Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13578

Rakornas II Agendakan Kupas Tuntas Homestay Desa Wisata

0

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama sejumlah kementerian dan lembaga (K/L) lain akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II 2017 membahas Homestay Desa Wisata.

Mengambil tema Homestay Desa Wisata Indonesia Incorporated: 20.000 homestay untuk 2017, Rakornas akan diadakan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis-Jumat, 18-19 Mei 2017.

“Rakornas digelar tujuannya mengajak stakeholder (ABGCM) untuk berperan serta dalam pembangunan 100.000 Homestay Desa Wisata. Mensinergikan program-program Homestay Desa Wisata antar kementerian dan lembaga terkait,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizki Ratman.

Dalam Rakornas II 2017, selain Kemenpar, akan hadir pula perwakilan dari KemenDes, KemenPUPR, KemenDikbud, KemenBUMN, Bekraf, Bappenas, KemenLHK, KemenKop UKM, Kemen Kominfo, Kemenkes, KemenKeu, KemenATR-BPN, Bank BUMN (BTN, BNI, BRI, Mandiri), REI, IAI, ITX, Telkom, OJK, Pemerintah Daerah, Akademisi, dan Komunitas.

“Rakornas ini target output-nya penandatanganan Peraturan Bersama Menteri Pariwisata dan Menteri Desa PDTT tentang Pedoman Pengembangan Desa Wisata. Selain itu akan ditentukan lokasi pengembangan bersama Homestay Desa Wisata dengan berbagai Kementerian dan Lembaga,” ungkap Dadang.

Sementara, isu-isu yang akan dibahas dalam Rakornas II 2017 Homestay Desa Wisata adalah, Legalitas Lahan, Skema Pendanaan Homestay, Skema Pengelolaan Homestay, Perencanaan (IAI), Pembangunan (REI), Sarana Prasarana (Kominfo), Operasional (Success Story: Desa Wisata Dieng Kulon, Desa Pemenang Barat Mandalika), Pemasaran (ITX), dan Pengembangan Desa Wisata.

“Sudah ditetapkan 10 Pilot Project Desa Wisata antara Kemendes dan Kemenpar. Perjanjian Kerjasama Pengembangan Desa Wisata sudah disepakati dan dapat ditandatangani pada Rakornas II 2017. Selain itu juga sudah disusun MoU antara REI dengan Kemenpar tentang kerjasama pembangunan homestay yang akan ditandatangani pada saat Rakornas,” beber pria asli Jawa Barat itu.

Sebagai narasumber, di hari pertama akan menghadirkan Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri Bekraf Triawan Munaf, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri BUMN Rini Soemarno dan tentu Menpar Arief Yahya.

Di hari pertama juga akan ada workshop dengan tema “Legalitas Lahan” yang akan menghadirkan narasumber dari Kementerian ATR/BPN, Kementerian LHK, dan Kementerian PUPR. Workshop kedua mengambil tema “Pengembangan Desa Wisata” dengan narasumber Kemendes PDTT, Kementerian BUMN, Bekraf, Kemenkop UKM dan Kemendikbud.

Sementara, di hari kedua Rakornas, akan ada Workshop bertema “Skema Pendanaan Homestay Desa Wisata” yang menhadirkan narasumber dari Kemendes PDTT, Kementerian PUPR, OJK, BTN dan REI. Dilanjutkan dengan Workshop bertema “Skema Pengelolaan Homestay Desa Wisata”

yang menghadirkan IAI (Perencanaan), REI (Pembangunan), Kemenkominfo (Sarana & Prasarana), Pengelolaan (Success Story, Trisakti, UGM), dan Indonesia Travel Xchange (ITX) untuk pemasaran.

Selain digelar rakornas, di Hotel Bidakara nanti juga akan ada pameran homestay. Konsep pameran akan mengajak pengunjung merasakan perjalanan wisata ke Homestay Desa Wisata.

“Selain itu juga ada performance tari-tarian nusantara, grup band, bazaar, dan doorprize. Pengunjung juga bisa melakukan konsultasi langsung di waktu-waktu tertentu saat rakornas berlangsung,” pungkas Dadang. (*)

Pariwisata Danau Toba Berkembang kala Kelestarian Lingkungan Terjaga

0
Danau Toba. Foto: kemenpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya tak mau setengah-setengah dalam menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia. Upaya memoles danau kaldera terbesar di dunia itu tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur penunjangnnya, tapi juga menjamin kelestarian lingkungannya.

