Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13554

Bangun RKB, SMAN Mantang Terlewat

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri tahun ini mengucurkan cukup banyak anggaran untuk membangun sejumlah ruang kelas belajar (RKB) dibeberapa SMA/SMK.

Selain menyangkut kebutuhan RKB yang tinggi, juga lantaran sejak tahun ini kewenangan pendidikan menengah atas jadi ranah pemerintah provinsi.

Namun, ditengah banyaknya bantuan RKB itu, SMA Negeri di Mantang, Bintan justru terlewat. Padahal kebutuhan RKB di sekolah di pulau ini sudah terbilang mendesak. Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Hanafi Ekra tak menampik itu.

“Memang banyak bantuan RKB, tapi Mantang terlewat,” kata Hanafi, Selasa (25/4).

Sebagai anggota legislatif asal Bintan, Hanafi merasa perlu memperjuangkan kebutuhan pelaksanaan pendidikan di daerah asalnya. Hanya saja ketika pembahasan RKB beberapa waktu lalu, politisi asal PKS ini sedang menunaikan ibadah umroh sehingga usulan RKB untuk sekolah di Mantang itu terlewat.

Hanya saja Hanafi ingin menegaskan bahwasanya RKB di Mantang tetap akan jadi prioritas. Berhubung memang itu adalah kebutuhan yang mendesak.

“Kelas yang ada sekarang ini seadanya saja. Selain itu tentu harus dilengkapi dengan laboratorium dan juga paving block. Karena di sana itu kan tanah merah. Kalau hujan, anak-anak itu kesulitan untuk ke sekolah,” ujar Hanafi.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, sekolah yang berdiri sejak 2014 silam ini, hanya memiliki tiga RKB untuk seluruh siswa yang ada dari segala jurusan.

“Ada satu aula yang seperempatnya pun harus kami bagi buat anak jurusan IPA. Tempatnya pun sudah tidak layak,” kata Kepala SMAN Mantang, Suhadi.

Bagi Suhadi, kondisi ini amat mengkhawatirkan. Apalagi jika mengingat sekolah pimpinannya ini adalah sekolah yang seringkali jadi tujuan utama lulusan SMP dari Mantang Besar, Selat Limau, dan Dendun. Estimasi daya tampung yang ada pun tidak lebih dari 40 siswa saja.

“Dan saya dapat informasi katanya ada 46 siswa yang akan mendaftar ke sini, mau belajar di mana mereka,” ungkap Suhadi.

Suhadi menuturkan pihaknya masih menunggu realisasi bantuan RKB tahun ini. Konon, kata dia, bantuan itu sedang dalam proses. “Tidak apa-apa. Kami sabar menunggu,” pungkasnya. (aya)

Rp 820 Juta untuk Tangani Banjir di Pasar Inpres Kijang

0

batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan mengalokasikan dana sebesar Rp 820.600.000 untuk penanganan banjir di Pasar Inpres, Jalan Berdikari, Kampung Kolam, Kecamatan Bintan Timur (Bintim). Dana yang dikucurkan melalui APBD 2017 itu digunakan untuk pelebaran dan pembangunan saluran drainase di kawasan pasar tersebut.

“Kawasan jalan berdikari dekat pasar inpres sering jadi langganan banjir setiap kali hujan. Maka untuk menangani banjir itu kami akan melebarkan drainase dan membangun drainase baru,” ujar Kepala

Dinas PUPR Bintan, Juni Rianto ketika dikonfirmasi, Selasa (25/4). Permasalahan banjir di Kawasan Pasar Inpres, kata Juni sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Bahkan kawasan pasar tradisional bagi masyarakat Kijang itu tak luput dari genangan air sedalam 30-50 centimeter jika dilanda hujan lebat selama 2-3 jam.

Akibatnya aktivitas jual beli lumpuh total karena air hujan dan kiriman air laut yang sedang pasang meluap ke seluruh kawasan pasar tersebut. Untuk menangani masalah banjir itu, lanjut Juni akan melakukan penanganan struktur melebarkan dan menggali drainase yang sudah ada sepanjang 400 meter. Kemudian juga akan membangun drainase baru sepanjang 200 meter melalui dua tahapan.

