Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13584

Gubernur Peringati Isra’ Mi’raj dan Sambut Ramadan Bersama IWKK

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW disejalankan dengan menyambut bulan suci Ramadan 1438 H yang diselenggarakan oleh IWKK Bintan bertempat di Gedung LAM, Kijang, Kabupaten Bintan (7/5).

Acara diisi dengan doa serta zikir bersama yang dipimpin oleh Habib Muhammad Ismail, dan ceramah oleh ustadz Reza Alhafiz serta grup Marawis dari ibu-ibu grup pengajian Bintan Timur.

Hadir juga pada kesempatan ini Wakil Bupati Bintan Dalmarsi Syam, Anggota DPRD Provinsi Kepri Iskandar Syah, Angota DPRD Bintan Amran, Tokoh Central Provinsi Kepri Huzrin Hood, Ketua LAM Bintan Shaleh Ahmad, Ketua IWKK Tanjungpinang Bintan Endi Maulidi, Ketua Pelaksana Acara Kamarudin serta Tokoh masyarakat Bintan.

Gubernur tampak senang dengan ramainya masyarakat yang hadir dalam acara ini. Apalagi menjelang Ramadan perlu untuk saling bermaaf-maafan antar sesama agar puasa yang dijalani kelak diterima oleh Allah.

“Semoga kita semua umat muslim di dunia, Indonesia, khususnya di Kepri dapat menjalankan bulan suci ramadan dengan aman, tentram dan nyaman. Puasa di bulan suci ramadan yang kita lakukan nanti semoga ditrima Allah dan dapat menjadi bekal kelak di akhirat,” kata Nurdin.

Nurdin juga menegaskan acara ini adalah bagian untuk meningkatkan silahturami.

“Dengannya bersilahturahmi kita dapat mengenal sesama dan untuk bekerja sama juga semakin erat. Marilah kita kompak dan bersatu untuk membangun Kepri lebih baik,” kata Nurdin.

Kepulauan Riau, lanjut Nurdin memiliki berbagai potensi yang sangat menjanjikan sehingga perlunya memiliki SDM yang baik pula. Oleh karena itu Nurdin ingin generasi Kepri terus meningkatkan kwalitas diri guna menghadapi persaingan yang semakin ketat.

“Ingat persaingan diluar sangat ketat. Persiapankan dengan baik mental dan intelektual generasi kita. Bekali juga generasi dengan akhlakygang baik serta terus mau belajar. Maka saya percaya bahwa bekal itu dapat membawa kita menjadi sukses kedepannya,” tutup Nurdin. (bni)

Kecelakan Beruntun, Libatkan Mobil Plat Merah

0
Mobil plat merah ini, salah satu kendaraan yang terlibat dalam tabrakan beruntun di KM 23 Kijang. F. ist.

batampos.co.id – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Nusantara Kilometer 23 Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Minggu (7/5). Melibatkan dua unit mobil dan satu unit sepeda motor rusak parah.

Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan ini terjadi saat sepeda motor melintas persis di jalan tikungan yang berada di Kilometer 23 dari arah Kijang menuju Tanjungpinang. Tiba-tiba dari arah berlawanan satu unit mobil Toyota Avanza plat merah BP 1807 A melaju kencang. Diduga akibat jalan menikung, pengendara mobil tidak melihat adanya sepeda motor yang melintas di depannya.

“Mobil itu kencang. Mungkin karena jalurnya turunan. Sementara sepeda motor itu jalannya menanjak jadi pengendara tidak lihat. Pas pula jalan yang dilalui tikungan,” kata Agus Riyadi, saksi mata yang melihat kejadian tersebut.

Tak hanya itu, Agus menyebutkan tak berselang lama tiba-tiba mobil yang tepat berada dibelakang juga ikut menabrak, karena tidak sempat mengerem.

“Mobil yang dibelakang juga ikut nabrak. Gak sempat ngelak lagi. Kayak beruntun gitu,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, pengendara motor mengalami luka parah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan. Sedangkan dua pengendara mobil lainnya tidak mengalami luka yang begitu serius.

“Saya lihat yang dibawa ke rumah sakit pengemudi motor saja,” ungkapnya.

Kanit Laka Polres Bintan Zulfikar, mengatakan pihaknya belum mendapatkan data terkait identitas para pengendara mobil maupun motor, serta kronologisnya.

“Anggota kami masih dilapangan memeriksa kejadiannya seperti apa. Laporannya juga belum masuk. Nanti kalau sudah masuk kami akan khabari,” imbuhnya. (cr20)

Kapolres Lingga Bersama IOF Beri Bantuan

0
Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi bersama rombongan menyapa warga penghuni panti Jompo Tuah Bunda. F. Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi bersama Kejaksaan Negeri Lingga, Lanal Dabo Singkep dan Indonesia Off-Road Federation (IOF) menggelar sejumlah kegiatan sosial dengan memberikan bantuan sembako ke beberapa lokasi seperti, Panti Jompo Tuah Bunda dan sejumlah tempat ibadah di Dabo Singkep, Sabtu (6/5) siang.

“Kegiatan ini bagus. Terkadang karena kesibukan sehari-hari membuat lupa kewajiban kepada sesama untuk perduli dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Ucok setelah menyerahkan bantuan sembako kepada pengurus Panti Jompo Tuah Bunda.