“Prinsipnya: Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan!” kata Menteri Arief Yahya, yang terus memantau perkembangan satu dari 10 Destinasi Prioritas ini.

Kementerian Koordinator Kemaritiman pada 10 Mei lalu menggelar rapat untuk membahas kualitas air di Danau Toba. Rapat yang dipimpin Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim Arif Rahman Hakim itu meminta masukan dari berbagai pihak guna menjaga kualitas air di danau yang menjadi satu dari Sepuluh Bali Baru versi Kementerian Pariwisata tersebut.

Rapat itu dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bank Dunia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara dan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan Deltares.

“Tujuan rapat ini adalah membahas laporan awal tentang kualitas air Danau Toba,” ujar Kepala BOPDT Arie Prasetyo.

Arie menjelaskan, sejumlah usulan muncul dalam rapat itu. Misalnya, Dinas Lingkungan Sumut mengusulkan kajian tentang imbas pemukiman di sekitar Danau Toba yang membuang limbah domestik.

“Ada usulan untuk membuat buffer area di sekitar danau dan green belt,” sebut Arie.

Usulan lain datang dari BPPT. Yakni kajian tentang pemetaan land use di sekitar Danau Toba. Tujuannya untuk mengetahui sebaran daerah tangapan air.

Lantas, apa usul BOPDT?

“Usul kami adalah memilih prioritas lokasi dalam pengambilan data,” ujar Arie.

Menurutnya, pada Mei hingga September 2017 ini akan ada kajian tentang kualitas air Danau Toba. BOPDT mengusulkan pengambilan sampel termasuk untuk data batimetri atau pengukuran kedalaman bisa difokuskan dititik-titik yg sangat tercemar.

Pemerintah juga melibatkan lembaga kondang asal Belanda, Deltares untuk meneliti kualitas air Danau Toba.

“Rencana penyusunan kajian kualitas air di Danau Toba akan disusun oleh Deltares,” sebut Arie. (*)

Destinasi Belitung Kian Melambung

0
foto: bwsuitebelitung.com

Masyarakat di sekitar Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin sadar wisata. Mereka pun makin bersemangat mengasah kemampuan diri demi meladeni wisatawan.

“Ingat, jika ingin menjadi global player, gunakan global standart!” pesan Menpar Arief Yahya ke semua destinasi prioritas yang disebut dengan 10 Bali Baru itu.

Sebagai atraksi, Belitung sudah punya madal dengan alam yang indah. Pantai pasir putih, baru-batu besar yang bentuknya unik, laut yang jernih dan adat istiadat masyarakat yang mendukung ekosistem kepariwisataan.

“Daya dukung SDM nya juga harus ditingkatkan,” jelas Arief Yahya.

Mulai 28 April lalu, para pemuda dan pemudi di Kecamatan Kelapa Kampit di Belitung Timur ikut dalam pelatihan Bahasa Inggris. Program yang berlangsung selama sebulan itu merupakan hasil kerja sama Karang Taruna Kecamatan Kelapa Kampit dengan Youth Center for ASEAN Community.

“Program ini dimaksudkan untuk mendukung pariwisata di kawasan cagar alam geologi Gunong Kik Karak, Belitung Timur,” ujar Larasati selaku person in charge (PIC) Tanjung Kelayang pada Pokja 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Selain itu, pengembangan wisata di Belitung juga mendapat dukungan dari perbankan nasional. Misalnya, BCA pada 3-5 Mei lalu mengirim tim tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) ke komunitas-komunitas pendukung geopark.

Kemenpar memang sedang berupaya meloloskan Belitung ke dalam daftar UNESCO Global Geopakrs. Karenanya, BCA akan menggunakan sebagian dana tangung jawab sosialnya untuk pelatihan-pelatihan bagi komunitas agar maju dan mandiri.

“Selain pelatihan, CSR BCA juga digunakan untuk sarana dan prasarana di geosite yang menjadi objek wisata,” sambung Laras.

Upaya meloloskan Belitung ke dalam daftar geopark UNESCO juga sudah mulai dilakukan di mancanegara. Pada 8-12 Mei lalu, Badan Pengelola Geopark Belitung mengikuti Langkawi Conference di Malaysia.

“Kegiatan itu juga dalam rangka memperkenalkan geopark Pulau Belitung,” sambung Laras.

Selain itu, ada juga BNI yang memperluas jangkauan ke pelaku-pelaku usaha di desa wisata di Belitung. Pada 29 April lalu BNI  menggelar pertemuan dengan pelaku usaha desa wisata se-Belitung.