Tahap pertama pembangunan drainase selebar 150 centimeter dan tinggi 150 centimeter dengan strukrur beton bertulang. Kedua pembangunan selebar 95 centimeter dan tinggi 75 centimeter dengan struktur pasang batu kali.

“Jadi drainase yang dibangun nantinya memiliki panjang 600 meter. Dipastikan air tidak akan menggenangi kawasan pasar melainkan langsung mengalir ke laut,” bebernya.

Ditanya pelaksanaan proyek penanganan banjir, Juni mengaku masih dalam tahap pelelangan. Kemungkinan penyelesaian pelelangannya sampai pekan kedua Mei mendatang. Sebab banyak kontraktor yang berminat untuk mengerjakan proyek ratusan juta rupiah itu. Juni memprediksikan akhir Mei proyek penanganan banjir itu sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor pemenang lelang. Sedangkan tenggat waktu yang diberikan untuk merampungkan proyek itu sampai akhir Agustus mendatang.

“Kami berharap pelebaran, penggalian dan pembangunan drainase di Pasar Inpres selesai sesuai jadwalnya. Tapi kami minta jangan pula asal jadi karena akan jadi temuan oleh BPK. Kalau sudah temuan, kontraktor yang nanggung resikonya,” ungkapnya. (ary)

Diimingi Ponsel, Koko Cabuli Anak Pedagang

0
Tersangka, Sukri pelaku pencabulan anak dibawah umur, saat diamankan di Polsek Gunung Kijang, Selasa (25/4)

batampos.co.id – Polsek Gunung Kijang, berhasil mengamankan, Sukri 35, pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, yakni Safrizal 13. Pelaku ini diketahui sudah tiga kali melancarkan aksinya di tiga lokasi yang berbeda.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Hendriyal membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan penangkapan pelaku ini berdasarkan laporan orangtua korban, Sabtu (22/4).

“Kami sudah amankan pelakunya (Sukri, red). Kami tangkap di rumah temannya di Perumahan Tirtamadu, Kijang, tanpa ada perlawanan,” ungkap Hendriyal diruang kerjanya, Selasa (25/4).

Hendriyal menjelaskan pelaku yang akrab disapa Koko ini diketahui sudah kenal dekat dengan korban. Karena sering makan pecel di warung neneknya korban yang berada di depan rumah mereka.

“Koko ini warga Lingga, yang sudah tinggal tujuh bulan di kecamatan gunung Kijang. Dan sudah terbilang dekat karena hampir  setiap hari rajin makan ditempat jualan korban,” sebutnya.

Berawal dari perkenalan tersebut lanjutnya pelaku mulai mencari kesempatan untuk bisa mendekati korban. Hingga akhirnya pelaku berhasil melancarkan aksinya dengan mengiming-imingkan korban akan dibelikan ponsel dan sepeda motor.

“Dari keterangan korban, sudah tiga kali melakukan perbuatan keji itu. Pertama di Bukit Sampan Kilometer 24, Toapaya, kedua di pondok Galang Batang, dan ketiga di hutan Kilometer 17, Toapaya,” terangnya.

Sementara itu, Sukri mengaku khilaf melakukan pencabulan tersebut. Ia beralasan karena frustasi akibat gagal menikah dengan kekasihnya akibat tidak punya biaya. Sehingga melampiaskan kekesalannya terhadap anak kecil.

“Aku nyesal. Aku frustasi baru gagal nikah karena tak punya biaya. Jadi nekad melakukan itu (pencabulan, red),” ungkapnya saat diwawancara di Mapolsek Gunung Kijang.

Sukri berkilah perbuatan keji tersebut baru pertama kalinya ia lakukan. Ia juga mengakui untuk memuluskan niat jahatnya itu, dirinya juga memberikan imbalan berupa uang kepada korban.

“Saya sering kasih uang jajan ke anak itu sebelum melakukannya. Jumlahnya gak nentu. Kadang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, dan pernah paling tinggi Rp 150 ribu,” akunya.

Akibat perbuatannya ini, pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 undang-undang Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014, dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. (cr20)

Pencairan Dana Desa Tertunda, Layanan BPJS Ikut Macet

0

batampos.co.id – Penundaan pencairan dana desa di Kabupaten Bintan, ternyata berdampak terhadap jaminan kesehatan, seperti layanan BPJS yang sulit dinikmati oleh perangkat desa, mulai dari Kepala Desa, hingga Rt dan Rw.

