batampos.co.id – Bahwa seseorang yang menyebut dirinya sangat bahagia akan hidup lebih lama daripada mereka yang menyebut hidupnya tidak terlalu bahagia.
Demikian penelitian terbaru yang dilakukan selama 30 tahun oleh ilmuwan dari University of North Carolina.
Terlepas dari pendapatan, kesehatan, dan status pernikahan, mereka yang menyebut dirinya tidak terlalu bahagia akan lebih cepat meninggal dunia.
Para ilmuwan dari University of North Carolina tersebut mengambil sampel sejumlah 30 ribu orang dewasa. Mereka telah memulia penelitian ini 30 tahun yang lalu. Metodenya dengan memberikan pertanyaan pada 30 ribu orang tersebut.
Pertanyaan yang diberikan, Bagaimana anda menjalani hari-hari anda selama ini, apakah sangat bahagia, bahagia, atau tidak terlalu bahagia?. Para peneliti kemudian mengakses data kematian untuk melihat hubungan antara jawaban yang diberikan 30 tahun yang lalu dengan fakta yang ada sekarang.
Ternyata, seseorang yang menjawab bahagia dengan hidupnya, mempunyai usia lebih lama. Menurutnya, hal ini terkait dengan kemampuan seseorang tersebut untuk mengelola stress, dan koneksi yang kuat dengan teman-temannya.
Jurnal Social Science & Medicine dari Amerika Serikat juga menyebutkan, pendapatan yang lebih tinggi, lingkungan bebas kejahatan, peningkatan program kesehatan masyarakat tidak selalu mempengaruhi kebahagiaan suatu kelompok masyarakat.
Jadi pesan untuk pemerintahan, sebaiknya tidak tidak hanya membuat program yang fokus dengan peningkatan ekonomi, mengurangi kejahatan, hingga peningkatan program keamanan. Pemerintah juga harus membuat program yang bisa memberikan efek happy untuk masyarakat. Misalnya dengan mempercantik tata kota, program cara mengelola stress, memperkuat ikatan komunitas, pertemanan, hingga pasangan. (DailyMail/Ina)
Park Geun-hye saat dilantik sebagai presiden Korsel pada 25 Februari 2013. (LEE JAE-WON/REUTERS)
batampos.co.id – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Jumat (10/3) menjadi pukulan telak bagi Park Geun-hye. Presiden ke-11 Korsel tersebut selama ini yakin jika dia tetap berkuasa. Kerena itulah sebesar apapun massa yang turun ke jalan menuntutnya untuk mundur, Park bergeming.
Keyakinan tersebut luntur saat putusan dibacakan. Harian Chosun Ilbo melaporkan jika Park sendirian ketika melihat pembacaan putusan dari siaran televisi di istana kepresidenan atau Blue House.
Sebelum keputusan MK keluar, Park dan pengacaranya yakin jika 5 dari 8 hakim akan mendukungnya. Atau setidaknya posisinya seimbang yaitu 4 lawan 4. Namun pada kenyataannya, suara 8 hakim bulat untuk memakzulkan dirinya.
Tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Park buru-buru menelepon salah seorang ajudannya untuk mengkonfirmasi.
”Presiden tampak tertegun dengan keputusan itu. Dia tampak murung. Dia ingin sendirian untuk sementara waktu,” ujar ajudan perempuan yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Dia menambahkan jika Park tidak memiliki rencana untuk mengeluarkan pernyataan dalam waktu dekat. Baik itu tentang keputusan MK maupun langkah kedepan yang akan dia ambil. Dia juga tidak berusaha menenangkan para pendukungnya. Juru bicara partai Keadilan Han Chang-min menuding Park tidak bertanggung jawab dengan terus tutup mulut.
”Tindakannya seakan menunjukkan pada publik jika dia menolak menerima keputusan MK, itu akan menyebabkan kericuhan yang lebih besar,” tegas Han.
Meski dilengserkan, politisi yang pernah menjadi presiden perempuan pertama Korsel tersebut tidak akan meninggalkan istana kepresidenan yang dalam bahasa Korea disebut dengan Cheong Wa Dae itu. Park akan meninggalkan Blue House setelah rumah pribadinya di wilayah Selatan Seoul sudah diperbaiki dan dibersihkan.