“Pertemuan itu untuk membahas akses pelaku usaha ke lembaga keuangan,” katanya.

Laras menambahkan, pihaknya juga mengusulkan adanya penyediaan toilet di kawasan hutan konservasi. Usulannya, perlu ada toilet beserta sarana dan prasarana lainnya di Bukit Peramun,  Ebesatu,  Gunung Tajam, dan Pantai Gusong Bugis yang merupakan bagian dari hutan masyarakat.

“Usul ini dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata bidang amenitas,” pungkasnya. (*)

Sheila Majid Ajak Warga Malaysia Menikmati Antara Anyer dan Jakarta di Batam

0
Artis Malyasia Sheila Majid tampil memukau saat tampil menghibur penonton pada acara Batam Jazz Fashion (Bajafash) di Hotel Radison Batam, Minggu (14/5). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sheila Majid mengisi kampanye crossborder tourism Kementerian Pariwisata di Batam dengan sangat oke. Dari mulai parade fashion bercorak nusantara, hingga lagu Antara Anyer dan Jakarta, sukses menghipnotis sekitar 500 orang yang memadati Ballroom Radisson Hotel Batam, Minggu (14/5) malam.

Ya, Batam Jazz and Fashion (Bajafash) 2017 yang dibalut spirit crossborder tourism memang sukses meluluhlantakkan Batam, Kepri. Balutan rasa Indonesia sangat terasa. Ratusan orang ikut terhipnotis. Semua sangat menikmati konser diva jazz internasional sekelas Sheila Majid.

Alhasil, message utama promosi Wonderful Indonesia di wilayah perbatasan langsung mengena

. “Di sebelah kanan ballroom Radisson Hotel dipadati wisman Malaysia. Message crossborder tourism-nya langsung mengena ke jantung wisman Malaysia,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Asturi, yang ikut menyaksikan langsung penampilan Sheila Majid.

Kadispar Kepri Buralimar, Kadispar Kota Batam Pebrialin, Kabid Promosi Wisata Alam Kemenpar Hendry Noviardi dan Kabid Promosi Wisata Bahari Kemenpar Florida Pardosi, yang ikut mendampingi Esthy, juga ikut mengamini.

Meski banyak orang Malaysia, aroma Merah Putih tetap tercium. Spirit Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia yang menjadi brand pariwisata Indonesia tetap ditebar ke seluruh penonton. Dari mulai peragaan busana bercorak nusantara, hingga show spektakuler dengan balutan seorang pianis, ikut dihadirkan di tengah konser Quenn of Jazz-nya Malaysia, Sheila Majid.

“Saya merasa ini bukan konser biasa tapi lebih private party yang memanjakan pecinta musik jazz dan penggemar Sheila Majid. Karena semua orang terasa intim, begitu dekat tanpa jarak dan sudah pasti bahagia,” tambah Esthy.

Ya, meski Sheila Majid, bukan warna negara indonesia, dia tetap kencang menebarkan Pesona Indonesia kemana-mana. Hampir di tiap konsernya, penyanyi kelahiran 3 Januari 1965 itu tak pernah absen menyanyikan tembang kenangannya: “Antara Anyer dan Jakarta.” Dia seperti menjadi endorser Indonesia meski bukan sebagai duta pariwisata.

Di Batam juga seperti itu, Seluruh audience yang hadir diajak bernostalgia ke sebuah kawasan yang berdekatan dengan Tanjung Lesung – salah satu destinasi prioritas yang disiapkan menjadi Bali-Bali baru itu. Indonesia, Malaysia, Singapura, semua diajak kompak melantunkan tembang hits di eranya itu.

“Itu lagu legend. Saya sangat suka. Kalau diplesetkan menjadi antara Batam dan Jakarta bisa lebih bagus lagi,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar berseloroh.

Dia sangat mengapresiasi upaya Kemenpar yang mendatangkan musik jazz untuk menggaet wisman via Batam. Upayanya dinilai sangat mengena mengingat musik memang borderless. Tidak mengenal batas dan kotak-kotak negara.

“Memang seperti itu. Di beberapa lagu audience malah ikut berdiri sambil bergoyang dan bersenandung. Indonesia, Malaysia, Singapura, semua berbaur tanpa sekat lagi,” ucapnya.

Kadispar Kota Batam Pebrialin juga ikut merasakan hal yang sama. Sama seperti Buralimar, yang paling dirasa menyentuh emosional seluruh audience adalah tembang Antara Anyer dan Jakarta.

