada keinginan orang untuk berwisata.

Sesi kedua, seminar itu menampilkan Marianne Admardatine, Ogilvy Public Relations Indonesia, Edwin Pieroelie, Klirkom Public Relations, Laura Kemp, Australian Embassy Jakarta. (*)

Mencuri Minuman Botol, Lima ABG Diamankan Polisi

0

 

batampos.co.id – Lima orang Anak Baru Gede (ABG) diamankan penjaga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tanjungpinang, karena kedapatan mencuri minuman botol di kantin sekolah tersebut, Rabu (19/4) dini hari. Kelima remaja tersebut pun langsung diamankan dan diserahkan ke Polsek Tanjungpinang Barat.

Informasi yang dihimpun, kelima ABG yang diketahui berinisial, R, S, A, D, M, masuk ke kantin sekolah tersebut sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka pun kemudian menuju kantin yang berada di pekarangan sekolah dan mengambil satu kotak minuman botol. Namun sayang, saat tengah beraksi pemilik kantin memergoki dan langsung mengamankan dua pelaku. Sedangkan tiga pelaku lainnya melarikan diri.

Penjaga sekolah tersebut, Andi, membenarkan adanya pencurian di kantin sekolah yang dijaga tersebut. Namun, saat kejadian dirinya sedang tidak berada di tempat.

“Iya dua orang ditangkap di lingkungan sekolah. Tiga lainnya ditangkap, setelah kami serahkan dua pelaku yang tertangkap terlebih dulu,” ujar Andi.

Dikatakan Andi, karena pelakunya anak dibawah umur. Mereka pun hanya dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

“Mereka ini (pelaku) sering saya lihat menghabiskan waktu di warung internet yang tak jauh dari SMP 1. Mereka juga sudah dibuatkan surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya,”kata Andi.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Barat, AKP Yuhendri melalui Kanit Reskrim, Aiptu Ony Chandra membenarkan adanya pencurian di kantin SMP Negeri 1 tersebut. Namun, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Yang mencuri masih anak-anak. Barang bukti yang dicuri mereka sedikit. Jadi mereka kami buatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksinya. Dan diselesaikan secara kekeluargaan,” ucap Ony.(ias)

Stok Sembako Aman, Harga Harus Murah

0

batampos.co.id – Tiga puluh sembilan hari menjelang Bulan Suci Ramadan, Gubernur Kepri Nurdin Basirun ingin memastikan stok sembako dan ketersediaan daging mencukupi. Selain stok cukup, Nurdin ingin harga di pasaran terjangkau dan murah.

Keinginan Gubernur itu disampaikan saat Nurdin melakukan peninjauan ke Pasar Baru Tanjungpinang, Gudang Bulog, Gudang Distributor Daging dan Gudang Beras, Rabu (19/4). Gubernur juga menanyakan kelancaran pasokan barang, asal pasokan dan yang lainnya.

“Dari mana masuknya terserahlah, yang penting harga murah dan terjangkau masyarakat,” kata Gubernur, di Pasar Baru, Tanjungpinang.

Di Pasar Baru, Gubernur yang ditemani Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Perekonomian Syamsul Bahrum, Kadis Perindag Burhanuddin, san Karo Humas Protokol Penghubung Nilwan, masuk ke sejumlah toko. Sejumlah toko yang dikunjungi Nurdin di antaranya Toko Sembako, para penjual sayuran, pedagang daging, pedagang ikan, pedagang pakaian dan sejumlah dagangan lainnya.

Dalam tiap kunjungan itu, Gubernur melakukan perbincangan dengan para pedagang. Ketika bertemu pedagang warga Tionghua, Nurdin berbincang-bincang dengan bahasa Tionghua. Bertemu dengan pedagang kelahiran Sumbar, Gubernur berbual dengan bahasa Minang. Demikian juga dengan pedagang asal Jawa, dan Kampar.

Ketika sampai di Pasar, Gubernur langsung bertemu dengan pedagang air tahu. Di tengah panas terik, Nurdin langsung minum segelas air tahu dingin. Di akhir keliling pasar lebih dari dua jam itu, Gubernur bertemu pedagang jamu. Gubernur pun meramu jamunya sendiri dengan memecah telor ayam kampung dan ramuan jamu pegal linu.

Nurdin juga sempat mentraktir beberapa pembeli, baik sayur-sayuran, daging, juga pakaian. Beberapa pembeli memang menyebutkan sejumlah barang seperti cabe mulai naik Rp1.000. Mereka berharap tidak ada kenaikan yang drastis, apalagi saat Ramadan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memantau layar monitor harga sembako yang ada di Pasar Baru. Monitor itu menampilkan harga terendah dan tertinggi barang dagangan hari itu. Fluktuasi harga itu juga bisa terpantau di Dinas Perindag.

