batampos.co.id – Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BPK PAD) Kabupaten Natuna melakukan sosialisasi dan mendata objek pajak,Rabu (1/3).
Pendataan tersebut, dilakukan penyisiran mulai dari objek pajak restoran, hotel hingga tempat hiburan. Baik yang sudah terdata maupun belum terdata dalam aplikasi.
Kepala Bidang PAD BPK PAD Pemkab Natuna Wan Andriko mengatakan, pendataan wajib pajak ini sekaligus sosialisasi kesadaran dan partisipasi kewajiban setiap usaha untuk menyetor pajak ke daerah sebesar 10 persen.
Sasaran objek pajak yang didata kata Andriko, adalah restoran dan sejanisnya, perhotelan sejenisnya hingga tempat hiburan di wilayah Ranai dan sekitarnya.
Andriko mencontohkan, seperti wajib pajak restoran. Setiap pelanggan dikenakan pajak sebesar 10 persen. Dan setiap kamar hotel yang ada tamunya dikenakan pajak sebesar 10 persen.
“Pendataan dan sosilisasi ini untuk meningkatkan penerimaan PAD Natuna tahun 2017 ini, sekaligus ucapan terima kasih dari Pemerintah kepada wajib pajak yang sudah taat pajak,” kata Nadriko.
Untuk target penerimaan pajak tahun ini sambung Andriko, diupayakan lebih meningkat dibanding tahun 2016 lalu. Dan seiring meningkatnya jumlah rumah makan dan restoran yang terus tumbuh di Ranai dan Kecamatan.
“Jumlah wajib pajak ini akan terus kami sasar, supaya terdata. Baik wajib yang lama, juga wajib pajak yang baru. Tentu Pemerintah membantu dalam urusan perizinan, dan sudah ditentukan petugas lapangan masing-masing,” ujar Andriko.
Seperti diketahui, Natuna masih minim penerimaan disektor PAD. Pembangunan daerah hanya bergantung pada dana tranfer DBH dari pusat. Bahkan penerimaan PAD yang minim ini menjadi sorotan DPRD yang kawatir Natuna bakal kolaps jika penerimaan DBH terus terjun bebas, sementara tidak didukung PAD.(arn)
batampos.co.id – Pemkab Bintan terus berupaya untuk terus meningkatkan fasilitas di daerah Bintan. Salah satunya dengan keinginan Bupati Bintan, untuk menjadikan Kabupaten Bintan sebagai kota pintar atau Smart City. Hal tersebut disampaikan Bupati Bintan, Apri Sujadi dalam kunjungannya ke PT Telkom Indonesia Wilayah Kepri, di Batam, Rabu (1/3).
Apri menuturkan ide tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungannya ke beberapa daerah. Menurutnya ada beberapa kota yang terbilang cukup maju pesat, karena menerapkan konsep Smart City diantaranya, Bandung dan Surabaya.
Sejak menerapkan konsep smart city, penghasilan perkapita masyarakat di dua daerah tersebut setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan.
“Saya ingin Kabupaten Bintan bisa menjadi Kota Pintar,” ungkapnya.
Pembangunan di Kabupaten Bintan saat ini sudah berjalan dengan baik dibeberapa bidang, seperti bidang pariwisata yang terus mengalami peningkatan.
Tak hanya itu, Pemkab Bintan juga terus membenahi beberapa sektor bidang lainnya, seperti bidang kemaritiman, bidang kesehatan dan bidang pendidikan.
“Selama ini Kabupaten Bintan hanya unggul di bidang pariwisata. Untuk itu kami ingin fokus melakukan pembenahan di beberapa bidang, seperti pelayanan masyarakat, maritim dan industri,” terangnya.
Pemkab Bintan juga akan melakukan beberapa perbaikan mutu pada bidang kesehatan dan bidang pendidikan, seperti program kesehatan gratis dan juga program masuk sekolah gratis.
“Namun seiring dengan perkembangan zaman, semua bidang tersebut juga harus diiringi dengan kemajuan teknologi informasi,” ungkapnya.
Apri mengakui belum kuatnya jaringan internet di beberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, merupakan permasalahan yang sering di jumpai dilapangan. Seperti di semenanjung pesisir, Kecamatan Bintan Pesisir dan Kecamatan Tambelan.