“Sampai sekarang, nostalgianya masih terasa. Orang tidak sadar, bahwa Anyer itu sebuah destinasi wisata bahari di Banten, jalur menuju ke Tanjung Lesung.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang sedang dihidupkan kembali oleh Kemenpar. Setelah ini, mudah-mudahan ada yang googling, mencari info untuk berwisata ke sana. Tentu saja masuknya harus dari Batam dulu,” ungkapnya.

Lagu nostalgia “Antara Anyer dan Jakarta” juga ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Menteri asal Banyuwangi itu langsung angkat jempol untuk Sheila Majid lantaran lewat lagu itu, dia secara tidak langsung sudah menjelaskan dimana letak Anyer dan Tanjung Lesung.

“Kalau kawasan pariwisatanya sudah jadi, mungkin tak hanya tembang ‘Anyer dan Jakarta’ saja yang ngetop. Tanjung Lesung juga bakal ngetop dan dikenal dunia. Terimakasih untuk Sheila Majid yang sudi menyanyikan tembang soal Indonesia di Batam, daerah yang berdekatanvdengan Singapura dan Malaysia,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Rio Haryanto Pebalap Formula 1 Ikut Bintan Triathlon 2017

0
Rio Haryanto (WAHYUDIN / JAWA POS)

Rio Haryanto, pebalap Formula 1 pertama asal Indonesia dipastikan turut serta dalam perhelatan Bintan Triathlon 2017 di Nirwana Gardens Hotel, Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Rio akan mengikuti event lomba renang, lari dan bersepeda untuk race kategori Olympic Distance pada tanggal 20 hingga 21 Mei 2017, besok.

“Untuk Bintan Triathlon tahun ini ada salah satu pembalap F1, Rio Haryanto yang digandrungi perempuan-perempuan cantik itu. Rupanya dia ikut juga mendaftar untuk menjadi peserta, kami sudah mendapatkan data pendaftara,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira.

Jelas ini merupakan kabar yang menggembirakan. Pasalnya, Rio merupakan endorser yang menarik bagi event tersebut dikarenakan namanya sudah mendunia.

Rio Haryanto merupakan pembalap umur 24 tahun berkebangsaan Indonesia yang pernah membalap di ajang Formula 1 bersama tim Manor Racing pada musim 2016.

Sebagai pembalap asal Indonesia pertama yang bisa membalap di level Seri GP2, Rio memiliki basis pendukung yang sangat besar. Rio juga adalah pembalap Indonesia pertama dalam sejarah yang bisa menjajal mobil Formula Satu.

Pria yang sering menjadi Bintang Iklan itu juga disebut sebagai salah satu pembalap muda yang berpotensi menjadi wakil Asia di ajang Formula Satu pada masa depan.

Pada tahun 2011, Rio berpartisipasi di ajang Seri GP3 bersama tim Marussia Manor Racing dan di seri Auto GP bersama tim Driot-Arnoux Motorsport (DAMS). Dia mengawali kariernya di balap gokart pada tahun 2002 dengan Juara Nasional Gokart kelas kadet. “ Semoga setelah ini akan semakin banyak lagi tokoh mendunia dan artis yang ikut event tahunan kami ini,” ujar Luki.

Untuk urusan perkembangan perlombaan, Luki menjelaskan bahwa hingga saat ini sebanyak 1.200 peserta sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti Bintan Triathlon 2017, terdiri perwakilan dari 30 negara yang ada di belahan dunia dan di dominasi 90 persen mancanegara.

Mereka akan mengikuti tantangan tiga kategori, antara lain Olympic Distance, renang, 1,5 km, sepeda 40 Km dan lari 10 Km. Untuk kategori Sprint Distance, renang 750 meter, sepeda 20 Km dan lari 5 Km. “Untuk Bintan Triathlon ini ada tiga kategori yang dipertandingkan. Yakni Olympic Distance, Sprint Distance. Kategori yang ketiga, Youth Distance, renang menempuh jarak 300 m, sepeda 6 Km dan lari 1,5 Km,” tambahnya.

Sementara ini, Bintan Triathlon yang sudah menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Bintan. Luki juga mengatakan, jika tidak aral melintang, rencananya akan dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di acara pembukan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti menambahkan, pihaknya percaya bahwa event ini akan mengangkat pariwisata Indonesia umumnya dan pariwisata Bintan khususnya. Itu karena, panitia pelaksana sudah merelease bahwa para peserta Bintan Triathlon adalah dari 30 negara seperti Inggris, Australia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, Jerman, ada juga negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan tuan rumah Indonesia.

