Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13604

e-Filling dan e-Billing Permudah Wajib Pajak Untuk Sukseskan Program Tak Amnesty

0
Ilustrasi perbankan melayani warga yang ikut tax amnesty. Foto: istimewa

batampos.co.id – Program pengampunan pajak atau Tax Amnesty tinggal 30 hari lagi. Di Batam masih banyak wajib pajak baik perorangan ataupun badan usaha yang belum mengikuti program tersebut. Untuk itu kantor pelayanan pajak (KPP) Batam selatan kembali mengingatkan wajib pajak yang belum mengikuti program tersebut agar segera memanfaatkan kesempatan yang tinggal sebulan itu.

Kepala kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Batam Selatan, Nunung H Siswantoro mengatakan, berdasarkan data dari nomor peserta wajib pajak (NPWP) tercatat ada sekitar 500 ribu wajib pajak yang ada di kota Batam. Namun dari jumlah tersebut sebagian besarnya belum melaksanakan kewajiban pajak mereka.

“Baru belasan ribu yang sudah termasuk Tax Amnesty, sebagian besar belum,” ujarnya, saat menggelar kegiatan aksi Simpantik Tak Amnesty untuk wilayah Batam Selatan di Panbil Mall, Seibeduk, Rabu (1/3) pagi.

Untuk itu disisa waktu program pengampunan pajak ini, Nanang berharap agar peserta wajib pajak baik perorangan ataupun badan usaha segera melaksanakan kewajiban pajak melalui program pengampunan pajak itu. “Tax Amnesty, tinggal 30 hari lagi. Sayang kalau tak dipergunakan. Kapan-kapan lagi baru ada program seperti ini. Bisa jadi tak ada lagi kedepannya,” ujar Nanang.

Selama sebulan kedepan ini, sambung Nanang, untuk mempermudah wajib pajak mengikuti program tak amnesty tersebut, Direktorat Jendral Pajak (DJP) juga membuka sistem laporan SPT dan pembayaran pajak secara on line. Laporan SPT bisa dilakukan melalui sistem e-Filling sementara pembayaran bisa melalui e-Billing.

“Program-program ini untuk mempermudah wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban mereka untuk membayar pajak dalam program amnesty ini,” ujarnya saat menggelar kegiatan aksi Simpantik Tak Amnesty untuk wilayah Batam Selatan di Panbil Mall, Seibeduk, Rabu (1/3) pagi.

e- Filling dijelaskan Nunung, merupakan web yang disediakan secara khusus oleh Direktorat Jendral Pajak (DJP) bagi wajib pajak untuk melaporkan SPT tanpa harus datang ke KPP.”e-Filling ini menyediakan faslitas SPT berupa Loader e -SPT, SPT yang telah dibuat melalui aplikasi e-SPT dapat disampaikan secara online,” tutur Nunung.

Sementara e- Billing merupakan aplikasi untuk baru untuk pembayaran pajak secara on line. Dimana wajib pajak lebih mudah memenuhi kewajiban perpajakan dengan sistem pembayaran elektronik (billing system) berbasis MPN-G2 melalui bank BUMD ataupun BUMN ataupun kantor Pos  persepsi lainnya.

“Semuanya dipermudah. Tidak saja saat melapor SPT, tapi pembayaran juga dipermudah dengan e-Billing ini sebab bisa melalui ATM, atau mobile banking,” tutur Nanang.

Saat ini DJP melalui KPP Pratama yang ada diseluruh Indonesia kembali gencar melakukan sosialisasi kepada wajib pajak agar segera melaksanakan kewajiban pajaknya melalui program tax amnesty yang tinggal sebulan lagi.

“Dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan ini, kami menghimbau agar segenap wajib pajak yang belum melaksanakan kewajibannya khususnya terkait program tak amnesty agar segera dilaksanakan. Kesempatan tinggal sebulan lagi, jadi kalau lewat dari jangka waktu itu tidak ada lagi pengampunan pajak,”imbau Nanang.

Sementara untuk pencapaian uang tebusan Tax Amnesty di Kepri selama ini kata Nanang sudah mencapai Rp 1,2 trililiun. Pencapaian itu belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah NPWP yang ada saat ini.