“Kami harapkan pemerataan dan penguatan jaringan koneksi internet akan membuat akses lebih mudah, karena ke depannya kami ingin membangun sebuah sistem pemerintahan yang berbasis e -Goverment, e – Desa atau e- Kelurahan,” terangnya.
General Manager PT. Telkom Indonesia Wilayah Kepulauan Riau, Sony Budi Winarso mengaku siap membantu mewujudkan program Bupati Bintan tersebut . Ia mengakui dalam pembenahan sistem e-Goverment juga harus di ikuti dengan penguatan jaringan akses internet dan telekomunikasi.
“Tentunya kami selalu siap bekerjasama dengan Pemkab Bintan dalam mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu , Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika, menyambut baik atas ide Bupati Bintan.
Menurutnya bila program smart city bisa terwujud dengan pengembangan program e-Desa, tentunya merupakan suatu langkah maju, dimana akan memudahkan sistem pemerintahan tentang percepatan pertukaran informasi desa.
“Kami selalu siap mendukung program pak bupati. Bila program e-Desa bisa berjalan dengan baik, tentunya sistem pelaporan dapat dengan cepat kami terima. Sehingga pembangunan di pedesaan terus meningkat,” imbuhnya. (cr20)
Khoirul Ikhsan Keluar Ruang Sidang. Foto: Osias De/batampos
batampos.co.id – Khoirul Ikhsan, 24, terdakwa penggelapan uang milik PT Securindo Pratama, selaku pengelola parkir Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) senilai Rp 63 juta, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (1/3).
Dalam dakwaannya, JPU menyatakan perbuatan terdakwa berawal ketika bekerja sebagai pengawas parkir. Ia bertugas untuk memungut biaya dari juru parkir di Pelabuhan SBP dari (15/12) hingga (25/12) Desember 2016.
“Uang yang sudah terkumpul harusnya disetorkan ke rekening milik PT Securindo. Tapi tidak disetorkan terdakwa,”ujar JPU.
Masih dalam dakwaan JPU, perbuatan terdakwa diketahui ketika Sumardiyono (saksi), selaku audit revenue supervisor melakukan pemeriksaan terhadap laporan pendapatan harian parkir PT Securindo Packtama Indonesia unit Pelabuhan SBP dan ditemukan sejumlah pendapatan yang tidak disetorkan.
Setelah mendengarkan dakwan yang dibacakan JPU. Majelis hakim yang diketuai Romauli Hotnaria Purba didampingi Hakim anggota Corpioner dan Jhonson Sirait, memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi pada sidang yang dilaksanakan pekan mendatang.(ias)
Petugas Satpol PP mendata anak-anak yang bermain warnet saat jam belajar di salah satu warnet di Tanjungpinang, Kamis (27/11). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Satpol PP Kota Tanjungpinang akan memberikan sanksi tegas berupa denda maksimal Rp 60 juta atau enam bulan kurungan penjara kepada warnet yang mengizinkan pelajar bermain di jam sekolah.
Hal tersebut dikatakan Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran,Irianto, melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah (PPUD), Sugianto di Tanjungpinang, Rabu (1/3).
“Sanksi tipiring (tindak pidana ringan) berupa denda Rp 60 juta atau enam bulan kurungan. Tapi berapa denda yang dibebankan kepada pemilik warnet, tergantung hakim yang menyidangkan nanti,” Sugianto.
Dikatakan Sugianto, saat ini pihaknya sedang menyiapkan peraturan walikota (perwako) yang merupakan turunan dari peraturan daerah (perda) ketertiban umum. Hal itu untuk mengatur sanksi tipiring yang akan diberlakukan kedepannya.
“Kebetulan dalam perda belum sampai tahap tipiring. Makanya saat ini sedang kami siapkan agar bisa di tipiringkan,” jelasnya.
Sugianto menerangkan, sebelum memberikan sanksi tipiring kepada warnet yang mengizinkan pelajar bermain di jam Sekolah. Pihaknya terlebih dahulu memberikan teguran sesuai dengan apa yang telah disosialisasikan sebelumnya.
“Jika tiga kali sudah diberikan teguran tapi masih melanggar aturan, baru akan kami berikan tindakan tegas,” tegasnya.