Tidak hanya Kapolres Lingga, Kejari Lingga dan Danlanal Dabo Singkep, sejumlah pecinta Off-Road yang ada di wilayah Bunda Tanah Melayu ini pada kesempatan tersebut turun bersama-sama turun mengunjungi sejumlah lokasi yang telah mereka tetapkan untuk dikunjungi dan memberikan bantuan.

Setelah berbincang dengan pengurus panti jompo tersebut, Ucok berencana mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama pengusaha untuk menyisihkan sedikit pendapatan mereka dan membantu warga yang membutuhkan seperti di Panti Jompo Tuah Bunda tersebut.

“Kami berharap warga, pengusaha dan pemerintah atau dewan untuk memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan. Jika ada even atau dalam kesempatan tertentu kami tetap akan mengunjungi panti jompo ini dan memberikan bantuan,” kata Ucok.

Setelah memberikan bantuan secara bersama-sama, seluruh anggota IOF dan pecinta off-road di Kabupaten Lingga turun menjelajahi rute sepanjang lebih kirang 50 kilo meter. Rute tersebut mengambil start dari kawasan Todak, Desa Batu Berdaun menuju Air Merah, Singkep Barat.

“Tidak hanya hari ini nanti, off-road juga akan diselenggaran setelah 1 juli tahun ini,” ujar Ucok

Kegiatan ini menurut Ucok dapat membantu atau meningkatkan daya saing Daerah Bunda Tanah Melayu ini dengan Kabupaten-Kota lain yang ada di Provinsi Kepri. Selain itu, jika even off-road ini menjadi kegiatan rutin tentunya akan menjadi ikon Kabupaten Lingga dan menjadi even yang dilirik wisatawan. (wsa)

27 Tahun Tak Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

0

batampos.co.id – Camat Tambelan Akhyarudin, mengungkapkan kurangnya pasokan listrik menjadi persoalan utama yang di keluhan oleh warga saat ini. Sebab selama 27 tahun warga belum bisa menikmati listrik 24 jam. Hanya bisa merasakan manfaat listrik di malam hari.

“Listrik yang paling dibutuhkan warga disini (Tambelan, red). Sebab dari tahun 1990 sampai sekarang kami hanya bisa merasakan listrik hanya di malam hari. Sedangkan dari pagi, siang hingga sore, listrik selalu mati,” jelas Akhyarudin, Minggu (7/5).

Ia menuturkan umumnya listrik hanya bisa dinikmati dari pukul 17.00 WIB, hingga pukul 06.30 WIB. Sementara dari pukul 06.30 WIB, hingga pukul 17.00 WIB, listrik kembali mati.

“Selama seminggu, listrik hanya bisa mengalir selama 24 jam cuma dihari Minggu saja. Selebihnya tetap mati,” sambungnya.

Akhyarudin mengatakan kondisi ini, tentunya sangat memperihatinkan. Pasalnya listrik ini mati pada saat berlangsungnya aktifitas yang umum dilakukan oleh masyarakat.

“Sangat miris lihatnya. Mau nonton susah, mau masak nasi susah, mau charger ponsel pun susah. Ngapa-ngapain pokoknya susah. Apalagi warga disini hampir semuanya sudah memakai elektronik,” terangnya.

Meskipun demikian, lanjutnya untuk yang berkaitan dengan pelayanan publik, seperti kantor camat, kantor desa, serta sekolah-sekolah, sejauh ini tidak mengalami gangguan. Sebab sudah diantisipasi dengan mengandalkan mesin genset yang sudah tersedia dimasing-masing tempat.

“Insyaa Allah pelayanan publik masih berjalan normal. Karena didukung mesin genset ukuran 30 KPA, yang berjumlah 17 unit. 8 untuk sekolah, 8 untuk kantor desa, dan 1 untuk kecamatan,” ungkapnya.

Akhyarudin berharap Pemkab Bintan, bisa segera mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan listrik tersebut. Sebab listrik ini merupakan kebutuhan utama yang paling mendesak bagi masyarakat Tambelan saat ini.

“Kami sudah sampaikan ini kepada Bupati Bintan. Mudah-mudahan masalah ini bisa menjadi prioritas dari pemerintah daerah untuk diselesaikan secepatnya. Sehingga warga dapat segera menikmati listrik seutuhnya,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Bintan Apri Sujadi, membenarkan persoalan listrik masih menjadi kendala bagi warga Kecamatan Tambelan. Pasalnya listrik PLN Rayon Tambelan yang melayani 800 rumah tangga, hanya mampu mengaliri listrik ke rumah warga selama 12 jam per hari, dan itu hanya di malam hari.

“Dari hasil kunjungan kerja selama tiga hari kemarin, warga menyampaikan sangat membutuhkan lsitrik. Mereka ingin listrik menyala 24 jam sehari,” kata Apri belum lama ini.

Apri menuturkan persoalan listrik ini, akan segera disampaikan ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Mengingat sektor energi sudah diambil wewenangnya oleh Pemerintah Provinsi.