Sementara itu perwakilan dari Bank Nasional Indonesia Ronny Syafira selaku manajer BNI unit Sukajadi yang hadir dalam acara Aksi Simpatik Tax Amnesty itu menuturkan, program e-Billing yang diterapkan oleh DJP sudah mulai dimanfaatkan dengan baik oleh wajib pajak yang masuk sebagai nasabah BNI.

“Sudah berjalan konsep ini dan penerimaan e- Filling selalu ada setiap hari. Ini terobosan bagus karena nasabah tak perlu repot-repot lagi ngantri atau datangi bank. Mereka sudah bisa melaksanakan kewajiban pajak melalui mobile banking atau mesin ATM,” ujar Ronny. (eja)

Pematangan Lahan Masjid Agung Sudah 25 Persen

0
Alat berat sedang meratakan tanah untuk lokasi pembangunan Masjid Agung II di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (1/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rencana pemerintah Kota Batam untuk memiliki Masjid Agung II sudah mulai terealisasi. Hal ini ditunjukan dengan pemerataan lahan yang tengah berlangsung, Rabu (1/3) di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad meninjau langsung lokasi Masjid. Menurutnya, untuk tahap awalnya, pematangan lahan ini sudah berjalan 20-25 persen.

“Target pematangan lahan satu bulan saja. Ini untuk tahap awalnya, karena di bulan berikutnya kita targetkan mengadakan semacam doa atau dzikir,” ujar Amsakar kemarin.

Dia mengatakan doa atau dzikir tersebut dilakukan sebelum proses pembangunan kontruksi berlangsung. Dan rencananya akan digelar di Bulan April mendatang, sekaligus peletakan batu pertama masjid yang berkapasitas hingga 18 ribu jamaah ini.

Rencananya pembangunan masjid ini akan berlangsung dalam waktu tiga tahun. Karena pekerjaan dengan sistem tahun jamak (multi years) maka Pemerintah Kota Batam meminta pendampingan ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Tujuannya agar proses pembangunan mulai dari perencanaan hingga selesai berlangsung sesuai ketentuan berlaku,” katanya.

Anggaran pembangunan masjid ini diperkirakan Rp 243 miliar. Di tahun pertama pembangunan pemerintah akan menganggarkan Rp 36 miliar, Rp 97 miliar di tahun kedua, serta Rp 109 miliar di tahun ketiga.

“Pembangunan masjid ini bisa menjadi jalan bagi kita bersama untuk semakin mematangkan spiritual. Selain itu juga menjadi pintu percepatan perwujudan Batam sebagai bandar dunia madani,” terang Amsakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan sistem tahun jamak dipilih agar pertanggungjawaban konstruksi berada pada satu perusahaan pemenang lelang. Dan proses pembangunan tidak terbatas waktu tahun anggaran.

“Kalau tidak dibuat tahun jamak, awal tahun harus lelang lagi. Dengan tahun jamak ini pekerjaan tidak terbatas di tahun anggaran yang sama. Satu kontraktor pemenang, jadi pertanggungjawabannya pada satu kontraktor ini saja. Pengawasan juga lebih baik,” papar Suhar.

Untuk pematangan lahan, dilakukan secara swadaya oleh Pemko Batam dengan sarana dan tenaga yang ada. Sedangkan dalam waktu bersamaan, sedang dilakukan lelang manajemen konstruksi. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi hasil perencanaan, pekerjaan, sampai supervisi.

“Tiga minggu sampai sebulan, baru tender konstruksi. Perkiraan kita awal Mei sudah mulai,” katanya.

Menurut Suhar, di tahun pertama pembangunan masih berkutat di struktur dasar. Yakni mulai dari pondasi basement hinaagga lantai dasar bangunan masjid. Tahun kedua pun masih seputar struktur.

“Di tahun ketiga baru pekerjaan finishing, arsitektur, landscaping, dan sebagainya,” tutupnya. (cr19)

Pemko Batam Lelang Bahan Bangunan RTLH

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah mengatakan tahun ini Pemerintah Kota Batam menerapkan sistem lelang pengadaan bahan yang akan digunakan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

” Ini langsung permintaan dari Pak Wali, agar sistemnya dirubah dari penunjukkan langsung berubah menjadi lelang,” kata Hasyimah, Rabu (1/3)

Dia menjelaskan sebelumnya untuk pengadaan barang bahan bangunan RTLH ditunjuk langsung untuk menyalurkan bantuan kepda penerima. Sistem ini dinilai rawan terjadi kecurangan dan tidak tepat sasaran.