Ini disebabkan karena pembayaran BPJS macet, sejak kucuran dana desa tak kunjung dicairkan.

Hal ini tentunya menuai keluhan dari sejumlah perangkat desa, seperti yang dialami Kepala Dusun (Kadus) Toapaya Utara, Sayet, yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis dari BPJS.

“Iya, kalau sakit kita sulit untuk berobat. Biasanya bisa pakai BPJS yang gratis biaya perobatan. Tapi akhir-akhir ini harus bayar sendiri, karena ditolak BPJS-nya. Alasan mereka belum dibayar,” ungkapnya, di Kilometer 18, Kecamatan Toapaya, Selasa (25/4).

Tak hanya itu, keterlambatan pencairan dana desa juga berdampak terhadap penundaan gaji dan insentif seluruh perangkat desa yang sudah berlangsung selama 4 bulan.

“Gaji dan insentif kami pun masih tertunda, dan belum dibayarkan hingga saat ini sejak Januari lalu,” jelasnya.

Sayet berharap Pemkab Bintan, bisa secepatnya melengkapi persyaratan untuk pencairan dana desa, sehingga kucuran dana desa bisa segera dicairkan.

“Mudah-mudahan Pemkab Bintan bisa secepatnya mengatasi permasalahan pencairan ini. Biar BPJS bisa aktif lagi, dan gaji dan insentif bisa langsung dibayarkan,” harapannya (cr20)

O2SN Tanjungpinang Lombakan 7 Cabor

0

batampos.co.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dipora) Tanjungpinang menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Kota Tanjungpinang dari 25-30 April. Dalam pegelaran ini diperlombakan tujuh cabang olahraga (cabor) yang diikuti 45 klub pelajar dari jenjang SD dan SMP.

“O2SN ini digelar selama lima hari dengan memperlombakan tujuh cabor. Yaitu atletik, olahraga silat, karate, renang, tenis meja, badminton, dan volly ball. Sedangkan pelaksanaannya dilokasi yang berbeda-beda,” ujar Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah usai membuka O2SN di Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, Selasa (25/4).

Kegiatan ini, kata Lis tidak hanya sekadar mencari bibit-bibit atlet yang berprestasi saja. Tetapi mendidik para pelajar dari jenjang SD dan SMP mengenali dan menghargai sikap kedisiplinan, kesabaran, kekompakkan dan mengutamakan persaudaraan.

Memang, lanjut Lis potensi atlet yang dimiliki daerah lain lebih unggul ketimbang daerah ini. Sehingga tantangan merebut prestasi dalam kompetisi O2SN Kepri akan sangat berat. Tetapi semua itu bisa ditangani semaksimal mungkin dengan mengevaluasi seluruh kekurangan yang dimiliki. Baik evaluasi individual atlet itu sendiri maupun sarana dan prasarana pendukungnya.

“Kami yakin dengan sikap disiplin, sabar dan kompak semua pelajar bisa meraih prestasi cemerlang,” katanya.

Agar peserta bersemangat dalam berlomba disetiap cabor, sambung Lis diminta seluruh Kepala Sekolah dan Guru terus memberikan dukungan serta mensuport anak didiknya. Dengan begitu bisa memacu bakat anak didiknya sehingga mereka mampu bersaing dan mengukir prestasi.

“Bagi yang juara akan mewakili Kota ini pada kegiatan O2SN Kepri. Semoga saja atlet kita bisa menjadi terbaik. Mulai ditingkat kota, provinsi maupun nasional,” ungkapnya. (ary)

STQ ke IX Kabupaten Natuna Dibuka

0

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke IX tingkat Kabupatrn Natuna adalah bagian dari pelaksanaan pembangunan daerah dalam ketahanan sosial dan bertoleransi umat beragama.

“Umat muslim yang mayoritas harus memberikan toleransi, berikan ruang dalam tatanan sosial agar seluruh masyarakat mendapatkan peluang yang sama dalam mengisi pembangunan daerah,” kata Hamid dalam malam taaruf di masjid agung, Senin (24/4) malam kemarin, disejalankan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad tahun 1438 Hijriyah .

