Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13636

Retribusi Parkir dengan Sistem Online

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Yusfa Henri mengatakan, pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) penyelenggaraan retribusi parkir cukup alot. Ia menilai, jumlah kendaraan di Batam tidak sebanding dengan jumlah penerimaan yang masuk ke kas daerah.

“Makanya kami bahas dengan penuh kehati-hatian, agar menjadi perda yang benar-benar efektif dan diterima di masyarakat,” ujar Yusfa, saat rapat dengar pendapat dengan komisi III. kemarin.

Menurut Yusfa, dishub sendiri awal tahun 2016 ditargetkan Rp 3,8 miliar dari retribusi parkir. Namun hingga akhir tahun realiasinya hanya mencapai Rp 3,6 miliar. Dengan berbagai pertimbangan di tahun 2017, pendapatan dari sektor parkir kembali dinaikan 700 persen menjadi Rp 30 miliar.

Dengan asumsi bekerjasama pihak kepolisian dengan menerapkan parkir berlangganan. Yusfa optimis kalau parkir berlangganan bisa diterapkan, angka itu bisa dicapai karena potensi sendiri bisa mencapai Rp 60 miliar.

“Semangatnya pelayanan melihat kondisi perpakiran di Batam,” tutur dia.

Yusfa mengaku, awalnya dishub membagi parkir di tiga zona dengan jumlah titik parkir 202 orang dan 477 juru parkir. Kemudian dilakukanlah survey lapangan dengan pencatatan GPS dan pendataan titik parkit. Didapatlah angka 635 titik dengan kordinat yang dibagi di sembilan zona mainland.

“Sudah ada kordinat, lokasinya juga sudah kita petakan,” tuturnya.

Seorang petugas parkir yang beroperasi di BCS Mall, Lubukbaja, Selasa (31/1). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

Ketika membuka kerjasama pihak kepolisian dalam hal ini Polda Kepri, kemudian walikota bersurat ke kejaksaan, BPKP dan kemudian mendapat legal opinion (LO). Sejak saat itu mulailah dibentuk tim pengawasan, pasukan bentukan pemko yang terdiri dari TNI, Polri, POM dan petugas dishub.

“Memang sebelumnya sudah berkonsultasi ke Sidoajo dalam penerapan parkir berlangganan. Ketika dicoba meminta Lo ke pihak terkait di Batam malah hasilnya berbeda,” tuturnya.

Makanya terkait LO ini, dishub kemudian berencana menerapkan retribusi parkir dengan sistem online. Mekanismenya akan sama dalam penerapan tiket online di bus trans Batam. Dimana pengguna kendaraan akan memakai kartu yang berisi saldo untuk pembayaran setiap kali melakukan parkir.

Saldonya sendiri bisa diisi, Saat ini penerapan pembayaran sistem online di Batam baru diterapkan di bus TransBatam. Yakni dengan menggunakan kartu Bizzi.

“Kedepan kita berencana untuk menerapkan di parkir dan retribusi sampah. Sehingga dengan cara demikian, tingkat kebocoran bisa ditekan,” tuturnya.

Terkait kelanjutan parkir berlangganan sendiri, mantan kepala dinas pariwisata itu membatah gagal. ahasanya bukan gagal (parkir berlangganan). Tapi belum diterapkan,” ungkap Yusfa. (rng)

1.336 Pemuda Daftar Jadi Calon Polisi di Kepri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Hingga Rabu (29/3) sebanyak 1336 pemuda pemudi Kepri mendaftar untuk menjadi calon polisi di Kepri. Dimana dengan rincian sebanyak 1107 pria dan 229 wanita.

“Mereka yang mendaftar ini tak hanya jadi Bintara, tapi juga Akpol serta Tamtama,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol, Erlangga, Kamis (30/3).

Secara rinci Erlangga menjelaskan, sebanyak 77 orang mendatar masuk taruna Akpol terdiri dari 64 pria dan 13 wanita.

