Pemenang Festival Tari Bintan 2016. Acara yang sama akan dilaksanakan Disbudpora di Lapanagan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintim 18 Maret mendatang. F. Harry/batampos.
batampos.co.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Bintan akan mendatangkan tiga dewan juri independen bertaraf nasional. Mereka akan bertugas memberikan penilaian kepada peserta sanggar tari yang mengikuti Festival Tari Bintan 2017 di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) 18 Maret mendatang.
“Kami sudah mengusulkan ke dewan kesenian. Disetujui akan didatangkan tiga dewan juri independen. Mereka semua telah mengantongi sertivikasi kesenian tingkat nasional sehingga penilaiannya dijamin akurat 100 persen,” ujar Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurachman ketika dikonfirmasi, Kamis (8/3).
Dewan juri itu, kata Makhfur, dua diantaranya berasal dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga. Sedangkan satu orang lagi berasal dari Jakarta. Mereka akan dibantu oleh tim internal Disbudpora sebanyak dua orang.
Untuk penilaiannya, masih Makhfur, diwajibkan asli seni tarian Melayu. Yaitu gerakan zapin, gerakan langgam, gerak joged, gerak inang dan silat serta gerak tari kreasi yang sesuai dengan gerak dasar tari Melayu.
“Pastinya penilaian yang dilakukan sangat ketat dan rahasia. Karena tidak hanya sekedar tarian saja yang dinilai melainkan kostum, musik, dan riasan,” jelasnya.
Disindir total hadiah yang diperebutkan, Makhfur mengatakan Disbudpora menyediakan uang tunai sebesar Rp 53 juta untuk sembilan kategori juara. Kemudian bagi sang juara juga akan diberikan tropi dan piagam.
Kesembilan kategori tersebut, lanjut Makhfur, yaitu sangar tari penyaji terbaik kesatu sampai kelima, penata tari terbaik, penata musik terbaik, penata rias dan busana terbaik serta juara umum.
“Bagi yang juara 1,2, dan 3 akan diikutsertakan dalam perlombaan yang sama tingkat Provinsi Kepri,” ungkapnya. (ary)
batampos.c.id – Power Plant Fitness, sebuah gym yang baru dibuka di San Francisco, AS, memadukan antara ganja dan olah raga. Macam mana bisa?!
Tempat fitness tersebut didirikan Jim McAlpine dan mantan bintang NFL Rickey Williams. Di sana, member boleh ngganja sebelum maupun sesudah berlatih. Mau mengisap cannabis sambil lari di treadmill pun boleh.
’’Ini tidak akan menjadi tempat berkumpulnya orang teler atau semacamnya. Kami berfokus ke aspek olahraganya, bukan ganjanya,’’ kata McAlpine kepada Business Insider.
McAlpine ingin melawan stereotipe bahwa pemakai ganja biasanya malas. Dia juga lebih banyak mengambil manfaat ganja yang berguna untuk meningkatkan performa serta pemulihan kondisi tubuh setelah nge-gym. Member baru akan menjalani pemeriksaan untuk menguji seberapa tahan tubuhnya terhadap efek ganja. Itu akan menentukan sebanyak apa dia boleh ngganja.
Gym menyediakan asupan ganja sesuai kebutuhan member. Mulai cookies sampai brownies. Member juga boleh membawa sendiri. Yang penting masih sesuai hukum yang berlaku di California. Tentu, gym itu menimbulkan kontroversi. Terutama terkait efek samping ganja.
’’Karena itulah, kami menerapkan pemeriksaan kesehatan buat member baru,’’ tepis McAlpine.
Aduh, tidak perlu ganja. Ikut kelas Les Mills sepekan saja, efeknya pasti lebih dahsyat dari ganja.
Sehat, kuat, massa otot bertambah, perkasa, histeria, nelangsa, hingga tak kuasa berkata-kata saking telernya. (fam/c7/na)
batampos.co.id – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengekspor 15.400 unit kendaraan utuh atau CBU (completely built up) pada Januari 2017.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 76 persen jika dibandingkan dengan total ekspor Toyota pada periode yag sama tahun lalu yang berjumlah 8.800 unit.
Hal tersebut membuktikan bahwa kendaraan CBU dari Indonesia makin diminati market global. Kontributor utama ekspor Toyota adalah Fortuner dengan ekspor 5.000 unit. Porsinya mencapai 29 persen dari total ekspor kendaraan CBU bermerek Toyota.