“Segera akan kami tindaklanjuti. Mudah-mudahan listrik ini bisa secepatnya dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat,” ungkapnya. (cr20)

Ratusan Ibu-Ibu Duduki Gardu PLN Mantang

0
Ratusan ibu-ibu dari tiga desa menggelar aksi demo dengan menduduki Gardu PLN Kecamatan Mantang di Desa Mantang Lama, Minggu (7/5). F. Harry/batampos.

batampos.co.id – Ratusan ibu-ibu yang tergabung dari Desa Mantang Lama, Mantang Besar dan Mantang Baru menggelar aksi demonstrasi dengan menduduki Gardu PLN Kecamatan Mantang, Minggu (7/5). Mereka menuntut agar PLN mengoptimalkan kembali penyuplaian listrik ke tiga desa tersebut.

Pantauan di lapangan, aksi yang digelar ibu-ibu dari tiga desa di Kecamatan Mantang itu mengundang simpati warga lainnya. Sebab kaum hawa itu rela berjalan kaki sepanjang 7 Km untuk menyampaikan aspirasinya. Sehingga warga lainnya juga ikut serta mendukung aksi tersebut dengan menduduki Gardu PLN di Desa Mantang Lama.

Salah satu pendemo, Siti mengaku sangat kesal dan kecewa dengan pelayanan yang diberikan PLN. Sebab perusahaan listrik itu memberlakukan pemadaman bergilir sehingga aktivitas perdagangan di desanya terganggu.

“Pelayanan yang diberikan PLN sangat buruk. Padahal kami bayar tagihan listrik tepat waktu. Jadi kami minta penyuplaian listrik kembali normal kalau tidak aksi ini akan kami lakukan terus,” ujar Siti dengan nada kesal sambil menggendong anaknya.

Biasanya, kata ibu tiga anak ini listrik yang disuplai PLN ke desanya selama 14 jam. Mulai dari pukul 17.00 WIB sampai 07.00 WIB. Namun sejak pertengahan April lalu, PLN berlakukan pemadaman bergilir dengan memberikan jatah kelistrikan di desanya hanya 5 jam dalam sehari.

Akibat kebijakan tersebut, lanjut wanita berusia 45 tahun ini usahanya menjual makanan dan minuman mengalami kerugian besar. Sebab barang-barang elektroniknya yang difungsikan untuk menyimpan makanan dan lainnya tak dapat digunakan.

“Banyak barang-barang makanan dan minuman rusak gara-gara pemadaman bergilir ini. Kalau sudah rugi seperti ini siapa yang mau bertanggungjawab. Gak akan mungkin PLN mau tutupi kerugian inikan,” beber ibu asal Desa Mantang Besar ini.

Hal senada dikatakan Santi. Ibu dua anak yang berprofesi sebagai pembuat kerupuk ini juga ingin memprotes pelayanan PLN. Sebab dengan pemadaman bergilir ini membuat usahanya terhenti untuk sementara waktu.

“Sudah dua minggu lebih saya tak jualan. Itu karena PLN gak aliri listrik ke desa ini seperti biasanya. Sehingga seluruh bahan usahnya mengalami rusak parah (basi),” akunya.

Ibu asal Desa Mantang Baru ini meminta PLN mengoptimalkan kembali penyuplaian listrik ke desanya. Karena banyak pedagang yang menjadi korban akibat krisis kelistrikan ini. Bahkan perekonomian di desanya juga mengalami lumpuh total lantaran penyuplaian listrik hanya lima jam.

“Akibat PLN banyak pedagang rugi besar. Karena tanpa listrik semua barang elektronik tak dapat dioperasikan. Padahal pedagang sangat tergantung dengan listrik untuk menghidupkan usahanya,” cetusnya lagi.

Sementara itu, Yuni perwakilan ibu-ibu dari Desa Mantang Lama juga meminta kelistrikan kembali teraliri selama 14 jam. Sebab diberlakukannya pemadaman listrik bergilir desanya mengalami gelap gulita selama sembilan jam.

“Desa kami dapat jatah listrik lima jam. Jadi selama sembilan jam pusat pemerintahan di kecamatan ini gelap gulita,” katanya.

Pemadaman bergilir, kata Yuni telah diberlakukan PLN selama dua pekan lebih. Yaitu Desa Mantang Lama disuplai selama lima jam, Desa Mantang Besar lima jam dan Desa Mantang Baru lima jam juga. Alasan PLN, hanya satu mesin yang mampu dioperasikan sedangkan kedua mesin lagi mengalami rusak parah.

Padahal, sambung wanita berdaster merah ini dua mesin yang rusak parah itu merupakan mesin baru yang dikirimkan PLN ke Kecamatan Mantang. Diantaranya mesin dari PLN Rayon Tanjunguban dan mesin dari PLN Dumai.

“Kalau PLN ingin tingkatkan pelayanan jangan kasih mesin bekas ke Mantang. Karena mesin itu juga tak dapat dioperasikan bahkan menyemak saja disini,” sebutnya.

Terpisah, Asisten Manager (Asmen) Pelayanan PT PLN Tanjungpinang, Muhammad Anson membenarkan adanya permasalahan kelistrikan di Kecamatan Mantang. Sehingga PLN menurunkan beberapa teknisinya untuk menyelesaikan segala permasalahan disana.

