Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 13606

Imigrasi Deportasi WN Thailand

0

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun telah melakukan deportasi delapan orang warga negara Thailand yang bekerja di Indonesia tanpa permit. Sementara untuk 11 orang warga negara Banglades masih dalam tahap pentudikan.

”WN Thailand yang ditangkap bulan lalu, mereka telah dideportasi ke negara asal Melalui Jakarta. Sesuai dengan ketentuannya, mereka yang di deportasi tidak bisa masuk ke Indonesia sekitar 3 bulan. Sementara untuk, warga Bangladesh masih dalam penyelidikan, jadi belum bisa dipulangkan,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Mar Arie Yuliansa kepada Batam Pos, Senin (20/3).

 

Untuk WN Banglades, jelas Arie diantaranya ada korban yang akan dimintai keterangan. Karena diantara mereka akan ditetapkan sebagai pelaku dalam kasus penyeludupan tenaga kerja ilegal.

“Jadi kasusnya dilanjutkan sampai ke proses peradilan,”terangnya. (san)

Ternyata WNI Jadi Dalang Penculikan Leng Leng

0
Seorang anggota Provam Polda Kepri mengawal empat pelaku penyekapan WN Malaysia bernama Leng Leng yang berhasil ditangkap saat ekpos di Mapolda Kepri, Senin (20/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Enam warga Batam yang menculik WN Malaysia, Kuang Leng Leng (bukan Ling Ling, red), mengaku dijanjikan bayaran Rp 150 juta per orang. Upah tersebut akan diberikan jika suami Leng Leng membayar tebusan sebesar Rp 45 miliar yang mereka minta.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan, penculikan ini diotaki oleh WNI berinisial At. Saat ini At masih berstatus buron. Selain At, polisi juga masih memburu satu pelaku lainnya, Bn.

“Saat ini baru empat pelaku yang kami amanakan,” kata Kapolda saat konferensi pers di Malpolda Kepri, Senin (20/3).

Empat orang yang telah ditangkap tersebut yakni Muhammad Soleh, Pung Cahyadi alias Panjang, David Du, dan Hartani.

Sam kemudian menjabarkan kronologis penculikan Leng Leng. At yang menjadi otak pelaku penculikan sudah merancang sedari awal bagaimana kawanan penculik ini akan beraksi. Karena membutuhkan banyak orang, ia merekrut empat warga Batam, yakni Bn, Saleh, Pun Cahyadi, dan David Du.

Kemudian At memutuskan menculik Leng Leng pada 21 Februari sekitar 7 malam waktu Malaysia. At bersama empat pelaku lainnya mendatangi rumah Leng Leng yang beralamat di Jalan Nuri 26 Bandar Putra 81000 Kulai, Malaysia.

“Sebelum memasuki rumah Kuang Leng Leng, At memberikan pengarahan kepada para tersangka lainnya. Agar menjalankan perannya masing-masing,” ucapnya.

Setelah itu, berdasarkan rekaman CCTv, mereka melompati pagar rumah korban. Kemudian mereka menorobos ke dalam rumah melalui pintu belakang. Setelah itu para pelaku bergerak ke posisi masing-masing. Saleh berjaga di depan rumah, untuk mencegah ada orang yang keluar dari rumah tersebut. Bn dan Pun Cahyadi bertugas untuk memeganggi Kuang Leng Leng. Sementara At mengancam penghuni rumah dengan senjata api, sedangkan David Du bertugas mengawasi kondisi di luar rumah.

Setelah itu para tersangka membawa keluar korbannya, dan kabur dengan menggunakan mobil yang telah disiapkan di depan rumah. Para tersangka ini membawa Leng Leng ke dalam hutan Johor. Untuk memuluskan aksinya itu, mereka dibantu oleh enam orang WN Malaysia yakni Sin, Wei, Lee, Soh, Chew, dan Siau.

“Keenamnya sudah dibekuk Polisi Diraja Malaysia,” ucap Sam.