“Mereka ini ada 54 orang mendaftar di Polresta Barelang, 7 orang melalui Polres Tanjungpinang, Polres Karimun 9 orang, Polres Bintan 7 orang, Polres Lingga dan Natuna satu orang. Dari Polres Anambas tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu pemuda yang mendaftar calon Bintara Polri sebanyak 1148 orang, dari Polresta Barelang mendaftar sebanyak 657 orang, Polresta Tanjungpinang 166, Polres Karimun 141, Polres Bintan 73, Polres Lingga 65, Polres Natuna 69 dan Polres Anambas 17.

“Lalu kami juga saat ini Bintara musik, namun hingga kini belum ada satupun yang mendaftar,” tuturnya.

Sementara itu pendaftar yang masuk melalui Tamtama, yang akan ditempatkan di Brimob dan Polair ada sebanyak 101 orang.

“Terverifikasi dari pendaftar Akpol sebanyak 9 orang, Bintara 190 orang, Tamtama 7 orang,” ujar Erlangga.

Ia mengatakan pendaftaran tersebut masih dibuka hingga 15 April. Untuk masuk polisi kali ini dijamin bebas dari KKN, hal ini berdasarkan Program Promoter Kapolri.

“Pendaftar terlebih dahulu masuk melalui website polri.go.id,” ujarnya.

Erlangga menyebutkan Polda Kepri membuka kontak pengaduan bagi masyarakat yang merasa diminta uang oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab.

“Bisa kontak ke nomor 082173609888, atau email ke [email protected] dan la[email protected],” tuturnya.

Ia mengatakan laporan ini akan langsung ditindak lanjuti oleh Bidpropam Polda Kepri dan tim saber pungli. (ska)

Pemkab Bintan Targetkan PAD Rp 184 Miliar

0

batampos.co.id – Pemkab Bintan menargetkan 2017 ini kontribusi pemasukan dana ke kas daerah bisa mencapai Rp 980 miliar. Besaran dana yang ditargetkan itu berasal dari pemungutan pajak untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 184 miliar dan pendapatan lain-lain dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 796 miliar.

“Kalau urusan PAD tanggungjawab Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD). Kalau target pendapatan diluar PAD sebesar Rp 796 miliar itu baru urusan kita,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Bintan, Muhammad Setioso ketika diwawancarai di Bintan Buyu, Kamis (30/3).

Pencapaian target di luar PAD Bintan, kata Setioso akan diupayakannya dengan cara melobi ke Pemerintah Pusat. Mulai dari mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU). Melalui ketiga sumber dana itu dipastikannya APBD Bintan 2017 ini tak akan mengalami defisit.

Rincian pendapatan dari ketiga sumber dana itu, lanjut Setioso, untuk DBH dari Pemerintah Pusat yang akan ditransfer melalui Pemprov Kepri ditargetkan sebesar Rp 84,56 miliar. Sedangkan sumber dana dari DAK dan DAU sekitar Rp 712 miliar.

“Triwulan pertama kita baru dikucurkan melalui DAU sebesar Rp 75,6 miliar. Dana itu untuk belanja pegawai rutin. Sedangkan DBH dan DAK belum ditransfer dari Pemprov Kepri,” bebernya.

Ditanya kendala belum ditransfernya DBH dan DAK, Setioso mengaku ketika dirinya mengunjungi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) didapati ada permasalahan dengan kondisi APBN. Maksudnya keuangan negara ini belum stabil sehingga tidak menutup kemungkinan ada perubahan-perubahan yang mendadak.

Bahkan, sambung Setioso Kemenkeu sempat mengingatkan kepada dirinya bahwa target tertulis dari DBH, DAK, dan DAU sebesar Rp 796 miliar itu bisa saja tak tercapai. Maka Kemenkeu menganjurkan agar Pemkab Bintan bisa mengantisipasinya dengan melakukan evaluasi maupun efisiensi penggunaan anggaran dengan berbagai cara.

“Kita akan berusaha keras agar DBH, DAK dan DAU untuk Bintan tak berubah. Tapi jika kenyataannya berubah, maka kita harus mengefiseinsi APBD Bintan. Salah satunya dengan memangkas anggaran untuk kegiatan,” ungkapnya. (ary)

Melihat Kapal Perang TNI AL Pabrikan Batam

0

PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) Batam sukses mengerjakan dua unit kapal patroli cepat milik TNI AL, KRI Torani 860 dan KRI Lepu 861.