Sedan Vios mencatatkan volume ekspor sebesar 2.500 unit dan Kijang Innova menyumbangkan 1.100 unit. Model terbaru Toyota, yakni Sienta, mencatatkan volume ekspor 600 unit.
Model Toyota lain yang juga diekspor, yaitu Yaris, Avanza, Rush, TownAce atau LiteAce, dan Agya, membukukan angka sebanyak 6.200 unit.
Direktur Senior TMMIN Edward Otto Kanter menyampaikan, peningkatan ekspor tersebut dipicu dua hal utama. Pertama, timing pergantian model di mana Toyota Kijang Innova dan Fortuner mendapatkan face-lift sehingga meningkatkan demand.
“Sienta akan menyasar pasar baru di Singapura dan Vietnam,” ujar Edward saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Tanjung Priok kemarin (8/3).
Selain itu, kenaikan diduga terjadi karena ada pasar baru yang meminta suplai kendaraan CBU dari Indonesia.
“Dalam kasus ini, contohnya adalah Vietnam. Biasanya Vietnam mengimpor kendaraan Toyota secara CKD (complete knock-down, Red), baik dari Thailand maupun Indonesia. Namun, mulai tahun ini, mereka memutuskan untuk mendatangkan secara CBU dari Indonesia,” jelasnya.
Selama ini TMMIN mengekspor produknya ke 80 negara. Khusus untuk kendaraan yang diekspor secara utuh atau CBU, Toyota mengirimkan produknya ke 15 negara dari kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, sampai Timur Tengah.
Selain mengekspor kendaraan utuh, TMMIN mengekspor kendaraan setengah jadi atau CKD, komponen kendaraan, alat bantu produksi di proses pengepresan (dies), dan alat bantu produksi pengelasan (jigs). TMMIN juga mengekspor mesin bensin dan etanol utuh tipe TR yang digunakan untuk seri kendaraan IMV seperti Fortuner dan Kijang Innova serta tipe NR untuk seri kendaraan penumpang seperti Vios, Yaris, dan Sienta.
Edward menerangkan, TMMIN menargetkan peningkatan ekspor 10 persen pada tahun ini.
“Bahkan, kalau kami bisa menjaga konsistensi volume ekspor 150 ribu unit per tahun, dalam waktu lima tahun ke depan, ekspor dua juta unit bisa tercapai,” urainya. Toyota telah mencatatkan akumulasi volume ekspor kendaraan utuh 1.065.100 unit sejak 1987 hingga Januari 2017. (agf/c25/sof)
Untuk ke musala di pohon durian, pengunjung naik melalui tangga kayu. (Elga Puranti/Radar Lampung/JPG)
PUNCAK Mas beroperasi pada November 2016. Tempat wisata itu berada di Jalan Haji Hamim R.J.P., Sukadana Ham, Tanjungkarang Barat. Kendati terbilang baru, setiap pekan tempat tersebut dikunjungi sekitar dua ribu orang.
Tempat itu menarik karena berada di perbukitan Bandar Lampung. Dari lokasi tersebut, pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Tapis Berseri. Karena itu, di tempat tersebut disediakan spot-spot untuk ber-selfie ria.
Yang menarik di tempat itu tidak hanya disediakan rumah pohon, tetapi ada juga dua musala yang dibangun di pohon durian. Dua musala tersebut diperuntukkan laki-laki dan perempuan.
Musala pria dibangun di atas pohon durian setinggi 8 meter, sedangkan untuk kaum hawa tingginya 6 meter. ’’Jadi, laki-laki dan perempuan terpisah,’’ ujar General Manager Puncak Mas M. Rafsanzani Patria kepada Radar Lampung (Jawa Pos Group) Rabu (8/3).
Dia menjelaskan, musala pohon yang diklaimnya sebagai yang pertama di Lampung tersebut dibangun atas keinginan untuk menjadikan Puncak Mas sebagai salah satu tempat wisata religi di Kota Tapis Berseri.
Kebetulan, kata dia, sebelum dibuka menjadi tempat wisata, lahan Puncak Mas merupakan sebuah kebun durian. Maka, muncul ide untuk membuat musala dari batang pohon durian mentega yang memang tersedia.