Setelah tiga hari di dalam hutan di Johor, pada 24 Februari para pelaku membawa Leng Leng ke pelabuhan ilegal yang berada di Pangeran Kuta Tinggi, Johor, Malaysia. Dari pelabuhan tikus tersebut, Leng Leng dibawa menuju Batam, juga melalui pelabuhan tidak resmi. Sesampai di Batam, Leng Leng dibawa ke rumah salah satu pelaku di Batuaji.

Selama 23 hari di Batam, korban dan keenam pelaku sempat beberapa kali pindah tempat. Hingga akhirnya mereka membawa korban ke rumah liar milik Hartani di Marina Kaveling Plus 3 Kecamatan Batuaji.

Sebelum disergap, At meninggalkan korban bersama lima pelaku lainnya dengan alasan akan kembali ke Malaysia untuk negoisasi dengan suami korban. Setelah At, tersangka Bn juga meninggalkan komplotan ini pada 17 Maret.

Sebelumnya para pelaku ini menghubungi suami korban sebanyak sembilan kali dengan menggunakan nomor ponsel yang berbeda-beda. “Setelah sembilan kali dihubungi, suami korban baru melaporkan kejadian ini ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM),” ungkap Sam.

Pihak PDRM kemudian berhasil menangkap enam pelaku WN Malaysia di Johor. Dari keenam pelaku ini, PDRM mengetahui jika korban sudah dibawa ke Batam. Kemudian PDRM berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menita bantuan.

Pada 15 Maret, tim Mabes Polri yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan melakukan pengejaran dan pencarian di Batam. Tim Mabes Polri ini berkoordinasi dengan Polda Kepri dan Polresta Barelang. Butuh empat hari bagi polisi untuk mengendus persembunyian kawanan penculik itu.

Hingga pada 19 Maret sekitar pukul 05.00 pagi, polisi bergerak menuju rumah Hartani, tempat Leng Leng disekap. Karena para pelaku diduga membawa senjata api, tim gabungan ini meminta unit operasi khusus dari Gegana Satbrimob Polda Kepri melakukan penyergapan. Penyergapan ini berlangsung dengan cepat, unit taktis ini dengan sigap melumpuhkan para tersangka.

“Setelah itu, kemarin (19/3) sore korban langsung dibawa ke Malaysia untuk diserahkan ke PDRM,” ungkap Sam.

Dari para tersangka tak ditemukan senjata api. Polisi hanya mengamankan tiga unit hape dan baju yang digunakan korban saat penculikan.

Batam Pos mendatangi rumah Hartani yang berada di kawasan Marina, kemarin. Rumah liar ini berada tak jauh dari lintasan offroad Capung, Marina. Rumah sangat sederhana ini sudah dipasangi garis polisi, kemarin.

Saat mengintip ke ruangan utama, terlihat seperti ruang tamu atau ruang bersantai keluarga. Satu kursi kayu memanjang, yang beralas dan bersandarkan bantalan menjadi barang yang pertama kali dapat dilihat jika pintu biru rumah ini dibuka oleh empunya. Bagian kiri kursi dilengkapi dengan meja kayu, yang di atasnya tergeletak bunya hiasan berwarna warni. Namun tak lagi tegak menghiasi ruangan tersebut.

Sudut lain ruangan ini diletakkan dipan. Yang kemungkinan digunakan untuk beristirahat, dengan bantal berbungkuskan sarung bantal, bergambar animasi angry bird. Menghadap langsung ke jendela yang memperlihatkan sisi depan rumah.

Seperti halnya rumah pada umumnya, rumah yang belum diketahui siapa pemiliknya ini, dilengkapi foto-foto yang menghiasi dinding ruang tamunya. Foto-foto yang terlihat, seakan momen yang spesial dari orang difoto tersebut. Foto pernikahan dan foto bersama dengan kalangan keluarga lainnya. Foto bayi dan juga foto seorang gadis yang diambil close up. Secara perawakan, terlihat berasal dari Indonesia bagian timur. Dan beberapa orang di foto tersebut terlihat lebih oriental.