Pihaknya bersama Polsek Tanjungpinang Timur sambungnya, beberapa hari lalu juga telah melakukan penyegelan terhadap salah satu warnet di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur karena warnet tersebut beroperasi tanpa izin.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemko Tanjungpinang yang dimintai tanggapan terkait masih adanya pelajar yang tidak masuk sekolah dan bermain warnet di jam sekolah, Huzaifa Dadang AG mengatakan tugas lembaga pendidikan memang berat.
Namun, pihaknya sudah berupaya keras untuk mencegah agar pelajar tidak masuk sekolah dengan memberikan pendidikan karakter.
“Saya selalu menekankan pada guru di sekolah, agar meningkatkan kerjasama dengan orang tua murid. Karena kalau tidak, kami kesulitan untuk mengawasinya. Karena sekolah juga punya keterbatasan untuk mengawasi keseluruhan,” ujar Dadang.
Dikatakan Dadang, pihaknya pun sudah menjalankan program seperti pendidikan anak, pendidikan karakter agar murid tidak berprilaku menyimpang. Namun, pihaknya masih menemukan adanya anak yang tidak masuk sekolah.
“Itulah dinamika kehidupan. Cuma kami harapkan, kerjasama pihak sekolah dan orang tua ditingkatkan lagi. Jangan sampai orang tua tidak perduli dengan anaknya,” ungkapnya.
Terkadang sambungnya, saat anaknya diantar ke rumah karena bermain warnet dan tidak masuk sekolah, tanggapan orang tuanya malah santai saja. “Bahkan menyebutkan, syukur anaknya bermain di warnet daripada keluyuran ke mana-mana,” ucapnya.
Untuk itu, jika ada pelajar yang terjaring razia bermain warnet. Orang tua pelajar tersebut dipanggil dan dibuatkan surat pernyataan dan diminta untuk mengawasi anaknya lebih ketat lagi.
“Sanksi tetap ada untuk pelajar yang terjaring itu. Karena sudah ada di perwako. Tapi jika anak ini sampai masa klimaksnya harus tidak bisa mengeyam pendidikannya lagi, kan kita juga yang sulit. Karena pendidikan ini kan mengakomodir semuanya. Untuk itu orang tua juga harus paham,” pungkasnya. (ias)
Kapolres Karimun, AKBP Armaini melakukan pemeriksaan pasukan dalam apel gelar pasukan tanda dimulainya Operasi Simpatik Seligi 2017. Foto: Sandi/batampos.
batampos.co.id – Polres Karimun, Rabu (1/3) melaksanakan apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Simpatik Seligi 2017. Dalam kegiatan ini, tidak saja melibatkan polisi lalu lintas (Polantas), tapi juga melibatkan instansi samping. Seperti Polisi Militer (PM) dari TNI AD dan AL, Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
Operasi Simpatik 2017 ini serentak hari ini (kemarin, red) dilaksanakan diseluruh Indonesia. termasuk di wilayah Kabupaten Karimun. Untuk melaksanakan kegiatan ini, kita sudah menyiapkan 91 orang personil gabungan. Artinya, tidak hanya dari unsur anggota Polri.
“Operasi ini dalam pelaksanaannya nanti akan melibatkan PM TNI AD dan AL, anggota Dishub dan anggota dari Satpol PP,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armaini kepada Batam Pos.
Dilibatkannya instansi samping, kata Kapolres, bahwa masalah keamanan, keselamatan dan ketertiban serta kelancaran dalam berlalu lintas bukan hanya menjadi tugas polisi untuk menciptakannya. Melainkan, juga tugas bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, dengan selalu tertib dalam berlalu lintas dapat mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang dapat menghilangkan nyawa dan juga menimbulkan kerugian materil.
Dalam Operasi Simpatik Seligi 2017 ini, jelas Armaini pelaksanannya akan lebih banyak bersifat edukatif dan himbauan. Artinya, jika dalam operasi ditemukan adanya pelanggaran ringan pengemudi kendaraan bermotor, maka akan kita tegur dengan simpatik. Hal ini juga untuk menjaga citra Polri sebagai aparat yang tidak saja melakukan penegakan hukum. Tapi, yang lebih penting adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pelaksanaan operasi ini, lanjut Kapolres, selama 21 hari. Dan, selama operasi tidak ada penilangan. Kecuali, jika pelanggaran berat yang ditemukan pada saat Polantas melakukan patroli rutin, maka tetap akan memberikan surat tilang. Untuk itu, dia berharap dengan adanya operasi ini dapat menekan angka Lakalantas. Seperti pada Januari lalu, Lakalantas di Karimun telah menyebabkan 4 orang meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Syamsurizal menyebutkan, diharapkan kepada seluruh pengemudi kendaraan bermotor, baik yang menggunakan roda dua dan roda empat untuk selalu tertib dan disiplin ketika berada di jalan raya dengan selalu membawa kelengkapan surat dan melengkapi diri saat berkendara.