“Kalau melihat harganya melambung tinggi, lakukan operasi pasar,” kata Nurdin kepada Kadis Perindag, Burhanuddin.

Untuk memastikan kesediaan bahan dan harga murah, usai dari Pasar Baru, Nurdin dan rombongan melakukan peninjauan di Tempat penyimpanan bahan pasokan berupa daging, beras dan gula di beberapa tempat di Tanjungpinang.

Adapun tempat pertama yang dikunjungi Gubernur yakni PT. Dewi Kartika Cold Storage di Jl. MT. Haryono Tanjungpinang yang mana merupakan distributor Daging Sapi, Ayam dan Ikan Beku.

Jhonny salah satu karyawan mengatakan bahwa pasokan daging yang didapat berasal dari Singapore dengan patokan harga daging dari distributor sekitar Rp70.000 s/d Rp74.000 perKilo.

Mendengar hal yang disampaikan tersebut Nurdin meminta harga harus stabil agar tidak memberatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.

“Harga harus stabil jangan dinaikan sembarangan karena semua ini untuk masyarakat yang merupakan salah satu kebutuhan pokok,” ujar Nurdin.

Selanjutnya Gubernur menuju ke Komplek gudang bulog Tanjunpinang di Km. 5 bawah. Ditemani Kepala Seksi Pelayanan Publik Divre Bulog Tanjungpinang, Sahid mengatakan bahwa gudang berkapasitas 7000 Ton tersebut saat ini menampung Beras sebanyak 3500 Ton dan Gula sebanyak 100 Ton. Dengan kirasan harga sekitar Rp.8.974 dan paling tinggi hingga Rp.9.500 untuk beras dan Rp.11.800 sampai dengan Rp.12.200 untuk harga gula.

Beras yang datang tersebut sebagian besar dari Impor dari Vietnam dengan menggunakan Kontainer kapal yang mengangkut harus terlebih dahulu melewati Jakarta.

“Proses pindah angkut beras masih menggunakan manual Pak Gubernur, dengan tenaga manusia,” ujar Sahid.

Mendengar hal tersebut Gubernur Nurdin langsung merespon bahwa harus menggunakan forklip yang merupakan mesin pengangkut untuk mempermudah proses pindah angkut barang.

Tempat terakhir yang dikunjungi Gubernur adalah Toko tempat penjualan beras dan bahan pangan lainnya bertempat di Km. 7 Tanjungpinang. Aseng pemilik toko mengatakan bahwa bahan pokok yang ada ditokonya ini diambil dari Jawa juga dari distributor bulog di Tanjungpinang dan stock yang ada masih stabil serta cukup sampai bulan Ramadhan.

Gubernur tampak puas karena pasokan yang tersedia aman. Meski aman, kepada OPD terkait, Gubernur minta dipastikan agar tidak terjadi lonjakan harga yang drastis. Apalagi harga yang tinggi bakal membuat masyarakat “menjerit”. (bni)

Dua Petugas ASDP Punggur-Batam Ditangkap

0

 

batampos.co.id – Dua petugas pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Telaga Punggur terjaring tim saber pungli Polresta Barelang, Rabu (19/4). Keduanya diduga terlibat praktik pungutan liar di pelabuhan roll on-roll off (Roro) tersebut.

Informasi dari sumber di lapangan, kedua petugas tersebut bernama Fendi dan Depi. Keduanya ditangkap pada waktu yang berbeda. Fendi diamankan dan diboyong ke Mapolresta Barelang sekitar pukul 14.00 WIB, sementara sorenya, sekitar pukul 17.00 WIB, giliran Depi yang dicokok.

“Fendi ini tiketing-nya yang eksekusi, kalau Depi atasannya. Kayak kepala lapangan, itu otaknya,” kata sumber tersebut, Rabu (19/4) malam.

Dalam aksinya, para pelaku memungut uang dari para supir truk yang hendak menyeberang ke Tanjunguban, Bintan, menggunakan kapal roro. Namun mereka tidak memberikan tiket atau karcis kepada para sopir truk itu. Diduga, uang tersebut tidak disetorkan ke PT ASDP. Sebab laporan keuangan berdasarkan jumlah karcis yang dikeluarkan.

“Masuk kantong pribadi lah,” tambah sumber itu.

KantorASDP di Punggur malam hari, Rabu (19/4). Dua pegawai ASDP ini ditangkap polisi kasus pungli, atas nama Depi dan Pandi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, kedua pelaku diamankan di unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polresta Barelang, keduanya terlihat bersandar di tembok. Awak media kesulitan untuk mendapatkan informasi terkait keduanya.

Sumber lain menyebutkan, tim saber pungli juga sempat menggeledah kantor ASDP di Telagapunggur. Hingga tadi malam, kantor tersebut terlihat disegel dengan rantai yang dikuci dengan tiga gembok.

