M Nizar wabup Lingga bersama Kadishub Yusrizal mengecek langsung Damri yang baru sampai di Daik II. Foto : Hasbi/batampos.
batampos.co.id– Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar ajak warga Lingga khususnya lintas khatulistiwa Lingga Utara dan Lintas Timur menfaatkan kehadiran bus transportasi umum yakni Damri. Dua unit Damri yang telah datang ke Lingga diharapkan Nizar dapat dimaksimalkan oleh masyarakat.
“Pemerintah sudah berupaya mendatangkan sarana transportasi darat yang cukup nyaman ini. Pandai-pandailah masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan keberadaannya,” ungkap Nizar.
Persoalan konektivitas menjadi salah satu persoalan lama di Lingga. Jika transportasi umum ini dapat maksimal dimanfaatkan, hal ini kata Nizar akan membantu pelajar didua wilayah tersebut.
“Sudah sampai di Daik dua unit. Kami minta rutenya ke Lingga Timur dan Lingga Utara. Diharapkan masyarakat terutama pelajar terbantu dengan sarana transportasi ini,” tuturnya.
Untuk pengelolaannya, kata Nizar berada di tangan perusahaan pengelola. Jadi sifatnya bukan seperti bantuan angkutan umum pemerintah yang dihibah dan dikelola oleh pihak kecamatan setempat.
“Kami hanya memfasilitasi kerjasama. Satu bulan lalu Kadishub kami sudah menandatangani kesepakatan kerjasamanya dengan Damri di Batam,” ungkap Wabup.
Nizar berharap keberadaan DAMRI di pulau Lingga ini dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat hingga ke daerah pesisir pulau kedepannya. Kedua unit Damri ini akan segera dioprasikan dalam waktu dekat. (mhb)
batampos.co.id – Pemkab Bintan terus menggesa pembangunan Bandara Tambelan, yang saat ini sudah memasuki tahap akhir yakni pengerasan landasan pacu (Runway) sepanjang 1.200 meter dan segera dilanjutkan proses pengaspalan.
“Pengerjaan landasan pacu bandara sudah mencapai 75 persen dan hampir selesai,” ungkap Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan, Yefrizon di ruang kerjanya, Selasa (7/3).
Ia menjelaskan pembangunan bandara yang dimulai tahun 2014 ini menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 17,8 miliar dengan tahap awal pemotongan lahan seluas 300 meter. Dilanjutkan dengan tahap kedua tahun 2015 untuk pemotongan lahan hingga 1.200 meter dengan anggaran sebesar Rp 74 miliar.
“Tahun 2016 pengerjaan sempat berhenti sementara, mengingat terjadi defisit di daerah maupun di Kementerian Perhubungan. Dan tahun ini kami sudah mengajukan lagi untuk pengaspalan, agar bandara ini bisa cepat selesai,” terangnya.
Sementara itu Bupati Bintan Apri Sujadi, menuturkan pembangunan Bandara Tambelan ini akan memberikan fasilitas percepatan aksebilitas untuk merangkai pulau, khususnya di bidang transportasi.
“Dengan adanya bandara ini pasti akan sangat berperan untuk membantu mempercepat urusan masyarakat, pemerintahan, pariwisata, ekonomi, dan lainnya,” jelasnya. (cr20)
batampos.co.id – Ustad Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym ikut memeriahkan pagelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Bintan, Jumat (7/4) mendatang di Gedung Community Center Kawal Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.
Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan managemen Aa Gym, dimana rencananya nanti ustad yang dikenal dengan Manajemen Qolbu ini akan memberikan tausyiah di depan masyarakat saat acara pembukaan MTQ.
“Insyaallah MTQ Kabupaten Bintan tahun 2017 ini, ustad Aa Gym akan ikut hadir memeriahkannya,” ungkapnya di Bandar Seri Bentan, belum lama ini.