Dalam siaran televisi, tampak sebuah truk menurunkan barang-barang di rumah dua lantai itu. Polisi mengerahkan 200 personil untuk berjaga di kediaman Park tersebut. Dalam putusan MK, semua hak istimewa yang melekat pada Park semasa menjadi orang nomer satu di Korsel harus dicabut terkecuali pengamanan.
Mantan Presiden yang masih melajang di usia 65 tahun tersebut bakal mengahadapi jalan yang terjal. Sahabatnya, Choi Soon-sil, sudah ditahan. Dia juga tidak dekat dengan dua adiknya. Tidak menutup kemungkinan, dalam waktu dekat Park akan menyusul Choi ke balik jeruji besi. Sebab kini dia tidak lagi kebal hukum. Jaksa bisa memanggilnya kapan saja untuk diinvestigasi terkait skandal penyalahgunaan kekuasaan yang membelitnya. Panggilan yang selalu dia tolak selama berbulan-bulan.
Park dituding telah memanfaatkan kekuasaannya dengan meminta perusahaan-perusahaan besar untuk menyumbang ke organisasi non profit K-Sport yang dikelola oleh Choi. Sumbangan tersebut tidak gratis.
Perusahaan akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan permintaan. Sebagai contoh adalah Samsung. Merger dua anak perusahaan Samsung Group dipermudah setelah memberikan “uang pelicin” ke K-Sport. Park juga membiarkan Choi yang tidak memiliki jabatan kenegaraan apapun untuk mengetahui berbagai rahasia negara dan meminta pertimbangannya untukberbagai keputusan penting.
Park bukanlah mantan presiden pertama yang terlibat skandal dan bermasalah dengan hukum. Beberapa mantan presiden Korsel juga mengalami nasib serupa. Diantaranya adalah mantan presiden ke-5 dan ke-6 Korsel Chun Doo-hwan dan Roh Tae-woo.
Keduanya harus mendekam di penjara pada tahun 1990an karena masalah suap. Mantan presiden ke-9 Korsel Roh Moo-Hyun juga diselidiki akibat skandal korupsi. Alih-alih bertanggung jawab, dia malah memilih untuk bunuh diri pada tahun 2009.
Ketika kepastian akan nasib Park sudah diumumkan, aksi turun ke jalan kelompok anti-Park setiap akhir pekan tidak berhenti. Kemarin (11/3) mereka kembali memenuhi jalanan utama kota Seoul. Jika sebelumnya penduduk menuntut agar Park mundur, kini tuntutannya berubah. Yaitu agar dia segera ditangkap dan diadili atas perbuatannya. ”Pemakzulan bukanlah akhir. Kami tidak akan terpecah belah, kami akan terus maju dan bersatu. Dia (Park Red) kini penduduk biasa. Jika dia salah, dia harus ditahan,” tegas salah seorang demonstran T.H. Kim.
Massa juga menuntut agar Perdana Menteri (PM) sekaligus Plt Presiden Hwang Kyo-ahn mundur dari jabatannya. Hwang yang merupakan orang kepercayaan Park telah menjadi presiden sementara sejak Park dimakzulkan oleh Parlemen pada 9 Desember lalu.
Tak jauh dari lokasi tersebut, kaum tua yang mendukung Park juga ikut melakukan aksi. Polisi berjaga agar kericuhan tidak kembali terjadi. Saat pembacaan putusan MK dua hari lalu, massa pendukung Park menyerang polisi dan para jurnalis. Tiga orang tewas akibat bentrok tersebut. Korban ketiga baru meninggal kemarin. Kakek 74 tahun itu mengalami serangan jantung saat kericuhan terjadi.
Beberapa demonstran yang berulah Jumat lalu juga ditahan. Termasuk diantaranya seorang kakek yang berusia 60 tahun. Polisi berjanji untuk mengusut dan melacak orang-orang yang memicu kerusuhan hingga menyebabkan tiga orang tewas tersebut.