Kamar tidur dari rumah tersebut, menjadi ruangan yang paling cerai-berai. Meski memiliki satu buah ranjang, namun dua buah kasur single justru diposisikan melintang. Dua buah bantal terlihat lusuh berada di atas kasurnya. Dengan ranjang yang dipenuhi dengan dua buntelan kain. Bagian lantainya pun tertutupi dengan kain tak beraturan. Seperti pakaian wanita lalu pakaian pria, tas, topi, sarung tangan, ember, sepatu bertebaran di seisi kamar tersebut. Sementara satu buah kulkas satu pintu beralih fungsi menjadi lemari.

Tali jemuran pakaian pun dipasang melintang tak karuan, dengan satu pasang pakaian dalam wanita, celana tidur dan selembar kaus wanita berbelang merah muda dan abu-abu yang digantungnya.

“Tak terlalu berurusan. Saya hanya mengurus kebun saya saja,” tutur salah seorang tetangga yang berada menyerong kiri di hadapan rumah penyekapan tersebut.

Wanita paruh baya berlogat Jawa ini hanya menjelaskan bahwa rumah tersebut berpenghuni sekitar sebulan lebih. “Setahu saya kakak adik yang tinggal di sana,” tutur wanita tersebut sembari memandangi rumah di seberangnya itu.

Ia menerangkan sepasang kakak adik inilah yang terlihat seperti penghuni rumah tersebut. Namun mengaku tak mengetahu pasti ras dari empunya rumah.

“Gak tahu saya. Saya cuma urus-urus kebun saya ini aja. Gak merhatikan yang lainnya,” ujarnya lagi.

Sementara itu, tepat di seberang rumah lokasi penyekapan, adapula Ewin dan Rino. Dua lelaki ini menuturkan orang yang bertempat tinggal di lokasi tersebut berganti-ganti. Yang ia tahu, rumah tersebut juga sempat didiami oleh Hari yang merupakan orang  Lampung.

Mereka juga melihat seringnya lelaki tersebut keluar masuk ke rumah  tersebut. Namun tak diketahui pasti berapa jumlah dan perawakan orang tersebut. “Tak jelas juga yang keluar masuk orang yang sama atau bukan,” ucap Ewin.

Sementara itu, rumah tersebut pun kerap kali dilalui oleh pemotor yang hendak memancing di kolam yang berada di daerah tersebut. Dengan tiga rumah yang berada di sekitar rumah penyekapan ini dalam radius 50 meter,

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas IA Khusus Kota Batam Teguh Prayitno memastikan Leng Leng masuk ke Batam lewat jalur tak resmi. Hal itu dipastikan setelah pihaknya mengecek nama korban di data jalur masuk WNA yang ada di Imigrasi.

“Kami pastikan korban tidak masuk lewat pintu resmi. Kita sudah cek datanya, karena itu kita pastikan tak ada,” terang Teguh, kemarin. (ska/aya/eja/she)

Ini Tarif Perusahaan Penyalur TKI Bodong di Batam

0

BATAMKOTA (BP) – Penyalur Tenaga Kerja Indonesia, PT Dwi Indo Perkasa tidak hanya menawarkan pekerjaan sebagai pelayan restoran di Singapura. Perusahaan penyalur tenaga kerja bodong ini, juga menawarkan pekerjaan sebagai kapten kapal.

“Untuk menjadi kapten kapal, korban diharuskan membayar uang sebesar lima setengah juta,” ujar Kapolsek Batamkota Kompol Arwin.

Dijelaskan oleh Arwin, perusahaan penyalur itu selama ini tidak memiliki izin. Mereka menawarkan tiga jenis pekerjaan di Singapura, Malaysia, Dubai, dan Qatar. Adapun tiap-tiap pekerjaan yang mereka tawarkan itu, mereka memberikan tarif administrasi yang berbeda-beda.

“Lima juta rupiah untuk bekerja sebagai Kapten Kapal, tiga juta lima ratus ribu rupiah bekerja sebagai waiters dan dua juta lima ratus ribu rupiah bekerja sebagai Clining Service,” tuturnya.