Selain itu, kaum muslim harus selalu memperkuat ukhuwah islamiah, menyandarkan segala hal dengan Al Qur’an sebagai pedoman. Menjadikan Kabupaten Natuna tercipta kondisi yang harmonis, masyarakat madani serta daerah yang diberkahi.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, bahwa sejauh ini LPTQ Kabupaten Natuna sedang berupaya menyelenggarakan progam kerja yang bertujuan bagi mengentaskan buta aksara Al Qur’an.

Namun diakui, masih terdapat berbagai kendala, diantaranya pembinaan yang masih belum merata sehingga informasi dan keterampilan serta kemampuan potensi Tilawatil Qur’an dirasa sulit untuk berkembang.

Oleh karenanya beberapa waktu yang lalu telah diselenggarakan kegiatan Pembinaan LPTQ Kabupaten Natuna yang dipusatkan pada Pondok Pesantren yang berada di Desa Binjai dan Bandarsyah. Dengan maksud para peserta mendapatkan pembinaan dan informasi bagi peningkatan keterampilan yang lebih baik bagi menyongsong kegiatan STQ VII tingkat Provinsi Kepri mendatang.

Selain itu, Ngesti mengatakan, tujuan utama dari seluruh program kerja adalah mewujudkan masyarakat muslim Kabupaten Natuna yang mampu memahami nilai suci sekaligus dapat mengimplementasikan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelaksanaan STQ ini merupakan kewajiban pemerintah khususnya melalui program yang memiliki relevansi terhadap visi dan misi pembangunan daerah, yaitu dalam rangka menuju masyarakat yang mandiri dalam rangka kerangka keimanan dan budaya tempatan,” ujarnya.(arn)

Tabrakan Maut, Wakil Asilog Divisi I Kostrad Tewas

0
Truk TNI terguling setelah menabrak mobil yang membawa Letkol Letkol Ibnu Hudaya. F. Pojoksatu

batampos.co.id – Kecelakaa maut di ruas jalan Desa Batu Gajah Natuna kembali terjadi. Kali ini antara mobil dinas Sekretaris DPRD Natuna, Toyota Rush BP 13 N beradu truk angkut TNI AD dari Kompi C, sekitar pukul 12.40 WIB, Selasa (25/4).

Akibat kecelakaan maut tersebut, kondisi toyota rus rusak parah. Bahkan bagian kiri bodi mobil dan atap terlepas. Sementara truk Kompi C terguling. Insiden tersebut seorang penumpang toyota rush tewas seketika dalam kecelakaan, yang diketahui juga seorang perwira menengah TNI AD berpangkat Letnan Kolonel.

Kapenrem 033/WP Mayor Inf A. R. Sipahutar membenarkan, perwira TNI yang tewas dalam laka maut adalah wakil Asisten logistik Divisi I Kostrad Letkol Ibnu Hudaya.

Dikatakanya, mobil NPS Ki C Yonif 136/RK yang dikendarai oleh Praka Lismardi dan 6 orang anggota berangkat sekitar Pkl 12.15 dari kompi C menuju daerah Setengar mencari kayu bakar untuk dapur.

Sementara dari arah Setengar menuju arah Ranai, melintas mobil Toyota Rush BP 13 N yang di kendarai oleh Prada Piter anggota Yon Armed 10 Kostrad dan membawa Waaslog Div I Kostrad.

Mobil Toyota Rush tersebut melintas dengan kencang dan melewati Marka jalan dan mobil tersebut oleng sehingga supir banting setir ke arah kanan jalan. Dan pada saat bersamaan melintas mobil NPS Milik Kompi C dan terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Waaslog Div I Kostrad Meninggal Dunia.

“Waaslog meninggal karena pendarahan pada kepala dan kuping. Semntara Prada Piter mengalami trauma di kepala, saat ini masih dirawat di RSUD,” kata Kapenrem.

Pada kecelakaan maut tersebut, Letkol Ibnu berada di kursi penumpang bagian depan. Ia menggunakan mobil Toyota Rush warna biru berpelat merah BP 13 N. Mobil ini dikabarkan dipinjamkan sejak satu minggu lalu oleh pihak TNI untuk keperluan khusus persiapan PPRC di Natuna.