Para pendukung setia Park itu adalah mereka yang hidup dalam masa kepemimpinan Park Chung-hee. Ayah dari Park Geun-hye tersebut memimpin selama 18 tahun sebelum dibunuh oleh kepala keamanannya sendiri pada 1979. (Reuters/AFP/sha/any)
Salah satu pulau terluar di Kepri, Pulau Tolop bertugas menjaga perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukanlah tugas yang mudah mengingat pulau ini hanya dijaga oleh sekitar 20 orang tentara marinir. Namun mereka siap menunaikan tugas menjaga keamanan negara.
Tim dari Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenkomar) berkesempatan mengunjungi salah satu pulau terluar di Indonesia, Pulau Tolop pada Jumat (10/3) pagi. Kedatangan mereka disambut hembusan angin laut yang cukup kuat dan juga salam komando dari tentara TNI AL yang menjaga pulau tersebut.
Satu per satu rombongan Kementerian Koordinator Kemaritiman (Kemenkomar) turun dari kapal laut milik Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV yang mereka naiki untuk bisa ke pulau yang berjarak 22 kilometer dari Batam tersebut.
Rombongan Kemenkomar ini merupakan pendamping dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Panjaitan yang juga berkunjung ke pulau ini. Namun sang Menteri datang pada tengah hari karena ia menghadiri pertemuan dengan pengusaha di Batam terlebih dahulu.
Pulau dengan luas 8,6 hektare ini terletak bersebelahan dengan Pulau Belakangpadang yang ada di belakangnya. Butuh waktu 1 jam untuk bisa mencapai pulau ini. Dari kejauhan, gedung-gedung pencakar langit di Singapura terlihat jelas karena jarak Tolop dengan negeri jiran hanya 22,2 kilometer.
Jika mencoba mengelilingi pulau dengan kapal, maka akan terlihat bahwa pulau ini dikelilingi oleh tembok pemecah ombak. Tembok ini bukan seperti tembok biasa tapi berbentuk seperti kotak-kotak beton yang disusun secara simetris melindungi pantai dari pengikisan atau abrasi yang ditimbulkan oleh hantaman ombak terhadap bibir pantai secara terus menerus.
Kemudian jika berlayar ke bagian pulau yang berhadapan dengan Singapura, maka di balik tembok pemecah ombak ada lagi.tembok lainnya yang berdiameter lebih kecil. Bentuknya seperti tembok yang mengelilingi sebuah benteng layaknya benteng pada era abad pertengahan di Eropa. Di sanalah terdapat pos pemantau dari tentara penjaga perbatasan.
Rombongan Kemenkomar sendiri masuk lewat dermaga yang ada di bagian belakang pulau. Dari dermaga dapat dilihat tulisan grafiti besar yang membentang di tembok bertuliskan TNI AL Pulau Tolop.
Pulau ini ternyata sangat bersih dan banyak ditumbuhi pepohonan. Di sekeliling pantainya pun banyak pohon bakau terlihat. Sambil berjalan menuju markas TNI AL, maka rombongan Kemenkomar bersama awak media dapat melihat banyak ayam dan juga kambing yang sedang merumput.
foto: google map
Tak lama kemudian, Komandan Pos Angkatan Laut (Posal), Letda Laut Mukidi menyambut kedatangan rombongan Kemenkomar. Nama Mukidi belakangan ini memang terkenal karena kelucuannya di media sosial.
Namun Mukidi yang ada di Pulau Tolop tidaklah jenaka seperti Mukidi yang tengah viral tersebut.
Wajahnya sangat serius menunjukkan wibawa angkatan laut kepada masyarakat. Salah seorang rombongan Kemenkomar memberanikan diri untuk mengusik roman serius sang komandan dengan lontaran lelucon tentang Mukidi.
“Tahu gak bapak, kalau nama bapak itu sangat terkenal di dunia media sosial karena kelucuannya,” kata salah seorang rombongan tersebut.
Namun jangankan tertawa, tersenyum lebar pun tidak.
“Iya,” timpal Mukidi.
Ia kemudian hanya tersenyum tipis dalam sepersekian detik dan kemudian kembali pada mode seriusnya. Wibawa seorang tentara yang harus selalu siap dalam keadaan apapun terlihat dari mimik wajahnya.