“Ada tiga mesin pembangkit di Mantang tapi hanya satu saja yang beroperasi. Sedangkan dua mesin lagi rusak parah. Tapi kami akan memperbaikinya secepat mungkin agar tidak ada masalah lagi,” ungkapnya.

Dengan beroperasinya satu mesin, kata Anson terpaksa diberlakukan pemadaman bergilir. Sebab mesin itu tak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan listrik selama 14 jam sekaligus. Melainkan harus suplai secara bergilir ketiga desa tersebut.

Meskipun demikian, lanjut Anson PLN tidak akan tinggal diam tentang masalah ini. Bahkan pihaknya telah mengirimkan beberapa teknisi untuk memperbaiki kedua mesin baru yang diperoleh dari PLN Tanjunguban dan PLN Dumai.

“Semoga kedua mesin itu bisa diperbaiki secepatnya. Sehingga listrik bisa nyala sesuai kebutuhan warga di tiga desa,” pungkasnya. (ary)

Kebijakan Khusus Kemenhub untuk Giring Maskapai Asing ke 10 Bali Baru

0

Kementerian Perhubungan (Kemhub) menerbitkan kebijakan khusus mempermudah maskapai penerbangan asing untuk menerbangi rute ke 10 destinasi prioritas atau biasa disebut 10 Bali Baru.

“Kami akan permudah bagi penerbangan asing untuk membuka rute ke 10 destinasi prioritas. Kami juga memberi kesempatan maskapai asing untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari negara-negara sumber utama wisman,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemhub Agus Santoso saat membahas mengenai 3S (Safety, Security, Service) dan 1C (Compliance) dalam perjalanan udara di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Minggu (7/5).

Agus mengungkapkan, kebijakan khusus dimaksud antara lain memberi kesempatan maskapai penerbangan asing untuk meningkatkan frekuensi penerbangan dari negara-negara sumber wisman, seperti Jepang, Australia, Taiwan, Amerika Serikat, Rusia, Jerman, Belanda, Inggris, Malaysia, Korea Selatan, dan negara-negara Timur Tengah.

“Kemenhub juga mempermudah pemberian flight approval untuk penerbangan tambahan maskapai nasional dan asing pada saat peak seasons. Kami juga akan memberikan insentif berupa dukungan diskon pada bandara dengan demand rendah,” ungkap Agus.

Untuk menunjang kebijakan khusus itu, lanjut Agus, Kemenhub akan mengembangkan bandara-bandara yang lokasinya dekat dengan 10 Bali Baru. Pengembangannya lebih mengutamakan meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan untuk menyambut penerbangan wisatawan.

“Kami akan fokus membangun sarana dan prasarana transportasi yang terintegrasi untuk pariwisata. Langkah yang dilakukan dengan mengedepankan program-program pembangunan infrastruktur, khususnya aksesibilitas yang mendukung sektor pariwisata,” tutur Agus.

Agus menambahkan, ada empat kebijakan Kemenhub dalam mendukung pengembangan pariwisata. Pertama, meningkatkan kerja sama penerbangan secara bilateral dengan negara sumber pasar wisatawan melalui bandara yang telah dibuka untuk ASEAN Open Sky.

Kedua, mempercepat realisasi peningkatan infrastruktur pelabuhan dan bandar udara di daerah tujuan wisata, termasuk menyederhanakan perizinan kunjungan kapal pesiar atau cruise, dan perahu pesiar atau yacht. Ketiga, mendorong perusahaan pelayaran dan penerbangan nasional menyediakan pelayanan dari dan ke destinasi pariwisata.

“Keempat, meningkatkan peran swasta dalam penyediaan angkutan wisata yang memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Kenyamanan dan keamanan transportasi mempunyai indikator berupa tingkat kepuasan konsumen dan keselamatan perjalanan pengguna jasa transportasi,” ujar Agus.

Menanggapi kebijakan khusus Kemenhub tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memberi apresiasi dan menyampaikan terima kasih. Menurutnya, kebijakan itu akan sangat membantu dalam meningkatkan kunjungan wisman yang ditargetkan 20 juta orang hingga 2019.

“Kebijakan khusus itu sangat singkron dengan kebutuhan pariwisata. Kemenhub sangat mendukung kepentingan pariwisata, dengan cara membangun akses baik udara maupun laut. Ini prakarsa yang luar biasa,” ujar Menpar Arief Yahya.

Sejak digelarnya Rakornas Kementerian Pariwisata I, akhir Maret lalu, Menpar Arief Yahya getol berupaya memenuhi seats capacity dari maskapai-maskapai penerbangan dan slot penerbangan di bandara.

Sejauh ini sudah mendapatkan tambahan hampir 2 juta setahun, tetapi masih kurang sekitar 2 juta lagi. Karena itu kami masih road show untuk mendapatkan tambahan dari semua lini,” ungkap Menpar Arief Yahya (*)

 

Semarang Night Carnival 2017 Diminati 5 Negara

0

Empat devile kostum tema utama Paras Semarang yakni burung blekok, bunga sepatu, kuliner, dan lampion menjadi magnet yang luar biasa bagi masyarakat yang tumplek blek pada acara Semarang Night Carnival 2017 Sabtu (6/5) malam.