”Seperti yang kita sampaikan kepada ratusan karyawan PT Karimun Sembawang Shipyard (KSS) kemarin untuk selalu tertib ketika di jalan raya pada saat membwa sepeda motor. Selain itu, kita juga sempat memberikan helm gratis kepada para karyawan,” paparnya. (san)
Alat berat siap merubuhkan rumah warga di Bengkong, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id -Tim sita Pengadilan Negeri (PN) Batam dibantu tim terpadu Kota Batam mengeksekusi ratusan rumah di di Kampung Swadaya RW 5, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Rabu (1/3). Semua rumah di sana diratakan karena berdiri di atas tanah yang diklaim menjadi kepemilikan PT Glory.
Ratusan aparat gabungan (Polri, TNI dan Satpol PP) telah berada di lokasi sejak pukul 08.00 WIB. Mereka mempolice line jalan masuk ke kawasan pemungkiman warga. Empat unit alat berat (eskavator) sudah disiapkan untuk eksekusi lahan tersebut.
Sekitar pukul 09.30 WIB, aparat keamanan pun langsung memasuki kawasan disusul dengan alat berat. Mereka langsung menghancurkan rumah warga yang ada dibarisan paling depan. Meski awalnya sempat mendapat perlawanan warga, eksekusi seratus lebih rumah itu berjalan lancar. Tak sampai tiga jam, semua rumah dikawasan tersebut rata dengan tanah. Namun untuk fasilitas umum seperti posyandu, rumah ibadah, sekolah untuk sementara waktu dibiarkan tetap berdiri. Mengingat saat pengusuran ada penolakan dari warga jika beberapa tempat itu digusur.
“Perjanjiannya sekolah, posyandu dan gereja tidak digusur dulu. Makanya pas digusur tadi kita melawan,” kata Hasan salah seorang warga disela pengusuran pemungkiman itu.
Sementara, Siti terlihat pasrah ketika menyaksikan rumah yang sudah belasan tahun ditempatinya rata dengan tanah. Tak banyak yang bisa ia katakan, selain pasrah terhadap pengusuran itu.
“Tak tahu harus tinggal dimana. Kita mah orang kecil tak punya uang. Jadi mau tak mau harus pasrah saja,’ ujarnya dengan menghela nafas panjang.
Berbeda dengan Siti, warga lainnya Nurmayana tidak terima rumahnya diratakan dengan tanah. Sebab, dalam peta eksekusi, rumahnya tak masuk dalam kawasan yang dieksekusi. Namun, alat berat itu menghancurkan rumahnya yang berada antara Gereja dan Posyandu.
Menurut dia, rumah itu sudah ditempati sejak tahun 2000 silam. Disana ia tinggal bersama seorang adik kandungnya. Bahkan saat rumahnya disita, ia hanya berhasil menyelamatkan sebagian benda berharga.
“Tak tahu akan begini, makanya tak sempat menyelamatkan seluruh barang-barang. Kalau seperti keadaanya, saya akan minta ganti rugi, rumah saya wajib dibangun lagi, karena tak masuk dalam peta eksekusi,” jelasnya lagi.
Bahkan, Nurmayana mengancam akan menempati posyandu atau fasilitas umum lainnya jika rumahnyanya tak dibangun lagi. Sebab sampai saat ini, ia tak punya tempat tinggal.
“Saya mau tinggal dimana. Rumah saya sudah hancur, sementara uang untuk mengontrak rumah juga tak ada. Saya akan tetap bertahan disini,” imbuh Nurmayana.
Camat Bengkong Yudi Atmaja mengatakan pengusuran pemungkiman warga di RW 5 Kampung Swadaya sudah berdasarkan putusan tertinggi Mahkama Agung. Rumah warga yang digusur kemarin berada ditanah seluas 1 hektar milik PT Glory.
“Disana ada 80 KK dan 110 bangunan, itu sudah termasuk fasilitas umum dan lainnya,” jelas Yudi.
