Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13585

Disdik Anggarkan Rp 200 Juta Untuk Akreditasi Sekolah

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan tahun ini pihaknya akan melakukan akreditasi sekolah negeri dan swasta. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam.

Pihaknya menyiapkan sedikitnya Rp 200 juta dari APBD 2017 untuk proses akreditasi sekolah ini. Dia menyebutkan sekolah yang akan diakreditasi harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, siswa, memiliki ruang kelas, majelis guru, dan persyaratan lainnya.

Akreditasi sekolah ini tentunya bisa menjadi acuan bagi orangtua dalam menyekolahakan anak mereka. Terutama sekolah swasta yang saat ini harus bersaing dengan sekolah negeri.

“Sekolah swasta kita juga sudah banyak yang bagus. Orangtua saat ini lebih prioritas menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbasis agama,” ujar pria yang sudah menjabat sejak 2007 ini.

Dia menambahkan akreditasi akan diberikan kepada sekolah prioritas. Sekolah yang telah memiliki akreditasi namun belum sempurna akan dibantu akreditasinya.

“Jika mereka belum A akreditasinya akan kami berikan akreditasi sehingga nilainya menjadi lebih baik,” sebut dia.

Untuk penilai akreditasi merupakan indpenden, pakar pendidikan, dan melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam sebagai instansi yang membawahi.

Akreditasi ini tidak hanya dilakukan Disdik saja, beberapa sekolah bahkan mandiri melakukan akreditasi yang diharus dilakukan setiap lima tahun sekali ini.(cr17)

PK5 Jodoh Boulevard, Bakal Dipindahkan ke Pasar Induk

0
Sejumlah kios liar yang berada di Jodoh Boulevard yang merusak estetika kota dan membuat kondisi jalan menjadi kotor dan berbau, Batuampar, Jumat (24/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas niaga rumah toko sekitar Jodoh Boulevard memprihatinkan, tak lain karena akses ke ruko  terhalang aktivitas Pedagang Kaki Lima (PK5).

Menanggapi kondisi ini, Pemko Batam berencana akan menata PK5 yang dipusatkan pada satu titik. “Sudah pasti kita akan tata, tidak hanya di situ, PK5 di dekat pasar tos 3000 juga iya,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam Ardiwinata, Rabu (1/3).

Menurutnya, satu titik yang dimaksud yakni Pasar Induk Jodoh. Namun sayang, kepemilikan aset pasar yang sudah bertahun-tahun terbengkalai itu belum sepenuhnya milik Pemko Batam. Ini karena, BP Batam tak kunjung menyerahkan aset tersebut.

“Pemerintah Provinsi Riau sudah (serahkan), Kementrian juga sudah, tinggal BP Batam saja,” katanya.

Jika BP telah menyerahkan aset tersebut, dengan segera pihaknya akan merelokasi PK5. Dia mengaku, kini memang sudah ada niat baik BP Batam menyerahkan aset tersebut, namun hingga kini tak kunjung terealisasi. “Ini sudah lama sekali,” ucapnya.

Dia menyebutkan, menyiapkan tempat bagi PK5, selain mendapatkan pasar induk, Pemko Batam juga akan mengusahakan lahan di sekitar pasar induk.

“Kalau sudah tuntas diserahkan (aset) kita akan tata, ” ucapnya. (cr13)

Ketika Ibu-ibu Rajin Menyimpan Video Masakan di Facebook

0

Kemajuan teknologi berdampak jauh. Bahkan sampai ke dapur. Jika dulu hendak memasak enak mesti melihat buku resep dulu, kini tak lagi. Ibu-ibu di Batam tinggal membuka Facebook mereka.

Layar gawai Melina (22) sedang sibuk. Dari sepetak layar lima inci itu, ditampilkan panduan memasak berdurasi singkat. Hanya kurang dari semenit. Lima puluh dua detik kemudian, video ditutup dengan sajian masakan yang tampil menggugah selera.

Tanpa berpikir dua kali, Melina menyentuh sisi kanan bawah layarnya. Dan kembali menyentuh pilihan simpan video. “Ada banyak loh menu yang aku simpan,” tuturnya malu-malu, kemarin.