Pada saat kejadian, di belakang truk Kompi C terdapat pengendara mobil lain yakni Majid. Ia mengaku gemetaran saat menyaksikan peristiwa maut tersebut. Ia menyebut toyota rush terlihat oleng hingga menabrak kios kayu warga pinggir jalan. Lalu mobil tersebut banting stir ke kanan hingga ke luar dari marka jalan dan langsung terjadi tabrakan.

“Truk sempat mau mengelak tapi tidak bisa, mobil Rush langsung menabrak. Saya saking ngerinya menggigil melihat kejadian itu. Awalnya saya mendahului juga truk itu, tapi saya lihat mobil toyota rush sudah oleng di depan, jadi saya tetap dibelakang,” sebutnya.

Kasat Lantas Polres Natuna, AKP Awang Sugiharto mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan korban dan kronologi kecelakaan. Polisi pun memasang garis polisi menunggu mobil diderek.(arn)

China Larang Pria Berjenggot dan Nama Islam

0
foto: detechter.com

batampos.co.id – Pemerintah China orangtua memberi nama anak mereka dengan nama yang berbau islam.

Apabila nekad, mereka bakal mengalami kesulitan bila masuk pendidikan dan mendapatkan tunjungan pemerintah.

Menurut laporan Radio Free Asia di Amerika Serikat, pejabat pemerintahan di kawasan Xinjiang, kediaman bagi sekitar 23 juta umat Islam di China, mengeluarkan daftar nama bayi terlarang di tengah tekanan terhadap umat muslim di sana.

Nama-nama bayi di Xinjiang seperti Islam, Quran, Saddam dan Mekah atau yang mengacu ke simbol bulan sabit tidak bisa diterima oleh Partai Komunis Cina.

“Nama anak yang menggunakan simbol Islam ditolak dan tidak mendapatkan akses layanan sosial, perawatan kesehatan serta pendidikan,” tulis Guardian.

Keputusan Partai Komunis Cina ini ditentang oleh kelompok hak asasi kaum Uighur karena membatasi secara ketat kebebasan beragama dan berekspresi.

Pemerintah China juga melarang pria berjenggot, sedangkan kaum perempuan tidak boleh mengenakan tutup wajah atau jilbab di Xinjiang.

“Kebebasan beragama di Xinjiang sangat memprihatinkan,” kata Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch.

Bulan lalu, pihak berwenang di Xinjiang memperluas pelarangan bagi kaum muslim di sana, termasuk menolak kaum perempuan menutup wajah di stasiun kereta api dan bandar udara. (ari/guardian/jpgroup)

Berkunjung ke Galleri Oxley Holding Limited Singapura

0

“Harganya Rp 600 juta per meter persegi. Ada 29 lantai. Semua habis terjual dalam waktu tujuh jam,” ujar Eugene Lim, Maketing Director Oxley Holding Limited tentang Oxley Tower di Singapura.

Eugene Lim memaparkan salah satu properti prestius Oxley Holding Limited itu, saat kami berada di Oxley Singapore Project Gallery di Clemenceau Avenue. Rombongan agen properti dari Batam yang mendengar itu nyaris bersamaan membundarkan bibirnya. Tanda kaget dan takjub.

Oxley Tower ini berada di 138 Robinson Road. Salah satu kawasan bisnis prestisius di Singapura. Oxley Tower yang bersanding dengan bangunan-bangunan pencakar langit lainnya di Robinson Road adalah gedung perkantoran, bisnis, dan pusat belanja. Tingginya 32 lantai. Sebanyak 29 lantai untuk perkantoran, restauran, gym, dan spa. Sementara tiga lantai untuk toko dan kafe.

“Oxley Tower ini sudah diserahterimakan April dan sudah ditempati,” ungkap Eugene Lim.

Selain Oxley Tower, Oxley Holding Limited punya sejumlah proyek properti lainnya di Singapura. Beberapa maketnya di pamerkan di Oxley Singapore Project Gallery. Ada The Rise @ Oxley, Flora View, dan The Flow. The Rise @ Oxley adalah residensial berupa apartemen dan unit komersil. Terdiri dari 120 unit apartemen di bagian atas, sedangkan dua level di bawah sebagai unit komersil berupa toko sewa. “Apartemen ini tersisa 53 unit,” ungkap Eugene Lim.