Dua kapal dengan panjang masing-masing 45,5 meter itu diserahkan oleh Direktur Utama PT KAS, Franky Sucipto, kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di Pelabuhan Makobar, Batam, Kamis (30/3).

Dalam sambutannya KSAL mengatakan, dua kapal buatan Batam itu akan ditempatkan di wilayah kerja Lantamal IV Tanjungpinang untuk memperkuat Satuan Kapal Patroli (Satrol) TNI AL di perairan Selat Malaka.

“Dua kapal ini memiliki mobilitas yang tinggi. Kecepatannya yang mencapai 28 knot juga akan mengawasi perairan di sekitarnya termasuk di perairan Cina Selatan,” ujar Ade.

Kapal tersebut dilengkapi dengan persenjataan yang canggih. Di antaranya meriam kaliber 30 milimeter (mm) pada bagian haluan dan pucuk Senapan Mesin Berat (SMB) kaliber 12,7 mm pada bagian buritan.

Kedua kapal tersebut masuk dalam kelas PC 40 yang mempunyai panjang keseluruhan 45,5 meter, lebar 7,9 meter, dan kecepatan jelajah 15 knot. Kapasitas bahan bakar dalam sekali jalan mencapai 70.000 liter dan punya ketahanan berlayar selama enam hari.

Untuk dapur pacu, kapal ini digerakkan dua buah mesin diesel MTU yang masing masing berkekuatan 2.480HP. Dan hebatnya lagi, kapal patrol ini juga dilengkapi mission management system (MMS). Sehingga bila diperlukan Canon Remote Control Weapon System (RCWS) dengan mudah dapat dipasang.

“Kapal PC 40 ini merupakan kapal ke 18 dan 19 yang dipesan oleh TNI sejak beberapa tahun yang lalu. Ini untuk melengkapi armada satua patroli TNI AL di Indonesia,” ujar Ade.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi memberikan keterangan pers saat peresmian KRI Torani 861 dan KRI Lepu 861 di Pelabuhan Batuampar, Kamis (30/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Pengadaan dua kapal ini, jelas Ade, merupakan tindak lanjut dari pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI AL untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan TNI AL.

“Memang secara umum jumlah kapal PC seperti ini belum ideal. Minimal masing-masing Lamtamal tiga unit kapal jenis ini, kita ada 14 Lantamal, kapal sejenis ini baru 19,” tutur Ade.

Namun demikian, Ade optimis dengan adanya dua kapal patroli cepat terbaru itu, kekuatan armada TNI AL untuk mengamankan wilayah periaran di Indonesia sudah mencukupi. Sebab kapal-kapal patroli jenis lain yang lebih besar juga masih bisa digunakan.

“Yang sudah ada tetap diberdayakan. Jadi tetap dimaksimalkan,” ujarnya.

Dengan adanya penambahan dua kapal tersebut, Ade berharap agar satuan TNI AL ke depannya semakin profesional dan maksimal lagi dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai satuan pengaman wilayah periaran.

“Jaga dan rawatlah kapal ini dengan baik. Tugas pokok kita sebagai TNI AL harus lebih baik lagi,” pesannya kepada satuan TNI AL yang hadir dalam acara tersebut.

Usai memberikan arahan, Ade juga langsung melantik kapten dan komandan kedua kapal tersebut. Sementara peluncuran dan peresmian kapal ditandai dengan pemencahan kendi di badan kapal.

Kepada PT KAS, Ade juga mengaku bangga. Sebab dua kapal tersebut telah dikerjakan dengan baik sesuai spesifikasi yang ditentukan dan tepat waktu.

“Hasilnya luar biasa. Dua kapal yang cukup canggih ini diserah-terimakan tepat waktu,” ujarnya.

Ke depannya Ade berharap agar PT KAS tetap berkomitmen dengan mutu dan kualitas produksi tersebut agar semakin baik lagi.

“Persaingan semakin ketat dan harapan saya ke depannya lebih baik lagi. Tidak saja dalam negeri tapi internasional juga harus bisa bersaing,” ujar Ade.