“Kami tak pernah tahu apakan mereka benar-benar memanfaatkan barang tersebut, apakah rumah itu benar dibangun, atau malah bahannya dijual kembali,” ujar perempuan yang pernah menjabat Kepala Sekolah di SDN 007 Sekupang ini.

Lelang, dikatakan Hasyimah lebih transparan dan mengurangi tindakan kecurangan. Pihaknya sebagai instansi yang membawahi langsung program RTLH telah melakukan pendataan dan survei kebutuhan barang dan harga.

“Kami sudah data kebutuhan hinterland dan mainland. Rincian kebutuhan sudah ada di RKA. Toko cukup menyediakan bahan dengan harga yang telah kami tentukan saja,” ucapnya.

Untuk mengawasi jalannya program RTH, pihaknya juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batam. Dia mengungkapkan dalam pelaksaan RTLH di tahun sebelumnya, terdapat sedikitnya tiga rumah yang tidak sesuai dengan target.

“Seperti yang berada di Pulau Kasu, ada rumah RTLH tapi tidak ada terasnya. Kalau yang tidak jadi dibangun belum ada kami temukan,” jelasnya.

Tahun ini Pemerintah Kota Batam akan merenovasi 100 rumah RTLH. Masing- masing ruah mendapatkan bantuan sebesar Rp 22 juta utuk renovasi rumah. Dana yang bersumber dari APBD 2017 ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan yang terjadi di Kota Batam.(cr17)

Disdik Anggarkan Rp 200 Juta Untuk Akreditasi Sekolah

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan tahun ini pihaknya akan melakukan akreditasi sekolah negeri dan swasta. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Batam.

Pihaknya menyiapkan sedikitnya Rp 200 juta dari APBD 2017 untuk proses akreditasi sekolah ini. Dia menyebutkan sekolah yang akan diakreditasi harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, siswa, memiliki ruang kelas, majelis guru, dan persyaratan lainnya.

Akreditasi sekolah ini tentunya bisa menjadi acuan bagi orangtua dalam menyekolahakan anak mereka. Terutama sekolah swasta yang saat ini harus bersaing dengan sekolah negeri.

“Sekolah swasta kita juga sudah banyak yang bagus. Orangtua saat ini lebih prioritas menyekolahkan anaknya di sekolah yang berbasis agama,” ujar pria yang sudah menjabat sejak 2007 ini.

Dia menambahkan akreditasi akan diberikan kepada sekolah prioritas. Sekolah yang telah memiliki akreditasi namun belum sempurna akan dibantu akreditasinya.

“Jika mereka belum A akreditasinya akan kami berikan akreditasi sehingga nilainya menjadi lebih baik,” sebut dia.

Untuk penilai akreditasi merupakan indpenden, pakar pendidikan, dan melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam sebagai instansi yang membawahi.

Akreditasi ini tidak hanya dilakukan Disdik saja, beberapa sekolah bahkan mandiri melakukan akreditasi yang diharus dilakukan setiap lima tahun sekali ini.(cr17)

PK5 Jodoh Boulevard, Bakal Dipindahkan ke Pasar Induk

0
Sejumlah kios liar yang berada di Jodoh Boulevard yang merusak estetika kota dan membuat kondisi jalan menjadi kotor dan berbau, Batuampar, Jumat (24/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas niaga rumah toko sekitar Jodoh Boulevard memprihatinkan, tak lain karena akses ke ruko  terhalang aktivitas Pedagang Kaki Lima (PK5).

Menanggapi kondisi ini, Pemko Batam berencana akan menata PK5 yang dipusatkan pada satu titik. “Sudah pasti kita akan tata, tidak hanya di situ, PK5 di dekat pasar tos 3000 juga iya,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam Ardiwinata, Rabu (1/3).