Itu jenis kegemarannya yang baru di balik bermain Facebook. Sudah cukup lama Mena, panggilan akrab Melina, melakukannya. Menonton video memasak, menyimpan di lini masanya. Tapi, kata dia, hanya beberapa saja yang baru dipraktekannya di rumahnya, di Tiban.

“Ada 27 ternyata. Tapi baru Mena coba tiga menu,” tuturnya.

Aktivitas menyimpan menu masakana, bagi Mena, adalah sesuatu yang seru. Tiap kali tampilan Facebook memperlihatkan menu masakan baru, ia mengaku selalu iseng menonton dan akhirnya timbul keinginan mencoba. Lagipula itu tidak memakan cukup waktu. Pasalnya, durasi yang ditampilkan pada kebanyakan video di bawah 90 detik. Dan itu menimbulkan tantangan baginya untuk mencobanya langsung di dapur rumahnya.

“Habis kayanya gampang aja bikinnya,” tutur gadis berambut pendek ini masih menatap video memasak yang ada di gawainya.

Beberapa waktu belakangan, kegemaran menampilkan tutorial memasak sebuah sajian memang menjadi tren tersendiri di kalangan perempuan, utamanya remaja dan ibu rumah tangga, yang aktif memakai Facebook.

Kebanyakan dari mereka menuturkan, tampilan tutorial yang menarik dan terlihat dengan jelas, juga dilengkapi keterangan yang mudah dipahami membuat tak sedikit dari mereka yang ‘gatal’ untuk mencoba. Namun tak dapat dipungkiri pula, menu yang sudah disimpan ini, seringkali hanya tersusun rapi di laman video tersimpan.

“Saya lebih milih untuk share dan tag ke anak-anak. Biar mereka yang masak maksudnya,” ujar Fanja, ibu dua anak.

Diakui Fanja, tampilan cara memasak menu-menu yang ada selalu menggoda. Bukan hanya menggoda selera namun juga menggoda untuk dicoba. “Kelihatan gampang dan bahan-bahan masakan banyak yang mudah dibeli juga,” ujar Fanja.

Kalangan profesional pun ternyata menjalani hal yang sama. Nagoya Mansion Executive Chef, Sumali Yolono telah aktif sejak setahun lalu. Tak hanya mengikuti tautan menu-menu, Chef Sumali justru kerap kali ikut mengunggah video serupa dari dapurnya.

“Menyemarakkan dunia permasakan juga,” tutur Sumali yang telah banyak mengunggah video di channel Chef Sumali.

Begitu pula halnya dengan pegiat kuliner, Agnes Dhamayanti. Ibu rumah tangga yang juga memikiki usaha di bidang kuliner, turut memanfaatkan video yang berseliweran di media sosial. Namun ketertarikannya pada tampilan makanan yang disajikan.

“Tampilan garnis ini yang lebih sering kucoba untuk orderan,” ucapnya.

Menurutnya, jika berbicara dari sisi komersial kuliner, makanan juga menjadi seni. Sehingga makanan yang ditawarkan tidak mentok tampilannya. “Jadi memang harus rajin belajar dan cari referensi. Pelanggan senang-senang aja, bisa ngasih hal baru,” tuturnya.

Pada akhirnya, keberadaan video memasak di laman Facebook, membuat ibu-ibu tidak lagi melirik buku-buku resep yang masih banyak beredar di toko buku. Kini mereka tinggal meraih gawainya dan membuka laman Facebook-nya yang berlimpah ruah tutorial memasak.

“Kan lebih murah meriah. Kalau sukses prakteknya, bisa di-share ke orang lain,” tambah Mena, yang berjanji akan mempraktekkan satu menu yang telah disimpannya akhir pekan mendatang. (FARA VERWEY, Batam)

Cara Jitu Kemas Baju

0

batampos.co.id – Anda suka bepergian? Kalau iya, kemas baju pasti jadi masalah kan… Sering kali tidak muat di koper atau …. ya… acak-acakan begitulah….

Nah, berikut ada video yang tentang cara kemas baju yang layak Anda tiru. Dijamin rapih jali.