Mengambil titik start di Titik Nol KM atau depan Gedung Keuangan Negara Semarang, gelaran dalam rangka HUT Kota Semarang ke -470 dimulai pukul 20.00 Wib. Ribuan warga tumpah ruah menyesaki area Titik Nol KM bahkan menutup rute utama devile.

Perayaan yang ketujuh kalinya ini terbilang lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Keikutsertaan peserta dari luar negeri seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Srilangka, semakin menambah gebyar pawai malam itu. Peserta dalam negeri ada dari Sawah Lunto, Jember, Jepara, dan Kendal.

Parade devile dibuka dengan barisan mayoret keempat tema tersebut. Dilanjut masing-masing tema yakni burung blekok, bunga sepatu, kuliner dan lampion.

Penampilan tersebut merepresantasikan kehidupan kearifan lokal dan budaya di Semarang.  Dimana burung blekok menjadi habitat endemi di pesisir pantai Semarang kini menjadi area konservasi (dilindungi). Sementara bunga sepatu adalah satu-satunya bunga yang ada di Indonesia yang hanya ada di Semarang.

Untuk devile kuliner melambangkan akulturasi cita rasa dari budaya Cina, Jawa dan Arab sehingga kostum yang dibawakan pun melambangkan ikon kuliner seperti bandeng presto, lunpia, ganjel rel, dan lontong cap go meh.

Parade devile lampion melambangkan budaya Cina yang kuat di Semarang. Dimana lampion sudah menjadi kebiasaan oleh setiap warga dalam tiap-tiap perayaan pesta tak hanya hari besar milik komunitas tionghwa.

Waikota Semarang Hendar Prihadi mengapresiasi SNC 2017 ini. Selain meningkat secara kuantitas juga kualitasnya semakin bagus.

“Total ada 400 peserta devile ditambah peserta luar negeri yang juga menampilkan kostum busan kreatif mereka dengan devile juga,” kata Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan Walikota, menyatakan even SNC kini sudah menjadi agenda nasional oleh Kementerian Pariwisata. Bahkan kedepan akan lebih menargetkan kunjungan wisatawan internasional.

“Tahun ini ada kepesertaan negara lain, tahun depan akan kita tingkatkan sehingga akan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara,” katanya.

Sementara, Asisten Deputi pengembangan Segman Pasar Bisnis dan Pemerintah Pariwisata Nusantara, Tazbir mengaku bangga dengan SNC 2017. Event itu sebagai bukti jika Semaramg konsisten dengan agenda kepariwisataan.

“Kemenpar mengapresiasi tinggi atas konsistensi kota Semarang menjadikan even ini sebagai kebanggaan warganya, ini juga bukti keseriusan dalam mengembangkan pariwisata,” katanya yang mewakili Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Dia mengakui jika SNC sebagai modal utama berupa ide kreatif dalam mempromosikan dan memajukan pasriwisata. Sektor yang oleh Presiden Jokowi ditetapkan sebagai core economy bangsa dan menjadi sektor prioritas.

“Kesadaran pengembangan potensi wisata kini bertumbuh cepat, dulu daerah hanya mengandalkan sektor tambang sebagai penghasil PAD. semarang salah satu daerah yang sangat aktif dalam mengembangkan pariwista. Semoga bisa menjadi destinasi populer di Indonesia dan internasional,” katanya. (*)

Kemenpar Roadshow ke Tiga Kota di Vietnam

0

VietJet segera terbang Vietnam ke Indonesia directly.

Kementrian Pariwisata dibawah komando Arief Yahya pun menyambutnya dengan melakukan Roadshow 3 kota di Vietnam yaitu Hanoi, Ho Chi Minh City dan Da Nang pada 7-12 Mei 2017.

Roadshow selama 6 hari itu dalam rangka perencanaan pengembangan destinasi wisata prioritas di Danau Toba (Sumatera Utara), serta pengembangan konektivitas udara dari Vietnam ke Bandara Silangit.

“Rencananya Tim Percepatan Pengembangan Destinasi Prioritas dan Tim Percepatan Pembangunan Konektivitas Indonesia, akan melaksanakan kunjungan kerja untuk mempelajari dan menjajaki kerjasama dengan pihak investor pariwisata dan maskapai penerbangan (airlines) yang berada di Vietnam,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Rizki Handayani, Sabtu (6/5).

Kunjungan kerja tersebut merupakan aplikasi mempromosikan destinasi prioritas di Indonesia, mengingat Vietnam merupakan pasar potensial yang menyumbang 50.165 wisatawan pada 2015.

“Beberapa alasan wisman tertarik berwisata ke Vietnam antara lain banyak tersedia penerbangan langsung maupun lowcost ke 12 bandara internasional Vietnam. Dengan banyaknya airlines yang masuk ke Vietnam diharapkan juga akan bertambah rute dari Vietnam ke Indonesia juga,” ujar Pitana yang juga diamini Rizki.