Menurutnya, satu titik yang dimaksud yakni Pasar Induk Jodoh. Namun sayang, kepemilikan aset pasar yang sudah bertahun-tahun terbengkalai itu belum sepenuhnya milik Pemko Batam. Ini karena, BP Batam tak kunjung menyerahkan aset tersebut.

“Pemerintah Provinsi Riau sudah (serahkan), Kementrian juga sudah, tinggal BP Batam saja,” katanya.

Jika BP telah menyerahkan aset tersebut, dengan segera pihaknya akan merelokasi PK5. Dia mengaku, kini memang sudah ada niat baik BP Batam menyerahkan aset tersebut, namun hingga kini tak kunjung terealisasi. “Ini sudah lama sekali,” ucapnya.

Dia menyebutkan, menyiapkan tempat bagi PK5, selain mendapatkan pasar induk, Pemko Batam juga akan mengusahakan lahan di sekitar pasar induk.

“Kalau sudah tuntas diserahkan (aset) kita akan tata, ” ucapnya. (cr13)

Ketika Ibu-ibu Rajin Menyimpan Video Masakan di Facebook

0

Kemajuan teknologi berdampak jauh. Bahkan sampai ke dapur. Jika dulu hendak memasak enak mesti melihat buku resep dulu, kini tak lagi. Ibu-ibu di Batam tinggal membuka Facebook mereka.

Layar gawai Melina (22) sedang sibuk. Dari sepetak layar lima inci itu, ditampilkan panduan memasak berdurasi singkat. Hanya kurang dari semenit. Lima puluh dua detik kemudian, video ditutup dengan sajian masakan yang tampil menggugah selera.

Tanpa berpikir dua kali, Melina menyentuh sisi kanan bawah layarnya. Dan kembali menyentuh pilihan simpan video. “Ada banyak loh menu yang aku simpan,” tuturnya malu-malu, kemarin.

Itu jenis kegemarannya yang baru di balik bermain Facebook. Sudah cukup lama Mena, panggilan akrab Melina, melakukannya. Menonton video memasak, menyimpan di lini masanya. Tapi, kata dia, hanya beberapa saja yang baru dipraktekannya di rumahnya, di Tiban.

“Ada 27 ternyata. Tapi baru Mena coba tiga menu,” tuturnya.

Aktivitas menyimpan menu masakana, bagi Mena, adalah sesuatu yang seru. Tiap kali tampilan Facebook memperlihatkan menu masakan baru, ia mengaku selalu iseng menonton dan akhirnya timbul keinginan mencoba. Lagipula itu tidak memakan cukup waktu. Pasalnya, durasi yang ditampilkan pada kebanyakan video di bawah 90 detik. Dan itu menimbulkan tantangan baginya untuk mencobanya langsung di dapur rumahnya.

“Habis kayanya gampang aja bikinnya,” tutur gadis berambut pendek ini masih menatap video memasak yang ada di gawainya.

Beberapa waktu belakangan, kegemaran menampilkan tutorial memasak sebuah sajian memang menjadi tren tersendiri di kalangan perempuan, utamanya remaja dan ibu rumah tangga, yang aktif memakai Facebook.

Kebanyakan dari mereka menuturkan, tampilan tutorial yang menarik dan terlihat dengan jelas, juga dilengkapi keterangan yang mudah dipahami membuat tak sedikit dari mereka yang ‘gatal’ untuk mencoba. Namun tak dapat dipungkiri pula, menu yang sudah disimpan ini, seringkali hanya tersusun rapi di laman video tersimpan.

“Saya lebih milih untuk share dan tag ke anak-anak. Biar mereka yang masak maksudnya,” ujar Fanja, ibu dua anak.

Diakui Fanja, tampilan cara memasak menu-menu yang ada selalu menggoda. Bukan hanya menggoda selera namun juga menggoda untuk dicoba. “Kelihatan gampang dan bahan-bahan masakan banyak yang mudah dibeli juga,” ujar Fanja.

Kalangan profesional pun ternyata menjalani hal yang sama. Nagoya Mansion Executive Chef, Sumali Yolono telah aktif sejak setahun lalu. Tak hanya mengikuti tautan menu-menu, Chef Sumali justru kerap kali ikut mengunggah video serupa dari dapurnya.

“Menyemarakkan dunia permasakan juga,” tutur Sumali yang telah banyak mengunggah video di channel Chef Sumali.