Anak Dirut BUMD Ikut Diperiksa Polisi

0
Suasana jual beli di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Rabu (22/2). Pasar ini dikelola oleh BUMD Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, Asep Nana Suryana mengaku dirinya sangat kooperatif terkait pemeriksaan yang dilakukan Polda Kepri terhadap karyawannya. Namun dirinya meminta pemeriksaan yang sama juga dilakukan kepada para pedagang yang ikut bermain atau mendukung pungli tersebut.

“Saya sudah klarifikasi masalah pungli dikubu BUMD. Bahkan beberapa karyawan juga sudah diperiksa. Diharapkan pedagang yang menyetujui praktik pungli juga diperiksa, sehingga tidak ada pilih kasih,” ujar Asep ketika dikonfirmasi, Rabu (1/3).

Disindir anaknya sendiri (Sangaji) juga ikut terlibat dalam praktik pungli, Asep mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah anaknya terlibat atau tidak. Namun yang dirinya ketahui anaknya sudah diperiksa oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu. Pemeriksaan itu hanya meliputi permintaan keterangan terkait sistem penyewaan lapak dan kios dagang.

“Anak saya (Sangaji) bertugas di pelayanan BUMD. Makanya anak saya dipanggil juga untuk berikan keterangan,” jelasnya.

Tugas anaknya, kata Asep, saling berkaitan dengan tugas koordinator lapangan, selamet (tersangka pungli-red). Sebab untuk mendapatkan lapak dan kios dagangan di Pasar Bintan Center, pedagang wajib memiliki Surat Penyewaan (SP). Petugas yang berkewenangan mengeluarkan SP itu merupakan anaknya.

Sedangkan tugas Selamet, lanjut Asep, mendata pedagang-pedagang yang ingin mendapatkan lapak dan kios. Sehingga keduanya saling bekerjasama untuk proses penyewaannya. Namun untuk proses penarikan atau pengambilan setoran biaya sewa lapak dan kios bukan tanggungjawab maupun tugas anaknya.

“Anak saya buat SP dan saya yang tandatanganinya. Tapi kami berdua tidak ikut campur masalah setoran biaya sewa lapak dan kios. Karena sudah ada tugasnya masing-masing,” akunya.

Asep berharap kasus pungli dikubu BUMD Tanjungpinang bisa terungkap dan segera selesai. Bahkan untuk menyelesaikan masalah ini, ia juga ikut melakukan penyelidikan secara internal. Tujuannya untuk mengetahui arah aliran dana pungli itu bersarang.

“Jika kami dapati ada pihak lain yang ikut merasakan aliran dana pungli akan segera dilaporkan. Semua prosesnya akan kami serahkan ke polisi,” ungkapnya. (ary)

Tingkatkan Pariwisata Batam Lewat Table Top

0

batampos.co.id – Sahid Batam Center Hotel dan Convention Batam, bekerja sama dengan Medan Business Talk (MBT), mengadakan acara Table Top. Kegiatan ini merupakan forum bisnis yang dirancang untuk mempertemukan antara pelaku industri pariwisata dari luar kota dan mancanegara, dengan pelaku industri pariwisata regional lokal.

Kegiatan tersebut berlangsung, Selasa (28/2), di Grend Azura Ballroom Lantai 3 Sahid Batam Center Hotel dan Convention Batam.

Tujuan dari acara ini untuk mempromosikan pariwisata inbound dan tentunya juga mempromosikann hotel-hotel lokal di Batam. “Kami berharap acara ini akan memberikan dampak yang baik ke depan untuk pariwisata dan hotel di Kota Batam maupun Kepri,” ujar Manager Sahid Batam Center Hotel dan Convention Batam, Thomas Sugianto, disela kegiatan acara Table Top, Selasa (28/2).

Dia mengatakan, acara Table Top dihadiri sebanyak 28 sellers baik dalam negeri maupun mancanegara. Dihadiri sebanyak 72 buyers se Kepri. “Dari berbagai kota di Indonesia dan juga datang dari Malaysia, Jepang serta Turki,” ucap Thomas.