Dari musala pohon itu, pengunjung bisa langsung melihat pemandangan seluruh Bandar Lampung. Mulai suasana perkotaan hingga laut yang terbentang luas. Dengan begitu, masyarakat yang berkunjung bisa lebih mencintai dan bersyukur dengan keindahan alam.
Menurut dia, musala pohon untuk pria dapat memuat 25 jamaah. Sementara itu, musala wanita berkapasitas 15 jamaah. Kapasitas masing-masing pohon disesuaikan dengan usia, besar batang, dan kekuatan batang pohon durian.
’’Untuk musala wanita, itu pohonnya berusia sekitar 15 tahun, sedangkan yang pria 25 tahunan. Jadi, bukannya bermaksud membedakan antara pria dan wanita, hanya kami sesuaikan dengan kekuatan pohonnya,’’ jelasnya.
Demi memudahkan pengunjung yang ingin menggunakan musala pohon tersebut, pihaknya juga melengkapinya dengan tangga yang mudah dipijak untuk dinaiki. Pohon yang digunakan pun masih berbuah hingga sekarang. Untuk menjaga keamanan pengunjung, pengelola memasang sejumlah jaring di bawah beberapa buah durian yang terlihat sudah tua.
Meski mengaku tidak ada perawatan khusus untuk dua musala pohon itu, dia menyatakan, selalu ada tim khusus yang bertugas mengecek kondisinya setiap hari. Musala pohon tersebut juga selalu digunakan setiap hari oleh para pengunjung ketika waktu salat tiba.
’’Jadi, mereka stand by di sini (Puncak Mas, Red). Setiap hari mereka mengecek kondisi musala. Jadi, kalau ada yang dirasa kurang, bisa segera ditambahkan. Sebab, musala itu selalu dipakai setiap hari. Ketika masuk waktu salat, kami beri tahu melalui pengeras suara,’’ katanya.
Untuk bisa menikmati fasilitas yang tersedia di Puncak Mas, termasuk wisata musala pohon, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 20 ribu per orang.
’’Seluruh fasilitas hanya dengan Rp 20 ribu, di luar makan dan minum,’’ jelasnya. (Elga Puranti, BANDAR LAMPUNG)
batampos.co.id – Sholeh, 24, dikeroyok tiga cewek.
Warga Desa/Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, tak sadarkan diri setelah di sebuah tempat karaoke di Jalan Sudirman Kota Kediri.
Salah seorang pengeroyok itu adalah Presilia Puput, 23, warga Kelurahan/Kecamatan Mojoroto, Kediri.
Merasa dirugikan, Sholeh melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Kediri Kota Rabu pagi (8/3).
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, pengeroyokan itu bermula saat Sholeh diajak Adit Setiawan, temannya, untuk berkaraoke.
Pukul 01.00, Sholeh bertemu dengan Puput dan kawan-kawannya. Sholeh melontarkan olok-olok kepada ketiganya. Cekcok pun terjadi karena tiga cewek tersebut tak terima diolok-olok.
Mereka sempat dilerai warga lain. Namun, begitu Sholeh diajak temannya untuk segera pergi guna mencari tempat ngopi, sontak ketiganya marah dan memukuli Sholeh dengan tangan kosong.
’’Korban dipukuli ketiga pelaku,” kata Kasubbaghumas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar.
Pukulan para cewek itu membuat Sholeh pingsan. Mengetahui hal itu, teman Sholeh langsung membawa korban ke rumah sakit. Sementara itu, ketiga pelaku langsung pergi. Akibat pengeroyokan tersebut, Sholeh mengalami luka-luka di kepala.
’’Telah dilaporkan korban. Segera kami tindak lanjuti,” ucap polisi berpangkat balok tiga di pundak itu.
Hingga kemarin siang, polisi terus mendalami kasus tersebut. Pihaknya segera memanggil ketiga pelaku untuk dimintai keterangan. (fiz/c18/diq)
Ada risiko utama yang dipengaruhi oleh penyakit yang ditularkan melalui makanan. Ada makanan tertentu yang sebaiknya jangan dimakan mentah. Ada makanan tertentu yang mengandung racun dan gula yang sulit dicerna.
Ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan beberapa gejala lainnya. Dalam beberapa makanan lain, mungkin mengandung bakteri jahat seperti dilansir Boldsky, Kamis (9/3).