Begitu pula halnya dengan pegiat kuliner, Agnes Dhamayanti. Ibu rumah tangga yang juga memikiki usaha di bidang kuliner, turut memanfaatkan video yang berseliweran di media sosial. Namun ketertarikannya pada tampilan makanan yang disajikan.

“Tampilan garnis ini yang lebih sering kucoba untuk orderan,” ucapnya.

Menurutnya, jika berbicara dari sisi komersial kuliner, makanan juga menjadi seni. Sehingga makanan yang ditawarkan tidak mentok tampilannya. “Jadi memang harus rajin belajar dan cari referensi. Pelanggan senang-senang aja, bisa ngasih hal baru,” tuturnya.

Pada akhirnya, keberadaan video memasak di laman Facebook, membuat ibu-ibu tidak lagi melirik buku-buku resep yang masih banyak beredar di toko buku. Kini mereka tinggal meraih gawainya dan membuka laman Facebook-nya yang berlimpah ruah tutorial memasak.

“Kan lebih murah meriah. Kalau sukses prakteknya, bisa di-share ke orang lain,” tambah Mena, yang berjanji akan mempraktekkan satu menu yang telah disimpannya akhir pekan mendatang. (FARA VERWEY, Batam)

Cara Jitu Kemas Baju

0

batampos.co.id – Anda suka bepergian? Kalau iya, kemas baju pasti jadi masalah kan… Sering kali tidak muat di koper atau …. ya… acak-acakan begitulah….

Nah, berikut ada video yang tentang cara kemas baju yang layak Anda tiru. Dijamin rapih jali.

Anak Dirut BUMD Ikut Diperiksa Polisi

0
Suasana jual beli di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Rabu (22/2). Pasar ini dikelola oleh BUMD Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang, Asep Nana Suryana mengaku dirinya sangat kooperatif terkait pemeriksaan yang dilakukan Polda Kepri terhadap karyawannya. Namun dirinya meminta pemeriksaan yang sama juga dilakukan kepada para pedagang yang ikut bermain atau mendukung pungli tersebut.

“Saya sudah klarifikasi masalah pungli dikubu BUMD. Bahkan beberapa karyawan juga sudah diperiksa. Diharapkan pedagang yang menyetujui praktik pungli juga diperiksa, sehingga tidak ada pilih kasih,” ujar Asep ketika dikonfirmasi, Rabu (1/3).

Disindir anaknya sendiri (Sangaji) juga ikut terlibat dalam praktik pungli, Asep mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah anaknya terlibat atau tidak. Namun yang dirinya ketahui anaknya sudah diperiksa oleh Polda Kepri beberapa waktu lalu. Pemeriksaan itu hanya meliputi permintaan keterangan terkait sistem penyewaan lapak dan kios dagang.

“Anak saya (Sangaji) bertugas di pelayanan BUMD. Makanya anak saya dipanggil juga untuk berikan keterangan,” jelasnya.

Tugas anaknya, kata Asep, saling berkaitan dengan tugas koordinator lapangan, selamet (tersangka pungli-red). Sebab untuk mendapatkan lapak dan kios dagangan di Pasar Bintan Center, pedagang wajib memiliki Surat Penyewaan (SP). Petugas yang berkewenangan mengeluarkan SP itu merupakan anaknya.

Sedangkan tugas Selamet, lanjut Asep, mendata pedagang-pedagang yang ingin mendapatkan lapak dan kios. Sehingga keduanya saling bekerjasama untuk proses penyewaannya. Namun untuk proses penarikan atau pengambilan setoran biaya sewa lapak dan kios bukan tanggungjawab maupun tugas anaknya.

“Anak saya buat SP dan saya yang tandatanganinya. Tapi kami berdua tidak ikut campur masalah setoran biaya sewa lapak dan kios. Karena sudah ada tugasnya masing-masing,” akunya.

Asep berharap kasus pungli dikubu BUMD Tanjungpinang bisa terungkap dan segera selesai. Bahkan untuk menyelesaikan masalah ini, ia juga ikut melakukan penyelidikan secara internal. Tujuannya untuk mengetahui arah aliran dana pungli itu bersarang.