“Konsep yang ditawarkan adalah dengan berolahraga, semua spot atau destinasi wisata di Bintan ada. Laut, alam, bukit, padang golf, wisata buatan, jalanan konvensional yang tenang semua ada di Bintan. Jadi ikut ke Sport Tourism di Bintan dan berwisata di Bintan sangat-sangat lengkap, apalagi keluarga para peserta juga ikut,”ujar Esthy.

Esthy menambahkan, untuk perhelatan ini sudah dikelola dengan profesional dan gaungnya akan terasa ke dunia terutama negara tetangga Singapura. Karena perhelatan ini memang digelar dan dikelola oleh salah satu event organizer yang ada di Singapura sejak Bintan Triathlon digelar untuk pertama kalinya dua tahun yang lalu.

“Selain itu panitia juga sudah mengakui bahwa Bintan adalah lokasi yang sangat cocok untuk pertarungan Bintan Triathlon. Semuanya ada, semuanya lengkap dan semuanya indah, Bintan memang sangat pas untuk Sport Tourism,” kata Esthy berpromosi.

Apa saja yang akan dilakukan para peserta di perhelatan sport tourism ini ? Kata Esthy, olahraga ini semua dijalankan dengan mengkombinasikan keindahan alam di Bintan. Para peserta akan diajak olahraga renang di Laut. Laut Bintan memang indah dan aman karena kondisi perairan yang dilintasi memiliki arus yang kecil dan laut yang indah.

Selain itu, imbuh Esthy akses lomba juga sangat mudah dijangkau. Dari Singapura, hanya membutuhkan waktu 1 jam ke Bintan via kapal feri. Imigrasinya pun sudah sangat simpel. Tiap peserta hanya perlu menyisihkan waktu tidak lebih dari 10 menit untuk masuk ke Indonesia. Setibanya di Bintan, layanan terhadap peserta asing pun sangat mumpuni. Pihak penyelenggara menyediakan shuttle bus setiap 45 menit.

Setiap peserta asing diantar langsung sampai resor atau hotel resmi yang tersebar di sekitar Bintan. Waktu tempuhnya pun singkat. Hanya lima belas menit dari pelabuhan penyeberangan antarnegara. Medan lombanya? Sangat bersahabat. Trek sepedanya dianggap salah satu yang terbaik di Asia. Kualitas jalan sangat mulus. Race terasa makin menyenangkan lantaran peserta disuguhi variasi pemandangan yang sangat mempesona. View laut, desa-desa lokal dan perkebunan, semua bisa dinikmati.

Lalu lintas pun sangat safe lantaran kawasan Lagoi sangat sepi dari lalu lalang kendaraan. Trek larinya juga sangat oke. Medan yang 100% datar dengan melahap tiga lap di sekitar danau memberi sensasi yang sangat menyenangkan bagi para peserta lomba.
Menpar Arief Yahya mengucapkan terima kasih atas partisipasi Rio Haryanto, yang pernah berkunjung ke Gedung Sapta Pesona, Kemenpar Itu. “Rio bisa mengendors event ini sehingga menjadi lebih dikenal,” jelas Arief Yahya.(*)

Artis dan Bintang Tamu Meriahkan Aceh Islamic Fashion Parade 2017

0

Aceh Islamic Fashion Parade (AIFP) 2017 mulai digelar pada, Selasa (16/5/2017). Perhelatan yang digelar di Serambi Makkah itu menghadirkan sejumlah artis dan bintang tamu nasional yang akan meriahkan sejumlah agenda hingga malam puncak, Rabu (17/5/2017).

Juru Bicara Panitia Acara AIFP Cut Putri Kausaria mengatakan, artis dan bintang tamu yang akan hadir adalah Jenahara Nasution, Dewi Sandra dan juga Dean. Ketiga endorser itu dipastikan akan mengisi beberapa agenda yang telah dipersiapkan panitia dan tentunya gratis bagi yang ingin mengikuti dan menyaksikan. “Ada tiga bintang tamu profesional sekaligus menjadi dewan juri yang kita hadirkan di AIFP 2017 ini, mereka bertiga juga akan memberikan materi untuk masing-masing agenda seperti beauty class, hijab tutorial, dan make up class, ini akan menambah meriahnya acara ini,” ujar Cut Putri.