Direktur PT KAS Batam, Jacky Sucipto, menyampaikan rasa terimakasihnya atas kepercayaan dan kerja sama yang baik dari pihak TNI AL tersebut. Sebagai perusahaan yang sudah malang melintang di dunia galangan kapal, PT KAS memang selalu mengedepankan kualitas produk.

“Ini bukan yang pertama Pak, sudah banyak kapal-kapal negara yang kami bangun dan hasilnya selalu memuaskan,” ujar Jacky.

Untuk itu, ke depannya Jacky berharap agar pihak TNI AL terus mempercayai perusahaanya untuk memproduksi kapal-kapal serupa.

Sementara Project Manager PT KAS, Guntur Ristiyono, menambahkan dua kapal buatan PT KAS tersebut merupakan kapal berteknologi terbaru yang dilengkapi dengan persenjataan yang modern. Kapal-kapal tersebut masuk dalam kategori kapal klasifikasi Bureau Veritas (standar pembangunan kapal internasional) yang berbahan aluminium. (eja)

Rp 1,7 Miliar untuk Beasiswa, Wajib Belajar 12 Tahun

0
Empat anak sekolah di Natuna sedang menuju sekolahnya. Natuna sebagai kota layak anak ternyata belum memiliki sarana dan prasarana untuk anak. foto:yermiariezky.wordpress.com

batampos.co.id – Pemkab Natuna tahun ini mengucurkan dana bantuan beasiswa transisi sebesar Rp 1,7 miliar. Beasiswa transisi tersebut untuk membantu anak putus sekolah dari kalangan keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Pemkab Natuna, Marka DJ mengatakan, bantuan beasiswa transisi tersebut untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga SMA sederajat.

“Bantuannya berbentuk barang, seperti misalnya seragam sekolah, buku dan yang berhubungan dengan sekolah, bukan disalurkan dalam bentuk uang tunai. Karena sekolah di Natuna sudah gratis,” ujar Marka, Kamis (30/3).

Dinas Pendidikan saat ini masih mengumpulkan data untuk menyalurkan bantuan beasiswa transisi melalui kerjasama kecamatan, kelurahan, desa hingga RT/RW agar data yang diterima bisa diverifikasi.

Di Natuna lanjut Marka, saat ini masih terdapat anak putus sekolah karena orangtuanya kekurangan biaya. Namun bantuan tersebut, pemerintah membantu melengkapi kebutuhan anak agar tetap sekolah.

Bantuan beasiswa transisi untuk merealisasikan program wajib belajar 12 tahun di Natuna. Karena kasus anak putus sekolah di Natuna mayoritas disebabkan orangtuanya tak mampu membiayai sekolah anaknya.

“Dalam kasus anak putus sekolah ini, kami juga mengharapkan kerjasama lembaga pemerintah, baik komisi perlindungan dan pengawasan anak daerah bersama-sama mewujudkan program wajib belajar 12 tahun,” terang Marka. (arn)

Hormat……. Grak !

0

 

foto: dalil harahap / batampos

 

KSAL Laksamana Ade Supandi menyambut hormat awak kapal KRI Torani 860 seusai melakukan inspeksi singkat sehubungan diresmikannya kapal cepat buatan anak negeri ini di Batam, Kamis (30/23/2017).

Angkutan Umum Batam

0
foto: dalil harahap / batampos

Angkutan umum melintas di jalan Brigjen Katamso, Rabu (29/3). Adakah angkutan umum seperti ini layak? Tentulah Dishub Batam yang bisa menjawab sebab merekalah yang mengeluarkan izin trayek.

Divonis Penjara Seumur Hidup, Kondisi Terdakwa Narkoba Ngedrop

0
Terdakwa kasus sabu seberat 96 kg Idris dan Edo (peci) dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang usai menerima vonis penjara seumur hidup, Rabu (29/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Idriszal Efendi, 26, dan Edo, 24, kurir narkoba 96 kilogram yang terdiri dari sabu dan pil ekstasi, kondisinya sempat ngedrop dan sok usai di vonis majelis hakim agar dihukum seumur hidup atas kasus yang menjeratnya.