Rizki menambahkan, dalam salah satu kunjungan ke Ho Chi Minh City, tim Kemenpar akan mengadakan pertemuan dengan Jet Star Pacific, dan dengan Viet Jet untuk menjajaki pembukaan rute ke Indonesia. Saat ini Vietnam dan Indonesia hanya dilayani oleh satu maskapai, yaitu Vietnam Airlines dengan rute Ho Chi Min City-Jakarta, frekuensi 7 kali per minggu dengan total 33.488 seats.

“Nantinya kami akan mendiskusikan kerjasama dalam pengembangan konektivitas dan aksesibilitas udara. Serta rencana pembukaan rute penerbangan bagi wisatawan Vietnam untuk mengunjungi destinasi-destinasi di Indonesia. Juga menindaklanjuti rencana pembukaan rute maskapai penerbangan VietJet ke Indonesia,” ungkap Rizki.

Di Hanoi, lanjut Rizki, rencanaya akan melakukan kunjungan ke Fansipan Legend Complex, salah satu objek wisata yang dikelola dan dikembangkan oleh Sun Grup. Seperti diketahui Sun Group didirikan di Vietnam pada tahun 2007, dengan berfokus pada 4 bidang utama yaitu Convalescence Tourism, Luxury Real Estate, Amusement and Entertainment, Construction Investment.

“Disana kami akan memperlajari perkembangan teknologi yang dilakukan Vietnam dalam pengembangan destinasi-destinasi pariwisata di Vietnam, untuk dapat diterapkan di destinasi-destinasi prioritas di Indonesia,” pungkas Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, soal Air Connectivity atau akses udara, Kemenpar terus memperbesar daya angkut atau seats capacity. Sedangkan urusan airline, airport dan authority soal angkutan udara itu domain-nya bukan di Kemenpar. “Dibutuhkan total collaboration, dengan Kemenhub, Airlines, Airnav, dan Angkasa Pura,” kata Menpar Arief Yahya.

Sejak dua bulan silam, problem “jembatan udara” buat Indonesia yang berkepulauan ini sudah terdeteksi. Karena itu Menpar Arief Yahya bersama tim Kemenpar melakukan roadshow ke industri Airlines, Angkasa Pura I-II dan Authority, dalam hal ini Kemenhub. Gaya swasta, tidak terlalu protokoler, langsung bicara seolah-olah seperti B to B, mencari solusi terbaik.

“Karena 75% wisatawan itu masuk ke tanah air dengan airlines. Lalu 24% dengan penyeberangan, dan 1% di perbatasan. Sentuh yang terbesar dulu, untuk quick win, termasuk dengan rencana VietJet Air ke tanah air dari Vietnam juga merupakan kabar yang menggembirakan,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Megadeth, Ternyata Gemar Kopi Indonesia

0

Hammersonic Festival 2017, Festival metal terbesar di Asia Tenggara menyedot penggemar musik metal tanah air dan manca negara.

7 Mei 2017 Ecopark Ancol, Jakarta menjadi tempat berkumpulnya ribuan metalhead dari dalam dan luar negeri.

Stephanus Adjie dari Revision Live selaku promotor mengatakan, tiket telah terjual ribuan lembar. Jumlah tersebut laku semenjak dibuka penjualan beberapa bulan lalu. Pembelinya metalhead berbagai daerah mulai dari pecinta musik keras asal Jawa hingga Sumatera, dan lainnya.

“Tiket sudah laku terjual 10 ribuan lebih saat presale, dan saat sale juga sekitar 10 ribuan, ini belum dihitung yang beli go show. Kira-kira akan mencapai 30 ribu penonton. Banyak juga pembeli tiket Hammersonic Festival 2017 berasal dari luar negeri. Seperti dari negara Singapura, Malaysia, dan Australia,” kata Stephanus Adjie, Minggu (7/5).

Hammersonic Festival 2017 ini sepeti hari rayanya pecinta musik metal. Dari segi pengisi acara, Hammersonic Festival tahun ini menghadirkan sejumlah band cadas dengan nama besar asal luar negeri. Mulai dari Megadeth, The Black Dahlia Murder, Whitechapel, Northlane, Earth Crisis, dan lainnya.

Selain musisi luar negeri, panggung Ecopark Ancol juga akan dihentak oleh band nasional seperti Seringai, Burgerkill, Revenge The Fate, Trojan, From Hell to Heaven, dan lainnya.

Perlu diketahui, band bintang tamu utama, Megadeth, ternyata penggemar kopi Indonesia. Sebelum manggung, selain air mineral, mereka minta panitia menyediakan banyak kopi aneka jenis di belakang panggung. Hal ini sontak cukup mengejutkan panitia karena permintaannya mendadak.

“Minta kopi sih wajar, dan masih bisa dicari kalau dalam bentuk sachet. Tapi ini yang diminta biji kopi dan kertas (saring) kopinya. Mereka tidak mau kopi sachet, maunya di-blend (diolah) sendiri. Dan kopinya minta disediakan banyak jenis, sepertinya mereka benar-benar pecinta kopi,” ungkap Stephanus Adjie.

Selain panggung musik cadas, Hammersonic Festival kembali menggelar ajang penghargaan bertajuk Hammersonic Awards. Ini merupakan  penghargaan musik cadas paling prestisius di Indonesia yang digelar setiap tahunnya di Jakarta oleh Revision Live Entertainment.