“Jika kami dapati ada pihak lain yang ikut merasakan aliran dana pungli akan segera dilaporkan. Semua prosesnya akan kami serahkan ke polisi,” ungkapnya. (ary)

Tingkatkan Pariwisata Batam Lewat Table Top

0

batampos.co.id – Sahid Batam Center Hotel dan Convention Batam, bekerja sama dengan Medan Business Talk (MBT), mengadakan acara Table Top. Kegiatan ini merupakan forum bisnis yang dirancang untuk mempertemukan antara pelaku industri pariwisata dari luar kota dan mancanegara, dengan pelaku industri pariwisata regional lokal.

Kegiatan tersebut berlangsung, Selasa (28/2), di Grend Azura Ballroom Lantai 3 Sahid Batam Center Hotel dan Convention Batam.

Tujuan dari acara ini untuk mempromosikan pariwisata inbound dan tentunya juga mempromosikann hotel-hotel lokal di Batam. “Kami berharap acara ini akan memberikan dampak yang baik ke depan untuk pariwisata dan hotel di Kota Batam maupun Kepri,” ujar Manager Sahid Batam Center Hotel dan Convention Batam, Thomas Sugianto, disela kegiatan acara Table Top, Selasa (28/2).

Dia mengatakan, acara Table Top dihadiri sebanyak 28 sellers baik dalam negeri maupun mancanegara. Dihadiri sebanyak 72 buyers se Kepri. “Dari berbagai kota di Indonesia dan juga datang dari Malaysia, Jepang serta Turki,” ucap Thomas.

Sambung Thomas, kegiatan ini merupakan wadah dan sebuah kesempatan untuk saling bertukar informasi untuk mendorong kemajuan pariwisata. “Kegiatan ini bisa saling menguntungkan, tidak hanya Batam yang dipromosi bahkan sebaliknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Project Director MBT, Willy TM Sihombing, mengungkapkan, acara Table Top ini dikemas lebih atraktif dan menarik, dimana sallers dan buyers langsung bertemu untuk mempromosikan produknya secara langsung. “Dapat bertransaksi langsung saat itu juga,” ujar Willy.

Willly mengatakan, meski kali pertama mengadakan acara ini di Kota Batam, namun ia mengaku acara berjalan cukup sukses, dimana peminat dan antusias dari para peserta cukup baik. “Sebelumnya kami adakan di Medan,” ungkapnya. (cr14)

Cegah Pelajar Keluyuran, Sat Pol PP Gencar Razia Warnet

0
Kasitrantib M.Zen bersama Azman anggota Sat Pol PP kecamatan Kundur saat razia warnet. foto: batampos.

batampos.co.id – Kepala seksi (kasi) Ketrentaman dan Ketertiban (Trantib) Kuncur M.Zen Alif menegaskan, pihaknya bersama anggota satuan pamong praja (Sat Pol PP) kecamatan Kundur gencar merazia warung internet (warnet). Ini dilakukan untuk mencegah pelajar keluyuran dan belajar serta bolos sekolah.

“Hari ini saya bersama sejumlah anggota Sat Pol PP kecamatan Kundur menyisir warnet yang ada tersebar di kecamatan Kundur. Ada sekitar enam warung internet semuanya sudah saya pantau, hasilnya tidak ada pelajar yang bolos dan main di wernet saat jam sekolah,”tegas M. Zen.

Dalam hal ini diminta kerjasama pemilik maupun penjaga warnet meningkatkan pantauan terhadap para pengunjung warnet, terutama anak-anak usia sekolah. Diharapkan pengelola warnet juga menerapkan peraturan waktu kunjungan pelajar. Pengelola warnet juga harus tegas jika ada pengunjung usia anak sekolah saat jam sekolah tidak melayani.

M.Zen juga mengimbau kepada pemilik warnet mematuhi peraturan sesuai dengan izin yang dikeluarkan dari dinas terkait, selain itu harus sesuai dengan standar operasional diterapkan demi mencegah perbuatan negatif terjadi. Diharapkan pemilik warnet juga menghindari bilik tertutup rapat, maka rawan digunakan pengunjung untuk perbuatan negatif. Ditambahkan razia maupun meonitoring akan terus dilakukan secara berkala. (ims)