Tak lama kemudian, Mukidi mengambil sikap dengan berdiri tegak layaknya pemimpin upacara. Kepada pimpinan rombongan Kemenkomar, ia menyambut kedatangan mereka dan melaporkan situasinya dengan gaya militer yang lugas.
foto: rifky / batampos
Setelah itu barulah rombongan memasuki pos angkatan laut tempat Mukidi memimpin. Komplek bangunannya tidaklah besar dan diisi oleh enam gedung ukuran kecil. Gedung-gedung itu terdiri dari tiga gedung mes tentara, satu gudang, satu gedung sebagai menara komando utama yang memiliki tinggi hingga 10 meter. Dan satu gedung lagi merupakan gedung serba guna yang bisa digunakan oleh tentara untuk melakukan sholat berjamaah. Total luasnya mungkin mencapai 120 meter.
Di tengah-tengah komplek terdapat empat pemancar parabola bernama V-Satelit. Fungsinya adalah untuk memetakan kondisi sekitar pulau lewat satelit. Petanya dapat dilihat di menara komando utama.
Rombongan awak media mencoba untuk mewawancarai Mukidi terkait kehidupan di Pulau terluar Indonesia tersebut. Namun Mukidi yang irit senyum ternyata juga irit bicara. “Kalau listrik ya pakai panel tenaga surya dan air kami tampung dari air hujan,” katanya sambil menunjuk lokasi panel tenaga surya.
Di lokasi yang ditunjuk oleh Mukidi ada empat panel tenaga surya. Keempatnya membentang ke atas menyaring sinar matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik oleh efek fotoelektrik. “Kalau hujan tak bisa digunakan. Namun energi yang ada cukup untuk menerangi pulau pada malam hari,” lanjut Mukidi.
Untuk kebutuhan makanan pokok sehari-hari. Mukidi menjelaskan bahwa tiap dua minggu sekali, ia dan anggotanya akan pergi ke Batam untuk berbelanja. “Namun jika dibutuhkan bisa beberapa kali dalam dua minggu,” ungkapnya.
Mereka juga memelihara ayam kampung dan kambing sebagai tambahan kebutuhan pokok. Tidak sulit bagi kedua hewan tersebut untuk mendapatkan makanan karena suasana Pulau Tolop masih asri dan segar.
Saking sunyinya, terkadang para prajurit bisa lupa waktu. Mereka bisa bertahan duduk berjam-jam memandangi laut tanpa ekspresi. Sehari-hari hal tersebut memang menjadi rutinitas mereka. “Kalau satu atau dua hari jika tujuannya berlibur ya enak, tapi kalau enam bulan lumayan bosan juga,” kata Mukidi sembari tersenyum selama tiga detik.
Saat ini Pulau Tolop dijaga oleh 20 orang prajurit. Mereka bergantian dengan teman tentara lainnya tiap enam bulan sekali. Dan setiap seminggu sekali, atas izin dari Komandan Posal, mereka bisa pulang ke Batam jika memang keluarganya ada di Batam.
Tiap malam dua kapal dari TNI AL selalu lewat di depan Pulau Tolop. Secara posisional, pulau ini sangatlah strategis karena berada di garis terdepan yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Singapura.
Tidak heran hanya dengan mata telanjang saja, kita bisa melihat kapal-kapal berbendera asing berseliweran di Selat Malaka, namun sayangnya tak satupun yang singgah di perairan milik Indonesia.
Mengenai keamanannya, Mukidi mengakui situasi cukup tenang untuk saat ini. Namun pada tahun 2015, pihaknya banyak menemukan kasus di perairan depan Pulau Tolop.
“Ada sekitar 78 penangkapan pada 2015 lalu yang diamankan oleh Unit Reaksi Cepat dari Armada Barat,” jelasnya.