Arwin menambahkan, terkuaknya kasus ini setelah Polsek Batamkota mendapatkan laporan dari 30 orang calon TKI yang merasa tertipu. Setelah mendapatkan laporan tersebut, Polsek Batamkota langsung mengamankan Sindak Adi Agustian Aritonang alias Agus yang merupakan pemilik dari perusahaan bodong tersebut.

“Saat ini korbannya telah bertambah satu orang. Jadi total keseluruhan korbannya itu berjumlah 31 orang,” katanya.

Atas perbuatannya tersebut, Unit Reskrim Polsek Batamkota telah menetapkan Agus sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka penipuan setelah Polsek Batamkota melakukan pemeriksaan terhadap Agus dan mengetahui bahwa perusahaannya itu tidak pernah memberangkatkan tenaga kerja ke luar negeri.

“Dia kita kenakan dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara empat tahun,” imbuh Arwin. (cr1)

Pemerintah Alokasikan Rp 20 Miliar untuk Bebaskan Lahan

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (Perkim) Pemkab Natuna, Agus Supardi mengatakan, tahun ini Pemerintah Daerah alokasikan dana sebesar Rp 20 miliar untuk bebaskan lahan.

Alokasi dana bebas lahan tersebut, berbagai peruntukan dalam mendukung program percepatan pembangunan Natuna. Tidak hanya bidang pertahanan, pemerintah juga akan bebaskan lahan untuk pemakaman umum.

“Tahun ini alokasi Rp 20 miliar saja untuk pembebasan lahan. Banyak lokasi akan dibebaskan,” ujar Supardi kemarin.

Supardi menjelaskan, pembebasan lahan tersebut diantaranya untuk lahan TNI di Tanjung Datuk dan Desa Kelanga. Tidak hanya itu, pembebahasan juga untuk pembangunan sekokah dasar, SMP satu atap.

Pembebasan lahan tahun ini sambungnya, juga diperuntukkan dibidang perikanan di pelabuhan Pering yang akan dijadikan kawasan perikanan. Termasuk bebaskan lahan untuk tanah pemakaman umum.

“Untuk pemakaman umum, lahannya memang sudah sedikit. Jadi memang harus ada lahan baru untuk perkuburan,” jelas Supardi.

Dikatakan Supardi, pembebasan lahan juga libatkan dinas teknis untuk menyesuaikan kebutuhan lahan. Dan saat ini masih proses administrasi.

Agus Supardi mengatakan, pembebasan lahan untuk kepentingan Pemerintah tidak memiliki standar khusus di Natuna. Namun harga lahan berdasarkan pada nilai NJOP dan harga yang berlaku. Dan memiliki batasan luas lahan yang dibebaskan.

“Soal ketentuan harga tanah sekarang belum diatur. Namun bisa menggunakan standar nilai NJOP,” ujar Agus Supardi.(arn)

Tahun Ini Pemko Batam akan Bangun Empat Taman

0
Warga Tanjunguncang dan Sagulung bermain di Taman Tunas Regency, Sagulung untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarganya, Kamis (26/1). F. Taman ini selalu ramai dikunjungi oleh warga Batuaji dan Sagulung. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Taman menjadi tempat rehat yang murah meriah bagi warga kota seperti Batam. Warga membutuhkannya.

Pemerintah Kota (Batam) meresponnya. Tahun ini bakal dibangun empat taman. Diperkirakan pembangunan keempat taman tersebut mencapai Rp 7,1 miliar.

Adapun keempat taman akan dibangun tersebut di antaranya di ruas Jalan Raja Haji Fisabillah (simpang Gelael-simpang ke Vihara Maetrya) dengan anggaran sekitar Rp 4,2 miliar. Taman di jalan menuju Ocarina dengan nilai Rp 1,2 miliar.

Sementara taman di Labirin Kebun Raya Batam sebesar Rp 500 juta. Selanjutnya di ruas jalan Jendral Sudirman atau sekitar perumahan Hangtuah Batamcenter sebesar Rp 800 juta.

“Namanya belum (ada), kini masih proses lelang konsultan,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam  Irwan Saputr.