Sambung Thomas, kegiatan ini merupakan wadah dan sebuah kesempatan untuk saling bertukar informasi untuk mendorong kemajuan pariwisata. “Kegiatan ini bisa saling menguntungkan, tidak hanya Batam yang dipromosi bahkan sebaliknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Project Director MBT, Willy TM Sihombing, mengungkapkan, acara Table Top ini dikemas lebih atraktif dan menarik, dimana sallers dan buyers langsung bertemu untuk mempromosikan produknya secara langsung. “Dapat bertransaksi langsung saat itu juga,” ujar Willy.

Willly mengatakan, meski kali pertama mengadakan acara ini di Kota Batam, namun ia mengaku acara berjalan cukup sukses, dimana peminat dan antusias dari para peserta cukup baik. “Sebelumnya kami adakan di Medan,” ungkapnya. (cr14)

Cegah Pelajar Keluyuran, Sat Pol PP Gencar Razia Warnet

0
Kasitrantib M.Zen bersama Azman anggota Sat Pol PP kecamatan Kundur saat razia warnet. foto: batampos.

batampos.co.id – Kepala seksi (kasi) Ketrentaman dan Ketertiban (Trantib) Kuncur M.Zen Alif menegaskan, pihaknya bersama anggota satuan pamong praja (Sat Pol PP) kecamatan Kundur gencar merazia warung internet (warnet). Ini dilakukan untuk mencegah pelajar keluyuran dan belajar serta bolos sekolah.

“Hari ini saya bersama sejumlah anggota Sat Pol PP kecamatan Kundur menyisir warnet yang ada tersebar di kecamatan Kundur. Ada sekitar enam warung internet semuanya sudah saya pantau, hasilnya tidak ada pelajar yang bolos dan main di wernet saat jam sekolah,”tegas M. Zen.

Dalam hal ini diminta kerjasama pemilik maupun penjaga warnet meningkatkan pantauan terhadap para pengunjung warnet, terutama anak-anak usia sekolah. Diharapkan pengelola warnet juga menerapkan peraturan waktu kunjungan pelajar. Pengelola warnet juga harus tegas jika ada pengunjung usia anak sekolah saat jam sekolah tidak melayani.

M.Zen juga mengimbau kepada pemilik warnet mematuhi peraturan sesuai dengan izin yang dikeluarkan dari dinas terkait, selain itu harus sesuai dengan standar operasional diterapkan demi mencegah perbuatan negatif terjadi. Diharapkan pemilik warnet juga menghindari bilik tertutup rapat, maka rawan digunakan pengunjung untuk perbuatan negatif. Ditambahkan razia maupun meonitoring akan terus dilakukan secara berkala. (ims)

Pasar Pancur Senilai Rp 900 Juta Tak Juga Difungsikan

0
Kondisi bangunan pasar yang hingga kini belum difungsikan. foto: Hasbi/batampos.

batampos.co.id – Pembangunan pasar umum Kelurahan Pancur Kecamatan Lingga Utara terkesan mubazir. Anggaran APBN senilai Rp 900 juta lebih yang digelontorkan untuk pembangunan pasar tersebut sejak 2013 lalu hingga kini tidak juga difungsikan.

Pantauan di lapangan, pasar umum tersebut yang telah selesai namun terbengkalai. Tidak ada satupun aktifitas pedagang hingga kini. Bangunan berdinding papan dengan tiang-tiang beton tersebut mulai lusuh.

Acuang salah seorang pedagang ikan di Pancur kepada Batam Pos mengatakan lebih memilih di lokasi pasar yang lama. Alasannya karena para pedagang lain juga tidak ingin pindah ke pasar umum tersebut.

“Pedagang lain tidak ada yang mau pindah kesana. Tidak mungkinkan saya pindah sendiri kalau pedagang lain tidak mau,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Pancur Mandiri, Ismail yang dikonfirmasi terkait pasar yang terkesan mubazir tadi mengatakan, untuk pengoprasian pasar tersebut terkendala payung hukum. Ismail berdalih, hal ini membuat pedagang yang ada tidak mau direlokasi ke pasar bantuan pemerintah tersebut.

“Belum ada payung hukum ataupun peraturan daerah (Perda) untuk penertiban pedagang di pancur agar mau direlokasi ke pasar baru,” ungkapnya.