Selain penampilan Aa Gym, dalam kemeriahan pagelaran MTQ ini juga menampilkan pawai Ta’aruf peserta kafilah berkisar 2000 peserta dari seluruh Kecamatan Se-kabupaten Bintan.
“Nantinya Ta’aruf juga akan menampilkan berbagai atraksi, dengan iring-iringan mobil replika Al-Quran yang dimulai dari Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum dan berakhir di gedung Community Center Kawal Kecamatan Gunung Kijang,” imbuhnya (cr20)
Hearing komisi III DPRD Lingga dengan Dinkes terkait kekosongan obat. Foto: Hasbi/batampos.
batampos.co.id – Terkait kekosongan obat di seluruh Rumah Sakit, Puskesmas dan Postu di Lingga, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lingga ajak Dinas Kesehatan (Dinkes) hearing. Hal ini guna mencari solusi jangka pendek agar kebutuhan dan pelayanan dasar kesehatan masyarakat berjalan baik, Senin (6/3) kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejak awa tahun 2017 kekosongan obat, infus, kantong darah hingga sarung tangan petugas medis terjadi di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemkab Lingga. Selain membuat pelayanan terganggu hal ini juga dikeluhkan pasien karena biaya dibebankan kepada pihak pasien. Meskipun pasien memiliki BPJS, KIS, Jaminan Kesehatan Lingga Terbilang (JKLT) dan Askes.
Ketua Komisi III DPRD Lingga, Noorden usai hearing kepada Batam Pos mengatakan, perlu ada langkah jangka pendek menyelesaikan persoalan ini. Pelayanan RS harus tetap berjalan.
“Tadi kami sudah dengar semua keterangan pihak Dinkes. Jadi kami minta agar mereka mengatasi, minimal ada solusi jangka pendek dululah,” ungkapnya.
Permasalahan ini jelas Nooerdin, akibat gagalnya kegiatan lelang obat tahun 2016 lalu. Hingga berdampak pada stok obat tahun 2017. Kerjasama yang dijalin daerah dengan pihak penyedia obat tidak berjalan baik hingga membuat hilangnya kepercayaan penyedia obat kepada daerah. Diduga akibat hutang yang menumpuk sejak 2014 silam dan belum dilunasi daerah hingga kini.
“Di daerah ini ada dua lembaga yang menyediakan program kesehatan gratis, yakni BPJS dan JKLT. Tapi peserta program ini masih harus keluar biaya lagi untuk membeli obat yang tidak terdapat di RS. Tentulah itu menjadi keluhan masyarakat,” kata dia.
Namun, setelah adanya perubahan di tubuh Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga pada peunghujung tahun 2016, Pemkab mulai optimis dapat mengembalikan kepercayaan dan nama baik tersebut.
Saat ini, Dinkes Lingga sudah mendapatkan pihak ketiga penyedia obat dan tengah menginput E-Katalog tiap jenis obat-obatan yang dibutuhkan rumah sakit dan puskesmas di daerah.
“Dinkes kan sudah ada kerjasama dengan sejumlah apotik lokal. Kita minta mereka meninjau ulang kerjasama tersebut agar obat-obatan ini bisa cepat tersedia lah. Sambil menunggu proses lelang obat yang besar itu,” ujar Noorden.
Noorden meyakini, permintaan pihaknya itu bisa menjadi solusi efektif mengatasi masalah kekosongan obat sementara waktu.
“Kalau sekiranya pelelangan atau pengadaan obat ini berjalan lambat, itu bisa jadi solusi. Kita berharap jangan sampai obat ini tidak ada sama sekali,” tuturnya.
Pihak DPRD, lanjut Noorden, juga menekankan kepada Pemkab Lingga untuk lebih memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat di sektor kesehatan tersebut. Karena selain merupakan kebutuhan vital masyarakat, kesehatan juga tertuang dalam skala prioritas dan visi misi Bupati Lingga.