Jalur melewati perairan Pulau Tolop memang menjadi salah satu favorit bagi para penyelundup untuk beraksi. Menurut penuturan Mukidi, pihaknya sering menemukan mereka beraksi pada malam hari. “Dan jika cuacanya buruk, maka aksi akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Ada bermacam-macam barang ilegal yang diselundupkan, mulai barang elektronik, kasur, dan sembako. Dan bahkan pihaknya pernah menemukan penyelundup yang membawa mobil berlayar memutar perairan Belakangpadang untuk bisa masuk ke pelabuhan tikus di Batam.”Umumnya penyelundup berasal dari Malaysia,” imbuh Mukidi.
Ditempat yang sama, Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda Aan mengatakan saat ini armadanya mampu menurunkan tingkat penyelundupan hingga nol. “Kami membentuk pola pengamanan teritorial yang menggunakan citra satelit, sehingga Unit Reaksi Cepat bisa melaksanakan tugasnya,” tambahnya lagi.
Namun ia juga mengungkapkan banyak kendala yang dialami oleh Unit Armada Barat. Salah satunya adalah kekurangan kapal untuk melakukan pengawasan. Selain itu mereka tidak memiliki kapal tanker yang cukup kompetitif.”Kapalnya ada, tapi bahan bakarnya yang tak ada,” jelasnya.
Apapun ceritanya, Mukidi menegaskan bahwa Pulau Tolop merupakan benteng terluar dari Indonesia. Apapun konsekuensinya, TNI AL siap mengemban tugas menjaga kedaulatan negara di titik terdepan.”Hidup mati hanya untuk NKRI,” tegasnya. (RIFKI SETIAWAN LUBIS, Belakangpadang)
Jalan sepanjang 1,2 kilometer tak ubahnya menjadi panggung fashion, ketika ratusan model karnaval melintas. Warna warni kostum bertema keanekaragaman Indonesia ditampilkan apik dengan iringan marching band oleh pelajar Batam, Sabtu (11/3).
Dimulai dari Sumatera Convention Center (SCC) Batamcenter, arak-arakan budaya Indonesia memutari bundaran BP Batam lalu belok kiri melalui depan Dataran Engku Putri, lanjut melalui depan Pemko Batam dan belok kiri kembali melalui jalan di samping Megamall dan berakhir ke SCC.
“Kali ini kita mengangkat tema Wonderful of Indonesia yang dikemas dengan ratusan model karnaval menggunakan busana unik dan cantik. Busana-busana ini tentu saja mengangkat keberagaman Indonesia,” kata Show Director Batam International Fashion and Food Festival (BIFF) 2017, Adibuana.
Meskipun matahari sedang dalam puncak-puncaknya, ratusan model karnaval terlihat terus menebar senyum kepada warga yang melihat pertunjukan fashion tersebut. Tidak mau kalah, para penabuh drum yang berasal dari puluhan pelajar SD dan SMP di Batam juga terus bersemangat.
“Kami ingin karnaval ini menjadi hiburan masyarakat Batam dan wisatawan yang berada di Batam. BIFF sebenarnya bertujuan membangkitkan dunia pariwisata di Batam. Semoga saja ke depannya karnaval BIFF 2017 ini bisa setara dengan Jember Fashion Carnaval,” ungkap Ketua Panitia BIFF 2017, Christine Besinga. (cr18)
Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian memaparkan bahayanya info bohong di media sosial yang digelar oleh Posmetro Batam di Kopitiam Alamak, Hotel Vanilla, Penuin, (11/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Polda Kepri masih melakukan pendalaman penyelidikan terhadap tersangka kasus pelecehan terhadap kinerja Densus 88, Ketua Kadin Kepri Maaruf Maulana. Selain itu untuk status Maaruf, disebutkan Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian masih dalam pendalaman dan pengakajian pihak penyidikan.
“Nanti akan kami nilai, statusnya dilanjutkan atau tidak,” katanya pada Batam Pos, Sabtu (11/3).
Alasan perlu adanya pengakajian ini, disebabkan semuanya perlu ada kepastian hukum bagi Maaruf. Lalu juga tak melupakan rasa keadilan yang ada. Namun Sam menegaskan, penegakan hukum kasus ini pasti akan dilanjutkan.
“Setiap kasus pidana akan kami selesaikan pemberkasannya,” tuturnya.