Sementara Flora View yang terdiri dari tiga blok bangunan sudah terjual 70 persen. Proyek yang berlokasi di 7 Ang Mo Kio Street 66 ini terdiri dari 90 unit residensial flat dan 28 unit komersil area berupa toko dan restoran. Sedangkan The Flow merupakan pusat perbelanjaan dan gaya hidup. Properti di 66 East Coast Road ini memiliki sebanyak 56 unit. Terdiri dari 34 unit toko, 10 unit restauran, 11 unit untuk klinik, dan satu foodcourt.

“Tersisa 10 unit saja. Harganya Rp 25 miliar (per unit),” ungkap dia.

Oxley Holding Limited memiliki 29 proyek properti di Singapura. Sebanyak 25 proyek sudah diserahterimakan. Proyek properti lainnya yang kami kunjungi adalah Novotel Singapore dan Ibis Singapore. Dua hotel di Steven Road ini memang dikelola dua hotel besar tersebut, tetapi propertinya milik Oxley. Proyek yang baru dimulai itu, nantinya bakal terdiri dari dua bangunan utama. Bangunan sebelah kanan dipakai Ibis Singapura dan bakal memiliki 300 kamar. Sementara bangunan bagian kanan digunakan Novotel Singapore. “Novotel nantinya memiliki 200-an unit kamar,” katanya.

Sebelum mengunjungi Oxley Singapore Project Gallery dan beberapa proyek Oxley lainnya, kami telah mengunjungi Oxley International Projec Gallery di Palais Renaissance, Orchard Road. Di sinilah proyek-proyek internasional Oxley di sejumlah negara dipamerkan. Tiga di antaranya, The Bridge dan The Peak, keduanya di Kamboja, dan Royal Wharf di London, Inggris.

Eugene menjelaskan, The Peak di Kamboja adalah apartemen dan hotel. Dua tower untuk hunian dan satu tower lainnya untuk perkantoran dan Hotel Shangrilla. Towernya setinggi 55 lantai dengan sentuhan warna tembaga. Lalu The Bridge bakalan menjadi kawasan hunian (apartemen) dan komersil. Dengan tinggi 45 lantai, empat tower bangunan ini akan digunakan untuk apartemen, penthouse, dan komersial unit. Bahkan di bagian bawa dilengkapi pusat perbelanjaan. The Bridge pun digadang-gadang bakal menjadi ikon kawasan prestisius di Phnom Penh, Kamboja.

“Proyek-proyek ini sudah terjual 90 persen,” ujar dia sembari menambahkan kedua properti ini berada di jantung kota Phnom Penh.

Tak hanya merambah negara berkembang seperti Kamboja, Oxley juga melebarkan sayapnya hingga ke Inggris. Di salah satu kota terbesar di dunia, London, Oxley membangun kawasan hunian baru yang dinamai Royal Wharf. Di kawasan seluas 363 ribu meter persegi ini, Oxley membangun 3.400 unit apartemen dan townhouse. Lalu ada kawasan perkantoran dan bisnis. Sekitar 40 persen dari kawasan Royal Wharf ini berupa green area.

“Ini adalah proyek pertama kami di London (Inggris). Sebanyak 90 persen juga sudah terjual,” ungkap dia.

Menurut Eugene Lim, Oxley sudah dikenal dengan penjualan propertinya yang cepat. Salah satu contohnya ya Oxley Tower tadi. Meski harganya yang fantastis, pembeli sampai antre dan laris hanya dalam waktu tujuh jam. Melihat minat pembeli di Singapura dan berbagai negara, Oxley terus berekspansi.

Setelah Kamboja dan London, Oxley terus merambah bisnis properti di negara lain. Malaysia, Myanmar, Irlandia, dan Indonesia, tujuan berinvestasi berikutnya. Ini menunjukkan bisnis properti tak ada matinya bagi Oxley Holding Limited. Mereka terus melihat prospek yang bagus. Termasuk di Batam.

Dikutip dari laman apartmenoxley, beberapa waktu lalu, Executive Chaiman and CEO Oxley Holding Limited, Ching Chiat Kwong, mengatakan, Oxley hadir di Batam karena melihat Batam yang begitu prospektif di masa depan. Marketing Director Oxley Holding Limited, Eugene Lim juga yakin proyek di Batam ini akan terjual cepat seperti di Kamboja dan Singapura.