Menurutnya, konsep yang akan ditawarkan terkait taman itu kelak adalah ruang terbuka hijau. Pilihan ini dilakukan agar masyarakat dapat beraktivitas di taman tersebut.

“Kalau sarana olahraga dan lainnya, kita lihat nanti,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Disperkimtan Herman Rozie menuturkan selain taman baru, taman yang sudah akan terus dipelihara.

“Ini yang bikin baru, kalau yang lain tetap pemeliharaan,” kata Herman di lokasi yang sama.

Lanjut dia sebelum dilanjutkan pemabngunannya kelak, sejatinya Disperkimtan sendiri telah memiliki rencana awal terkait tata taman-taman tersebut.

“Ada lukisan tiga dimensi di pedestriannya. Tapi ini masih sepihak dari kita, tergantung nanti lebih jelasnya,” pungkas mantan camat Lubukbaja ini. (cr13/iil/JPG)

Waduh..Blanko Kartu Keluarga Juga Kosong

0

batampos.co.id- Hampir dua bulan lamanya, Rofida, warga Taman Carina, Tanjunguncang tidak bisa berurusan dengan pihak bank dan developer, sebab Kartu Keluarga (KK) yang menjadi salah satu dokumen persyaratan kredit rumah tak kunjung ia terima.

Rofida sendiri mengumpulkan data sejak akhir Januari kemarin. Namun hingga kini, Senin (20/3/2017), KK miliknya tak kunjung jadi. Selama ini, ia hanya dibekali draf pengganti KK, bukti ia sedang dalam pengurusan dokumen KK, namun draf tersebut tidak bisa dipergunakan untuk mengurus apapun.

“Sudah dua bulan saya menunggu KK saya jadi, tapi sampai sekarang kecamatan blanko KK masih kosong,” ujar Rofida kemarin.

Sekertaris Camat Batuaji, Sutikno mengatakan kekosongan blanko Kartu Keluarga (KK) sudah terjadi sejak Januari hingga saat iani. Saat ini terdapat 400 dokumen KK yang menumpuk di Kecamatan Batuaji.

“Sudah hampir tiga bulan blanko kosong, dan kami belum bisa memastikan kapan blankonya ada,” kata Sutikno.

Dia mengatakan, meskipun kekosongan blanko sudah berlangsung cukup lama, namun warga yang datang mengurus tetap ada setiap hari. Rata-rata 30 sampai 40 orang setiap hari.

“Warga yang butuh KK untuk mengurus segala keperluan, misalkan berurusan dengan bank, mengurus BPJS, mendaftarkan anak masuk sekolah dan lainnya,” tutupnya. (cr19)

Maryam, Bocah Suku Laut Ikut STQ

0
Maryam (kanan) anak suku laut salah satupeserta STQ ke VII Kabupaten Lingga bersama Edo. F. ist.

batampos.co.id – Kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke VII kabupaten Lingga kali ini terasa berbeda. Pasalnya, bocah kelas V SD 022 Penaah, Kecamatan Senayang warga asli suku laut ikut tampil dalam kegiatan malam Taaruf tersebut, Minggu (19/3) malam.

Gadis kecil tersebut bernama Maryam. Usianya baru 10 Tahun. Sejak berumur 5 tahun 8 bulan, ia sudah diasuh Darlisa dan Abang Marwan, kepala desa Penaah. Sejak itu, Maryam diajarkan membaca Al Quran dan juga mendapat pendidikan dibangku sekolah dasar (SD).

Saat tampil, Maryam membacakan Surah Al- Baqarah ayat 21 sampai 25 di depan pejabat-pejabat Lingga mulai dari bupati Lingga Alias Wello, wakil Bupati Muhammad Nizar dan ribuan warga yang hadir. Meski baru pertama kali tampil, Maryam mengaku tidak gugup. Bersama rekannya Edo Akbar pembaca saritilawah, Maryam memukau penonton malam itu.

“Saya tidak gugup. Senang sekali,” tutur Maryam usai membaca kalam ilahi kepada wartawan Batam Pos.