Ia juga membantah bahwa kasus ini ada unsur pesanan. “Berita dipesan, tidaklah,” ucapnya.
Kasus ini tetap lanjut, kata Sam denga alasan sebagai proses pembelajaran bagi publik. Agar selalu berhati-hati dalam bermedia sosial. Karena postingan Maaruf Maualana yang menyinggung Densus 88, itu disebarkan di media publik. Dan dibaca khalayak ramai.
“Semoga masyarakat dapat belajar ke depannya nanti. Bijaklah dalam bermedia sosial,” ujarnya.
Ia mengatakan gambar yang dishare oleh Ketua Kadin Kepri ini, tak lah terlalu menohok atau melecehkan kinerja kepolisian. Namun gambar itu menjadi kasus, adanya komentar yang mencoba menggiring opini publik.
“Karena komentarnya negatifnya, jadilah dia tersangka,” ungkap Sam.
Kasus Maaruf ini bermula pada 13 Desember tahun lalu. Dimana Maaruf mempostingan fotobom termos ini digambarkan seorang laki-laki yang memikul sebuah termos dan beberapa alat berupa remote layaknya bom menempel pada dada lelaki itu.
Pada foto itu ada tulisan “coba alihkan isu dengan bom termos”. Lalu ada tambahan komentar dipostingan tersebut “kalau pengalihan isu pake bom panci masih gagal”
Bila kasus ini berlanjut, maka Maaruf terancam hukuman penjara selama enam tahun. Hal ini berdasarkan UU ITE pasal 45 ayat 3 nomor 19 tahun 2016 atas perubahan undang-undang nomor 11 tahun 2008.
“Bersangkutan dijerat pasal 27, pasal 45 dan pasal 207, dengan ancaman enam tahun penjara,” ungkap Sam pada beberapa waktu lalu. (ska)
batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Telekomunikasi (Kominfo) Provinsi Kepri Guntur Sakti menyebutkan saat ini pihaknya berusaha untuk merapikan dan mengawasi media sosial yang negatif seperti menyebarkan ucapan kebencian atau berita palsu.
Oleh sebab itu, Guntur Sakti menyarankan masyarakat juga ikut mengawasi hal ini juga. “Dengan cara melaporkan setipa medsos negativ, ke situs trustpositif.kominfo.go.id. Laporan ini satu pintu, dan langsung ditanggapi nantinya oleh kominfo,” katanya pada Batam Pos, Sabtu (11/3).
Ia mengatakan bila ada oknum-oknum penyebar kabar negativ, yang menyinggung orang, instansi, atau perusahaan bisa melaporkan langsung ke situs tersebut. Bila bukti yang cukup, oknum tersebut bisa dijerat dengan UU ITE.
“Undang-undang ini tidak mengenal batas teritorial,” tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa hati-hati dalam berselancar di dunia maya, sebab ada beberapa postingan atau status bisa menjerat seseorang. Dan berhadapan dengan hukum.
Selain itu nantinya, Guntur mengatakan juga telah menyiapkan cara penyampaian sosialisasi penggunaan media sosial dengan baik dan benar.
“Cara penyampaian akan kami jungkir balikan sedemikian rupa. Dimana setiap user akan berbeda kemasan penyampaian sosialisasinya,” ucapnya.
Guntur mencontohkan cara penyampaian sosialisasi bermain media sosial aman, benar dan baik, dengan menggunakan kesenian.
“Akan kami kemas dengan sebaik mungkin. Mungkin untuk anak-anak lain lagi caranya, orang dewasa juga caranya juga akan berbeda lagi,” ungkapnya.
Ke depannya, Guntur mengatakan pihaknya akan memperbanyak komunitas anti hoax. Sehingga bisa menjadi pelapor, untuk setiap konten media sosial yang berbau negatif.
Guntur mengingatkan masyarakat, untuk bisa bertindak dengan baik saat bermain media sosial. Sebab bisa jadi tanpa sengaja, tindakan seseorang di media sosial, bisa merugikan seseorang atau malah negara. “Jangan sampai salah posting,” tuturnya. (ska)
batampos.co.id – Kasus dugaan korupsi e-KTP yang sedang panas-panasnya di pemerintah pusat membuat sebagian warga Kota Batam mulai khawatir. Mereka khawatir permasalahan itu menambah lambatnya proses cetak e-KTP yang telah lama dinanti.