Kuat dugaan selain mubazir, ada kepentingan lain dari sejumlah oknum untuk melaksanakan pembangunan. Hal ini sangat disayangkan mengingat bangunan pasar telah dibangun menggunakan uang rakyat. Pembangunan pasar bukan karena faktor kebutuhan masyarakat dan pedagang setempat melainkan ada sejumlah kepentingan di dalamnya. (mhb)

Drainase Buruk Kampung Tanda Jadi Langganan Banjir

0

batampos.co.id – Buruknya drainase di Kampung Tanda Hulu kelurahan Daik diduga menjadi sebab kampung Tua ini jadi langganan banjir. Setiap kali hujan deras sungai Tanda meluap. Air menggenang di halaman hingga bibir rumah warga.

Pantauan di lapangan, hujan deras yang terjadi Selasa (28/2) kemarin merendam hampir seluruh wilayah kampung Tanda Hulu hingga 40 Centimeter. Drainase yang dibangun oleh pemerintah di kampung Tanda bukan mengendalikan air namun malah menjadi laluan air dari sungai untuk merendam rumah warga. Sementara gorong-gorong dan resapan yang ada tidak maksimal.

Salah seorang warga kampung Tanda, Nondo mengatakan persoalan banjir sudah menjadi langanan. Namun sampai saat ini drinase yang ada belum maksimal.

“Selain curah hujan yang memang tinggi, aliran sungai juga semakin sempit. Drainase yang ada belum juga baik. Pasca hujan dan banjir, halaman rumah warga masih terendam hingga berhari-hari,” kata Nondo, Rabu (1/3) siang.

Bahkan disejumlah titik jalan Tanda kata Nondo, parit atau drinase yang ada lebih tinggi dari permukaan air. Hal ini membuat resapan tidak maksimal.

“Kami berharap pemerintah segera melakukan tindakan. Membenah kembali drainase-drainase yang ada dan membenah lagi parit-parit lama. Selain Tanda Hulu, kampung Tanda Hilir dan Seranggung juga terendam,” lanjutnya.

Sementara itu Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Sumarno yang dihubungi Batam Pos mengatakan keterbatasan dana pemerintah menjadi salah satu kendala kerja pemkab Lingga. Untuk pengendalian banjir tahun ini pihaknya hanya dapat melakukan satu kegiatan di Kelurahan Daik.

“Tahun ini untuk kelurahan Daik, kegiatan fisik hanya satu. Untuk pengendalian bajir kami akan melakukan pengerukan di hilir sungai Tanda,” jelasnya.

Persoalan banjir dikampung Tua kelurahan Daik sambung Sumarno menjadi atensi dinas PU. “Kami juga sudah turun kemarin. Tahun ini karena keterbatasan dana,” pungkasnya. (mhb)

Cuaca Belum Aman Untuk Nelayan Tradisional

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ranai menyatakan kondisi cuaca diwilayah perairan Natuna belum aman bagi nelayan tradisional Ranai.

Prakirawan BMKG Ranai Day Pangestu mengatakan, saat ini potensi hujan ringan masih sering terjadi. Bahkan tinggi gelombang laut masih mencapai 3 meter.

Kondisi ini sudah berkurang dari sebelumnya, gelombang laut Natuna mencapai 6 meter hingga di laut Cina Selatan. Namun saat ini, belum aman bagi nelayan tradisional.

“Gelombang laut Natuna masih 3 meter. Kondisi ini belum aman untuk nelayan tradisional, dan diharapkan lebih waspada,” kata Dany, Rabu (1/3).

Menurut pantauan cuaca katanya, saat ini fenomena musim angin Utara masih terjadi di wilayah Natuna. Arah angin masih bertiup dari Utara menuju Timur, dengan kecepatan hingga 50 kilo meter per jam.

“Angin masih bertiup dari Utara, hal cenderung menimbulkan angin dan gelombang tidak bersahabat, terutama bagi nelayan tradisional,” sebut Dany.

Sementara aktifitas kapal barang ke Natuna, saat ini sudah mulai normal. Sejumlah kapal sudah merapat di pelabuhan dan melakukan bongkar muat barang di pelabuhan Penagi.(arn)