Kepala Rutan Kelas IA Tanjungpinang, Rony Widiatmoko, mengatakan pihaknya pun langsung memberikan bimbingan dan motivasi kepada kedua orang warga binaan tersebut ketika mereka sampai di Rutan.

“Usai menjalani sidang tuntutan dan vonis kemarin, secara psikologis mereka sempat ngedrod dan galau. Kami dampingi dan berikan semangat,”ujar Rony, Kamis (30/3).

Dikatakan Rony, ia langsung menemui kedua terdakwa tersebut usai keduanya menjalani persidangan kemarin. Meski secara fisik keduanya sangat sehat, namun jika dilihat dari wajah sangat ngedrop.

“Mereka sehat-sehat saja kok. Kalau kemarin itu hanya Psikologis mereka yang kena usai mendengarkan tuntutan dan mendengarkan vonis,”kata Rony.

Saat ini, terang Rony, kedua terdakwa tersebut masih berada di Rutan dan akan di pindahkan ke Lapas Kelas IA Tanjungpinang di Kilometer 18 Kijang, jika kasus nya sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Jaksa masih mau banding, jadi mereka tetap di Rutan. Jadi belum bisa dipindahkan mereka,”ucapnya.

Terpisah, kuasa hukum kedua terdakwa. Asrul mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan kontra memori banding terhadap pengajuan banding yang dilakukan JPU. Karena keadilan jangan melihat dari barang bukti saja, tapi tujuan dari pidana itu untuk membina terdakwa agar memberikan efek jera serta tidak mengulangi kembali perbuatannya.

“Kondisi mereka sudah membaik, karena sempat ngedrop belakangan ini. Yang jelas kami akan bertempur sampai habis,”ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Idriszal, 26, dan Edo, 24, dua kurir narkoba seberat 96 kilogram yang terdiri dari sabu dan pil ekstasi, divonis hukuman seumur hidup dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (29/3).

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai oleh Wahyu Prasetyo Wibowo, didampingi dua hakim anggota Acep Sopian Sauri dan Santonius Tambunan, Menyatakan terdakwa tidak terlibat dalam jaringan narkoba yang terorganisir. Sebab, upah yang diterima terdakwa hanya Rp 30 juta tidak sebanding dengan nilai jual narkoba yang mencapai miliaran rupiah.

“Kedua terdakwa terbukti secara sah melawan hukum sebagaimana melanggar pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Untuk itu kami menjatuhkan pidana seumur hidup untuk kedua terdakwa,”ujar hakim.

Dikatakan hakim, sebelum menjatuhkan pidana untuk kedua terdakwa. Pihaknya mempertimbangkan beberapa hal diantaranya hal yang memberatkan, tuntutan JPU dan fakta hukum didalam persidangan dari keterangan saksi, keterangan terdakwa.

“Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam peredaran narkoba. Perbuatan terdakwa dapat merusak generasi penerus bangsa dan terdakwa tidak bersikap bersalah karena telah berhasil membawa sabu dan pil ekstasi dengan modus didalam ban mobil dan meletakkan sabu dalam lemari hotel di Batam. Sedangkan hal yang meringankan nihil sama sekali,”kata hakim.

Sedangkan untuk barang bukti berupa sabu dan pil ekstasi dengan berat total 96 kilogram, sebut hakim, dirampas untuk dimusnahkan. Sedangkan, barang bukti dua mobil Suzuki Escudo dan Daihatsu Feroza, dirampas untuk negara.

“Selain itu kami perintahkan untuk kedua terdakwa tetap harus berada didalam sel tahanan,”ucap hakim.

Menanggapi putusan tersebut, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Ferdian Mahzab, menyatakan pikir-pikir. Sedangkan JPU langsung menyatakan banding. Sebab, hukuman yang diberikan majelis hakim berbeda karena sebelumnya meminta kedua terdakwa agar dihukum mati.(ias)

1.336 Pemuda Kepri Daftar Jadi Calon Polisi

0
Ratusan Pelajar kelas tiga SMA sederajat di Kabupaten Karimun mengikuti sosilisasi dan kampanye penerimaan Polri 2017 yang diselenggarakan oleh Polda Kepri. Foto: sandi/batampos.

batampos.co.id – Hingga Rabu (29/3) sebanyak 1336 pemuda pemudi Kepri mendaftar untuk menjadi calon polisi di Kepri. Dimana dengan rincian sebanyak 1107 pria dan 229 wanita. “Mereka yang mendaftar ini tak hanya jadi Bintara, tapi juga Akpol serta Tamtama,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol, Erlangga, Kamis (30/3).

