Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 13576

Yasonna H Laoly: Biar saja Semua Bergulir

0
Menkumham Yassona Laoly (Dok.JawaPos.com)

batampos.co.id – “Biar saja semua bergulir sesuai peraturan yang ada. Pengadilan let’s go. Siapa yang salah pasti nanti akan terungkap,” Itulah komen Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly tentang namanya disebut jaksa dan diduga ikut terlibat dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP, saat dikonfirmasi, Kamis (9/3)..

Saat dikonfirmasi, Yasonna tidak mempermasalahkan jika nanti namanya disebut dalam sidang kasus proyek e-KTP tersebut. Menurutnya,  KPK juga harus membongkar kasus tersebut sampai dengan tuntas, sehingga bisa menjadi titik terang siapa yang bersalah dan tidak.

Menurut mantan anggota Komisi II DPR ini, hingga kini dirinya  belum membaca surat dakwaan yang telah beredar luas di masyarakat dan media sosial tersebut. Pasalnya dirinya saat ini masif fokus pada kegiatannya sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Aku belum liat tuh,” katanya.

Menurut Yasonna, program e-KTP tersebut sebenarnya bertujuan baik. Namun pada prakteknya ada kendala oleh pihak-pihak yang memainkan anggaran tersebut sehingga bisa diselewengkan.

“Program ini sebenarnya baik, eksekusinya yang tidak baik. Pelaksanaan tidak baik,” pungkasnya.

Dalam kasus ini dugaan korupsi e-KTP yang telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun itu, lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo ini baru menetapkan dua tersangka dari pihak eksekutif, yakni mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) sekaligus pejabat pembuat komitmen, Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemedagri, Irman.(cr2/JPG)

200 Warga Mengalami Gangguan Jiwa

0
Rustam. Foto: Hary/batampos.

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang mencatat ada sekitar 200 lebih warga Tanjungpinang yang mengalami gangguan jiwa tahun ini. Mereka semua terpaksa ditangani tenaga medis di rumahnya masing-masing sebab Provinsi Kepri belum memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

“Mereka semua sudah kami tangani dengan baik. Namun penanganannya hanya di rumah masing-masing karena di sini tak ada RSJ,” ujar Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam ketika dikonfirmasi, Rabu (8/3).

Penderita gangguan jiwa yang ditangani, kata Rustam, 90 persen kondisinya tidak terlalu parah atau hanya mengalami guncangan batin. Namun penanganan medis yang diberikannya tetap secara intensif.

Agar penderita gangguan jiwa bisa segera terobati, lanjut Rustam, Dinkes tidak hanya sekedar mengerahkan tenaga medis kerumah masing-masing penderita saja. Tetapi juga menggandeng dr Saiful (dokter spesialis) yang menangani penyakit tersebut. Bahkan pihaknya juga meminta bantuan ke Dinkes Pemprov Kepri untuk mengerahkan beberapa dokter spesialis lainnya.

“Kami sudah surati Pemprov Kepri. Semoga dalam waktu dekat ini dokter spesialisnya bisa segera dikerahkan untuk tangani 200 penderita gangguan jiwa itu,” bebernya.

Disindir penderita gangguan jiwa yang bekeliaran ditempat umum, Rustam mengaku akan menanganinya juga dengan baik. Namun agar penangananya lebih maksimal dibutuhkan kerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Ke depannya, sambung Rustam instasni terkait memiliki tugas masing-masing yaitu tugas Satpol PP akan mengamankan penderita gangguan jiwa parah yang berkeliaran dijalan-jalan. Kemudian tugas Dinsos menampung seluruh penderita gangguan jiwa yang diamankan. Sedangkan Dinkes yang mengambil alih menangani pengobatannya.

“Jika dinas lainnya ikut serta membantu. Kami yakin Tanjungpinang bebas dari orang gangguan jiwa,” jelasnya.

Rustam berharap masyarakat juga ikut berperan serta dalam menangani penderita gangguan jiwa. Apabila mendapati sanak keluarganya menderita penyakit tersebut (labil-red) segera melaporkan ke Dinkes. Selanjutnya akan dikirimkan tenaga medis kerumah pelapor.