Lebih lanjut Cut Putri mengatakan, selama dua hari kegiatan AIFP ini menghadirkan lomba pemilihan duta, make up competition, dan dan fashion design, panitia juga memiliki sejumlah rangkain acara, mulai dari inspiring talk show, fashion exhibition, art perfomance serta peluncuran baju khas Aceh pada malam puncak AIFP 2017 di AAC Dayan Dawood Banda Aceh. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi menambahkan, dihelatnya acara fashion ini diharapkan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk melihat geliat fashion yang ada di Aceh. “Kita harap, digelarnya acara ini dapat menjadikan Banda Aceh sebagai kota wisata fashion terkemuka di masa yang akan datang,”kata Reza. Reza memaparkan, terselenggaranya acara fashion ini diharapkan mampu mengangkat fashion Aceh sehingga menjadi event yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.

“Kegiatan AIFP dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terselenggara berkat kerja sama dengan Forum Tokoh Perempuan Aceh (FTPA) dan Sisterly Community Aceh. Ini akan kami jadikan kalender event yang rutin dilaksanakan di Aceh,” ujar Reza. Bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang masih penasaran dengan kegiatan dan rangkaian AIFP bisa mengikuti juga informasi terbaru di jejaring sosial Instagram @acehifp dan jangan lupa untuk mendukung duta.

Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan juga menuturkan semangatnya di perhelatan tersebut. Kata dia, terselenggaranya acara fashion ini diharapkan mampu mengangkat pariwisata di Aceh yang secara otomatis meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh.

“Kami di DPRA menanggapi serius hal ini. Kita juga telah menganggarkannya didalam APBA 2017, mudah-mudahan acara ini bisa terselenggara dengan lancar dan mampu mengangkat fashion Aceh terutama baju khas Aceh ke pasar internasional,” ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan di berbagai kesempatan bahwa pariwisata adalah cikal bakal backbone ekonomi bangsa.

Sektor yang ditempatkan sebagai prioritas pembangunan nasional selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime itu diprediksi bakal menjadi centrum dan tulang punggung perekonomian Indonesia. Pariwisata itu masa depan Indonesia.

“Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

WFQR IV Satgas Barelang Amankan 14 TKI

0
Kondisi calon TKI

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Satgas Barelang 17 yang tergabung dalam Tim Charli dan Tim WFQR Tanjungbalai Karimun mengamankan speed boat penyelundup Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal dari Malaysia, Sabtu (13/5) lalu. Dari penangkapan ini, tim gabungan mengamankan 14 orang TKI beserta A, 44 sebagai tekong dan B, 33 selaku ABK.

Dari pengakuan A dan B, sebelum berangkat untuk menyelundupkan TKI tersebut, mereka mengakui mengkonsumsi narkoba jenis sabu terlebih dahulu. Pengakuan tekong dan ABK itu kemudian diperkuat dari hasil tes urin yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) yang positif menggunakan sabu dan ekstasi.

“Mereka menggunakan sabu itu sebelum turun ke laut. Katanya, memakai barang itu supaya dalam keadaan senang dan berani untuk melakukan penyelundupan,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno saat ditemui di Hotel Swis Bel Harbourbay, Selasa (16/5).

Dijelaskan Eko, kapal speed boat yang didukung dengan mesin 40 pk itu berangkat dari Pontian, Malaysia dengan tujuan Tanjung Sebatak Leho. Untuk mengelabui petugas, mereka berangkat pada mala hari dan para TKI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu disembunyikan dibawah terpal hijau.

“Saat ini, satu orang tekong, satu orang ABK dan 14 orang TKI itu masih diamankan di Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Eko menambahkan, pihaknya telah memprediksi bahwa penyelundupan akan semakin sering terjadi pada saat menjelang masuknya bulan Ramadhan, khusunya penyelundupan TKI yang masuk ke Malaysia secara ilegal. Setiap tahunnya, kegiatan penyelundupan TKI menjelang bulan ramadhan ini sering dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Para TKI di kantor TNI AL

“Sindikat sepertinya tidak pernah kehabisan akal dan hal ini terkadang menuai kecelakaan di laut akibat cuaca buruk ataupun kelebihan penumpang hingga menelan puluhan korban,” katanya.

Untuk itu, Eko meminta kepada instansi terkait untuk membantu pemulangan para TKI yang saat ini masih berada di Malaysia. Bantuan ini dinilainya akan sangat membantu para TKI ilegal itu terhindar dari maut.