Eliza misalnya, ia mempertanyakan kapan hasil e-KTP-nya selesai. Apalagi pengurusan e-KTP hingga rekam telah dilakukan sejak Agustus tahun lalu.
“Nasib e-KTP saya tak sudah-sudah. Kapan blankonya ada, jangan-jangan tambah lama,” kata Eliza warga Bengkong, Sabtu (11/3).
Begitu juga dengan Ulanda, khawatir jika e-KTP yang telah diurusnya tak akan selesai. Mengingat proses yang dilakukannya sejak perekaman hingga sekarang cukup memakan waktu lama.
“Saya bingung untuk pengurusan sesuatu di bank. Jangan-jangan petugas kecamatan sudah lupa. Apalagi ada korupsi e-KTP itu, mungkin e-KTP saya tak akan selesai,” jelasnya.
Kabag Humas Pemko Batam, Ardi Winata, dugaan korupsi e-KTP tersebut merupakan kasus lama dan tengah disidang di pengadilan. Hal itu tak ada berpengaruh terhadap proses pengadaan blanko yang kini tengah ditunggu.
“Permasalahan itu sudah lama. Dan ini untuk pengadaan baru, semua proses untuk pengadaan ini diulang kembali,” kata Ardi.
Menurut dia, saat ini pemerintah pusat telah memroses lelang blanko e-KTP. Tinggal menentukan siapa pemenang lelang untuk pengadaan blanko tersebut.
“Kita juga akan mem-follow up pendistribusian blanko itu ketika proses lelang sudah selesai. Mudah-mudahan secepatnya,” jelas Ardi.
Karena itu, ia meminta masyarakat Batam agar lebih sabar, apalagi pihaknya sudah menyiapkan surat keterangan sebagai penganti e-KTP sementara. Ia berharap masyarakat juga tak termakan informasi yang tidak pasti mengenai pengadaan blanko.
“Informasi bisa dicari tahu di setiap kecamatan, jangan termakan informasi dari luar yang belum tentu kebenarannya,” pungkas Ardi. (she)
batampos.co.id – Penyiar ramalan cuaca WLBT Mississippi Patrick Ellis menjadi korban ’’kerusuhan’’ seorang tamu cilik. Sebelum memulai siaran pada Sabtu (4/3), seorang anak laki-laki tiba-tiba muncul di studio.
’’Hari ini bakal banyak kentut di mana-mana!’’ Si bocah berteriak sambil berlari-lari di studio. Dia juga menirukan bunyi kentut.
Untung, kru di lokasi sigap. Suasana kembali kondusif. Ellis pun membacakan ramalan cuaca seperti biasanya.
Tapi, bintang tamu cilik itu kembali muncul. Kali ini, dia berlari ke arah Ellis, lalu kentut beneran. Meski bunyinya tidak heboh, tetap saja, suaranya masuk dalam siaran (semoga baunya tidak ikut tersiar). Untung, pria yang merupakan mantan penyiar radio itu tetap cool. Meski wajahnya memerah, dia tetap melanjutkan segmennya sampai tuntas.
Kejadian tersebut, rupanya, berkesan buat Ellis. Dia mengunggah video siaran cuaca penuh bebunyian ajaib itu di laman Facebook-nya.
’’Aku mengalami momen viral tadi malam. Waspada dengan kemungkinan angin kentut yang melintas di area sentral Mississippi,’’ tulisnya di caption.
Dia menjelaskan, tamu cilik itu merupakan anak seorang pengacara yang dijadwalkan menjadi pembicara di show yang tayang setelah slot siarannya. Wah, si ayah pasti kenyang dikentuti. (Huffington Post/fam/c19/na)
batampos.co.id – 28 wanita tahanan kabur dari penjara Nova Mutum, Cuiaba, Brasil melalui pintu utama.