“Kalau menyangkut keuangan daerah, janganlah sampai hal itu membuat kinerja dinkes jadi menurun dan terkesan lambat. Kami minta ini jadi prioritas daerah,” tutupnya. (mhb)
Tanjungpinang City Centre akan segera beroperasi 26 Mei 2016 mendatang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Tanjungpinang City Center (TCC) Mall semakin memajakan pelanggannya dengan memberikan voucher belanja senilai Rp 1 juta.
“Caranya sangat mudah. Beli dan baca koran Batam Pos. Lalu temukan clue-nya diperiode tanggal 6 sampai 12 Maret, atau selama tujuh hari. Kemudian follow akun instagram @tanjungpinangcitycenter dan like fanpage facebook.com/tanjungpinangcitycentermall,” terang Amril, Marketing Communication (Marcomm) TCC Mall di Tanjungpinang, Selasa (7/3).
Setiap jawaban kuis lanjut Amril, akan dimuat di koran harian Batam Pos setiap harinya dan semua jawaban kuis tersebut ada di area TCC Mall.
“Selfie dengan gaya se-kreatif mungkin dijawaban kuis. Informasi lebih lanjut silahkan datang ke Customers Service TCC Mall sekalian bawa guntingan korannya,” jelas Amril.
Selanjutnya kata Amril, tunjukkan foto yang ditag di TCC ke Customers Service (CS). Pemenang dipilih satu orang, yang punya jawaban 7 (sesuai clue 7 hari, red). Dan yang tercepat akan mendapatkan voucher belanja Rp 1 juta dengan #kuisTCCbatampos.
“Ayo, jangan sampai ketinggalan. Ikuti terus dan gunting kuis nya di koran Batam Pos halaman Tanjungpinang dan raih hadiahnya. Kuis ini tidak berlaku bagi karyawan TCC dan Batam Pos,” jelasnya. (cca)
Sampah laut di pemukiman warga Tarempa salah stau masalah pariwisata yang harus diatasi. Foto : batampos.
batampos.co.id – Menko Kemaritiman RI menyarankan jika Pemkab Anambas akan mengembangkan pariwisata seharusnya memperhatikan hal-hal terkecil yang selama ini diabaikan. Salah satu contohnya yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat Anambas agar tidak membuang sampah sembarangan di laut yang dapat mencemari air laut.
“Bagaimana turis suka berkunjung ke Anambas jika lautnya saja penuh sampah, ini hal kecil tapi harus diperhatikan, jangan sampai mereka tidak nyaman di Anambas jika akan jadikan Anambas daerah pariwisata,” ungkap Asisten Deputi Kementerian Kemaritiman Rahman Hidayat kemarin.
Menurutnya pemda harus segera mengatasi hal ini dengan cara memberikan pemahaman kemudian langkah selanjutnya memberikan jaring disetiap rumah warga sehingga sampah tidak bertebaran di tengah laut yang hanya akan mengganggu pemandangan.
“Saya rasa kalau hanya mengatasi masalah sampah di laut itu tidak memerlukan biaya besar, makanya bisa diatasi dari daerah. Jika ada masalah besar baru minta bantuan kepada pusat,” ungkapnya lagi.
Selain itu penyusunan perumahan di pinggir laut juga harus diperhatikan dan ditata secara rapi supaya bisa terlihat menarik. Tidak seperti sekarang ini yang terlihat semrawut.
Menanggapi hal ini Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, mengaku saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup. Apakah kedepan akan dipasang jaring ataukah nantinya akan ditugaskan petugas kebersihan yang memungut sampah dilaut.
“Teknisnya masih kita bahas apakah di pasang jaring atau tidak, sekarang ini yang menjadi persoalan, jika dipasang jaring, takutnya mengganggu aktivitas nelayan soalnya banyak nelayan yang lalulalang di bawah rumah panggung warga, kalau ada jaring, pompong warga tidak bisa lewat, intinya masih kita kaji dulu,” tukasnya. (sya)
batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budi Gusdian menyebutkan sebanyak 200 brigadir polri angkatan pertama telah lahir dari sekolah polisi Negara (SPN) Polda Kepri di Tanjungbatu. Atas keberhasilanya pada angkatan pertama ini, pada tahun depan kembali diterima sebanyak 227 siswa, dengan diprioritaskan 100 persen putra daerah Provinsi Kepulauan Riau.