Menurut dia, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 30 unit rusun untuk menjadi tempat tinggal sementara warga yang kena gusur. Rusun itu terletak dikawasan Mukakuning dan Batuaji.
“Kemarin kita sudah siapkan, namun dapat penolakan dari warga karena lokasi tersebut jauh dari sekolah dan mencari nafkah mereka,” jelas Yudi.
Sementara untuk bantuan warga yang tetap bertahan di lokasi, Yudi mengaku belum punya jalan keluar. Ia tengah mengkoordinasikan hal tersebut dengan pimpinan Pemko Batam.
“Itu yang sedang saya koordinasikan, sampai saat ini belum ada jawaban,’ pungkas Yudi. (she)
batampos.co.id – Untuk ketiga kalinya warga RT05 RW 03 Kampung Baru Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing kembali terkena banjir. Akibat luapan air hujan yang tidak tertampung oleh drainase disekitar rumah warga tersebut. Sehingga, luapan air hujan tersebut mengenangi beberapa rumah warga mencapai 50 centimeter.
” Ini sudah ketiga kalinya, kampung kami kena banjir bang. Akibat luapan air dari perumahan balai Garden,” keluh ketua RT05 Kampung Baru Tebing Taupan Ramadan, kemarin (1/3).
Dan lebih parahnya, ada sekitar 20 KK yang mengungsi di masjid akibat debit air yang cukup tinggi masuk rumah warga. Hujan yang turun mulai sore hari, terus menerus hingga malam hari.
” Alhamdulillah, sudah cepat diantisipasi oleh Bu Camat. Jadi warga saya sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” singkatnya.
Sementara itu Camat Tebing Herisa Anugerah ketika dikonfirmasi mengatakan, saat terjadi banjir pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Dan paling prioritas bagi balita dan ibu-ibu, untuk dievaluasi yang telah disediakan. Seperti mushola maupun rumah-rumah warga yang tidak terkena banjir.
” Saya sampai pukul 02.00 WIB dini hari, memantau langsung warga kampung Baru untuk memastikan semuanya terkendali. Dan Bupati Karimun Aunur Rafiq juga datang, usai acara pembukaan MTQ di Kuba,” jelasnya.
Sedangkan, Bupati Karimun Aunur Rafiq esok harinya langsung melakukan pengecekan ke lokasi yang terkena banjir seperti Coastal Area, Kampung Baru Tebing, Meral bersama SKDP terkait untuk menginventalisir titik-titik langganan banjir. Dan akan mencanangkan 2018 Karimun bebas banjir, dengan cara melakukan revitalisasi drainase secara menyeluruh di 12 kecamatan yang ada. Terutama, melakukan pelebaran saluran primer menuju laut.
” Nanti kita perbaiki semua saluran drainase. Untuk sementara, dilakukan pengerukan drainase di hulu agar cepat mengalir air dari hilir ke hulu dititik-titik sumber banjir,” ucapnya.
Dan dirinya juga berharap kepada masyarakat untuk berperan aktif, menggalakan gotong royong membersihkan lingkungan masing-masing. Terutama membersihkan drainase yang dangkal. ” Kemarin sore, sudah kita lakukan pengerukan drainase di kampung Baru Tebing. Sementara longsor yang terjadi diperumahan Teluk Air, menjadi tanggungjawab developer dan mereka siap menyelesaikannya,” jawab Rafiq.
Pantauan dilapangan, rombongan Bupati Karimun melakukan koordinasi langkah awal solusi banjir dibeberapa titik. Sedangkan, di lokasi dengan masjid Baiturahman bencana longsor di Perumahan Bukit Permai Kelurahan Teluk Air kecamatan Karimun. Pada Selasa malam lalu, namun tidak terjadi korban jiwa.(tri)
Alat berat merubuhkan rumah warga, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Alat berat merubuhkan rumah warga. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Satpol PP Kota Batam, Albani, adu mulut dengan pemilik rumah yang dirubuhkan rumahnya di Bengkong, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Dua anggota Polwan menenangkan seorang ibu yang histeris akibat rumahnya dirubuhkan oleh tim terpadu, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Satpol PP Kota Batam berusaha menenangkan warga yang emosi. F. Dalil Harahap/Batam Pos
Warga Bengkong Swadaya mengumpulkan sisa barang-barang gusuran di rumahnya. F. Dalil Harahap/Batam Pos
F. Dalil Harahap/Batam Pos
Tim sita Pengadilan Negeri (PN) Batam dibantu tim terpadu Kota Batam mengeksekusi ratusan rumah di di Kampung Swadaya RW 5, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Rabu (1/3). Semua rumah di sana diratakan karena berdiri di atas tanah yang diklaim menjadi kepemilikan PT Glory.