1. Kentang
Kentang sebaiknya jangan dimakan mentah karena kentang mentah dapat menyebabkan masalah pencernaan akibat gas di perut.
2. Tauge
Tauge yang tidak dimasak mengandung bakteri seperti Salmonela dan E Coli. Hal ini bisa menyebabkan sakit perut. Cuci tauge sebelum dimasak.
3. Kacang Merah
Kacang merah yang mentah bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare karena kandungan lectin dan phytohaemagglutinin.
4. Madu
Jangan berikan madu tanpa diolah atau dipasteurisasi kepada balita karena tak baik bagi pencernaan.
5. Tanaman Yucca
Jangan dimakan mentah dan sebaiknya dikeringkan, digosok dengan air, dan dicuci sebelum dimakan.
6. Susu
Susu yang belum di pasteurisasi mengandung bakteri E Coli.
7. Sayuran
Sayuran seperti kembang kol, brokoli, tauge, dan kol jangan dimakan mentah. Sayuran in mengandung gula yang sangat sulit untuk dicerna. Memasaknya akan membuat zat gula lebih mudah dicerna.(cr1/JPG)
Suasana pantai yang tak jauh dari lokasi berlibur Raja Salman di Nusa Dua, Bali. (ANDRE SULLA)
MATAHARI mulai tenggelam di ufuk barat, Rabu (8/3) ketika mobil rombongan Raja Salman silih berganti keluar masuk hotel St. Regis. Hingga menjelang malam, tidak ada tanda-tanda raja yang memiliki nama lengkap Salman Bin Abdulaziz al-Saud itu akan mengunjungi tempat wisata di Pulau Bali.
Kami yang mencoba menunggu aktifitas Raja Salman, memutuskan untuk melihat di sekitar kawasan pantai. Tepatnya, di barat samping Hotel Mulia. Ada jalan menuju pantai Geger yang lokasinya tidak lebih dari tiga ratus meter dari hotel itu. Di sana, jarak pandang ke bagian belakang hotel St Regis yang menyatu dengan pantai ternyata sangat dekat. Dari situ juga, terlihat jelas ketatnya pengawalan untuk Raja Salman.
Sejumlah anggota TNI yang menyamar terlihat di lokasi. Terlihat dari tubuhnya yang tegap. Ada yang menyamar sebagai anak pantai, maupun yang menggunakan pakaian adat Bali dan lalu lalang di sekitaran pagar pembatas wilayah pantai. Sedangkan yang berseragam, terlihat sedang duduk di bawah tenda dan melihat ke arah pantai.
Selain TNI, juga sesekali terlihat pasukan pengamanan Saudi Arabia di ujung pagar kayu yang menjadi pembatas pantai. Kemungkinan besar, mereka menempati tenda putih yang berada di bagian dalam pagar. Tenda itu terlihat mencolok karena atap putihnya lebih tinggi dari pagar.
Air laut yang sedang surut membuat kawasan pantai di dekat Hotel St. Regis menjadi ramai. Itu membuat petugas menjadi lebih sibuk karena harus menjaga batas wilayah. Ada area yang memang disterilkan oleh pengunjung untuk kepentingan keluarga Raja Salman. Terutama, yang dekat dengan pintu hotel.
Untuk bisa lebih dekat dengan hotel St. Regis, bisa memanfaatkan bibir pantai yang menurun saat air surut. Tidak ada larangan karena surutnya air laut membuat jarak sekitar lima meter dari bibir pantai ketika air normal. Saat terus berjalan ke arah barat, terlihat ada beberapa rombongan Raja Salman yang sedang selfie.
Pengamanan di dalam hotel terlihat sangat rapi. Di dekat pagar ada sebuah kursi dengan meja dan beberapa pasukan Saudi Arabia. Mereka membawa pistol yang tergantung di pinggangnya. Pasukan yang mengenakan rompi cokelat dipadu dengan kaos putih dan celan panjang hitam melihat di sekitar pantai.
Ada petugas lain yang berada di halaman belakang hotel mewah itu dan berdiri di bawah pohon kelapa. Dari ujung timur ke barat kawasan pantai Hotel St Regis, jaraknya lebih dari dua ratus meter. Di bagian timur, terdapat sebuah balai dengan pagar pembatas di sisi timur.