“Jika ada sanak keluarga yang mengalami tekanan batin segera laporkan sebelum kondisinya semakin parah,” ungkapnya. (ary)

PT Barata Indonesia Bidik AS sebagai Pasar Ekspor

0
ilustrasi

batampos.co.id – PT Barata Indonesia (Persero) terus melobi rekanan perusahaan di Amerika Serikat.

“Kami sedang menjajaki kemungkinan peluang lain untuk ekspor ke AS sehingga nilai ekspor kita yang saat ini mencapai 5 persen dari market share perkeretaapian di Amerika menjadi naik 10 persen,” ungkap Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Silmy Karim, Kamis (8/3).

SCT adalah perusahaan asal AS yang sejak beberapa tahun lalu mengimpor produk dari Barata. Di antara LOI tersebut adalah tentang kesepakatan antara dua perusahaan pada 2017 di mana Barata akan mengekspor komponen kereta api melalui SCT dengan nilai USD11,8 juta atau Rp153 miliar.

Dalam kerjasama tersebut, Barata Indonesia sepakat untuk memasok komponen KA seperti bogie atau pendukung rangka dasar dari badan kereta api.

“Bagi Barata Indonesia, kerja sama ini salah satu bentuk mewujudkan pertumbuhan industri nasional dalam peningkatan konten lokal bagi industri perkeretaapian,” ungkap Silmy Karim seperti ditulis Indopos (Jawa Pos Group), Kamis (9/3).

Dia mengakui, Barata Indonesia yang berdiri sejak 1971 itu selama ini telah memasok komponen kereta api untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Untuk memenuhi standar kualitas ekspor, pabrik pengecoran milik Barata Indonesia telah mengantongi sertifikat Association of America Railroads (AAR) sebagai syarat untuk bisa menembus pasar ekspor ke USA & Canada.

Sementara itu, General Manager Standard Car Truck a Wabtec Subsidiary Company Phillip R Lindsell mengatakan, kerja sama yang dilakukan dengan Barata Indonesia tidak hanya saat ini, namun dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Silmy mengatakan, perwakilan dari pihak SCT dalam penandatangan kerja sama itu adalah General Manager dari SCT a Wabtec Subsidiary Company, Phillip R Lindsell.

“Bagi Barata Indonesia, kerja sama di bidang pengecoran ini tidak hanya terpaku pada produk kereta api saja, namun telah merambah sektor lain di antaranya sektor tambang dan juga industri semen,” katanya.

Untuk bidang tambang, Silmy menyebut Barata Indonesia telah berkerja sama dengan PT Antam (Persero) serta PT Bukit Asam (Persero) Tbk dengan memproduksi komponen alat-alat tambang seperti Crushers dan juga Mills.

“Ke depan, kami juga tak hanya akan berhenti bekerja sama dengan perusahaan BUMN dalam negeri saja, namun juga akan mencoba menyentuh pihak swasta seperti PT Freeport Indonesia,” harapnya. (ers/nas/JPG)

Bidik Juara Umum di STQ Kaltara, Kepri Mulai Bersiap

0

 

batampos.co.id – Kepala Biro Kesra Provinsi Kepri, Tarmidi mengatakan target besar Provinsi Kepri pada hajatan akbar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke XXIV di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) adalah menyabet juara umum. STQ tingkat Provinsi ke VII adalah bagian dari persiapan untuk mencari kafilah terbaik.

“Sekarang ini proses STQ di Kepri masih ditingkatkan Kabupaten/Kota,” ujar Tarmidi menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (8/3) di Tanjungpinang.

Dikatakan Tarmidi, untuk pelaksanaan STQ ke VII tingkat Provinsi Kepri akan digelar di Batam pada 6 Mei mendatang. Adapun lokasinya adalah Arena MTQ Nasional lalu. Yakni di kawasan Engku Putri, Batam Center, Batam. Masih kata Tarmidi, ada tiga cabang yang akan diperlombakan. Di antaranya adalah, tilawah, tafsir dan Tahfiz.

“Dari tiga cabang tersebut, tilawah ada enam golongan, tafsir satu golongan, dan tahfiz lima golongan,” papar Tarmidi.