Ungkapan tersebut ditegaskan Kapolda Kepri usai upacara penutupan pendidikan dan pengambilan sumpah brigadir Polri di SPN Tanjungbatu. Lebih lanjut dikatakan 200 brigadir yang dilantik pada tahun ini telah mengikuti pendidikan selama tujuh bulan. Kapolda mengapresiasi atas berhasilnya mereka melaksanakan dasar bhayangkara (Dasbara), proses dasar pengetahuan kepolisian, dan pembulatan.
“Atas keberhasilan angkatan pertama sehingga polda Kepri dipercaya pada tahun 2017 menerima sebanyak 227 siswa. Selanjutnya dari 200 brigadir polri yang baru dilantik, 77 dari Polda Kepri dan 125 dari Polda Metro Jaya. Sementara penempatan 125 brigadir polri ditempatkan di Polda Kepri sedangkan 77 brigadir polri akan dikembalikan ke Polda Metro Jaya,” tegas Kapolda.
Hadir dalam acara penutupan pendidikan brigadier polri ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak bersama sejumlah anggota DPRD Kepri, Asisten I Pemprov Kepri, bupati Karimun, Camat dan FKPD. Upacara ditandai dengan penanggalan tanda siswa diganti pemasangan pangkat brigadir dua (bripda) polri dilanjutkan dengan pengambilan sumpah. Di akhir acara ditutup dengan penempatan tugas dan dipertemukan antara keluarga di halaman depan gedung pelopor SPN Tanjungbatu. (ims)
Gubernur dan rombongan meninjau pelabuhan roro dan bongkar muat Tanjung Payung, Natuna. Foto: batampos.
batampos.co.id – Sesaat setelah sampai di Kabupaten Natuna sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (7/3) Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Bupati Natuna Hamid Risal dan FKPD langsung meninjau pelabuhan Roro dan bongkar muat Tanjung Piayung di Desa Panagih, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Ranai.
Dari pelabuhan Tanjung Piayung, Gubernur dan rombongan melanjutkan kunjungannya ke Gedung Serindit, Batu Hitam. Disini Gubernur mengecek persiapan untuk berlangsungnya kegiatan Gerbangdutas (Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan) tahun 2017 oleh Menkopolhukan pada Rabu (8/3).
Menurut Gubernur Kepri Nurdin Basirun, kehadiran Menkopolhukam dan beberapa kementerian terkait, Selasa (8/3), merupakan kesempatan emas bagi masyarakat Natuna dan Kepri secara umum.
“Ini kesempatan kita. Jika Pemerintah pusat begitu semangat memperhatikan daerah kita, maka kita harus lebih bersemangta lagi. Bagaimanapun juga, kitalah yang akan menikmati apa pun yang akan dikembangkan di daerah kita yang kita cintai ini,” kata Nurdin kepada wartawan disela makan siang di Rumah Makan Sisi Besisir usai melakukan peninjauan.
Nurdin tidak ingin defisit jadi alasan bagi masyarakat Kepri dalam membangun. Karena Kepri memiliki sumber pendanaan yang tidak diduga-duga untuk melakukan pembangunan.
“Bismillah, jika kita tetap semangat pasti ada jalan. Jangan jadikan defisit sebagai alasan. Dan ingat, membangun itu bukan semudah membalikkan telapak tangan, tapi perlu proses, perencanaan dan koordinasi serta kolaborasi. Dan tentunya kita mulai dengan kebersamaan,” ujar Gubernur. (***)
Bupati Bintan Apri Sujadi menyerahkan SK Kepada Kepala Sekolah yang baru dilantik di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (7/3). F.Humas Pemkab Bintan
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi, resmi mengukuhkan dan melantik 120 Kepala sekolah diantaranya, 90 kepala Sekolah Dasar (SD), 20 kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 2 kepala sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Negeri, di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (7/3).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor 824.5-97 tahun 2017 dan SK Bupati nomor 824.5-98 tahun 2017 tanggal 6 Maret.