Kepada awak media, Maryam menuturkan mengenal huruf ijaiah tersebut dari Darlisa. Ibu angkatnya. “Ibu yang ajarkan setiap hari. Sekarang saya masih mengaji. Baru Juz 25,” tambahnya.

Selain fasih membaca Al Quran, Maryam anak kandung dari Zahra warga asli suku Laut selat Kongky ini juga memiliki prestasi dibangku sekolah. Ia bercita-cita menjadi perawat dimasa mendatang. “Disekolah dapat juara 3. Kalau sudah besar saya ingin jadi perawat,” jelasnya.

Ditempat yang sama, aktivis berantas buta aksara suku laut di Penaah, Densy Diaz mengaku terharu dan bangga tampilnya Maryam saat kegiatan STQ ke VII. Kesempatan yang diberikan Pemkab Lingga tersebut kata Diaz menjadi bukti jika anak-anak suku Laut mampu dan ingin ikut dalam pembangunan kabupaten Lingga.

“Semoga ke depan, tidak hanya Maryam. Tapi banyak lagi anak-anak suku laut yang ikut tampil dan kalau boleh menjadi peserta STQ maupun MTQ. Mereka adalah anak-anak kabupaten Lingga. Yang mereka butuhkan adalah pembinaan dan perhatian. Beri ruang dan kesempatan untuk mereka memajukan Bunda Tanah Melayu ini,” pungkas Diaz. (mhb)

Ingat! Polisi Itu Pelayan Bukan Penindas Masyarakat

0
Sebanyak 146 bintara baru Polda Kepri disiram oleh air dari Mobil Water Canon di Mapolda Kepri pada Senin (20/3). Penyambutan ini merupakan tradisi khas Polri yang menandakan Bintara mengakhiri masa pendidikan di SPN. Dan memulai masa pendidikan pembentukan di Mapolda Kepri. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menyambut sebanyak 146 bintara baru di Mapolda Kepri pada Senin (20/3). Penyambutan ini dilakukan dengan cara khas Polri. Para Bintara ini disiram dengan air, untuk menandakan mengakhiri masa pendidikan di SPN. Dan memulai masa pendidikan pembentukan di Mapolda Kepri.

Sam menyampaikan beberapa pesanya kepada polisi-polisi baru tersebut. “Polisi itu pelayan bukan penindas,” katanya pada sambutan, Senin (20/3).

Ia meminta para bintara baru ini menjadi polisi yang humanis. Sehingga bisa bertugas melayani dan mengayomi masyarakat. Pedoman moral dan hidup yang disampaikan Sam lainnya yakni, meminta kepada para bintara baru, dalam menjalankan tugas sebagai bentuk amalan kepada tuhan. “Dan selalu menjungjung tinggi kebenaran hakiki,” ucapnya.

Sam juga mengingatkan kepada para bintara yang baru, agar selalu berkerjasama dengan berbagai pihak. Membangun kemitraan dengan siapapun, dalam menjalankan tugasnya. “Selalu meningkatkan kemampuan personel,” tuturnya.

Ia berharap para bintara baru ini selalu membentengi diri dari tindakan yang tercela. Dimana tindakan ini merugikan masyarakat dan mencoreng nama kepolisian. “Disiplin diri, dan ikutilah pelatihan-pelatihan dengan serius,” ungkapnya.

Dari data yang didapat Batam Pos 146 bintara baru itu terdiri dari 77 bintara laki-laki asal Polda Kepri, 48 orang dari Polda Metro. Lalu sebanyak 11 Polwan, 2 bintara Polair, dan delapan ornag bintara khusus penyidik. (ska)

Pemko Batam Bisa Kelola Pasar Jodoh Selama 5 Tahun

0
Kondisi gedung pasar induk jodoh yang terbengkelai dan tidak terawat lagi, Batuampar, Sabtu (4/2). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pasar Induk Jodoh akan segera dihibahkan ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Dengan berpedoman pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 27 Tahun 2014, maka Pemko bisa mengelola Pasar Induk Jodoh selama 5 tahun.