Secara rinci Erlangga menjelaskan, sebanyak 77 orang mendatar masuk taruna Akpol terdiri dari 64 pria dan 13 wanita. “Mereka ini ada 54 orang mendaftar di Polresta Barelang, 7 orang melalui Polres Tanjungpinang, Polres Karimun 9 orang, Polres Bintan 7 orang, Polres Lingga dan Natuna satu orang. Dari Polres Anambas tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu pemuda yang mendaftar calon Bintara Polri sebanyak 1148 orang, dari Polresta Barelang mendaftar sebanyak 657 orang, Polresta Tanjungpinang 166, Polres Karimun 141, Polres Bintan 73, Polres Lingga 65, Polres Natuna 69 dan Polres Anambas 17. “Lalu kami juga saat ini Bintara musik, namun hingga kini belum ada satupun yang mendaftar,” tuturnya.

Sementara itu pendaftar yang masuk melalui Tamtama, yang akan ditempatkan di Brimob dan Polair ada sebanyak 101 orang. “Terverifikasi dari pendaftar Akpol sebanyak 9 orang, Bintara 190 orang, Tamtama 7 orang,” ujar Erlangga.

Ia mengatakan pendaftaran tersebut masih dibuka hingga 15 April. Untuk masuk polisi kali ini dijamin bebas dari KKN, hal ini berdasarkan Program Promoter Kapolri. “Pendaftar terlebih dahulu masuk melalui website polri.go.id,” ujarnya.

Erlangga menyebutkan Polda Kepri membuka kontak pengaduan bagi masyarakat yang merasa diminta uang oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab. “Bisa kontak ke nomor 082173609888, atau email ke [email protected] dan [email protected],” tuturnya.

Ia mengatakan laporan ini akan langsung ditindak lanjuti oleh Bidpropam Polda Kepri dan tim saber pungli. (ska)

Hari Ketiga Herman Belum Ditemukan

0

batampos.co.id – Tim gabungan yang terdiri dari sejumlah nelayan dipimpin Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas yang dibantu pihak kepolisian terus mencari keberadaan Herman,46, nelayan asal Pasir Merah kelurahan Tarempa yang dikabarkan hilang pada Selasa (28/3) kemarin.

Pencarian korban dipusatkan pada beberapa titik hingga mendekati pulau Penjalin Kecamatan Palmatak. Informasi terakhir yang diperoleh dari tim gabungan tersebut belum ada hasil. “Pencarian masih nihil,” ungkap Kapolres Anambas AKBP Junoto kemarin.

Kapolres menjelaskan tim gabungan melakukan pencarian terakhir. Namun demikian nelayan yang ada di Anambas tetap waspada dan akan tetap melaut. “Hari ini pencarian terakhir tapi nelayan tetap mencari korban sambil melaut,” ungkapnya lagi.

Aiptu Nuridin, salah satu anggota polisi yang ikut dalam pencarian menambahkan, tim sempat mengalami kesulitan karena ombak tinggi dan aur laut lebih kuat dari biasanya. “Pencarian terus dilakukan dibantu juga dari nelayan setempat tapi masih nihil,” jelasnya.

Saat ini tim sudah menyisir sekitar 20 mil dari lokasi kejadian dengan menelurusi gelombang. “Hingga sore ini tim yang berjumlah 20 orang masih menyisir permukaan laut,” ungkapnya lagi.

Herman hilang dalam perjalanan pulang setelah memancing ikan bersama temannya Haris, Selasa (28/3). Lokasi hilangnya kejadian yakni di sekitar pulau Durai saat perjalanan pulangnya menuju Tarempa yang jaraknya dua jam perjalanan. Namun naas, sebelum tiba di rumah, Herman diduga jatuh dari kapal dan hilang. (sya)