Warga Batam saat menumpang bus Trans Batam tujuan Batam Kota-Batu Aji. April Dishub akan melebarkan sayap ke Sambau. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam menambah trayek Bus Trans Batam untuk Sambau (Nongsa)-Batamcenter. Bus ini rencananya akan beroperasi pada bulan April mendatang setelah selesainya tender.
Kepala UPT Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan saat ini pihaknya sedang mengadakan pelelangan untuk tender trayek tersebut. Sehingga bulan April diharapkan trayek tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh warga.
“Kita berharap tendernya selesai bulan ini (Maret), jadi April sudah dioperasikan,” kata Bambang, kemarin.
Ia berharap tender tersebut dapat juga dimanfaatkan oleh warga sekitar trayek tersebut. Sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai peluang kerja.
“Ada lima bus trans Batam yang akan kita operasikan kesana. Yang pasti, kita ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan transportasi untuk masyarakat,’ jelas Bambang.
Disisi lain, Bambang juga menjelaskan pihaknya masih berharap bantuan dari Kemenhub untuk penambahan bus. Sehingga nantinya ada jalur untuk penambahan koridor yang rencananya 12 trayek.
“Permohonan bantuan telah kita kirim, namun belum ada perkembangannya. Kalau sudah ada penambahan, maka kita akan buka koridor baru,” sebut Bambang.
Sementara untuk jam operasional, menurut Bambang masih seperti biasa. Ia berharap para supir trans Batam tidak takut untuk tetap beroperasi meski adanya kejadiaan penganiayaan.
“Jam beroperasi masih seperti biasa, jam 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” pungkas Bambang. (she)
batampos.co.id – Panitia Orchard Park Bike in The City mulai mendistribusikan jersey ke sejumlah lokasi toko sepeda tempat pendaftaran. Bagi para bikers yang akan meramaikan kegiatan bersepeda yang digelar, Sabtu 11 Maret nanti sudah bisa langsung mendapatkan di toko-toko sepeda yang bekerja sama dengan panitia.
Panitia Orchard Park Bike in The City, Mider Sinaga mengatakan, tempat-tempat pendaftaran yang sudah menerima jersey itu di antaranya toko sepeda Barokah yang berlokasi di Legenda Malaka. Kemudian di Toko sepeda Kurnia Bike juga di Legenda Malaka. Selain itu, kata Mider, toko sepeda yang sudah didrop jersey adalah di toko sepeda Maxi Bike di Sungai Panas dan di M One Bike di Nagoya Hill.
Sementara, Herman Mangundap, Panitia Orchard Park Bike in The City menegaskan, kepada para bikers silakan datang ke lokasi-lokasi di atas untuk mendaftarkan diri.
”Kaosnya sudah siap, silakan mendapatkan jerseynya mulai hari ini,” terang Herman Mangundap.
Ia berharap para pesepeda di Batam bisa meramaikan acara Orchard Park Bike in The City. Karena, kegiatan ini selain untuk berolah raga juga bisa menjadi ajang silaturahmi para penggowes yang ada di Batam. ”Selain itu, doorprize juga menanti,” katanya.
Senada degan Herman, Promotion Manager Orchard Park Batam, Dipa Teguh berharap, dari kegiatan Orchard Park Bike in The City ini warga Batam tahu kalau Orchard Park Batam sudah dibuka untuk masyarakat.
”Kita ingin masyarakat Batam yang ingin berolahraga di akhir pekan bisa datang ke Orchard. Mereka bisa masuk ke sini, parkir dan langsung lari berolahraga,” jelasnya.
Ia juga ingin agar masyarakat Batam tahu kalau kawasan Orchard Park Batam adalah kawasan hijau.
”Ini benar-benar hijau. Karena kita merawatnya dengan benar-benar,” ungkapnya. Nah, tunggu apalagi segera daftarkan diri Anda dan komunitas Anda ke tempat-tempat pendaftaran di sjumlah toko sepeda yang ada di Batam, atau datang langsung ke Batam Pos Group. (ann)