Menurut Tarmidi, untuk STQ cabang-cabang yang dipertandingkan memang berbeda dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Ditegaskan Tarmidi, meskipun hanya tiga cabang pada STQ. Tetapi rutin diperlombakan pada tingkat internasional.

“Untuk tingkat nasional akan digelar di Kalimantan Utara setelah Lebaran nanti,” jelas Tarmidi.

Ditambahkan Tarmidi, bagi masing-masing pemenang pada STQ ke VII nanti, adalah calon-calon kafilah yang akan dipersiapkan pada STQ Nasional ke XXIV. Namun demikian, sebelum itu tetap harus menjalani pemusatan latihan. Karena itu bagian pemantapan akhir sebelum bertanding

“Sekarang ini pendaftaran sudah menggunakan sistem online. Pengalaman MTQ Nasional lalu menjadi evaluasi bagi kita terkait persoalan pendaftaran,” tutup Tarmidi.

Seperti diketahui pada hajatan STQ ke XXIII di Jakarta, Provinsi Kepri menyabet juara IV. Khusua untuk STQ Nasional ke XXIV, merupakan keikutsertaan Kaltara dalam ajang akbar ini. Kepri akan melakukan pemusatan latihan di Kota Batam, yakni di Quran Centre Batam.(jpg).

Arif Wibowo Terkejut Namanya Disebut Terima Aliran Dana e -KTP

0
Arif Wibowo (doc Jawa Pos.com)

batampos.co.id – “Astaghfirullah,” ujar Politikus PDI Perjuangan Arif Wibowo saat dihubungi, Kamis (9/3).

Ia istighfar saat disebut namanya ada dalam surat dakwaan terkait kasus korupsi e-KTP di pengadilan Tipikor hari ini, Kamis (9/3). Adapun Arif disebut menerima uang sebesar USD 108 ribu dalam proyek yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu.

Sejatinya, sejak beberapa hari lalu Arif mengetahui bahwa namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Namun, dia enggan berkomentar lantaran ingin mencari tahu mengapa namanya bisa terseret.

“Makanya saya nggak mau reaksioner, saya harus mencermati ada apa sebenarnya,” ucap anggota komisi II DPR itu.

Kendati demikian, dia membantah telah menerima uang tersebut.

“Menurut jaksa saya menerima uang, dari siapa? Tahun berapa?” tanya Arif.

Legislator asal Madiun itu juga mengaku sama sekali tidak pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus atau yang kerap disapa Andi Narogong. “Saya tidak tahu, tidak kenal, tidak pernah bertemu apalagi menerima dana dari Agustinus itu,” tegas Arif.

Dia mengatakan, ketika proyek e-KTP itu dimulai pada 2010, dirinya hanyalah anggota biasa di komisi II DPR.

“Tahun 2010 saya hanya anggota DPR, bukan pimpinan. Baru setahun saya menjadi anggota,” pungkasnya. (dna/JPG)

Lomba TTG, Terbuka untuk Semua Pelajar

0

batampos.co.id – Pemkab Bintan, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan, menggelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dibuka bagi para pelajar Se-Kabupaten Bintan. Lomba ini akan digelar mulai, Senin (13/3) hingga Rabu (12/4) mendatang.

“Kami mengajak kepada pelajar untuk terus berinovasi dan berkreasi, melalui lomba TTG ini nantinya juga diharapkan bisa memberikan nilai tambah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, Rabu (8/3).

Ronny menuturkan, adapun persyaratan untuk mengikuti lomba ini, yakni harus mengisi formulir pendaftaran yang bisa diambil langsung di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan.

“Diharapkan TTG yang menjadi temuan benar-benar dapat memberikan nilai tambah, baik terhadap produk yang dihasilkan, serta merupakan hasil karya sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi, sangat mengapresiasi lomba TTG tersebut. Menurutnya hal ini merupakan suatu langkah maju terhadap pelajar untuk ikut serta terlibat memberikan sumbangsih pemikiran dalam bentuk inovasi TTG.

Apri berharap agar hal ini dapat memberikan pemikiran positif untuk kemajuan Kabupaten Bintan.

“Saya menghimbau dan mengajak serta kepada masyarakat untuk memberikan pemikiran dan terlibat dalam lomba Teknologi Tepat Guna,” ungkapnya.