Apri menuturkan peran Kepala Sekolah tentunya sangat penting dalam membina dan meningkatkan kualitas lulusan anak didik, untuk itu ia berharap agar kepala sekolah yang baru dilantik dapat memberikan inovasi, serta pelayanan yang maksimal bagi orang tua murid dan juga murid di sekolah.
“Kami harapkan kepala sekolah yang baru dikukuhkan ini dapat memberikan inovasi dan pembinaan dalam meningkatkan prestasi nilai terbaik dalam kelulusan siswa,” jelasnya.
Selain itu, Politisi partai Demokrat ini juga menegaskan kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik untuk segera menjalankan program Pemkab Bintan, terkait program layanan masuk gratis, serta menghilangkan praktek jual beli apapun kepada seluruh siswa murid.
“Jangan ada lagi pungutan liar di sekolah. Mau itu berbentuk jual beli buku atau lainnya, karena tahun ini (2017, red) sudah dianggarkan bantuan dari APBD, mulai dari masuk sekolah gratis, penyediaan seragam, sepatu, tas, dan buku,” terangnya.
Apri menambahkan tahun ini Pemkab Bintan, juga telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 1.300 guru bantu yang tersebar di Kabupaten Bintan, guna mengoptimalkan pelayanan di dunia pendidikan di Kabupaten Bintan. (cr20)
Terdakwa Rosita Agnesia, dengan tangan terborgol usai mengikuti sidang vonis atas kasus yang menjeratnya, Selasa (7/3), F Osias De/batampos.
batampos.co.id – Rosita Agnesia, wanita pemilik narkotika jenis sabu seberat 5,6 gram tertunduk lesu mendengar majelis hakim menjatuhi hukuman lima tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (7/3).
Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai Awani Setyowati didampingi dua hakim anggota Acep Sopian Sauri dan Afrizal, mengatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan dan menguasai narkoba golongan I bukan tanaman beratnya melebihi lima gram sebagaimana melanggar pasal 112 ayat (2) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Untuk itu selain menghukum terdakwa selama lima tahun penjara. Kami juga menjatuhi denda Rp 1 miliar subsider dua bulan kurungan,” ujar hakim.
Mendengar putusan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukum (PH) nya langsung menyatakan menerima. Hal senada juga diutarakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra dari Kejari Tanjungpinang. Meski putusan tersebut lebih ringan dua tahun dari tuntutannya sebelumnya yang meminta agar terdawa dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider lima bulan kurungan.
Dalam sidang dakwaan sebelumnya terungkap, penangkapan terdakwa berawal saat dirinya membeli sabu satu sak dengan harga Rp 4 juta dengan Jeki (DPO). Saat itu terdakwa baru membayar Rp 2 juta dan bertemu dengan Jeki di jalan Ganet untuk mengambil sabu itu, pada (13/10) tahun 2016 lalu.
Setelah melakukan transaksi, terdakwa pun langsung pulang kerumahnya di Jalan Nusantara kilometer 20 Kijang. Pada malam hari setelah mendapat sabu tersebut terdakwa pun memakai sabu itu. Selanjutnya, terdakwa yang telah menggunakan sabu itu meminta tolong kepada saksi Riki untuk diantarkan ke simpang Korindo karena ada temannya yang memesan barang haram tersebut.
“Terdakwa ditangkap saat sampai di simpang Korindo. Saat digeledah petugas menemukan barang bukti berupa narkoba seberat 5,6 gram yang dibungkus dalam plastik bening di ikat rambut yang sempat dibuang terdakwa,” ucap JPU dalam dakwaan sebelumnya.(ias)