Ya, mereka tidak perlu menjebol pagar atau melompati tembok berhias kawat berduri. Tinggal buka pintu utama, lalu melenggang mulus.
Tiga polisi yang menjaga penjara ditemukan dalam keadaan telanjang dan terborgol.
Tiga polisi itu rupanya baru dikerjai habis-habisan oleh tiga perempuan yang menyamar sebagai penari telanjang. Mereka tiba sekitar pukul 03.00 dengan mengenakan kostum polisi seksi berupa lingerie kulit warna hitam. Lengkap dengan choker bertulisan policia dan borgol.
”Mereka minta masuk untuk ngobrol dan minum-minum,” kata Kepala Rutan Angelina de Andrades Ferreira kepada Globo.
Melihat tiga cewek berbadan sentosa dalam balutan pakaian kurang bahan, tiga polisi itu mupeng berat. Apalagi, mereka menawarkan ”permainan ramai-ramai” alias orgy. Tak lama, mereka asyik minum.
Tentu minuman itu sudah dicampur dengan obat penenang.
Para polisi bobok manis sampai siang. Ketiga perempuan dengan mudah mengambil kunci, lalu membebaskan para tahanan.
Salah seorang perempuan itu diidentifikasi sebagai Bruno Amorim, 18, pacar tahanan yang kabur.
”Ide utamanya memang merayu para penjaga untuk meninggalkan pos, lalu mencekoki mereka dengan wiski yang sudah diberi obat,” papar Ferreira.
Para napi menggondol senapan kaliber 12 mm, revolver kaliber 38 mm, dan berkotak-kotak amunisi. Itu tentu ancaman baru di Brasil. Tak mengherankan tiga polisi tersebut –meski ditipu– ikut diamankan dengan tuduhan memfasilitasi upaya kabur para tahanan.
Itu namanya apes kuadrat. Sudah gagal main ramai-ramai, dituduh macam-macam pula. Gara-gara cewek… (fam/c11/na)
batampos.co.id – Di Batam akan segera hadir satu mal baru. Eits yang satu ini bukan mal sebagai pusat belanja tapi mal pelayanan publik.
Ya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi beserta Pemerintah Kota Batam dan BP Batam terus membahas rencana pembangunan mal pelayanan publik di Batam.
Setelah dilakukan rapat pembahasan tindak lanjut nota kesepahaman Pemkot Batam dan BP Batam Rabu (22/02) lalu, KemenPAN-RB kembali melakukan pembahasan lanjutan di Kantor Kementerian PANRB, Jumat (10/3/2017), lalu.
Deputi bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan, Pemerintah Kota Batam serta BP Batam sudah berkeinginan untuk membangun bersama mal pelayanan publik di kota Batam.
“Dengan menerapkan konsep itu, nantinya dalam satu gedung ada PTSP Pemko Batam dan BP Batam ditambah BKPM,” ujarnya.
Diah menilai, mal pelayanan publik ini sangat tepat dibangun di Batam dan diharapkan akan dijadikan pilot project.
Selain itu, mal pelayanan publik ini juga diharapkan bisa menyelesaikan dualisme pengelolaan PTSP di Batam.
Sementara itu, Deputi Bidang Kelembagaan dan Tatalaksana Rini Widyantini mengatakan, perlu diperjelas kewenangan absolut pemerintah sebagai pengelola pelayanan.
Apakah kewenangan pemerintah daerah, sebagai daerah otonom, sebagai daerah istimewa, atau sebagai daerah khusus.
“Karena itu kita harus melakukan persiapan yang matang untuk membuat mal pelayanan publik ini,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin menyambut baik dan mendukung keinginan pemerintah untuk membuat mal pelayanan publik di Kota Batam.
“Saya berharap, pengkajian penyelesaian dualisme pengelolaan PTSP di Batam segera selesai,“ ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur berkeinginan kuat untuk membangun mal pelayanan publik seperti yang diterapkan oleh Azerbaijan yang disebut Azerbaijan Service and Assessment Network (ASAN).
Pelayanan ini menyediakan berbagai layanan instansi pemerintah dan perusahaan swasta tersentral dalam satu pusat layanan. (jpnn)