Sedangkan di sisi barat, terdapat pagar batas wilayah pantai. Total, ada tiga pagar pembatas di hotel tersebut. Pertama, pagar pembatas dengan pantai. Kedua, di balai tempat Raja Salman makan. Ketiga, di sebelah timur berupa pagar bambu yang membuat rombongan raja tidak terlihat kalau berada di halaman belakang hotel.
’’Di balai makan, juga digunakan raja untuk menikmati angin laut,’’ tutur sumber Jawa Pos Radar Bali. Untuk masalah keamanan, ada pembagian antara aparat dalam negeri dan pasukan Saudi Arabia. Pasukan pengaman presiden mengambil alih wilayah dalam hotel. Sedangkan kawasan luar, dipercayakan pada TNI.
Sumber yang pernah bertugas di bagian pembatas wilayah pantai bagian timur itu menambahkan, ada hal unik kalau Raja Salman hendak mandi. Pasukan pengaman diminta untuk tiarap di kejauhan sambil memantau wisatawan lain agar tidak mendekat.
’’Selama ini dia mandi di pantai. Sehari dua kali, sekitar pukul 13.00 dan pukul 17.00,’’ bebernya.
Dirincinya, dua jam sebelum raja mandi, pihak angkatan laut melakukan pengamanan terlebih dahulu. Terutama, jarak 300 sampai 350 meter dari bibir pantai tempat mandi Raja. Satu jam sebelumnya, baru pengamanan batas dikabari untuk sterilisasi situasi darat di bagian pantai. ’
’Nggak tahu beliau mandi menggunakan pakaian seperti apa. Soalnya kami disuruh tiarap dengan jarak 200 meter dari pagar batas wilayah pantai,’’ jelasnya.
Cerita dari petugas pengamanan raja, saat mandi mereka juga tidak bisa mendekat atau lebih jauh. Sebab, mereka sudah diminta untuk tiarap. Hanya orang-orang tertentu saja yang disebutnya bisa terus bersama raja hingga ke area pemandian.
“Dari Villa sudah terdapat jalan khusus yang melintas di samping balai. Jalan khusus itu dirancang dengan kayu,’’ tuturnya.
Saat ingin mandi di laut, jalan khusus itu yang selalu dipakai. Disetiap sisinya, ada pegangan supaya Raja Salman bisa berjalan dengan aman. Menurut informasi yang dia peroleh, raja sebenarnya tidak berenang ketika di laut.
’’Cuman membasahi badan sebentar saja, setelah itu balik ke kamar,’’ terangnya.
Kapolda Bali Petrus R Golose mengakui, semua hotel yang di booking rombongan Raja Salma akan check out pada 13 Maret. Tetapi, kepulangan rombongan rencananya dilakukan pada 12 Maret.
“Ke mana-mana, tetap dikawal. Raja sampai saat ini belum ada agenda keliling Bali,’’ ucapnya. (andre sulla/mas)
batampos.co.id – Tepat pada Hari Musik Nasional 9 Maret ini, Ungu merilis lagu dan album terbaru “Setengah Gila”.
Album ini sekaligus menandai 20 tahun usia Ungu berkarya di dunia musik Indonesia.
Sejak berdiri di tahun 1996, band yang terdiri dari Pasha, Enda, Rowman, Makki, dan Onci ini telah melahirkan 12 karya album.
Selama satu tahun Ungu beristirahat karena kesibukan sang vokalis, Pasha sebagai Wakil Wali Kota Palu.
Lagu ini sengaja dirilis di momentum Hari Musik Nasional untuk kembali menyegarkan ingatan Cliquers-sebutan fans Ungu-. Meski sebelumnya sempat mengeluarkan single tanpa sang vokalis, Pasha, Ungu seperti kehilangan ruh.
“Setelah hampir satu tahun Ungu mencoba mencari sesuatu yang lain dari yang biasa kami lakukan dalam berkarya di industri musik, akhirnya kami memutuskan untuk memulai kembali debut dari Ungu versi 2017 dengan lagu dan album baru,” kata Pasha dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (9/3).
Lagu “Setengah Gila” ini rencananya akan hadir di album terbaru Ungu. Dengan adanya single ini, Ungu berharap menyembuhkan kerinduan para Cliquers terhadap Ungu.
“Yang pasti Pasha hadir lagi di lagu ini. Kami semua bersaudara dan tak dapat terpisahkan,” ungkap Pasha.