Berdasarkan penerapannya teknologi tepat guna adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan untuk mempercepat alih teknologi dari pencipta atau pemilik kepada pengguna teknologi.

Pengembangan teknologi tepat guna lebih berorientasi pada kegiatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam bentuk desain, fungsi dan manfaat dari suatu teknologi melalui proses penelitian, pengkajian, uji coba. (cr20)

Disbudpora Akan Gelar Festival Tari 2017

0
Makhfur Zurachman. Foto: Hary.

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Bintan, Makhfur Zurachman mengatakan Pemkab Bintan akan menggelar Festival Tari 2017 di Lapangan Relief Antam, Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) 18 Maret mendatang.

“Festival tarian ini merupakan agenda tahunan Pemkab Bintan. Maka untuk tahun ini kami gelar 18 Maret mendatang di lokasi yang sama tiap tahunnya,” ujar Makhfur ketika diwawancarai di Kantor Bupati Bintan, Rabu (8/3).

Untuk mensukseskan perlombaan tarian kreasi budaya Melayu ini, kata Makhfur, Disbudpora sudah menyurati 10 kecamatan se Kabupaten Bintan. Dalam surat itu, lanjut Makhfur, diwajibkan masing-masing kecamatan berpartipasi dengan mengirimkan minimal dua sanggar tarinya.

Dengan cara ini, sambung Makhfur, festival tarian akan berjalan meriah karena diikut sekitar 20 sanggar tari. Mereka akan unjuk kebolehannya diatas panggung selama seharian penuh dari siang sampai malam hari.

“Pastinya acara ini berjalan sangat meriah karena 20 sanggar tari itu tampil seharian diatas panggung. Bahkan uniknya seragam yang digunakan dan aksi rentak tarian mereka akan mencuri pandangan para pengunjung dan dewan juri,” bebernya.

Disindir tujuan dihelatnya festival tarian ini, Makhfur mengaku sebagai upaya menjaga khazanah adat dan budaya Melayu. Sebab dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, kebudayaan asli daerah semakin pupus. Bahkan generasi muda juga sudah tidak peduli pentingnya melestarikan semua peninggalan khazanah tersebut.

Selain itu juga, masih Makhfur, festival tarian bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik utama untuk menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara. Karena dengan menyuguhkan tarian asli daerah, wisatawan akan terhibur sekaligus mengetahui keanekaraagaman kebudayaan disini.

“Jadi banyak manfaat yang bisa diambil dari festival ini. Apalagi jika dikemas sedemikian menarik, pasti akan menguntungkan semua pihak. Sebab tarian merupakan salah satu objek wisata yang digemari wisatawan,” ungkapnya. (ary)

Jaksa Sebut 38 Nama yang Diduga Terima Aliran Dana e-KTP

0

batampos.co.id – Dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman serta Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri Sugiharto duduk di kursi terdakwa.

Keduanya didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012.

Selain memperkaya diri sendiri, perbuatan para terdakwa juga disebut memperkaya orang lain dan korporasi.

Berikut daftar nama yang diduga penerima aliran dana e-KTP yang tercantum dalam dakwaan Irman dan Sugiharto yang dibacakan JPU KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/3) seperti dilansir JawaPos.com:

1. Gamawan Fauzi sejumlah USD4,5 juta dan Rp 50 juta.

2. Diah ANnggraini USD 2,7 juta, dan Rp 22,5 juta.

3. Drajat Wisnu Setyawan sejumlah USD 615.000 dan Rp 25 juta.

4. Enam anggota panitia lelang masing-masing sejumlah USD 50 ribu.

5. Husni Fahmi USD 150 ribu dan Rp 30 juta.

6. Anas Urbaningrum USD 5,5 juta.

7. Melcias Marchung Mekeng (Golkar) sejumlah USD 1,4 juta.

8. Olly Dondokambey (PDI-P) USD 1,2 juta.

9. Tamsil Lindrung (PKS) USD 700 ribu.

10. Mirwan Amir (Demokrat) USD 1,2 juta.

11. Arief Wibowo (PDI-P) USD 108 ribu.

12. Chaeruman Harahap (Golkar) USD 584 ribu dan Rp 26 miliar.

13. Ganjar Pranowo (PDI-P) USD 520 ribu.

14.  Agun Ginandjar Sudarsa (Golkar) selaku anggota Komisi ll dan Badan Anggaran DPR RI sejumlah USD 1.047.000,00.

15. Mustoko Weni (Golkar) sejumlah USD408.000,00.

16. Ignatius Mulyono (Golkar) USD 258.000,00.

17 Taufik Effendi  (Demokrat) USD 103.000,00

18. Teguh Djuwarno (PAN) USD 167.000,00

19. Miryam S. Haryani (Hanura) sejumlah USD23.000,00.

20 Rindoko, Numan Abdul Hakim, Abdul Malik Haramaen, Jamal Aziz dan Jazuli Juwaini selaku Kapoksi pada Komisi II DPR RI masing-masing sejumlah USD 37.000,00.

21 Markus Nari (Golkar) sejumlah Rp 4 miliar dan USD 13.000,00.

22. Yasona Laoly (PDI-P) USD 84.000,00.

23. Khatibul Umam Wiranu (Demokrat) sejumlah USD 400.000,00,

24. M Jafar Hapsah (Demokrat) sejumlah USD 100.000.

25. Ade Komarudin (Golkar) sejumlah USD 100.000.

26. Abraham Mose, Agus Iswanto, Andra Agusalam dan Darma Mapangara selaku direksi PT LEN Industri masing-masing mendapatkan sejumlah Rp 1 miliar.

27. Wahyudin Bagenda selaku Direktur Utama PT LEN Industri Rp 2 miliar.

28. Marzuki Ali (Demokrat) Rp 20 miliar.

29. Johanes Marliem sejumlah USD  14.880.000,00  Rp25.242.546.892.

30. 37 (tiga puluh tujuh) anggota Komisi lainnya seluruhnya berjumlah USD 556.000, masing-masing mendapatkan uang berkisar antara USD 13.000 sampai dengan USD 18.000.

31. Beberapa anggota tim Fatmawati, yakni JIMMY ISKANDAR TEDJASUSILA als BOBBY, EKO PURWOKO, ANDI NOOR, WAHYU SETYO, BENNY AKHIR, DUDI dan KURNIAWAN masing-masing sejumlah Rp 60 juta.

32. Manajemen bersama konsorsium PNRI sejumlah Rp 137.989.835.260.

33. Perum PNRI sejumlah Rp 107.710.849.102.

34. PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp 145.851.156.022,00

35 PT Mega Lestari Unggul yang merupakan holding company PT Sandipala Artha Putra sejumlah Rp148.863.947.122.

36. PT LEN Industri sejumlah Rp 20.925.163. 862.

37. PT Sucofindo sejumlah Rp 8.231 289.362.

38. PT Quadra solution sejumlah Rp 127 320.213.798,36.

(Put/jpg)

Wujudkan Smart City, Bintan Gandeng Telkom

0

batampos.co.id – Rencana Pemkab Bintan untuk mengembangkan program pembangunan berbasis Smart City terus digesa. Bupati Bintan Apri Sujadi, akan menggandeng PT Telkom untuk mewujudkan sistem aplikasi kota cerdas tersebut.

“Kami menginginkan program aplikasi smart city segera dapat di realisasikan. Pasalnya dengan optimalisasi Penggunaan sistem teknologi informasi pada sistem pemerintahan (E-goverment), diharapkan dapat tercipta lingkungan kerja yang efektif, efisien dan transparan,” Kata Apri usai memimpin rapat bersama PT Telkom di Kantor Bupati Bintan, Rabu (8/2).

Apri menuturkan kemudahan akses dalam pelayanan publik di Kabupaten Bintan sangat diperlukan, untuk itu konsep smart city adalah solusinya dan harus segera di konsep dengan baik.

Menurutnya dengan kondisi Kabupaten Bintan yang terdiri dari pulau-pulau dan jarak antara wilayah ke wilayah cukup jauh, maka penting untuk segera dilakukan pembenahan infrastruktur, seperti masih banyak wilayah di Bintan yang masih belum tercover akses internet, dan itu harus diutamakan.

“Dengan smart city ini diharapkan bisa merubah kebiasaan yang dulunya masih manual, nantinya bisa dirubah ke arah digital yang bisa merubah ke arah perubahan. Khususnya bisa membantu masyarakat, agar lebih mudah dalam melakukan kegiatan,” ungkapnya.