“Harapan saya kepada semua stakeholder turun tangan untuk membantu saudara kita pulang, sehingga tidak dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya. (cr1)

Sektor Pariwisata Bintan Masih Stabil

0
Wisatawan asing menikmati pantai di Kawasan Nirwana, Lagoi. Foto: Yuliana Dewi/batampos.

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi mengakui lesunya pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini, juga berdampak terhadap perekonomian di Kabupaten Bintan. Namun hal tersebut tidak terlalu berdampak signifikan.

Apalagi penurunan terhadap sektor pariwisata di Bintan, mulai dari jumlah kunjungan wisatawan, hingga faktor pendukung untuk pendapatan sektor wisata seperti pajak hotel dan lainnya.

“Ya, sedikit banyaknya pasti ada dampaknya. Namun alhamdulilah untuk kunjungan pariwisata di Bintan masih stabil. Artinya penurunan yang terjadi tidak begitu drastis,” ungkap Apri di Kantor Bupati, Senin (15/5).

Menurutnya kondisi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan, saat ini masih berada di atas rata-rata dibandingkan dengan daerah lainnya di Kepri.

“Jika dilihat pertumbuhan ekonomi di Bintan, masih berada diatas. Dengan presentasi 5,30 persen. Hasil ini, tentunya akan terus kami tingkatkan lagi kedepannya,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut lanjut Apri, pihaknya akan melakukan terobosan untuk terus mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Salah satunya dengan rutin menggelar event-event berskala Internasional untuk menarik kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya.

Dimana dengan adanya event tersebut, dapat meningkatkan pendapatan di berbagai sektor wisata, baik dari segi pajak hotel, restaurant, dan lainnya.

“Kami akan mengemasnya dalam suatu kegiatan bertaraf Internasional, seperti ajang Tour de Bintan, Triathlon, Iron Man, dan masih banyak lagi. Ini upaya yang terus akan kami dorong untuk meningkatkan ekonomi di Bintan,” terangnya.

Politisi partai Demokrat ini mengakui untuk serapan anggaran berjalan tahun ini, seperti dari pajak restaurant proyeksinya sendiri tetap mengalami penurunan, tapi tidak begitu signifikan.

“Kami yakin kondisi ekonomi yang saat ini sedang stabil, kemungkinan besar kedepannya akan meningkat. Sebab tak bisa dipungkiri hasil capaian PAD Bintan tahun 2016, lebih didominasi dari sektor wisata, yakni mencapai 60 persen, dari total PAD sebesar Rp 170 miliar lebih,” tuturnya.

“Untuk itu, kami akan terus mendorong kemajuan pariwisata di Bintan. Terutama memperkanalkan apa saja yang menjadi potensi wisata yang dimiliki Bintan, kepada masyarakat,” pungkasnya. (cr20)

Sukseskan Program Proda Sertifikasi 400 Bidang Tanah

0
Bupati Bintan Apri Sujadi, (kiri) menandatangani kerjasama MoU bersama dengan Kepala BPN Bintan Sugiarto, (kanan). Penandatanganan ini bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Program Operasi Daerah Agraria (Proda) Tahun Anggaran 2017. F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Pemkab Bintan, melakukan penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU), dengan Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Bintan. Hal Ini bertujuan untuk mensukseskan pelaksanaan Program Operasi Daerah Agraria (Proda) Tahun Anggaran 2017.

Berdasarkan MoU nomor 02/SPK-21.01/V/2017 dan MoU 461/MoU/2017, program ini telah dianggarkan pekerjaan sertifikasi tanah sebanyak 400 bidang, khususnya di empat Kecamatan di Kabupaten Bintan. Diantaranya, Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Toapaya, dan Kecamatan Teluk Bintan.

“Tahun ini, sudah dianggarkan pekerjaan sertifikasi tanah sebanyak 400 bidang yang difokuskan di empat kecamatan,” ujar, Kepala BPN Kabupaten Bintan Sugiarto, usai melakukan penandatnganan MoU di ruang rapat 1 Kantor Bupati Bintan, di Bandar Seri Bentan, Senin (15/5).

Menurutnya apabila nantinya program ini berjalan sukses, maka pada tahun selanjutnya juga telah dianggarkan 10.000 bidang tanah yang akan diprioritaskan bagi kawasan wilayah yang cukup padat penduduk.

“Masing-masing bidang tanah ini tersebar dengan perincian diantaranya, Kelurahan Kijang Kota 150 bidang, Kelurahan Gunung Lengkuas 50 bidang, Kelurahan Tanjung Uban Kota 50 bidang, Kelurahan Tanjung Uban Utara 50 bidang, Kelurahan Toapaya Asri 50 bidang, Kelurahan Tembeling Tanjung 30 bidang serta Desa Bintan Buyu 20 bidang,” terangnya.