Lagu ini diciptakan oleh Enda yang menceritakan tentang orang yang setengah gila diisi oleh Pasha. Dalam rangka dua dekade Ungu berkarir, band ini hadir lagi dengan formasi yang lengkap di tengah kesibukan Pasha sebagai pejabat publik.
Sebelumnya di tahun 2016, isu bubar band ini semakin kencang saat Pasha menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu. Ungu merilis single kala itu berjudul “Tanpa Hadirmu”.
Maka lewat “Setengah Gila” membuktikan band ini tak pernah bubar.(cr1/JPG)
batampos.co.id – Chua Lian Soo (WN Singapura), 63, menikahi Sri Kusuma Wati, 51.
Demi alasan libido Soo mengaku menggunakan sabu bersama istrinya untuk membangkitkan gairah dalam berhubungan intim.
“Teman di Singapura cakap kalau pakai sabu bisa lebih bernafsu,” ujar pria berusia 63 tahun ini.
Mempercayai hal itu, dua bulan sebelum aksinya diketahui polisi, sepasang kakek-nenek ini mulai memakai sabu meski tidak rutin.
“Saya kerja bawa lori di Singapura. Jumat sampai Minggu baru di Batam jumpa istri. Kadang kalau pengen baru minta carikan itu (sabu),” terangnya.
Sri meminta tolong Hadianto alias Anto, agar mencarikan sabu dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu.
“Saya tak tahu dapat darimana. Kasih uang ke Anto, dia pergi cari. Kalau dapat pakai sama-sama, bong-nya punya Anto,” lanjut Soo.
Sri sendiri mengaku hanya mengikuti keinginan suaminya.
“Katanya lebih bernafsu, ya saya ikut saja,”ujar Sri. “Nyatanya benar.”
Pernyataan itu pun mengundang tawa pengunjung sidang.
Ya, kisah diatas ialah kisah dari persidangan yang menghadirkan Sri Kusuma Wati, sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (9/3).
Adapun saksi yang dihadirkan tak lain adalah suami terdakwa Chua Lian Soo yang sudah divonis penjara lebih dulu.
Sidang ini dipimpin oleh Hakim Mangapul Manalu.
Mereka ditangkap di rumahnya di perumahan Sakura Permai, Batuampar, September 2016 lalu.
Soo dan Sri usai memakai sabu yang dibeli seharga Rp 200 ribu.
Anto juga ditangkap bersamaan dengan pasutri itu. Barang bukti yang ditemukan berupa sabu seberat 0,35 gram dan dua buah bong (alat penghisap sabu).
Mengenai status, saksi yang merupakan warga negara asing langsung dikenakan pidana penjara tanpa rehabilitasi, dan telah divonis penjara empat tahun lebih. Sedangkan istrinya (terdakwa) dan Anto, saat ini menjalani rehabilitasi di RS Rehabilitasi BNNP Kepri, Nongsa.
Sri mengaku menyesali perbuatannya itu. Selanjunya, sidang terdakwa kembali digelar pekan depan. (nji)
batampos.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) geram dengan para bandar narkoba.
Ia geram sebab bisnis narkoba digerakkan dari dalam lembaga pemasyarakatan. Bukan sembarang bandar, biasanya mereka yang ada di dalam lapas adalah pengendali utama peredaran.
Buwas mengaku, ke depan mereka bakal menyerbu lapas dengan menggunakan helikopter. Karena, selama ini prosedur untuk melakukan penggerebekan di dalam lapas itu masih sangat sulit.
Bila menggunakan helikopter kata dia, hal itu tak akan bisa dibocorkan oleh oknum sipir yang biasanya menjadi kibus para bandar di lapas.
“Kami serbu, kalau perlu kalau lakukan upaya-upaya paksa dan tegas di Lapas. Gampang nanti kan kami punya alat masuk melalui atas dengan melalui helikopter, kami bisa bekerjasama dengan TNI dan Polri,” kata dia di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (9/3).
Buwas juga berkata sejauh ini segala informasi dan peringatan adanya peredaran narkotika di balik lapas sudah dikordinasikan dengan Dirjen Lapas dan Menkumham.
“Artinya kami sudah berikan warning, permasalahan yang jelas dan pasti nanti berikutnya kami akan lakukan tindakan tegas di Lapas,” ujar Buwas. (elf/JPG)