Pada tahun ini, Hammersonic Awards 2017 akan memberikan lima piala penghargaan. Proses penilaiannya melibatkan dewan juri yang kompeten dan kredibel. Terdiri dari para pelaku kancah musik cadas dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari musisi, label rekaman, promotor, jurnalis, atau blogger.

Beberapa nama di antaranya adalah Bimo D. Samyayogi (Undying Music, Jakarta), Samack (Solid Rock, Malang), Gebeg (Taring, Bandung), ArdySiji (Chmbrs, Makassar), Stephanus Adjie (Down For Life, Solo), dan lainnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengacungkan jempol untuk event Hammersonic Festival 2017 di Jakarta ini. Menurut Menpar, Indonesia memiliki dua keuntungan menjadi tuan rumah perhelatan ini.

Pertama, dampak langsung (direct impact), menarik wisatawan baik nusantara maupun mancanegara hadir di Jakarta. Kedua, dampak tidak langsung, yaitu memberikan nilai berita lebih bagi media memberitakan musisi-musisi metal dunia tampil di Indonesia.

“Event internasional akan mendorong pariwisata makin berkembang. Karena itu perbanyak event dunia dan promosikan dengan baik, sesuai originasi dan timeline. Pakai rumus DOT, destinasi originasi time,” jelasnya.

Selain itu, agenda musik ini menurut Menpar membuat para wisatawan bisa berulang-ulang mengunjungi Indonesia. “Media value lebih besar. Selain itu, repeat visitors bisa 60 persen datang lagi, bagi mereka yang sudah tiba di Indonesia. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka datang lagi,” kata Arief Yahya. (*)

Peran Keluarga Menyiapkan Anak Masuk SD

0
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Memasuki tahun ajaran baru, banyak orangtua yang disibukkan dengan pendaftaran putra-putrinya ke sekolah. Proses dan persiapan pendaftaran siswa baru ini menjadi bagian yang cukup menyita waktu dan tenaga, khususnya bagi para orangtua yang ingin mendaftarkan anak-anaknya masuk ke Sekolah Dasar atau SD.

Ada banyak persiapan dan pertimbangan bagi orangtua sebelum mendaftarkan putra putrinya ke SD. Mulai dari persiapan biaya, seragam, buku dan peralatan tulis, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan pilihan sekolah. Mau masuk ke sekolah negeri atau swasta. Rekam jejak prestasi dan kualitas sekolah kadang juga menjadi pertimbangan penting bagi para orangtua.

Sayangnya, sebagian besar orangtua ‘terjebak’ dengan perisapan-persiapan dan pertimbangan yang umum seperti di atas. Padahal, ada beberapa persiapan lain yang jauh lebih penting yang harus dipikirkan oleh para orangtua.

Persiapan yang lebih penting itu adalah persiapan si anak sendiri. Sebab duduk di bangku SD akan menjadi pengalaman pertama yang bisa jadi merupakan hal berat bagi anak-anak. Sebab mereka akan menghadapi situasi yang benar-benar baru. Mulai dari lingkungan sekolah, metode pembelajaran, sistem pendidikan, hingga teman-teman yang baru.

Meskipun sebelum masuk SD, sebagian besar anak-anak (atau semua anak) sudah pernah mengenyam pendidikan di Taman Kanak-Kanak (TK), mereka akan tetap mengalami ‘shock culture’ saat masuk ke SD. Sebab TK dan SD akan berbeda sama sekali. Baik soal lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, dan lain sebagainya.

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan para orangtua sebelum mendaftarkan putra-putrinya ke SD. Di antaranya sebagai berikut:

1. Persiapan fisik
Ini persiapan yang mutlak dipikirkan oleh para orangtua. Sebab saat belajar di SD, akan memerlukan waktu yang lebih panjang ketimbang di TK. Materi pembelajaran juga akan lebih berat. Tidak banyak lagi waktu untuk bermain-main seperti waktu di TK.

Untuk itu, para orangtua harus menyiapkan fisik anak-anaknya supaya sanggup mengikuti proses belajar mengajar di bangku SD. Supaya mereka tak mudah mengeluh dan capek, atau cepat bosan dan mengantuk.

Persiapan fisik ini bisa dimulai dari rumah. Misalnya mengatur pola tidur anak dengan baik. Mereka harus dibiasakan tidur yang cukup dan tepat waktu. Sehingga mereka tidak mengantuk saat berada di kelas.

Pemenuhan nutrisi yang tepat juga berdampak pada kekuatan fisik anak selama di sekolah. Sehingga para orangtua perlu memperhatikan asupan gizi saat sarapan sebelum berangkat sekolah.

2. Persiapan mental
Kesiapan mental anak tak kalah pentingnya. Sebab, sekali lagi, lingkungan sekolah SD akan jauh berbeda dengan TK. Sebab di SD akan ada teman baru yang jauh lebih banyak. Sehingga si anak perlu menyiapkan mentalnya untuk bergabung dengan teman-teman barunya itu.

Apalagi, di zaman sekarang anak-anak sangat rentan dengan perilaku bullying. Jika tidak ada dibekali dengan kekuatan mental yang baik, bisa jadi anak-anak mudah korban bully. Atau bahkan menjadi pelakunya.