“Ya kami sudah bertemu dengan Pemko Batam. Pengelolaan Pasar Induk Jodoh akan dialihkan ke Pemko Batam dengan sistem pinjam pakai,” ungkap Deputi IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Robert Purba Sianipar, Senin (20/3).

Dengan begitu, maka Pemko Batam bisa menganggarkan biaya pemeliharaan untuk Pasar Induk Jodoh mulai tahun depan.

“Kami mencoba untuk mendapatkan solusi bagaimana cara mempercepat pengelolaan Pasar Induk Jodoh agar bisa segera dikelola Pemko Batam,” tambah Robert.

Untuk saat ini, memang hanya cara ini yang bisa dipakai. Karena untuk menunggu persetujuan hibah yang sebenarnya masih harus menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan selaku pihak yang memiliki aset. Dan tentu saja harus memenuhi sejumlah syarat diantaranya adalah membentuk tim bersama untuk inventarisir nilai aset.

“Karena Pemko Batam masih melakukan Musrenbang, maka diharapkan bisa terealisasi minggu depan,” pungkas Robert.(leo)

Toko dan Restoran Depan Edukits Akan Dibongkar

0

BATAMKOTA (BP) – Pemerintah Kota Batam tahun ini akan kembali membongkar sejumlah bangunan baik toko, restoran bahkan kios liar yang ada di kawasan bufferzone. Salah satu yang ditargetkan untuk dibongkar tahun ini yakni seluruh toko dan restoran yang berdiri megah di depan Edukits, Batamcenter.

“Toko-toko depan Edukits itu, ada restoran, restoran lagi, toko-toko, akan kita bongkar semua,” ujar Wali Kota Batam, HM Rudi, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, penertiban itu sebagai konsekwensi dari kegiatan pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah Kota Batam tahun 2018. Yakni di bidang infrastruktur berupa peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur jalan, drainase, utilitas perkotaan, kebersihan kota, dan pengendalian banjir.

“Tahun ini ada tujuh ruas yang akan dilebarkan. Dua ruas, dari Simpang Frengki sampai ke underpass Pelita dibangun dengan anggaran dari Provinsi. Tahun ini dianggarkan Rp 2 miliar untuk buka jalannya dulu,” kata Rudi.

Ia menekankan bahwa pelebaran akan dilakukan hingga batas tanah negara. Sehingga bangunan apapun yang ada di atas lahan milik negara tersebut akan dirubuhkan.

Pemko Batam butuh tambahan anggaran untuk memenuhi semua usulan masyarakat di tahun 2018. Berdasarkan rekap usulan masyarakat, kebutuhan biaya langsung mencapai Rp 2,059 triliun. Dan biaya tidak langsung di 2018 diperkirakan Rp 900 miliar.

Sementara proyeksi pendapatan tahun 2018 sebesar Rp 2,540 triliun. Terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp 1,183 triliun, dana perimbangan Rp 1,057 triliun, lain-lain pendapatan yang sah Rp 215 miliar, dan pembiayaan Rp 84,5 miliar.

“Usulan terbanyak di bidang pendidikan, sampai 685 kegiatan. Kemudian Bina Marga 227 kegiatan dan Perkim 174 kegiatan,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Pembangunan Daerah Kota Batam, Wan Darussalam saat pembukaan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Walikota Batam, Senin (20/3).

Menurutnya usulan tersebut sudah dirangkum antara hasil musyawarah perencanaan pembangunan dengan rencana kegiatan OPD. Sementara struktur usulan pokok pikiran DPRD pun tidak jauh berbeda, terbanyak di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Perkim).

Karena anggaran yang terbatas maka perlu dipilih prioritas kegiatan. Hal inilah yang akan dibahas dalam Forum OPD tersebut. Forum dilaksanakan dua hari, dengan agenda hari pertama sinkronisasi usulan masyarakat dengan rencana kegiatan OPD. Pembahasan dibagi menjadi tiga kelompok dengan fokus pada infrastruktur, sosial, dan ekonomi.(mta)