Bupati Bintan Apri Sujadi, sangat mengapresiasi adanya jalinan kerja sama yang dituangkan dalam MoU tersebut.

Menurutnya ini merupakan sebuah sinergi yang baik dan sejalan dengan program yang lagi digesa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Untuk kelancaran program tersebut lanjut Apri, dirinya juga telah menginstruksikan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bintan, untuk membebaskan pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB), guna memberikan kemudahan untuk pengurusan sertifikasi.

“Kami apresiasi penandatanganan MoU ini. Karena selain tujuan ingin menuntaskan pekerjaan rumah yang belum selesai, tentunya ini juga sejalan dengan amanat dari Presiden RI,” imbuhnya. (cr20)

 

 

Dekranasda Keluarkan Motif Baru Batik Kepri

0
Ketua Umum Dekranasda Kepri,Noor Lizah Nurdin, meninjau pengerjaan motif baru batik Kepri di lantai dasar Gedung Lembaga Adat Melayu Batam, Senin (15/5). F. batampos.

batampos.co.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepri mengeluarkan sejumlah motif baru batik Kepri. Sebanyak 20 orang pengrajin sedang dilatih saat ini untuk membuat dan memproduksi batik tersebut.

Ketua Umum Dekranasda Kepri, yang juga Istri Gubernur Kepri, Noor Lizah Nurdin, Senin (15/5) berkesempatan meninjau pengerjaan motif baru batik Kepri tersebut oleh pengerajin di lantai dasar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam. Noor Lizah didampingi Kabid Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Ria Wina.

Di lokasi pelatihan Noor Lizah menemui sekitar 10 perempuan yang sedang membatik dengan menggunakan canting. Juga ada satu orang laki-laki yang sedang mengerjakan batik cap. Noor Lizah bahkan sempat mencoba mempraktekan cara mengerjakan batik cap, mencelup kain batik dengan pewarna alami dan melihat proses merebus serta menjemur kain batik.

“Saya bersyukur sekali saat ini Kepri sudah memulai produksi sendiri Batik Kepri. Dari dulu saya berfikir, saat masih jadi istri Bupati Karimun, kenapa Batik Kepri tidak kita produksi sendiri. Saya saat itu yakin Kepri pasti bisa , cuma belum dimulai saja. Dan saat ini jalan itu sudah dimulai. Dan saya mendukung sepenuhnya,” ungkap Noor Lizah.

Noor Lizah juga langsung merespon beberapa kendala yang disampaikan tenaga pengajar membatik. Menurutnya, Dekranasda Kepri dan Pemda Kepri harus segera mencari solusi terjadinya ciplakan motif Kepri yang sudah dibuat.

Soalnya, Kepri belum memiliki sendiri alat batik cetak dari tembaga yang digunakan dalam membatik cap.

“Saat ini selesai motif dibuat, dikirim ke Jawa untuk dibuatkan alat cetak tembaganya. Setelah dibuatkan dikirim lagi ke Kepri untuk kita gunakan mencetak Batik Cap. Saat pembuatan alat batik itulah riskan terjadi duplikasi. Sehingga saat mereka sudah produksi , kita di Kepri bahkan baru mau cetak. Jalan keluarnya adalah urus hak paten dan buat cetakan sendiri. Dan saya berjanji akan mencarikan jalan keluar untuk kendala ini secepatnya. Pelan-pelan karena butuh anggaran,” jelas Noor Lizah.

Menurut Kabid Industri Kecil Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Ria Wina kegiatan membatik tersebut merupakan bimbingan tekhnis IKM Batik melalui pewarna alami, kerjasama Disperindag Kepri dengan Dekranasda Kepri.

“Tahap awal ini kami baru mengambil 20 orang masyarakat untuk dilatih membatik. Kami mengambil pelatih batik langsung dari Yogyakarta. Target kami dari bimbingan ini lahirlah motif-motif batik baru. Motif-motif baru tersebut akan memperkaya jumlah batik Kepri yang ada sebelum ini, yakni batik Tikar,” jelas Ria Wina.

Saat ini, lanjut Ria Wina, para pembatik fokus ke motif-motif yang berasal dari kekayaan laut Kepri, seperti rumput laut, bakau, ikan dan kekayaan laut Kepri lainnya. (bni)