General Manager Telkom Witel Kepri, Sonny Budiwinarso mengatakan ke depan seandainya smart city bisa diwujudkan, yang paling pertama harus dilakukan adalah membenahi jaringan lokal yang ada di wilayah Kabupaten Bintan, karena apabila sudah selesai di benahi, baru bisa mulai memikirkan smart city yang akan dibangun, agar bisa berjalan sesuai harapan.

“PT Telkom sudah memiliki tekad bahwa Indonesia harus dibangun melalui banyak inovasi, yang salah satu sumbernya, yakni menjadi jantung pergerakan digital. Yang kami ciptakan adalah teknologi yang menggabungkan orang-orang, menggabungkan ide-ide, karena kami yakin kota saat ini dibangun melalui ide-ide kreatif,” imbuhnya. (cr20)

BP Batam Tetap Keluarkan Dokumen Fatwa

0
Sejumlah warga Batam sedang mengurus dokumen di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Gedung Sumatera Promotion Center, Jumat (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam tetap akan mengeluarkan dokumen Fatwa Planologi walaupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersikeras akan mengeluarkan dokumen Keterangan Rencana Kota (KRK).

Batam berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia karena berstatus lahan milik negara sehingga diwajibkan mengeluarkan dokumen fatwa sebagai syarat untuk mendapatkan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Ya di wilayah Free Trade Zone (FTZ) kan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dipegang BP Batam. Jadi sesuai peraturan ya memakai dokumen Fatwa Planologi. Kalau di Belakangpadang yang bukan FTZ baru bisa pakai KRK,” ungkap Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Rabu (8/3).

Andi menjelaskan selama peraturan untuk mencabut dokumen fatwa belum terbit, maka BP Batam tetap akan mengeluarkannya sesuai dengan landasan peraturan yang ada. “Setiap mau merubah keijakan ya musti ada dasarnya, bisa Surat Keputusan (SK), Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Menteri (Permen), Peraturan Pemerintah (PP) dan lain-lain tergantung levelnya. Tidak bisa merubah kebijakan cuma dengan notulis rapat,” katanya lagi.

Menurut Andi, dokumen fatwa sangat penting karena di dalamnya sudah disertakan mengenai grand desain dari sebuah pembangunan sehingga jika metode pembangunannya dianggap salah, maka dokumen fatwa tak akan dikeluarkan.

Dalam dokumen fatwa memang diatur mengenai segala kebutuhan yang diperlukan untuk membentuk tata kelola ruangan yang baik. Dokume ini memaparkan rencana utama pembangunan, site plan, grading plan, rencana saluran air, rencana listrik, dan rencana penghijauan. Tujuannya adalah untuk menghindari tata kelola ruangan menjadi kacau. Contohnya pengaturan koneksi drainase sehingga ada sinkronisasi antara drainase pengembang dan pemerintah.

“Kalaupun ada dokumen fatwanya yang belum keluar, berarti persyaratan yang diminta belum lengkap,” katanya.

Di tempat yang berbeda, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan mengatakan sejak mandeknya penerbitan dokumen Fatwa Planologi mulai Juli hingga Desember silam berimbas pada berkurangnya penghasilan asli daerah (PAD) Batam dari Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Saat fatwa planologi tidak keluar, IMB tidak biasa terbit, developer tidak bisa membangun, otomatis dana BPHTB dan retribusi lainnya juga terhenti.

“Jelas mengganggu pembangunan dan pendapatan Pemko Batam,” jelasnya.

Tak ingin pendapatan dan pembangunan terganggu, Pemko Batam bersama REI dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) sudah beberapa kali bertemu membahas penggunaan KRK sebagai pengganti fatwa planologi untuk memudahkan penertiban IMB. Baik secara keseluruhan maupun sebahagian.

KRK diyakini bisa menggantikan fatwa planologi karena kewenangan teknis yang tertera di fatwa, juga dimuat di KRK. Bedanya, fatwa dikeluarkan oleh BP Batam, sementara kewenangan mengeluarkan KRK ada di Pemko Batam melalui Dinas Tata Kota. (leo)