Saat ini Oxley Holding Limited dan PT Karya Indo Batam memang membangun Oxley Convention City di Batam. Proyek di Batam ini merupakan proyek pertama Oxley di Indonesia. Di atas lahan empat hektare, Oxley Holding Limited dan PT Karya Indo Batam akan membangun Oxley Convention City yang merupakan kawasan dengan konsep terintegrasi antara hunian, pusat perbelanjaan, perkantoran dan hotel. Terdiri dari lima tower.

“Akhir April akan kami luncurkan di Singapura dan awal Mei ground breaking,” ungkap Eugene Lim.

Oxley Convention City ini terletak di lokasi yang strategis di Jalan Raja Haji Fisabilillah. Tepatnya di simpang Gelael yang merupakan lintasan emas Batam. Disebut demikian karena posisinya di antara pusat bisnis di Jodoh-Nagoya dan Batam Centre.

Lokasi dan konsep inilah yang menjadi andalan Oxley Convention City untuk menjadi proyek prestisius di Batam. Seperti di Phon Pehn, Oxley Convention City ini akan memberikan kebanggaan bagi Batam dan akan menjadi ikon Batam.

Keunggulan-keunggulan itulah yang diyakini akan menarik minat pembeli. Terlebih standar pembangunan Oxley Convention City mengikuti standar yang telah diterapkan di Singapura. Bahkan standar keamanannya mengacu pada standar keamanan di Singapura yang sudah internasional. Pembangunannya melibatkan arsitektur berpengalaman dan teruji, yakni Surbana Jurong. Juga mengingat reputasi Oxley di beberapa negara lain. Jadi Oxley Convention City diyakini bakal laris manis.

Keyakinan itu ditunjukkan dengan rencana kenaikan harga. Eugene Lim mengungkapkan, setelah ground breaking, harga unit apartemen di Oxley Convetion Citiy akan naik. Eugene memberikan bocoran, kenaikan harganya bahkan sampai dua digit. Adapun target pembangunan selama 36 bulan. (uma)

Disnaker Gelar Pelatihan ke Pelaku IKM dan UKM

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun menggelar pelatihan bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) di Karimun, Selasa (25/4)

”Ada 10 peserta dari pelaku IKM yang ada di Karimun. Mereka kita latih untuk bisa membuat alat produksi berbasis maritim, sehingga tidak perlu memesan dari luar dengan bahan baku pembuatan alat produksi banyak didapat di Karimun,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah.

Dengan demikian, diharapkan bagi pelaku UKM nantinya dapat meningkatkan penghasilan pendapatan selain usaha yang sudah ada. Serta bisa menjalin hubungan antara Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian sebagai pembina IKM dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan usaha.

”Pelatihan ini ada teori dan prakteknya, selama tiga hari dengan narasumber dua orang dari Kementerian Perindustrian Bandung. Yang akan memberikan materi bagaimana membuat alat produksi dengan mudah dan murah,” ungkapnya.

Sehingga, kata Hazmi lagi ketika sudah mahir pelaku IKM tersebut dalam membuat alat produksi bisa memesan produk tersebut ke IKM yang sudah dilatih. Artinya, tidak perlu memesan alat produksi ke luar daerah, karena sudah ada pembuatannya dan tidak kalau hasil produknya.

”Intinya kita ingin produk lokal bisa dibeli oleh pelaku-pelaku IKM yang ada di Karimun,” jelasnya.

Sementara narasumber yang memberikan materi dari Kementerian Perindustrian Nana Johana dan Disman memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Daerah Karimun yang memberikan kesempatan kepada para pelaku IKM untuk menambah ilmu dan keahlian baru. Supaya bisa meningkatkan produksi usaha maupun mengembangkan usaha baru yang didapat dari pelatihan.

”Sangat tepat sekali pelatihan ini. Menurut saya, daerah yang berbatasan langsung dengan negara harus bisa memanfaatkan membuat alat produksi yang berbasis kemaritiman. Seperti pembuatan kerupuk maupun yang lainnya, dari yang manual menjadi semi teknologi,” ucapnya. (tri)