Persiapan mental pada si anak tentu bisa dimulai dengan nasihat dari orangtua. Orangtua harus selalu menyampaikan pesan-pesan positif kepada si anak setiap akan berangkat sekolah. Misalnya pesan untuk menghargai orang lain, pesan untuk tidak menyakiti temannya baik fisik maupun psikis.

Mental berani pada anak juga perlu diperhatikan. Sehingga anak tidak minder di kelas dan mampu berkompetisi secara positif dengan teman-temannya di kelas.

3. Persiapan sosial
Seorang siswa atau murid sekolah dasar harus memiliki jiwa sosial yang baik. Bahkan sejak mereka duduk di bangku kelas satu SD. Mereka harus membiasakan bersosialisasi dengan teman-temannya di kelas, dengan para guru, dengan kakak kelas, atau bahkan dengan penjaga kantin sekolah.

Ini penting disiapkan bagi si anak. Karena pola pembelajaran di SD tidak lagi sama dengan di TK. Dimana saat masih di TK, guru selalu memberikan perhatian dan pendampingan secara personal dan intensif. Sementara saat di SD, guru biasanya tidak terlalu menggunakan pendekatan personal dalam proses belajar mengajar. Sehingga murid SD harus mulai membiasakan diri untuk mandiri.

Murid SD juga harus mampu berinteraksi secara aktif. Bukan hanya dengan teman sebaya, tetapi juga mampu berinteraksi dengan orang dewasa lain. Ia tak lagi takut atau malu dengan orang dewasa yang ditemuinya, terutama di lingkungan sekolah.

Persiapan sosial yang baik tentu akan sangat berdampak pada kualitas si anak itu sendiri. Dengan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi yang baik, mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang berani secara positif. Sehingga mereka akan mampu mengembangkan potensinya di sekolah, baik potensi akademik maupun non akademik.

Untuk mengetahui kesiapan sosial anak ini, para orangtua bisa mengeceknya dengan dialog kecil dengan si anak. Misalnya dengan bertanya seputar kegiatan di sekolah. Pancing anak untuk bercerita tentang teman-temannya, tentang pelajaran di sekolah, tentang tugas yang ia kerjakan di kelas, dan lain sebagainya.

Dari percakapan itu, orangtua akan mengetahui apakah si anak cukup aktif selama di kelas. Apakah si anak mampu bekomunikasi secara baik dengan teman-temannya, dan lain sebagainya.

4. Kematangan emosi
Kematangan emosi ini sebenarnya tak jauh beda dengan kesiapan mental anak. Bedanya, kematangan emosi ini lebih pada bagaimana anak-anak mulai mengontrol diri mereka selama di sekolah.

Meski masih anak-anak, seorang murid SD juga dituntut mampu menyalurkan emosi mereka dengan baik. Sehingga mereka tak mudah putus asa saat menghadapi pelajaran yang sulit. Mereka tak cepat menyerah atau bahkan menangis saat tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Selain di dalam kelas, kematangan emosi juga diperlukan saat anak-anak berada di luar kelas. Misalnya saat bermain dengan teman-temannya. Anak-anak dengan emosi yang matang akan lebih mudah berteman dan bergaul. Mereka tak cepat marah atau menangis saat terlibat perselisihan dengan teman-temannya.

5. Kemitraan dengan guru
Selain anak, persiapan juga perlu diperhatikan dari sisi orangtua. Salah satunya, para orangtua harus mampu menjalin kemitraan yang baik dengan guru-guru anaknya.

Kemitraan dan komunikasi orangtua-guru ini penting bagi keberhasilan anak di sekolah. Melalui jalinan komunikasi ini, para orangtua bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan anak selama di kelas. Inilah yang kemudian menjadi PR dan tugas para orangtua di rumah.

Misalnya, si anak lemah dalam hal baca-tulis-dan berhitung (calistung). Maka saat pulang sekolah atau saat belajar di rumah, orangtua harus fokus pada masalah ini dengan memperbanyak mengajari mereka calistung.

Atau, si anak paling susah diminta tampil ke depan kelas. Baik untuk menyanyi atau untuk mengerjakan tugas. Dalam contoh kasus ini, orangtua juga bisa mengatasinya dengan cara memupuk rasa percaya diri pada anak. Misalnya dengan cara membuat simulasi pembelajaran di kelas. Si ayah atau ibu berperan sebagai guru, dan si anak sebagai siswa. Dalam simulasi itu, si anak diminta menyanyi atau mengerjakan tugas layaknya di dalam kelas.

Persiapan-persiapan di atas menjadi amat penting, dan lebih penting ketimbang menyiapkan anak mampu calistung. Sebab tanpa kesiapan fisik, mental, sosial, dan emosi, si anak akan sulit bersaing positif untuk mengejar prestasi akademiknya. Untuk itu, para orangtua perlu memikirkan dan menyiapkan ‘bekal-bekal’ tersebut. Karena persiapan tersebut jauh lebih penting dari menyiapkan anak mampu baca tulis dan berhitung (calistung).***

Penulis: Yuasnil
Kepala Sekolah SDN 002 Seibeduk, Batam

Play sound