“Tadi sore ramai, ada memang (geledah), tapi sudah pulang, kalau mau datang saja besok pagi,” kata seorang warga di Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Namun pria tersebut buru-buru pergi setelah mengetahui baru saja berbicara dengan wartawan. (cr13)

Dugaan Korupsi Investasi Pemko Tunggu Hasil Audit BPKP

0

batampos.co.id – Kejari Tanjungpinang, masih menunggu hasil audit BPKP Provinsi Kepri terkait kerugian negara dari penanganan dugaan korupsi dana investasi Pemko Tanjungpinang kepada BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama.

Kepala Kejari Tanjungpinang, Heri Ahmad Pribadi mengatakan penyidikan kasus tersebut masih terus berlanjut. Pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPKP untuk mengetahui kerugian negara.

“Masih menunggu hasil audit. Soalnya belum keluar dari sana (BPKP),”ujar Heri, ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (19/4).

Dikatakan Heri, tim penyidik pun akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap para pihak terkait yang dijadikan saksi dalam penanganan perkara tersebut.

“Saksi-saksi masih akan kami panggil kembali untuk dimintai keterangannya,” kata Heri, tanpa menyebut jumlah saksi yang akan dimintai keterangannya kembali.

Dugaan korupsi tersebut telah ditangani tiga orang pria yang pernah menjabat Kasipidsus yakni Lukas Alexander Sinuraya, Danang Prasetyo Dwiharjo hingga Benny Siswanto. Namun, hingga saat ini terkesan jalan di tempat atau mengendap tanpa adanya orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kasipidsus Kejari Tanjungpinang, Beni Siswanto pernah berjanji penanganan dugaan korupsi dana investasi Pemko Tanjungpinang ke BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama itu akan rampung pada Bulan Januari 2017. Namun, kenyataan sudah memasuki bulan keempat. Belum ada satu orang pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi dana investasi tersebut berawal saat Pemko Tanjungpinang 2010-2014 mengucurkan dana Rp 4,1 miliar dana ke BUMD Kota Tanjungpinang. Namun, dibawah kepemimpinan Eva Amalia, LPJ atas penggunaan dana tersebut ternyata tidak dibuat.

Selain itu masih dibawah kepemimpinan Eva Amalia, BUMD Tanjungpinang hanya memiliki kerja sama pendistribusian kopi dan gula serta investasi kerja sama pembangunan 9 titik tower antara BUMD dengan PT Gemetraco Tunggal, yang selanjutnya akan disewakan ke Telkomsel.

Mirisnya, dari sembilan titik tower yang lahannya sudah disewa selama pertahun, hingga saat ini hanya 1 tower di Kampung Bugis yang terbangun. Sedangkan pembangunan 8 tower lainnya dan penyewaan ke PT Telkomsel maupun provider lain menjadi tidak jelas.

Dalam penyewaan lahan dan pembangunan tower, PT Tanjungpinang Makmur Bersama bertindak sebagai pelaksana pengurusan izin, pengurusan jasa SITAC, penyewaan lahan serta pengurusan IMB di sembilan titik tersebut.

Alhasil, kendati dana sewa dan sewa lahan serta pengurusan administrasi yang diduga dimark-up PT Tanjungpinang Makmur Bersama, hingga saat ini dari 9 tower, hanya tower di Kampung Bugis yang dapat ditagih. Tagihan tersebut, hingga saat ini juga belum dibayarkan PT Gemetraco ke PT TMB sebagai perusahaan dari BUMD Kota Tanjungpinang.

Atas tidak jelasnya pengembalian pembiayaan sewa dan pengurusan administrasi izin dan IMB itu, berakibat saldo kas akhir BUMD Kota Tanjungpinang diakhir masa jabatan Eva Amalia hanya tinggal Rp 1.700 saja.

Dalam sewa lahan pada sembilan titik lokasi tower yang lahannya sudah dibebaskan, PT. Tanjungpinang Makmur Bersama, ternyata dua dari lahan tersebut merupakan lahan milik dua mantan angggota DPRD Kota Tanjungpinang periode 2009-2014, masing-masing berinisial SP dan AS.

Keduanya diduga turut serta menikmati kucuran dana BUMD Kota Tanjungpinang sebesar Rp 150-200 juta, dengan alasan penyewaan lahan pembangunan 9 titik tower, kerja sama BUMD Kota Tanjungpinang dengan PT Telkom.

Keterlibatan kedua anggota DPRD Kota Tanjungpinang ini, tercatat dalam rincian laporan pengeluaran dana usaha BUMD yang dibuat dan dikeluarkan Bendahara BUMD, ketika Eva Amalia masih menjabat Direktur. (ias)